cover
Contact Name
Muryan Awaludin
Contact Email
muryanawaludin1@gmail.com
Phone
+6282217442010
Journal Mail Official
lembagappmuda@gmail.com
Editorial Address
Jalan DR.T.D. Pardede Nomor 21, Medan.
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Prointegrita
ISSN : 2621377X     EISSN : 26558971     DOI : 10.46930/jurnalprointegrita
Tujuan dari Jurnal Integrita untuk mengembangkan sebuah penelitian yang telah dituliskan serta menjadi acuan untuk para peneliti dibidang Ilmu Komunikasi, Ilmu Hukum, Ilmu Menajemen, Ilmu Pemerintahan, dan Manajemen Agribisnis Jurnal Integrita dengan Scope meliputi : Ilmu Komunikasi, Ilmu Hukum, Ilmu Menajemen, Ilmu Pemerintahan, dan Manajemen Agribisnis
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 2 (2022): AGUSTUS" : 15 Documents clear
PENGARUH KEPEMIMPINAN, DISIPLIN KERJA DAN KEMAMPUAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. RAJAWALI NUSANTARA INDONESIA (PERSERO) CABANG MEDAN Gunawan Silalahi; Ahmad Purba
JURNAL PROINTEGRITA Vol 6 No 2 (2022): AGUSTUS
Publisher : JURNAL PROINTEGRITA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/jurnalprointegrita.v6i2.1888

Abstract

Kinerja dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, meliputi faktor manajemen, kepemimpinan, kemampuan kerja, disiplin kerja, pelatihan dan juga motivasi kerja. Tetapi faktor yang paling utama adalah faktor kepemimpinan, faktor disiplin kerja dan faktor kemampuan kerja. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk melihat pengaruh kepemimpinan, disiplin kerja, kemampuan kerja secara parsial dan juga simultan pada kinerja karyawan di PT. Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) Cabang Medan. Populasi penelitian ini berjumlah 170 orang karyawan. Untuk penentuan jumlah sampel digunakan rumus Slovin, diperoleh sebanyak 63 orang. Teknik pengumpulan data seperti kuesioner, wawancara dan studi dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data digunakan adalah uji asumsi klasik, regresi berganda, uji t hitung, uji F dan koefisien determinasi. Hasil penelitian diperoleh bahwa pengaruh kepemimpinan signifikan terhadap kinerja di PT. Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) Cabang Medan. Kepemimpinan yang semakin baik maka kinerja karyawan akan semakin baik. Pengaruh disiplin kerja signifikan terhadap kinerja di PT. Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) Cabang Medan. Disiplin kerja yang semakin baik maka kinerja karyawan juga semakin baik. Pengaruh kemampuan kerja signifikan terhadap kinerja di PT. Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) Cabang Medan. Semakin baik kemampuan kerja maka kinerja karyawan juga akan semakin baik. Variabel kepemimpinan, disiplin kerja, kemampuan kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Disarankan pimpinan perusahaan perlu memberi kebebasan kepada karyawan untuk membuat keputusan pada bidang kerja masing-masing, serta menghindari kedekatan pribadi dengan karyawan untuk hal-hal yang tidak berhubungan dengan pekerjaan.
ANALISIS KEBIJAKAN GURU BANTU DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN DI KOTA SUMBULUSSALAM PROVINSI ACEH Zaini Rahmad; Matius Bangun
JURNAL PROINTEGRITA Vol 6 No 2 (2022): AGUSTUS
Publisher : JURNAL PROINTEGRITA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/jurnalprointegrita.v6i2.1895

Abstract

Sektor Pendidikan merupakan faktor yang sangat fundamental dalam pembangunan suatu bangsa khususnya pembangunan sumberdaya manusia (SDM). Hal ini ditegaskan dalam Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 45) yang mengamanatkan tentang pentingnya pendidikan bagi warga negara Indonesia. Klusul tersebut termaktup pada pasal 31 ayat 1 yang berbunyi bahwa pada hakekatnya setiap warga negara berhak dan wajib memperoleh pengajaran. Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah a) Bagaimana implementasi (pelaksanaan) tentang Program Guru Bantu di Kota Sumbulussalam ? b) Bagaimana perumusan strategi yang akan dilaksanakan Pemerintah Kota Sumbulussalam dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui kinerja Guru Bantu? Penelitian ini adalah bersifat qualitative. Hasil Evaluasi terhadap Kebijakan Pengadaan Guru adalah bahwa tujuan sudah sesuai yang diharapkan meskipun belum sepenuhnya tercapai, Akuntabilitas pengadaan Guru Bantu sudah di lakukan di Paripurna DPRD, Masukan yang di berikan adalah menambah Guru bantu untuk jenjang pendidikan Taman Kanak-Kanak (TK) pada tahun berikutnya. Indikator dominan dalam peningkatan Kinerja Guru Bantu dalam rangka peningkatan Kualitas Pendidikan adalah Kualitas Kerja, Kecepatan/Ketepatan, daya tanggap dalam bekerja, ketrampilan, dan penyampaian pesan. Sehubungan dengan pencapaian hasil kerja yang baik untuk meningkatkan mutu kerja dengan adanya Perbaikan Kurikulum, tersusunnya Kebijakan Pendidikan, tersedianya Fasilitas Pendidikan serta berjalannya Aplikasi Teknologi, Informasi dan Komunikasi. Strategi yang ditempuh dalam meningkatkan kinerja guru bantu nntuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Sumbulussalam adalah mendukung Strategi Difersifikasi yaitu memanfaatkan Kekuatan dengan meminimalisasi Hambatan.
PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI DENGAN DISIPLIN KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG KABUPATEN NIAS Juang Putra Zebua
JURNAL PROINTEGRITA Vol 6 No 2 (2022): AGUSTUS
Publisher : JURNAL PROINTEGRITA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/jurnalprointegrita.v6i2.1838

Abstract

Lingkungan kerja terhadap disiplin kerja pada Dinas PUPR Kabupaten Nias. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh lingkungan kerja, dan kepemimpinan terhadap kinerja pegawai dengan disiplin kerja sebagai variabel intervening. Metode pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang disebarkan kepada pegawai Dinas PUPR Kabupaten Nias yang berjumlah 28 responden dengan teknik sampel jenuh. Data yang diperoleh kemudian diolah dengan menggunakan alat bantu SPSS versi 20.0. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah path analysis. Berdasarkan hasil uji penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa variabel lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap disiplin kerja, variabel kepemimpinan bepengaruh positif dan signifikan terhadap disiplin kerja, variabel lingkungan kerja dan kepemimpinan secara simultan bepengaruh positif dan signifikan terhadap disiplin kerja. variabel lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, variabel kepemimpinan bepengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, variabel lingkungan kerja dan kepemimpinan secara simultan bepengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Disiplin kerja mampu memediasi antara lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai. Disiplin kerja mampu memediasi antara kepemimpinan terhadap kinerja pegawai.
PERAN PENYIDIK KEPOLISIAN DALAM PENANGANAN TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN (STUDI KASUS KEPOLISIAN SEKTOR PANCUR BATU) Masdi Anwarta Depari; Mhd. Ansori Lubis; Mhd. Taufiqurrahman
JURNAL PROINTEGRITA Vol 6 No 2 (2022): AGUSTUS
Publisher : JURNAL PROINTEGRITA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/jurnalprointegrita.v6i2.1889

Abstract

Penyidikan terhadap tindak pidana harus dilakukan dengan upaya yang lebih serius atau upaya ekstra dibanding tindak pidana lainnya, agar dapat melakukan pengungkapan kasus secara menyeluruh. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah faktor-faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya tindak pidana pembunuhan dalam aspek kriminologi di Indonesia, bagaimana peran penyidik Kepolisian Sektor Pancur Batu dalam penanganan tindak pidana pembunuhan, kendala apa yang dihadapi oleh Kepolisian Sektor Pancur Batu dalam penanganan tindak pidana pembunuhan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis empiris, dan analisis data digunakan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya tindak pidana pembunuhan dalam aspek kriminologi di Indonesia adalah faktor ekonomi terdiri dari sistem ekonomi dan pengangguran, faktor mental terdiri dari agama dan bacaan, film, faktor pribadi terdiri dari umur dan alkohol. Peran penyidik Kepolisian Sektor Pancur Batu dalam penanganan tindak pidana pembunuhan adalah melalui langkah-langkah penanganan sebagai berikut: kegiatan penyelidikan dan kegiatan penyidikan. Dalam kegiatan penyidikan yang dilakukan adalah olah tempat kejadian perkara, pemeriksaan saksi-saksi, melakukan visum/otopsi, mencari tersangka, penangkapan, penyelesaian dan penyerahan berkas perkara. Adapun faktor kendala dalam penanganan terhadap terhadap tindak pidana pembunuhan adalah: faktor wilayah hukum, faktor kultur budaya, kurangnya saksi yang diperoleh dan kurangnya pengalaman penyidik dalam melakukan penyidikan. Disarankan perlu adanya kerjasama antara pihak Kepolisian dan Masyarakat dalam menanggapi tindak pidana yang terjadi khusunya di TKP, artinya dimohon masyarakat dapat membantu pihak kepolisian dalam melakukan penanganan di TKP, seperti contoh tidak masuk atau melewati garis yang sudah dipasang oleh polisi agar TKP tidak berubah dan terjaga keasliannya, dengan demikian akan membantu pihak kepolisian melakukan penyidikan di TKP. Pihak Kepolisian Sektor Pancur Batu dalam upaya non-penal dapat meningkatkan kegiatan penyuluhan secara rutin. Upaya penal diharapkan agar lebih tegas dan baik pelaksaannya sesuai dengan peraturan. Pihak Kepolisian meningkatkan kemampuannya sebagai petugas penyidik dengan memiliki karakteristik-karakteristik yang dibutuhkan dalam mengungkap tindak pidana pembunuhan agar dapat melakukan kinerjanya dengan baik, secara profesional, dan maksimal.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN QUESTION STUDENT HAVE DAN MINAT BEAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 PEMATANG SIANTAR Artha Karina Simangunsong; Anton Luvi Siahaan; Lasma Siagian
JURNAL PROINTEGRITA Vol 6 No 2 (2022): AGUSTUS
Publisher : JURNAL PROINTEGRITA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/jurnalprointegrita.v6i2.1904

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Question Student Have dan minat belajar terhadap hasil belajar IPS siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Pematang Siantar, yang dilakukan uji statistic baik secara persial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dangan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas VIII yang berjumlah 351 siswa dengan sampel adalah kelas VIII-7 dengan jumlah 30 siswa dan VIII-8 dengan jumlah 31 siswa dengan menggunakan teknik judgement Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dan angket. Uji validitas instrument menggunakan Corrected Item-Total Correlation dan uji reliabilitas menggunakan Cronbach’s Alpha. Teknik analisis data yaitu menggunakan uji normalitas, uji regresi linear sederhana, dan pengujian hipotesis menggunakan regresi linear berganda, koefesien determinasi, uji t, dan uji F menggunakan SPSS Versi 17. Perolahan hasil persamaan regresi Y = 47,673 + 0,464 (X1) + 0,006 (X2) dengan nilai (R Square, Uji t, dan uji F) dengan mengambil nilai berpengaruh terhadap hasil belajar IPS. Hasil dari pengujian hipotesis Uji Koefesien Determinasi (R Square) di peroleh nilai tinggi sebesar 0,696 (69.6%). Jika nilai R Square semakin mendekati 1, maka pengaruh tersebut akan semakin kuat. Hasil uji t secara persial dengan nilai 7,788 > 2,051 dapat disimpulkan bahwa variabel X1 dan X2 berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPS. Hasil Uji F dengan taraf sig < 0,05 dengan nilai 30,977 > 3,34 dapat disimpulkan bahwa variabel X1 dan X2 secara bersama-sama berpengaruh terhadap hasil belajar IPS.
PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN DISIPLIN KERJATERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG KABUPATEN NIAS Sally Ade Trilistiany Zebua; Hasballah Purba
JURNAL PROINTEGRITA Vol 6 No 2 (2022): AGUSTUS
Publisher : JURNAL PROINTEGRITA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/jurnalprointegrita.v6i2.1946

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kepemimpinan, dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai dengan kepuasan kerja sebagai variabel intervening. Metode pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang disebarkan kepada pegawai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Nias yang berjumlah 28 responden dengan teknik sampel jenuh. Data yang diperoleh kemudian diolah dengan menggunakan alat bantu SPSS versi 20.0. Teknik analisis yang digunakandalam penelitian ini adalah path analysis. Berdasarkan hasil uji penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa variabel kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, variabel disiplin kerja bepengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Variabel kepemimpinan tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kepuasan kerja, variabel disiplin kerja tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kepuasan kerja. Variabel kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Kepuasan kerja tidak mampu memediasi antara kepemimpinan terhadap kinerja pegawai. Kepuasan kerja tidak mampu memediasi antara disiplin kerja terhadap kinerja pegawai.
ANALISIS PENGARUH DISIPLIN KERJA DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DENGAN MOTIVASI KERJA SEBAGAI VARIABEL MODERATING PADA DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PEMUKIMAN KABUPATEN NIAS Rozaman Gea
JURNAL PROINTEGRITA Vol 6 No 2 (2022): AGUSTUS
Publisher : JURNAL PROINTEGRITA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/jurnalprointegrita.v6i2.1852

Abstract

ABSTRAK Disiplin kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai di Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Nia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh disiplin kerja, kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai dan motivasi kerja sebagai variabel moderating. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai Kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Nias. Penentuan sampel penelitian menggunakan teknik sampling jenuh yaitu sampel adalah keseluruhan jumlah populasi. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 28 responden. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner. Variabel independent yaitu disiplin kerja, kepuasan kerja dan motivasi kerja sebagai variabel moderating, sedangkan variabel dependent yaitu kinerja pegawai di Kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Nias. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda. Semua pernyataan valid, reliabel, dan normal. Temuan penelitian ini sebagai berikut: Secara parsial disiplin kerja, kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Disiplin kerja, kepuasan kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Motivasi kerja memperlemah hubungan antara disiplin kerja dengan kinerja pegawai. Motivasi kerja memperlemah hubungan antara kepuasan kerja dengan kinerja pegawai. Dari hasil penelitian ini juga diketahui nilai koefisien determinasi (Adjusted R square) sebesar 0,760, artinya 76,0% kinerja pegawai di Kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Nias dipengaruhi oleh disiplin kerja, kepuasan kerja. Sedangkan sisanya 24,0% dipengaruhi oleh variabel-variabel lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
PEMBINAAN NARAPIDANA ANAK BERDASARKAN SISTEM PEMASYARAKATAN DALAM PERSFEKTIF PERLINDUNGAN HAK ASASI MANUSIA (Studi di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Medan) Nelly Williq Srikandida Telaoembanoea; Maidin Gultom; Syawal Amri Siregar
JURNAL PROINTEGRITA Vol 6 No 2 (2022): AGUSTUS
Publisher : JURNAL PROINTEGRITA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/jurnalprointegrita.v6i2.1890

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah Untuk mengetahui, memahami, dan menganalisis sistem pembinaan narapidana Anak pelaku tindak pidana narkotika dari perspektif perlindungan HAM; Untuk mengetahui, memahami, dan menganalisis Pola Pembinaan Bagi Narapidana khususnya di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Tanjung Gusta Medan memiliki perlindungan Hak Asasi Manusia; Untuk mengetahui, memahami, dan menganalisis kendala-kendala yang dihadapi petugas LPKA Tanjung Gusta Medan melaksanakan pembinaan nara pidana anak dalam memberikan perlindungan HAM. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan: Metode Yuridis Normatif, metode ini digunakan untuk meneliti norma-norma hukum yang berlaku yang mengatur tentang sistem pembinaan narapidana Anak pelaku tindak pidana narkotika dari perspektif perlindungan HAM, Pola Pembinaan, kendala-kendalanya. Metode Yuridis Sosiologis juga digunakan, untuk mengetahui dalam kenyataannya di lapangan berkaitan dengan sistem pembinaan narapidana Anak pelaku tindak pidana narkotika dari perspektif perlindungan HAM, Pola Pembinaan dan kendala-kendalanya. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa sistem pembinaan narapidana di Lembaga Pendidikan Khusus Anak Tanjung Gusta Medan dapat dibagi dua bidang yaitu Pertama: Pembinaan keperibadian yang meliputi: Pembianaan kesadaran beragama, Pembinaan kesadaran berbangsa dan bernegara, Pembinaan kemampuan intelektual (kecerdasan), Pembinaan mengintegrasikan diri dengan masyarakat. Kedua: Pembinaan kemandirian meliputi: Keterampilan untuk mendukung usaha-usaha sendiri, misalnya kerajinan tangan, industri rumah tangga dan lain-lain, Keterampilan untuk mendukung usaha-usaha industri kecil, misalnya pengelolahan bahan mentah dan bahan alam lainnya menjadi bahan setengah jadi dan jadi, Keterampilan untuk mendukung usaha-usaha industri atau kegiatan pertanian dengan menggunakan teknologi madya, tinggi misalnya pabrik tekstil, industri kulit dan sebagainya, Keterampilan yang dikembangkan sesuai dengan bakatnya masing-masing. Dalam hal ini bagi mereka yang memiliki bakat tertentu diusahakan pengembangan bakatnya itu. Pola Pembinaan Narapidana yang memiliki makna perlindungan Hak Asasi Manusia dengan tetap menjamin hak hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kebebasan pribadi, pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi dan persamaan di depan hukum adalah dengan melakukan pola pembinaan kepribadian meliputi peningkatan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, pembinaan kesadaran berbangsa dan bernegara, peningkatan kualitas intelektual, pembinaan sikap dan perilaku, peningkatan kesehatan jasmani dan rohani, pengintegrasian diri dengan sehat kepada masyarakat dan pembinaan kesadaran hukum, serta pola pembinaan kemandirian meliputi pembinaan keterampilan kerja dan Latihan kerja produktif. Kendala-kendala yang dihadapi petugas LPKA Tanjung Gusta Medan dalam melaksanakan pembinaan terhadap napi anak dalam memberikan perlindungan HAM di antaranya adalah terjadinya over kapasitas penghuni LPKA Tanjung Gusta Medan, minimnya jumlah petugas/SDM yang menguasai metode pembinaan berdasarkan sistem pemasyarakatan, kurangnya peran sera/keikutsertaan masyarakat dalam pembinan narapidana.
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN KOMUNIKASI TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI DENGAN BUDAYA ORGANISASI SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG KABUPATEN NIAS Arsyam Mendrofa; Jonner Lumban Gaol; Sarman Sinaga
JURNAL PROINTEGRITA Vol 6 No 2 (2022): AGUSTUS
Publisher : JURNAL PROINTEGRITA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/jurnalprointegrita.v6i2.1832

Abstract

Several factors influencing organizational commitment are transformational leadership, communication, and factors that indirectly affect organizational commitment are organizational culture. This study aims at determining the effect of transformational leadership style and organizational communication on organizational commitment with organizational culture as an Intervening Variable at the Office of Public Works and Spatial Planning in Nias Regency. The sample in this study amounted to 74 respondents. By using simple random sampling method. This type of research is quantitative research with path analysis techniques and using questionnaire data. In the path analysis hypothesis test, namely with multiple linear analysis, classical assumptions and intervening tests. Based on the results of the research by testing the hypothesis that the transformational leadership style variable partially has no significant effect on organizational culture, while the organizational communication variable partially has a significant effect on organizational culture. The variables of transformational leadership style and organizational communication have a simultaneous effect on organizational culture. The variables of transformational leadership style and organizational communication have a simultaneous effect on organizational commitment. The variables of transformational leadership style and organizational communication partially have a significant effect on organizational commitment. The variables of transformational leadership style and organizational communication simultaneously affect organizational culture. Then the transformational leadership style on organizational commitment with organizational culture as an intervening variable has a positive and indirect effect. And finally, there is the influence of organizational communication on organizational commitment with organizational culture as an intervening variable.
EVALUASI KEBIJAKAN OMBUDSMAN DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN PUBLIK DI SUMATERA UTARA Foima Sihombing; Matius Bangun
JURNAL PROINTEGRITA Vol 6 No 2 (2022): AGUSTUS
Publisher : JURNAL PROINTEGRITA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/jurnalprointegrita.v6i2.1886

Abstract

Pada prinsipnya setiap warga negara berhak pelayanan dari para pejabat maupun berbagai lembaga yang menyelenggarakan kebijakan publik. Akan tetapi dalam pelaksaanaan pemerintahan pelayanan publik masih banyak ditemui penyimpangan yang dapat di buktikan dari banyaknya laporan pengaduan tentang maladministrasi yang di lakukan oleh penyelenggara kebijakan publik yang di duga mengandung kebenaran. Provinsi Sumatera Utara merupakan salah satu provinsi yang bertekad mewujudkan penyelenggara pemerintahan yang baik (good governance) yang diberi kewenangan untuk Klarifikasi, Investigasi, dan Rekomendsi terhadap laporan atau pengaduan dari masyarakat. Adapun Tujuan Penelitian ini untuk mengevaluasi secara Internal (Tujuan, Akuntabilitas, dan Masukan) dan secara Eksternal baik Klarisifikasi, Investigasi dan Rekomendasi atas pengaduan masyarakat tentang maladministrasi yang di lakukan dalam pelayanan publik. Penelitian ini menggunakan Metode Deskriftif Kualitatif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: Dalam rangka pencapaian tujuan pendirian Ombusdman terdapat 5 (lima) kemudahan bagi pelapor yaitu: Mudah, Pasti. Identitas. Terbuka. Harapan telah dilaksanakan; Akuntabilitas yang di berikan adalah melalui laporan berkala dan laporan tahunan. Masukan yang diberikan adalah agar tidak semua permasalahan di selesaikan secara hukum tapi terlebih dahulu melalu Mediasi atau pendekatan Politik. Evaluasi secara Eksternal adalah : Semua laporan pengaduan terlebih dahulu melalui Klarifikasi, pengaduan masyarakat yang telah di klarifikasi di lanjutkan dengan Investigasi dan tidak semua pengaduan di rekomendasikan penyelesaian apabila sebelum tahap investigasi sudah ada mediasi.

Page 1 of 2 | Total Record : 15