cover
Contact Name
Caturida Meiwanto Doktoralina
Contact Email
journallemhannasri@gmail.com
Phone
+6287808067428
Journal Mail Official
jurnal@lemhannas.go.id
Editorial Address
Jl. Merdeka Selatan No. 10 Jakarta Pusat 10110
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Lemhannas RI
ISSN : 22528555     EISSN : 28305728     DOI : https://doi.org/10.55960/jlri
Jurnal Lemhannas RI (JLRI) is multidisciplinary, focusing on all aspects of national resilience. This journal publishes articles 4 issues every year. JLRI aims to provide a platform for intellectual discourse on topics such as Geography, Demography, Natural Resources, Ideology, Politics, Economics, Socio-Cultural, Defense and Security. Theoretical and conceptual analysis, foundational and applied research using qualitative or quantitative approaches are welcomed. Papers submitted may be in English or Indonesian, and they will be evaluated by peer-reviewed and must significantly contribute to national resilience in general or specific application areas.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 1 (2021)" : 15 Documents clear
Kerentanan dan Ketahanan Pekerja Migran Indonesia di Malaysia pada Masa Pandemi Covid-19 Munarni Aswindo; Margaretha Hanita; ARTHUR JOSIAS SIMON
Jurnal Lemhannas RI Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55960/jlri.v9i1.372

Abstract

Per 25 Februari 2021, WHO melaporkan 112,209,815 terkonfirmasi positif covid-19, termasuk 2,490,776 kematian. Untuk mengendalikan penularan covid-19, sebagian besar negara menerapkan pembatasan sosial baik pembatasan sosial yang terbatas atau secara penuh. Di Malaysia untuk mengendalikan penularan covid-19, pemerintah Malaysia menerapkan Pembatasan Mobilisasi Sosial atau Movement Control Order (MCO). Kebijakan ini mengarahkan penghentian sementara kegiatan perkantoran dan bisnis kecuali yang bersifat esensial dan pelayanan publik. Penelitian bertujuan menyelidiki dampak pemberlakuan MCO dan penghentian sementara pengiriman Pekerja Migran Indonesia pada kerentanan dan ketahanan Pekerja Migran Indonesia di Malaysia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menarasikan data statitistik dan informasi terkait PMI yang dihimpun oleh lembaga kredibel dalam pengumpulan data baik itu BI, BPS, BP2MI serta Kementerian Ketenagakerjaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberlakuan MCO dan Keputusan Menteri Ketenagakerjaan No.120 tentang penghentian sementara pengiriman PMI ke luar negeri berdampak pada Pekerja Migran Indonesia di Malaysia. Sebagian dari mereka kehilangan pekerjaan, ada yang pulang ke Indonesia, ada yang tetap bertahan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Penerapan Pembatasan Mobilisasi Sosial baik di Malaysia dan Penghentian sementara PMI ke luar negeri demi melandaikan dan mengendalikan penularan covid-19 telah berdampak pada pasar Pekerja Migran Indonesia baik dari penawaran maupun pada sisi permintaan.
Upaya Penanggulangan Kekerasan dalam Rumah Tangga Akibat Covid-19 Perspektif Teori Keadilan Bermartabat Ellora Sukardi; Debora Pasaribu; Vanesia Ciayadi Kwang
Jurnal Lemhannas RI Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55960/jlri.v9i1.373

Abstract

Pandemi Covid-19 sudah lebih dari setahun melanda seluruh dunia termasuk Indonesia. Hal yang sangat memprihatinkan adalah dampak ekonomi seperti banyak yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja. Kesulitan finansial ini menjadi pemicu terjadinya Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) sebagai pelampiasan atas perasaan yang kesal, kecewa, stres, hingga depresi. Perempuan dan anak sebagai pihak yang lemah sering dijadikan sasaran kemarahan dari suami. Perlindungan hukum bagi perempuan dan anak-anak terdapat pada Undang-Undang Penghapusan KDRT. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis mengenai bagaimana perlindungan hukum dan pemulihan terhadap korban kekerasan dalam rumah tangga akibat Covid-19 serta upaya penanggulangannya yang tepat apabila ditinjau dari perspektif Teori Keadilan Bermartabat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode yuridis normatif, menggunakan data sekunder berupa bahan hukum primer yakni Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Undang-Undang Perkawinan, Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, dan Peraturan Pemerintah terkait serta bahan hukum sekunder. Pengumpulan data sekunder dilakukan melalui studi kepustakaan. Analisis data bersifat deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa KDRT merupakan kejahatan yang bertentangan dengan teori keadilan bermartabat, hukum positif, serta dapat merusak ketahanan nasional. Untuk menanggulangi hal tersebut, perlunya penyuluhan/edukasi oleh pemerintah kepada masyarakat mengenai KDRT ini.
Ketahanan Ideologi (Pancasila) di Masyarakat pada Masa Pandemi Covid-19 Hastangka admin
Jurnal Lemhannas RI Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55960/jlri.v9i1.374

Abstract

Tulisan ini merupakan riset fenomenologi sosial dan politik yang berkembang di wilayah DIY dalam kurun waktu 10 tahun terakhir ini.Riset ini memfokuskan tentang dinamika sosial dan politik yang berkaitan dengan ketahanan nasional pada wilayah secara khusus berkaitan dengan ideologi dan kebangsaan. Persoalan persoalan kebangsaan yang terjadi 10 tahun terakhir secara nasional pada dasarnya mengarah pada empat isu utama yaitu politik identitas, politisasi agama, intoleransi, dan konflik ideologis yang berpengaruh pada pelemahan nilai nilai Pancasila. Konflik ideologis ini dapat ditelusuri dari munculnya gerakan radikalisme, fundamentalisme, dan aksi terorisme yang mengarah pada ancaman akan keutuhan bangsa dan negara dan ketahanan nasional. Tujuan dari tulisan ini berupaya mendeskripsikan dan menganalisis tentang fenomena sosial dan politik kebangsaan yang terjadi di wilayah melalui studi kasus di Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi sosial dan politik melalui observasi dan penelusuran dokumen fata dan data data terkait isu isu ideologis dan kebangsaan yang diberitakan melalui media cetak baik elektronik maupun cetak tentang DIY. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis kritis dan induktif untuk mendapatkan esensi dari persoalan yang muncul. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ketahanan ideologi di masyarakat pada masa pandemi covid 19 semakin melemah karena situasi dan kondisi sosial, politik, dan ekonomi yang juga melemah. Masuknya ideologi baru semakin mudah melalui media sosial dan elektronik untuk membawa ideologi baru berpotensi memperlemah ketahanan nasional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketahanan ideologi di masyarakat kurang tangguh dan perlu diperkuat dengan mengembalikan nilai nilai Pancasila.
Ketahanan Keluarga dalam Adaptasi New Normal Pandemi Covid-19 di Indonesia Roma Megawanty; Margaretha Hanita
Jurnal Lemhannas RI Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55960/jlri.v9i1.375

Abstract

Ketahanan keluarga adalah elemen utama dalam menghadapi kerentanan terhadap guncangan dari luar, baik guncangan kecil, sedang maupun besar. Pandemi Covid-19 yang melanda dunia sejak Januari 2020 adalah guncangan besar yang dalam waktu singkat mengubah dunia ke arah kerusakan: kematian, kehancuran ekonomi, kepanikan dan kekacauan. Lockdown diterapkan di mana-mana di seluruh dunia yang menghasilkan dua dampak : mengurangi jumlah orang terinfeksi namun di sisi sebaliknya semakin memperparah kerusakan ekonomi dan sosial. WHO menyarankan dunia menerapkan New Normal, kondisi di nama kehidupan dijalankan seperti sediakala namun dengan cara yang berbeda. Berhasil atau tidak berhasilnya New Normal bergantung pada seberapa lenting ketahanan keluarga beradaptasi menghadapi guncangan besar.
Peran Perempuan Suku Dani bagi Ketahanan Keluarga dalam Budaya Patriarki Willius Kogoya
Jurnal Lemhannas RI Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55960/jlri.v9i1.376

Abstract

Perempuan Suku Dani selain berperan sebagai istri yang harus tunduk sepenuhnya kepada suami, tetapi juga sebagai ibu yang bertanggung jawab membesarkan dan mendidik anak-anaknya, bahkan menjadi penopang ekonomi keluarga. Artikel ini bertujuan untuk menyingkap peran perempuan Dani bagi ketahanan keluarga di tengah sistem budaya patriarki, dimana perempuan yang kerap mengalami penindasan fisik, psikhis dan mental, ternyata memiliki peran yang menentukan keberlangsungan sebuah keluarga. Perempuan Suku Dani menghabiskan seluruh hidupnya untuk mengabdi kepada suami dan anak-anak, sedangkan laki-laki memegang kontrol penuh dalam keluarga dan masyarakat. Dalam masa pandemi Covid-19 perempuan Suku Dani semakin nampak perannya dalam menjaga ketahanan keluarga. Ketika penghasilan suaminya tidak mencukupi atau bahkan kehilangan mata pencaharian sebagai dampak dari pandemi, perempuan tampil sebagai pahlawan dengan menjadi tulang punggung perekonomian keluarga. Untuk mengungkap permasalahan tersebut, digunakan penelitian fenomenologi dengan pendekatan kualitatif dengan mengambil 11 orang sampel yang terdiri dari 4 perempuan Dani dalam budaya asli, dan 5 perempuan Dani dalam budaya campuran, dan 2 perempuan Dani dalam budaya modern. Melalui penelitian ini ditemukan fenomena perempuan Suku Dani di tengah budaya patriarki, dengan laki-laki sebagai pemegang kekuasaan yang seakan- akan tidak terbantahkan oleh perempuan. Penindasan terhadap perempuan sering terjadi, namun perempuan Dani tetap mempertahankan perannya dalam keutuhan dan keharmonisan keluarga.
Gangguan Mental Emosional pada Pelajar SMP di Bekasi pada Masa Pandemi Covid-19 dan Potensial Dampaknya terhadap Ketahanan Keluarga Tri Suratmi; Mery Indrawati; Zarfiel Tafal
Jurnal Lemhannas RI Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55960/jlri.v9i1.377

Abstract

Pendemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak bulan April tahun 2020, mengkondisikan Pemerintah menetapkan kebijakan pembelajaran dalam jaringan (daring) pada semua jenjang pendidikan. Adaptasi budaya baru belajar di rumah tanpa kehadiran guru secara fisik, bagi siswa sekolah menengah pertama (SMP) yang memasuki usia remaja, menjadi tantangan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengkaji faktor penentu yang menyebabkan gangguan mental emosional (GME) pada remaja SMP di masa pandemi Covid-19, dan potensial dampaknya terhadap ketahanan nasional bidang sosial budaya. Penelitian dilakukan pada pelajar SMP di Bekasi pada bulan Mei - Agustus 2020, dengan pendekatan kuantitatif dan kualitataif, menggunakan rancangan cross sectional. Sampel sebesar 95 siswa diambil secara purposive, GME diukur menggunakan instrument strength and difficulties questionaire (SDQ). Analisis data diskriptif dengan person chi square dan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan 40 % siswa mengalami GME. Variabel yang dominan menyebabkan GME adalah pola asuh dari orang tua. GME yang tidak tertangani potensial berdampak pada ketahanan keluarga bidang sosial budaya, diantaranya perilaku bullying dan intoleransi.
Ketahanan Nasional Sektor Ekonomi Perdagangan: Pendekatan Gravity Model Approach M. Fikri Himmawan; Ahmad Rizki Sridadi; Rossanto Dwi Handoyo
Jurnal Lemhannas RI Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55960/jlri.v9i1.378

Abstract

Problematika yang dihadapi negara Indonesia adalah dimana tren pertumbuhan impor Indonesia lebih besar daripada ekspor Indonesia. Hal ini terbukti bahwa hingga tahun 2018, jumlah nilai ekpor mencakup Migas-NonMigas mencapai $180.012,7 sedangkan nilai Impor Migas-NonMigas lebih tinggi sebesar $188.711,2 terdapat selisih sebesar $8.699 dalam satuan Juta US$, dalam kondisi tersebut, dikhawatirkan akan terjadi defisit neraca perdagangan. studi ini mencoba menganalisis ketahanan dari sektor ekonomi perdagangan secara internasional dengan model gravitasi. Metode penelitian pada studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan regresi panel menggunakan teknik pengambilan sample purposive sampling dengan kriteria khusus pada negara mitra dagang Indonesia yang tergabung dalam ASEAN+3 yaitu negara Thailand, Vietnam, Malaysia, Singapore, dan Philippines selama tahun 2010 - 2018. Dengan variabel dependennya adalah total impor alat transportasi ringan dan besar, kemudian variabel independennya adalah gross domestic product harga konstan negara Indonesia, gross domestic product harga konstan negara mitra dagang, jarak, dan investasi asing langsung. Hasil dari penelitian ini variabel independen berdampak signifikan secara simultan dengan variabel dependen, dan secara parsial variabel jarak tidak berdampak secara signifikan. Salah satu alternatif ketahanan nasional sektor ekonomi perdagangan adalah dengan menciptakan ekosistem arus penanaman modal asing yang ramah secara kebijakan sehingga dapat mengurangi ketergantungan impor di negara Indonesia dengan negara mitra dagang.
Pembangunan Sistem Hukum Indonesia Berdasarkan Nilai-Nilai Pancasila Sebagai Ideologi Politik Bangsa Aristo Evandy A.Barlian; Annisa D. Permata Herista
Jurnal Lemhannas RI Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55960/jlri.v9i1.379

Abstract

Indonesia adalah masyarakat majemuk atau pluralistik yang meliputi ragam kesadaran baik pribadi maupun kelompok. Dalam perkembangan sistem hukum di Indonesia yang menjadi bagian penting adalah dari budaya dan kesadaran masyarakat sangat berpengaruh dalam pembangunan. Persamaan yang ada harus digunakan untuk merumuskan suatu kesatuan hukum, meskipun banyak budaya yang berbeda di Indonesia tetapi setiap kebijakan harus berdasarkan kostitusi dan ideologi negara Indonesia. Tujuan penelitian ini akan memperjelas bahwa kebijakan yang berlaku saat ini masih belum mencerminkan nilai-nilai Pancasila dan terkesan liberalisme. Metodologi Kajian ini akan menjelaskan nilai-nilai Pancasila dan budaya dalam perkembangan peraturan perundang-undangan yang mempengaruhi perkembangan lainnya, yang dapat diulas secara komprehensif dalam tulisan ini. Hasil penelitian ini akan menjelaskan perlunya pengembangan sistem hukum yang sistemik dan berkesinambungan dengan karakter bangsa Indonesia yaitu pembangunan perundang-undangan berdasarkan Pancasila. Kesimpulan penulisan ini bahwa Pancasila merupakan landasan filosofis bagi pembentukan negara kesatuan Indonesia, oleh karena itu untuk perwujudan persatuan bangsa dalam menegakkan hukum nasional di Indonesia harus berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai norma tertinggi.
Memberantas Prostitusi Online pada Masa Pandemi Covid-19 Melalui Sosialisasi Hukum Perspektif Teori Keadilan Bermartabat Ellora Sukardi; Debora Pasaribu; Graceyana Jennifer; Vanessa Xavieree Kaliye
Jurnal Lemhannas RI Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55960/jlri.v9i1.380

Abstract

Covid-19 tidak mengurangi penyakit masyarakat, yaitu prostitusi. Pelaku (Pekerja Seks Komersial, Muncikari, Pengguna) memanfaatkan teknologi internet, media online untuk bertransaksi dan bertemu nantinya. Pasalnya, Prositusi Online adalah cara pelaku bertahan hidup di masa Covid-19, sekalipun prostitusi telah melanggar protokol kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis relevansi antara prostitusi online dan pemberantasan Covid-19, serta menghasilkan suatu rekomendasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif analitis dengan pendekatan hukum normatif, dimana Peneliti juga menggunakan data sekunder dan pendekatan peraturan perundang-undangan untuk mengambil suatu kesimpulan secara deduktif. Hasil penelitiannya ialah prostitusi online memang hanya menggunakan media online, whatsapp, facebook, instagram untuk perantara bertransaksi, namun tetap berujung pada suatu pertemuan dan kegiatan prostitusi secara langsung. Pada masa Covid-19 kegiatan amoral tersebut rentan dengan penularan penyakit kelamin dan penularan Covid-19 secara signifikan. Cara memberantasnya tidak cukup dengan memberikan pelatihan keterampilan, atau bimbingan moral, namun juga perlu sosialisasi hukum dan akibat hukum, baik dari denda dengan nominal yang besar maupun penjara dalam rentang waktu tertentu. Oleh sebab itu, sejatinya sosialisasi hukum adalah cara memanusiakan manusia (nge wong ke wong) sebagai tujuan dari teori hukum keadilan bermartabat, sebab dengan sosialisasi hukum maka pelaku akan memiliki budaya hukum yang lebih baik dan enggan untuk melakukan prostitusi.
Konstruksi Pertahanan dan Keamanan Negara terhadap Perlindungan Data dalam Cyberspace untuk Menghadapi Pola Kebiasaan Baru Muhammad Irfan Hilmy; Rama Halim Nur Azmi
Jurnal Lemhannas RI Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55960/jlri.v9i1.381

Abstract

Pandemi COVID-19 saat ini telah meningkatkan interaksi di dunia maya (cyberspace) terutama dalam arus data dikarenakan adanya pola kebiasaan baru yakni pekerjaan dan pembelajaran dilaksanakan secara daring. Tingginya intensitas interaksi di cybperspace berkorelasi lurus dengan tingginya angka serangan siber. Menurut data dari BSSN dalam rentang Januari hingga April 2020, serangan siber di Indonesia mencapai angka 80 juta. Tanpa adanya perlindungan yang jelas maka serangan tersebut dapat mengancam keamanan dan pertahanan negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika pertahanan dan keamanan cyberspace Indonesia dan mengkonstruksikan konsep pertahanan dan keamanan negara dalam cyberspace. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konsep. Kesimpulan dari tulisan ini adalah dengan adanya peningkatan aktivitas dalam dunia mayantara yang berkenaan dengan perlindungan data sehingga perlindungan khusus terkait data dan tentunya mengancam kedaulatan negara oleh karenanya dalam rangka mengupayakan usaha pertahanan dan keamanan negara di cyberspace selain diperlukan undang-undang yang secara khusus mengatur terkait hal tersebut juga diperlukan adanya perjanjian timbal balik antara Indonesia dengan Negara lain untuk mengatasi serangan-serangan siber yang pelakunya berada di negara lain. Instrumen tersebut diperlukan untuk menciptakan langkah persuasif dan diplomatis untuk memperkuat hubungan kedua negara sehingga membuka ruang kedamaian bagi kawasan maupun global.

Page 1 of 2 | Total Record : 15