cover
Contact Name
Nurman Hidaya
Contact Email
bchs@borneo.ac.id
Phone
+6282378768648
Journal Mail Official
bchs@borneo.ac.id
Editorial Address
Jl. Amal Lama No. 1, Kelurahan Pantai Amal, Kecamatan Tarakan Timur, , Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara
Location
Kota tarakan,
Kalimantan utara
INDONESIA
Borneo Community Health Sevice Journal
ISSN : -     EISSN : 28076621     DOI : https://doi.org/10.35334/neotyce.v1i1
Borneo Community Health Sevice Journal, yang merupakan jurnal multidisiplin bidang kesehatan yang berfokus pada hasil karya pengabdian masyarakat dibidang kesehatan yang meliputi : Keperawatan, kebidanan, kedokteran, kesehatan masyarakat, psikologi, gizi dan bidang kesehatan yang lain.
Articles 13 Documents
Search results for , issue "SPECIAL EDITION" : 13 Documents clear
PEMANFAATAN MEDIA TANAM AKUAPONIK SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PROGRAM KKN TEMATIK MBKM UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN DI WILAYAH JUATA LAUT KOTA TARAKAN Munira, Munira; Yasin, Nur Azizah; Andriani, Rika; Lilit, Sona Wanda; Hardyantoro, Vicko Tri; Khairani, Zulfa Rahmalia; Gusriani, Gusriani; Octamelia, Mega; Wahyuni, Etty; Khaerunnisa, Khaerunnisa; Rahman, Fathur
Borneo Community Health Service Journal SPECIAL EDITION
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v3i3.4717

Abstract

Stunting menjadi salah satu permasalahan utama di tengah masyarakat karena angka kejadian stunting yang tinggi hingga saat ini. Stunting diketahui sebagai keadaan gagal tumbuh pada anak karena kurangnya asupan gizi kronis atau dalam jangka waktu yang lama. Hal ini umumnya disebabkan asupan gizi makanan tidak sesuai dengan kebutuhan gizi anak, dari 5 (lima) Kabupaten dan Kota di Kalimantan Utara yang terdiri dari Nunukan menjadi daerah dengan angka stunting tertinggi sebesar 30%, sedangkan Tarakan 25,9%. Kegiatan Pengabdian Sukses Akuaponik sebagai program wajib KKN Tematik MBKM Universitas Kalimantan Tarakan Tahun 2023, dilaksanakan di daerah Juata Laut Tarakan. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah memberikan edukasi mengenai metode tanam akuaponik, edukasi budidaya yang dapat dilakukan, pencetakan media pembuatan akuaponik, serta mendemonstraikan proses budidaya. Budidaya pada media Akuaponik yang dilakukan adalah dengan mengkombinasikan kangkung dan lele. Tanaman kangkung merupakan jenis sayuran daun yang banyak digemari oleh masyarakat untuk dikonsumsi.Tanaman kangkung dan Ikan Lele, keduanya memiliki kandungan gizi yang cukup banyak sehingga dapat menjadi penyedia gizi yang baik bagi masyarakat. Aquaponik adalah sistem pertanian berkelanjutan yang sudah lama berkembang di Indonesia dan merupakan jenis urban farming yang sedang tren, yang menggabungkan antara hidroponik dengan akuakultur. Program Success Aquaponik ini diharapkan dapat terus berlanjut dan dapat membantu penurunan kasus Stunting di Daerah Juata Laut, dan dapat membuat orang ingin membangun atau membuat Aquaponik sendiri untuk bantuan pangan mandiri dan juga membantu berbagai pihak dalam Penurunan Stunting. Kata Kunci: Akuaponik, gizi, stunting
PROGRAM COMMUNITY CHALLENGE ATASI STUNTING BAGI BADUTA, ANAK YANG BERESIKO STUNTING, IBU HAMIL & IBU MENYUSUI Yuthika, Nur Saupa; Ayu Lestari Putri, Andini; Soleha, Nurfatima; Regita Cahyani, Risky; Julia Palimbunga, Shelty; Gusriani, Gusriani; Imaculata Ose, Maria; Astuti Sugiyatmi, Tri; Yuniarsy Hartika, Andi
Borneo Community Health Service Journal SPECIAL EDITION
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v3i3.4873

Abstract

Program Community Challenge sebagai suatu program percepatan penurunan stunting dengan memberdayakan kader, bidan dan tokoh masyarakat. Community Challenge merupakan suatu program lomba yang dirancang sebagai salah satu upaya penurunan stunting dengan fokus kegiatan perancangan menu makanan seimbang sesuai dengan isi piringku untuk Baduta, Ibu Menyusui Dan Anak Yang Beresiko Stunting. Tujuan pelaksanaan program ini diharapkan bisa menurunkan angka prevalensi stunting dan mencegah terjadinya stunting dengan berbasis pemberdayaan masyarakat setempat dalam mengolah menu dan menyajikan makanan dengan kandungan gizi seimbang sesuai dengan isi piringku. Metode: Dilaksanakan di Kabupaten Tana Tidung oleh tim dari Universitas Borneo Tarakan. Diadakan selama sebulan yakni 9 Oktober-7 November 2023 dengan menggunakan metode sosialisasi. Melakukan focus group discussion (FGD) dengan sasaran Bidan, Kader Posyandu, Keluarga Yang Memiliki Baduta, Anak Yang Beresiko Stunting, Dan Ibu Menyusui. Sasaran diberikan sosialisasi dan edukasi terkait bagaimana mengolah bahan makanan yang bergizi dan seimbang sesuai dengan isi piringku yang dapat memanfaatkan bahan pangan lokal. Hasil: Dengan adanya sosialisasi serta edukasi dan lomba dari program Community Challenge bisa membantu para sasaran dalam mengolah bahan makanan yang bergizi dan seimbang. Kesimpulan: Kegiatan lomba program Community Challenge ini dapat menjadi salah satu alternatif dalam mendukung program pemerintah untuk mempercepat penurunan stunting di wilayah Kabupaten Tana Tidung yang turut melibatkan sasaran. 
PENINGKATAN KAPASITAS TIM PENDAMPING KELUARGA (TPK) MELALUI PROGRAM SUCCESS KALTARA DI DESA TIDENG PALE KABUPATEN TANA TIDUNG Gusriani, Gusriani; Hartika, Andi Yuniarsy; Umami, Nurrahmi; Alfianur, Alfianur; Retnowati, Yuni; Padlilah, Rahmi
Borneo Community Health Service Journal SPECIAL EDITION
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v3i3.5366

Abstract

The Capacity Building Program for Tim Pendamping Keluarga (TPK) in Tideng Pale Village, Tana Tidung Regency, was conducted from September 5-8, 2023, as part of the Success Kaltara initiative to reduce stunting rates. The program aimed to enhance TPK's knowledge and skills in early stunting detection, anthropometric measurement, and balanced nutrition education. Methods included initial coordination with relevant parties, administrative preparation, training implementation using presentations, demonstrations, simulations, and interactive activities, as well as activity evaluation and documentation. The program results showed significant improvements in participants' knowledge and skills. Pre and post questionnaire evaluations indicated an increase in knowledge from 60% to 90% in early stunting detection, anthropometric measurement skills from 55% to 85%, and understanding of balanced nutrition from 50% to 80%. Documentation of training results and follow-up plans ensured the program's sustainability. Challenges such as limited access and network issues were addressed with appropriate strategies, including selecting easily accessible locations and support from related partners

Page 2 of 2 | Total Record : 13