cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.fib@ugm.ac.id
Phone
+62274513096
Journal Mail Official
deskripsi.fib@ugm.ac.id
Editorial Address
Department of Languages and Literatures, Building R. Soegondo, second Floor, Sosiohumaniora Street No. 1, Bulaksumur, Universitas Gadjah Mada
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Deskripsi Bahasa
ISSN : 26157349     EISSN : 26866110     DOI : https://doi.org/10.22146
Deskripsi Bahasa [DB] merupakan jurnal untuk menyebarluaskan hasil penelitian atau pemikiran bahasa yang diterbitkan sebanyak 2 nomor dalam setahun yaitu pada bulan Maret dan Oktober oleh Departemen Bahasa dan Sastra, Fakultas Ilmu Budaya UGM bekerja sama dengan Forum Linguistik. Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal ini difokuskan pada bidang linguistik deskriptif, linguistik sosial, dan penerjemahan. Dosen, mahasiswa, dan peneliti bahasa diharapkan dapat memanfaatkan jurnal ini untuk berbagi pengetahuan hasil penelitian atau pemikirannya. DB mencakup naskah luaran kegiatan penelitian dengan kajian khusus linguistik.
Articles 126 Documents
Dari Kolektor Besi Tua Hingga Sosok Religius: Stereotip Orang Madura Melalui Humor Herlianto A.
Deskripsi Bahasa Vol 2 No 2 (2019): 2019 - Issue 2
Publisher : Department of Languages and Literature, Faculty of Cultural Sciences, UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (785.684 KB) | DOI: 10.22146/db.v2i2.355

Abstract

This research aims to describe the stereotype of Madurese through humor. Humor and stereotyping are two inseparable concepts, especially ethnic humor. Madurese humors are discourses that are not neutral; there are interests and intentions behind every discourse of humor that is set. Ethnic humor is formed by exploring the weaknesses of other ethic groups especially related to the character of the ethnic. This is a form of speaker superiority about the ethnic. This study uses a social paradigm, qualitative approach, and interviewing and observing data collection methods. Source of the data comes from documents and informants. Data were analyzed by applying critical discourse analysis of van Dijk. This theory divides a discourse into three part: text, social cognition and context. The results showed at least seven of Madurese stereotypes through humor. Of the seven, it is divided into two categories, which are based on the job: scrap metal collectors, female herbalist, religious man, and satay seller; and based on the characters, namely: dumbness, cleverness, and rudeness. This critical research proves the stereotype through humor is an attempt to perpetuate the culturally alienated position of Madurese race.
Problematika Penerapan Tanda Baca dan Pola Kalimat dalam Produk Peraturan Daerah Lilis Hartini; Dadang Sudana
Deskripsi Bahasa Vol 2 No 2 (2019): 2019 - Issue 2
Publisher : Department of Languages and Literature, Faculty of Cultural Sciences, UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.296 KB) | DOI: 10.22146/db.v2i2.356

Abstract

Struktur bahasa Indonesia memusatkan perhatiannya pada tata bahasa yang sesuai dengan standardisasi bahasa. Struktur bahasa yang sudah memenuhi syarat kaidah bahasa Indonesia yang berlaku menerapkan pola kalimat yang sempurna. Pola kalimat akan sempurna apabila ditunjang oleh tanda baca yang sesuai dengan makna sintaksiknya. Struktur bahasa seperi ini dikategorikan sebagai bahasa yang baik dan benar. Permasalahan inti dari penelitian ini adalah bagaimana problematika tanda baca dan pola kalimat yang diterapkan dalam produk peraturan daerah dan bagaimana kekeliruan bahasa dapat terjadi pada produk Peraturan Daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pola kalimat dan kekeliruan bahasa dalam produk peraturan daerah. Melalui metode deskriptif dengan mengambil pendekatan kualitatif interpretatif berdasarkan kepustakaan ditemukan bahwa terdapat beberapa aturan hukum yang tidak menerapkan tanda baca dan pola kalimat yang sesuai dengan strandardisasi bahasa, sehingga komunikasi hukum menjadi kurang baik. Ini berimbas pada kekeliruan penggunaan bahasa pada teks-teks hukum. Hasil data yang dianalisis tersebut disajikan melalui contoh yang relevan dengan keadaan hukum dewasa ini. Hasil penelitian menunjukkan terdapat dua problematika dalam produk hukum. Pertama, problematika penerapan tanda baca dan pola kalimat pada teks hukum terdapat pada kebiasaan masyarakat hukum yang tidak mau beranjak dari budaya untuk menyalin kembali istilah-istilah hukum atau teks-teks hukum dari wacana hukum sebelumnya Kedua, berhubungan dengan kekeliruan berbahasa yang sering menyimpang dari strukturtata bahasa sehingga terkesan penulisan aturan terlampau jauh dari kepraktisan berbahasa. Hal ini mengakibatkan kekeliruan struktur bahasa dalam produk hukum karena kaidah bahasa Indonesia yang baku telah dilanggar.
Ragam Interjeksi Bahasa Jepang Diah Soelistyowati
Deskripsi Bahasa Vol 2 No 2 (2019): 2019 - Issue 2
Publisher : Department of Languages and Literature, Faculty of Cultural Sciences, UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (833.149 KB) | DOI: 10.22146/db.v2i2.357

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ragam dan makna pada interjeksi bahasa Jepang (kandoushi). Data dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kajian semantik. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah kandoushi dalam percakapan yang dituturkan oleh tokoh yang terdapat dalam cerita pendek Shiro karya Akutagawa Ryunosuke. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan teori kandoushi milik Namatame. Hasil dari penelitian ini ditemukan beberapa ragam kandoushi berupa ajakan, memberitahu, saran, dan permintaan. Interjeksi bahasa Jepang digunakan dalam situasi informal dan digunakan oleh penutur kepada mitra tutur yang memiliki hubungan dekat.
Nama-Nama Jajanan Khas Arab Afifatul Munjidah
Deskripsi Bahasa Vol 2 No 2 (2019): 2019 - Issue 2
Publisher : Department of Languages and Literature, Faculty of Cultural Sciences, UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (827.199 KB) | DOI: 10.22146/db.v2i2.359

Abstract

Penamaan makanan merupakan salah satu sistem budaya yang dimiliki setiap etnis. Penamaan tersebut dilatarbelakangi sistem kehidupan serta kebiasaan adat budaya yang dimiliki. Salah satu penamaan yang unik yakni jajanan khas dari Arab. Data dikumpulkan melalui metode simak dengan teknik sadap dari sumber tertulis berupa buku dan laman internet. Selanjutnya data dianalisis dengan metode padan referensial. Setelah dilakukan analisis terhadap data, ditemukan bahwa penamaan yang dipakai dalam jajanan khas Arab yakni berdasarkan bahan, cara pembuatan, tempat, penyebutan sifat khas, metafora atau keserupaan, metonimi pembuat serta tokoh, dan penamaan baru atau arbitrer.
Kontruksi Gaya Hidup Syar’i Perkotaan: Analisis Semiotika Sosial pada Iklan Baliho di Yogyakarta Cut Irna Liyana; Sajarwa Sajarwa; Irwan Abdullah
Deskripsi Bahasa Vol 2 No 2 (2019): 2019 - Issue 2
Publisher : Department of Languages and Literature, Faculty of Cultural Sciences, UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (896.76 KB) | DOI: 10.22146/db.v2i2.388

Abstract

Gaya hidup syar’i dewasa ini menjadi trend gaya hidup baru di perkotaan yang muncul melalui simbol-simbol tertentu dalam sebuah iklan. Iklan sebagai alat untuk mengkomunikasikan produk, juga merupakan media penyampaian pesan. Studi ini berupaya menggali bagaimana penggunaan bahasa dan gambar dalam iklan baliho di Yogyakarta dikonstruksikan dan kemudian digunakan sebagai simbol untuk merepresentasikan gaya hidup syar’i perkotaan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi dan dokumentasi pada iklan baliho di Yogyakarta. Analisis data dilakukan dengan analisis semiotika sosial. Penyajian hasil analisis data dilakukan secara formal dan informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap tiap memeliki struktur generik yang berbeda. Adapun dalam iklan baliho di Yogyakarta, struktur generik yang ada yaitu komponen visual terdiri dari: (1). Lead, (2). Display, dan (3) Emblem. Sedangkan komponen verbal terbagi menjadi: (a). Announcement, (2). Enhancer, (3). Tag, (4). Emblem. Gaya hidup syar’i dipresentasikan dalam iklan baliho di Yogyakarta dalam bentuk verbal dan visual. Bentuk verbal ditandai dengan penggunaan kata tertentu, yaitu kata serapan dari Bahasa Arab, istilah yang digunakan dalam Islam, Bahasa Arab, menunjukkan nuansa Arab (ke-Arab-araban). Sedangkan bentuk visual ditunjukkan dengan penggunaan gambar atau simbol, yaitu dengan Pakaian yang Islami dan Aktivitas keagamaan. Bahasa iklan digunakan tidak hanya sebagai alat untuk mengajak konsumen membeli produk tetapi sebagai alat komodifikasi agama.
The Speech Act of Request in Computer-Mediated Communication Maria Miwita Rosari
Deskripsi Bahasa Vol 3 No 1 (2020): 2020 - Issue 1
Publisher : Department of Languages and Literature, Faculty of Cultural Sciences, UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.689 KB) | DOI: 10.22146/db.v3i1.395

Abstract

Through conversation ones establish relationship with others and keep channels open for further relationships. Politeness strategies and issues have been the focus of a number of studies. The way ones request for something to others depends on some factors such as the context they are in and the interlocutors they talk to. This article aims at developing the latest discussion on politeness phenomena by paying attention to the specifics of Computer-Mediated Communication (CMC) settings specifically an online discussion forum. This article attempts to identify how speech act of request is performed in Top Law School (TLS) online discussion forum. The data were analyzed to observe the forms of speech act of request and the types of speech act of request performed in the online discussion forum. The findings of this paper revealed that the forms of speech act of request are expressed by declarative, interrogative, and imperative sentence. Moreover, the types of speech act of request employed by the users are directive, indirective, and literal speech acts. The writer believes that the study will be beneficial and a good reference for future researchers in conducting research on pragmatics under the same topic. Hopefully, it will enrich readers’ knowledge and understanding of the speech act of request and the politeness in CMC.
Ranah Sasaran dalam Metafora Kata /Yadun/’Tangan’ pada Alquran Regi Fajar Subhan
Deskripsi Bahasa Vol 3 No 1 (2020): 2020 - Issue 1
Publisher : Department of Languages and Literature, Faculty of Cultural Sciences, UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1332.366 KB) | DOI: 10.22146/db.v3i1.396

Abstract

Makalah ini mendeskripsikan konsep-konsep ranah sasaran yang terdapat dalam ayat-ayat metaforis berunsur anggota tubuh khususnya tangan. Metafora sering digunakan dalam upaya berbahasa yang dapat ditemukan dalam setiap bahasa di dunia, tak terkecuali dalam teks-teks keagamaan yang salah satunya ialah kitab suci Alquran. Metafora didefinisikan sebagai bentuk pemahaman satu ranah konsep melalui ranah konsep lain, atau dengan kata lain upaya pengongkretan konsep abstrak dalam berbahasa. Ranah sasaran merupakan wilayah yang abstrak dan menjadi sesuatu yang dituju dari metafora. Kitab Alquran merupakan kitab suci penganut agama Islam di seluruh dunia. Isi pesannya selain dinyatakan secara eksplisit juga ada yang dinyatakan secara implisit dengan menggunakan bentuk-bentuk kiasan. Salah satu bentuk tersebut dinyatakan melalui metafora dengan unsur anggota tubuh. Benda-benda yang melekat ditubuh menjadi sesuatu hal yang dekat dengan konsep pemikiran dan kognisi manusia. Dalam hal ini, “tangan” sebagai salah satu anggota tubuh memiliki peran dalam melakukan berbagai tindakan. Metodologi penelitian yang digunakan yakni kualitatif deskriptif, meliputi tiga tahap metode, di antaranya: peyediaan data, penganalisisan data, dan penyajian data. Teori metafora yang digunakan mengacu pada Lakof dan Johnson (1980; 2003), Kӧvecses (2010), dan Saeed (2016). Sumber utama data berasal dari kitab Alquran, sedangkan sumber pendukung ialah buku tafsir yang digunakan sebagai uji validitas. Hasil penelitian menyatakan bahwa ranah sasaran metafora berunsur kata يَدٌ /yadun/ ‘tangan’ dalam Alquran terdiri dari: (1) ranah sasaran sifat, (2) ranah sasaran pemalsuan, (3) ranah sasaran pertanggungjawaban, (4) ranah sasaran kekuasaan, (5) ranah sasaran menahan emosi, (6) ranah sasaran meluapkan emosi (mencelakai), dan (7) ranah sasaran kerugian.
Toponimi Desa di Kabupaten Banjarnegara Hersy Ardianty A.
Deskripsi Bahasa Vol 3 No 1 (2020): 2020 - Issue 1
Publisher : Department of Languages and Literature, Faculty of Cultural Sciences, UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.05 KB) | DOI: 10.22146/db.v3i1.397

Abstract

Toponimi merupakan fenomena bahasa yang terjadi sejak manusia ingin mengidentifikasi serta memberikan nama pada rupa bumi. Proses pemberian nama tersebut tidak bisa lepas dari aspek kebahasaan, lingkungan, maupun kondisi sosial-budaya masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan satuan kebahasaan, beserta latar belakang penamaan nama-nama desa di Kabupaten Banjarnegara. Penelitian dilakukan dengan tiga tahapan meliputi, penyediaan data, analisis data, dan penyajian hasil analisis data. Penyediaan data dilakukan dengan metode simak dan wawancara. Data berupa nama-nama desa di Kabupaten Banjarnegara dikelompokkan berdasarkan satuan kebahasaan, selanjutnya ditelusuri latar belakang dibalik penamaan desanya. Hasil penelitian ini berupa satuan kebahasaan yang berwujud kata monomorfemis, kata polimorfemis berafiks meliputi sufiks, infiks dan prefiks, dan kata polimorfemis majemuk. Adapun latar belakang penamaan diklasifikasikan berdasarkan makna yakni, aspek perwujudan meliputi wujud air, rupa bumi, dan tumbuhan; aspek kemasyarakatan meliputi harapan dan profesi; dan aspek kebudayaan berupa legenda. Selanjutnya, hasil analisis data disajikan dengan metode informal.
Penulis Karya Ilmiah dan Copyediting Sugihastuti Sugihastuti
Deskripsi Bahasa Vol 3 No 1 (2020): 2020 - Issue 1
Publisher : Department of Languages and Literature, Faculty of Cultural Sciences, UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.111 KB) | DOI: 10.22146/db.v3i1.398

Abstract

Tulisan ini berlatar belakang sebagai berikut. Satu hal yang patut menjadi perhatian penulis dan proses penerbitan karya ilmiah adalah edit, yaitu memperbaiki naskah atau menyunting naskah. Kata kerja edit menjadi hal yang penting dalam proses pengeditan sebelum penulis menerbitkannya. Editor, dengan demikian, menjadi orang yang penting juga dalam mengedit naskah tulisan atau karangan yang akan diterbitkan. Orang dapat menyebutnya sebagai pengedit atau penyuting. Dalam hal yang lebih spesifik, editor bahasa diperlukan dalam penyuntingan naskah. Editor bahasa bekerja untuk menyunting naskah yang akan diterbitkan dengan memperhatikan ejaan, diksi, dan struktur kalimat. Tidak hanya dalam hal itu, berbagai hal tentang penyuntingan naskah dilakukan oleh penyunting naskah, termasuk editor bahasa; lalu bagaimanakah perihal penyuntingan naskah (copyediting)? Masalah yang muncul dalam tulisan ini, antara lain, adalah perihal copyediting. Bagaimana copyediting dapat dilakukan dengan efektif dan efisien? Berdasar pada teori kebahasaan beserta kaidah-kaidah teknik penulisan ilmiah, metode tulisan ini merupakan metode deskriptif-kualitatif tentang copyediting. Ada (a) aspek-aspek yang diedit, (b) proses pengeditan yang cerdas, (c) prinsip kerja pengeditan, (d) peralatan pengeditan, (e) dan peringatan untuk editor bahasa. Hasil akhir tulisan ini merupakan masukan bagi penulis karya ilmiah. Masukan-masukan itu, antara lain, berupa hal-hal yang berkaitan dengan teks-naskah, format naskah, jenis pengeditan, gaya selingkung, dan detail administrasi.
Toponimi Kampung Njeron Beteng dan Njaban Beteng Keraton Yogyakarta Arum Jayanti
Deskripsi Bahasa Vol 3 No 1 (2020): 2020 - Issue 1
Publisher : Department of Languages and Literature, Faculty of Cultural Sciences, UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (824.533 KB) | DOI: 10.22146/db.v3i1.399

Abstract

Penelitian deskriptif eksploratif ini mencoba membahas bentuk satuan kebahasaan toponimi kampung di Njeron dan Njaban Beteng Keraton Yogyakarta, makna toponimi kampung di Njeron dan Njaban Beteng Keraton Yogyakarta, dan sistem penamaan kampung dan kaitannya dengan sejarah dan budaya Keraton Yogyakarta. Dari data penelitian nama kampung di Njeron dan Njaban Beteng Keraton Yogyakarta, ditemukan tiga hal: (1) bentuk satuan kebahasaan kampung di Njeron dan Njaban Beteng Keraton Yogyakarta terdiri atas satu sampai tiga morfem, (2) afiksasi {-an}, {pa-/-an}, {ka-/-an}, {ng-}, dan {ng-/-an} melekat dalam penamaan kampung Njeron dan Njaban Beteng; (3) Ditemukan delapan pola toponimi kampung di Njeron Beteng Keraton Yogyakarta, yakni (a) Nama Pangeran/Putri/Bangsawan, (b) Keahlian Abdi Dalem, (c) Abdi Dalem Jabatan, (d) Abdi Dalem Kesatuan Prajurit, (e) Flora, (f) Bangunan, (g) Petilasan, dan (h) Rupabumi, dan lima belas pola toponimi kampung di Njaban Beteng Keraton Yogyakarta, yakni (a) Nama Pangeran/Putri/Bangsawan, (b) Nama Abdi Dalem, (c) Keahlian Abdi Dalem, (d) Abdi Dalem Jabatan (e) Abdi Dalem Kesatuan Prajurit, (f) Flora, (g) Petilasan, (h) Aktivitas, (i) Komunitas Etnis, (j) Pekerjaan Penduduk, (k) Benda Kerajinan, (l) Folkor, (m) Rupabumi, (n) Pola Permukiman, dan (o) Harapan.

Page 5 of 13 | Total Record : 126