cover
Contact Name
Nilma Zola
Contact Email
zola@konselor.org
Phone
+628116615155
Journal Mail Official
jurnal@iicet.org
Editorial Address
http://journal.iicet.org/index.php/lentera/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Lentera Negeri
ISSN : 27467988     EISSN : 27467996     DOI : https://doi.org/10.29210/99430
Lentera Negeri is a peer-reviewed published by Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy. The aim of this journal is to publish articles dedicated to disseminate the conceptual thoughts, ideas and research results that have been achieved in the area of community services, social sciences, applied science, technology and other relevan field. Specifically, topics of interest include but are not limited to: Community services Teaching and Learning Social sciences Applied science Technology and Enggenering other relevan field
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 29 Documents
Proses dan hasil pengkajian pembelajaran berbasis pendidikan karakter pada kursus hotel hospital Kadek Suranata; I Ketut Dharsana; I Nyoman Ari Surya Dharmawan
Lentera Negeri Vol 3, No 2 (2022): Lentera Negeri
Publisher : Indonesian Institute For Counseling, Education and Therapy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/99830

Abstract

This Community Service Program aims to strengthen the implementation of Strengthening Character Education in tourism LKP Training through Lesson study models.  There are three main stages implemented in the lesson study program, namely plan, do, and see.  Two classes with a total of 21 and 23 students respectively along with two structures at LKP OTC Bali were appointed as models that opened classes in lesson study activities. Through discussions of curriculum studies and lesson plans, hospitality courses are selected in this program.  Lesson study activities are carried out in two cycles each for each class and   model instructor. The observers of this activity are 65 instructors, OTC management staff throughout Bali as internal observers and academics from Ganesha University of Education as external observers. Data on the instructor’s ability to design, implement and evaluate learning is obtained through guided observation carried out by all observers. Data on the character of religious, discipline, hard work and curiosity of students are measured before the program is implemented and after the program ends. The data were analyzed descriptively and percentage. The results of observations show that there is an increase in the ability of instructors in designing character-based learning activities, implementing KDP, and evaluation abilities in cycle II.  Based on the results of measuring the character of religious, discipline, endurance and curiosity of students participating in the course can be found an increase in all the characters aspect between before and after taking the hospitality course that integrates the strengthening of character education.
Tingkat kunjungan masyarakat pada pelayanan posyandu keluarga di desa Toya, Nusa Tenggara Timur Hartini Haritani; Sulistia Ardyati; Erma Ewisa Oktresia; Fitriwati Sovia; Muhammad Zainul Majdi; Atiaturrahmaniah Atiaturrahmaniah; Baiq Aryani Novianti
Lentera Negeri Vol 3, No 1 (2022): Lentera Negeri
Publisher : Indonesian Institute For Counseling, Education and Therapy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/99360

Abstract

Posyandu cadres are the driving force for the implementation of family posyandu services, both in moving targets, services and reporting. With the changing level of posyandu to a family type of this system increases the workload of posyandu cadres, the competence and skills of cadres need to be improved through training and mentoring. The data obtained was qualitative data with descriptive analysis method.  Data collection was carried out by conducting observations, interviews and technical training to posyandu cadres with the aim of providing knowledge about family posyandu services, and basic skills at tables 1 to table 8 for cadres so that the presence of this small group of people could increase the number of targeted visits to posyandu.  The results obtained from this activity were: the number of visits by pregnant women, toddlers and the elderly had increased. However, the strategy was needed to increase youth's interest in posyandu according to the number of visits by teenagers.
Bimbingan Kelompok dalam Mengurangi Kecemasan Siswa Kelas 6 SD Menghadapi Ujian Nasional Suci Dwi Fernanda
Lentera Negeri Vol 1, No 2 (2020): Lentera Negeri
Publisher : Indonesian Institute For Counseling, Education and Therapy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/99790

Abstract

Ujian nasional merupakan salah satu syarat kelulusan dari satuan pendidikan sebagaimana diamanatkan oleh Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 72 ayat (1) Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Kondisi psikologis siswa yang menghadapi ujian nasional yang cenderung cemas berlebihan penting untuk mendapatkan layanan agar berhasil menghadapi ujian. Kondisi psikologis siswa dalam menghadapi ujian akhir sekolah berbeda-beda, hal ini disebabkan adanya dinamika psikis yang berbeda pada diri masing-masing siswa. Siswa yang memiliki dinamika psikis yang baik tidak mengalami kecemasan atau ketakutan dalam menghadapi ujian. Sebaliknya siswa yang memiliki dinamika psikis yang buruk akan mengalami kecemasan atau ketakutan dalam menghadapi ujian. Mengingat dampak kecemasan, perlu dilakukan upaya untuk mengurangi kondisi tersebut dengan memberikan layanan bimbingan.
Mengatasi Perilaku Membolos Siswa Melalui Konseling Individual Dengan Menggunakan Pendekatan Behavioral Ravidah Aziz
Lentera Negeri Vol 1, No 2 (2020): Lentera Negeri
Publisher : Indonesian Institute For Counseling, Education and Therapy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/99750

Abstract

Perilaku membolos adalah perilaku tidak masuk sekolah, meninggalkan sekolah saat jam mata pelajaran atau keluar saat jam mata pelajaran tanpa mendapat izin dari pihak sekolah. Perilaku membolos harus segera ditangani karena dapat berpengaruh terhadap akademik, perilaku yang menyimpang dari tata tertib sekolah serta moral peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang melatarbelakangi permasalahan-permasalahan yang ada di sekolah,salah satunya membolos. Sebagaimana dipahami bahwa dampak dari perilaku membolos adalah mengalami kegagalan dalam pelajaran. Kegiatan layanan konseling dapat diselenggarakan dengan baik secara individual maupun kelmpok. Konseling individual ditujukan kepada peserta didik untuk membantu memperbaiki kebiasaan yang memadai seperti perilaku membolos agar menjadi perilaku yang lebih baik lagi di lingkungan sekolah.
Penerapan ART Therapy Bermain dalam Mengatasi Permasalahan Anak Rapika Sani; Yeni Karneli
Lentera Negeri Vol 2, No 2 (2021): Lentera Negeri
Publisher : Indonesian Institute For Counseling, Education and Therapy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/99800

Abstract

Permasalah tidakhanya dimiliki oleh orang dewasa namun anak-anak juga bisa memiliki masalah,dan masalah yang sering dihadapi anak seperti,tidak bisa bergaul dengan teman sepermainan,tingkah laku yang nakal,karena tingkah laku manusia tidak hanya dipengaruhi oleh masa lalu, namun pandangan terhadap masa depan, tujuan dan aspirasi merupakan salah satu untuk menuju kesuksesan dalam hidup individu. Oleh karena itu untuk mengatasi permasalahan ini dibutuhkan terapi, salah satunya art therapy bermain diterapkan dalam penelitian ini sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan anak.Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa art therapy bermain tergolong efektif untuk mengatasi permasalah anak terutamanya yang tidak bisa bergaul dengan teman sebaya yang pastinya harus dilakukan oleh tenaga yang ahli, sehingga dapat membantu individu dalam meyimbangkan fungsi id, ego dan super ego. Dengan harapan untuk berkembang dengan optimal.
Penggunaan Desensitisasi untuk Mengurangi Phobia Siska Permata Sari; Yeni Karneli
Lentera Negeri Vol 1, No 2 (2020): Lentera Negeri
Publisher : Indonesian Institute For Counseling, Education and Therapy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/99760

Abstract

Phobia adalah rasa ketakutan kuat (berlebihan) terhadap suatu benda, situasi atau kejadian, yang ditandai dengan keinginan untuk menjauhi sesuatu yang ditakuti itu. Jika sudah parah bisa sangat mengganggu aktifitas seseorang. Seperti seseorang akan sesak nafas, deg-degan, keringat dingin, gemetaran, bahkan sampai tidak bisa menggerakkan badannya. Dengan menggunakan teknik desensitisasi agar bisa mengurangi tingkat ketakutan seseorang terhadap phobianya atau rasa takutnya terhadap suatu hal. Teknik ini dapat membuat penderita merasakan relaksasi/ketenangan sehingga ketakutan nya akan berkurang dan panik segala macam bisa lebih terkendali. Hasil yang didapat setelah diberikan teknik ini banyak penderita yang mulai bisa mengontrol ketakutan terhadap sesuatu.
Pengguanaan Teknik Art Therapy Untuk Remaja yang Menyalahgunakan Narkoba Nurul Islami Yetti
Lentera Negeri Vol 2, No 2 (2021): Lentera Negeri
Publisher : Indonesian Institute For Counseling, Education and Therapy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/99810

Abstract

Narkotika adalah obat atau zat yang dapat menenangkan syaraf, mengakibatkan ketidaksadaran, atau pembiusan, menghilangkan rasa nyeri dan sakit, menimbulkan rasa mengantuk atau merangsang, dapat menimbulkan efek stupor, serta dapat menimbulkan adiksi atau kecanduan. Hal ini akan sangat berpengaruh terhadap kehidupan bangsa dan negara pada masa mendatang. Perilaku sebagian remaja yang secara nyata telah jauh mengabaikan nilai- nilai kaidah dan norma serta hukum yang berlaku di tengah kehidupan masyarakat menjadi salah satu penyebab maraknya penggunaan narkoba di kalangan generasi muda. Dalam kehidupan sehari- hari di tengah-tengah masyarakat masih banyak dijumpai remaja yang masih melakukan penyalahgunaan narkoba. Dalam penceghan narkoba Art Therapy merupakan salah satu cara psikoterapi suportif jenis ventilasi yang memfasilitasi klien mengeluarkan isi hatinya. Sehingga klien merasa lega dan kecemasannya berkurang, kemudian dapat melihat masalahnya dalam proporsi yang sebenarnya.
Peningkatan Kualitas Guru dalam Proses Belajar Mengajar Berbasis HOTS
Lentera Negeri Vol 3, No 2 (2022): Lentera Negeri
Publisher : Indonesian Institute For Counseling, Education and Therapy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/99890

Abstract

Pada abad 21, diperlukan sumber daya manusia berkualitas tinggi yang memiliki keahlian berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills) antara lain berpikir kritis, kreatif, dan sebagainya. Pembentukan kemampuan untuk berpikir tingkat tinggi ini harus dipupuk salah satunya melalui proses belajar mengajar di sekolah. Hal ini berimplikasi bahwa keterampilan Higher Order Thinking Skills menjadi sesuatu yang harus dikembangkan pada diri peserta didik yang dilakukan dalam proses pembelajaran. Konsekuensinya, guru-guru dituntut mampu mengembangkan pendekatan dan strategi pembelajaran berbasis HOTS. Kenyataan dilapangan menunjukkan bahwa pengetahuan dan kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran berbasis HOTS masih belum optimal. Maka dari itu, kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas guru dalam proses belajar mengajar berbaasis HOTS. Metode pelatihan dilakukan dengan ceramah, diskusi, tanya jawab dan simulasi. Pelatihan dilakukan selama dua hari di Pondok Pesantren tarbiyah Islamiyah Pasia. Sebanyak 42 orang guru ikut terlibat menjadi peserta dalam pelatihan ini. Evaluasi pelatihan dilakukan dengan melakukan pengamatan dan penyebaran angket untuk mengukur keberhasilan kegiatan pelatihan dan efektivitas pelatihan. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa pelatihan yang dilakukan dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran berbasis HOTS. Pelatihan pun terlaksana dengan sangat baik dimana peserta didik antusias dan fokus untuk mengikuti pelatihan dengan rata-rata persentase capaian efektivitas pelatihan adalah 97,26%.
Membangun jaringan support system sebaya: inisiatif pengembangan kompetensi guru bimbingan dan konseling MTs Kota Malang dalam mengatasi masalah siswa
Lentera Negeri Vol 4, No 1 (2023): Lentera Negeri
Publisher : Indonesian Institute For Counseling, Education and Therapy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/99920

Abstract

Guidance and Counseling services in MTs (Islamic Junior High School) are not optimal due to the limited personnel and counseling hours in schools, leading students to seek help from their peers to solve their problems. One of the efforts made to build a positive peer culture is by developing peer counseling services. This program is designed through community service conducted over 6 months. The assistance provided includes (1) Preparation Stage, exploring materials for the peer counselor program as a strategy to handle student problems, (2) Implementation Stage, training to identify the level of social relationships among students through Sociometry to form peer counselors, training for school counselor to develop the peer counselor program, basic listening skill training, appointing a peer counselor team at school, (3) Evaluation and Follow-up Stage, evaluating and following up on the peer counselor program as a strategy to handle student problems. The community service partners are 24 school counselor from MTs in Malang City. The evaluation of the results is conducted by assessing the level of satisfaction of school counselor and the success of establishing the peer counselor program in schools. The instruments used are the Peer Counselor Formation Evaluation Form and the Basic Listening Skill Test for peer counselors. Based on the evaluation results, 75% of MTs in Malang City now have peer counselors. This program has also succeeded in providing support to students in improving their mental health quality and enhancing their communication skills. The sustainability of this program is ensured by holding advanced training related to other student problem-solving skills periodically, according to the needs of students/peer counselors.

Page 3 of 3 | Total Record : 29