cover
Contact Name
Prihatin Oktivasari
Contact Email
jalaludin.rasyid@pnj.ac.id
Phone
+62818864451
Journal Mail Official
p3m@pnj.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. DR. G.A. Siwabessy, Kukusan, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat 16424
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL POLI-TEKNOLOGI
ISSN : 14122782     EISSN : 24079103     DOI : https://doi.org/10.32722/pt.v20i1
Poli-Teknologi Journal is a journal, which began publication in 2002, published by the Research and community service Unit of Politeknik Negeri Jakarta. It starts from Volume 1 Number 1 in January 2022 for printed version; ISSN (print) 1412-2782 and ISSN (online) 2407-9103. Poli-Teknologi Journal is a series of scientific publications in applied science and technology area from the perspective of a multi and interdisciplinary studies and it is published 3 times in year.
Articles 410 Documents
IDENTIFIKASI Dan PENANGANAN RISIKO K3 PADA PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG I Ketut Sucita; Agung Budi Broto
Jurnal Poli-Teknologi Vol. 10 No. 1 (2011)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.2 KB) | DOI: 10.32722/pt.v10i1.433

Abstract

Abstrak Pekerja konstruksi menghadapi bahaya kerja 2 - 4 kali lebih tinggi dibandingkan dengan pekerja-pekerja lain pada umumnya. Laporan Global Estimates Fatalities in 2002, Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) menyatakan bahwa Standar Keselamatan Kerja di Indonesia paling buruk dibandingkan dengan Negara-negara di kawasan Asia Tenggara lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk membuat suatu perencanaan program K3 yang detail dan komprehensif sebagai upaya mencapai keperhasilan proyek khususnya dari aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Untuk membuat perencanaan program K3, maka dalam penelitian ini akan dilakukan beberapa tahapan yaitu (1) mengidentifikasi risiko-risiko kecelakaan kerja pada setiap tahapan pelaksanaan proyek pembangunan gedung (2) menganalisa dan mengukur risiko-risiko kecelakaan kerja yang terjadi sehingga bisa diketahui besarnya risiko pada pembangunan gedung dan (3) Membuat bentuk-bentuk penanganan/penanggulangan dari masing-masing tingkatan risiko kecelakaan kerja pada pembangunan gedung. Objek penelitan adalah proyek pembangunan gedung Centro City Residence. Hasil identifikasi bahaya pada kegiatan proyek pembangunan Centro City Residences meliputi 33 kegiatan dengan 118 potensi bahaya/risiko kecelakaan kerja. Sedangkan penilaian/ pengukuran bahaya/ risiko dikelompokkan menjadi 3 kategori/level risiko yaitu Risiko rendah/ Low risk (L), Risiko sedang/ Medium risk (M), Risiko tinggi/ High risk (H). Berdasarkan identifikasi dan pengukuran resiko tersebut kemudian dibuat pengendalian risiko. Sebanyak 300 bentuk pengendalian berhasil di buat untuk menanggulangi risiko-risko yang ada. Kata Kunci: identifikasi, pengukuran, penanggulangan, risiko kegiatan proyek konstruksi.
TINJAUAN VARIASI TEBAL GROUTING SIKADUR® 31 CF NORMAL Dan PANJANG PENYALURAN TERHADAP DAYA LEKAT BAJA TULANGAN PADA BETON MUTU NORMAL Anis Rosyidah; Gilang Maulid R; Efendi Yasin
Jurnal Poli-Teknologi Vol. 10 No. 1 (2011)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.744 KB) | DOI: 10.32722/pt.v10i1.435

Abstract

Abstract One of the requirements in reinforced concrete structures is the existence of bonding between reinforcement and concrete, so that if the concrete structure of the given load will not slip between reinforcing steel and concrete, with a condition for disbursement length and diameter sufficient reinforcement. This research was conducted with laboratory experimental methods, this study used threaded steel bars 10 mm in diameter grown on cylindrical concrete specimens with a length variation of normal quality distribution of 100 mm and 200 mm, and for thickness variation Sikadur® 31 CF Normal used a thickness variation mm, 2 mm, 3 mm. Each specimen is tested with a method of "bond, a pull-out test". Based on the results obtained from voltage variations thick adhesive Sikadur® 31 CF Normal, with thick sticky voltage Sikadur®31 CF Normal 2 mm produces voltage optimium closely with the value of 8.412 MPa,the adhesive stresses are found for the distribution of the required length of 182.860 mm for thickness variation Sikadur® 31 CF Normal 1 mm, 97.586 mm for thickness variation Sikadur® 31 CF Normal 2 mm, while for thickness variation Sikadur® 31 CF Normal 3 mm can not be calculated and analyzed the test results because of the "bond, a pull-out" no reinforcing steelreaches the yield condition, caused by broken concrete and reinforcing steel cylinder apart before reaching the yield condition. Then the length distribution obtained by the above formula Park & Paulay compared with the length distribution of article 14.2 of SNI 30-2847-2002 obtained epoxy ratio of 2:13 for the thickness of 2 mm with a planting of 100 mm. In the epoxy thickness 1 mm with 200 mm obtained planting 2:7 ratio, and the planting of monoliths obtained 2:5 ratio. Bold use of Sikadur® 31 CF Normal apparently affect the pattern of damage to the concrete and steel. When planting steel bars are too short we need a thicker epoxy, planting reinforcement 100 mm with a thickness of 3 mm epoxy. When planting longer needed a thinner epoxy, the planting of 200 mm reinforced epoxy with a thickness of 1 mm. Based on the pattern of damage that occurs, the thickness of epoxy should consider the quality of concrete used to prevent the destruction of the concrete. Keyword: grouting thickness, development length, bond stress.
PENGUJIAN KETAHANAN API PELAT LANTAI SANDWICH BETON – POLYSTYRENE – BETON Sumargo Sumargo
Jurnal Poli-Teknologi Vol. 10 No. 1 (2011)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (856.954 KB) | DOI: 10.32722/pt.v10i1.436

Abstract

Abstrak Satu benda uji pelat lantai sandwich beton-polystyrene-beton dengan ukuran 3500 mm x 3600 mm dan tebal 170 mm diuji ketahanan terhadap api. Pelat beton yang dinamakan sebagai b-deck ini terdiri dari tiga lapis yaitu 30 mm pada bagian bawah terdiri dari beton semprot demikian juga dengan bagian atas tetapi dengan ketebalan 40 mm. Kedua lapisan beton ini mengapit polystyrene setebal 100 mm. Dalam arah melintang dari sisi panjang 3600 mm dipasang balok anak sebanyak 6 buah dan berjarak 600 mm satu dengan lainnya. Balok anak mempunyai tulangan tiga buah berdiameter 12 mm dengan masing-masing 2 tulangan di bawah dan satu di atas. Tulangan sengkang balok ini berdiameter 8 mm dengan jarak 150 mm dengan mutu BJ34. Balok anak mempunyai tinggi 120 mm yang tertanam dalam pelat dan tidak muncul di bawah permukaan pelat. Selimut beton di atas dan bawah polystyrene dipasang wiremesh berdiameter 3 mm dengan jarak 150 mm x 80 mm dimana jarak 80 mm dipasang dalam arah memanjang atau dalam arah 3600 mm sedangkan wiremesh melintang yang berjarak 150 mm berada dalam arah 3500 mm. Wiremesh mempunyai tegangan leleh minimum 550 MPa dan mutu beton minimum 22,5 MPa. Pelat ditempatkan pada tungku uji dengan simulasi beban tambahan berupa tumpukan karung pasir merata pada seluruh permukaan atas pelat sebesar 200 kg/m2. Pada bagian bawah yaitu sisi selimut beton 30 mm dipanaskan secara bertahap dari kondisi temperatur ambien hingga mencapai temperatur tungku rata-rata 1090oC. Tahapan pengujian ini mengikuti SNI 1741-2008 dimana pada menit ke 10 temperatur dinaikkan hingga 632oC, menit ke 70 mencapai 1006oC dan dihentikan pada menit ke 180 yaitu sebesar 1090oC. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kekakuan pelat berkurang sebesar 38% saat pembakaran berlangsung 30 menit atau mencapai 712oC dan menjadi 56% hingga terakhir pembakaran selama 180 menit. Berat sendiri pelat b-deck yang hanya 54% dari berat pelat konvensional dengan ketebalan yang sama berikut beban tambahan sebesar 200 kg/m2 memberikan defleksi maksimum sebesar 3,5 mm. Sedangkan defleksi maksimum pada akhir pembakaran adalah 60,84 mm. Hal ini menunjukkan bahwa api berpangaruh sangat signifikan pada pelat lantai ini. Hasil verifikasi dengan menggunakan perangkat lunak SAP2000 dengan model elemen shell, dengan ukuran elemen 180 mm x 175 mm, 2 titik integrasi, dengan tiga lapis pelat sesuai dengan faktual, perletakan sendi menghasilkan lendutan maksimum sebesar 73,6161 mm, sedangkan untuk tumpuan jepit memberikan defleksi maksimum sebesar 0,08882 mm. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi peletakan sangat berpengaruh pada defleksi dan hal ini bisa mensimulasi kondisi pelat di lapangan yang mempunyai kekangan dari balok disekelilingnya. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pelat memenuhi persyaratan Tingkat Ketahanan Api (TKA) 180/180/160 sesuai dengan SNI 1741-2008 yaitu memenuhi stabilitas, integritas, dan insulasi. Kata kunci: SNI 1741-2008, api, polystyrene, temperatur, pelat, b-deck
DAMPAK GRADASI AGREGAT DENGAN DUA VARIASI ASPAL TERHADAP SIFAT CAMPURAN BETON ASPAL Mulyono Mulyono; Edy Pramono; Eva Azhra Latifa
Jurnal Poli-Teknologi Vol. 10 No. 1 (2011)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.938 KB) | DOI: 10.32722/pt.v10i1.438

Abstract

Abstract This research meant to observe impact of aggregate gradation with two kind of asphalt towards asphaltic concrete properties. Asphalt Cement Wearing Course research which is applied to aggregate gradation above and below Restriction zone according to Bina Marga December 2005 specification. Both of asphalt has same viscosity but come from different resources suggest different behavior at temperature impact. Laboratory test do to determine void in mineral aggregate, void in mixture and void filled with asphalt, stability and flow occurred. The conclusions are: (1) For two kind of asphalt Pertamina and Shell, aggregate gradation above restriction zone better than below, however some result does not show any patron. (2) Two kind of asphalt with same penetration have same asphalt optimum percentages, 6 - 6,5%. (3) Aggregate gradation above restriction zone has 1312 kg -812 kg stability with 3,97% - 3,93% void in mixture with 10% filler. (4) Refusal test for two kind of asphalt’s result shows that smallest void in mixture and biggest void filled with asphalt occur at above restriction zone. Keywords: aggregate gradation, restricition zone, void, stability, flow.
PELAPISAN ALUMINIUM DENGAN PROSES ANODISASI MULTIWARNA UNTUK APLIKASI KOMPONEN DEKORATIF SECARA PRAKTIS Dewin Purnama; Vika Rizkia
Jurnal Poli-Teknologi Vol. 11 No. 3 (2012)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.27 KB) | DOI: 10.32722/pt.v11i3.461

Abstract

Abstract Anodizing of aluminum is an environmental friendly process and can be done with a relatively low cost, but the resulting product has a good surface appearance and a protective oxide layer. The purpose of this research is to produce alumina oxide layer in accordance with the criteria and the protective layer can be applied to coloring in the process further and to determine the effect of changes in temperature and voltage to the aluminum oxide layer formation and pore formation for dyeing in a solution of phosphoric acid (H3PO4). Preparation of porous anodic alumina layer is done through anodizing process with a set of processes and variables such as type and composition of electrolyte, voltage and current density, temperature process in order to obtain honeycomb structures with pore sizes in the scale of micrometers or nanometers. As an innovation, the process followed by a staining using inorganic dyeing with multicolored technique. Expectations from this research were obtained decorative aluminum coating method that can be applied practically. The results showed that the increasing dip temperature and the applied voltage will reduce the thickness of the oxide layer formed and then the higher the temperature applied to the anodizing process will result in larger pore sizes are formed on the oxide layer and the resulting pore size affects the intensity of color that occurs Keywords :Anodizing, Aluminum Oxide, Pore Diameter, Thickness --------------------------------------------------------------------- Abstrak Proses anodisasi aluminium merupakan proses yang ramah lingkungan dan dapat dilakukan dengan biaya yang relatif murah, namun produk yang dihasilkan mempunyai penampilan permukaan cukup baik serta memiliki lapisan oksida yang protektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan produk lapisan oksida alumina yang sesuai dengan kriteria lapisan protektif dan dapat diaplikasikan untuk pewarnaan dalam proses lebih lanjut serta untuk mengetahui pengaruh perubahan temperatur dan tegangan terhadap pembentukan lapisan aluminum oxide dan pembentukan pori untuk pewarnaan hasil proses anodisasi dalam larutan asam fosfat (H3PO4). Pembuatan lapisan anodic porous alumina dilakukan melalui proses anodisasi dengan mengatur proses dan variable seperti jenis dan komposisi elektrolit, tegangan dan rapat arus, temperatur proses agar didapat struktur honeycomb dengan ukuran pori yang berskala mikrometer atau nanometer. Sebagai inovasi, proses dilanjutkan dengan pewarnaan menggunakan inorganic dyeing dengan teknik multiwarna. Diharapkan dari penelitian ini diperoleh metode pelapisan aluminium dekoratif yang dapat diterapkan secara praktis. Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin meningkatnya temperatur celup dan tegangan yang diberikan akan menurunkan ketebalan lapisan oksida yang terbentuk. Kemudian semakin tinggi temperatur yang diaplikasikan pada proses anodisasi akan mengakibatkan ukuran pori yang semakin besar yang terbentuk pada lapisan oksida dan ukuran pori yang dihasilkan mempengaruhi intensitas warna yang terjadi. Kata kunci : Anodisasi, Aluminium Oksida, Diameter Pori, Tebal Lapisan
OPTIMASI PENGELASAN GAS METAL ARC WELDING (GMAW) PADA PIPA DENGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI MACHINE VISION DAN JARINGAN SYARAF TIRUAN Ario Sunar Baskoroa; Arif Gunawana; Dani Ariyantoa - Ariyantoa
Jurnal Poli-Teknologi Vol. 11 No. 3 (2012)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1476.187 KB) | DOI: 10.32722/pt.v11i3.464

Abstract

Abstract The growth in industrial production’s value and welding pipe of Steel and Iron, was increased in each quarterly until the end of the year of 2008 reached Rp 1,113,795,291.00, as well as in year 2009. Welding is a fabrication process to join metals or thermoplastic materials. Inspection of defects is very important in the process of welding. Humans have limitation to perform this task. This happens because the human visual only able to capture 60% to 75% of the accuracy of existing defects. This study developed a Machine Vision-based automated equipment that can assist GMAW welding process. This experiment used mild steel pipe material JIS S45C, DC current GMAW welding process with filler wire speed constant, Machine Vision technologi using the camera Charge Couple Device (CCD) to monitor changes of weld bead width. Artificial neural network methods used for welding parameter optimization.One of the result of this experiment is a modification of the device with a gear ratio of 1:2 that can reduce the sound buffeting occurred in previous studies. During the experiment the speed was more stable. Weld bead width was measured using actual width and image processing which had an average error -0.30 mm. Weld bead width optimization using artificial neural network modeling achieved an average error 0.005 mm. Keywords: Welding parameter optimization, Gas Metal Arc Welding (GMAW), weld bead width, Machine Vision, Artificial Neural Network Abstrak Pertumbuhan nilai produksi industri pipa dan sambungan (pengelasan) pipa dari Baja dan Besi pada tahun 2008 mengalami kenaikan pada tiap triwulannya hingga di akhir tahun mencapai Rp 1.113.795.291,00. Demikian juga pada tahun 2009 mengalami kenaikan tiap triwulannya. Pengelasan adalah proses fabrikasi atau pembentukan yang menyatukan material logam atau termoplastik. Inspeksi defect merupakan hal yang sangat vital dalam proses pengelasan. Manusia harus berusaha keras dan memang sulit untuk melakukan tugas ini. Hal ini terjadi karena visual manusia hanya mampu menangkap 60% s.d. 75% dari ketelitian defect yang ada. Penelitian ini mengembangkan suatu peralatan otomatis berbasis Machine Vision yang dapat membantu dalam proses pengelasan Gas Metal Arc Welding (GMAW). Penelitian ini menggunakan material pipa baja lunak JIS S45C, proses las GMAW arus DC dengan kecepatan kawat pengisi konstan, teknologi Machine Vision menggunakan kamera Charge Couple Device (CCD) memonitor perubahan tebal manik las. Metode jaringan syaraf tiruan (artificial neural network) digunakan dalam proses optimasi parameter pengelasan. Salah satu dari hasil pengujian ini adalah modifikasi perangkat dengan gear rasio 1:2 berhasil meredam suara hentakan gear dan rel jalur las yang terjadi pada penelitian sebelumnya. Selama pengujian kecepatan yang terjadi lebih stabil. Lebar manik las yang diukur secara aktual dan pencitraan memiliki nilai rata-rata error -0.30 mm. Optimasi lebar dengan modeling jaringan syaraf tiruan mencapai rata-rata error 0.005 mm. Kata kunci: Optimasi parameter pengelasan, Gas Metal Arc Welding (GMAW), lebar manik las, Machine Vision, Jaringan syaraf tiruan
Studi Stabilitas Tanah Ekspansif dengan Penambahan Pasir untuk Tanah Dasar Konstruksi Jalan Sutikno Sutikno; Denny Yatmadi
Jurnal Poli-Teknologi Vol. 9 No. 1 (2010)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.886 KB) | DOI: 10.32722/pt.v9i1.479

Abstract

Abstract Problems of ekspansive soil is stability (CBR) and swelling effect of process of compaction. One of the soil expansive component in general is sand beside silt and clay, added sand will make composition of clay to downhill expansive soil. With condensation process conducted by mixing of sand to ekspansive soil with addition composition equal to 10%, 20%, 30%. and 35% to dry weight of ekspansive soil. Conclusion which in earning: Level of CBR mount above ekspansive soil of genuiness come up with the condition of addition of sand counted 30% to the condition of soaked, while at addition of sand up to 35%, value of CBR (downhill stabilitation) but still above original ekspansive soil value, at addition of sand up to 35%, value of CBR (downhill stabilitation) but still above original ekspansive soil value. For the development of (ekspansive soil swelling) of ekspansive soil with addition of sand, condition of natural swelling of value and reduction isn't at addition of sand between 10 to 30% and lower at addition of sand counted 35%. There are influence of addition of sand at ekspansive soil compacted to stability (CBR) and swelling of ekspansive natural of change which are positive after mixed with sand, tired optimasi at addition of sand between 20% up to 30%. Keyword : ekspansif soil, sand, condensation, stability
Perkuatan Struktur pada Bangunan Rumah Tinggal 3 Lantai Anis Rosyidah; Rinawati Rinawati; Dimas Wiratenaya; Muhammad Amitabh Pattisia
Jurnal Poli-Teknologi Vol. 9 No. 1 (2010)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.169 KB) | DOI: 10.32722/pt.v9i1.480

Abstract

Abstract Design on building a less mature may result in failure of the building functions. It can be seen from the emergence of cracks in structural elements. To handle these problems, to prevent any malfunction or possible collapse of the building, it is necessary to strengthen or repair the structural elements that are considered damaged. Damage to the structure elements can be seen from the comparison between the existing calculation of structural elements with ideal calculations buildings. If the ideal calculation is greater than the existing calculation of the structural elements considered necessary improvements. There are several options for strengthening methods. But the selection of methods must be based on the needs, circumstances and budget for strengthening the field itself. In this project the planners combine two methods for strengthening, the concrete jacketing and inject column. In each of these methods has advantages and disadvantages of each is conditioned by the field. Because of this, then inject column be the first choice at this stage of the selection method, this is because the advantages of this method can reduce the force in the received by beam. If this method can not be done due to limited field conditions will be the second selection method that is concrete jacketing. In this method of structural elements can add the capacity of strength to restrain load factored. Until the choosing of the appropriate method. Keyword: concrete strengthening, concrete jacketing, inject column.
Beton Ringan Ber-agregat Limbah Botol Plastik jenis PET (Poly Ethylene Terephthalate) Pratikto Pratikto
Jurnal Poli-Teknologi Vol. 9 No. 1 (2010)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.675 KB) | DOI: 10.32722/pt.v9i1.481

Abstract

Abstrak Konstruksi bangunan umumnya terdiri dari beton sebagai bahan konstruksi karena mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan seperti lemah terhadap tarik dan juga mempunyai berat sendiri beton yang cukup besar sampai mencapai berat jenis 2400 kg/m3.. Peranan berat sendiri didalam struktur bangunan gedung bertingkat sangatlah dominan khususnya bila dilakukan analisa terhadap beban gempa. Semakin berat bangunan maka semakin besar gaya inersia yang ditimbulkan akibat berat sendiri bangunan. Beton ringan menjadi salah satu alternative untuk mengatasi masalah berat sendiri karena mempunyai berat jenis sekitar 1700 kg/m3 . Agregat ringan ini dapat diperoleh dari limbah botol plastik yang mempunyai logo PET. Sampah plastik adalah penyumbang sampah terbesar didunia dan termasuk kedalam golongan material yang tidak dapat diuraikan oleh organisme (non bio-degradable), serta bersifat tahan lama (persistent) yang tidak membusuk. Hal yang dapat dilihat langsung dari limbah ini adalah berat yang ringan dan tidak mudah berubah bentuk dan limbah botol plastik PET (Poly Ethylene Terephthalate) akan dijadikan agregat kasar. Sifat fisis dan sifat mekanis dari beton ringan dalam penggunaan limbah botol plastik jenis PET sebagai pengganti agregat kasar harus sesuai dengan peraturan yang ada. Dari penelitian ini didapatkan rasio perbandingan untuk campuran setiap m3 beton ringan adalah semen 263kg, Pasir 420kg, Air 279kg dan Agregat PET 559kg pada pemakaian additive 50ml Kata kunci : Beton Ringan, Limbah botol plastik PET, Berat sendiri, agregat ringan.
Analisis Investasi Proyek Rumah Sakit Internasional MH.Thamrin Bogor I Ketut Sucita; Agung Budi Broto
Jurnal Poli-Teknologi Vol. 9 No. 1 (2010)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.078 KB) | DOI: 10.32722/pt.v9i1.482

Abstract

Abstrak Kajian terhadap suatu proyek sangat diperlukan oleh banyak kalangan, khususnya terutama bagi para investor yang selaku pemrakarsa, bank selaku pemberi kredit, dan pemerintah yang memberikan fasilitas tata peraturan hukum dan perundang-undangan, yang tentunya kepentingan semuanya itu berbeda satu sama lainya. Kajian suatu proyek dimaksudkan untuk memperbaiki/ memilih pilihan investasi. Kesalahan dalam memilih proyek dapat mengakibatkan pengorbanan/ kerugian pada modal/ sumber-sumber daya yang ada. Oleh karena itu diperlukan pengkajian yang cermat sebelum melaksanakan proyek. Hal yang sama juga diperlukan untuk proyek pembangunan Rumah Sakit MH.Thamrin Bogor. Tulisan ini membahas mengenai kelayakan investasi pada proyek pembangunan Rumah Sakit International MH.Thamrin Bogor ditinjau dari aspek pasar, teknis dan keuangan. Berdasarkan analisa aspek pasar didapatkan bahwa rencana fasilitas yang dimiliki/tersedia pada Rumah Sakit International MH.Thamrin Bogor lebih lengkap daripada rumah sakit - rumah sakit pesaingnya. Ditinjau dari rencana tarif pada Rumah Sakit International MH.Thamrin Bogor tergolong lebih terjangkau bila dibandingkan dengan Rumah sakit- rumah sakit kompetitornya yang sekelas. Sehingga Rumah Sakit International MH.Thamrin Bogor dapat memenuhi pilihan kebutuhan sesuai dengan kondisi konsumen. Ditinjau dari aspek keuangan yang disimpulkan bahwa Rumah Sakit International MH.Thamrin Bogor layak untuk dilaksanakan karena didapatkan hasil NPV positif yaitu sebesar Rp 6.201.637.048,00, IRR 13,57% lebih besar dari MARR (12%) dengan Payback Period lebih dari 20 tahun. Kata-kata kunci: Investasi, studi kelayakan, proyek RS. MH.Thamrin Bogor.

Page 7 of 41 | Total Record : 410