cover
Contact Name
Indhra Musthofa
Contact Email
indhra.musthofa@unisma.ac.id
Phone
+628563449283
Journal Mail Official
indhra.musthofa@unisma.ac.id
Editorial Address
Jl. Mayjend Haryono 193 MALANG 65144, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Vicratina : Jurnal Ilmiah Keagamaan
ISSN : 2087068X     EISSN : 2087068X     DOI : 10.33474
Core Subject : Education,
Vicratina : Jurnal Ilmiah Keagamaan adalah Jurnal Keagamaan Islam yang berfokus pada Hasil Penelitian tentang Pendidikan Islam
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2016)" : 6 Documents clear
ANALISIS DAMPAK SERTIFIKASI DALAM JABATAN TERHADAP KINERJA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI KABUPATEN MALANG Maskuri Bakri
VICRATINA Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Vicratina : Jurnal Ilmiah Keagamaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.515 KB)

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk melihat sistem pelaksanaan sertifikasiguru dalam jabatan Guru Pendidikan Agama Islam di Kabupaten Malang,kinerja Guru Pendidikan Agama Islam di Kabupaten Malang, dan melihathubungan yang positif dan signifikan antara sertifikasi terhadap kinerjaguru Pendidikan Agama Islam di Kabupaten Malang. Metode penelitianyang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan sertifikasiterhadap kinerja guru yaitu sebesar 0,772 atau 77,2%. Sedangkan sisanya22,8% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam model ini.Perubahan berdasarkan perhitungan diperoleh a = 84,641 dan b = 0,988bertanda positif, berarti jika variabel X bertambah 1, maka rata-ratavariabel Y bertambah 85,44.Kata Kunci: Dampak, Sertifikasi, Kinerja Guru Pendidikan Agama Islam
OPTIMIZATION OF SCOUTING EDUCATION IN IMPROVING STUDENT LIFE LEADERSHIP PGSD KANJURUHAN UNIVERSITY OF MALANG Yulianti dan Muslim
VICRATINA Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Vicratina : Jurnal Ilmiah Keagamaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.988 KB)

Abstract

Abstract       Development of a national character in school is done through activities eksrakurikuler that one of them is scouting, in line with the strategic plan for 2009-2014 is more emphasis on the implementation of the main functions of the Scout Movement as an Institute of Education Kader Nations. But in actual use in school there are several obstacles, among other things because of the voluntary nature of scouting was followed only a handful of students, or if there are schools which require these activities, the results are not too maximum, meaning that only a large quantity alone.      This study used a qualitative approach with case study design was observational relating to the activities of Student Creativity Unit (UKM) scout Racana Kanjuruhan Malang. Data collection techniques are: (1) in-depth interviews (2) of participant observation and (3) study the documentation. Research shows that in order to internalize moral values of students to the curriculum in 2013 scouts become one charge ektrakurikuler mandatory for students, then Master SD / MI should have knowledge about education scouts before they become a scoutmaster in elementary school (SD), (2) Education College Scouting in servicing the creativity of the students in developing their talents and interests for status as a student, that student participation is not just a voluntary no necessity PGSD students to follow or be actively involved in SME Scouts. SME cooperation with branch quarter Scout Scout Malang through Scouting Education Orientation (OPP) Basic and Advanced Course (KMD) can motivate students in following the Boy Scouts PGSD well. Keywords: SMEs Scout, Scoutmaster, Student PGSD, Education Scouting
MODEL PEMBELAJARAN TERPADU BERBASIS PERMAINAN KOTAK JARING LABA-LABA UNTUK MENINGKATKAN KESIAPAN BELAJAR CALISTUNG ANAK USIA DINI PADA KELOMPOK BERMAIN PARAMADINA SIDOKERTO MOJOWARNO KABUPATEN JOMBANG Rofiatul Hosna
VICRATINA Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Vicratina : Jurnal Ilmiah Keagamaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.347 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menghasilkan model pembelajaran berbasis permainan untuk meningkatkan kesiapan belajar membaca, menulis, dan berhitung sesuai dengan karakteristik dan tugas perkembangan anak. Pengembangan model ini menggunakan metode Research and Development (R&D), yang disederhanakan dalam tiga tahap, yaitu: (1) studi pendahuluan, (2) pengembangan model, dan (3) Uji validasi model. Hasil penelitian : (1) Pembelajaran membaca, menulis, dan berhitung pada anak usia dini yang dilaksanakan selama ini dilakukan secara konvensional dan menggunakan pendekatan akademik, yakni menekankan kegiatan latihan tertulis secara individual. (2) Model yang dihasilkan adalah Model Pembelajaran Terpadu Berbasis Permainan Kotak Jaring Laba-laba (PT-PKJL), tahapannya terdiri atas : kegiatan awal, yakni menciptakan kondisi belajar kondusif, apersepsi dan do’a bersama, kegiatan inti, yakni  bermain, pemberian bimbingan, reinforcement, serta kegiatan akhir, yakni refleksi, kesimpulan,cerita bersambung, dan do’a bersama. (3) Model PT-PKJL telah terbukti secara signifikan lebih efektif meningkatkan kesiapan belajar membaca, menulis, dan berhitung anak usia dini dibandingkan dengan model pembelajaran yang selama ini digunakan. Kelebihan model PT-PKJL antara lain:  (1) mudah dilakukan, berlangsung alami, (2) mempermudah perencanaan, dan (3) dapat memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar. Kelemahannya antara lain: (1) kesulitan menentukan tema yang sesuai dengan tugas perkembangan anak, (2) evaluasi autentik dan portofolio memerlukan tenaga, waktu dan peralatan yang rumit, (3) menimbulkan kesan bahwa anak-anak hanya diajak bermain.Temuan penelitian menunjukkan bahwa model PT-PKJL relevan dengan karakteristik anak, dapat diterapkan dalam proses pembelajaran, dan memiliki tingkat keefektifan yang signifikan dalam membantu anak mencapai kesiapan belajar membaca, menulis, dan berhitung. Kata Kunci: Model Pembelajaran Terpadu, Kesiapan Belajar, dan Kelompok  Bermain.
PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MULTIKULTURAL (Suatu Prinsip-prinsip Pengembangan) Rosichin Mansur
VICRATINA Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Vicratina : Jurnal Ilmiah Keagamaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.647 KB)

Abstract

Abstrak Kurikulum, suatu program yang direncanaan dan dilaksanakan untuk mencapai tujuan pendidikan. Kurikulum menjadi salah satu parameter keberhasilan dan kualitas pendidikan. Kurikulum akan selalu berkembang, dan mengikuti perkembangan jaman dan masyarakat. Oleh karena itu suatu lembaga pendidikan yang merupakan bagian dari masyarakat harus selalu melihat perkembangan masyarakat sebagai sumber belajar dijadikan salah satu bahan pertimbangan dalam penyusunan pengembangan kurikulum lembaganya atau institusinya. Tanpa menggunkan pertimbangan perkembangan kehidupan masyarakat sebagai pengalaman sosial dan kultural yang beragam dalam menyusun pengembangan kurikulum PAI Multikutural, maka suatu lembaga pendidikan akan kesulitan dalam membangun lembaganya dan meningkatkan kualitas pendidikan. Selain melihat perkembangan jaman dan masyarakat dalam pengembangan kurikulum PAI Multikultural, harus melihat prinsip-prinsip pengembangan kurikulum. Prinsip-prinsip pengembangan itu menjadi landasan dalam pengembangan kurikulum sehingga kurikulum tidak mengalami bias dan menghasilkan kurikulum yang komprehensif. Kata Kunci : Pengembangan, Kurikulum PAI, Multikultural
PERUBAHAN SOSIAL DALAM PRAKTEK POLIGAMI DI INDONESIA PERSPEKTIF ANALISIS TEORI FAKTOR INDEPENDEN NEIL J. SMELSER Ach. Faisol
VICRATINA Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Vicratina : Jurnal Ilmiah Keagamaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.39 KB)

Abstract

Abstrak Poligami adalah masalah kemanusiaan yang tua sekali. Hampir seluruh bangsa di dunia, sejak zaman dahulu kala tidak asing dengan poligami. Di dunia Barat, kebanyakan orang benci dan menentang poligami. Sebagian besar bangsa-bangsa di Barat menganggap bahwa poligami adalah hasil dari perbuatan cabul dan oleh karenanya dianggap sebagai tindakan yang tidak bermoral. Akan tetapi kenyataan menunjukan lain, Hendrik II, Hendrik IV, Lodeewijk XV, Rechlieu, dan Napoleon I adalah contoh orang-orang besar Eropa yang berpoligami secara ilegal. Bahkan, pendeta-pendeta Nasrani yang telah bersumpah tidak akan kawin selama hidupnya, tanpa perasaan malu melalukan kebiasaan memelihara istri-istri gelap dengan izin sederhana dari uskup atau kepala gereja mereka. Kebiasaan poligami yang dilakukan oleh raja-raja yang melambangkan ketuhanan sehingga banyak orang yang menganggapnya sebagai perbuatan suci. Orang Hindu melakukan poligami secara meluas, begitu juga orang Babilonia, Siria, dan Persi, mereka tidak mengadakan pembatasan mengenai jumlah wanita yang dikawini oleh seorang laki-laki. Seorang Brahma berkasta tinggi, boleh mengawini wanita sebanyak yang ia suka. Di kalangan bangsa Israil, poligami telah berjalan sejak sebelum zaman nabi Musa a.s. yang kemudian menjadi adat kebiasaan yang dilanjutkan tanpa ada batasan istri Kata Kunci : Perubahan Sosial, Poligami, Teori Faktor Independent
KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN: ANALISIS GENDER DALAM TAOISME ISLAM Muhammad Husni
VICRATINA Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Vicratina : Jurnal Ilmiah Keagamaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.757 KB)

Abstract

Abstract Violence against women occurs in different fields of life. Violence is a product of patriarchal culture which does not only effect social realm, but also religious realm. Religion has been one of the sources of justification for fiolance against women. Through a gender analysis, the roots of violence against women can be found. In this context, Islamic Taoism argues that negative masculine characters of human beings are the very roots of violence against women. Thus, Islamic Taoism proposes that equal relations can be maintained if man and woman could control the negative masculine characters within themselves.

Page 1 of 1 | Total Record : 6