cover
Contact Name
Hidayat
Contact Email
hidayat@umg.ac.id
Phone
+6281216316363
Journal Mail Official
hidayat@umg.ac.id
Editorial Address
Jl. Sumatera No.101, Gn. Malang, Randuagung, Kec. Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur 61121
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri)
ISSN : 27454010     EISSN : 27460835     DOI : http://dx.doi.org/10.30587/justicb.v2i4
Jurnal Sistem Dan Teknik Industri (JUSTI) merupakan jurnal mahasiswa yang berkomitmen untuk menerbitkan karya ilmiah dengan tema di bidang teknik industri, manajemen dan produksi. JUSTI mendedikasikan diri sebagai wadah bagi para penulis untuk mempublikasikan ide dan karya ilmiahnya. JUSTI adalah portal jurnal terbuka (Open Access Journal) yang diterbitkan oleh Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Gresik.
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 3 (2021): justi" : 14 Documents clear
ANALISIS RISIKO LIMBAH CAIR PADA UNIT EFFLUENT TREATMENT BERDASARKAN SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN MENGGUNAKAN METODE FMEA DAN RCA DI PT. PETROKIMIA GRESIK rizky bagus kuncoro; Said Salim Dahda; Elly Ismiyah
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 2 No 3 (2021): justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.19 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v2i3.3700

Abstract

Unit Effluent Treatment III A adalah pengolahan limbah cair menghasilkan produk Neutralized Water untuk dipakai kembali ke proses. Pengolahan limbah Unit Effluent Treatment III A terdapat out spec yang menyebabkan rake macet dikarekanan endapan pada TK 6615 dan terjadi peluberan, Cussion Pond juga terjadi peluberan dikarenakan terdapat rake macet pada TK-6615. Pada Prosesnya terdapat risiko peluberan terhadap lingkungan, sehingga perlu perbaikan dengan menerapkan ISO 14001. Metode FMEA sangat cocok diterapkan karena setelah dilakukan identifikasi risiko, dilakukan penilaian risiko sehingga didapatkan nilai Saverity, Occurance dan Detection menghasilkan RPN (Risk Priority Number). Hasil RPN terbesar dengan nilai 100 yaitu pada item TK6615 dengan risiko endapan limbah cair menumpuk dan hasil Neutralized Water meluber. Dengan Metode RCA menganalisis risiko dengan mencari akar penyebab risiko dari RPN terbesar terdapat 5 faktor yaitu miss communication team work, pemahaman operasional rendah, kerusakan pada filter, injeksi kapur jelek dan tidak ada treatment khusus. Pada implementasi Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001 dilakukan evalusasi risiko berdasarkan ISO 14001 untuk perbaikan pada akar penyebab risiko.
ANALISIS PENYEBAB KEGAGALAN CHLORINATION PLANT DENGAN METODE FMEA DAN FTA hidayat hidayat
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 2 No 3 (2021): justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.808 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v2i3.3923

Abstract

Chlorination Plant adalah suatu alat yang dapat mengelektrolisa air laut dan menghasilkan Sodium Hypochlorite (NaOCl). NaOCl selanjutnya diinjeksikan ke intake air pendingin condenser, untuk melumpuhkan mikroorganisme laut agar tidak bersarang dan merusak peralatan. Dari data riwayat kerusakan di PT. PJB UP Gresik, ada 180 gangguan selama tahun 2001 – 2018 yang mengakibatkan Chlorination Plant gagal beroperasi. Untuk mencari penyebab dasar dari kegagalan yang dominan, akan dikaji lebih lanjut dengan metode Failure Mode and Effect Analysis dilanjutkan metode Fault Tree Analysis kemudian diberikan usulan pencegahan untuk meminimalkan terjadinya kegagalan pada Chlorination Plant. Dari hasil penelitian diketahui bahwa Rectifier SCR Resistansi Rendah, Cell Chlorine Bocor dan Sea Water Supply Strainer Buntu adalah penyebab kegagalan yang paling dominan. Untuk menurunkan resiko kegagalan, selanjutnya disarankan untuk mereview standart job prediktif maintenance pada peralatan tersebut, sedangkan kegagalan yang diakibatkan karena umur diusulkan untuk memetakan remaining useful life peralatan.
ANALISIS EFEKTIVITAS FASILITAS PRODUKSI JERIGEN MENGGUNAKAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS DI PT.XYZ Said Salim Dahda; Lilis Ratna Sari; Elly Ismiyah
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 2 No 3 (2021): justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.197 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v2i3.3869

Abstract

Dalam perkembangan dunia industri manufaktur semua industri tidak lepas dari penggunaan alat ataupun mesin yang mendukung jalannya produksi maka setiap perusahaan harus selalu melakukan perbaikan secara berkelanjutan agar mampu bersaing dalam era globalisasi khususnya di bagian produksi. Pada proses produksi jerigen sangat mempengaruhi dalam proses filling minyak karena jika output pembuatan jerigen tidak sesuai dengan target penjualan minyak goreng maka proses filling minyak goreng bisa stop karena persediaan kemasan habis Tujuan penelitian ini untuk mengukur efektifitas mesin molding Penelitian ini menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE).OEE adalah suatu metode yang digunakan sebagai alat ukur untuk menjaga peralatan agar tetap pada kondisi ideal dengan cara mengidentifikasi dan menekankan Six Big Losses.dan mencari penyebab permasalahan menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) Nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) mesin molding bulan Januari 2019 sampai Juli 2019 dengan rata-rata sebesar 68,66 % dengan nilai OEE terendah pada bulan April sebesar 60% dan nilai tertinggi pada bulan Januari dan Juli sebesar 72% sedangkan nilai losses dari six big losses yang menyebabkan rendahnya pencapaian nilai OEE pada mesin Molding yaitu faktor Equipment failure(Breakdown Loss),Setup adjustment loss , Idling And Minor Stoppages dan Reduce Sepeed Loss
Analisis Efektivitas Mesin Injection Moulding Menggunakan Metode OEE dan FMEA (Studi Kasus di PT. Cahaya Bintang Plastindo) May Dian Susanto; Deny Andesta; Moh. Jufriyanto
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 2 No 3 (2021): justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.763 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v2i3.3685

Abstract

PT Cahaya Bintang Plastindo salah satu perusahaan yang memproduksi plastik kebutuhan rumah tangga.Produki plastik yang dihasilkan seperti meja,kursi,almarii dan peralatan rumah tangga lainya,untuk memproduksi plastik dinbutuhkan mesin injection sebagai alat untuk proses produksiUntuk mengetahui tingkat efektivitas mesin injection moulding dilakukan pengukuran menggunakan metode OEE. Metode OEE memiliki tiga faktor utama dalam OEE yaitu Avaibility, Performance Efficiency, dan Quality Product. Jika nilai OEE belum memenuhi standart nilai kelas dunia, maka dilakukan perhitungan Six Big Losses, kemudian dilakukan menggunakan fishbone diagram.Tingkat Efektivitas mesin injection moudling, dilihat berdasarkan perhitungan OEE. Rata-rata nilai OEE mesin injection moulding sebesar 63,27%, hasil tersebut belum memenuhi standart nilai OEE kelas dunia. Hasil dari sixx big losses dan analisis fishbone diagram menunjukan bahwa faktor terbesar yang mempengaruhi mesin tersebut adalah Breakdown Losses dan Reduce Speed Losses
APLIKASI PENILAIAN KINERJA KARYAWAN BERBASIS WEBSITE MENGGUNAKAN METODE TOPSIS DI PT PETROKIMIA GRESIK Alyssa Jayne Milla Novita; akhmad wasiur rizqi; Hidayat Hidayat
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 2 No 3 (2021): justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.942 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v2i3.3913

Abstract

Penilaian kinerja adalah suatu hal yang harus dilakukan oleh sebuah organisasi atau perusahaan, penilaian kinerja karyawan sangatlah penting dalam sebuah organisasi atau perusahaan karena mempunyai tujuan agar karyawan meningkatkan kinerjanya sehingga organisasi atau perusahaan tersebut tetap eksis dan berdaya saing tinggi. Kinerja merupakan hal yang penting dan harus diperhatikan oleh seluruh manajemen, baik pada tingkatan organisasi kecil maupun besar. Hasil kerja yang telah dicapai oleh organisasi atau karyawan merupakan bentuk pertanggungjawaban kepada organisai dan publik. Kinerja dalam menjalankan fungsinya tidak mungkin berdiri sendiri, melainkan selalu berhubungan dengan kepuasan karyawan dan tingkat besar imbalan yang diberikan, serta dipengaruhi oleh ketrampilan, kemampuan dan sifat-sifat individu. Penelitian ini dilakukan di PT Petrokimia Gresik pada Departemen Pengembangan & Organisasi khususnya di unit kerja Pendidikan dan Pelatihan, untuk memonitoring kinerja karyawan untuk mengetahui ditingkat manakah karyawan – karyawan ini bekerja. Dengan ini dibutuhkannya metode yang cepat dan tepat untuk penilaian kinerja karyawan agar karyawan bisa lebih baik lagi dalam bekerja, kemudian agar lebih tepat penelitian ini menggunakan metode Topsis (Technique For Others Reference By Similarity To Ideal Solution). Kata Kunci : Kinerja Karyawan, Topsis, Penilaian Kinerja
PEMILIHAN SUPPLIER BUAH MANGGA DENGAN MENGGUNAKAN ANALYTICAL HIERACHY PROCESS (AHP) (Studi Kasus: UD Mangga Sultan) hidayat hidayat
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 2 No 3 (2021): justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.652 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v2i3.3924

Abstract

Mangga Sultan merupakan salah satu usaha kecil menengah yang bergerak di bidang perdagangan Mangga. Sebagai usaha kecil dan menengah Mangga yang mendistribusikan Mangga di sejumlah UKM Mangga di beberapa pasar kota Gresik. Berkaitan dengan hal tersebut, sektor usaha kecil dan menengah juga dituntut untuk dapat meningkatkan kualitas produk yang harus didukung dengan memperoleh bahan baku dari pemasok yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kriteria dan sub kriteria dalam proses pemilihan supplier Mangga UD. Mangga Jaya Group dan cari tahu pemasok mana yang memiliki kinerja terbaik dan efektif dalam menyediakan pasokan Mangga Metode yang digunakan adalah Analytical Hierarchy Process (AHP) yang merupakan metode menganalisis pengambilan keputusan secara tepat dan efektif dengan permasalahan yang disusun dengan Hierarchy sehingga permasalahan yang kompleks menjadi sederhana. AHP digunakan untuk pengambilan keputusan untuk memecahkan masalah atau masalah dalam perencanaan, pemilihan alternatif, pembuatan prioritas, pemilihan konsep, pengalokasian sumber daya, pemilihan kebutuhan, peramalan, perencanaan, pengukuran kinerja, pengoptimalan, dan penyelesaian hasil. Metode AHP (analytical hierarki process) menghasilkan kriteria Price, 42,7%, Quality 27,1%, Services 6,4%, Delivery Accuracy 13,6% dan capacity 10,3%. Pada penelitian ini terdapat 6 alternatif pemasok yang dapat dipilih dan pemilihan pemasok terbaik dari hasil analisis yaitu petani Mangga Bali Tabanan yang memiliki kinerja terbaik.
USULAN STRATEGI PEMASARAN PADA PRODUK TAS RANSEL DI UKM UD.RISSLIN DENGAN METODE SWOT DAN QSPM Said Salim Dahda; Muhammad Syaifudin; Elly Ismiyah
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 2 No 3 (2021): justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.839 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v2i3.3868

Abstract

Berkembangnya bisnis dalam era globalisasi mengalami peningkatan, meningkatnya persaingan antar perusahaan yang semakin tinggi menyebabkan perusahaan harus mengembangkan strategi pemasaran untuk menarik minat konsumen dan mempertahankan kelangsungan dalam menghadapi persaingan. Penelitian ini menggunakan metode pengolahan data berupa Strengths, Weaknesses, Opportunities dan Threats(SWOT) dan Quantitative Strategic Planning Matrix(QSPM). SWOT digunakan untuk mengukur kondisi internal dan eksternal, berupa kekuatan dan kelemahan yang dibuat dalam matriks IFE dan peluang dan ancaman yang dibuat dalam matriks EFE. Tahap pertama pembobotan, rating dan perhitungan nilai tertimbang dari matriks IFE dan EFE, selanjutnya perumusan strategi pemasaran dengan matriks Internal Eksternal dan SWOT, dan tahap terakhir adalah tahap memilih alternatif strategi dengan metode QSPM yang merupakan metode untuk menentukan strategi alternatif secara objektif berdasarkan faktor kunci kesuksesan internal dan eksternal yang telah diidentifikasi sebelumnya. Tahap input yaitu membuat matriks IFE dan EFE. Tahap pencocokan menggunakan matriks SWOT dan tahap keputusan menggunakan QSPM. Hasil penelitian menunjukkan alternatif strategi yang diperoleh yaitu mengganti bahan dengan bahan yang relatif lebih murah dengan kualitas yang hampir sama untuk bersaing dengan produk dari industri lain(S9)
ANALISIS KEMAJUAN PROYEK MAINTENANCE ISOLASI DENGAN METODE EARNED VALUE (Studi Kasus: CV. HASIL) Rizal Anggara Kurniawan; Nina Aini Mahbubah; Muhammad Zainuddin Fathoni
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 2 No 3 (2021): justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.697 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v2i3.3922

Abstract

CV. Hasil memeperoleh proyek Maintenance Isolasi dengan batas waktu 29 hari dengan total biaya Rp. 22.013.000. Pemeliharaan pekerjaan isolasi ini berhubungan dengan waktu dan biaya maka perlu adanya analisis mengenai perkembangan perkerjaan untuk mencapai pengendalian kinerja serta memastikan apakah CV. Hasil mengalami keuntungan atau kerugian dalam mengerjakan proyek selama 29 hari. Analisis ini bertujuan untuk mengendalikan waktu dan biaya agar tidak terjadi kelebihan jadwal dan pembengkakan terhadap biaya. Metode yang digunakan pada penelitian adalah metode Earned Value. Earned Value adalah sutau metode pengendalian yang digunakan untuk mengendalikan biaya, jadwal proyek secara terpadu dan untuk mengukur kinerja proyek (Sudarsana, 2008). Untuk penelitian analisis dengan perhitungan ACWP, BCWP dan BCWS.Analisis kemajuan proyek maintenance isolasi dilakukan saat proyek berjalan 75% yaitu 22 hari. Hasil analisis perhitungan SV adalah Rp 295 yang berarti pekerjaan lebih cepat dari yang direncanakan dan CV adalah Rp 0 artinya biaya pekerjaan sesuai dengan yang direncanakan. Hasil analisis perhitungan SPI adalah 1 berarti proyek mengalami kinerja penyelenggaraan proyek lebih baik dari perencanaan, jadwal lebih cepat dari rencana dan CPI adalah 1 artinya biaya pekerjaan sesuai dengan pekerjaan yang direncanakan. Hasil analisis perkiraan penyelesaian proyek sebesar Rp. 16,222,433, artinya biaya mengalami penurunan dari biaya aktual yaitu Rp. 16,223,876. Hasil perhitungan perkiraan biaya untuk menyelesaikan pekerjaan membengkak Rp. -1.443 dari awal direncanaan Rp. 22,013,000 dan perkiraan waktu proyek selesai sesuai perencanaan yaitu 29 hari, artinya sesuai dengan jadwal yang direncanakan.
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK FLAT BAR DENGAN METODE SIX SIGMA PADA PT. JATIM TAMAN STEEL Muhammad Fatikhul Ikhsan; Pregiwati Pusporini; akhmad wasiur rizqi
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 2 No 3 (2021): justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.774 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v2i3.3897

Abstract

Jatim Taman Steel merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di industri baja yang mengolah baja batangan menjadi flat bar dan round bar. Dalam pencapaian visi dan misi, perusahaan terus berupaya untuk meningkatkan produksi dan peningkatan kualitas baik dari system manajemen mutu yang diterapkan maupun kualitas dari produk yang dihasilkan. Untuk itu penelitian dilakukan dengan mengidentifikasi dan menganalisis proses pengendalian kualitas untuk mengetahui faktor utama penyebab terjadinya produk defect pada produk flat bar sehingga didapatkan usulan untuk mengurangi jumlah produk defect pada hasil produksi flat bar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Six Sigma, dengan langkah-langkah Define, Measure, Analyze, Improve, and Control (DMAIC), Six sigma merupakan suatu metode dan teknik pengendalian dan peningkatan kualitas menuju target 3,4 kegagalan per sejuta kesempatan (DPMO) untuk setiap transaksi produk barang dan jasa. Dengan menggunakan metode Six Sigma dapat diketahui bagaimana kualitas besi baja yang diproduksi oleh PT. Jatim Taman Steel. Berdasarkan hasil perhitungan, didapatkan nilai Defect per Million Opportunity (DPMO) yang diperoleh adalah sebesar 16201 dan nilai Sigma sebesar 3,64 dengan empat penyebab produk defect tertinggi yaitu : defect local snake 18%, defect surface 17%, defect koba 16% dan defect bending 15%. setelah itu didapatkan FMEA yang memiliki nilai RPN tertinggi pada tiap mode kegagalan. Usulan diberikan berdasarkan nilai RPN tertinggi yaitu kurusakan pada gear box dengan melakukan pemberian grease agar gear box tidak cepat aus dan mengalami keausan dini..
USULAN PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO PADA PROSES PRODUKSI DI PT PACIFIC ANGKASA ABADI DENGAN MENGGUNAKAN METODE HOUSE OF RISK (HOR) Ali Gunawan; Elly Ismiyah; Muhammad Zainuddin Fathoni
JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri) Vol 2 No 3 (2021): justi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.31 KB) | DOI: 10.30587/justicb.v2i3.3864

Abstract

Dalam perusahaan manufacturing pengelolahan menajemen risiko bukan merupakan suatu hal yang baru melainkan suatu hal yang sangat dperhatikan. PT. Pacific Angkasa Abadi merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi pipa hollow dengan tujuan utama menginginkan target produksi yang telah direncanakan dapat tercapai dengan baik, dengan mengatasi dan mencegah keterjadian potensi risiko yang berpotensi terjadi pada proses produksi pipa Hollow, tujuan penelitian ini adalah melakukan pengendalian management ketrejadian risiko yang lebih efektif serta mendindaklanjuti pencegahan terjadinya potensi risiko serta memitigasi setiap risiko yang berpotensi merugikan bagi perusahan. Proses identifikasi risiko dilakukan dengan teknik pendekatan management risiko berbasis SNI ISO 31000:2011 dan Tools why why analiysis yang menghasilkan sebanyak 27 potensi kejadian risiko 27 agen risiko serta 5 tindakan pencegahan risiko dengan menggunakan metode House of risk yang terbagi atas dua fase HOR 1 dan fase HOR 2 dalam fase HOR 1 menghasilkan urutan prioritas agen risiko yang selanjutnya 27 prioritas dengan nilai Aggregate Risk Potential (ARP) berdasarkan hasil nilai korelasi perhitungan kejadian risiko dengan agen risiko diperoleh 5 agen risiko yang terpilih berdasarkan perhitungan fase HOR 2 sehingga akan menghasilkan 5 tindakan pencegahan berdasarkan perhitungan dari Efeectiveness to Difficulty Ratio (ETD) dari 5 prioritas risiko yang terpilih akan dilakukan usulan stratergi mitigasi risiko dari setiap agen risiko yang telah ditetapkan sebagai strategi mitigasi risiko pada proses produksi, diharapkan PT. PacificAngkasa Abadi lebih siap dalam menghadapi beberapa potensi risiko yang terjadi didalam perusahaan.

Page 1 of 2 | Total Record : 14