cover
Contact Name
Guardian Y. Sanjaya
Contact Email
jisph@ugm.ac.id
Phone
+62274-549432
Journal Mail Official
jisph@ugm.ac.id
Editorial Address
Minat SIMKES, R.213 Ged.IKM lt2 Sayap Barat Fakultas Kedokteran UGM Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Information Systems for Public Health
ISSN : 20892683     EISSN : 20892675     DOI : https://doi.org/10.22146/jisph.71292
Core Subject : Health, Science,
Focus and Scope Journal of Information System for Public Health is an open access journal publishing manuscripts related to health information systems, such as: Governance and Leadership • Geographic Information Systems for health performance monitoring • Diseases surveillance system • Health Information Dashboard • National strategic of health information systems • Health information management • Adoption and assimilation of information technology in healthcare services and organizations. • Electronic data security Health Care Delivery • IT innovations in health care services • Standardization of electronic health records • Clinical information systems and clinical decision support systems (quality of care and patient safety) • Telemedicine • Nursing information systems • Radiology information systems • Laboratory information systems Human Resource Development, Innovation and Research • Competencies for information systems education and health informatics • Software and hardware development in healthcare sector • Integration and interoperability of health information systems • Knowledge discovery and data mining Health Financing • Health insurance information systems Medical supply and vaccines • Supply chain management systems • Pharmacy information systems mHealth • m-Health for personal health monitoring and consumer health • m-Health for health care services and health promotion • m-Health for public health surveillance Below is the type of manuscript that will be published: • Original research • Systematic review • Study protocol • Technical advance article • Software article • Case report
Articles 145 Documents
Analisis Pola Spasial Kasus Kecelakaan Lalu Lintas di Provinsi D.I.Yogyakarta Sari, Rizky Yuspita
Jurnal Sistem Informasi Kesehatan Masyarakat Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Divisi SIMKES, HPM, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jisph.74602

Abstract

Latar Belakang: Kasus kecelakaan lalu lintas perlu perhatian khusus karena sering mengakibatkan kematian, cedera atau kematian manusia di seluruh dunia. Kematian akibat kecelakaan lalu lintas berada diurutan ke delapan dari total kematian dunia dan menjadi penyebab utama kematian pada usia muda. Sudah banyak penelitian kasus Kecelakaan di beberapa Kabupaten di Provinsi DIY yang menggunakan pemetaan untuk melihat sebaran dan pengelompokkan kasus, namun sejauh ini belum ada yang memanfaatkan data SPGDT Provinsi DIY untuk kasus seluruh Provinsi DIY. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi persebaran kasus kecelakaan lalu lintas dan pelayanan ambulan darurat untuk menurunkan kasus kecelakaan lalu lintas di Provinsi DIY.Metode: Penelitian ini menggunakan data Kecelakaan lalu lintas pada SPGDT Provinsi DIY tahun 2019-2020 dan survei lapangan pada Januari- April 2022. Jenis penelitian deskriptif kuantitatif menggunakan metode spasial autokorelasi (Moran's I) yang di petakan dalam bentuk peta tematik.Hasil: Pola persebaran kasus kecelakaan lalu lintas di Provinsi DIY berdasarkan analisis spasial autokorelasi Morans'Saya menunjukkan pola mengelompokkan. Daerah yang memiliki kerawanan tinggi berada di kecamatan Bantul. Selain itu, hasil pemetaaan menunjukkan fasilitas kesehatan dan darurat darurat masih belum merata di seluruh daerah di Provinsi DIY.Kesimpulan: Terdapat pengelompokan kasus kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Bantul berdasarkan analisa spasial. Perlu dilakukan intervensi lebih lanjut terkait variabel lain yang menyebabkan kasus kerawanan kecelakaan lalu lintas
Perancangan Prototipe Dashboard Pasien pada Klinik Kecantikan : Studi Kasus Klinik S Miftah Adiyaksa Luckyarno
Jurnal Sistem Informasi Kesehatan Masyarakat Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Minat Sistem Informasi Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jisph.75728

Abstract

Latar belakang: Klinik kecantikan menjadi klinik yang popular di era modern. Klinik S merupakan salah satu klinik kecantikan yang sudah memanfaatkan sistem informasi tetapi masih terdapat kekurangan yaitu belum adanya dashboard pasien yang nantinya dapat membantu dokter untuk pengambilan keputusan. Sehingga diperlukan perancangan prototipe dashboard pasien yang diharapkan dapat membantu pengambilan keputusan dokter.Metode: Perancangan dashboard pasien menggunakan pendekatan User-Centered Design yang berfokus pada pengguna. Klinik S membutuhkan dashboard pasien yang dapat menampilkan profil pasien, riwayat foto pasien, riwayat pembelian pasien, rekam medis pasien. Prototipe dashboard pasien dirancang menggunakan figma yang selanjutnya akan dievaluasi menggunakan System Usability Scale (SUS).Hasil: Prototipe dashboard pasien sudah sesuai dengan kebutuhan Klinik S yaitu menampilkan profil pasien, Riwayat foto pasien, Riwayat pembelian pasien, dan juga rekam medis pasien. Rata-rata skor SUS untuk dashboard pasien adalah 77,3, masuk dalam kategori grade B dan kategori “Good” dengan penerimaan oleh pengguna yang baik.Kesimpulan: Dashboard pasien dapat dikatakan sudah sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh Klinik S dan mempunyai tingkat penerimaan yang terbilang baik. Pengembangan dashboard pasien perlu dilanjutkan untuk menghasilkan dashboard pasien yang maksimal dalam membantu dokter mengambil keputusan.
Tingkat Literasi Digital dan Penerimaan Sistem Informasi EZoonosis Pada Petugas Kesehatan Setiawan, Mohammad Yusuf
Jurnal Sistem Informasi Kesehatan Masyarakat Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Divisi SIMKES, HPM, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jisph.76376

Abstract

Latar belakang: Profil Kesehatan Indonesia tahun 2019 menunjukkan adanya peningkatan jumlah kasus pada beberapa penyakit zoonosis dibandingkan tahun 2018. Dalam rangka pengendalian dan pencegahan penyakit zoonosis, Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan Health Information System Universitas Gadjah Mada melakukan pengembangan dan implementasi Sistem Informasi eZoonosis melalui pelatihan daring. Salah satu hambatan implementasi sistem informasi adalah berupa keterisian data. Keterisian data imunisasi dasar di DKI Jakarta tahun 2021 menunjukkan dari 44 puskesmas di DKI Jakarta, hanya 50% puskesmas mengisi data imunisasi di platform DHIS2. Penyebab hambatan keterisian ini perlu dilihat dari sisi literasi digital pengguna. Sebuah survei literasi digital dan penggunaan teknologi oleh Kuek dan Hakkennes (2020)  menunjukkan bahwa responden yang memiliki rasa percaya diri yang tinggi dalam menggunakan teknologi akan memiliki sikap yang positif terhadap sistem informasi.  Selain itu, menurut Jang et al., (2021) Semakin tinggi literasi informasi berhubungan langsung dengan semakin tinggi niat menggunakan teknologi digital. Penelitian ini dilakukan untuk memberikan gambaran literasi digital dan Sistem Informasi eZoonosis pada petugas kesehatan.Metode: Metode berupa penelitian kuantitatif non eksperimental dan desain studi potong lintang menggunakan kuesioner. Data kemudian dianalisis secara PLS-SEM untuk memberikan gambaran literasi digital dan sistem informasi eZoonosis.Hasil: Responden terdiri dari 99 orang yang berasal dari 10 provinsi di Indonesia, hanya 59 responden masuk ke dalam proses pengambilan data dikarenakan beberapa hambatan diantaranya kendala kesibukan responden, ketersediaan, maupun kendala lain. Variabel frekuensi penggunaan dan tingkat kepercayaan diri digunakan untuk menggambarkan tingkat literasi digital. Variabel persepsi kegunaan, persepsi kemudahan penggunaan, dan sikap terhadap Sistem Informasi eZoonosis menggambarkan penerimaan sistem informasi.Kesimpulan: Tingkat literasi digital tinggi, namun kurang percaya diri dalam menggunakan sistem informasi spesifik kesehatan. Walaupun dipersepsikan berguna, mudah digunakan, dan disikapi positif, tetapi penggunaan Sistem Informasi eZoonsis masih digunakan hanya pada daerah tertentu. Terdapat faktor lain yang mempengaruhi penggunaan Sistem Informasi eZoonosis. 
Analisis Sistem Informasi Rekam Medis Virtual Claim dengan Framework COBIT 5 pada Rumah Sakit Ari Canti I Wayan Septa Malan Vergantana
Jurnal Sistem Informasi Kesehatan Masyarakat Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Minat Sistem Informasi Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jisph.77754

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Pendaftaran pasien merupakan salah satu pelayanan rumah sakit yang harus selalu diunggulkan agar proses pelayanan terhadap pasien berjalan lebih baik dan optimal. Rumah Sakit Umum Ari Canti telah bekerjasama dengan BPJS dengan demikian pendaftaran pasien BPJS yang dilakukan di  Rumah Sakit Umum Ari Canti Gianyar  dilengkapi dengan verifikasi data pasien BPJS serta dilengkapi juga dengan aplikasi Virtual Claim. Rs Ari Canti sendiri pada saat ini mulai menyandingkan antara visi misi lembaga dengan teknologi yang ada, maka dari itu diperlukan perencanaan dan penerapan yang baik dalam menyambut teknologi itu sendiri. Dengan adanya TI pada RS Ari Canti perlu pemeliharaan dan diawasi dengan baik. Salah satu cara yang dilakukan agar dapat mengetahui hal tersebut adalah melakukan Analisis sistem informasi menggunakan framework COBIT 5.Metode: Penelitian ini menggunakan analisis COBIT 5 untuk mengetahui kondisi saat ini (current capability level) penerapan TI yang terjadi di RS Ari Canti setelah mendapatkan hasil maka menentukan kondisi yang diharapkan (expected capability level). Analisis COBIT 5 Berfokus pada domain MEA proses MEA 01 (Monitor,Evaluate and Assess Performance and Conformance) untuk memberikan rekomendasi perbaikan sistem baik dari sistem itu sendiri maupun tata kelola sistem informasi rekam medis yang digunakan.Hasil: hasil dari evaluasi tingkat kapabilitas saat ini pengelolaan aplikasi v-claim pada rumah sakit Ari Canti gianyar menunjukkan pada level 3 dengan persentase 86% ( fully achieved ) yang artinya program sudah dapat berjalan dengan baik walaupun masih terjadi error atau bug, akan tetapi error atau bug pada aplikasi dapat diatasi oleh admin sehingga proses pelayanan pasien dapat berjalan dengan baik.Kesimpulan: Analisis sistem informasi rekam medis V-claim menggunakan famework COBIT 5 pada proses MEA 01 (Monitor, Evaluate, and Assess Performance and Conformance) tingkat kapabilitas saat ini (current capability level) berada pada level 3 established proses yang ditunjukkan dengan persentase 86% (fully achieved) yang artinya sistem Virtual Claim telah berjalan dengan baik walaupun terdapat error atau bug tidak menjadi penghambat terhada pelayanan pasien. Terjadi kesenjangan satu level antara tingkat kapabilitas saat ini dengan tingkat kapabilitas yang diharapkan (expected capability level) karena tidak memenuhi ke level 4 predictable proses yang ditunjukkan dengan persentase 46% (partially achieved) perbaikan sistem diperlukan untuk mencapai level 4 agar pelayanan pasien yang berobat pada RS Ari Canti dapat terlayani dengan baik.
Development of Android -Based Ambulance Tracking Prototype on the SPGDT Module of the Special Region of Yogyakarta Nugroho, Dwi
Jurnal Sistem Informasi Kesehatan Masyarakat Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Divisi SIMKES, HPM, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jisph.79814

Abstract

Background: An emergency is a dangerous situation that takes place suddenly. In the case of an emergency, response time is needed. Several factors contributed to the long response time for handling, especially the ambulance response to emergency cases, namely accessibility, accommodation, and availability of supporting facilities. To improve access and quality of emergency services and speed up response time, the Government of Indonesia issued the SPGDT service. The use of the SPGDT in the Special Region of Yogyakarta still needs an ambulance tracking service. Hence, people are worried about the arrival of an ambulance service in response to an emergency. This study aims to develop ambulance tracking services in the SPGDT Yogyakarta Special Region module. Methods: This research is qualitative research with an action research design. The stages in action research consist of diagnosing, planning, action, and evaluation. Results: The results of this study, at the diagnostic stage, resulted in the need for call center users to record and report on the SPGDT Website while the need for ambulance drivers to track ambulances. At the planning stage, it produces a data flow that will make. At the action stage, create a design consisting of flow chart diagrams, data flow diagrams, entity relationship diagrams, wireframes, and user interface designs. At the evaluation stage, the final score for the prototype was produced using the System Usability Scale (SUS) questionnaire, with the final score for recording and reporting getting a final score of 72, while in the evaluation of ambulance tracking for drivers, a final score of 80.Conclusions: Improved recording and reporting of emergency events and ambulance tracking after being developed and tested with the SUS questionnaire. Include the prototype in the "acceptable" category. With an acceptable interpretation, it is considered successful in being designed to meet user needs and is optimally utilized to assist in handling emergency cases.
Analysis Of Spatial Pattern Of Distribution Of Post-Vaccination Covid-19 Cases in Bombana District wulandari, pradea
Jurnal Sistem Informasi Kesehatan Masyarakat Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : Divisi SIMKES, HPM, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jisph.76339

Abstract

Background: At the end of 2019 a pandemic emerged, namely the 2019 coronavirus disease (COVID-19). Technology in mapping Covid-19 cases is very important. Currently, there are many and there are already mappings for Covid-19 cases carried out by the government, for example, the mapping carried out by the COVID-19 website.go.id. Bombana Regency is divided into two parts or two islands which have quite difficult access to health facilities. Roads that are difficult to access will be an obstacle for the surrounding community when they want to go to health facilities and want to vaccinate. This study aims to see the pattern of distribution of post-vaccination COVID-19 cases in Bombana RegencyMethods: This research was conducted in Bombana Regency, Southeast Sulawesi. This study uses secondary data for COVID-19 in 2020 and 2021 and vaccination data for 2021 in Bombana district. This type of quantitative descriptive research uses autocorrelation spatial analysis method (Moran's I).Results: The results of the Moran's I autocorrelation analysis obtained a Morans index value of 0.228974 while the p-value was 0.007430 and the z-score was 2.676938, which means that the spatial pattern of COVID-19 cases based on population density is clustered. Moran's I autocorrelation analysis results obtained a Morans index value of 0.285945, while the p-value was 0.006556 and the z-score was 2.718601, which means that the spatial pattern of COVID-19 cases in 2020 is clustered. The results of the Moran's I autocorrelation analysis showed that the Morans index value was 0.104219 while the p-value was 0.169993 and the z-score was 1.372227, which means that the spatial pattern of COVID-19 cases after vaccination in 2021 is random or spread.Conclusion: The pattern of distribution of COVID-19 cases based on population density using Morans'I autocorrelation spatial analysis forms a clustered pattern. The distribution pattern of COVID-19 cases in 2020 using Morans'I autocorrelation spatial analysis forms a clustered pattern. The distribution pattern of COVID-19 cases in 2021 using Morans'I autocorrelation spatial analysis forms a spreading pattern. Dissemination is done by suggesting a dashboard display for the Bombana district government website
Penerapan Metode User-Centered Design (UCD) Dalam Merancang Rekam Medis Elektronik Poli Kedokteran Keluarga Layanan Primer Darmawan, Mochammad Arief; Sanjaya, Guardian Yoki; Istiono, Wahyudi
Jurnal Sistem Informasi Kesehatan Masyarakat Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : Divisi SIMKES, HPM, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jisph.80465

Abstract

Latar belakang: Teknologi informasi memberikan dampak pesat terutama pada fasilitas pelayanan kesehatan primer salah satunya klinik. Klinik merupakan fasilitas pelayanan kesehatan primer yang memberikan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat. Klinik Dokter Keluarga Korpagama Universitas Gadjah Mada merupakan fasilitas pelayanan kesehatan primer yang memberikan pelayanan kesehatan dasar. Sistem pelayanan di Klinik Dokter Keluarga Korpagama masih manual dan berencana mengimplementasikan rekam medis elektronik melalui aplikasi SmartClinic. Tetapi, aplikasi SmartClinic masih dalam proses pengembangan rekam medis elektronik pada poli kedokteran keluarga layanan primer sehingga aplikasi SmartClinic masih belum bisa diimplementasikan di Klinik Dokter Keluarga Korpagama.Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode User-Centered Design (UCD). Metode UCD memiliki beberapa tahapan diantaranya, menentukan konteks pengguna, menganalisis spesifikasi kebutuhan, melakukan perancangan desain, dan melakukan evaluasi.Hasil: Desain pengembangan rekam medis elektronik pada poli kedokteran keluarga layanan primer melalui aplikasi SmartClinic berdasarkan pada metode User-Centered Design (UCD) dan hasil pengujian mengunakan Black Box Testing.Kesimpulan: Rekam medis elektronik melalui aplikasi SmartClinic mampu memberikan kemudahan bagi pengguna dalam membantu proses pelayanan kesehatan yang lebih baik di Klinik Dokter Keluarga Korpagama Universitas Gadjah Mada.
Pentingnya Komponen Infrastruktur Sistem dan TIK Dalam Mendukung Transformasi Digital di Rumah Sakit Wahyuni, Ida; Sanjaya, Guardian Yoki; Istiqlal, Haidar; Sulistiyowati, Dian; Mutamakin, Agus; Sitompul, Taufiq
Jurnal Sistem Informasi Kesehatan Masyarakat Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : Divisi SIMKES, HPM, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jisph.80639

Abstract

Latar belakang: Ekosistem big data kesehatan perlu diwujudkan untuk perolehan data yang akurat, mutakhir, terpadu dan dapat dipertanggungjawabkan serta kemudahan akses pada layanan kesehatan.  Transformasi digital untuk rumah sakit di Indonesia di prioritaskan pada penerapan rekam medis elektronik  melalui pemenuhan standar data, metadata, interoperabilitas data, dan menggunakan kode referensi dan data induk. Digitalisasi rumah sakit berkontribusi terhadap transformasi digital. Dalam Suatu digitalisasi rumah sakit, infrastruktur menjadi komponen yang sangat vital  sebagai pondasi ketercapaian integrasi satu data bidang kesehatan di Indonesia.Metode: Jenis penelitian ini merupakan deskriptif analitik dengan pendekatan studi cross sectional dengan mengacu kepada data sekunder digital maturitas indeks. Hasil: Maturitas digitalrumah sakit di Indonesia berada pada level 3 dimana digitalisasi rumah sakit telah terbentuk dan memiliki otoritasasi organisasi dengan memiliki roadmap yang jelas dan sistematis. Dari ketujuh domain DMI, system informasi dan infrastruktur Teknologi Informasi Kesehatan (TIK) di rumah sakit sebagai aspek terpenting dalam pengembangan teknologi integrasi data medis berada pada level 3. Adapun aspek maturitas infrastruktur system dan TIK rumah sakit adalah  1) kemampuan arsitektur  layanan front office, 2) kemampuan arsitektur layanan manajemen back office, 3) Kualitas TIK, 4) Kualitas layanan TIK, 5) Layanan Interoperabilitas dan Pelaporan Rutin, 6) Perencanaan sumber daya SI  Kesimpulan:Transformasi digital untuk rumah sakit diarahkan pada penggunaan RME untuk melakukan fungsi pertukaran data elektronik, pengumpulan data kesehatan dan berkontribusi pada satu data bidang kesehatan. Hasil survei maturitas digital memetakan kesiapan rumah sakit di Indonesia bahwa digitalisasi rekam medis sangat layak untuk dikembangkan sebagai upaya menuju percepatan transformasi teknologi kesehatan. Kesiapan rumah sakit atas pencapapaian transformasi digital dihadapkan berbagai tantangan. Rekomendasi percepatan digital yang diajukan adalah penguatan fungsi digitalisasi SIMRS untuk layanan lanjutan dan fungsi RME, realisasi pedoman interoperabilitas yang lebih teknis untuk mengakomodir standar pertukaran, remapping rencana induk melalui analisis kebutuhan sumber daya baik tenaga ahli TI maupun anggaran SI di rumah sakit, mempersiapkan ketersediaan ahli SI dan peningkatan kompetensi tenaga TI, peningkatan utilisasi inovasi teknologi kesehatan di rumah sakit, Penerapan integrasi data bertahap minimalnya dilakukan pada  system internal rumah sakit untuk perolehan akurasi data internal.
Protokol Scoping Review: Pengembangan dan Penerapan Sistem Informasi Imunisasi di Tingkat Global Rahmadewi, Pama; Prasetyawati, Dini; Lazuardi, Lutfan; Sanjaya, Guardian Yoki; Auliyah, Fitratun; Wulandari, Hanifah; Raharjo, Untoro Dwi; Purwanto, Edy
Jurnal Sistem Informasi Kesehatan Masyarakat Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Divisi SIMKES, HPM, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jisph.83784

Abstract

Latar belakang: Sistem Informasi Imunisasi adalah basis data elektronik, bersifat rahasia, dan berbasis populasi yang dirancang untuk mengumpulkan dan mengintegrasikan data dan menentukan strategi imunisasi yang efektif. Pada Tahun 2022, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan World Health Organization (WHO) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta melakukan riset mengenai Pengembangan dan Diseminasi Strategi SII/RIE nasional serta Perencanaan Operasional di Indonesia. Pada pengembangan SII/RIE nasional tersebut digunakan kerangka kerja dari National eHealth Strategy Toolkit yang dikembangkan oleh WHO bekerjasama dengan International Telecommunication Union (ITU) yang meliputi 7 komponen eHealth. Scoping review dilakukan bertujuan untuk mengambil pembelajaran dari pengalaman berbagai negara dalam pengembangan dan penerapan sistem informasi terkait imunisasi. Metode: Protokol scoping review ini disusun mengikuti pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analyses Protocol (PRISMA-P) 2015. Seleksi dan skrining dilakukan menggunakan perangkat lunak Rayyan.ai. Literatur diambil pada 2 September 2022, yang dipublikasikan pada 1 January 2012 – 2 September 2022. Data yang diambil terkait imunisasi pada ibu dan anak, pengembangan dan implementasi SII, pengembangan dan implementasi RIE, dan kesiapan.Hasil: Diperoleh 900 artikel dari pencarian database dengan rincian Sciencedirect (390), Scopus (217), Proquest (216), Sagepub (62), Pubmed (9), dan JMIR (6). Dari hasil skrining abstrak diperoleh 119 artikel yang memenuhi untuk dilakukan penilaian teks lengkap. Review diharapkan selesai dan dipublikasikan pada akhir tahun 2023.Pembahasan: Scoping Review ini akan menghasilkan informasi pembelajaran yang dapat diambil untuk pengembangan dan penerapan SII di Indonesia yang mencakup hambatan tantangan yang mungkin dihadapi, solusi dari berbagai negara, integrasi dan interoperabilitas berbagai sistem informasi terkait imunisasi, serta strategi pada 7 komponen eHealth dalam pengembangan dan implementasi SII.Kesimpulan: Temuan review akan menjadi informasi berharga bagi pembuat kebijakan tentang strategi pengembangan dan implementasi SII dan cara meningkatkan keberhasilan dari program imunisasi. 
Analisis Deskriptif Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit Dengan Menggunakan Model For Mandatory Use Of Software Technologies (MMUST) Darmawan, Mochammad Arief; Permanasari, Adhistya Erna; Sanjaya, Guardian Yoki
Jurnal Sistem Informasi Kesehatan Masyarakat Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Divisi SIMKES, HPM, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jisph.83791

Abstract

Background: The Hospital Management Information System (HMIS) is a system where the hospital collects and processes all the information needed, processed and collected via computer about health services and management and this information can be interconnected between units within the hospital environment. Hospital Pasirian Lumajang has been using HMIS for about 2 years but until now the use of HMIS is still not optimal. Users are an important aspect to realize the ideal HMIS. The Model for Mandatory Use of Software Technologies (MMUST) is a model for assessing system success in mandatory environments. By understanding user perceptions, appropriate recommendations can be found to maximize the use of HMIS in improving the quality of patient care.Methods: This type of research uses descriptive data analysis with cross-sectional data collection. The research population is all officers who use HMIS. The research instrument is a questionnaire.Results: The quality of information needs to be improved, performance expectations of the system are very high, social influence is also quite good. attitude towards HMIS is quite positive, the intensity of using HMIS is very high. Some users are also on average satisfied with the overall HMIS, and the benefits from the management side are not good because the information produced is still not in accordance with user needs.Conclusions: HMIS implementation is still in its early stages and the benefits of HMIS implementation are still limited, so it is necessary to develop HMIS.