cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.fib@ugm.ac.id
Phone
+62274513096
Journal Mail Official
deskripsi.fib@ugm.ac.id
Editorial Address
Department of Languages and Literatures, Building R. Soegondo, second Floor, Sosiohumaniora Street No. 1, Bulaksumur, Universitas Gadjah Mada
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Deskripsi Bahasa
ISSN : 26157349     EISSN : 26866110     DOI : https://doi.org/10.22146
Deskripsi Bahasa [DB] merupakan jurnal untuk menyebarluaskan hasil penelitian atau pemikiran bahasa yang diterbitkan sebanyak 2 nomor dalam setahun yaitu pada bulan Maret dan Oktober oleh Departemen Bahasa dan Sastra, Fakultas Ilmu Budaya UGM bekerja sama dengan Forum Linguistik. Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal ini difokuskan pada bidang linguistik deskriptif, linguistik sosial, dan penerjemahan. Dosen, mahasiswa, dan peneliti bahasa diharapkan dapat memanfaatkan jurnal ini untuk berbagi pengetahuan hasil penelitian atau pemikirannya. DB mencakup naskah luaran kegiatan penelitian dengan kajian khusus linguistik.
Articles 126 Documents
Deletion pada Penerjemahan Directive Speech Act Film The Maze Runner Dewi Maryam
Deskripsi Bahasa Vol 3 No 1 (2020): 2020 - Issue 1
Publisher : Department of Languages and Literature, Faculty of Cultural Sciences, UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (896.316 KB) | DOI: 10.22146/db.v3i1.400

Abstract

Directive Speech Act sangat erat kaitannya dengan konteks, maksud penutur serta respon lawan tutur. Penerjemahan directive speech act berorientasi pada kesepadanan yang didasarkan pada tersampaikannya makna direktif tuturan tersebut. Namun, dalam proses penerjemahannya, penyelarasan pada teks sumber dilakukan. Hal ini berdampak pada makna dan fungsi yang bisa saja bergeser. Dalam menerjemahkan directive speech act, deletion sering kali terjadi. Hal ini menimbulkan pergeseran dari aspek leksikal. Pada proses penerjemahan, deletion dilakukun untuk mengurangi satuan lingual supaya dapat sedekat mungkin dengan bahasa pada teks sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk deletion pada Directive Speech Act Film The Maze Runner beserta fungsinya. Data dikumpulkan melalui proses transkripsi, catat serta dianalisis secara kontekstual dengan bantuan tabel klasifikasi dan disajikan secara deskriptif dari perhitungan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 data yang mengandung strategi deletion pada terjemahannya, ditemukan 19 (63,3%) berada pada tataran kata, 1 (3,3%) berada pada tataran frasa dan 10 (33,3%) berada pada tataran kalimat. Deletion terjadi pada tataran kata hingga kalimat. Deletion memiliki fungsi dalam penerjemahan. Ditemukan beberapa fungsi deletion, yaitu simplifikasi, reduksi repetisi dan mengeliminasi satuan lingual yang tidak memiliki peran utama dalam tuturan direktif. Dengan ini, Deletion terjadi dalam penerjemahan untuk mencapai fungsi-fungsi tertentu supaya hasil terjemahan pada teks sasaran dapat menjadi sepadan tanpa mengurangi esensi utama dari fungsi direktif pada directive speech act.
Prototipe Keperawanan Dalam Perspektif Pengguna Twitter: Kajian Linguistik Kognitif Devita Maliana Sari; B. R. Suryo Baskoro
Deskripsi Bahasa Vol 3 No 1 (2020): 2020 - Issue 1
Publisher : Department of Languages and Literature, Faculty of Cultural Sciences, UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (776.746 KB) | DOI: 10.22146/db.v3i1.401

Abstract

Istilah keperawanan dikenal sebagai hal yang tidak senonoh untuk diperbincangkan oleh masyarakat di Indonesia. Definisi keperawanan pun masih menjadi hal yang dipertanyakan karena informasi yang diterima oleh masyarakat berbeda-beda. Hal tersebut menyebabkan ketidak selarasan perspektif antara satu dan lain orang. Hal tersebut memunculkan prototipe yang beragam tentang keperawanan. Keperawanan dianggap sebagai harga diri, berharga, kesucian, mahkota, bahkan sebagai sebuah kehormatan. Padahal keperawanan juga dianggap sebagai hal yang tidak memiliki korelasi dengan harga diri, berharga, kesucian, mahkota, kehormatan dan lain sebagainya. Prototipe keperawanan yang beragam dapat ditemui dari cuitan pengguna twitter. Twitter tidak hanya berisi cuitan curhat tidak penting belaka. Bahkan isu keperawanan juga dicuitkan oleh sekian banyak pengguna twitter. Penelitian ini didasarkan atas kajian linguistik kognitif. Yakni mengkaji bahasa dan pikiran secara bersamaan dalam produksi ujaran. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan prototipe keperawanan dalam perspektif pengguna twitter. Peneliti menyimak cuitan pengguna twitter dalam memaknai keperawanan. Kemudian cuitan tersebut dikumpulkan dengan cara menyimak dan teknik tangkap layar. Selanjutnya data dipilah dan dicatat. Data dianalisis dan dikelompokkan berdasarkan jenis prototipenya mengacu pada teori Rosch. Hasil analisis diuraikan dengan tabel dan deskripsi. Simpulannnya, penelitian ini mendeskripsikan bahwa prototipe keperawanan didapatkan sebanyak 31 jenis. Prototipe ‘mahkota’ dan ‘privasi’ merupakan jenis prototipe yang paling banyak muncul dari cuitan pengguna twitter.
Eufemisme Dalam Rubrik Konsultasi Psikologi Psyline.Id Dhaulika Febriana
Deskripsi Bahasa Vol 3 No 1 (2020): 2020 - Issue 1
Publisher : Department of Languages and Literature, Faculty of Cultural Sciences, UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (793.218 KB) | DOI: 10.22146/db.v3i1.402

Abstract

Pengujaran secara langsung dan literal dapat menimbulkan ketersinggungan hati akibat adanya penggunaan isitilah-istilah yang dinggap kasar, sehingga eufemisme digunakan untuk mengganti istilah yang dianggap kasar menjadi istilah yang lebih halus dan dapat diterima dengan baik guna mengurangi dampak negatif yang bisa ditimbulkan. Penelitian ini membahas tentang satuan ekspresi eufemisme yang terdapat dalam rubrik konsultasi psikologi PsyLine.id. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mendeskripsikan bentuk dari eufemisme yang ada dalam rubrik konsultasi PsyLine.id, (2) menjelaskan jenis-jenis dari eufemisme yang ada dalam rubrik konsultasi PsyLine.id. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini yaitu semua ujaran atau kalimat yang mengandung makna eufemisme yang terdapat dalam rubrik konsultasi psikologi PsyLine.id. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik dasar simak dan teknik lanjutan simak bebas libat cakap (SBLC) dan teknik catat. Hasil dari penelitian ini yaitu (1) bentuk satuan ekspresi eufemisme dalam rubrik konsultasi psikologi PsyLine.id. berupa kata, frasa dan kalimat. Eufemisme yang ditemukan pada tataran kata berupa kata sederhana, kata kompleks, kata majemuk dan kata singkatan, (2) jenis satuan ekspresi eufemisme yang terdapat dalam rubrik konsultasi psikologi PsyLine.id. adalah figurative expressions atau ekspresi figuratif, circumlocutions atau sirkumlokusi, acronyms atau akronim, general-for-specific atau bentuk umum untuk khusus, understatements atau pengecilan permasalahan, learned terms or technical jargons atau pemakaian istilah teknis, dan borrowing atau pemakaian istilah pinjaman dari bahasa lain.
Kontak Bahasa yang Terepresentasi di Nama-Nama Tokoh Hikayat Raja Pasai Nadhifa Indana Zulfa Rahman
Deskripsi Bahasa Vol 3 No 1 (2020): 2020 - Issue 1
Publisher : Department of Languages and Literature, Faculty of Cultural Sciences, UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (880.529 KB) | DOI: 10.22146/db.v3i1.403

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan sistem penamaan tokoh yang disebutkan dalam Hikayat Raja Pasai sebagai perwujudan atas isu kontak bahasa yang dialami masyarakat Pasai pada masa itu. Metode penelitian yang dilakukan ada tiga tahap, yaitu metode pengumpulan data, metode analisis, dan metode penyajian hasil analisis. Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode simak bebas libat cakap dengan teknik lanjutan teknik catat. Metode analisis data dilakukan dengan metode padan referensial dan metode padan translasional. Selanjutnya, penyajian hasil analisis dilakukan dengan kata-kata biasa. Berdasarkan hasil analisis, dapat disebutkan bahwa sistem penamaan masyarakat Pasai di masa lalu merupakan dampak dari adanya kontak bahasa. Konstruksi bahasa yang digunakan dalam penamaan tokoh dalam Hikayat Raja Pasai ada beberapa model, yaitu 10 nama menggunakan BA, 14 nama tokoh menggunakan BM, dua nama menggunakan campuran BA dan BS, satu nama menggunakan campuran BA dan BT, tujuh nama menggunakan campuran BS dan BM, dua belas nama menggunakan campuran BA dan BM, satu nama menggunakan campuran BS dan BK, satu nama menggunakan campuran BA dan modifikasi BA ke BM, empat nama menggunakan campuran BM dan BK, satu nama menggunakan campuran BK dan modifikasi dari BA ke BM, satu nama menggunakan campuran BA dan perpaduan BH dan BA, satu nama menggunakan campuran BA dan perpaduan BM dan BA, satu nama menggunakan campuran BM dan modifikasi BA ke BM, satu nama menggunakan campuran BB dan BM, satu nama menggunakan campuran BK, BS, dan BM dan satu nama dengan menggunakan campuran BC dan BM.
Ellipsis Unsur Kalimat Dalam Percakapan Psikoterapi Fina Muhimah
Deskripsi Bahasa Vol 3 No 1 (2020): 2020 - Issue 1
Publisher : Department of Languages and Literature, Faculty of Cultural Sciences, UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (889.056 KB) | DOI: 10.22146/db.v3i1.404

Abstract

Ellipsis atau pelesapan adalah hilangnya suatu unsur yang ada dalam suatu teks, dengan makna yang tetap sama karena sesungguhnya unsur yang hilang tafsirannya tetap berada dalam teks tersebut. Terdapat dua tipe ellipsis yaitu cohesive ellipsis dan incohesive ellipsis. Penelitian ini akan berfokus pada incohesive ellipsis dengan tujuan untuk mengetahui konstruksi pelesapan yang terjadi dalam kalimat berdasarkan praanggapan perspektif antar kalimat (intra-sentence). Penelitian ini akan mendeskripsikan incohesive ellipsis dalam percakapan proses psikoterapi yaitu dalam rekaman audiovisual berjudul Psychoanalytic Psychotherapy with Otto Kernberg, MD. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan ellipsis melalui proses pelesapan pada unsur fungsi kalimat dengan menggunakan teori sintaksis dan referensi dari unsur yang mengalami pelesapan menggunakan teori pragmatik. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode simak dan analisis data menggunakan teksik sisip dan perluasan serta metode padan. Dari jumlah 862 klausa, ditemukan 110 data percakapan dengan proses ellipsis atau pelesapan. Penelitian ini menemukan dua tipe incohesive ellipsis yaitu textual ellipsis dan structural ellipsis. Data paling banyak ditemukan pada textual ellipsis dengan pelesapan pada unsur fungsi kalimat sebanyak 102 data dan, structural ellipsis sebanyak 8 data. Unsur fungsi kalimat yang dilesapkan yaitu subject (S), object (O) dan complement (C) serta gabungan dari beberapa satuan unsur fungsi kalimat membentuk satu rangkaian struktur yaitu S-P, P-S, S-P-O, S-P-C, dan S-P-A. Selanjutnya, reference text yang digunakan dalam data penelitian ini yaitu anaphoric ellipsis sebanyak 98 data dan cataphoric ellipsis sebanyak 3 data. Yang paling banyak mengalami pelesapan atau ellipsis adalah tipe textual ellipsis pada unsur fungsi kalimat subject-predicate (S-P) dengan total data 26 (23,6%) dari 110 data dengan bentuk acuan anaphoric ellipsis.
Makhluk Supernatural Dan Orang Amerika: Sebuah Kajian Linguistik Antropologis Husnul Athiya
Deskripsi Bahasa Vol 3 No 1 (2020): 2020 - Issue 1
Publisher : Department of Languages and Literature, Faculty of Cultural Sciences, UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (907.861 KB) | DOI: 10.22146/db.v3i1.405

Abstract

Studi Linguistik Antropologis yang menjadikan nama makhluk supernatural sebagai objeknya menarik untuk diperbincangkan. Banyaknya folklore, urban legend, serta cerita fiksi tentang makhluk supernatural semakin memperkukuh eksistensinya dalam kebudayaan orang barat yang terkenal sangat rasional. Penelitian ini menginvestigasi nama-nama makhluk supernatural yang dikonstruksi oleh orang Amerika untuk melihat pandangan mereka tentang entitas tersebut. Sebanyak 40 data diperoleh dari hasil observasi non-partisipasi terhadap sejumlah dokumen tertulis seperti The Encyclopedia of Ghost and Spirit Third Edition yang disusun oleh Rosemary Ellen Guiley (2007) dan situs-situs yang relevan. Sejumlah data juga didapatkan dari hasil wawancara dengan beberapa informan yang berasal dari Amerika. Data ini kemudian dianalisis berdasarkan klasifikasi jenis entitas dan referen namanya. Setelah dilakukan proses analisis, makhluk supernatural Amerika dapat dibagi ke dalam tiga jenis entitas yaitu spirit (1 nama), monster (13 nama), dan ghost (26 nama). Sementara referen namanya merujuk pada gender, tempat gentayangan, keadaan fisik, benda dan hewan. Dari hasil investigasi ini, dapat tergambar pandangan orang Amerika terhadap makhluk supernatural yang bersifat antroposentris, yakni memiliki identitas seperti manusia, memiliki gender dan juga anggota tubuh. Mereka juga meyakini bahwa makhluk supernatural dapat gentayangan di tempat-tempat tertentu, serta dapat menjelma menjadi bentuk yang beragam dan merasuki benda-benda di alam sekitar.
Transformasi Nama Diri Masyarakat Aceh Khairul Fajry
Deskripsi Bahasa Vol 3 No 1 (2020): 2020 - Issue 1
Publisher : Department of Languages and Literature, Faculty of Cultural Sciences, UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (999.773 KB) | DOI: 10.22146/db.v3i1.406

Abstract

Penelitian dengan paradigma sosiolinguistik ini berfokus pada transformasi penamaan diri masyarakat Aceh yang dipengaruhi oleh unsur-unsur bahasa asing di era globalisasi. Ada banyak pendapat tentang globalisasi dan pengaruhnya terhadap budaya lokal termasuk dalam penamaan diri yang mengikuti tren westernization atau kebarat-baratan. Sebelumnya, nama Arab atau Quranic words telah melekat sejak agama islam datang ke nusantara dan telah menjadi penanda identitas bagi masyarakat muslim Aceh. Unsur bahasa asing yang dimaksud dalam penelitian ini adalah bahasa Inggris dan bahasa-bahasa yang ada di benua Eropa. Penelitian ini mengambil 100 sampel data, data dianalisis menggunakan teknik pilah unsur penanda untuk menemukan unsur bahasa asing berupa fonem dan morfem. Hasil analisis kemudian disajikan dalam bentuk tabel dan penjelasan berupa deskripsi unsur bahasa. Dari hasil penelitian ditemukan sejumlah ortografi nama diri dengan unsur bahasa asing berupa penggunaan bentuk kata asing secara utuh, modifikasi nama diri dengan unsur bahasa asing, dan transliterasi nama Arab ke dalam bahasa Inggris dan bahasa-bahasa asing lainnya. Selain itu, ditemukan pula nama-nama diri dengan unsur nama-nama tokoh muslim dan nama-nama tempat asing yang dikenal di dunia barat. Faktor pendukung transformasi nama diri pada masyarakat Aceh di antaranya disebabkan oleh pengaruh keadaan politik, perkembangan teknologi dan pengaruh budaya serta nama-nama yang berkaitan dengan peristiwa bersejarah tertentu. Di samping itu, terdapat perubahan sikap bahasa atau language attitute terhadap penggunaan unsur bahasa asing serta adanya stereotipe bahwa bahasa asing memiliki nilai yang lebih prestise dan futuristik dengan perkembangan zaman.
Kuasa Dan Ideologi Kepolisian Republik Indonesia terhadap Anarko-Sindikalis: Analisis Wacana Kritis Adif Setiyoko; B.R. Suryo Baskoro
Deskripsi Bahasa Vol 3 No 2 (2020): 2020 - Issue 2
Publisher : Department of Languages and Literature, Faculty of Cultural Sciences, UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (902.416 KB) | DOI: 10.22146/db.v3i2.4086

Abstract

Ideologi dan kuasa dipandang sebagai dua konsep sentral dalam kajian-kajian Analisis Wacana Kritis. Keduanya memiliki kaitan erat dengan upaya melanggengkan, mempertahankan, serta menetapkan dominasi pihak-pihak yang berkuasa melalui praktik produksi wacana. Penelitian ini berupaya menyingkap struktur kuasa serta mengidentifikasi ideologi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang terefleksikan melalui penggunaan bahasa dalam mengonstruksi representasi kelompok anarko-sindikalis. Untuk menguraikan struktur kuasa dan ideologi Polri, penelitian ini mengadopsi analisis praktik sosiokultural yang menjadi salah satu bagian dari tiga dimensi AWK yang dirumuskan oleh Norman Fairclough. Melalui analisis praktik sosiokultural ini pula, hubungan antara kuasa, ideologi, dan bahasa, mampu teridentifikasi. Hasil kajian ini menemukan bahwa seluruh wacana siaran pers hanya berisi informasi yang berasal dari pihak kepolisian. Dengan kata lain, tak ada satu pun informasi dari pihak terkait, dalam hal ini kelompok anarko-sindikalis. Selain itu, penelitian ini juga menemukan adanya kuasa sepihak pihak kepolisian dalam merepresentasikan kelompok tersebut. Kuasa yang dimiliki pihak kepolisian ini turut digunakan untuk menciptakan atau menetapkan stigma-stigma tertentu yang dilekatkan kepada kelompok anarko-sindikalis seperti perusuh, kelompok yang menunggangi demonstrasi, merusak fasilitas, dan mengeroyok petugas kepolisian.
Dominasi Maskulin dalam Akronim Pornografis Aditya Wicaksono; Sailal Arimi
Deskripsi Bahasa Vol 3 No 2 (2020): 2020 - Issue 2
Publisher : Department of Languages and Literature, Faculty of Cultural Sciences, UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (967.822 KB) | DOI: 10.22146/db.v3i2.4087

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, makna, dan dominasi maskulin dalam akronim pornografis. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiolinguistik, khususnya kajian bahasa dan gender. Data penelitian diperoleh di dalam media sosial twitter. Hasil penelitian ini adalah (1) bentuk akronim pornografis di twitter antara lain berupa, akronim tiga kata, akronim suku kata awal dengan suku kata awal, akronim suku kata awal dengan suku kata akhir, dan akronim dengan kata metatesis, campur kode ke dalam (bahasa Indonesia dengan bahasa daerah), campur kode ke luar (bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris), bahasa prokem, dan bahasa Inggris. (2) Makna akronim pornografis mengalami perluasan dari makna-makna leksikal yang menjadi unsur pembentuk akronim. Hal tersebut disebabkan oleh faktor-faktor di luar bahasa yang menjadi konteks pornografi, seperti foto dan video. (3) Dominasi maskulin dalam akronim pornografi dapat dilihat dari gender maskulin menciptakan dan mengembangkan pembentukan akronim pornografis, yang dapat dilihat berdasarkan frekuensi laki-laki membicarakan topik pornografi lebih besar dibandingkan perempuan. Lalu, terdapat pula kekerasan simbolik terhadap gender feminin karena berdasarkan referen akronim pornografi, feminin memiliki presentase lebih besar dibandingkan dengan maskulin, sehingga feminin dijadikan sebagai objektivikasi dalam pembentukan akronim pornografis.
Conjunctive Adverbials Used in Popular Scientific Articles Ani Malichatun; Tofan Dwi Hardjanto
Deskripsi Bahasa Vol 3 No 2 (2020): 2020 - Issue 2
Publisher : Department of Languages and Literature, Faculty of Cultural Sciences, UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (859.796 KB) | DOI: 10.22146/db.v3i2.4088

Abstract

Cohesion is an essential component of discourse that will help the readers comprehend the articles’ flow idea. Conjunctive adverbial is one of the cohesive devices that is commonly used in academic proses. This research aims to observe the forms, the sentential positions, and the cohesive meaning of conjunctive adverbials. Popular scientific articles are chosen to be data sources. The articles were downloaded from scientific magazines. Eighteen articles were from National Geography, and forty-six articles were from Psychology Today. Corpus linguistics is used as the approach of this study. The data are processed using Wordsmith 4 apps. The data selected are tabulated in Ms. Excel and analyzed using cohesion theory suggested by Halliday and Hasan (1976). The results show that conjunctive adverbials are dominated in word forms and followed by phrase forms in both magazines. The sentential positions of conjunctive adverbials are most frequently placed in an initial position followed by the magazines’ medial positions. The end position of conjunctive adverbials is not found. The most frequent conjunctive adverbial function is adversative, and the least frequent is causal in both magazines.

Page 6 of 13 | Total Record : 126