cover
Contact Name
Imam Santoso
Contact Email
mpbindonesia@unisma.ac.id
Phone
+6285649611196
Journal Mail Official
mpbindonesia@unisma.ac.id
Editorial Address
Magister Pendidikan Bahasa Indonesia PPS Universitas Islam Malang Jalan Mayjen Haryono 193, Telepon (0341) 551932 Fax. (0341) 552249
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah NOSI
ISSN : 23378425     EISSN : -     DOI : 10.33474
Nosi merupakan jurnal ilmiah hasil penelitian bidang pendidikan, bahasa dan sastra Indonesia yang diterbitkan oleh Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Program Pascasarjana Universitas Islam Malang. Jurnal Ilmiah ini berisi artikel hasil penelitian baik kualitatif maupun kuantitatif. Jurnal Ilmiah ini terbit 2 kali setahun.
Articles 183 Documents
Dinamika Kepribadian Tokoh Utama dalam Novel The Shack Karya William P. Young (Tinjauan Psikologi Sastra) Dian Fransiska Ledi
NOSI Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.514 KB)

Abstract

Abstrak: Karya sastra merupakan hasil pemikiran, imajinasi atau khayalan seorang pengarang dalam bentuk sebuah cerita fiksi atau rekaan yang diperankan oleh beberapa tokoh dengan berbagai karakter yang di dalamnya terdapat beragam masalah yang sering dialami oleh manusia dalam kehidupan sehari-sehari dan karya sastra tersebut berisi nilai-nilai tertentu. Novel adalah salah satu bentuk karya sastra yang tidak terlepas dari dimensi kejiwaan manusia. The Shack merupakan novel yang bernuansa psikologi yang menggambarkan kejiwaan seorang ayah setelah kehilangan putri bungsunya. Setelah kehilangan putri bungsu membuat kejiwaan tokoh terganggu. Hal ini terlihat pada kepribadian tokoh tersebut yang digambarkan dalam tindakan maupun tutur kata tokoh tersebut dalam novel The Shack. Berdasarkan latar belakang di atas maka penelitian ini akan dititk beratkan pada kepribadian tokoh utama dalam novel The Shack karya William P. Young.            Ada dua cakupan masalah yang menjadi fokus dalam penelitian ini, yakni (1) dinamika kepribadian tokoh utama dalam novel The Shack Karya William P. Young, (2) faktor-faktor yang mempengaruhi dinamika kepribadian tokoh utama dalam novel The Shack karya William P. Young. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dinamika kepribadian tokoh utama, serta mendeskripsikan faktor yang mempengaruhi dinamika kepribadian tokoh utama yang terdapat dalam novel The Shack karya William P. Young.            Penelitian ini bersifat deskriptif dengan metode analisis isi (Content analysis). Pada penelitian ini pendekatan yang digunakan adalah pendekatan psikologi sastra serta memakai teori psokoanalisis Sigmund Freud. Data dalam penelian ini diperoleh dari novel The Shack berupa teks yang terdapat di dalamnya yang pengumpulan datanya dilakukan dengan teknik baca catat. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan induktif umum.            Berdasarkan hasil analisis data ditemukan bahwa tokoh utama memiliki kepribadian yang dinamis. Hal tersebut terjadi karena terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi, yakni faktor sosiologis dan faktor psikis. Pada dasarnya hal-hal yang dialami oleh tokoh utama terkait dengan permasalahannya dengan sang ayah semenjak ia kecil serta kekecewaannya terhadap Tuhan pasca insiden penculikan putri bungsunya yang bernama Missy. Dinamika kerpibadian tokoh utama yang ditemukan dalam penelitian ini yaitu: 1) insting kematian yang dialami tokoh utama beralih ke insting kehidupan setelah tokoh utama bertemu dengan Tuhan dan keluarganya, 2) kemarahan tokoh utama  beralih menjadi kesabaran, ketaatan terhadap Tuhan, 3) faktor sosilogis menjadi faktor yang dominan mempengaruhi dinamika kepribadian tokoh utama dibandingkan dengan faktor psikis.Kata kunci: Dinamika Kepribadian, Tokoh Utama, Psikologi Sastra.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR TEKS DESKRIPSI DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK SISWA KELAS VII MTs HASYIM ASY’ARI BATU Andriadin Andriadin
NOSI Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.281 KB)

Abstract

Abstrak: Banyak petuah mengatakan bahwa buku adalah jendela dunia, buku adalah jalan pembuka untuk ilmu pengetahuan karena dengan buku kita mampu mengetahui hal yang belum kita ketahui menjadi kita ketahui. Buku merupakan sekumpulan kertas yang berisi informasi, sekumpulan informasi itu apabila memuat sesuatu ilmu tertentu dinamakan materi, tak terkecuali di dunia pendidikan. Buku merupakan komponen penting dalam proses belajar mengajar.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan bahan ajar teks deskripsi dengan menggunakan pendekatan saintifik untuk siswa kelas VII. Produk yang akan dihasilkan dalam penelitian ini adalah materi bahan ajar berbentuk buku. Setelah adanya peengembangan bahan ajar, siswa diharaapkan mampu menduukung progrram pembelajaran pada teks deskripsi.Model pengembangan penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan model 4D. Model pengembangan 4-D terdiri dari empat tahap pengembangan, yaitu define, design, develop, dan disseminate atau diadaptasikan menjadi model 4-P (model 4-P), yaitu pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan penyebaran. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengembangan, yaitu pada pedoman wawancara, lembar validasi, dan angket respon siswa. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis deskripsi kualitatif dan kuantitatif.Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa dengan menggunakan pendekatan saintifik bahan ajar teks deskripsi dapat menambah pemahaman, pengetahuan, dan wawasan yang lebih luas tentang materi teks deskripsi dengan aktivitas belajar yang menyenangkan dan tidak membosankan. Dari hasil validasi ahli materi menunjukan nilai 85% hal ini berarti bahan ajar layak diimplementasikan dengan sedikit revisi. Angket yang digunakan dalam menilai kegrafikan bahan ajar 22 butir pernyataan yang harus diisi oleh ahli rancangan dan model pembelajaran setelaah membaca buku ajar yang  sudah diberikan oleh pengajar. Bahan ajar yang dikembangkan dapat disiimpulkan persentase 87% menunjukkan bahwa bahan ajar cukup valid dan perlu adanya revisi. Setelah bahan ajar ini dinyatakan valid oleh validasi ahli dan praktisi, selanjutnya buku ajar Mari Belajar Kreatif Dengan Teks Deskripsi diujicobakan kepada siswa dan divalidasi dengan menggunakan angket respon siswa terhadap pembelajaran bahasa Indonesia pada materi teks deskripsi. Dari hasil analisis angket respon siswa 87% siswa sangat setuju bahasa yang digunakan dalam buku mari belajar kreatif dengan teks deskripsi. Dalam penelitian ini dikembangkan bahan ajar teks deskripsi dengan menggunakan pendekatan saintifik yang valid dan efektif. Pengembangan bahan ajar ini menggunakan pengembangan 4-P, yaitu pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan penyebaran. Dari hasil analisis angket respon guru diperoleh nilai 85,1% hal ini menunjukan bahwa bahan ajar layak diimplementasikan pada pembelajaran bahasa Indonesia khususnya teks deskripsi.
Bentuk-Bentuk Kekerasan Dalam Novel Dilan 1990 Karya Pidi Baiq (Pendekatan Semiotika Roland Barthes) Moh. Faiz
NOSI Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.339 KB)

Abstract

Abstrak: Novel Dilan 1990 karya Pidi Baiq sekarang sudah menjadi fenomena terbaru di kalangan remaja saat ini. Di dalam novel Dilan 1990 kaya Pidi Baiq, mengandung beberapa ungkapan kata dan terdapat ungkapan kata yang sangat romantis, yang ditujukan oleh Dilan untuk Milea. Akan tetapi dalam novel Dilan 1990 ini juga mengandung bentuk-bentuk kekerasan yang sangat mengganggu bagi pembacanya, baik dari segi alurnya ceritanya, dan sikap moralnya bagi kalangan penikmatnya.           Fokus penelitian ini berkaitan dengan, (1) bentuk-bentuk kekerasan dalam novel Dilan 1990, dan (2) makna bentuk-bentuk kekerasan dalam novel dilan 1990 karya Pidi Baiq, akan di kaji dengan menngunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Dengan teori semiotik tersebut peneliti bisa mengkaji bentuk kekerasan yang terdapat dalam novel tersebut. Semiotika merupakan suatu ilmu tentang tanda, dan tanda tersebut merupakan gambaran suatu kejadian yang menjadi tanda yang diberi makna oleh manusia.           Metode penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif, yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata yang tertulis dalam kalimat yang menjadi focus penelitian dan diamati. Dan dengan menggunakan penedekatan analisis semiotika Roland Barthes. Konesp teori semiotika Roland Barthes yaitu denotatif (penanda) dan konotatif (petanda). Yang disebut denotatif adalah tanda yang realitas, nyata, yang sebenarnya. Sedangkan konotatif adalah tanda yang tidak realitas, yang perlu dipertanyakan keberadaannya.            Hasil penelitian ini menunjukkan adanya bentuk-bentuk kekerasan yang berupa: (1) kekerasan fisik yang mana kekerasan ini seperti pukulan, tamparan dan perkelahian (2) kekerasan simbolik bentuk kekerasannya seperti menyinggunng seseorang, membentak dan lain-lain, (3) kekerasan struktural kekerasan yang berupa merugikan seseorang, meresahkan dan berbuat sewenang-wenangnya. Adapun makna bentuk kekerasannya (1) kekerasan fisk makna denotatifnya berupa tamparan dan makna konotatifnya berupa ekspresi marah dan lain-lain, (2) kekerasan simbolik, makna denotatifnya berupa cacian, sidiran dan dari segi konotatifnya ekspresi ekspresi kekesalan, pelampiasan dan lain-lain, (3) kekerasan struktural makna denotatifnya adalah mencuri, tawuran, memorotin orang dan lain-lain dan dari segi makna konotatifnya adalah merasa jagoan, pengen jadi penguasan dan lain sebagainya. .Kata kunci: Semiotika, Semiotika Roland Barthes, Kekerasan, Bentuk-bentuk Kekerasan, Novel Dilan 1990 Karya Pidi Baiq.
KESALAHAN PENGGUNAAN AFIKSASI DAN PREPOSISI PADA TESIS MAHASISWA PROGRAM PASCASARJANA PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA LULUSAN 2019 Yoakim Yolanda Mario Leu
NOSI Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.676 KB)

Abstract

Latar belakang yang mendasari penelitian ini, yakni mahasiswa dituntut agar terampil dalam nenulis dengan memperhatikan kaidah-kaidah bahasa yang telah ditentukan dan diberlakukan dalam Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (TBBBI), Pedoman Uumum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI), dan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) agar tidak terjadi lagi penyimpangan- penyimpangan terhadap aturan kebahasaan.Tujuan penelitian ini mendeskripsikan kesalahan penggunaan afiksasi dan preposisi yang terdapat dalam tesis mahasiswa program pascasarjana pendidikan bahasa Indonesia lulusan tahun 2019. Sejalan dengan hal tersebut penelitian pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Pendekatan ini digunakan dengan tujuan untuk mendeskripsi data penelitian secara faktual dan alamiah.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah ialah penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang dilakukaan untuk memaparkan suatu fenomena yang terjadi. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah dokumentasi tesis. Sumber data dalam penelitian ini ialah tesis mahasiswa program pascasarjana pendidikan bahasa Indonesia lulusan tahun 2019.Hasil penelitian mengenai kesalahan penggunaan afiksasi ditemukan bahwa penggunaan afiks yang tidak sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan dan diberlakukan. Ketidaktaan tersebut terlihat dalam gabungan antara imbuhan dan kata yang menjadi verba (V), namun ditulis pisah. Hal ini tentunya keluar dari kaidah-kaidah yang telah ditetapkan. Sebagai contoh yakni pada kata di hasilkan dan di yakini, melatar belakangi, menitik beratkan, ketuhanan. Kata-kata ini dibentuk oleh afiks di-kan+ N atau (di+N+kan), di-i+ N (di+N+i), me- i+N (di+N+i), me- kan+N (me+N+kan), ke- an+N (ke+N+an). Proses pembentukan ini menghasilkan makna baru dan bentuk baru yang mana kata dasar yang awalnya merupakan (N) (nomina), namun mendapat penambahan pada afiks sehingga kata tersebut bukan (N) nomina lagi, melainkan menjadi sebuah bentuk verba (V) dan beberapa jenis kata nomina yang walaupun telah mendapatkan imbuhan tetapi tetap menjadi bentuk yang sama yakni nomina. Beberapa contoh di atas berdeda dengan kata di sebut. Pada kata ini kata dasarnya sudah merupakan verba yang mendapatkan afiks di-, oleh sebab itu dalam penulisannya harus digabung atau dirangkai. Sehingga dapat disimpulkan bahwa di-kan+ N , di-i+ N , me- i+N , me- kan+N , dan ke- an+N dalam penulisan yang sesuai dengan aturan yang telah disepakiti yakni ditulis serangkai atau gabung.Hasil penelitian kesalahan penggunaan preposisi dapat diketahui bahwa, masih terdapat banyak penggunaan preposisi yang menyimpang dari kaidah-kaidah bahasa yang berlaku. Penyimpangan kaidah tersebut berupa preposisi di/ke yang bertemu dengan N (di/ke+ N) seharusnya ditulis pisah atau tidak dirangkai, namun ditulis rangkai. Nomina (N) dalam hasil penelitian terdapat beberapa jenis, yakni nomina (N) penunjuk tempat, masa, jumlah dan posisi yang abstrak. Selain itu dari data yang ada juga ditemukan pendobelan penggunaan preposisi di/ke. Nomina (N) pada umumnya ditulis terpisah dengan kata kata depan atau preposisi yang berada di depan bentuk dasar tersebut.Berpedoman pada kesalahan-kesalahan tersebut, maka disarankan agar dalam penulisan ilmiah seharusnya lebih memperhatikan kaidah-kaidah bahasa, khususnya kaidah penulisan, agar hasil dari sebuah tulisan tersebut memiliki bobot atau nilai lebih.Kata kunci: kesalahan morfologi, afiksasi, dan preposisi
EKOLOGI BUDAYA DALAM SASTRA BAHARI IKO-IKO MASYARAKAT BAJO DI KEPULAUAN SAPEKEN Rizal Mahsyar
NOSI Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.718 KB)

Abstract

Abstrak: Karya sastra merupakan suatu produk budaya yang juga menjadi bentuk atau cara penyampaian dan pola prilaku masyarakat dalam mencapai tujuan tertentu yang memiliki keterkaitan dengan lingkungannya. Karena lingkungan juga telah menjadi faktor penting dalam proses pembentukan suatu karya sastra. Kelompok masyarakat suku Bajo memiliki suatu bentuk sastra lisan yang disebut dengan Iko-Iko. Sastra lisan Iko-Iko merupakan suatu karya sastra dalam bentuk tuturan secara langsung yang berkembang di masyarakat pesisir kepulauan Sapeken. Sastra lisan tersebut sudah mulai berkembang dan eksis dituturkan oleh nenek moyang masyarakat suku Bajo dari generasi ke generasi. Setiap kisah yang ditampilkan dalam Iko-Iko diyakini memiliki nilai-nilai pendidikan, pesan moral atau norma yang harus dipatuhi bersama guna memberikan keseimbangan dan ketertiban ataupun keharmonisan dalam melestarikan alam. Seiring dengan perkembangan zaman, Eksistensi Iko-Iko di dalam lingkungan masyarakat kepualauan Sapeken telah mengalami masa yang sulit dan terancam punah sehingga diperlukan upaya yang sistematis untuk pelestarian budaya lisan Iko-Iko tersebut. Salah satu usaha yang bisa dilakukan untuk melestarikan budaya sastra bahari Iko-Iko tesebut ialah dengan cara mengumpulkan semua jenis satra bahari yang kemudian dijadikan dalam satu buku Ensiklopedia sastra bahari masyarakat kepulauan Sapeken sehingga sastra tersebut mudah untuk diakses dan dipelajari oleh masyarakat umum.Kata Kunci: Ekologi Budaya, Sastra Bahari, budaya Iko-Iko, Kepulauan Sapeken
Pengembangan Bahan Ajar Teks Eksposisi dengan Aplikasi Adobe Flash pada Siswa Kelas X Semester Genap SMA Negeri 1 Tenggarang Bondowoso Tahun Ajaran 2018/2019 Sitti Rofiatul Holifah
NOSI Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.8 KB)

Abstract

Abstrak: Bahan ajar adalah salah satu alternatif pemerintah dalam usahanya untuk mencapai tujuan pendidikan. Inovasi yang dapat  dilakukan  adalah  dengan  menciptakan  suatu  bahan  ajar  yang  lebih  baik, sehingga wawasan peserta didik dalam pembelajaran teks eksposisi semakin banyak dan  berkembang. Dalam  kurikulum  terbaru,  siswa dituntut aktif dalam proses pembelajaran, dan peran guru sebagai fasilitator. Sementara itu, dalam realitas pendidikan di lapangan, kita lihat banyak pendidik yang masih menggunakan bahan ajar yang konvensional, yaitu bahan ajar yang tinggal pakai, tinggal beli, instan, serta tanpa upaya merencanakan, menyiapkan, dan menyusunnya sendiri. Dengan demikian, sangat dimungkinkan jika bahan ajar yang mereka pakai itu tidak kontekstual, tidak menarik, monoton, dan tidak sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Oleh karena itu guru dituntut untuk berperan aktif dan kreatif membuat sebuah bahan ajar yang tak lagi berbentuk sebuah media cetak. Namun, dapat dikembangkan dengan beberapa pilihan, aplikasi salah satunya adobe flash yang dapat dibuka dimana saja dan kapan saja. Mengingat kenyataan bahwa pengembangan bahan ajar teks eksposisi belum pernah dilakukan oleh peneliti lain dan kurangnya peran pendidik dalam mengembangkan kreativitas pendekatan aplikasi Adobe Flash mereka untuk merancang, menyiapkan, dan membuat bahan ajar secara matang yang kaya inovasi sesuai dengan jaman saat ini, maka peneliti terdorong untuk mengambil judul “Pengembangan  Bahan ajar Teks Eksposisi dengan Pendekatan Aplikasi Adobe Flash pada Siswa Kelas X Semester Genap SMA Negeri 1 Tenggarang Bondowoso Tahun Ajaran 2018-2019”.Metode yang digunakan dalam pengembangan ini yakni Borg and Gell  menyatakan bahwa penelitian dan pengembangan (reserch and development/R&D). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, teks eksposisi l pada siswa kelas X MIPA 4 di SMA N 1 Tenggarang melalui media  adobe flash, ini dapat dikatakan layak untuk menjadi media pembelajaran. Hal ini dibuktikan dari hasil analisis validasi ahli media, produk perangkat soal ini mendapat nilai rata-rata 83% untuk keseluruhan aspek.Hasil analisis validasi ahli materi, untuk keseluruhan isi materi mendapatkan nilai rata-rata 86%.  Hasil analisis uji coba praktisi (guru), untuk keseluruhan aspek mendapat nilai 89%, jadi media pembelajaran interaktif tersebut mendapatkan pernyataan Sangat Layak untuk diimplementasikan di lapangan. Sedangkan hasil analisis uji coba siswa untuk keseluruhan aspek karena persentase untuk keseluruhan soal mencapai 61%-80%, maka dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran teks eksposisi melalui media Adobe Flash telah sesuai untuk digunakan dalam pembelajaran.Kata kunci: Pengembangan, Bahan Ajar, Teks Eksposisi, Aplikasi Adobe Flash
EFEKTIVITAS PENERAPAN PEMADUAN STRATEGI AFEKSI DAN MODEL EXPERIENTIAL LEARNING DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS NARASI Retno Mulyaningsih
NOSI Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.929 KB)

Abstract

Abstrak: bertujuan untuk membuktikan: (1) Mendeskripsikan pengaruh strategi  afeksi pada pembelajaran menulis teks narasi siswa kelas V SD Negeri 1 Pagentan., (2) Mendiskripsikan pengaruh penerapan model experiential learning pada kegiatan pembelajaran ketrampilan menulis teks narasi   pada siswa kelas V SDN 1 Pagentan., (3) Untuk menguji efektivitas penerapan pemaduan strategi afeksi dengan model experiential learning. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain  Contol Group Pretest-Posttest. Siswa Kelas V SDN 1 Pagentan  digunakan sebagai populasi. Teknik  pengambilan sampel melalui   Sampling Purposive. Sampel penelitian adalah kelas VB sebagai kelas eksperimen dan kelas VA sebagai kelas kontrol. Data dikumpulkan dengan  teknik kusioner   dan metode tes selanjutnya hasilnya dianalisis dengan uji-t. Hasil penelitian ini diperoleh temuan (1) Strategi afeksi dalam pembelajaran menulis teks narasi membantu siswa dalam mengontrol emosi dan sikap terhadap kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia memperoleh rata-rata  83,5, (2) Pembelajaran menulis teks narasi dengan menggunakan  model pembelajaran experiential learning  di kelas ekspriment pada hasil uji t pretest dan posttes terdapat kenaikan  rata-rata 13.8 poin, (3) ) penerapan pemaduan strategi afeksi dan model experiential learning  efisien untuk digunakan dalam pembelajaran teks narasi  dengan hasil t hitung lebih besar dari t tabel. Kata Kunci: Strategi Afeksi, Model Experiential Learning, Menulis teks Narasi,
Pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah di SMA Negeri 5 Malang Titik Wulandari
NOSI Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.488 KB)

Abstract

Abstrak: Keterampilan berliterasi merupakan salah satu keterampilan dasar di abad 21. Kemampuan berliterasi sangat diperlukan oleh pemangku kepentingan di dunia pendidikan, utamanya peserta didik. Kemampuan berliterasi berhubungan dengan kemampuan pemahaman informasi secara efektif, kritis, dan analisis. Fakta tentang kondisi literasi sekolah di Indonesia adalah bangsa Indonesia dianggap tidak memiliki budaya membaca. Fakta pembelajaran di sekolah saat ini belum mampu mewujudkannya dengan baik. Tuntutan keterampilan abad 21 yang harus dikuasai dan pembelajaran di sekolah yang belum mampu menumbuhkan keterampilan atau kompetensi yang dibutuhkan menjadi dasar utama literasi harus dikembangkan.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perencanaan (Guru Bahasa Indonesia, Petugas Perpus, Perangkat Pembelajaran dalam GLS, dan Media Pembelajaran), pelaksanaan  yang meliputi tahap pembiasaan, tahap pengembangan, dan tahap pembelajaran, dan evaluasi pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMA Negeri 5 Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif.  Data dalam penelitian ini berupa informasi yang diperoleh dari dokumen tertulis yang terkait langsung dengan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi penerapan GLS. Sumber data dalam penelitian ini ialah warga SMA Negeri 5 Malang, yaitu mulai dari guru bahasa Indonesia, kepala perpustakaan,  dan karyawan sekolah. Pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi dan angket.  Instrumen utama penelitian ini adalah peneliti sendiri, yang mana peneliti bertugas menetapkan fokus penelitian, memilih data dan sumber data, menilai kualitas data yang telah dikumpulkan, menganalisis data, memaparkan dan menafsirkan data, dan membuat laporan penelitian. Data penelitian ini adalah informasi tentang gerakan literasi sekolah yang diterapkan di lingkungan SMA Negeri 5 Malang.Hasil penelitian ini ditunjukkan (1) Perencanaan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dilakukan oleh guru Bahasa Indonesia dan petugas perpustakaan SMA Negeri 5 Malang. Perencanaan gerakan literasi sekolah oleh guru Bahasa Indonesia dapat dilihat dari perangkat pembelajaran yang digunakan, yaitu RPP, silabus, media, dan bahan pembelajaran. Perencanaan oleh petugas perpustakaan dapat dilihat dari program kerja perpustakaan dalam melaksanakan program gerakan literasi diintegrasikan dengan muatan literasi di SMA Negeri 5 Malang. Selain itu, sekolah telah membentuk Tim Gerakan Literasi Sekolah (GLS)  menjadi bukti bahwa sekolah mempunyai perencanaan yang matang dalam mewujudkan gerakan literasi sekolah. Pelaksanaan kegiatan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) telah memenuhi tahapan-tahapan literasi di sekolah, antara lain tahap pembiasaan, tahap pengembangan, dan tahap pembelajaran. Kegiatan evaluasi literasi sekolah yang diadakan SMA Negeri 5 Malang masih difokuskan pada pencatatan hasil kegiatan literasi sekolah dalam jurnal yang dilakukan oleh guru dan petugas perpustakaan. Setelah itu, jurnal-jurnal yang merupakan catatan hasil kegiatan literasi tersebut dianalisis dan dinilai oleh guru wali kelas.Berdasarkan hasil penelitian dan bahasan, maka disarankan kepada pihak-pihak yang terkait sebagai berikut. (1) Guru Bahasa Indonesia disarankan memahami kurikulum yang berlaku terlebih dahulu, dan mengordinasikan dengan guru bahasa Indonesia yang lain, sehingga penyusunan RPP yang  sesuai dengan perkembangan peserta didik dan perkembangan kurikulum; (2) Kepala perpustakaan sebaiknya tidak hanya koordinasi dengan guru mata pelajaran  bahasa Indonesia saja, tetapi juga guru pelajaran yang lain, sehingga dapat mewujudkan gerakan literasi yang berwawasan literasi luas dan menyenangkan; dan  (3) Kepala sekolah perlu berkoordinasi dengan guru dalam menyusun penilaian tindak lanjut, sehingga penilaian tidak hanya dilakukan hanya oleh guru Bahasa Indonesia dan petugas perpustakaan saja. Kata kunci: Pelaksanaan, Gerakan Literasi Sekolah (GLS), Pembelajaran Bahasa Indonesia, Perpustakaan.
UNSUR MORALITAS DAN RELIGIUSITAS DALAM NOVEL “AYAH” KARYA ANDREA HIRATA Yun Rachmawati
NOSI Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.962 KB)

Abstract

Abstrak: “Novel adalah karya sastra fiksi yang bersifat rekaan, karena  terbentuk dari proses-imajinatif dan proses  realitas subjektif. Selain sebagai bahan bacaan di waktu santai, novel juga sebagai media untuk menyampaikan unsur kehidupan melalui cerita,  karena novel  mengandung unsurunsur tertentu yang disampaikan kepada pembaca, salah satunya seperti unsur moralitas dan religiusitas. Tujuan penelitian  ini untuk menggambarkan  (1) unsur moralitas dan religiusitas yang terkandung  dalam novel Ayah  karya AdreaHirata dan (2) teknik pengarang untuk menyampaikan unsur moralitas dan religiusitas  dalam novel Ayah  karya AdreaHirata.”Bentk “penelitian ini adalah penelitian kualitatif, karena data dalam penelitian berupa kata-kata yang mencerminkan unsur moralitas dan religiusitas dalam teks novel dengan desain penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini berupa novel Ayah karya AdreaHirata dengan teknik dokumentasi. Teknik pengumpulan data dengan dokumetasi ini  sikap tokoh, jalan pikiran tokoh, bahasa tokoh, dan  penggambaran tokoh lain dalam novel Ayah  karya AdreaHirata yang mengandung unsur” moralitas dan religiusitas.Berdasarkan  hasil penelitian, dalam novel Ayah  karya AdreaHirata terkandung unsur moralitas dan religiusitas   yaitu, (1) Unsur moralitas dan religiusitas   individu hubungan antara  manusia dengan dirinya. Unsur moralitas dan religiusitas   individu “dalampenelitian ini adalah, (a) sabar yang ditunjukkan dengan sikap mengendalikan diri serta bertahan dalam situasi sulit meski tersakiti dengan  tidak mengeluh, dan (b) kerja- keras, pantang-menyerah  yang ditunjukkan dengan perjuangan mengejar-cinta, berlatih, bekerja dengan sungguh-sungguh. (2) Unsur moralitas dan religiusitas   sosial erat kaitannya antara  manusia dengan manusia serta lingkungannya. Unsur moralitas dan religiusitas  sosial dalam penelitian ini adalah (a) kasih-sayang, (b) peduli, (c) tanggung-jawab, dan (d) cinta-tanah air. (3) Unsur moralitas dan religiusitas berkaitan  dengan  hubungan antara manusia dengan Tuhan. Dalam hal bersikap, memeluk kepercayaan dan serta beribadah.  Unsur moralitas dan religiusitas” tersebut yaitu, (a) tawakkal (b)  bersyukur. Teknik yang digunakan pengarang untuk menyampaikan unsur  moralitas dan religiusitas dalam novel Ayah  karya AdreaHirata ini adalah dengan teknik secara langsung dan tidak langsung. Dalam novel ini moralitas dan religiusitas dapat dilihat secara langsung melalui tokoh- tokoh di dalamnya. Sedangkan yang secara tidak langsung melalui  persitiwa dan konflik dalam cerita novel. Kata Kunci : unsur moralitas, unsur religiusitas, novel, teknik penyampaian unsur moralitas dan religiusitas
KESANTUNAN BERBAHASA SISWA DI LINGKUNGAN SMA AN NUR BULULAWANG Muhammad Fajrul Fallah
NOSI Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.128 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) mendeskripsikan maksim kesantunan tuturan siswa kepada guru dan staf tata tsaha SMA An-Nur Bululawang, (2) mendeskripsikan pelanggaran maksim kesantunan tuturan siswa kepada guru dan staf tata usaha SMA An-Nur Bululawang. Penelitian ini tergolong dalam penelitian jenis kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini ialah siswa di SMA An Nur Bululawang. Sedangkan data penelitian ialah tuturan kesantunan berbahasa dan peyimpangan kesantunan siswa di SMA An Nur Bululawang. Teknik pengumpulan data ialah dengan teknik simak dan teknik rekam. Hasil rekaman yang diperoleh kemudian ditranskripsi dan di klasifikasi ke dalam masing-masing kesantunan dan pelanggaran kesantunan berbahasa.-Selain itu dilakukan juga wawancara mendalam dan observasi langsung kepada sumber data penelitian.Dari hasil penelitian ditemukan dua jenis maksim yang digunakan siswa saatt bertutur dengan guru dan staf tata usaha yakni maksim kedermawanan dan maksim penerimaan. Sedangkan data penelitian mengenai pelanggaran maksim kesantunan berbahasa ditemukan pelanggaran kesantunan berbahasa kategori kesantunan dalam bentuk kepura-puraan dengan gurauan, asosiasi dengan ungkapan tabu, pelesetan dengan guruan, menggoda dengan gurauan, seruan dengan gurauan, melucu dengan gurauan, mengejek dengan gurauan, dan menyapa dengan ungkapan keakrabanKata-kata kunci: kesantunan berbahasa, siswa

Page 6 of 19 | Total Record : 183