cover
Contact Name
Lidia Susanti
Contact Email
jurnalstipakmalang@gmail.com
Phone
+6283834939393
Journal Mail Official
jurnalstipakmalang@gmail.com
Editorial Address
Jl. Janti Barat Blok A No. 47 Malang, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan
ISSN : -     EISSN : 26212110     DOI : 10.32490
Aim and Scope DIDAKTIKOS adalah: Pendidikan Agama Kristen di Sekolah Pendidikan Agama Kristen di Gereja Manajemen Pendidikan Kristiani Pendidikan Kristen dan Media Pembelajaran Pendidikan Kristiani dan Evaluasi Belajar
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025" : 7 Documents clear
Pendidikan Agama Kristen Sebagai Evangelisasi di Era Postmodern Berdasarkan Injil Matius 28: 19-20. Santoso, Dwi; Usmany , Janneman
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : STIPAK Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32490/didaktik.v8i2.253

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi peran Pendidikan Agama Kristen sebagai evangelisasi berdasarkan Matius 28:19-20. Seperti diketahui bahwa Pendidikan Agama Kristen (PAK) seringkali hanya dipandang sebagai mata pelajaran formal yang berfokus pada transfer pengetahuan teologis, tanpa menyentuh aspek transformasi spiritual dan penginjilan. Di sisi lain, tantangan globalisasi, pluralisme agama, dan sekularisasi semakin mengaburkan peran PAK sebagai sarana evangelisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa PAK dapat menjadi sarana yang efektif untuk menyampaikan kabar baik (Injil), membimbing peserta didik dalam pertumbuhan iman mereka, serta membentuk karakter kristiani yang sesuai dengan nilai-nilai Kerajaan Allah. Metode penelitian yang dpakai adalah metode kualitatif melalui studi pustaka dan analisa teks Alkitab, dan Amanat Agung dari Tuhan Yesus dalam Matius 28:19-20 sebagai sarana evangelisasi. Hasil penelaahan menunjukkan bahwa PAK bukan hanya sebagai sarana transfer pengetahuan teologis, tetapi juga bisa menjadi sarana untuk mengabarkan kabar baik, membimbing peserta didik mengalami pertumbuhan iman, memiliki karakter kristiani dan memotivasi mereka untuk terlibat aktif dalam misi penginjilan. Dengan demikian, Pendidikan Agama Kristen menjadi sarana yang relevan dan kontekstual dalam mewujudkan panggilan gereja untuk menjadikan semua bangsa murid Kristus secara relevan.
Penerapan Metode TGT Untuk Membangun Kepedulian Sosial Generasi Alpha Melalui Pembinaan Kristiani Pora, Yuniati; Santosa, Santosa; Kasiati, Rima Indah
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : STIPAK Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32490/didaktik.v8i2.260

Abstract

Teknologi digital telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan generasi Alpha. Fenomena yang terjadi generasi Alpha cenderung beraktivitas menggunakan gadget dan kurang bersosialisasi, sehingga berpotensi tergerusnya karakter kepedulian sosial. Fokus utama dalam penelitian ini mengkaji penggunaan metode Teams Games Tournament (TGT) dalam praktik pembinaan kerohanian Kristiani di Panti Asuhan "Diakonia" Bawen guna meningkatkan karakter kepedulian sosial generasi Alpha. Melalui pendekatan pendidikan non formal dan metode TGT, diharapkan anak-anak mampu meningkatkan kepedulian sosial dalam hal: sikap empati, tolong-menolong, memberi dukungan atau memotivasi, dan respek pada orang lain dan teman sebaya. Penelitian menggunakan metode Classroom Action Research selama dua siklus, dengan observasi dan penilaian rubrik sebagai instrumen pengukuran. Hasil penelitian pelaksanaan siklus I diperoleh nilai rata-rata sebesar 5,75 atau pada ketegori Mulai Berkembang, kemudian pada siklus II meningkat menjadi 8,32 kategori Mulai Berkembang. Dari hasil temuan di atas, disimpulkan bahwa penerapan metode TGT yang digunakan dalam proses pembelajaran pembinaan kerohanian Kristiani dapat meningkatkan karakter kepedulian sosial generasi Alpha. Oleh sebab itu maka penting pendidik atau pembina terus menerus meningkatkan kualitas pembelajaran secara kreatif, inovatif, sesuai karakteristik generasi Alpha.  
Pengaruh Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi Terhadap Kompetensi Guru Pendidikan Agama Kristen Ngindra, Dede Bethesda; Ikawati , Susane
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : STIPAK Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32490/didaktik.v8i2.276

Abstract

Pendidikan di Indonesia menempati peringkat rendah secara global, demikianlah hasil yang ditunjukan dari tes PISA dan laporan Learning Curve. Pandemi COVID-19 memperparah situasi tersebut melalui learning loss. Pemerintah merespon keadaan ini dengan mengembangkan Kurikulum Merdeka.  Yang menjadi fokus dari Kurikulum Merdeka adalah mengembangkan karakter dari para siswa dan pembelajaran berdiferensiasi untuk memenuhi kebutuhan individu. Implementasi pembelajaran berdiferensiasi, seperti yang diterapkan di SD Kristen Charis, bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dan hasil belajar siswa, diharapkan dapat meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan prestasi akademik mereka. Di dalam implementasinya, Kurikulum Merdeka memiliki beberapa fokus dan Pembelajaran Berdiferensiasi adalah salah satunya. Tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa, sehingga guru perlu memahami konsep pembelajaran yang berpihak pada siswa dan dapat menerapkannya di setiap pembelajaran yang dilakukan. Hal ini mendorong peneliti melakukan penelitian untuk melihat adanya pengaruh dalam implementasi pembelajaran berdiferensiasi terhadap kompetensi guru. Penelitian ini diharapkan akan berpengaruh dalam kemajuan kompetensi guru khususnya di lingkungan SD Kristen Charis, serta untuk melihat adanya perbandingan kualitas yang diinginkan setelah melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode survei. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner pada responden yang adalah siswa kelas 3 SD Kristen Charis. Dalam proses pengelolaan data, peneliti menggunakan uji instrumen, uji asumsi klasik, uji hipotesa, uji regresi linear sederhana, dan uji t. Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan bahwa pengaruh implementasi pembelajaran berdiferensiasi terhadap kompetensi guru adalah sebesar 64%, sedangkan 36% dipengaruhi oleh variabel lain. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan hubungan yang kuat antara implementasi pembelajaran berdiferensiasi dengan kompetensi guru Pendidikan Agama Kristen di SD Kristen Charis. Merujuk pada hasil penelitian, disarankan agar guru di SD Kristen Charis menggunakan strategi ini sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kompetensi.
Efektifitas Pembelajaran Jarak Jauh Pada Sekolah Tinggi Teologi Injili di Indonesia : Suatu Studi Kepustakaan Sulistyoadi, Didik; Andayani, Ester Lusy
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : STIPAK Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32490/didaktik.v8i2.277

Abstract

Perkembangan Teknologi Informasi (IT) telah membawa dampak besar terhadap duniaPendidikan. Inovasi Pendidikan sebagai dampak dari perkembangan itu salah satunya terwujud melalui model Pembelajaran Jarak Jauh (model Daring). Model ini telah berkembang menjadi salah satu alternatif model pembelajaran yang dianggap paling efisien sekarang ini. Beberapa lembaga Pendidikan Tinggi Teologi Injili telah mengadopsi model ini, dan sebagian lagi mungkin masih melakukan kajian untuk memastikan efektifitasnya dalam mewujudkan tujuan Pendidikan lembaga mereka. Penelitian ini dilakukan untuk melakukan uji teoritis terhadap efektifitas Pembelajaran Jarak Jauh yang diterapkan di Pendidikan Tinggi Teologi yang Injili. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode literatur research ditemukan bahwa Pembelajaran Jarak Jauh yang dilaksanakan di Sekolah Tinggi Teologi yang Injili berjalan efektif secara parsial, sehingga perlu adanya beberapa modifikasi misalnya menerapkan model blended learning, mentoring online, simulasi kreatif, membentuk komunitas virtual, dan mengembangkan kurikulum adaptif.
Pengaruh Pendidikan Agama Kristen (PAK) Dalam Keluarga Terhadap Kecerdasan Emosional Anak Adolfina, Adolfina; Listio, Siani
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : STIPAK Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32490/didaktik.v8i2.280

Abstract

Anak tumbuh dan berkembang dalam keluarga sehingga keluarga memberikan peran yang penting dalam pendidikan tak terkecuali Pendidikan agama. Pendidikan agama yang dimulai dari keluarga membantu dalam membentuk pandangan anak tentang membangun relasi mereka dengan orang lain, dunia, dan nilai-nilai hidup. Ketika anak menerima pendidikan agama dalam keluarga secara teratur maka diharapkan mereka akan punya tingkat kecerdasan emosional yang bertumbuh secara optimal. Pendidikan agama Kristen dapat memotivasi anak-anak untuk merenungkan dan menginternalisasi nilai-nilai spiritual, yang kemudian memberi mereka arahan tentang cara merespons situasi emosiona. Tujuan dari penelitan ini adalah untuk menganalisis bagaimana pengaruh pendidikan agama Kristen dalam keluarga terhadap kecerdasan emosional siswa di SD Kristen Bala Keselamatan Palu, khususnya pada siswa kelas 4. Keluarga merupakan lingkungan yang memiliki dampak penting di mana anak tumbuh, berkembang, dan mendapatkan pendidikan, termasuk pendidikan agama Kristen (PAK). Penelitian ini mempergunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survey yang memakai angket atau kuisioner sebagai bahan analisis pengaruh PAK dalam keluarga terhadap kecerdasan emosional siswa kelas 4 di SD Kristen Bala Keselamatan Palu. Kecerdasan emosional, terutama pada usia sekolah dasar, menjadi penting dalam membentuk kemampuan anak karena hal ini menjadi dasar penting seorang anak untuk belajar menyesuaikan diri secara sosial dan meningkatkan prestasi akademiknya. Data diperoleh dari 53 siswa kelas 4 beserta wali mereka, dengan variabel independen yaitu PAK dalam keluarga dan variabel dependen yaitu kecerdasan emosional siswa. PAK tidak hanya berfokus pada pengajaran nilai-nilai kekristenan saja, tetapi juga memberikan dampak pada perkembangan emosional anak, seperti empati, pengendalian diri, dan kemampuan membangun hubungan sosial yang sehat.
Revitalisasi Gambar Diri Generasi Z sebagai Strategi Pencegahan Burnout dalam Perspektif 1 Raja-raja 19:1-4 Supiyani, Supiyani; D.P Mumu, Noldy; Farani Manesat, Babtista
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : STIPAK Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32490/didaktik.v8i2.294

Abstract

Fenomena burnout pada Generasi Z semakin meningkat seiring pesatnya perkembangan teknologi, tekanan akademik, ekspektasi sosial, setra krisis identitas yang muncul dalam konteks era digital. Generasi ini dikenal sebagai kelompok yang adaptif terhadap teknologi namun rentan terhadap kelelahan mental akibat pola hidup instan, pertandingan sosial melalui media digital, dan hanya daya tahan emosional. Penelitian ini bertujuan menganalisis revitalisasi gambar diri sebagai strategi pencegahan burnout bagi Generasi Z dalam mempersiapkan kepemimpinan yang sehat di era digital. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi, kepustakaan dan wawancara, penelitian ini mengeksplorasi pengalaman burnout, dinamika psikologis pengaruh media sosial, serta faktor internal-eksternal yang memengaruhi self-image generasi Z. Hasil penelitian menunjukkan bahwa burnout dipicu oleh pola aktivitas berulang, tekanan akademik, lingkungan pertemanan, penggunaan tekonologi yang tidak sehat, serta distorsi gambar diri. Tinjauan biblika melalui narasi Elia dalam 1 Raja-raja 19:1-4 memberikan pemahaman bahwa pemulihan gambar diri membutuhkan intervensi spiritual yang holistik. Revitalisasi gambar diri melalui penguatan spiritualitas, aktivitas positif, pengembangan talenta, komunitas suportif, serta kesadaran identitas Kristiani terbukti menjadi strategi efektif dalam mencegah burnout. Temuan ini menegaskan bahwa gambar diri kepemimpinan di era digital merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter kepemimpinan Generasi Z yang resilien, adaptif, dan berintegritas dalam menghadapi tantangan era digital.
Membangun Keluarga Bermisi: Integrasi Pendidikan Agama Kristen Dan Praktik Misi Dalam Kehidupan Sehari-Hari Sitepu, Elisabeth; Purdaryanto, Samuel; Hasugian, Johanes Waldes; Munthe, Sharon Salsalina G; Butar Butar, Rudy
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : STIPAK Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32490/didaktik.v8i2.295

Abstract

Pelayanan misi merupakan tugas semua orang percaya, namun tidak semua mampu melaksanakannya karena keterbatasan pemahaman teologis dan kurangnya keterampilan praktis. Keluarga sebagai lembaga pertama dan utama dalam pendidikan atau pewarisan iman Kristen memiliki potensi besar untuk menjadi ruang pembentukan spiritualitas misi ataupun orientasi hidup bermisi. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana integrasi Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam kehidupan keluarga dapat membangun keluarga yang bermisi serta mendorong praktik misi dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kajian literatur melalui analisis tematik terhadap buku, artikel jurnal, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi PAK dalam keluarga dapat memperkuat identitas rohani, membentuk karakter Kristus, dan menumbuhkan kepekaan misi sejak dini melalui praktik ritus keluarga, keteladanan orang tua, pemuridan internal, serta keterlibatan anak dalam tindakan pelayanan sederhana. Konsistensi penerapan nilai iman dalam keluarga terbukti menjadi faktor kunci dalam menumbuhkan semangat misi yang berkelanjutan. Selain itu, kolaborasi antara keluarga dan gereja, peningkatan kapasitas orang tua sebagai pendidik iman, serta dukungan kurikulum PAK yang aplikatif sangat menentukan efektivitas praktik misi keluarga. Temuan ini juga menegaskan pentingnya pembinaan berkelanjutan yang melibatkan gereja dan komunitas Kristen sebagai mitra dalam memperkuat spiritualitas misi keluarga. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa keluarga merupakan unit strategis dalam menanamkan spiritualitas misi dan menjadi gerakan awal dalam memperluas pengaruh Injil melalui kehidupan sehari-hari

Page 1 of 1 | Total Record : 7