cover
Contact Name
Dhini Dewiyanti
Contact Email
jlbi@iplbijournals.id
Phone
+628122184048
Journal Mail Official
dhinijlbi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Antropologi 20. Komp. UNPAD. Cigadung. Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia
ISSN : 23019247     EISSN : 26220954     DOI : https://doi.org/10.32315/jlbi
Jurnal ini menerima tulisan ilmiah dalam bentuk artikel hasil penelitian, artikel diskursus, dan artikel metode penelitian. Ruang lingkup keilmuan yang diwadahi oleh jurnal ini meliputi bidang arsitektur lanskap, arsitektur perilaku dan lingkungan, pengelolaan pembangunan dan pengembangan kebijakan, perancangan arsitektur, perencanaan dan perancangan kota, perencanaan wilayah dan perdesaan, perumahan dan permukiman, sains dan teknologi bangunan, sejarah dan teori arsitektur dan kota, sistem infrastruktur wilayah dan kota, serta bidang keilmuan lingkungan binaan lainnya.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 2 (2020): JLBI" : 5 Documents clear
Kajian Empiris Kerusakan Konstruksi Atap Akibat Gempa Bumi Kasus: Padang, Halmahera, Aceh, Lombok, Jogja, Palu, NTT Koesmartadi, Ch.; Moniaga, Christian; Anandhita, Gustav
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 9 No. 2 (2020): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v9i2.99

Abstract

Kepulauan Indonesia dilalui oleh jalur gempa bumi, dan seringkali peristiwa gempa bumi yang biasanya memakan korban baik manusia maupun rumah-rumah penduduk. Pada umumnya jatuhnya korba dikarenakan gempa itu sendiri melainkan terkena runtuhan atap. Oleh karenananya tujuan tulisan ini adalah mencari tahu sebab terjadinya keruntuhan atap yang cenderung lepas dari tumpuannya, padahal model tumpuan atap sudah digunakan sejak lama, dan selalu berulang digunakan juga terjadi bentuk keruntuhan yang hampir mirip. Data diambil dari beberapa peristiwa gempa bumi yang korbannya adalah masyarakat pengguna bangunan berangka atap. Dari pengamatan empiris kemudian dilakukan analisis secara kualitatif guna melihat tingkat kerusakan bangunan. Hasil menunjukan kerusakan berupa kuda-kuda yang terlepas dari tumpuan dan roboh kebawah atau roboh akibat secara struktur berbentuk empat titik sehingga tiang penyangga dari pondasi ke kuda-kuda roboh kesamping karena tiang tidak berfungsi sebagai pengaku. Penyebab keruntuhan adalah momen horizontal yang berada di tengah atap sehingga ayunan horizontal menjadi besar dan mengalahkan tumpuan.
Menemukenali Karakter Konstruksi Hunian Masyarakat Rejang di Desa Gunung Alam, Kabupaten Lebong Ramawangsa, Panji Anom; Prihatiningrum, Atik; Haidi, Akhdan
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 9 No. 2 (2020): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v9i2.101

Abstract

Bangunan vernakular yang ada di nusantara merupakan arsitektur yang lahir, tumbuh, dan berakar dari tradisi serta masyarakat etnik. Pada pemukiman di Desa Gunung Alam, Kecamatan Pelabai, Kabupaten Lebong yang dihuni oleh Suku Rejang Asli dan keturunannya. Di Desa Gunung Alam terdapat hunian dengan orientasi bangunan menghadap ke jalan, memiliki bentuk denah yang sederhana berbentuk persegi panjang memanjang ke belakang, tata ruang yang simetri, dan sistem bangunan panggung yang tetap kokoh dan bertahan hingga saat ini walaupun telah mengalami guncangan gempa bumi berkekuatan tinggi serta ancaman banjir. Mengenal dan mendeskripsikan konstruksi hunian masyarakat Rejang dalam konteks mitigasi Rejang akan memperkaya pengetahuan mengenai perwujudan arsitektur lokal yang adaptif dengan alam dan iklim daerah Bengkulu.
Typology Hunian Minimalis di Kehidupan Modern Asriningpuri, Handajani
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 9 No. 2 (2020): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v9i2.102

Abstract

Era tahun 2000 bersamaan peningkatan eksistensi sektor property, dikelurahan Pondok Benda Tangerang Selatan banyak lahan minimal 300 m2 dimiliki secara pribadi umumnya oleh penduduk Jakarta. Sektor perumahan rakyat kala itu tidak ditangani kementrian perumahan rakyat tetapi oleh kementrian PU-PR, pengembangan-pembangunannya dikerjakan secara swakelola oleh usaha swasta, berdirilah perumahan dalam kelompok2 kecil + 6–70 unit tanpa mempertimbangkan sarana prasarana lingkungan ideal & daya dukung alam seperti AMDAL. Beragam harga timbul (tanpa aturan baku) misalnya dilokasi dengan kemudahan akses ke jalan utama, harga rumah type 36/72: + 500-600 juta. Beberapa pernyataan pembeli/calon penghuni, komunitas property, perangkat pemerintah: “perumahan tersebut diminati karena daya beli dan pilihan terbatas, walaupun kebutuhan tidak tercukupi”. Dilandasi beberapa penelitian di tiga Cluster Bellarosa-Harmonia-Exorria di Villa Pamulang Pondok Benda, terantisipasi persoalan untuk dipikirkan-dipecahkan seperti: perubahan luas, tampilan, kepadatan dan struktur-konstruksi akibat kegagalan pemenuhan syarat rumah sehat, area service, ruang terbuka hijau pasca dihuni, dan perubahan profil tampilan perumahan.
Kajian Landmark pada Aspek Lingkungan dari Pariwisata Berkelanjutan di Pulau Samosir Ginting, Nurlisa; Michaela
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 9 No. 2 (2020): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v9i2.103

Abstract

Penerapan konsep keberlanjutan pada pariwisata sangatlah penting untuk menjaga keberlansungan serta menyeimbangkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Di lain sisi, pariwisata merupakan sebuah produk rekreasional yang mengandalkan keunikan suatu tempat. Keberadaan landmark pada suatu kawasan menimbulkan keunikan sehingga meningkatkan nilai distinctiveness. Nilai distinctiveness pada akhirnya akan mempengaruhi keputusan wisatawan dalam memilih tempat wisatanya dan menentukan loyalitas wisatawan terhadap satu tempat wisata. Penelitian ini merupakan kajian terhadap peran landmark pada aspek lingkungan dari pariwisata berkelanjutan yang berfokus pada pariwisata yang ada di Pulau Samosir, Sumatera Utara, Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode campuran dengan melakukan penyebaran kuesioner kepada 105 responden, observasi lapangan, dan wawancara terhadap narasumber. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa keserasian antara bangunan baru dengan bangunan tradisional serta antara bangunan baru dengan lingkungannya memiliki pengaruh yang tinggi dalam menaikkan nilai landmark pada pariwisata berkelanjutan pada kawasan kajian.
Konfigurasi Ruang Permukiman Pulau Lakkang Berbasis Mitigasi Bencana Syarif , Edward
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 9 No. 2 (2020): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v9i2.104

Abstract

Kampung Lakkang terletak di pesisir Sungai Tallo, Kota Makassar dan dikelilingi perairan. Meskipun dikelilingi perairan, namun Kampung Lakkang belum pernah mengalami bencana banjir, air bah maupun tsunami. Hal ini mengindikasikan bahwa budaya bermukim masyarakat Lakkang telah mempengaruhi konfigurasi ruang permukimannya sehingga dapat beradaptasi dengan bencana alam. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh konfigurasi ruang permukiman tepi air Lakkang terhadap mitigasi bencana. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik analisis spacesyntax dan didukung oleh konsep mitigasi bencana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cara bermukim masyarakat Lakkang berkembang dari bermukim alami ke bermukim kolektif. Bermukim kolektif membentuk konfigurasi ruang yang lebih terintegrasi dari ruang yang dibentuk oleh bermukim alami. Budaya bermukim masyarakat Lakkang telah membentuk konfigurasi ruang terbuka dan membentuk ruang-ruang terintegrasi sehingga sesuai dengan konsep mitigasi bencana. Makalah ini dapat menjadi konsep pengembangan permukiman tepian air tanggap bencana berdasarkan kearifan lokal.

Page 1 of 1 | Total Record : 5