cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.fib@ugm.ac.id
Phone
+62274513096
Journal Mail Official
deskripsi.fib@ugm.ac.id
Editorial Address
Department of Languages and Literatures, Building R. Soegondo, second Floor, Sosiohumaniora Street No. 1, Bulaksumur, Universitas Gadjah Mada
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Deskripsi Bahasa
ISSN : 26157349     EISSN : 26866110     DOI : https://doi.org/10.22146
Deskripsi Bahasa [DB] merupakan jurnal untuk menyebarluaskan hasil penelitian atau pemikiran bahasa yang diterbitkan sebanyak 2 nomor dalam setahun yaitu pada bulan Maret dan Oktober oleh Departemen Bahasa dan Sastra, Fakultas Ilmu Budaya UGM bekerja sama dengan Forum Linguistik. Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal ini difokuskan pada bidang linguistik deskriptif, linguistik sosial, dan penerjemahan. Dosen, mahasiswa, dan peneliti bahasa diharapkan dapat memanfaatkan jurnal ini untuk berbagi pengetahuan hasil penelitian atau pemikirannya. DB mencakup naskah luaran kegiatan penelitian dengan kajian khusus linguistik.
Articles 122 Documents
Kalimat Sederhana dengan Unsur Pembentuk Predikat Verba pada Bahasa MelayuLarantuka Reyneldis B. Fernandez
Deskripsi Bahasa Vol 2 No 1 (2019): 2019 - Issue 1
Publisher : Department of Languages and Literature, Faculty of Cultural Sciences, UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1611.542 KB) | DOI: 10.22146/db.v2i1.344

Abstract

Bahasa Melayu Larantuka adalah bahasa di NTT yang belum banyak diketahui. Penelitian bahasa mengenai LRT yang terpublikasi tergolong minim jika dibandingkan dengan bahasa Lamaholot yang lebih identik dengan bahasa-bahasa di Flores Timur. Artikel ini menelaah secara sederhana mengenai konstruksi kalimat sederhana dengan unsur pembentuk predikat verba dalam bahasa Melayu Larantuka; sebagai suatu tinjauan deskriptif awal mengenai bahasa Melayu Larantuka. Data dijaring secara elisit melalui interaksi dengan penutur asli dan kemudian diulas dengan menggunakan teori- teori valensi. Terdapat konstruksi avalent, monovalent, bivalen, dan trivalent dalam kalimat sederhana bahasa Melayu Larantuka. Terlihat pula bahasa Melayu Larantuka merupakan bahasa dengan konstruksi verb medial dan memiliki pola susunan umum berupa SVO.
Identitas Gender dalam Penggunaan Kata-Kata Tabu Bahasa Jawa di Jawa Timur Agustin Anggraeni
Deskripsi Bahasa Vol 2 No 1 (2019): 2019 - Issue 1
Publisher : Department of Languages and Literature, Faculty of Cultural Sciences, UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1459.23 KB) | DOI: 10.22146/db.v2i1.345

Abstract

Dalam penelitian ini, penulis mengangkat penggunaan kata-kata umpatan, makian, atau hinaan Bahasa Jawa yang digunakan oleh masyarakat Jawa Timur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perbedaan antara masyarakat Jawa Timur laki-laki dan perempuan dalam menggunakan kata-kata tabu Bahasa Jawa dan faktor yang mempengaruhi perbedaan dalam penggunaan kata-kata tersebut. Penulis menggunakan pendekatan kualitatif dalam melakukan penelitian ini, lalu penyajian hasil analisis dipaparkan secara deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Dalam melakukan survei, peneliti menggunakan kuisioner online yang disebar berdasarkan teknik random sampling kepada 95 responden, terdiri dari 27 laki-laki dan 68 perempuan. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa masyarakat Jawa Timur menganggap bahwa kata jancuk dan asu adalah kata-kata umpatan yang paling kasar, kata ndasmu dan congormu adalah kata makian yang paling kasar, dan kata goblok dan nggatheli adalah kata-kata hinaan yang paling kasar. Laki-laki cenderung memilih leksikal dengan nilai yang paling kasar, seperti jancuk, asu, ndasmu, congormu, nggatheli, goblok ketika berbicara, sedangkan perempuan lebih memperhalus dengan memakai kata kampret, asem, nggaplek’i, pekok, bathukmu, udelmu. Perbedaan-perbedaan tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, tujuan, mitra tutur, dan pandangan sosial mereka tentang penggunaan kata-kata tabu.
Respon Gender Maskulin dan Feminin terhadap Video yang Diunggah Akun Instagram@d_kadoor Fatihatus Syahida
Deskripsi Bahasa Vol 2 No 1 (2019): 2019 - Issue 1
Publisher : Department of Languages and Literature, Faculty of Cultural Sciences, UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1521.968 KB) | DOI: 10.22146/db.v2i1.346

Abstract

Instagram merupakan salah satu media sosial yang menjadi favorit masyarakat untuk mengekspresikan dirinya. Dari situ muncul bentuk-bentuk tuturan baru, bahkan satu kata bisa menunjukkan ekspresi yang bertolak belakang. Misalnya, kata anjing merupakan bentuk umpatan, tetapi dalam kolom komentar di instagram @d_kadoor, kata tersebut digunakan bukan sebagai umpatan, tetapi juga tidak sepenuhnya bermakna positif. Gender maskulin dan feminin pun mengekspresikan tuturannya dengan cara yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis perbedaan bentuk respons gender maskulin dan feminin terhadap video yang diunggah akun instagram @d_kadoor dan (2) menganalisis perbedaan karakteristik tuturan gender maskulin dan feminin dalam merespons video yang diunggah akun instagram @d_kadoor. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa tuturan di kolom komentar instagram @d_kadoor yang diambil secara purposive sampling, yaitu dengan mengambil sampel yang sesuai dengan tujuan penelitian. Data diperoleh dengan metode simak bebas libat cakap. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode padan pragmatis dan translasional dengan teknik hubung banding menyamakan (HBS) dan teknik hubung banding memperbedakan (HBB) serta metode agih dengan teknik baca markah. Dari 32 data yang diperoleh, 10 data dituturkan oleh gender maskulin, sedangkan 22 data lainnya dituturkan oleh feminin. Bentuk respons gender maskulin dan feminin terhadap video yang diunggah akun instagram @d_kadoor terdiri atas pujian, sindiran, umpatan, dan bentuk lain yang tidak teridentifikasi. Perbedaan karakteristik tuturan gender maskulin dan feminin dikelompokkan berdasarkan pilihan kata, unsur suprasegmental, dan emotikon yang digunakan.
Northern Balinese Nickname System I Dewa Putu Wijana
Deskripsi Bahasa Vol 2 No 2 (2019): 2019 - Issue 2
Publisher : Department of Languages and Literature, Faculty of Cultural Sciences, UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (755.165 KB) | DOI: 10.22146/db.v2i2.347

Abstract

This paper is intended to describe the Northern Balinese nickname system with focus of attention on the forms and their relation with the owner’s real names, and various references and their connection with the extralinguistic facts of the person they refer to. By using correlational method between the nicknames and the owner’s real names, and between the references and physical, behavioral, and historical realities of the personthey denote to, It is found that there are at least three relation types that hold between the nicknames and the real names, namely arbitrary, formal, and extralinguistic relation type; The nicknames semantically refer to various entities, such as animal and its excrement, physical and mental characteristics, illness, fruit and food, childhood expressions, personal figures, and important events. All of these referents are essentially reflections of cultural realities of the Nothern Balinese community members’ interaction in their new places.
Framing of Papua Under Two Different Medias: Tirto.id and Reuters of United States Almas Rifqi Darmawan
Deskripsi Bahasa Vol 2 No 2 (2019): 2019 - Issue 2
Publisher : Department of Languages and Literature, Faculty of Cultural Sciences, UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (843.348 KB) | DOI: 10.22146/db.v2i2.348

Abstract

Critical discourse analysis (CDA) is a bridge of interpretations through textual context occurred in the news media. Thus, the 2019 Papua’s issues were getting a huge portray in online news and many news coverages in national and international level that had put Papua issues into bias. Media’s framing influences people perception as a reader. Under CDA and the framing of Papua, the news readers are expected to have their own perception through the media’s perspectives or frames. Qualitative method was used to uncover the frames of the online news media of Tirto.id and Reuters of United States. This research explores how Tirto.id and Reuters are framing the Papua issue in their articles by defining the types of frames occurred in both news media within the period. Following the framing categorization which are conflict frame, human interest frame, responsibility frame, and consequences frame and by focusing on the wordings which showing the category thus classified them based on the embedded value behind the words. Thus, distinguish the differences of the frames used between both media. The result of the analysis is that in both media employed the frames. One news could contain more than one frame employed. The conclusion is that one news article may portray many frames and both media may indicate two different perceptions of Papua issue under two different circumstances Tirto.id and Reuters of United States.
Penggunaan Istilah dalam Komunikasi Psikiater dengan Keluarga Pasien RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta Anugrah Dany Setiawan
Deskripsi Bahasa Vol 2 No 2 (2019): 2019 - Issue 2
Publisher : Department of Languages and Literature, Faculty of Cultural Sciences, UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.519 KB) | DOI: 10.22146/db.v2i2.349

Abstract

The purpose of research is to determine the perceptions of psychiatrists and patients' families. This method of research is non-experimental research with a sectional cross design. How data collection comes under direct observation, interviews, and a dialog record to the patient's family in RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. The subject of this research is the patient's family and psychiatrist. The data validity test was triangulated medical records, psychiatrists and patients' families. Sources of data this research are events and informants. Techniques employed in collecting data include (1) immediate observation, (2) interviews, (3) recording, and (4) analysis. Among the characteristics of the psychiatrist with the patient's family records: (1) diagnosis, (2) drug regulation (3) control issues, and (4) prognosis. The purpose of the register between the psychiatrist and the patient's family is to have psychiatric communication with the patient's family on target. The measuring material is a suitable questionnaire between the psychiatrist's explanation and the understanding of the patient's family after the patient is discharged from RSUP Dr. Sardjito. Research has concluded that there's no research register for communication between the psychiatrist and RSUP Dr. Sardjito's family of patient.
Linguistic Deviations: Characteristic of Online Language Alma H. Ramadhani
Deskripsi Bahasa Vol 2 No 2 (2019): 2019 - Issue 2
Publisher : Department of Languages and Literature, Faculty of Cultural Sciences, UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (747.112 KB) | DOI: 10.22146/db.v2i2.350

Abstract

This study presents the analysis of a small corpus of online language taken from microblog site Instagram, examining the language characteristic focusing on the linguistic deviations. As a representation of CMC, Instagram allows its user to do a free communication with another users talking about personal experience or discussing anything that matches their interest without any limitation of characters. The data used in this research was in the form of words, phrases, clauses and fragments taken from Instagram Posts’ comments. The result shows that linguistic deviations found in Instagram are non-standard capital letters, over-used of punctuations, emoji, repeating characters, laughter, abbreviations, and grammatical deviation. Online language is believed to be creative and unique and those linguistic features indicate that online language on is a combination between written and spoken communication and it has opened avenues of online language that is not accessible with “correct English”.
Translation of Addressing Terms in The Novel This Earth of Mankind Ardik Ardianto
Deskripsi Bahasa Vol 2 No 2 (2019): 2019 - Issue 2
Publisher : Department of Languages and Literature, Faculty of Cultural Sciences, UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (878.569 KB) | DOI: 10.22146/db.v2i2.351

Abstract

This paper is an attempt to approach the translational stylistics, aiming at identifying the equivalence and translation procedures used in translating the Toer’s authorial style from the Indonesian language to the English language in the novel This Earth of Mankind. A translational stylistics model proposed by Malmkjær was used to contrast the target text (TT) and the source text (ST), primarily focusing on the stylistic shift. Further, as to the model of translation procedures, it specifically employed Vinay and Darbelnet’s methodology for translation. Data used in this study were addressing terms found in two novels, the Indonesian novel Bumi Manusia and its translation This Earth of Mankind. The rigorous analysis demonstrated how the translation of addressing terms involved a wide range of aspects, such as sociocultural and historical values (including social identity and social strata) and power and solidarity relation. Therefore, it raised a number of noteworthy translation issues, i.e., its equivalence, stylistic shift, and translator’s strategies. Through the increasing awareness of ‘cultural turn’ in translation studies, the concept of equivalence is supposedly perceived not as an absolute assessment but as a mediating attempt to accommodate and transpose the inferred or perceived meaning from the ST to the TT as much as possible. However, the findings are not set out to appraise the translator’s ethical attitude, considering the limited data used in this study and numerous factors that are not yet taken into account, e.g. the power play of the translation industry, and culture-mediating agenda in the receiving culture.
Ranah Sumber Konseptualisasi Kemenangan Pascapemilihan Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2019 dalam Media Sosial Twitter Astrid Yulinda Putri
Deskripsi Bahasa Vol 2 No 2 (2019): 2019 - Issue 2
Publisher : Department of Languages and Literature, Faculty of Cultural Sciences, UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.355 KB) | DOI: 10.22146/db.v2i2.352

Abstract

Metafora konseptual merupakan bentuk kebahasaan berupa ekspresi linguistik yang digunakan sebagai alat untuk melihat dan memahami sesuatu. Hal tersebut berhubungan erat dengan bahasa dan pikiran tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini dilator belakangi oleh pemetaan pola pikir masyarakat tentang kemenangan pascapemilihan Presiden dan Wakil Presiden Indonesia tahun 2019 dalam media sosialtwitter. Adanya konseptualisasi dari satu masyarakat dengan masyarakat lain mengenai konsep kemenangan merupakan hasil dari cara berpikir secara kognitif. Masyarakat membangun konsep abstrak berupa kemenangan dalam media sosial twitter, dengan konsep lain yang lebih konkret atau biasa disebut dengan ranah sumber. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ranah sumber pada konseptualisasi kemenanganpascapemilihan. Data dalam penelitian ini diambil dari cuitan (tweet) masyarakat Indonesia yang menggunakan media sosial twitter mengenai kemenangan. Pengambilan data dibatasi pascapemilihan dari tanggal 17 April 2019 hingga 30 Juni 2019. Berdasarkan pengamatan dan analisis data, hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia memetakan metafora kemenangan dalam berbagai konseptualisasi yang diwujudkan melalui ranah sumber. Berdasarkan 112 data yang telah dianalisis, selanjutnya diklasifikasikan menjadi sembilan ranah sumber metafora kemenangan, yaitu (1) manusia; (2) bangunan; (3) makanan; (4) cahaya; (5) alat; (6) permainan dan pertandingan; (7) perjalanan;(8) harta; dan (9) agama. Intensitas data didominasi oleh ranah sumber manusia serta permainan dan pertandingan, sedangkan intensitas yang paling sedikit ranah sumber agama dan bangunan.
Strategi Merespon Pujian Pasangan Suami Istri Desi Fitri
Deskripsi Bahasa Vol 2 No 2 (2019): 2019 - Issue 2
Publisher : Department of Languages and Literature, Faculty of Cultural Sciences, UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (769.904 KB) | DOI: 10.22146/db.v2i2.354

Abstract

Hubungan suami isteri menjadi lebih harmonis dengan adanya komunikasi. Terdapat beragam bentuk komunikasi yang digunakan pasangan suami isteri dalam kehidupan suami isteri diantaranya adalah tuturan memuji dan responnya. Tuturan merespon pujian pasangan suami isteri akan menempatkan penutur pada kondisi yang dilematis antara menerima, menolak atau mengalihkan pujian. Dalam situasi ini, penutur dan mitra tutur akan berusaha mengatasi dilema yang dihadapi dengan melakukan beberapa strategi merespon pujian dalam rangka menghidari ketidaknyamanan dan kesalahpahaman. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengetahui dan menjabarkan pilihan strategi yang digunakan oleh pasangan suami istri dalam merespon pujian. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah DTC (Discourse Complement Test). Instrumen ini digunakan untuk mempermudah perolehan data. Data berupa pernyataan yang terdiri dari 10 situasi dan disebarkan kepada 35 pasangan suami isteri melalui bantuan google form. Setelah terkumpul data di analisis dan di kelompokkan sesuai teori yang sudah ditemukan oleh peneliti sebelumnya. Hasil analisis memperlihatkan bahwa terdapat tiga strategi makro yang digunakan pasangan suami isteri dalam merespon pujian yaitu, menerima, menolakmdan mengartikan pujian sebagai permintaan. Strategi makro tersebut kemudian dijabarkan kembali kedalam beberapa strategi mikro yang lebih spesifik. Hasilnya, pasangan suamiistri cenderung menanggapi pujian dengan menggunakan strategi makro penerimaan dengan strategi mikro penerimaan dalam bentuk apresiasi seperti senyum, ungkapan terimakasih, ungkapan bahagia dan doa kepada Tuhan.

Page 4 of 13 | Total Record : 122