cover
Contact Name
Muhammad Ruswandi Djalal
Contact Email
wandi@poliupg.ac.id
Phone
+6285250986419
Journal Mail Official
sinergi@poliupg.ac.id
Editorial Address
Jalan Perintis Kemerdekaan KM.10 Tamalanrea, Makassar 90245
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin Sinergi
ISSN : 16931548     EISSN : 26849372     DOI : http://dx.doi.org/10.31963/sinergi
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Politeknik Negeri Ujung Pandang mempublikasikan hasil penelitian pada Bidang Teknik Mesin dan Energi.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 1 (2018): April 2018" : 12 Documents clear
ANALISIS KEKUATAN GESER SAMBUNGAN LAS TITIK MENGGUNAKAN MESIN LAS TITIK INVERTER Abram Tangkemanda; Muh Iswar; Tri Agus Susanto; Akmal Kamaruddin; Jummi Manda Mangetan; Jono Tangdialla
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 16, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.689 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v16i1.1200

Abstract

Analisis Kekuatan Geser Sambungan Mesin Las Titik Menggunakan Mesin LasTitik Inverter. Analisis kekuatan geser sambungan mesin las titik menggunakan mesin lastitik inverter bertujuan untuk mengetahui pengaruh arus terhadap tegangan geser las titikinverter, pengaruh variasi sambungan terhadap tegangan geser las titik sistem inverter,pengaruh bahan Stainless AISI 304 dan St-42 terhadap tegangangeser las titik inverter. Ujimekanik bahan, pembuatan specimen pengujian (arus 80 A, 100 A), analisis data regresilinier berganda, hasil dan pembahasan, kesimpulan. Hasil menunjukkan bahan StainlessSteel AISI 304 ketebalan 0,8 mm mempunyai hubungan negatif terhadap kenaikantegangan geser, ketebalan 1 mm mempunyai hubungan posotif terhadap kenaikan tegangangeser, sedangkan bahan ST-42 ketebalan 0,8 mm dan 1 mm mempunyai hubungannegative terhadap kenaikan tegangan geser. Bahan Stainless Steel AISI 304 memiliki titiklebur yang rendah sehingga mampu menahan panas sedangkan bahan St-42 memiliki titiklebur yang tinggi sehingga pada ketebalan pelat tipis dan arusnya dinaikkan akanmengalami penurunan tegangan geser namun pada saat ketebalan bertambah dan arusnyadinaikkan bahan memiliki penetrasi yang lebih baik.
ANALISIS PENGARUH KETIDAKSEIMBANGAN BEBAN TERHADAP EFISIENSI TRANSFORMATOR TIGA FASA DI PT. PLN (Persero) RAYON MAKASSAR TIMUR, PENYULANG KIMA Remigius Tandioga; Musrady Mulyadi; Tony Christianto E.S; Ahmad Tegar
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 16, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (780.968 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v16i1.1205

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar persentaseketidakseimbangan beban pada transformator dan juga untuk mengetahui seberapabesar efisiensi dan rugi daya transformator pada saat diberi beban seimbang maupuntidak seimbang. Karena data yang terukur merupakan beban tidak seimbang makauntuk menghitung beban pada saat keadaan seimbang digunakan harga rata-rata daridata tersebut. Dengan menentukan faktor ketidakseimbangan lewat metode komponensimetris dan metode koefisien tak seimbang, maka didapatkan rugi tembaga, dayaoutput dan efisiensi dalam keadaan tidak seimbang. Hasil penelitian ini menunjukkanbahwa pada saat transformator diberi beban tidak seimbang maka efisiensinya akanmenurun dibandingkan dengan saat transformator diberi beban yang seimbang. Akantetapi ketidakseimbangan beban tidak terlalu berpengaruh terhadap efisiensi karenamemberikan perubahan efisiensi yang tidak terlalu signifikan yakni rata-rata sebesar3,47 % saja.
RANCANG BANGUN MESIN PENGUPAS SABUT KELAPA Anthonius L.S. Haans; Arthur Khalik Razak; Habibi Habibi; Nur Ilham; Ditha Gracecia
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 16, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.291 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v16i1.1196

Abstract

Dari proses pengolahan buah kelapa akan menghasilkan limbah berupa serat kelapa yang dapat digunakan sebagai bahan baku industri. Potensi sabut kelapa sangat besar, akan tetapi belum dapat dimanfaatkan sepenuhnya untuk kegiatan produktif karena kurangnya teknologi alat yang dapat memisahkan komponenkomponen buah kelapa. Proses pengupasan kebanyakan masih dilakukan secara konvensional dengan linggis sehingga selain menguras tenaga juga berbahaya bagi pekerja. Dengan menggunakan cara itu kecepatan pengupasan sabut kelapa dapat mencapai 2 sampai 3 buah kelapa dalam 1 menit. Tujuan penelitian ini adalah membuat mesin pengolah sabut kelapa yang dapat memudahkan pengupasan sabut dan untuk meningkatkan kapasitas  produksi pengpasan sabut kelapa. Hasil penelitian desain pengolah sabut kelapa dirancang dengan menggunakan penggerak motor bakar 6.5 HP 3800 rpm, ukuran rangka 90x40x79 cm, menggunakan rangkaian transmisi pullisabuk, rantai sproket dan reducer 1:30 untuk mengurangi kecepatan putaran menjadi 55 rpm, roda gigi diameter 14 cm, 2 buah poros pisau yang berputar berlawanan arah sebagai mesia pengupas sabut kelapa, penutup mesin dengan ukuran 2x45x45 cm untuk memudahkan menahan kelapa yang sedang dikupas. Rancangan mesin yang dibuat mampu memudahkan pengupasan karena langkahyang diperlukan untuk mengupas lebih sedikit dibanding dengan menggunakan linggis sehingga tenaga yang dibutuhkan saat mengupas dengan menggunka mesin ini lebih sedikit pula. Mesin ini dapat mengupas sebuah kelapa selama 14.67 detik atau 4 buah kelapa dalam waktu 1 menit.
ANALISIS PENGARUH PENGGUNAAN AVR (AUTOMATIC VOLTAGE REGULATOR) TERHADAP SISTEM EKSITASI GENERATOR PADA BTG 1 (BOILER TURBIN GENERATOR) PT. SEMEN TONASA Andareas Pangkung; Marhatang Marhatang; Citri Novianti Irlan; Ummul Fasiha
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 16, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.327 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v16i1.1201

Abstract

Abstrak: Generator sinkron bekerja dengan mengubah energi mekanis menjadi energilistrik tiga fasa. Tegangan keluaran generator harus konstan. Namun, padakenyataannya tegangan yang dihasilkan generator akan berubah akibat perubahanbeban. Untuk menjaga agar tegangan tetap konstan pada tegangan nominalnya, makadibutuhkan alat yang disebut AVR (Automatic Voltage Regulator). AVR ini bekerjadengan mengatur arus eksitasi agar nilai tegangan keluaran generator konstan. Hal itusangat penting dalam menjaga tingkat stabilitas generator. Penelitian ini bertujuanuntuk menganalisis penggunaan AVR pada sistem eksitasi generator. Dengan metodepenelitian, mengukur parameter pada sistem eksitasi hingga tegangan keluarangenerator. Kemudian dari data-data yang diperoleh, dapat dianalisis perfoma AVRkedua generator sehingga diketahui stabilitas generator pada setiap unitnya. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa AVR pada generator 2 bekerja lebih optimaldibandingkan dengan AVR pada generator 1. Ditunjukkan dengan regulasi teganganpada generator 2 lebih rendah (0,279%) dibandingkan regulasi tegangan padagenerator 1 (0,385%). Hal ini dikarenakan AVR generator 2 menggunakan AVR barudengan tipe PRISMIC A3100 sedangkan AVR generator 1 tipe Unitrol F ABBmemiliki usia pemakaian yang lama sehingga daya gunanya pun menurun.Kata Kunci: AVR generator, Generator Sinkron, dan Sistem Eksitasi,
REDUKSI ARUS ASUT PADA START UP MOTOR INDUKSI SATU FASA MENGGUNAKAN AC-AC KONVERTER BERBASIS MIKROKONTROLER Lewi Lewi; Muh Yusuf Yunus; Paniman Palengai; Zein Rahimul Iman
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 16, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.458 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v16i1.1206

Abstract

Motor induksi secara umum dapat distarting dengan menghubungkan motorsecara langsung ke jala-jala PLN. Dengan menghubungkan secara langsung dapatmenarik arus yang tinggi sehingga mengakibatkan drop tegangan, serta dapatmempengaruhi peralatan listrik pada saluran yang sama. Penelitian ini bertujuanuntuk membuat sebuah alat yang dapat mengurangi arus asut pada start up motorinduksi, juga untuk mengetahui mengetahui prinsip kerja dari alat yang dibuat.Metode yang digunakan adalah metode komparasi. Yang dimaksud metode komparasiadalah metode yang dimaksudkan untuk mengetahui, membandingkan dan mengujiperbedaan dua kelompok percobaan atau lebih. Pada pengujian motor tanpamenggunakan arus asut, diperoleh arus starting sebesar 2,4 A sedangkan padapengujian menggunakan alat pereduksi arus asut, diperoleh arus startingnya sebesar2,25 A. Dengan menggunakan alat preduksi arus asut pada start up motor induksisatu fasa yang telah dibuat, mampu mengatur sudut pemicuan TRIAC. Sehingga padastarting awal motor induksi satu fasa, arus dapat diatur kurang dari arus starting tanpamenggunakan alat.
RANCANG BANGUN ALAT PEMIPIH BIJI JAGUNG OLAHAN Simon Ka’ka; Jeremiah Ritto; Hasni Hasni; Mario F.L.N Juanto; Ghiyats Dzulkifli M
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 16, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.801 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v16i1.1197

Abstract

Jagung merupakan salah satu hasil pertanian di indonesia yang memilikibanyak kandungan gizi. Untuk memanfaatkan jagung tersebut maka dibuatlah alatpemipih biji jagung yang dapat dimanfaatkan di kalangan masyarakat. Pembuatan alatyang sebelumnya telah dibuat dengan ketebalan + 1,0 mm.Oleh karena itu, pembuatanalat ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana menghasilkan pemipihan jagung yangketebalannya bervariasi+ 1, + 1,5 dan + 2 mm, membuat alat pemipih jagung yangminimalis dan mudah dioperasikan serta bagaimana mengetahui biaya pembuatanalat pemipih biji jagung olahan ini. Berdasarkan hasil pengujian hasil pemipihan yangdiperoleh untuk ketebalan + 1,0 mm yang diambil dari 10 sampel pengujian yangdiambil secara acak yakni rata – rata 1,01 mm, 1,08 mm, dan 1,07 mm selama 3 kalipercobaan. Sedangkan hasil pemipihan yang diperoleh untuk ketebalan + 1,5 mmyang diambil dari 10 sampel pengujian yang diambil secara acak yakni rata – rata 1,52mm, 1,62 mm, dan 1,56 mm selama 3 kali percobaan. Serta hasil pemipihan yangdiperoleh untuk ketebalan + 2,0 mm yang diambil dari 10 sampel pengujian yangdiambil secara acak yakni rata – rata 2,09 mm, 2,02 mm, dan 2,05 mm selama 3 kalipercobaan.Adapun hasil dari analisis, maka waktu pengeringan berpengaruh padawaktu proses pemipihan, dimana menunjukkan bahwa semakin lama di jemursemakin cepat proses pemipihan dan sedikit berpengaruh pada hasil pemipihan.
ANALISIS KINERJA SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA SEBAGAI PENGGERAK PROPELLER PADA PERAHU NELAYAN Andareas Pangkung; A.M. Shiddiq Yunus; Oktapianus Ala; Dichersinarto R
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 16, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.441 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v16i1.1202

Abstract

Indonesia sebagai negara yang terletak di wilayah garis Khatulistiwamemiliki potensi penyinaran 12 jam setiap hari sepanjang tahun. Semakin menipisnyacadangan minyak bumi membuat manusia harus mencari energi yang terbaharukan.Solar sel merupakan sebuah alat yang dapat mengkonversi energi cahaya menjadienergi listrik. Penggunaan solar sel telah berkembang dalam berbagai bidang industriantara lain sebagai pendorong kegiatan ekonomi dan bahkan kebutuhan transportasi.Pada penelitian ini, solar sel digunakan sebagai sumber penggerak perahumenggunakan motor dc. Motor dc yang digunakan 0,9 Hp dengan 5 pengaturankecepatan maju dan menggunakan perahu fiber kayu dimensi 8,2m x 0,75m x 0,7m.Hasil penelitian bahwa beban maksimum pada pengaturan kecepatan 5 dengan beban4 orang (265 kg). Kecepatan maksimum 6,37 km/jam dan dapat bertahan hingga 2jam 22 menit menggunakan baterai 100Ah. Dari pengujian, aplikasi ini dapatditerapkan dan bahkan dikembangkan dengan daya motor yang lebih besar.
MODIFIKASI OSCILLATORY FLOW REACTOR (OFR) UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI BIODIESEL SISTEM KONTINYU Suryanto Suryanto; Apollo Apollo; Zulkifli Akmar; Ridwansa Ridwansa
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 16, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1456.797 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v16i1.1207

Abstract

Biodiesel merupakan salah satu jenis biofuel (bahan bakar cair daripengolahan minyak nabati atau lemak hewani) yang sangat potensial dikembangkandi Indonesia sehingga untuk sistem produksi biodiesel terus dikembangkan gunamenghasilkan sistem produksi yang kontinyu, berkualitas dan efisien. Metode yangdigunakan untuk memproduksi biodiesel yaitu metode transesterifikasi denganmenggunakan reaktor model Oscillatory Flow Reactor (OFR) sistem kontinyu.Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan produksi biodiesel dengan memodifikasireaktor model Oscillatory Flow Reactor (OFR) pada alat produksi sehingga diperolehsuatu sistem yang kontinyu dengan waktu proses (resident times) pada tahapan reaksiyang lebih singkat. Hasil modifikasi Oscillatory Flow Reactor (OFR) daripenelitian ini telah melalui uji kinerja dan uji lab dan dari hasil penelitian ini telahmampu memperpendek waktu reaksi pada pada tahapan reaksi menjadi 2,83 menitsehingga kapasitas produksi alat meningkat sampai 0,1375 liter/detik. Kemudiandari hasil lab menunjukkan kualitas produk sesuai dengan standar ASTM D6751 danSNI 7182:2012. Maka dari itu modifikasi Oscillatory Flow Reactor (OFR) telahmampu mengoptimasi alat produksi biodiesel sistem kontinyu serta tetap menjagakualitas produk biodiesel sesuai standar.
ANALISIS OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) MESIN PRODUKSI PADA PT. INDOFOOD CBP SUKSES MAKMUR Tbk MAKASSAR Muhammad Arsyad; Arthur Khalik Razak; Sumardi Mawardi; Fadli Abdul Azis
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 16, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.016 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v16i1.1198

Abstract

Dalam dunia industri, efisiensi sangat dibutuhkan untuk mencapaikeuntungan yang setinggi-tingginya. Berbagai cara dilaksanakan untuk mencapaiefisiensi yang diinginkan, termasuk dengan melaksanakan Total ProductiveMaintenance (TPM). Untuk mengetahui sejauh mana efisiensi yang telah dilakukanpada PT. INDOFOOD CBP SUKSES MAKMUR Tbk (divisi noddle – pabrikmakassar), dapat dilakukan dengan menghitung Overall Equipment Effectitiness(OEE). OEE diukur melalui availability, performance efficiency dan rate of qualityproduct, kemudian di rincikan kembali pada analisa six big losses. Dari hasil analisamenunjukkan bahwa PT. INDOFOOD CBP SUKSES MAKMUR Tbk (divisi noddle– pabrik makassar), berada diatas standar global OEE sebesar 85% (Nakajima,1988).
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI BIOGAS DARI LIMBAH TERNAK DI KEC. BAROKO KAB. ENREKANG Jumadi Tangko; Sonong Sonong; Muh Andi Chaerul S; Junaidi Salam
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 16, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.289 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v16i1.1203

Abstract

Penelitian ini dilakukan yaitu untuk mengetahui/menganalisa faktor-faktorapa saja yang dapat mempengaruhi produksi biogas limbah ternak sapi didalamsebuah digester, dimana ukuran digester yang digunakan yaitu dengan diameterdigester ± 2 m dan tinggi ± 2 m. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan BarokoKabupaten Enrekang, menggunakan metode eksperimental dengan perlakuanpenambahan subtrat seperti Em4 kedalam campuran kotoran sapi dengan air dandengan melakukan perbandingan 1:2 dimana kotoran sapi lebih sedikit daripada air.Dalam penelitian ini penulis menggunakan alat ukur manometer U, Ph-meter danPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan Em4 danperbandingan 1:2 terhadap produksi biogas di Kecamatan Baroko KabupatenEnrekang. Hasil pengujian yang dilakukan menunjukkan bahwa penambahan Em4dapat meningkatkan peroduksi biogas dimana tekanan tertinggi terjadi pada hari ke-6dengan kenaikan tekanan mencapai 31.5 cm (kenaikan presure di malam hari).Sedangkan perbandingan 1:2 hasil penelitian menunjukkan adanya penurunanproduksi biogas. Hal ini dikarenakan kurangnya sumber makanan bagi bakteri-bakteripembentuk biogas.

Page 1 of 2 | Total Record : 12