cover
Contact Name
Imam Santoso
Contact Email
mpbindonesia@unisma.ac.id
Phone
+6285649611196
Journal Mail Official
mpbindonesia@unisma.ac.id
Editorial Address
Magister Pendidikan Bahasa Indonesia PPS Universitas Islam Malang Jalan Mayjen Haryono 193, Telepon (0341) 551932 Fax. (0341) 552249
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah NOSI
ISSN : 23378425     EISSN : -     DOI : 10.33474
Nosi merupakan jurnal ilmiah hasil penelitian bidang pendidikan, bahasa dan sastra Indonesia yang diterbitkan oleh Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Program Pascasarjana Universitas Islam Malang. Jurnal Ilmiah ini berisi artikel hasil penelitian baik kualitatif maupun kuantitatif. Jurnal Ilmiah ini terbit 2 kali setahun.
Articles 183 Documents
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN TEKS CERITA LEGENDA BERDASARKAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL MELALUI MEDIA ADOBE FLASH PADA SISWA KELAS VII SMP SANTA THERESIA LANGGUR Elisabeth Reyaan
NOSI Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.452 KB)

Abstract

Untuk memajukan bidang pendidikan di Indonesia salah satu cara adalah dengan melakukan penelitian pengembangan. Pengembangan dapat berupa proses, produk, dan rancangan. Selain itu, penggunaan media pembelajaran juga berguna untuk meningkatkan kompetensi belajar siswa, khususnya dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Ketepatan memilih media pembelajaran akan sangat memengaruhi pemahaman peserta didik terhadap kompetensi dasar yang sedang dipelajari oleh peserta didik. Hal ini akan meningkatkan kualitas pembelajaran terutama dalam pembelajaran khususnya pada materi teks cerita legenda. Media pembelajaran yang menarik harus memiliki kemampuan dalam menggabungkan semua unsur media seperti teks, video, animasi, gambar, grafik, dan suara menjadi satu kesatuan yang terintegrasi (Munadi, 2008:150). Adobe flash merupakan salah satu media pembelajaran gabungan dari teks, video, animasi, gambar, grafik, dan suara. Siswa kadangkala merasa kesulitan dalam mencerna dan memahami materi yang disampaikan oleh guru.          Dalam penelitian ini, model pengembangan produknya mengacu pada model pengembangan Sugiyono (2011:298), yang terdiri dari (1) identifikasi masalah, (2) pengumpulan informasi, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) perbaikan desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk, (8) uji coba pemakaian, (9) revisi produk tahap akhir, dan (10) produksi masal. Media pembelajaran interaktif teks cerita legenda untuk siswa SMP kelas VII melalui media adobe flash yang telah dikembangkan sesuai dengan kompetensi dasar yang ditetapkan di sekolah untuk SMP kelas VII. Terdapat beberapa menu dalam media pembelajaran ini.Media pembelajaran yang dikembangkan terdiri dari (1) intro, (2) menu depan, berisi kata pengantar , (3) petunjuk penggunaan media pembelajaran, (4) Materi, yang berisi tentang materi dan pembahasan tentang teks cerita legenda setempat, (5) evaluasi, (6) pembahasan, dan diakhiri dengan (7) profil dan foto identitas  pengembang  media  pembelajaran.Berdasarkan hasil validasi yang telah dilakukan oleh pengembang kepada ahli media rata-rata mendapat nilai 79% dan dikategorokan layak. Berdasarkan hasil validasi yang telah dilakukan oleh pengembang kepada ahli materi mendapat nilai 94% sehingga dikategorikan sangat layak. Berdasarkan hasil uji coba yang telah dilakukan oleh pengembang kepada praktisi (guru) mengenai media pembelajaran, mendapat nilai 86,25% dan sangat layak untuk diimplementasikan di lapangan. Sedangkan hasil uji coba yang telah dilakukan oleh pengembang kepada siswa rata-rata mendapatkan respon dari siswa dengan nilai 81%-100% sehingga termasuk dalam kriteria interpretasi sangat sesuai untuk digunakan dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Kemudian, media pembelajaran teks cerita legenda untuk siswa SMP kelas VII diujicobakan dengan tujuan menguji keefektivan media pembelajaran teks cerita legenda terhadap hasil belajar siswa berupa kemampuan memahami isi teks cerita legenda. Berdasarkan nilai yang telah diperoleh, pengembang kemudian melakukan uji beda dua sampel berpasangan (Paired Samples Tes). Dari data yang diperoleh, diketahui nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0.000 < 0.05, karena nilai signifikan sebesar 0.000 lebih kecil 0.05, maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dalam penggunaan media pembelajaran teks cerita legenda berdasarkan pendektan kontekstual melalui media adobe flash terhadap kemampuan siswa kelas VII SMP Santa Theresia Langgur diterima. Kata kunci: Media pembelajaran, teks cerita legenda, pendekatan kontekstual, adobe flash  
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA TOPENG FLANEL DALAM PEMBELAJARAN MENYIMAK CERITA FABEL DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK BERMAIN PERAN PADA SISWA KELAS VII MTS NEGERI 4 SIDOARJO TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Dian Indra Rukmana
NOSI Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.149 KB)

Abstract

Abstrak: Media pembelajaran memiliki peran penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Dalam proses pembelajaran dengan menggunakan media dapat menumbuhkan sebuah motivasi dan keingintahuan yang baru. Dengan demikian,  penelitian perlu dilakukan. Populasi dan sampel dilakukan di MTs Negeri 4 Sidoarjo kelas VII-E dan VII-F. Dalam penelitian ini diambil sampel dua kelas yaitu  kelas-F sebagai kelas eksperimen sedangkan kelas-E sebagai kelas kontrol. Teknik analisis data ialah statistik uji T, menggunakan uji validitas sampel berbeda. Dalam menganalisis data yang telah ada  dari hasil penelitian yang dilakukan untuk membuktikan kebenaran hipotesis peneliti, maka peneliti menggunakan analisis statistik dengan program SPSS 23.  Saran  dalam  penelitian ini  adalah  Penggunaan  media pembelajaran hendaknya  diterapkan  di  sekolah untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Dalam melakukan penelitian, seorang peneliti bebas memilih dalam menggunakan rancangan penelitian. Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian kali ini adalah menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan quasi eksperiment,menggunakan kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan teknik simple random sampling (sampel random sederhana) yang pemilihan dua kelompok tersebut tidak dilakukan secara acak melainkan menggunakan sistem pengocokan. Kesimpulan  dalam  penelitian  ini  adalah  penggunaan  media topeng flanel  di  Sekolah MTs Negeri 4 Sidoarjo   mampu   meningkatkan   hasil   belajar   siswa   kelas VII-F dibandingkan  dengan  hasil  belajar  kelas VII-EKata-kata kunci: pengaruh, penggunaan media, topeng flanel, pembelajaran menyimak fabel, teknik bermain peran
TRANSFORMASI TOKOH PEREMPUAN DALAM NOVEL MIDAH SI MANIS BERGIGI EMAS KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER (KAJIAN FEMINISME) Andry Sulastri
NOSI Vol 10, No 1 (2022): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.017 KB)

Abstract

Abstrak: Novel Midah Si Manis Bergigi Emas karya Pramoedya Ananta Toer merupakan novel yang di dalamnya menceritakan sosok perempuan yang bernama Midah Si Manis Bergigi Emas yang begitu kuat untuk bertahan hidup dan melawan ganasnya kehidupan yang dialami perempuan.Eksistensi perempuan terdiri dari perempuan bekerja sebagai penyanyi, patang menyerah, berkepribadian yang kuat, mandiri, meloka ke- liyanan sebagai anak, ibu, istri penyanyi sedangkan ketidakadilan gender terdiri dari  kekerasan seksual, kekerasan fisik, kekerasan postitusi, marginalisasi dalam bentuk PHK, marginalisasi dalam bentuk deskriminasi di rumah tangga, subordinasi dalam rumah tangga, stereotif atau pembelaan negatif terhadap perempuan, beban kerja ganda. Ketidakadilan gender merupakan bentuk deskriminasi antara perempuan dan laki-laki. Ketidakadilan gender dimana perempuan  mendapatkan bentuk kekerasan, tidak bisa mengambil keputusan dll. Kata kunci: Eksistensi dan ketidakadilan Gender
Pencapaian Berbahasa Ekspresif melalui Kegiatan Bercakap-cakap dengan Gambar Tematik di TK Muslimat NU 03 Kota Malang Lutfiyah Lutfiyah
NOSI Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.373 KB)

Abstract

Abstrak: Masa Pendidikan Taman Kanak-Kanak adalah masa pendidikan yang sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, karena masa tersebut yang disebut dengan masa atau usia golden age atau masakeemasan. Masa usia 4-6 tahun ini juga disebut dengan masa berkelompok. Mengembangkan cara anak berkomunikasi dalam bahasa yang dipergunakan baik di sekolah maupun di lingkungannya merupakan hal yang penting bagi semua anak. Penelitian ini akan menerapkan media gambar yang disesuaikan dengan tema dalam pembelajaran bercakap-cakap, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan anak dalam bercakap-cakap dan berbicara. Penelitian ini mengangkat rumusan masalah. (1) Bagaimanakah perencanaan kegiatan bercakap-cakap dengan media gambar tematik dalam pencapaian kemampuan berbahasa ekspresif anak usia 4-5 tahun di TK Muslimat NU 03 Kota Malang.Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, adapun jenis yang digunakan adalah penelitian kelas, karena penelitian ini menggambarkan secara sistematika dan akurat atas fakta dan karakteristik mengenai kegiatan bercakap-cakap dengan gambar tematik, dan hasil data dari observasi dan wawancara penelitian yang diperlukan untuk mengungkap masalah dalam bentuk deskriksi. Adapun penelitian ini difokuskan kajian tentang pencapaian kemampuan berbahasa ekspresif anak usia 4-5 tahun melalui kegiatan bercakap-cakap dengan media gambar tematik pada anak yang masih kesulitan dalam mengungkapkan kata yang terjadi dari 21 anak di kelompok A1 TK Muslimat NU 03 Kota Malang. Dalam proses pengumpulan data melalui observasi yang dilakukan dengan cara peneliti sebagai pengamat tanpa melakukan tindakan apapun yang mempengaruhi kondisi lapangan, adapun wawancara yang digunakan adalah wawancara terstruktur, peneliti mengajukan pertanyaan-pertanyaan terikat oleh daftar pertanyaan yang telah dipersiapkan.Hasil penelitian mengenai “Pencapaian Kemampuan Berbahasa Ekspresif Anak Usia 4-5 Tahun melalui Kegiatan Bercakap-cakap dengan Gambar Tematik” melalui observasi dan wawancara yang dilakukan di TK Muslimat NU 03 Kota Malang, ditemukan (1). Perencanaan meliputi: anak dapat mengungkapkan pendapat dengan kalimat sederhana dalam berkomunikasi, dan mengungkapkan perasaan atau ide dengan pilihan kata yang sesuai. (2). Pelaksanaan pembelajaran bercakap-cakap dengan media gambar tematik melalui 4 langkah, yaitu: langkah pertama, guru mengkondisikan kesiapan posisi anak disertai dengan menyanyi dan bertepuk-tepuk variasi, langkah kedua, guru membuka kegiatan dengan memperlihatkan gambar polisi di depan anak, langkah ketiga, guru melakukan tanya jawab pada anak-anak bila belum merespon percakapan, dengan menggunakan pertanyaan apa, siapa, dimana, dan mengapa. Guna untuk mengetahui kemampuan anak menjawab pertanyaan sederhana, sesuai dengan indikator pencapaian perkembangan bahasa anak, langkah keempat, guru memberikan penguatan terhadap respon yang diberikan anak pada saatmemberikan informasi, menjawab pertanyaan tentang gambar yang ditunjukkan. (3). Penilaian otentik atau penilaian yang sebenarnya sesuai dengan hasil proses belajar mengajar. Berdasarkan kesimpulan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka peneliti menyarankan, agar guru dapat meningkatkan perhatiannya pada masing- masing anak dalam kemampuan berbahasa ekspresif, dapat dilakukan setiap hari dalam semua kegiatan dengan memotivasi anak untuk dapat mengungkapkan perasaan maupun berupa pertanyaan apa, mengapa, bagaimana, kenapa. Kata kunci : Kemampuan Berbahasa Ekspresif, Usia 4-5 tahun, Media Gambar Tematik
NILAI MORAL DALA NOVEL MERASA PINTAR BODOH SAJA TAK PUNYA Adib Ibrohimi
NOSI Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.447 KB)

Abstract

Abstrak: Karya sastra diciptakan selain untuk memberikan hiburan atau kesenangan, juga menjadi sarana penanaman nilai moral. Karya sastra mengandung implementasi moral dalam sikap dan tingkah laku para tokoh sesuai dengan pandangan tentang moral. Melalui cerita, sikap dan tingkah laku tokoh-tokoh itulah pembaca diharapkan dapat mengambil hikmah dari pesan-pesan moral yang disampaikan atau diamanatkan. Keberadaan nilai moral dalam sastra diharapkan mampu memunculkan nila-nilai positif bagi pembaca, sehingga mereka peka terhadap masalah yang berkaitan dengan kehidupan sosial. tujuan penelitian ini mendeskrisikan nilai moral individu dan sosial dalam novel Merasa Pintar Bodoh Saja Tak Punya yang meliputi beberapa aspek yaitu. rasa percaya diri, cinta ilmu setingi-tinginya, rendah hati,  jujur, dan sabar. Kedua. Hormat dan kasih sayang, mempererat tali persaudaraan, bersedia memberi nasehat, saling tolong-menolong, saling memaafkan, dan mendoakan orang lain.            Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Merasa Pintar Bodoh Saja Tak Punya karya Rusdi Mathari, cetakan ketujuh pada Januari 2020. Diterbitkan Buku Mojok. Novel ini terdiri dari 226 halaman. Data dari penelitian ini berupa paparan-paparan bahasa, kutipan kata-kata, dialog, percakapan antar tokoh, penjelasan pengarang, dan komentar tokoh lain yang tercantum dalam novel. Bentuk atau wujud dari data ini berupa kutipan-kutipan yang mengungkapkan pikiran-pikiran pengarang tentang aspek nilai moral individu dan nilai moral sosial yang terdapat dalam novel Merasa Pintar Bodoh Saja Tak Punya karya Rusdi Mathari.Tujuan penelitian ini mendeskrisikan nilai moral individu dan sosial dalam novel yang meliputi beberapa aspek yaitu. Pertama rasa percaya diri, cinta ilmu setingi-tinginya, rendah hati,  jujur, dan sabar. Kedua. Hormat dan kasih sayang, mempererat tali persaudaraan, bersedia memberi nasehat, saling tolong-menolong, saling memaafkan, dan mendoakan orang lain.            Hasil penelitian dapat diuraikan sebagai berikut. Pertama nilai moral individu dalam novel. Memilliki rasa percaya diri tinggi dalam setiap tindakan, perlunya mencari ilmu agama, serta mengamalkannya, tahu diri atas kemampuan yang dimiliki, menerima kritikan atau masukan dari orang lain yang dianggap lebih tau, Jujur pada diri sendiri akan membuatmu dekat dengan kebenaran mengenai dirimu, dan manusia juga harus selalu sabar akan takdir dan rizkinya. Kedua moral sosial dalam novel Merasa Pintar Bodoh Saja Tak Punya. Perlu menanamkan rasa hormat dan kasih sayang pada setiap orang, mempererat tali persaudaraan, nasehat merupakan tanda yang jelas dari adanya peduli sesama muslim, tolong menolong merupakan kunci untuk hidup, seorang muslim dianjurkan untuk saling memaafkan. Kata kunci: Moral, Novel, Merasa Pintar Bodoh Saja Tak Punya.
TINDAK TUTUR GURU DENGAN SISWA SMP AL-AHMAD KRIAN DALAM KEGIATAN DISKUSI PADA PEMBELAJARAN BERBICARA BAHASA INDONESIA Rya Denny Nofitasari
NOSI Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.615 KB)

Abstract

Abstrak:Tindak tutur merupakan sebuah tuturan yang disampaikan oleh penutur satu kemudian ditafsirkan oleh lawan tutur atau disebut dengan mitra tutur. Tindak tutur juga dapat dikatakan artikan tersendiri dati tindak merupakan tindakan atau perilaku yang dilakukan untuk mencapai hasil kemudian tutur yaitu ucapan atau bahasa yang disampaikan oleh orangsatu kepada orang lain dengan tujuan untuk menperoleh informasi yang banyak.           Diskusi merupakan sebuah interaksi komunikasi antara dua orang atau lebih. Diskusi juga dapat dilakukan dengan berbagai bentuk ada diskusi yang sifatnya formal kemudian ada yang tidak forma. Seperti pada diskusi ini yang hanya bertujuan untuk menginformasikan kepada siswa bahwa kenakalan remaja sangat perlu diperhatikan. Bahasa adalah bagian yang terpenting dalam kehidupan kita sehari-hari, dengan bahasa kita dapat saling berkomunikasi saling bertutur kata, dan saling bertukar pikiran kepada orang lain. dengan adanya bahasa kita juga mampu membedakan logat bahasa yang digunakan dalam setiap daerah yang berbeda meskipun dalam arti yang sama. Dengan adanya bahasa kita dapat juga mengeksplor kemampuan kita dalam pemerolehan bahasa yang kita punya. Untuk itu perlu adanya untuk kita  menambah wawasan berbahasa.
EFEKTIVITAS MODEL KEGIATAN BELAJAR SNOWBALL THROWING DAN TEAM GAMES TURNAMEN PADA MEMBACA TEKS FABEL SISWA KELAS VII SMP BINTANG RAUDLOH WAJAK Luluk Ika Fatul Anisa
NOSI Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.756 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) kemampuan mengidentifikasi ciri-ciri unsur teks fabel siswa kelas VII SMP Bintang Raudloh Wajak sebelum dilakukan dengan model kegiatan belajar Snowball Throwing dan Team Games Turnamen pada kelas eksperimen, (2) mendeskripsikan kemampuan mengidentifikasi ciri-ciri unsur teks fabel siswa kelas VII SMP Bintang Raudloh Wajak setelah dilakukan dengan model kegiatan belajar Snowball Throwing dan Team Games Turnamen pada kelas eksperimen, (3) mendeskripsikan efektivitas model pembelajaran Snowball Throwing dan Team Games Turnamen dalam pembelajaran mengidentifikasi ciri-ciri unsur teks fabel siswa kelas VII SMP Bintang Raudloh Wajak. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan rancangan penelitian kuasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas VII SMP Bintang Raudloh Wajak yang berjumlah 60 siswa. Sampel yang digunakan yaitu, kelas VII A1 dengan jumlah 30 responden menjadi kelas eksperimen dan kelas VII A2 dengan jumlah 30 responden menjadi kelas kontrol (tanpa ada variasi pembelajaran). Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini ada tiga langkah yaitu, (1) tahap persiapan, (2) tahap pelaksanaan, (3) tahap evaluasi, teknik analisis data yang digunakan adalah data deskriptif dan analisis inferensial. Hasil penelitian, saat prates mendapatkan nilai rata-rata kelas 54,83, sedangkan saat postes mendapatkan nilai rata-rata kelas sebesar 75,33. Berdasarkan hasil uji t yaitu pada uji independent t tes pada kelas eksperimen diperoleh (sig. 2-talied) 0,000 ≤ 0,05. Dengan demikian ada perbedaan yang signifikan pada kelas eksperimen dan memiliki tingkat efektivitas yang tinggi setelah menggunakan model pembelajaran Snowball Throwing dan Team Game Turnamen. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran tersebut memiliki efektivitas yang tinggi dalam kemampuan membaca siswa pada materi mengidentifikasi ciri-ciri unsur teks fabel siswa kelas VII SMP Bintang Raudloh Wajak. Dengan demikian, disarankan kepada guru mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia untuk lebih meningkatkan pembelajaran siswa pada kemampuan membaca dengan model pembelajaran yang menarik.Kata Kunci: pembelajaran membaca, model pembelajaran, snowball throwing, team game turnamen
TINDAK TUTUR KEKUASAAN KEPALA SEKOLAH PADA RAPAT BULANAN SMA NURUL JADID PAITON PROBOLINGGO Juwaeni Juwaeni
NOSI Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.32 KB)

Abstract

Abastrak: Dalam  analisis  tindak tutur, tuturan tidak hanya dipahami sebagai studi bahasa tetapi juga dihubungkan dengan  konteks, yang berarti bahwa bahasa dipakai untuk tujuan praktik tertentu, termasuk praktik kekuasaan. Salah satu tindak tutur yang menarik untuk diteliti adalah praktik tindak tutur di dunia pendidikan. Tindak tutur yang dimaksud ialah tindak tutur kepala sekolah pada rapat bulanan sekolah, tindak tutur kepala sekolah pada rapat bulanan sekolah tidak keluar begitu saja tanpa ada makna dan maksud tertentu, tetapi merupakan gejala individual yang bersifat psikologis. Hal tersebut ditentukan oleh kemampuan kepala sekolah dalam berbahasa pada situasi tertentu yang berkaitan dengan kekuasaan. Tindak tutur kekuasaan mencakup perilaku kekuasaan sebagai sarana atau bentuk  dalam pelbagai konteks melalui proses komunikasi, atau bahasa sebagai sarana utama dan didalamnya.Tujuan penelitian ini untuk memperoleh deskripsi objektif  tentang wujud, fungsi, dan strategi tindak tutur kekuasaan kepala sekolah pada saat rapat bulanan SMA Nurul Jadid Paiton Probolinggo. Penelitian ini menggunakan pendekatan  kualitatif.Data yang diperoleh berupa data kata, frasa, klausa, dan kalimat,  Adapun jenis penilitian yang digunakan adalah jenis analisis pragmatik  dalam hal ini tindak tutur. Penelitian ini menggunakan tindak tutur Searle untuk menganalisis hubungan teks dan konteks tindak kekuasaan kepala sekolah pada saat rapat bulanan sekolah.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Wujud tindak tutur kekuasaan kepala sekolah pada rapat bulanan sekolah adalah tindak lokusi yang terdiri dari berita, pertanyaan dan perintah, tindak ilokusi yang terdiri dari tindak tutur asertif, direktif, ekspresif, komisif, dan deklaratif, serta tindak tutur perlokusi. (2) Fungsi tindak tutur kekuasaan kepala sekolah pada rapat bulanan sekolah beragam, mulai dari fungsi informasi, himbauan, dan harapan akan tetapi secara umum kepala sekolah banyak menekankan pada fungsi harapan, dikombinasikan dengan permohonan dan pengungkapan keinginan terkait pelaksanaan tugas belajar mengajar. (3) Strategi tindak tutur kekuasaan kepala sekolah pada rapat bulanan sekolah yang digunakan adalah  strategi tindak tutur langsung, tidak langsung, serta tindak tutur literal.Kata kunci: tindak tutur kekuasaan, rapat bulanan, wujud, fungsi, dan strategi.
STRATEGI KESANTUNAN BERBAHASA DALAM MEMBERIKAN MOTIVASI OLEH JAMIL AZZAINI DI ACARA MILAGROS Agustina Rahmaniatullah
NOSI Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.43 KB)

Abstract

Abstrak: Dalam memberikan motivasi, penggunaan strategi kesantunan berbahasa sangatlah penting, karena dalam memberikan motivasi diharapkan penutur bisa membangun komunikasi yang baik dengan pendengar agar motivasi yang diberikan oleh penutur bisa diterima dengan baik oleh pendengar. Strategi kesantunan berbahasa bisa dilakukan dengan dua cara yaitu strategi berbahasa positif dan juga strategi berbahasa negatif. Masalah dalam penelitian ini ialah “Bagaimana strategi kesantunan positif dan kesantunan negatif yang dilakukan oleh Jamil Azzaini di acara Milagros”.            Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi kesantunan berbahasa positif dan kesantunan berbahasa negatif yang dilakukan oleh Jamil Azzaini dalam acara Milagros sesuai dengan strategi kesantunannya Brown dan Levinson. Kegunaan dalam penelitian ini ialah: 1. Bagi guru atau dosen, penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam rangka mengembangkan materi pembelajaran bahasa Indonesia pada ranah pragmatik. 2. Bagi peneliti selanjutnya, penelitian ini diharapkan dapat menjadi reverensi dan menambah pengetahuan tentang strategi kesantunan berbahasa dalam memberikan motivasi oleh Jamil Azzaini di acara Milagros. 3. Bagi pembaca, penelitian ini diharapkan menambah pengetahuan tentang strategi kesantunan berbahasa dalam memberikan motivasi oleh Jamil Azzaini di acara Milagros. Sementara yang menjadi sumber data penelitian ini adalah Jamil Azzaini saat memberikan motivasi dan objek penelitian ini adalah strategi kesantunan berbahasa yang digunakan oleh Jamil Azzaini dalam memberikan motivasi. Data-data yang diambil merupakan data tuturan yang diambil pada saat memberikan motivasi pada pendengar.            Berdasarkan hasil analisis data, strategi yang digunakan oleh Jamil Azzaini dalam memberikan motivasi di acara Milagros adalah strategi kesantunan positif berupa: strategi membesar-besarkan perhatian, persetujuan, dan simpati pada pendengar, strategi  mengintensifkan perhatian pendengar dengan pendramatisiran pesristiwa atau fakta, strategi menggunakanpenanda identitas kelompok : bentuk sapaan, dialek, jargon, atau slang, strategi mencari kesepakatan dengan topik umum atau mengulangi sebagian/seluruh pidato, strategi menggunakan lelucon, strategi mengungkapkan pemahaman keinginan pendengar, strategi menunjukkan optimisme, strategi melibatkan pembicara dan lawan bicara dalam kegiatan, strategi memberikan pertanyaan atau menanyakan alasan, dan strategi pemberian hadiah kepada pendengar, simpati, pengertian, kerjasama.  Dari sepuluh strategi yang digunakan oleh Jamil Azzaini dalam memberikan motivasi, Jamil Azzaini lebih sering menggunakan strategi memberi pertanyaan atau meminta alasan. Strategi negatif juga di temukan berupa strategi pertanyaan, pagar dan strategi meminta maaf.
ANALISIS SOSIOLOGIS PERSEPSI PADA BAIT LAGU #2019 GANTI PRESIDEN” KARYA JOHNY ALANG ( Kajian Resepsi Sastra ) Edi Kusnariyanto
NOSI Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.925 KB)

Abstract

Abstrak : Analisis sosiologis dapat digunakan untuk melihat seberapa besar respon terhadap suatu sastra. Menurut Umar Janus dalam Resepsi Sastra teori resepsi sastra berkaitan dengan pendekatan pragmatik dimana peranan pembaca mendapatkan peranan utama dalam proses membaca. Dimana pembaca menjadi sentral dalam utama suatu karya sastra.Tujuan umum penelitian ini adalah analisis sosiologis persepsi pada Bait Lagu #2019 Ganti Presiden” Karya Johny Alang ( Kajian Resepsi Sastra ).Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang memberikan perhatian terhadap data alamiah, data dalam hubungan konteks keberadaannya. Landasan berpikir metode kualitatif adalah paradigma potivisme Max Weber, Imanuel Kant, dan Sugiyono (2009:15) menyatakan metode kualitatif di gunakan untuk meneliti objek yang alamiah. Di mana peneliti merupakan instrumen utama, sumber data di ambil dengan cara purposive dan snowball, menggunakan teknik trianggulasi (gabungan), dalam menganalisis data lebih menekannkan data yang bersifat deduktif atau induktif daripada yang bersifat generallis. Jenis penelitian ini adalah analisis teks, analisa hasil dari persepsi yang di timbulkan puisi #2019 Ganti Presiden. karena objek yang diteliti terdapat dalam jawaban dan tanggapan yang di berikan dan persepsi yang ada pada masyarakat.Resepsi sastra memberikan maksud bahwa “pembaca” merupakan komponen utama dalam karya sastra di mana pembaca bersifat katif dalam menilai atau memberikan respon terhadap karya sastra yang telah di bacanya. Ada beberapa hal yang di harapkan dari hasil membaca tersebut yaitu berupa tanggapan yang bersifat aktif dan tanggapan yang bersifat pasif, adapun tanggapan yang bersifat pasif yaitu harapan dimana pembaca dapat melihat karya sastra itu dengan pemahaman dan dapat melihat hakekat estetik yang terdapat di dalamnya. Sedangkan secara actif , yaitu sebebagimana pembaca dapat “Merealisasikannya” makadari hal tersebut dapat di berikan makna bahwa resepsi sastra memiliki jangkauan yang luas dan segalah kemungkinan-kemungkinan bagi penggunanya.Sebagai syarat terjadinya persepsi, pembaca harus mendapatkan slimulus/rangsangan melalui penginderaannya. Dalam prosesnya pembaca rangsangan penginderaan berlangsung kapan sajaPersepsi merupakan suartu proses dimana setiap manusia mendapatkan rangsangan/stimulus dari luar individu tersebut melalui pengindraan. Pengindraan tersebut dapat terjadi setiap saat sesuai dengan seberapa intens proses itu terjadi. Persepsi dapat di katakana sebgai pengorganisasian dari peristiwa dan cara menginteprestasikan stimulus yang terdapat di indra manusia karena hal tersebut merupakan respon dan tersambung dari semua sisi dalam individu (walgito,2004 :88) (1)Perhatian dan selektif (attention and selection ), (2) Organisasi (organization), (3) Interpretasi (interpretation),(4) Pencarian Kembali (Retrieval)Dalam penelitian terdapat beberapa hal yang di peroleh seperti, (1)terdapat pendapat yang mengindikasikan persepsi sejalan antara puisi #2019 Ganti Presiden dengan pendapat yang di sampaikan oleh pembaca. (2) Terdapat hubungan dua arah (dialektik) antara sastra dengan masyarakat. Hubungan dialektik harus terjadi dengan masyarakat dimana isi dalam puisi  dalam puisi ini #2019 Ganti Presiden mencoba untuk masuk kerana masyarakat. (3) Dalam penelitian juga terdapat pendapat yang mengindikasikan persepsi yang tidak sejalan, penilaian individu terjadi setelah adanya pengertian yang di dasari oleh pemahaman. Setiap individu memiliki norma dan kreteria sendiri sebelum membandingkan pengertian yang di dapatnya dan perbandingan tersebut di lakukan secara subjektif (4) Puisi #2019 Ganti Presiden merupakan puisi baru yang menggunkan genre Satire. Dan penempatan momentum yang tepat pada penciptaannya dimana puisi satire tersebut di buat dalam tahun pesta demokrasi Kata kunci: Sosiologis, Persepsi, Bait lagu, #2019 Ganti Presiden, Kajian Resepsi Sastra. 

Page 7 of 19 | Total Record : 183