cover
Contact Name
Guardian Y. Sanjaya
Contact Email
jisph@ugm.ac.id
Phone
+62274-549432
Journal Mail Official
jisph@ugm.ac.id
Editorial Address
Minat SIMKES, R.213 Ged.IKM lt2 Sayap Barat Fakultas Kedokteran UGM Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Information Systems for Public Health
ISSN : 20892683     EISSN : 20892675     DOI : https://doi.org/10.22146/jisph.71292
Core Subject : Health, Science,
Focus and Scope Journal of Information System for Public Health is an open access journal publishing manuscripts related to health information systems, such as: Governance and Leadership • Geographic Information Systems for health performance monitoring • Diseases surveillance system • Health Information Dashboard • National strategic of health information systems • Health information management • Adoption and assimilation of information technology in healthcare services and organizations. • Electronic data security Health Care Delivery • IT innovations in health care services • Standardization of electronic health records • Clinical information systems and clinical decision support systems (quality of care and patient safety) • Telemedicine • Nursing information systems • Radiology information systems • Laboratory information systems Human Resource Development, Innovation and Research • Competencies for information systems education and health informatics • Software and hardware development in healthcare sector • Integration and interoperability of health information systems • Knowledge discovery and data mining Health Financing • Health insurance information systems Medical supply and vaccines • Supply chain management systems • Pharmacy information systems mHealth • m-Health for personal health monitoring and consumer health • m-Health for health care services and health promotion • m-Health for public health surveillance Below is the type of manuscript that will be published: • Original research • Systematic review • Study protocol • Technical advance article • Software article • Case report
Articles 145 Documents
Platform WEB Based District Health Information System Versi 2 (DHIS2) dalam Pembuatan Disease Registry pradea wulandari
Jurnal Sistem Informasi Kesehatan Masyarakat Vol 7, No 3 (2022)
Publisher : Minat Sistem Informasi Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jisph.71322

Abstract

Background: The development of information systems in Indonesia is now increasingly sophisticated and fast. One of the health information systems used in Indonesia and used as a data warehouse is DHIS2 (District Health Information System Version 2). The purpose of the DHIS2 version was to utilize modern technology with an independent web-based platform and database that facilitates efficient and effective management of national data and as a DHIS2 data warehouse it can be used to create an online-based disease registry form. At the hospital Dr. Sardjito, the disease registry form has not used an electronic form. So this study aims to collaborate between the Dr. Sardjito central general hospital and FKKMK UGM to create a disease registry form, which consists of a COVID-19 form in children, epilepsy form and cancer form, web-based using DHIS2.Methods: This type of research is action research (AR). This research was conducted at Dr. Sardjito Hospital, Jalan. Health No. 1 Sekip Sinduadi, Sleman Regency, Yogyakarta Special Region in 2021. This study uses secondary data obtained from Dr.Sardjito Hospital. Secondary data analysis is done by collecting data sources, creating files to import data into DHIS2 and creating visualizations and dashboards on DHIS2.Results: Compile data elements, option sets and indicators for the disease registry in the DHIS2 application. Create a registry form for cancer, COVID-19 in children and epilepsy in the DHIS2 application. Perform dual language metadata translation, namely English to Indonesian for the disease registry package. Display disease registry visualizations and dashboards and create disease registry packages to register epilepsy, covid-19 in children and cancer and the disease registry package has been published.Conclusions: Provide a form on DHIS2 for disease registration, provide a disease registration package in two languages, display visualizations and dashboards available on the DHIS2 application
Desain Formulir Elektronik Assessment Terapi Pada Sistem Informasi Smartclinic Di Klinik Nima Medical And Rehabilitation Center Kotagede Syarah Mazaya Fitriana
Jurnal Sistem Informasi Kesehatan Masyarakat Vol 7, No 3 (2022)
Publisher : Minat Sistem Informasi Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jisph.71611

Abstract

Latar belakang: Rekam medis elektronik merupakan sistem informasi Kesehatan terkomputerisasi yang berisi data sosial dan data medis pasien, serta dapat dilengkapi dengan sistem pendukung keputusan. Kllinik Nima Medical and Rehabilitation Center Kotagede untuk saat ini masih dalam tahap pengembangan untuk pelaksanaan rekam medis elektronik dalam waktu dekat, akan tetapi masih ada beberapa kekurangan dalam pengembangannya, salah satu kekurangan tersebut adalah belum adanya desain formulir assessment terapi wiacara anak dan terapi okupasi anak. Berdasarkan hal tersebut perlu adanya desain formulir elektronik assessment terapi wicara anak dan terapi okupasi anak untuk mendukung terlaksananya rekam medis elektronik di klinik Nima Medical And Rehabilitation Center Kotagede. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kebutuhan data yang diperlukan untuk rancangan, menghasilkan   rancangan desain user interface formulir elektronik assessment terapi wiacara anak dan terapi okupasi anak serta uji coba desain tersebut di Klinik Nima Medical and Rehabilitation Center Kotagede.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Objek penelitian adalah formulir assessment terapi wicara dan terapi okupasi konvensional, subjek penelitian yaitu perekam medis, terapis wicara anak dan okupasi terapi serta dokter spesialis anak, Metode yang digunakan dalam perancangan ini yaitu menggunakan metode User Centered Design (UCD).Hasil: Hasil perancangan desain ini terdiri dari identifikasi kebutuhan data, rancangan use case diagaram dan user interface yang terdiri dari menu/dashboard, pelayanan, dan formulir assessment terapi wicara anak dan terapi okupasi anak.Kesimpulan: Rancangan desain di uji coba oleh responden sebanyak satu kali dan Rancangan user interface telah disetujui oleh pengguna serta mendapat umpan balik berupa usulan-usulan perbaikan dari pengguna..
Kajian Kegunaan Dan Kelayakan Konsep Sistem Rekam Medis Elektronik (Rme) Sebagai Portofolio Pendidikan Profesi Kedokteran Dini Prasetyawati
Jurnal Sistem Informasi Kesehatan Masyarakat Vol 7, No 3 (2022)
Publisher : Minat Sistem Informasi Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jisph.72386

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Adanya peningkatan transisi penggunaan rekam medis konvensional yang berbasis kertas menjadi rekam medis elektronik sebagai salah satu solusi untuk peningkatan kualitas dan keselamatan dalam penanganan pasien di fasilitas kesehatan. Sebagai bagian dari roadmap kegiatan pengembangan dan pemanfaatan Big Data dan untuk mendukung kegiatan pendidikan profesi kedokteran di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FKKMK UGM), maka dikembangkan suatu konsep rekam medis elektronik untuk dokter muda yang juga diharapkan dapat digunakan sebagai portofolio selama dokter muda menjalani masa pendidikan profesi di FKKMK UGM.Metode: Merupakan penelitian mixed-methods yang dilakukan kepada 18 orang dokter muda yang sedang menjalani koasistensi di Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKKMK UGM. Secara kuantitatif menggunakan Post-Study System Usability (PSSUQ) Versi 3 yang terdiri dari 16 pertanyaan, dinilai dengan skala Likert 7 poin. Focus Group Discussion (FGD) dan wawancara mendalam dilakukan untuk penilaian secara kualitatif.Hasil: Dari hasil skor rata-rata PSSUQ Versi 3, aspek kepuasan keseluruhan terhadap sistem (mean 5,45 SD 0,46), kegunaan sistem (mean 5,60, SD 0,17), kualitas informasi (mean 5,28, SD 0,60) dan kualitas antarmuka (mean 5,46, SD 0,66). Artinya dokter muda merasa cukup puas dengan konsep sistem RME yang sedang dikembangkan. Hasil FGD dan wawancara mendalam menunjukkan bahwa sistem RME ini layak dan dapat digunakan dalam kegiatan koasistensi di rumah sakitKesimpulan: Konsep sistem RME dan fitur-fitur yang tersedia didalamnya dinilai sudah cukup baik dan layak digunakan untuk mendukung kegiatan pendidikan profesi kedokteran sebagai portofolio dokter muda.Kata kunci: rekam medis elektronik, post-study system usability, usability evaluation, feasibility evaluation, pendidikan profesi kedokteran ABSTRACTBackground: The transition from paper-based medical record to electronic medical record (EMR) as one of the method to improve the quality and safety of patient care in medical facilities has increased. In an educational scope, as a part of the roadmap for the development and utilization activities of Big Data in Faculty of Medicine, Public Health and Nursing Universitas Gadjah Mada and to support medical education in Academic Health System, we developing an EMR system concept for medical students as a medical education portfolio.Methods: This is a mixed-methods study with 18 medical students who are currently on a clerkship at the Department of Child Health, Faculty of Medicine, Public Health and Nursing Universitas Gadjah Mada as respondents. A quantitative assesment using Post-Study System Usability (PSSUQ) Version 3 which consists of 16 questions, assessed with a 7-point Likert scale. Focus Group Discussion (FGD) and in-depth interviews were conducted for a qualitative assessment.Results: The mean score of PSSUQ Version 3 are quite high for the aspect of overall satisfaction with the system (mean 5.45 SD 0.46), system usefulness mean (5,60, SD 0,17), information quality (mean 5,28, SD 0,60) and interface quality (mean 5,46, SD 0,66). It means the medical students are quite satisfied with the concept of EMR system that is being developed. The results of the FGD and in-depth interviews showed that the concept of EMR system was feasible and can be use in medical educationConclusions: The features and concept of RME system that are feasible and good enough can be use to support medical education as a medical education portfolio purpose.Keywords: electronic medical record, post-study system usability, usability evaluation, feasibility evaluation, medical education 
Solusi Deteksi Dini Resiko COVID 19 menggunakan Smart Watch Agustinus Verry Ricki
Jurnal Sistem Informasi Kesehatan Masyarakat Vol 7, No 3 (2022)
Publisher : Minat Sistem Informasi Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jisph.75738

Abstract

Solusi Deteksi Dini Resiko COVID 19 menggunakan Telemedicine dan juga Telehealth dengan kombinasi keduanya dipadu dengan teknologi Mobile Apps dan Web Apps menjadi Sarana didalam mengatasi Solusi Deteksi Dini Resiko COVID 19.
Mekanisme Sistem Elektronik Pengelolaan dan Pelaporan Data Vaksin COVID-19 di Rumah Sakit Gatoel Mojokerto Tahun 2022 Forman Novrindo Sidjabat
Jurnal Sistem Informasi Kesehatan Masyarakat Vol 7, No 3 (2022)
Publisher : Minat Sistem Informasi Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jisph.76168

Abstract

Latar belakang: Rumah sakit sebagai pelaksana vaksinasi harus melaporkan data kunjungan pasien vaksin untuk mengetahui capaian program vaksinasi baik berdasarkan jenis fasilitas penyelenggara kegiatan vaksinasi maupun wilayah daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme pengelolaan dan pelaporan data vaksin dengan sistem elektronik di Rumah Sakit Gatoel Mojokerto tahun 2022.Metode: Penelitian ini berjenis penelitian kualitatif dengan subjek dua petugas perekam medis dan informasi kesehatan. Informasi dikumpulkan dengan metode observasi nonpartisipatif dan wawancara mendalam.Hasil: Kegiatan pengelolaan dan pelaporan data vaksin COVID-19 di Rumah Sakit Gatoel Mojokerto mengintegrasikan tiga system yaitu SIMRS menghasilkan laporan harian vaksinasi untuk Direktur Rumah Sakit Gatoel Mojokerto, sistem primary care vaksinasi BPJS untuk klaim biaya vaksin dan pengadaan vaksin, sistem gayatri Kota Mojokerto untuk laporan pemantauan capaian program vaksinasi ke Dinkes Kota Mojokerto. Sistem informasi pengelolaan dan pelaporan data vaksin di Rumah Sakit Gatoel Mojokerto menerapkan model desentralisasi.Kesimpulan: Mekanisme kegiatan pengelolaan dan pelaporan data vaksin COVID-19 di Rumah Sakit Gatoel Mojokerto merupakan bentuk integrasi tiga sistem yaitu SIMRS, primary care vaksinasi BPJS, dan Sistem Gayatri dengan model desentralisasi.
Virtual Reality Tour Sebagai Media Promosi Dan Pembelajaran Alur Pelayanan Rumah Sakit Dewi, Tika Sari
Jurnal Sistem Informasi Kesehatan Masyarakat Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Divisi SIMKES, HPM, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jisph.72039

Abstract

Background: The Budi Rahayu Regional General Hospital Magelang is a hospital that has only been established for 2 years, so information technology is needed that supports promotion and provides information related to service flow. Virtual Reality Tour has been considered as a very effective technology that is useful as a media for promotion and learning related to hospitals which is more interesting because it provides a real/immersive and interactive experience to users.Methods: Using the Multimedia Development Life Cycle (MDLC) with 6 stages of multimedia development (concept, design, material collection, assembly, testing, distribution). Results: This research produces a website-based virtual reality tour. After that, user experience testing was carried out with benchmark results in the good category and positive impression values.Conclusion: Virtual reality tour can be used as a media for promotion and education of service flow in hospitals. The user experience in using virtual reality tours is that users feel they are in their original/immersive environment, can explore navigation freely so as to create interactive, practical learning, and create a feeling of security and comfort.Keywords: virtual reality tour, multimedia development life cycle, promotion of hospital service flow
Virtual Hospital Video 360 Sebagai Media Interaktif-Promotif di Rumah Sakit Pratama Kota Yogyakarta Fitriyah, Yuli
Jurnal Sistem Informasi Kesehatan Masyarakat Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Divisi SIMKES, HPM, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jisph.72042

Abstract

Latar belakang : Rumah sakit merupakan tempat pemberi pelayanan kesehatan bagi orang-orang yang mengalami penurunan kesehatan, kecelakaan atau masalah kesehatan lainnya. Rumah sakit pratama Yogyakarta memiliki visi mengedepankan keamanan dan keselamatan pasien dan petugas dalam memberikan pelayanan, meningkatkan sarana dan prasarana sesuai standar serta mewujudkan manajemen rumah sakit yang unggul dan berbudaya.Rumah sakit pratama memiliki lokasi yang cukup luas dan memiliki beberapa keunggulan yang mungkin belum diketahui masyarakat Yogyakarta. Untuk mendukung hal tersebut, diperlukan media pengenalan keunggulan pelayanan yang digunakan sebagai media interaktif dan promotive bagi rumah sakit pratama Yogyakarta.Metode: Metode pada kegiatan ini menggunakan metode pengembangan multimedia yaitu Multimedia Development Life Cycle (MDLC).Hasil: Virtual hospital berbasis video 360 ini dibuat dengan 6 tahapan sesuai dengan metodologi MDLC. Pada tahap concept, peneliti melakukan analisis kebutuhan terhadap topik yang akan dimunculkan dan diperlukan oleh rumah sakit pratama berikut tujuan dan sasaran pengguna video ini. Tahapan terpenting dalam proses MDLC ini adalah tahap design yaitu pembuatan storyboard sebagai dasar atau acuan dalam proses pembuatan virtual hospital berbasis video 360 dan kemudian dilakukan assembly dan testing. Untuk distribusi video ini akan didistribusikan melalui media youtube dan website rumah sakit pratama Yogyakarta.Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan telah berhasilnya pembuatan virtual hospital berbasis video 360 sebagai media alternatif penyampaian informasi layanan unggulan di rumah sakit pratama Yogyakarta. Dengan adanya media promotive-interaktif ini diharapkan dapat mendukung pelayanan sesuai dengan motto rumah sakit yaitu melayani dengan professional
Perancangan Model Dashboard Untuk Pelaporan dan Visualisasi Data Kesehatan Sebagai Sistem Monitoring di Dinas Kesehatan Gunungkidul Hizriansyah, Hizriansyah
Jurnal Sistem Informasi Kesehatan Masyarakat Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Divisi SIMKES, HPM, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jisph.72268

Abstract

Latar belakang: Penggunaan data menjadi sangat penting untuk monitoring dan mendukung proses pengambilan keputusan kesehatan masyarakat yang semakin kompleks. Data dimanfaatkan baik pada tingkat daerah, negara maupun global. Ada banyak data yang tersedia yang tidak benar-benar diterjemahkan kedalam lebih banyak program dan kebijakan berbasis bukti. Diperlukan keterampilan manajemen dan analisis data untuk mengubah data menjadi informasi dan pengetahuan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain tinjauan pustaka dari beberapa artikel dan pencarian situs web dashboard tentang visualisasi data kesehatan sebagai referensi perancangan model dashboard yang sederhana dan mudah dimenegeti. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan dengan menelaah dan menganalisis dataset penggunaan SIMPUS berbasis aplikasi smarthealth. Hasil: Tampilan di desain modular yang terdiri dari lima menu utama dan submenu yaitu laman utama, puskesmas, derajat kesehatan, upaya kesehatan dan SPM. Pada penelitian ini lebih fokus pada SPM. Tampilan modular dipilih untuk memudahkan penyajian data dan meminimalisir kesulitan dalam interpretasi data, dan juga untuk memastikan bahwa desain dapat diadopsi dan disesuaikan dengan kebutuhan organisasi kedepan. Kesimpulan: Memasukkan teknik reporting dashboard dan visualisasi data dasar di Puskesmas harus menjadi bagian dari upaya pengembangan kapasitas program dan pendekatan yang disengaja untuk memfasilitasi dalam memonitoring data sebagai upaya untuk mendorong pengambilan keputusan berbasis bukti.
Implementasi Rekam Medis Elektronik Berkontribusi pada Peningkatan Biaya Operasional di RSUP Surakarta Perwirani, Resia
Jurnal Sistem Informasi Kesehatan Masyarakat Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Divisi SIMKES, HPM, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jisph.72274

Abstract

Latar belakang: Rumah Sakit termotivasi mengimplementasikan RME karena adanya harapan manfaat yang didapatkan termasuk RSUP Surakarta yang mulai menerapkan RME di Unit Rawat Jalan sejak April 2022. Implementasi RME memerlukan analisis mendalam berkaitan dengan dampak positif maupun negatif yang mengiringinya, dalam hal ini terkait dengan biaya operasional yang dikeluarkan sebagai sarana evaluasi dan pembelajaran yang bermanfaat untuk bahan pengambilan keputusan strategis.Metode: Jenis penelitian bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif, peneliti menggambarkan biaya operasional sebelum dan sesudah implementasi RME, kemudian memperkaya analisis dengan data kualitatif. Penelitian dilaksanakan di RSUP Surakarta, dengan waktu pelaksanaan April - September 2022. Cara pengumpulan data melalui telaah dokumen dan wawancara. Objek dalam penelitian ini adalah data besaran biaya yang dianggarkan pada unit rekam medis dan unit rawat jalan untuk rencana belanja tahunan. Subjek dalam penelitian ini adalah para pemangku kepentingan serta para pengguna yang terkait implementasi RME.Hasil: Implementasi RME berkontribusi pada peningkatan biaya operasional di RSUP Surakarta dengan total sebesar 56%. Narasumber menganggap bahwa implementasi RME dapat menghemat penggunaan kertas. Temuan yang kontradiktif menunjukkan adanya lag-effect, yang dapat diartikan sebagai jeda waktu kemanfaatan implementasi teknologi dapat dirasakan. Strategi RSUP Surakarta dalam implementasi RME meliputi penggunaan OSS untuk penghematan biaya. Selain itu perencanaan pengembangan RME menjadi bagian tak terpisahkan dari Renstra Rumah Sakit, yang disusun dengan timeline waktu, sesuai kompleksitas rumah sakit. Kesimpulan: RSUP Surakarta belum menginisiasi penghitungan cost-effectiveness analysis. Peneliti merekomendasikan RS melaksanakan penghitungan dengan metode yang paling memungkinkan, untuk mengetahui efektivitas biaya dalam implementasi RME, sehingga dapat digunakan untuk bahan perencanaan pengembangan RME kedepan.Kata kunci: Rekam Medis Elektronik, Biaya Operasional, Analisis Efektivitas Biaya
Upaya Aksesibilitas Data Kesehatan Pasien Untuk Pemantauan Kesehatan Secara Mandiri: Interoperabilitas e-PHR Pradita, Riska
Jurnal Sistem Informasi Kesehatan Masyarakat Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Divisi SIMKES, HPM, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jisph.75976

Abstract

Latar belakang: Melalui kemudahan untuk dapat memelihara catatan pemeriksaan medisnya sendiri dan menentukan hak akses dalam memiliki data pribadi, maka pasien dapat memanfaatkan akses tersebut untuk meningkatkan kesehatan dan mengelola penyakitnya sendiri. Namun, saat ini masyarakat masih kesulitan dalam mengakses data kesehatannya. Data yang diambil dalam EHR hanya dapat diakses oleh fasilitas kesehatan, sedangkan pasien tidak memiliki akses bahkan terhadap data kesehatannya sendiri. Melalui PHR, pasien dapat mengakses hasil tes laboratorium dengan cepat, serta melihat riwayat pemeriksaan dan pengobatan. Dalam pelaksanaannya seringkali fasilitas kesehatan tidak membagikan data pasien mereka. Selain itu, catatan kesehatan biasanya disimpan dalam standar yang berbeda pada masing-masing fasilitas kesehatan, sehingga kesulitan untuk pertukaran catatan kesehatan antar fasilitas kesehatan. Padahal, idealnya berbagai layanan sistem informasi dapat saling bertukar data untuk memperoleh data pasien secara komprehensif dan longitudinal. Sejalan dengan hal tersebut, laboratorium SIMKES UGM mengembangkan aplikasi Nusacare, yaitu bentuk digitalisasi dari PHR yang bertujuan memantau kesehatan individu. Agar pengguna dapat mengakses data kesehatannya dari rekam kesehatan elektronik di fasilitas kesehatan maka diperlukan perancangan sistem interoperabilitas.Metode: Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan desain penelitian action research. Tahapan penelitian terbagi menjadi empat fase yakni (1) Diagnosing Action, (2) Planning Action, (3) Taking Action, dan (4) Evaluation. Cara pengumpulan data dengan metode wawancara mendalam, FGD, dan studi dokumen.Hasil: Tahap diagnosing dengan mengidentifikasi tantangan dalam hal teknis maupun non teknis, serta menganalisis kebutuhan pengguna terkait fitur, standar data dan interoperabilitas aplikasi e-PHR sesuai kebutuhan. Pada tahap planning melalui pemetaan dan gap analysis elemen data yang mengacu standar interoperabilitas HL7 FHIR R4 version menghasilkan profile sistem interoperabilitas yang diunggah dan divalidasi oleh platform Simplifier.net, serta berhasil diuji coba pada aplikasi PHR Nusacare. Pada tahap evaluasi, keseluruhan pengguna menyatakan sistem interoperabilitas bermanfaat terhadap kemudahan akses data kesehatan, membantu pasien dalam melakukan pemantauan kesehatan mandiri, serta mendukung kolaborasi internal organisasi, tetapi terkendala pada interoperabilitas ke organisasi external lainnya yang tidak saling membuka akses untuk interoperabilitas.Kesimpulan: Sistem interoperabilitas e-PHR dapat memberikan manfaat khususnya bagi pasien untuk memudahkan mengakses data kesehatannya dari rekam kesehatan elektronik di fasilitas kesehatan, dengan mendapatkan informasi kesehatan yang dibutuhkan akan membantu pasien dalam melakukan pemantauan kesehatan secara mandiri sehingga perawatan kesehatan pada pasien dapat berkesinambungan.

Page 11 of 15 | Total Record : 145