cover
Contact Name
Nia Ekawati
Contact Email
niaekawati@poltektedc.ac.id
Phone
+6285220258385
Journal Mail Official
uppm@poltektedc.ac.id
Editorial Address
UPPM Politeknik TEDC Bandung Jl. Pesantren KM 2 Cibabat Cimahi Utara Cimahi 40513 Jawa Barat - Indonesia
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
Tedc
Published by Politeknik TEDC
ISSN : 19780060     EISSN : 2776723X     DOI : -
Jurnal Ilmiah TEDC merupakan Jurnal Ilmiah Berkala yang diterbitkan oleh Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik TEDC. Jurnal Ilmiah TEDC mempublikasikan artikel ilmiah berupa hasil penelitian, gagasan, dan kosepsi dalam ilmu pendidikan, ilmu pengetahuan, teknologi, seni, ekonomi dan bisnis maupun bidang-bidang ilmu lainnya. Jurnal Ilmiah TEDC berisis artikel ilmiah dari kalangan akademisi Politeknik TEDC maupun dari luar Politeknik TEDC.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 3 (2014): Jurnal TEDC" : 12 Documents clear
KESTABILAN KETINGGIAN LEVEL AIR PADA BEJANA PENAMPUNG MENGGUNAKAN ANFIS (ADAPTIVE NEURO-FUZZY INFERENCE SYSTEMS) BERBASIS ARDUINO Budi Setiadi
Jurnal TEDC Vol 8 No 3 (2014): Jurnal TEDC
Publisher : UPPM Politeknik TEDC Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.256 KB)

Abstract

Konsep bejana penampung air sama halnya seperti bendungan pada sebuah pembangki listrik tenaga air. Dimana ketinggian air harus stabil di level tertentu (set point). Pada penelitian ini dibuat sebuah prototipe sistem bejana penampung yang dapat menjaga kestabilan level air, pada saat bejana di aliri aliran air terus menerus. Adapun sistem kontrolnya menggunakan algoritma ANFIS yang ditanam di mikrokontroler ArduinoUNO. Sebagai parameter masukan ANFIS untuk menjaga kestabilan level air dengan batasan ketinggian yang ditentukan (set point) digunakan sensor ultrasonik (jenis PING). Sedangkan parameter keluarannya menggunakan katup yang terhubung dengan motor servo. Motor servo berfungsi untuk membuka-menutup katup air sehingga dapat mengatur intesitas air pada bejana agar ketinggian air dapat disesuaikan dengan set point. Dengan menggunakan ANFIS sistem akan bersifat adaptif dan ketinggian air pada bejana dapat dikendalikan sesuai batasan standar pengukuran serta menghasilkan respon dan tingkat keakuratan sangat baik. Kata kunci : ANFIS, Ultrasonik, Servo, PWM, dan Ketinggian Air
METODE PELAYANAN YANG TEPAT DALAM PERTUMBUHAN IMAN MAHASISWA KRISTEN DI POLITEKNIK TEDC BANDUNG Asmat Purba
Jurnal TEDC Vol 8 No 3 (2014): Jurnal TEDC
Publisher : UPPM Politeknik TEDC Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.481 KB)

Abstract

Metode bukanlah tujuan, metode hanya sebagai strategi menyampaikan pesan penting supaya pendengar dapat mengerti pesan yang disampaikan. Dalam pengajaran-Nya, Tuhan Yesus selalu menggunakan metode dalam mengajar, Ia menggunakan metode-metode yang bervariasi tergantung situasi dan kondisi yang dihadapi. Penggunaan metode yang tepat dapat mencapai hasil yang maksimal dan sebaliknya tanpa metode yang tepat, hasil tidak tercapai. Metode yang tepat merupakan alat yang mampu menyampaikan pesan. Jika metode yang tepat digunakan dalam berkhotbah, pemuridan dan kegiatan lainnya dalam persekutuan mahasiswa Kristen, maka hasilnya dapat menumbuhkan iman mahasiswa. “Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus” (Roma 10:17). Kata kunci : Metode, Pertumbuhan Iman Mahasiswa.
PENGUKURAN FIBER OPTIK MENGGUNAKAN PHOTON KINETICS 2400 OPTICAL GEOMETRY SYSTEM M. Farid Susanto
Jurnal TEDC Vol 8 No 3 (2014): Jurnal TEDC
Publisher : UPPM Politeknik TEDC Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.613 KB)

Abstract

Kabel fiber optik merupakan kabel jaringan yang dapat mentransmisi cahaya. Dibandingkan dengan jenis kabel lainnya, fiber optik memiliki jangkauan yang lebih jauh dari 550 meter sampai seribu kilometer,dan tahan terhadap interferensi elektromagnetik. Fiber optik memiliki beberapa parameter penting yang nantinya akan dilakukan pengukuran untuk menentukan kualitas dari fiber optik tersebut. Metode pengukuran fiber optik berkembang secara bertahap. Dimulai dari metode pengukuran daya optik, metode OTDR (Optical Time Domain Reflectometer), metode multiplexing λ (mux λ), dan dalam pengukuran saat ini penulis menggunakan Photon Kinetics Optical Geometry System. Parameter yang dapat diukur dengan alat ini adalah diameter core, diameter cladding, non- circularity core, non-circularity cladding, concentricity of clad to core. Hasil pengukuran parameter-parameter ini akan dibandingkan dengan standar dari perusahaan, untuk menentukan apakah fiber optik tersebut layak untuk digunakan. Kata kunci : fiber optik, cahaya, non-circularity core, non-circularity cladding, concentricity of clad to core.
RANCANG BANGUN PENGENDALI OTOMATIS PADA MESIN OIL SEPARATOR BERBASIS PLC Eva Damayanti
Jurnal TEDC Vol 8 No 3 (2014): Jurnal TEDC
Publisher : UPPM Politeknik TEDC Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.88 KB)

Abstract

Dengan adanya perkembangan teknologi yang semakin maju motor tidak lepas dari kehidupan manusia terutama dalam bidang industri dan otomotif. Motor tidak lepas dari aktivitas manusia dalam menggerakan atau menjalankan segala sesuatu, akan tetapi hal tersebut dibutuhkan suatu teknik pengontrolan yang tepat untuk mengendalikan kecepatan motor DC. Salah satu metode yang digunakan untuk mengendalikan kecepatan adalah dengan metode yang digunakan untuk mengendalikan motor DC adalah dengan metode PWM yaitu dengan mengatur lebar pulsa. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengatur tegangan pada motor DC dengan metode PWM menggunakan PLC OMRON CP1E NA20DT-D sehingga dihasilkan nilai kecepatan berdasarkan nilai duty cycle yang dimasukan. Prinsip metode ini menggunakan konsep switch ON/OF yang mengatur lama waktu pemberian tegangan konstan pada motor DC dalam periode yang tetap. Kecepatan putar diatur dengan menentukan perbandingan lebar pulsa diatur dengan menentukan perbandingan lebar pulsa tinggi dan pulsa rendah dalam frekuensi yang tetap. Pengaturan lebar pulsa ini dilakukan dengan intruksi PWM yang ada pada PLC OMRON CP1E NA20DT-D dengan mengatur lebar off dutycycle pada sinyal PWM yang dihasilkan oleh PLC. Kata kunci : Pulse Width Modulated, Programmable Logic Controller, Motor Direct Current.
ANALISIS PERFORMANCE MULTICAST ROUTING Tri Herdiawan Apandi
Jurnal TEDC Vol 8 No 3 (2014): Jurnal TEDC
Publisher : UPPM Politeknik TEDC Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.087 KB)

Abstract

Multicast routing protokol adalah untuk menentukan jalur terpendek dari sumber (pengirim) ke tujuan. Trafik multicast yang harus dijalankan setidaknya dua klien, yang pertukaran datagram antara satu sama lain. Parameter yang diperoleh trafik multicast adalah jumlah totol paket, packet of drop rate, dan persentase link utilization. DVRMP lebih baik untuk jaringan yang lebih kecil dibandingkan PIM SM namun mengamati bahwa kebutuhan DVRMP flooding frequently dan karenanya dapat menyebabkan masalah scaling. PIM SM menunjukkan drop paket sangat kurang dan stabil terhadap variasi bandwidth link dan perubahan topologi. Bahkan sulit untuk memutus Rendezvous point. Kata kunci : PIM, DVMRP dan Multicast
PENGUKURAN ENERGI LISTRIK TIDAK LANGSUNG MENGGUNAKAN KWH METER DAN KVARH METER Dwi Asmono
Jurnal TEDC Vol 8 No 3 (2014): Jurnal TEDC
Publisher : UPPM Politeknik TEDC Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.885 KB)

Abstract

Pada pembebanan di bidang ketenagalistrikan terdapat tiga katagori beban, yakni beban resistif, induktif dan kapasitif. Sifat induktif dan kapasitif membentuk sudut fasa baik induktif/ mengikuti (lagging) maupun kapasitif/ mendahului (leading). Dari ketiga katagori beban listrik, selanjutnya terdapat tiga macam daya, yakni daya semu (S), daya aktif (P) dan daya reaktif (Q). Daya semu (S) adalah daya jumlah secara vector antara daya aktif (P) dan daya reaktif (Q). Energi listrik aktif adalah perkalian daya aktif (P) dengan waktu (t) dalam satuan kWh dan alat ukurnya bernama kWh meter. Energi listrik reaktif adalah perkalian antara tegangan listrik, arus listrik dan waktu dengan satuan kVArh dan alat ukurnya kVArh meter. Pada penulisan ini bertujuan melihat perilaku/ pengaruh beban listrik dari tiga katagori penunjukan kWh meter dan kVArh meter. Pengukuran yang dilakukan adalah pengukuran energi listrik tidak langsung, sehingga meter tidak disambung langsung dengan beban, melainkan melalui trafo arus/ current transformer (CT), seningga hasil ukurnya harus dikalikan dengan kelipatan sesuai perbandingan trafo arusnya. Pengujian dilakukan dengan memberikan beban resistf, induktif dan kapasitif secara bergantian sebagai beban, kemudian diamati putaran piringan kWh meter dan kVArh meter. Dari pengamatan putaran piringan tersebut dilakukan perhitungan energi sesuai dengan konstata meter, juga membaca besarnya energi yang ditunjukkan oleh meter, hasil ukur terdapat perbedaan, hal ini disebabkan adanya kelas alat ukur. Pada beban resistif, kWh meter menunjuk dan kVArh meter tidak menunjuk, pada beban induktif, kWh meter menunjuk dan kVArh meter menunjuk dan pada beban kapasitif, kWh meter tidak menunjuk, kVArh meter menunjuk. Kata kunci : Energi listrik, Daya, KWH meter, KVAr meter
Analisa Nilai dan Risiko TI pada BRI Menggunakan ISO 31000 Tri Herdiawan Apandi
Jurnal TEDC Vol 8 No 3 (2014): Jurnal TEDC
Publisher : UPPM Politeknik TEDC Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.538 KB)

Abstract

Bank BRI berhasil meningkatan Laba menjadi 16,67 Trilun pada bulan desember 2011, atau peningkatan laba sebesar 8,99 Triliun dari tahun 2010. Meningkatkan nilai teknologi informasi dalam rangka untuk memberikan kepuasan pada nasabah, salah satu cara Bank BRI untuk meningkatkan laba. Akan tetapi menggunakan teknologi infomasi bukan tanpa risiko, karena bank merupakan industri yang highly regulated dan harus dijalankan secara hati-hati (prudent). Dengan berkembangnya kompleksitas aktivitas bisnis dan operasional BRI, maka risiko yang dihadapi juga semakin besar. Ancaman yang muncul dari dan terhadap kegiatan operasional dapat dipicu oleh berbagai faktor baik internal maupun eksternal terutama risiko yang dihadapi dalam peningkatan dalam pemanfaatan teknologi informasi. Pada tulisan ini akan dibahas mengenai manajemen risiko TI pada Bank BRI menggunakan ISO 31000. Kata kunci: Bank BRI, nilai TI, risiko, ISO 31000 Kata kunci : Bank BRI, the IT value, risk, ISO 31000
POTENSI BIOBRIKET BERBAHAN BAKU BLOTONG DINILAI DARI NILAI KALOR, WAKTU NYALA, DAN WAKTU PEMBAKARAN Andy Chandra
Jurnal TEDC Vol 8 No 3 (2014): Jurnal TEDC
Publisher : UPPM Politeknik TEDC Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.197 KB)

Abstract

Kesadaran dalam eksplorasi bahan bakar baru yang dapat diperbaharui telah membawa perkembangan teknologi sampai pada pemanfaatan biomassa. Salah satu biomassa yang memiliki potensi sebagai sumber bahan bakar alternatif adalah blotong hasil limbah pabrik gula. Limbah ini diproduksi dalam jumlah yang sangat banyak dan belum dimanfaatkan secara maksimal. Sebelum digunakan sebagai bahan bakar, blotong perlu diolah menjadi briket (biobriket) agar memiliki kemampuan sebagai bahan bakar rumah tangga dan industri yang lebih baik. Tujuan dari penelitian ini adalah meneliti potensi pembuatan biobriket berbahan baku blotong dinilai dari nilai kalor, waktu nyala, dan waktu pembakaran. Metode yang dilakukan dalam pembuatan biobriket ini dilakukan dengan variasi alur cara kerja pada saat penambahan perekat dan pirolisis, temperatur pirolisis, rasio penambahan perekat, serta waktu pengeringan. Selain itu dilakukan pula variasi tekanan yang dilakukan pada rentang 27,5 kg/cm2 sampai dengan 37,5 kg/cm2 . Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah metode pembuatan biobriket mempengaruhi waktu nyala, waktu pembakaran, kalor, dan kekuatan mekanis biobriket. Sedangkan tekanan pencetakan hanya mempengaruhi waktu nyala, waktu pembakaran, dan kekuatan mekanis biobriket. Semakin rendah temperatur pirolisis, semakin banyak jumlah arang yang diperoleh, semakin singkat waktu penyalaan dan waktu pembakaran biobriket, dan semakin rendah nilai kalor yang dihasilkan dari pembakaran biobriket. Temperatur pirolisis juga mempengaruhi kuat tekan dari biobriket yang dihasilkan. Semakin banyak tetes tebu yang digunakan, semakin besar kekuatan tekan biobriket (biobriket semakin kompak), waktu nyala akan semakin cepat, waktu pembakaran akan semakin lama. Jenis perekat tetes tebu memiliki nilai kalor yang lebih besar dibandingkan dengan jenis perekat lem kanji. Jenis perekat lem kanji (sampel II) memiliki massa beban maksimum yang lebih besar dibandingkan dengan jenis perekat tetes tebu (sampel I). Kata Kunci : biomassa, biobriket, blotong, pirolisis, tetes tebu
DISTRIBUSI SPASIAL SPESIES SIMPATRIK LALAT BUAH (B.CARAMBOLAE DAN B.PAPAYAE) DI DAERAH JAWA BARAT, INDONESIA Hida Arliani Nur Anisa
Jurnal TEDC Vol 8 No 3 (2014): Jurnal TEDC
Publisher : UPPM Politeknik TEDC Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.578 KB)

Abstract

Informasi distribusi spasial lalat buah sangat diperlukan dalam program pengendalian populasi lalat buah sebagai dasar untuk melakukan estimasi populasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi spasial lalat buah B.carambolae dan B.papayae pada pertanaman cabai merah di Cirebon dan area sekitar pertanaman jeruk di Lembang. Distribusi lalat buah hasil koleksi dari perangkap beratraktan ME di kedua daerah tersebut dianalisis menggunakan indeks dispersi Morisita. Analisis otokorelasi spasial dilakukan untuk melihat hubungan antar titik-titik pemasangan perangkap dengan menginterpretasikan nilai indeks Moran yang dilanjutkan dengan uji signifikansi yang didasarkan pada p-value untuk tingkat keberartian 5%. Nilai indeks Moran pun dipergunakan untuk mengetahui ekspresi suatu pola penyebaran dalam suatu area tertentu.Hasil analisis menggunakan indeks dispersi Morisitamemperlihatkan pola dispersi mengelompok untuk B.papayaedan pola dispersi seragam yang cenderung mengelompok untuk B.carambolaedi daerah Cirebon. Analisis pola dispersi menggunakan indeks dispersi Morisita di Lembang menunjukkan pola dispersi mengelompok baik untuk B.papayae maupun B.carambolae Hasil analisis otokorelasi spasial pola dispersi lalat buah B.carambolae berdasarkan nilai indeks Moran memperlihatkan pola dispersi mengelompok (nilai indeks Moran mendekati +1) sedangkan untuk B.papayae menunjukkan pola dispersi menyebar (nilai indeks Moran mendekati -1) dengan otokorelasi positif signifikan ( I > -0,11, p-value < 0,05) hanya pada titik-titik perangkap yang letaknya berdekatan yakni 0-20 m untuk B.papayae dan 0-20 m serta 30-40 m untuk B.carambolae. Kata kunci : B.carambolae, B.papayae, indeks Moran, indeks dispersi Morisita, otokorelasi spasial, pola dispersi
PERANCANGAN INSTALASI DAN SIMULASI SISTEM MONITORING PENGENDALIAN BAHAN BAKAR MINYAK BERDASARKAN DATA RFID Vitrasia .
Jurnal TEDC Vol 8 No 3 (2014): Jurnal TEDC
Publisher : UPPM Politeknik TEDC Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (810.592 KB)

Abstract

smart fuel controller unit adalah sebuah sistem otomatis yang digunakan untuk mengidentifikasi pengisian bahan bakar setiap kendaraan di setiap stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dengan memanfaatkan teknologi nirkabel yang akan mentransfer data pengisian bahan bakar dari setiap kendaraan. Permukaan lobang tangki bahan bakar setiap kendaraan akan dipasang RFID tag berbentuk lingkaran yang sesuai dengan standar permukaan lobang tangki, RFID berisi data identitas kendaraan seperti nomor, jenis kendaraan, kendaraan pribadi, kendaraan umum, kendaraan milik pemerintah, dan lain-lain. demikian juga nozzle pompa bahan bakar di SPBU dilengkapi dengan RFID Reader dan disebut sebagai Reader Nozzle (NR) yang dapat membaca RFID tag menggunakan teknologi contactless untuk jarak kurang dari 20 cm. Bila sebuah kendaraan yang telah dilengkapi RFID tag mengisi BBM maka NR akan membaca ID kendaraan tersebut . ID kendaraan dan data pengisian BBM seperti jenis BBM, jumlah liter yang dikeluarkan oleh SPBU, Jenis BBM subsidi atau non subsidi dan lain-lain akan dikirim dari NR ke Wireless Gateway Terminal (WGT) dan selanjutnya ditransmisikan ke sistem database di SPBU tersebut sebagai data masukan untuk pihak manajemen pusat. Sistem monitoring dan pengendalian BBM yang digunakan pada setiap SPBU dilengkapi dengan perangkat pendukung dan jaringan internet di area tersebut sehingga setiap transaksi yang dilakukan di SPBU secara online dapat diakses dan dimonitor oleh pusat guna mengendalikan BBM bersubsidi agar tepat sasaran, Perangkat utama yang digunakan diantaranya SFCU, 3G Router Dual Simcard, Server Lokal, UPS, PC Lokal, Nozzle Reader, RF ID, HMI, MWGT, dan Printer. Kata kunci : SPBU, RFID, Nozzle Reader, MWGT, HMI, Router

Page 1 of 2 | Total Record : 12