cover
Contact Name
Hidayat
Contact Email
hidayat@umg.ac.id
Phone
+6281216316363
Journal Mail Official
hidayat@umg.ac.id
Editorial Address
Jl. Sumatera No.101, Gn. Malang, Randuagung, Kec. Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur 61121
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri)
ISSN : 27454010     EISSN : 27460835     DOI : http://dx.doi.org/10.30587/justicb.v2i4
Jurnal Sistem Dan Teknik Industri (JUSTI) merupakan jurnal mahasiswa yang berkomitmen untuk menerbitkan karya ilmiah dengan tema di bidang teknik industri, manajemen dan produksi. JUSTI mendedikasikan diri sebagai wadah bagi para penulis untuk mempublikasikan ide dan karya ilmiahnya. JUSTI adalah portal jurnal terbuka (Open Access Journal) yang diterbitkan oleh Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Gresik.
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 1 (2020): Justi" : 14 Documents clear
APLIKASI METODE ALWAYS BETTER CONTROL DAN ECONOMIC ORDER QUANTITY PROBABILISTIK PADA PERENCANAAAN DAN PENGENDALIAN BARANG JADI Putri Aprilia; Said Salim Dahda; Elly Ismiyah
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 1 No 1 (2020): Justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.394 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v1i1.2044

Abstract

Perusahaan dagang merupakan perusahaan yang membeli suatu barang untuk dijual kembali tanpa mengubah bentuk atau sifat barang secara berarti. Hal tersebut mengingat bahwa tujuannnya adalah untuk menjual kembali barang tersebut diatas harga pokok agar mendapat keuntungan. Persediaan baranng di UD. Duta Bangunan mengalami permasalahan stock out dan over stock yang mengakibatkan sering dilakukannya pemesanan secara serentak, sehingga perlu dilakukan analisis pengendalian persediaan barang. Berdasarkan permasalahan diatas, maka metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis Always Better Control dan Economic Order Quantity Probabilistik. Metode Always Better Control membantu mengelompokkan barang kedalam kelompok A, B, dan C sehingga pihak manajemen dapat mengetahui perlakuan untuk setiap kelompoknya. Metode Economic Order Quantity Probabilistik memperhitungkan lead time dan permintaan barang oleh konsumen yang tidak pasti sehingga di harapkan tidak terjadi stock out dan over stock. Hasil penelitian menunujukkan bahwa terdapat 44 jenis barang (17,19%) barang yang tergolong kelompok A dengan penggunaan anggaran sebesar 49,95% dari total investasi barang. Kelompok B terdapat 80 jenis barang (31,25%) dengan penggunaan anggaran sebesar 30,69% dari total investasi barang. Sedangkan kelompok C terdapat 132 jenis barang (51,56%) dari seluruh barang dengan penggunaan anggaran sebesar 19,36% dari total investasi barang. Jumlah pemesanan optimal untuk kelompok A bervariasi mulai dari 6-771 unit, kelompok B bervariasi mulai dari 7-125 unit, dan kelompok C bervariasi mulai dari 13-760 unit. Sedangkan untuk ROP kelompok A bervariasi antara 1-687 unit, kelompok B bervariasi antara 1-21 unit, dan kelompok C bervariasi antara 1-43 unit. Untuk safety stock barang kelompok A bervariasi antara 0-37 unit, untuk kelompok B bervariasi antara 0-6 unit, dan untuk kelompok C bervariasi antara 0-15 unit.
SIMULASI USULAN ANTRIAN PADA PROSES PEMUATAN PUPUK DI PT.PETROSIDA GRESIK Abdullah Sidik; Said Salim Dahda; Deny Andesta
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 1 No 1 (2020): Justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1138.696 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v1i1.2030

Abstract

Sistem operasional pada dasarnya adalah rangkaian proses yang dilakukan untuk memaksimalkan target perusahaan dan mengurangi resiko-resiko lainnya yang dapat menghambat proses pemuatan di perusahaan. Sistem operasional pemuatan sangat berpengaruh pada lingkungan sekitarnya. Kemacatan pada suatu proses pemuatan tidak saja menimbulkan kerugian, tetapi juga dapat mengganggu proses kerja secara menyeluruh, merusak lingkungan yang pada akhirnya akan berdampak meluas. PT.Petrosida Gresik merupakan perusahaan pupuk yang memiliki 6 mekanisme pemuatan truck. Namun dari hasil wawancara didapati bahwa proses pemuatan tersebut dirasa masih kurang efektif yang menimbulkan antrian panjang. Padahal proses pemuatan truck tersebut dapat menganggu produktivitas perusahaan. Berdasarkan permasalahan tersebut untuk menyelesaikan permasalahan perlu dilakukan analisa menentukan alternatif perbaikan/peningkatan pada bagian proses pemuatan pupuk di PT.Petrosida Gesik. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan simulasi untuk merencanakan proses produksi guna memenuhi permintaan konsumen di lakukan dengan perencanaan model simulasi dari sistem nyata. Hasil simulasi sistem pengisian pada pembuatan model awal simulasi sistem sistem system pemuatan truck dari sistem nyata. Dengan output utilitas sebesar 0%, 2%, 4%, 2%, 82%, 4%. Dapat memodelkann system proses pemuatan pupuk pada truck dari ACD (Aktivity Cicle Diagram). Waktu tunggu per truck 30 menit, dari hasil Simulasi Skenario Pemuatan Pupuk di dapatkan Utilitas output sebesar 0%, 2%, 4%, 2%, 56%, 3%, sehingga dapat dikatakan bahwa pada proses pemuatan mempunyai rata-rata waktu tunggu paling lama, jumlah antrian paling banyak, sehingga mempunyai tingkat kesibukan paling tinggi yaitu 81%. Sedangkan untuk perbaikan pada proses pemuatan harus dilakukan penambahan SDM yang sebelumnya 2 SDM ditambah 1 SDM menjadi 3 SDM dan sehingga hasilnya dapat merubah nilai tersebut yang kurang efektif menjadi lebih efektif dari 81% menjadi 59%
ANALISIS BEBAN KERJA FISIOLOGIS DAN PSIKOLOGIS PADA OPERATOR BONGKAR MUAT BAHAN BANGUNAN (Studi Kasus UD Sumber Wangi) Andrik Duwi Satrio; Nina Aini Mahbubah; Elly Ismiyah
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 1 No 1 (2020): Justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.263 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v1i1.2040

Abstract

UD. Sumber wangi merupakan salah satu perusahan yang bergerak dalam bidang penjualan bahan - bahan bangunan. Seperti pasir, batu bata, batako, semen, kayu serta peralatan bangunan lainnya. Setiap kegiatan pekerjaan yang ada di UD. Sumber Wangi memiliki tingkat beban kerja yang berbeda - beda baik beban kerja fisiologis maupun psikologis. Subjek penelitian ini adalah seluruh operator bongkar muat yaitu 4 orang operator. Beban kerja yang di ukura dalah beban kerja fisiologis dan psikologis. Beban kerja fisiologis diukur berdasarkan cardiovascular load (CVL) dan beban kerja psikologis diukur dengan metode NASA –Task Load Index (NASA– TLX). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi beban kerja fisiologis dan psikologis dibagian operator bongkar muat bahan bangunan dan mengukur tingkat beban kerjafisiologis dan psikologis tersebut.Berdasar kanhasil analisis CVL, operator yang menerima beban kerja fisiologis yang perlu perbaikan berjumlah 3 operator, operator bongkar muat bahan bangunan dengan kategori beban kerja sedang 1 dari 4 orang operator dengan persentase CVL masing – masingnya adalah 31,66 %, 30,54 %, 29,5 dan 33,09 %,.Sedangkan dari hasil analisis NASA – TLX diperoleh 3 operator bongkar muat bahan bangunan dengan kategori beban kerja tinggi, 1 operator bongkar muat bahan bangunan dengan kategori sangat tinggi. Dengan persentase, karyawan tergolong sanga ttinggi sebesar 20 %, sedangkan operator tergolong tinggise besar 80 %. Kedua metode pengukuran beban kerja fisiologis dan psikologis, yaitu CVL dan NASA-TLX mendapatkan hasil analisis yang berbeda karena elemen-elemn kerja yang diterima oleh operator berbeda.
PENERAPAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT PADA KUALITAS PRODUK SONGKOK Norman Isawega; Pregiwati Pusporini; Deny Andesta
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 1 No 1 (2020): Justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.638 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v1i1.2026

Abstract

Songkok atau kopyah merupakan sebuah tambahan pemanis dalam beribadah khususnya di Indonesia. Ketidaksesuaian songkok dengan ktriteria keinginan konsumen merupakan salah satu kendala dalam upaya meningkatkan kualitas produk songkok tersebut. Akibat dari songkok yang tidak sesuai dengan keinginan konsumen, mengakibatkan konsumen tidak merasa puas terdahap produk tersebut dan dapat mengakibatkan pelanggan beralih ke produk lain yang sudah sesuai dengan kriteria konsumen. Dalam penelitian ini membahas tentang analisa kualitas produk songkok di salah satu perusahaan, analisa produk songkok yang berkualitas sesuai dengan atribut keinginan konsumen dan sesuai dengan pengkatagorian Model Kano. Metode yang digunakan dalam Analisa songkok menggunakan metode pengkatagorian Model Kano dan QFD (Quality Function Deployment). Untuk data Kano dan QFD menggunakan penyebaran prakuisioner pendahuluan untuk mencari pengkatagorian konsumen dan selanjutmya penyebaran kuisioner untuk atribut produk songkok, kemudian dilakukan penyebaran kuisioner kedua untuk mengetahui tingkat kepentingan dan kepuasan atribut produk songkok serta penyebaran kuisioner untuk mengetahui kepuasan dan kepentingan pesaing. Untuk data penyebaran kuisioner dilakukan penyebaran sebanyak 90 dari konsumen maupun pelanggan. Berdasarkan pengolahan data kuisioner dengan bantuan Metode Kano dan metode QFD (Quality Function Deployment) maka didapatkan kebutuhan yang diinginkan konsumen berdasarkan urutan raw weight konsumen dari yang pertama sampai yang terakhir label merk songkok (0,087).
PENGAPLIKASIAN METODE GOAL PROGRAMMING PADA PERENCANAAN PRODUKSI STAINLESS STEEL (Studi kasus : PT. Jindal Stainless Indonesia) Ndaru Singgih Pratama; Said Salim Dahda; Elly Ismiyah
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 1 No 1 (2020): Justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.398 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v1i1.2046

Abstract

PT. Jindal Stainless Indonesia (JSI) merupakan pabrik stainless pertama dan terbesar di Indonesia dari tahun 1996 hingga sekarang dan mampu memproduksi hingga 8.000 MT/bln. PT. Jindal Stainless Indonesia memproduksi 3 macam material stainless berdasarkan kandungan nikel yang berbeda, yakni series 200, series 300, dan series 400. Perencanaan produksi merupakan salah satu hal yang penting dalam perusahaan manufaktur yang berhubungan dengan penentuan volume, ketepatan waktu penyelesaian, utilisasi kapasitas, dan pemerataan beban. Kebutuhan material stainless dari tahun ke tahun semakin meningkat dan banyaknya permintaan konsumen menjadikan perusahaan terus menambah jumlah produksi agar dapat memenuhi permintaan konsumen. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk meramalkan permintaan dan mengaplikasikan model goal progamming untuk membuat perencanaan produksi yang dapat memaksimalkan jumlah produksi perusahaan sehingga memperoleh hasil yang optimal. Dari hasil penelitian memperoleh beberapa solusi yang optimal yaitu hasil peramalan minitab 17.0 dengan menggunakan metode Time Series (Double Exponential Smoothing) dan didapatkan hasil peramalan sebagai berikut, produk series 200 periode July 2019 – Desember 2019 (2.109, 2.113, 2.116, 2.119, 2.111, 2.125), produk series 300 periode July 2019 – Desember 2019 (2.187, 2.192, 2.196, 2.201, 2.205, 2.210), dan series 400 periode July 2019 – Desember 2019 (3.253, 3.273, 3.283, 3.293, 3.303, 3.312). Sedangkan hasil perencanaan produksi pada periode July 2019 - Desember 2019 bisa terpenuhi dengan bantuan software LINGO 17.0, sehingga didapatkan hasil produksi yang optimal.
PENERAPAN METODE AHP DAN TOPSIS PADA PERANGKINGAN SUPPLIER BAHAN BAKU PLATE PEMBUATAN HOPPER (Studi Kasus: PT Semen Indonesia Logistik) Dhimas Safaatur Rochman; Deny Andesta; Dzakiyah Widyaningrum
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 1 No 1 (2020): Justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.245 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v1i1.2031

Abstract

PT Semen Indonesia Logistik adalah sebuah perusahaan dalam bidang usaha barang industri. Dimana di dalam perusahaan tersebut memproduksi barang-barang yang dibutuhkan oleh sebuah industri, baik kontruksi, akomodasi dan lain-lain yang berhubungan dengan barang industri. Perusahaan ini terkadang mempunyai masalah pada bahan baku(plate) produksi, yaitu sering terlambatnya kedatangan bahan baku(plate) dari supplier. Supplier tersebut adalah PT Krakatau Steel, PT Gunung Raja paksi, PT Gunawan Dianjaya Steel. Dari keterlambatan tersebut akan berakibat terganggunya proses produksi di perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kriteria, subkriteria dan supplier terbaik dengan pembobotan dan perangkingan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah AHP digunakan pembobotan terhadap kriteria, subkriteria dan TOPSIS untuk perangkingan. Nilai yang didapat dari hasil kuesioner oleh 3 orang responden. Hasil dari penelitian ini terdapat 9 kriteria dan 23 subkriteria. Dari hasil pembobotan dengan AHP kriteria terbesar adalah kriteria kualitas (0,29), sedangkan dari metode TOPSIS rangking terbesar adalah PT Gunawan Dianjaya Steel dengan nilai preferensi 0.521447. Supplier terbaik harus memiliki jarak terdekat dari solusi ideal positif (0.39281) dan jarak terjauh dari solusi ideal negatif (0.428019) dibanding supplier lainnya.
USULAN PENINGKATKAN PRODUKTIVITAS DAN KINERJA LINGKUNGAN DENGAN METODE GREEN PRODUCTIVITY PADA WASTE WATER TREATMENT (Studi Kasus PT. Petrokimia Gresik) Sudirman Sudirman; Pregiwati Pusporini; Elly Ismiyah
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 1 No 1 (2020): Justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.718 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v1i1.2041

Abstract

Pengolahan limbah cair di Departemen III B PT Petrokimia Gresik bertugas melakukan pengolahan limbah cair hasil dari semua pabrik yang ada di pabrik III B, adanya ketidaksesuain proses pengolahan mengakibatkan hasil olahan dibawah standar BAPEDAL. Produktivitas selama bulan januari - juni 2018 sebesar 17,17% dan indeks EPI -8.282,1 yang menunjukan kinerja lingkungan buruk. Penelitian ini mengaplikasikan konsep Green Productivity dengan harapan bisa meningkatkan produktivitas dan kinerja lingkungan serta memberikan keuntungan bagi perusahaan. Perbaikan yang dilakukan yaitu dengan cara Getting started mengumpulkan berbagai informasi yang dibutuhkan, memahami diagram alir proses pengolahan limbah, planning mengukur tingkat produktivitas dan kinerja lingkungan saat ini, mencari akar penyebab permasalahan melalui brainstorming. Generation and evaluation menyusun alternatif perbaikan. Menghitung estimasi kontribusi terhadap produktivitas, kinerja lingkungan dan aspek finansial. Rancangan perbaikan yang dihasilkan terdiri dari dua alteratif yaitu alternatif 2 dengan cara peningkatan kapasitas cushion pond dari ±1.680 m3 menjadi ±4.480 m3 dan peningkatan dilakukan setiap 3 bulan sekali dengan biaya sebesar Rp. 16.767.500, sedangkan untuk alternatif 1 dengan cara penambahan tangki air 200m3 seharga Rp. 498.288.000 dengan biaya operasional sebesar Rp. 6.000.000 perbulan. Pembuatan jadwal pembersihan pH dtector dan pelatihan pemahaman proses coagulasi wajib di aplikasikan karena tidak memilki biaya. Diharapkan dari perbaikan yang dilakukan dapat meningkatkan produktivitas menjadi 45,47%. Sedangkan dari segi analisis finansial nilai NPV 20 tahun alternatif 1 sebesar Rp. 46.025.564.000 dan alternatif 2 sebesar Rp. 46.581.076.420.
PENGAPLIKASIAN METODE FUZZY ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (FAHP) PADA PENENTUAN PIMILIHAN SUPPLIER BENANG (Studi Kasus di CV. Sarung Indah Sejahterah) Syamsul Huda; Pregiwati Pusporini; Said Salim Dahda
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 1 No 1 (2020): Justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.366 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v1i1.2027

Abstract

Pemilihan supplier merupakan salah satu aktivitas dalam rangkaian pekerjaan CV Sarung Indah Sejahtera. Aktivitas ini dikategorikan dalam aktivitas strategis, karena peran supplier akan turut dalam menentukan keberhasilan perusahaan, apabila barang yang disediakan supplier tidak sesuai dengan kebutuhan perusahaan, maka dapat dipastikan bahwa proses pekerjaan akan terganggu. Berpijak dari latar belakang tersebut maka tujuan dari penelitian ini adalah menentukan supplier yang dapat memberikan perfomansi terbaik, berdasarkan kriteria dan subkriteria yang telah ditentukan perusahaan. CV Sarung Indah Sejahterah adalah sebuah perusahaan yang memproduksi dan menjual sarung tenun tangan tanpa mesin, sehingga kualitas menjadi hal yang sangat penting. Penelitian ini melibatkan lebih dari satu kriteria dalam menentukan supplier, agar dapat membuat keputusan yang tepat maka diperlukan metode Multi Criteria Decision Making (MCDM). Metode yang digunakan disini adalah metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Fuzzy Set, yang untuk selanjutnya disebut dengan metode Fuzzy Analytical Hierarchy Process (FAHP). Yaitu ketidakmampuan dalam mempertimbangkan ketidakpastian yang muncul akibat subjektivitas manusia. Hasil penenelitian menenjukkan bahwa tedapat 4 kriteria yang harus dipertimbangkan dalam menentukan supplier di CV Sarung Indah Sejahterah. Keempat kriteria tersebut adalah pengiriman, kualitas, pelayanan, harga. Hasil dari tahapan metode Fuzzy Analytical Hierarchy Process (FAHP). Didapatkan urutan sebagai berikut : Supplier 1 BNP 101,813, Supplier 2 BNP 117,29, Supplier 3 BNP 99,59.
PENERAPAN 5S PADA DIVISI GUDANG (STUDI KASUS PT. SUMBER URIP SEJATI) Miftahul Qowim; Nina Aini Mahbubah; M. Zainuddin Fathoni
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 1 No 1 (2020): Justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.768 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v1i1.2032

Abstract

Dalam meningkatkan mutu, selalu ada banyak cara dan alat yang dapat digunakan, mutu untuk lingkungan tempat kerja 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seketsu, Shitsuke) merupakan salah salah satu metode yang telah efektif dalam manajemen penataan gudang. PT. sumber urip sejati telah mengimplementasikan pendekatan 5S pada seluruh devisi. Namun pada devisi gudang tiga tidak dilakukan evaluasi dan assessment 5S. untuk mengetahui hasil implementasi 5S, maka dilakukan evaluasi dan assesment 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seketsu, Shitsuke) pada divisi gudang tiga. selain hal tersebut peneliti juga memberikan usulan perbaikan penerapan 5S. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk mengevaluasi implementasi 5S.Hasil evaluasi dari penelitian diperoleh kategori evaluasi implementasi 5S adalah Seiri dalam kategori cukup dengan skor 59%, Seiton dalam kategori cukup dengan skor 49%, Seiso dalam kategori cukup dengan skor 48%, Seiketsu dalam kategori cukup dengan skor 50%, Shitsuke dalam kategori cukup dengan skor 44%.
PERBAIKAN PELAYANAN UJI LABORATORIUM LINGKUNGAN MENGGUNAKAN METODE KANO DAN QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) (Studi Kasus : UPT Laboratorium Uji Kualitas Lingkungan, Gresik) Usfa Rosyikna; Pregiwati Pusporini; M. Zainuddin Fathoni
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 1 No 1 (2020): Justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.944 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v1i1.2042

Abstract

UPT Laboratorium Uji Kualitas Lingkungan adalah Laboratorium yang memberikan jasa pengujian parameter kualitas lingkungan di Kabupaten Gresik. Permasalahan yang dialami adalah meningkatnya jumlah prosentase pengaduan pelanggan dari tahun 2016-2018. Pada tahun 2016 sebesar 0,86%, tahun 2017 sebesar 1,52% dan pada tahun 2018 sebesar 1,71%. Serta adanya laboratorium pesaing di Kabupaten Gresik yaitu PT. Global Quality Analitycal dan PT. Envilab Indonesia sehingga mengharuskan UPT Lab harus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan. Metode pengukuran kualitas yang digunakan adalah integrasi Model Kano dan QFD yang bertujuan memberikan rekomendasi perbaikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan pengujian laboratorium. Dimana tahapan yang dilakukan adalah melakukan identifikasi atribut pelayanan, klasifikasi Kano, menentukan matriks perencanaan dan merumuskan respon teknis. Kemudian langkah selanjutnya yaitu menentukan hubungan masing-masing atribut dengan respon teknis. Prioritas pengembangan yang direkomendasikan diperoleh dari hasil matrik target persyaratan teknis yaitu nilai prioritas paling tinggi dari respon teknis. Responden yang digunakan sebanyak 100 responden yang pernah melakukan pengujian di UPT Lab. dan Laboratorium pesaing. Hasil penelitian didapatkan 4 atribut dalam kategori kebutuhan umum (must be), 7 atribut dalam kategori one dimensional yang dapat meningkatkan tingkat kepuasan pelanggan dan 5 atribut tidak berpengaruh terhadap tingkat kepuasan (Indifferent). Nilai tingkat kepentingan atribut paling tinggi adalah ketepatan waktu penyelesaian laporan dengan nilai 4,90. Sedangkan nilai prioritas tertinggi adalah fasilitas dan kondisi laboratorium dengan nilai 8,30. Prioritas Pengembangan di UPT Lab. adalah perbaikan terhadap fasilitas dan kondisi laboratorium dan rekomendasi perbaikan yang diusulkan dengan melengkapi ketersediaan bahan peralatan uji laboratorium.Kata Kunci : Kualitas, Kano, QFD (Quality Function Deployment)

Page 1 of 2 | Total Record : 14