Articles
14 Documents
Search results for
, issue
"Vol 1 No 3 (2020): Justi"
:
14 Documents
clear
ANALISIS PERBANDINGAN KELAYAKAN EKONOMIS DARI BELT CONVEYOR DAN DUMP TRUCK UNTUK PENGANGKUTAN GIPSUM CURAH (Studi Kasus: Pabrik Pupuk di Kota Gresik)
Muhammad Bashori Alwi;
Said Salim Dahda;
Moh. Jufriyanto
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 1 No 3 (2020): Justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (512.587 KB)
|
DOI: 10.30587/justicb.v1i3.2625
Aktivitas penanganan material menyumbang 30% hingga 40% dari total biaya produksi. Oleh karena itu bagi sebuah manufaktur untuk menentukan mana sistem penanganan material yang paling cost-effective perlu dilakukan analisis studi kelayakan dari alternatif sistem penanganan material yang akan diinvestasikan untuk sebuah fasilitas. Studi kasus yang diangkat pada makalah ini diambil dari sebuah manufaktur yang bergerak pada produk pupuk. Perusahaan tersebut dihadapkan pada sebuah alternatif investasi proyek belt conveyor dan investasi dump truck. Kedua alternatif tersebut nantinya akan dinilai mana yang paling optimal dari segi biaya yang paling rendah untuk pengangkutan material gipsum curah. Parameter kelayakan investasi yang digunakan adalah Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Discounted Payback Period (DPP). Dari hasil analisis menunjukkan bahwa pada alternatif investasi proyek belt conveyor memiliki nilai NPV sebanyak $12.610.000, kemudian pada nilai IRR sebesar 45,6%, dan nilai DPP memiliki durasi selama 4 tahun. Pada alternatif investasi dump truck, nilai NPV sebanyak $14.135.000, kemudian pada nilai IRR sebesar 52,3%, dan nilai DPP selama 1 tahun. Tahap selanjutnya, analisis sensitivitas digunakan untuk mengukur seberapa sensitif suatu keputusan terhadap perubahan faktor atau parameter yang mempengaruhi akseptabilitas dari masing-masing alternatif investasi. Dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa kedua alternatif layak untuk dilakukan meskipun pada skenario terburuk sekalipun.
ANALISIS EFEKTIFITAS MESIN BLOWING DENGAN MENGGUNAKAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS SEBAGAI DASAR USULAN PERBAIKAN (STUDI KASUS : UD. KARUNIA PLASTIK)
Mughni Murtadlo;
Deny Andesta;
Elly Ismiyah
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 1 No 3 (2020): Justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (855.61 KB)
|
DOI: 10.30587/justicb.v1i3.2616
Pemeliharaan dan penanganan mesin yang tidak tepat dapat menyebabkan menurunnya tingkat produktivitas dan efisiensi mesin. UD. Karunia Plastik merupakan perusahan yang memproduksi plastik kemasan. Mesin yang beroperasi secara terus menerus dituntut dapat memenuhi target yang telah di tetapkan dengan tingkat efektivitas yang tinggi. Namun seringkali proses produksi terhambat akibat terjadinya kerusakan komponen mesin. Penelitian ini menggunakan Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) sebagai langkah memperbaiki permasalahan yang ada. OEE digunakan untuk mengetahui nilai efektifitas mesin dan penyebab masalah dapat diselesaikan dengan menggunakan FMEA. Penelitian yang dilakukan pada Desember 2017 – Februari 2018 menghasilkan nilai Availability sebesar 84,57%, nilai Performance sebesar 82,49%, nilai Rate Of Quality sebesar 92,88% dan didapatkan nilai OEE 64,79%. Kemudian dilanjutkan dengan pengukuran OEE Six Big Losses untuk mengetahui besarnya efisiensi yang hilang pada keenam faktor Six Big Losses. Dari keenam faktor tersebut Idle and Minor Stoppages Losses adalah faktor terbesar yaitu sebesar 41,34% , kemudian di ikuti Reduced Speed Losses 30,22%, Setup and Adjusment Losses 12,22%, Defect Losses 4,96%, Equipment Failure Losses 3,21% dan Reduced Yield 0%. Berdasarkan analisis menggunakan FMEA, dapat diketahui bahwa penyebab kegagalan yang akan diperbaiki sesuai urutan prioritas adalah Mengganti komponen mesin yang sudah tua dan pemeliharaan mesin berkala.
PENINGKATAN KUALITAS PRODUK KERUPUK DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN METODE TAGUCHI DI SENTRA PRODUKSI KERUPUK IKAN DESA SROWO
Muhammad Syarif Hidayatullah;
Pregiwati Pusporini;
Deny Andesta
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 1 No 3 (2020): Justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (582.247 KB)
|
DOI: 10.30587/justicb.v1i3.2621
Kerupuk ikan yang berada di Desa Srowo masih belum memiliki standar proses produksi yang tepat, sehingga sering terjadi keluhan dari para pelanggan mengenai cacat pada kerupuk ikan diantaranya seperti remuk, bantat dan tekstur yang kasar. Metode taguchi adalah metode yang digunakan perbaikan dan pengendalian kualitas. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kerupuk dengan mengidentikasi faktor dan level yang berpengaruh supaya dapat meminimalisir cacat pada kerupuk ikan. Faktor-faktor yang diguanakan antara lain pengukusan, pengirisan, pengeringan pertama, pengeringan kedua dan penggorengan. Level yang digunakan yaitu 2 level dengan karakteristik kualitas yang digunakan pada cacat remuk dan bantat adalah STB (Small The Better). Dan pada cacat tekstur adalah LTB (Large The Better). Perbandingan faktor dan level yang terpilih pada respon defect remuk yaitu pengukusan (40 menit), pengirisan (3 mm), pengeringan pertama (13 jam), pengeringan kedua (12 jam) dan penggorengan (30 detik). Perbandingan faktor dan level yang terpilih pada respon defect bantat yaitu pengukusan (30 menit), pengirisan (3 mm), pengeringan pertama (14 jam), pengeringan kedua (12 jam) dan penggorengan (30 detik). Perbandingan faktor dan level yang terpilih pada respon defect tekstur yaitu pengukusan (40 menit), pengirisan (3 mm), pengeringan pertama (14 jam), pengeringan kedua (12 jam) dan penggorengan (30 detik)
ANALISIS PEMILIHAN SUPPLIER MENGGUNAKAN METODE ANALYTIC HIERARCY PROCESS DAN TOPSIS (Studi Kasus: Perusahaan Kimia)
Zulfikar Alwasly;
Said Salim Dahda;
Elly Ismiyah
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 1 No 3 (2020): Justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (382.192 KB)
|
DOI: 10.30587/justicb.v1i3.2626
Sebuah perusahaan kimia dalam bidang usaha bahan kimia industri yang memproduksi barang-barang yang dibutuhkan oleh sebuah industri, baik agro, konstruksi dan lain-lain yang berhubungan dengan barang industri. Perusahaan ini mencoba melakukan penyesuaian dengan ikut mempertimbangakn risiko yang akan terjadi pada lingkungan untuk melakukan supplier selection dari bahan baku berupa kapur aktif. Sebagai perusahaan yang berhubungan dengan bahan kimia yang memiliki risiko pada lingkungan. Terdapat 5 supplier yang ada di perusahaan kimia ini. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui kriteria, subkriteria dan supplier yang terbaik dengan adanya pembobotan dan perangkingan yang termasuk kedalam cakupan multicriteria decision making (MCDM). Dalam menentukan pembobotan terhadap kriteriadan subkriteria digunakan metode Analytic Hierarcy Process (AHP) , dan untuk perangkingannya digunakan metode TOPSIS. Nilai yang digunakan berasal dari hasil kuesioner 3 responden. Hasil dari penelitian ini terdapat 5 kriteria dan 11 subkriteria. Dari hasil pembobotan menggunakan metode AHP diketahui kriteria terbesar adalah kriteria kualitas sebesar 0,34 dan subkriterianya adalah kesesuaian spesifikasi sebesar 0,282 sedangkan dari rangking tertinggi menggunakan metode TOPSIS adalah supplier 4 dengan nilai preferensi 0,442064 yang memiliki jarak terdekat dari solusi ideal positif (0,042202) dan jarak terjauh dari solusi ideal negatif (0,053264) dibanding supplier lainnya.
PERANCANGAN ULANG TATA LETAK FASILITAS MENGGUNAKAN METODE MULTI-OBJECTIVE FUNCTION DAN SIMULASI ARENA
Rizaldi Syargawi;
Deny Andesta;
Dzakiyah Widyaningrum
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 1 No 3 (2020): Justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1759.362 KB)
|
DOI: 10.30587/justicb.v1i3.2617
PT. Sumber Urip Sejati adalah perusahaan yang bergerak di bidang karoseri dan juga distributor velg. Dalam produksi trailer ada beberapa tahap untuk menghasilkan sebuah produk trailer, yaitu tahap perakitan, tahap pengecatan dan tahap perakhir adalah tahap pemasangan aksesoris. Tata letak PT. Sumber Urip Sejati memiliki kekurangan yaitu layout yang tidak menguntungkun dalam segi material handling. Pada metode MOF (Multi_Objective Function) pengatuiran site layout harus mempunyai data berupa jarak dan juga frekuensi penggunaan fasilitas untuk melakukan perhitungan demi mendapatkan site layout yang maksimal. Pada metode MOF terdapat 2 variabel yang biasanya digunakan pada metode ini yaitu Travel Distance (TD) dan Safety Index (SI). Pada penelitian ini juga meggunakan Arena untuk mengetahui performa layout awal dan layout usulan. Dari hasil penelitian bahwa dalam penelitian ini terjadi pengurangan jarak perpindahan material dari layout awal sebesar 47786 meter menjadi 44066 meter pada layout usulan dan juga pada layout usulan terjadi penurunan nilai Safety Index dari layout awal sebesar 1649,9 menjadi 1626,4.
ANALISIS PENGUKURAN RISIKO KELELAHAN DAN BEBAN POSTUR TUBUH PADA OPERATOR PREMOLDING DENGAN PENDEKATAN METODE JSI DAN QEC DI PT. MK PRIMA INDONESIA
Muhammad Taufiqul Ihsan;
Nina Aini Mahbubah;
Elly Ismiyah
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 1 No 3 (2020): Justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (750.265 KB)
|
DOI: 10.30587/justicb.v1i3.2622
Musculoskelletal disorder merupakan risiko terbesar dari pekerjaan yang dilakukan secara manual. Proses produksi Dist Pad di PT MK Prima Indonesia dilakukan secara berulang ulang selama 8 jam perhari menyebabkan permasalahan kelelahan dan cedera otot. Hasil Kuesioner NBM yang disebabkan pada operator produksi Disk Pad menunjukkan bahwa terdapat keluhan sakit pada tubuh bagian atas antara lain punggung, leher, pergelangan tangan dan tangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kelelahan kerja dikarenakan postur kerja pada pekerjaan premoulding yang dimulai dengan menimbang material dengan menggunakan gelas takar, kemudian menuang material kedalam cetakan. Metode Job Strain Index dan Quick Exposure Level merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan data 5 sampel operator premolding. Hasil perhitungan menggunakan metode JSI menunjukkan bahwa nilai exposure score pada sub aktivitas 1 yaitu menimbang material dengan menggunakan gelas takar sebesar 4,5 sedangkan untuk sub aktivitas 2 menuang material kedalam cetakan bernilai 1,12. serta dapat di ambil kesimpulan untuk nilai sub aktivitas 1 dan sub aktivitas 2 berada dalam posisi < 3 dengan keterangan pekerjaan yang diamati cukup aman Sedangkan hasil perhitungan menggunakan metode QEC menunjukkan bahwa nilai Exposure level untuk sub aktivitas 1 sebesar 54.939% dengan keterangan perlu dilakukan penelitian untuk tindakan lebih lanjut dan dilakukan perubahan. sedangkan untuk sub aktivitas 2 sebesar 52.469% dengan keterangan perlu dilakukan penelitian untuk tindakan lebih lanjut dan dilakukan perubahan. Hasil penelitian tersebut di harapkan dapat menjadi masukan untuk perusahaan kemudian penelitian selanjutnya guna dapat meminimalisali terjadinya risiko cidera terutama pada tubuh bagian atas. sehingga dapat meningkatkan performancesi dari pekerja itu sendiri
ANALISIS PENDEKATAN LEAN SIX SIGMA UNTUK MEMINIMALISIR WASTE PADA PROSES PRODUKSI PIPA PVC (Studi Kasus: PT. XYZ)
Muhammad Rif'an;
Deny Andesta;
Elly Ismiyah
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 1 No 3 (2020): Justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (395.77 KB)
|
DOI: 10.30587/justicb.v1i3.2627
PT. XYZ merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi pipa jenis PVC dan HDPE. Pada proses produksinya masih sering ditemukanya suatu pemborosan (waste). Penelitian ini menggunakan pendekatan dengan konsep Lean Six Sigma melalui upaya peningkatan terus-menerus untuk mengidentifikasi dan meminimalisir waste. Tahapan penelitian ini berdasarkan siklus define, measure, analyze, improve dan control (DMAIC). Kemudian tools Failure Mode and Effect Analyze (FMEA) digunakan untuk rekomendasi usulan perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan teridentifikasi 7 jenis waste yang terjadi pada proses produksi yaitu waste defect, waiting, inventory, overproduction, transportasi, EHS, dan Excess processing. Dan yang memiliki ranking tertinggi urutan ranking 1 sampai 3 yaitu waste defect (nilai rata-rata 4.4), waste overproduction (nilai rata-rata 3.2), dan waste waiting (nilai rata-rata 3). Rekomendasi usulan perbaikan yang diberikan berdasarkan nilai RPN tertinggi untuk masing-masing waste adalah rank 1 untuk waste defect hangus (RPN= 336) dari potensi penyebab setting suhu tidak sesuai, dan usulan perbaikanya yaitu perlu dilakukan controlling secara berkala terhadap bahan baku yang masuk pada mesin dengan setting suhu yang sesuai. Rank 1 untuk waste defect melengkung (RPN= 288) dari potensi penyebab pada PIN DIES tidak sesuai, dan usulan perbaikanya yaitu harus melakukan pemasangan dan penyetelan dengan maksimal. Rank 1 untuk waste defect tebal tidak rata (RPN= 392) dari potensi penyebab metode setting kecepatan mesin extruder dan haul off tidak sesuai, dan usulan perbaikanya yaitu diusulkan pihak perusahaan melakukan control pada kecepatan mesin extruder dan haul off secara berkala. Rank 1 untuk waste overproduction (RPN= 336) dari potensi penyebab karena produksi tidak mengacu pada jadwal. Dan usulan perbaikanya yaitu sebaiknya produksi harus mengacu pada jadwal yang sudah ditentukan. Rank 1 untuk waste waiting (RPN= 210) dari potensi penyebab mesin yang sudah tua. Dan usulan perbaikanya yaitu diusulkan hendaknya pihak perusahaan melakukan pembaruan pada mesin.
PENGUKURAN KUALITAS PELAYANAN PASIEN BPJS DI UPT. PUSKESMAS ALUN-ALUN GRESIK DENGAN MENGGUNAKAN METODE SERVQUAL DAN AHP
Abdul Rochman Nasikh;
Eko Budi Leksono;
Dzakiyah Widyaningrum
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 1 No 3 (2020): Justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (448.668 KB)
|
DOI: 10.30587/justicb.v1i3.2618
Peneliltian ini bertujuan untuk mengetahui indikator kualitas pelayanan yang dilakukan oleh UPT. PUSKESMAS ALUN-ALUN GRESIK dengan meningkatkan prioritas terhadap indikator pelayanan dengan menggunakan metode Servqual yang meliputi 5 dimensi yaitu Tangibles ,Reliability, Responsiveness, Assurance dan Emphaty. Serta penambahan metode AHP Analythical Hierarchy Process sebagai penentu bobot strategi usulan perbaikan yang diberikan oleh puskesmas, dan dari penelitian ini diperoleh 21 atribut kualitas pelayanan menggunakan metode servqual yang mempengaruhi kepuasan pasien, dan dari 21 atribut tersebut diperoleh 11 atribut kualitas pelayanan yang memiliki Gap paling terbesar, yang kemudian dari 11 atribut tersebut diberikan respon teknis atau usulan perbaikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang ada pada UPT. PUSKESMAS ALUN-ALUN GRESIK sehingga harapan pasien terhadap kualitas pelayanan pada UPT. PUSKESMAS ALUN-ALUN GRESIK tersebut dapa tterpenuhi.
ANALISIS POSTUR KERJA PADA PEKERJA DI JALAN REL DENGAN PENDEKATAN METODE WERA DAN JSI
Agung Dharma Eka;
Nina Aini Mahbubah;
Deny Andesta
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 1 No 3 (2020): Justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (675.384 KB)
|
DOI: 10.30587/justicb.v1i3.2623
Aktivitas pekerjaan perbaikan struktur jalan rel dilakukan pekerja dengan menggunakan alat mekanis yang disebut hand tie tamper. Kegiatan pekerjaan perbaikan dilakukan secara terus-menerus dapat menyebabkan resiko musculoskeletal disorders pada pekerja. Kuesioner Nordic Body Map diketahui beberapa keluhan yang dialami pekerja dalam proses pekerjaan tersebut. Metode WERA dan JSI merupakan metode untuk menganalisa gerakan kerja yang dapat menyebabkan cedera musculoskeletal disorders. Gerakan kerja operator alat mekanis hand tie tamper di mulai dari pegelangan tangan, batang tubuh, leher, kaki, dan bahu. Hasil perhitungan metode WERA pada operator A memiliki nilai sebesar 45 dengan level HIGH yang artinya segera dilakukan perbaikan segera sedangkan pada operator B memiliki nilai 44 dengan level MEDIUM yang artinya Tugas tersebut perlu diselidiki lebih lanjut dan diperlukan perubahan. Untuk hasil perhitungan JSI pada operator A memiliki nilai 15 yang artinya pekerjaan yang diamati berbahaya sedangkan pada operator B memiliki nilai 10 yang artinya pekerjaan yang diamati berbahaya. Hasil perhitungan menunjukan beberapa gerakan kerja para pekerja menyebabkan risiko musculoskeletal disorders sehingga perlu dilakukan perbaikan secepatnya.Usulan perbaikan gerakan kerja dengan membandingkan postur kerja saat ini dengan postur kerja WERA dan JSI.
PENENTUAN JUMLAH PRODUKSI PRODUK GARMENT YANG OPTIMAL DENGAN PENDEKATAN SIMULASI MONTE CARLO (Studi Kasus Pada UKM Ramli)
Rahmad Syaiful Rohman;
Elly Ismiyah;
Dzakiyah Widyaningrum
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 1 No 3 (2020): Justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30587/justicb.v1i3.2628
Perencanaan kuantitas produksi merupakan faktor penting dalam menghasilkan produk dalam jumlah yang tepat, sehingga resiko terjadinya kelebihan maupun kekurangan produk dapat diminimalisir yang mana dapat mengurangi terjadinya kerugian terutama pada produk yang bersifat musiman dimana memiliki masa jual terbatas. Persoalan inilah yang menjadi dasar dari penelitian ini yang akan diselesainkan dengan menggunakan simulasi monte carlo. Monte carlo adalah simulasi tipe probabilitas yang mendekati solusi sebuah masalah dengan melakukan sampling dari proses acak yang. Hasil dari perhitungan monte carlo lalu dibandingkan dengan dua model simulasi persediaan yaitu model persediaan musiman (Newsboy Problem) dan model statik EPQ dengan mengutaman nilai keuntungan tertinggi sebagai acuan terbaik dalam penentuan kuantitias produksi. Dengan hasil ini pelaku bisnis dapat memiliki patokan dalam menentukan jumlah ukuran produksi yang tepat.