cover
Contact Name
Suyeno
Contact Email
adm.publik@unisma.ac.id
Phone
+6282230344404
Journal Mail Official
suyeno@unisma.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Islam Malang Jl. MT. Haryono 193 Malang 65144 Kota Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Respon Publik
ISSN : 23028432     EISSN : -     DOI : 10.33474
Core Subject : Social,
Respon Publik adalah jurnal ilmiah multidisiplin yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Islam Malang. Di tingkat nasional banyak sekali masalah-masalah umum atau isu-isu yang berkaitan dengan ilmu administrasi publik. Publikasi jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan pemikiran atau gagasan konseptual dan hasil penelitian yang telah dicapai di bidang administrasi dan kebijakan publik.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 3 (2020): Respon Publik" : 8 Documents clear
DAMPAK PENGEMBANGAN LOKASI WISATA PASIR PUTIH (WPP) TERHADAP PERUBAHAN SOSIAL EKONOMI MASYAKAT (Studi Kasus di Desa Dalegan, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik) Indati Aulia Rahmah; Nurul Umi Ati; Agus Zainal Abidin
Respon Publik Vol 14, No 3 (2020): Respon Publik
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.84 KB)

Abstract

Pengembangan dibidang sektor pariwisata merupakan upaya yang dilakukan untuk menambah dan meningkatkan pendapatan pada daerahnya. Dalam pengembangan wisata disuatu daerah harus didasarkan pada perencanaan, pengembangan dan pengelolaan wisata yang jelas agar semua potensi yang dimiliki suatu daerah wisata tersebut dapat diberdayakan dengan optimal. Wisata Pasir Putih (WPP) merupakan wisata yang terletak di Desa Dalegan Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik memilki obyek dan daya tarik wisata yang banyak potensi untuk dikembangkan. Upaya yang telah dilakukan pemerintah desa dalam pengembangan Wisata Pasir Putih (WPP) mulai menarik wisatawan untuk datang berkunjung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang “Dampak Pengembangan Lokasi Wisata Pasir Putih (WPP) Terhadap Perubahan Sosial Ekonomi Masyarakat (Studi Kasus di Desa Dalegan Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan ekploratif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukan bahwa WPP merupakan wisata yang mengandalkan panorama pantai yang masih alami sebagai daya tarik dan mempunyai ciri khas banyak terdapat pohon waru yang rindang dan teduh, wisata yang dikelolah langsung oleh pemerintah desa dan dibentuk petugas pengelolah wisata yang bekerja langsung dilapangan. Upaya pengembangan yang telah dilakukan dengan menambah fasilitas wisata seperti taman, area berfoto, meperbanyak tempat istirahat, dan menata ulang tempat makan disekitar wisata. Dampak dari adanya pengembangan wisata pasir putih menambah peningkatan pengunjung disetiap harinya. Peningkatan pengunjung memberikan dampak terhadap perubahan sosial ekonomi masyarakat sekitar wisata yang mana dari peningkatan pengunjung wisata mendorong masyarakat sekitar wisata untuk beriwirausaha, menciptakan peluang kerja baru dan peningktan pendapatan masyarakat. Kata kunci: Pengembangan Wisata, Dampak Wisata, Perubahan Sosial Ekonomi.
EFEKTIVITAS INOVASI PROGRAM PELAYANAN PUBLIK BERBASIS EGOVERNMENT (Studi Kasus Aplikasi “Dr.Kepo” Dokter Kependudukan Online di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Gresik) Herlina Wulandari; Afifuddin Afifuddin; suyeno suyeno
Respon Publik Vol 14, No 3 (2020): Respon Publik
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.121 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) efektifnya pelayanan administrasi kependudukan melalui aplikasi Dr. Kepo di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Gresik, (2) faktor pendukung dan faktor penghambat pelayanan administrasi kependudukan melalui aplikasi Dr. Kepo di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Gresik. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Metode penelitian deskriptif kualitatif yaitu, penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian, dengan mendapatkan gambaran secara jelas dan nyata apa yang terjadi dilapangan secara menyeluruh. Peneliti juga menggunakan kepercayaan, keteralihan, ketergantungan dan kepastian yang bertujuan untuk mengecek keabsahan data penelitian. Analisis data pada penelitian ini menggunakan tiga komponen yakni antara lain reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Efektivitas inovasi aplikasi Dr. Kepo dalam pelayanan administrasi kependudukan melalui aplikasi tersebut dapat dibilang sudah efektif karena masyarakat merasa puas dan efektif adanya Dr. Kepo di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Gresik. (2) Faktor pendukung aplikasi Dr. Kepo adalah adanya kerjasama dengan pihak-pihak tertentu, dukungan sosialisasi melalui media, dan juga SDM yang memadai. Sedangkan faktor penghambat aplikasi Dr. Kepo adalah kurangnya sosialisasi face to face secara menyeluruh kepada masyarakat, dan permasalahan jaringan internet yang kurang memadai di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Gresik.Kata Kunci : Efektivitas, Inovasi, Pelayanan Administrasi Kependudukan, Aplikasi
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM DESAKU MENANTI (Studi Pemberdayaan Ekonomi dan Sosial oleh Dinas Sosial di Kampung Wisata Topeng Lokasi Dusun Baran Kelurahan Tlogowaru Kecamatan Kedungkandang) Kunti Fadaliyah; Yaqub Cikusin; Khoiron Khoiron
Respon Publik Vol 14, No 3 (2020): Respon Publik
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.29 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Bentuk program desaku menanti, (2) Kondisi Gelandangan dan Pengemis sebelum Program Desaku Menanti, (3) Kondisi Gelandangan dan Pengemis Setelah Program Desaku Menanti.Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Metode penelitian deskriptif kualitatif yaitu, penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian, dengan mendapatkan gambaran secara jelas dan nyata apa yang terjadi dilapangan secara menyeluruh. Peneliti juga menggunakan kepercayaan, keteralihan, ketergantungan dan kepastian yang bertujuan untuk mengecek keabsahan data penelitian. Analisis data pada penelitian ini menggunakan tiga komponen yakni antara lain reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Program Desaku Menanti merupakan program pengentasan kemiskinan dengan membuat sebuah perkampungan baru dengan sasaran utama Gelandangan dan Pengemis. (2) Kondisi Gelandangan dan Pengemis sebelum program Desaku Menanti banyak diantara mereka tinggal ditempat layak huni dan hanya sebagian dari mereka yang mengemis, selain itu mereka memulung dan juga mengamen. (3) Kondisi Gelandangan dan Pengemis setelah program Desaku Menanti, banyak diantara mereka yang sudah berhasil miliki pekerjaan dan pengahasilan tetap dan dapat memperbaiki kondisi ekonomi dan kondisi sosial.Kata Kunci : Pengentasan kemiskikinan, Kemiskinan, Pemberdayaan Masyarakat
DAMPAK PEMBANGUNAN WISATA PANTAI KELAPA TERHADAP PEREKONOMIAN MASYARAKAT LOKAL (Studi kasus di Desa Panyuran, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban) Hidayah Kartiko Weny; Slamet Muchsin; Suyeno Suyeno
Respon Publik Vol 14, No 3 (2020): Respon Publik
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.608 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan pemberdayaan masyarakat pada destinasi pengembangan wisata pantai pulau merah dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif. Melalui metode pendekatan deskriptif kualitatif terlihat bahwa pemberdayaan masyarakat di pantai pulau merah melalui sosialisasi yaitu penyadaran, pengkapasitasan, pemberian daya/arahan, pembangunan fasilitas. Pemberdayaan masyarakat dan pengembangan berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat sekitar. Penyadaran yang dilakukan melalui sosialisasi dan nasehat oleh pemerintah desa dan pengelola wisata sampai masyarakat mengerti mengelola wisata yang baik. Pengkapasitasan masyarakat dilakukan melalui pelatihan dan pendampingan seputar pengelolaan wisata yang memberikan hasil maksimal. Kemudian tahap pemberian daya yang dilakukan dengan memberikan keterampilan dan kemampuan untuk mencapai kemandirian. Dalam pengembangannya terdapat pihak yang terlibat yang meliputi pemerintah desa, kelompok masyarakat (pokmas), media massa. Pemberdayaan masyarakat berhasil meningkatkan perekonomian masyarakat setempat, selain itu, jumlah wisatawan terus bertambah. Kata kunci : pemberdayaan masyarakat, pengembangan pariwisata, perkonomian masyarakat.
MODEL PENGEMBANGAN DESA WISATA KAMPUNG MAJAPAHIT (Studi Kasus Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto) Khoirul Muafi; Nurul Umi Ati; Agus Zainal Abidin
Respon Publik Vol 14, No 3 (2020): Respon Publik
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.973 KB)

Abstract

Desa wisata merupakan wujud kreatifitas yang muncul akibat dari sesuatu fenomena sekitar yang mempunyai daya tarik lebih dari desa-desa lainnya. Termasuk Desa Bejijong Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto, merupakan salah satu tiga desa yang ada di Kecamatan Trowulan masuk dalam wilayah pengembangan II untuk dijadikan wisata purbakala. Tiga desa yang masuk dalam wilayah pengembangan strategis ialah Desa Bejijong, Desa Sentonorejo, dan Desa Jatipasar. Setelah selesai terbangunnya kurang lebih 200 unit rumah bertopeng perkampungan majapahit di Desa Bejijong pada tahun 2015 guna memfasilitasi wisata situs-situs peninggalan bersejarah dan diperuntukan menjadi home stay, maka dari itu Desa Bejijong mendapatkan julukan sebagai Desa Wisata Kampung Majapahit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana model pengembangan desa wisata dan apakah terdapat kerjasama atau kolaborasi sektor-sektor pembangun yang disebut kerjasama Penta Helix Model (Pemerintah, Swasta, Masyarakat, Akademisi, dan Media Massa). Dalam proses pengembangan desa wisata terdapat faktor pedukung dan faktor penghambat yang dapat mempengaruhi model pengembangan desa wisata. dan faktor apa yag menyebabkan belum terwujudnya Desa Wisata Kampung Majapahit yang efektif dan kuat.Dalam penelitian ini digunakan jenis penelitian eksploratif dengan pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data penelitian terdiri dari data primer dan data sekunder. Pada penelitian metode analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif (interactive model) dari Miles dan Huberman dalam Saldana (2014).Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pengembangan Desa Wisata Kampung Majapahit ialah (1) Model pengembangan desa wisata berbasis kearifan lokal dan terdapat usaha pengembangan desa wisata melalui kerjasama atau kolaborasi dengan lima sektor (Pemerintah, Swasta, Masyarakat, Akademisi, dan Media Massa) disebut dengan Penta Helix model (2) Dalam model pengembangan desa wisata ini ditemukan beberapa faktor pendukung seperti partisipasi masyarakat yang ditunjukkan oleh Sanggar Bhagaskara dalam memberikan atraksi desa wisata (3) Pada faktor penghambat ditemui seperti lahan parkir terbatas, home stay dengan fasilitas seadanya, kamar mandi menjadi satu dengan pemilik home stay, dan masih minim atraksi desa wisata yang ditawarkan, (4) Dalam mewujudkan desa wisata yang efektif dan kuat masih ditemui ego sektor pada proses pengembangan desa wisata ialah sektor Pemerintah Desa dan sektor Masyarakat. (5) Kesadaran untuk memiliki desa wisata serta kurang percaya diri masyarakat Desa bahwa desanya menjadi desa wisata. Kata Kunci : Model, Penta Helix Model, Desa Wisata, Kerjasama, Efektif
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PERATURAN DAERAH NOMOR 10 TAHUN 2010 TENTANG RETRIBUSI PARKIR DI KOTA BATU (Studi Pada Dinas Perhubungan Kota Batu ) Lailatul Chasanah; Slamet Muchsin; Khoiron Khoiron
Respon Publik Vol 14, No 3 (2020): Respon Publik
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.581 KB)

Abstract

Berdasarkan undang-undang nomor 32 tahun 2004 yang kemudian direvisi menjadi undangundang nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah, pemerintah daerah diberikan kewenangan yang seluas-luasnya untuk daerahnya agar terwujudnya masyarakat yang sejahtera melalui pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat serta peran dari masyarakat itu sendiri. Melalui otonomi daerah, pemerintah daerah diharapkan mampu menggali dan mengelola sumber potensi daerah nya serta meningkatkan daya saing dengan memerhatikan keadilan, pemerataan, prinsip demokrasi, serta keanekaragaman.Kegiatan perparkiran, dalam hal ini kegiatan pemungutan retribusi parkir yang bertujuan untuk mendongkrak PAD Kota dari sektor dan Retribusi. Di Kota Batu membutuhkan banyak lahan parkir yang harus disediakan namun minimnya lahan parkir yang mengakibatkan para pengendara menaruh kendaraannya sembarangan dan dimanfatkan oleh juru parkir untuk menarik keuntungan, meski peraturan pemerintah tentang parkir dan pajak pembayaran buat parkir telah ditetapkan, namun masih saja juru parkir mengambil keuntungan sendiri dengan menaikan pembayaran tarif parkir, Seperti yang terjadi banyak penarikan uang parkir yang tidak sesuai dengan peraturan daerah yang tertera dikarcis, contohnya di alun-alun kota Batu. Dalam karcis tertera Rp 2000 kemudian dibawahnya tertera tulisan sesuai perda nomor 10 tahun 2010. Dengan tidak sesuai nya tarif parkir ini menjadikan Pendapatan Asli Daerah Kota Batu pada sektor retribusi parkir tidak dapat tercapai. Faktor-faktor yang menghambat diantaranya sumber daya manusia seharusnya profesional, isi kebijakan belum dipahami oleh implementor kebijakan dan pelaksana lainnya, serta pengawasan yang dilakukan kurang optimal. Dan faktor-faktor yang mendukung ini seharusnya didukung oleh ada insentif pengelola parkir, fasilitas yang memadai serta partisipasi masyarakat yang sangat penting juga dalam impelentasi kebijakan peraturan ini. Kata Kunci : Implementasi kebijakan, retribusi parkir
IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH TENTANG PERLINDUNGAN DAN PEMBERDAYAAN PENYANDANG DISABILITAS (Studi Pada Rehabilitasi Sosial Disabilitas Kota Malang) Iik Sakinah; Slamet Muchsin; Suyeno Suyeno
Respon Publik Vol 14, No 3 (2020): Respon Publik
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.879 KB)

Abstract

Pada peraturan daerah nomor 2 tahun 2014 pasal 1 penyandang disabilitas adalah setiap orang yang mengalami keterbatasan fisik, intelektual, mental, atau sensorik, yang dalam berinteraksi dengan lingkungan mengalami hambatan dan kesulitan untuk berpartisipasi secara penuh dan efektif dengan lingkungan dan makhluk hidup lainnya.Kota Malang sebagai kota inklusi mewujudkan perlindungan dan pemberdayaan bagi penyandang disabilitas melalui peraturan daerah nomor2 tahun 2014. Namun implementasi peraturan daerah ini masih belum terlaksana maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi perauran daerah tentang perlindungan dan pemberdayaan disabilitas pada point rehabilitasi sosial serat faktor pendukung dan faktor penghambat implementasi tersebut. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Dengan teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data penelitian terdiri dari data primer dan data sekunder. Teknik analisis data yang digunakan oleh peneliti adalah menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi Peraturan Daerah tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Penyandang Disabilitas pada Rehabilitasi Sosial Disabilitas di Kota Malang cukup baik, penyandang disabilitas sudah merasakan rehabilitasi sosialyang diadakan oleh Dinas Sosial dan Yayasan di Kota Malang. Faktor pendukung implementasi rehabilitasi sosial bagi penyandang disabilitas adalah Antusias dari keluarga penyandang disabilitas sehingga terbentuk paguyuban, melibatkan secara langsung disabilitas pada kegiatan sosial, kerjasama yang dilakukan oleh Dinas Sosial dengan berbagai instansi lain. Faktor pengahambat implementasi rehabilitasi sosial bagi penyandang disabilitas adalah minimnya pegawai yang menangani rehabilitasi sosial bagi disabilitas, jumlah anggaran yang dialokasikan untuk disabilitas masih minim, keterbatasan waktu pada rehabilitasi sosial. Dengan temuan penelitian seperti berikutdiharapkan bisa memberikan perubahan supaya implementasinya secara optimal. Kata Kunci : Implementasi Kebijakan, Peraturan Daerah, Disabilitas Kota Malang
IMPLEMENTASI PROGRAM BANTUAN PANGAN NON TUNAI (BPNT) DINAS SOSIAL DALAM MENANGGULANGI KEMISKINAN DI KELURAHAN SISIR KECAMATAN BATU KOTA BATU Dionita Putri Anwar; Nurul Umi Ati; Roni Pindahanto
Respon Publik Vol 14, No 3 (2020): Respon Publik
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.585 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Gambaran Umum Bantuan Pangan Non Tunai (2) Implementasi Program Bantuan Pangan Non Tunai Dinas Sosial Di Kelurahan Sisir Kecamatan Batu Kota Batu (3) Faktor Pendukung dan penghambat Program Bantuan Pangan Non Tunai. Metode Penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Metode penelitian deskriptif kualitatif yaitu penelitian yang digunakan untuk menggambarkan peristiwa maupun fenomena yang terjadi di lapangan, pada pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Peneliti menggunakan kepercayaan, keteralihan, ketergantungan, dan kepastian yang bertujuan untuk mengecek keabsahan data penelitian. Analisis data pada penelitian ini menggunakan tiga komponen yaitu antara lain reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Gambaran Umum Program Bantuan Pangan Non Tunai terdapat empat proses yaitu Registrasi atau Pembukaan Rekening, Edukasi dan Sosialisasi, Penyaluran, Pembelian Barang. (2) Pelaksanaan Program Bantuan Pangan Non Tunai di Kelurahan Sisir Kecamatan Batu Kota Batu dirasa sudah baik dengan menggunakan E-warong sebagai tempat pembelian bahan pangan. (3) Program Bantuan Pangan Non Tunai memiliki faktor pendukung yaitu dengan pemerintah atau pelaksanan kegiatan cukup tanggap akan kendala-kendala yang terjadi pada Keluarga Penerima Manfaat itu. Kata Kunci : Implementasi, Bantuan Pangan Non Tunai, E-warong 

Page 1 of 1 | Total Record : 8