cover
Contact Name
Ismawati Kosasih
Contact Email
ismawati.kosasih@upi.edu
Phone
+6281906764142
Journal Mail Official
jurnal.insight@upi.edu
Editorial Address
Universitas Pendidikan Indonesia, Jalan Dr Setiabudhi No 229, Kota Bandung, Prov. Jawa Barat - Indonesia.
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Psikologi Insight
ISSN : 25993208     EISSN : 25810553     DOI : https://doi.org/10.17509/insight.v5i2
Menerbitkan artikel-artikel ilmiah yang membahas topik-topik Psikologi seperti Psikologi sosial, Psikologi klinis, Psikologi perkembangan, Psikologi industri dan organisasi, Psikologi pendidikan, Pengukuran psikologi, Psikologi positif, Psikologi agama, dan Psikologi kesehatan
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2017)" : 8 Documents clear
META-ANALISIS: WORKING MEMORY DAN LITERASI PADA ANAK DISLEKSIA Trubus Raharjo
JURNAL PSIKOLOGI INSIGHT Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Psikologi Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/insight.v1i1.8440

Abstract

This meta-analysis aims to find out the working memory relationship with literacy reading in dyslexic children. Neuropsychological disorders can occur in individuals with dyslexia and this is related to reading literacy. Reading literacy is a cognitive ability to generate information, store stimuli and process phonology. Individuals with poor reading ability may be affected by working memory. A total of 2,324 samples and 29 working memory data relationships with literacy reading were collected from 12 published manuscripts in the year 2002 sd range. 2015. The observational sites of these studies include the continents of the Middle East, Europe, and America. The results of the analysis in this meta-analysis study showed that the relationship was moderate with a correlation (ř) of 0.33, standard deviation (SD) of 0.280, and the confidence interval was in the range - 0.409 to 0.689, that we can conclude that that (ř) was significant. These results suggested that there was a relationship between working memory and literacy.AbstrakMeta-analisis ini bertujuan untuk mengetahui hubungan working memory dengan literasi membaca pada anak disleksia. Gangguan neuropsikologi dapat terjadi pada individu dengan disleksia dan hal ini berkaitan dengan literasi membaca. Literasi membaca merupakan kemampuan kognitif untuk memasukkan informasi, menyimpan stimulus dan memproses phonologi. Individu dengan kemampuan membaca yang buruk dapat dipengaruhi oleh working memory. Sebanyak 2.324 sampel dan 29 data hubungan working memory dengan literasi membaca dikumpulkan dari 12 naskah yang dipublikasikan pada rentang tahun 2002 sd. 2015. Lokasi observasi dari studi-studi tersebut mencakup benua Timur Tengah, Eropa, dan Amerika. Hasil analisis pada studi meta-analisis ini menunjukkan bahwa hubungan tersebut tergolong sedang dengan korelasi (ř) sebesar 0.33, standar deviasi (SD) sebesar 0.280, dan interval kepercayaan berada pada rentang -0.409 lebih kecil dari ř lebih kecil dari 0.689, artinya nilai (ř) dapat diterima. Hasil ini menunjukkan bahwa hipotesis yang menyatakan bahwa ada hubungan antaraworking memory dengan literasi dapat diterima.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESEJAHTERAAN SUBYEKTIF ANAK DIDIK LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK Sri Maslihah
JURNAL PSIKOLOGI INSIGHT Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Psikologi Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/insight.v1i1.8446

Abstract

The purpose of this study is to explore the factors of Subjective Well-Being of students of LPKA. The research used two approach with participants from LPKA Tangerang and LPKA Bandung. In the first research, 90 students filled the questionnaire and the second was qualitative method by Focus Group Discussion (FGD) technique. FDG was performed to 40 juvenille offenders (ABH) that had high subjective well-being. The result were that the factors that affect subjective well-being were the ability of children to cope stressfull situation, ability to adjust in difficult situations, spirituality and social support from family, peers and officers. Based on the results, the researchers concluded the factors that affect subjective well-being of LPKA students includes internal and external factors.AbstrakTujuan penelitian ini adalah menggali faktor-faktor yang mempengaruhi kesejahteraan subyektif anak didik LPKA. Penelitian dilakukan dua tahap dengan partisipan dari LPKA Pria Tangerang dan LPKA Bandung. Tahap pertama dilakukan dengan menyebarkan angket kepada 90 anak didik LPKA dan tahap kedua dilakukan metode kualitatif dengan menggunakan teknik pengambilan data dengan Focus Group Discussion (FGD). FDG dilakukan kepada 40 orang anak berkonflik dengan hukum (ABH) yang tingkat kesejahteraaan subyektifnya tergolong tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kesejahteraan subyektif anak didik ini antara lain kemampuan anak untuk mengatasi situasi stressfull, kemampuan menyesuaikan diri dalam situasi sulit, spiritualitas dan dukungan sosial yang bersumber dari keluarga, teman sebaya dan petugas lembaga pembinaan khusus anak. Berdasarkan hasil tersebut peneliti menyimpulkan faktor-faktor yang mempengaruhi kesejahteraan subyektif anak didik LPKA meliputi faktor internal yang bersumber dari dalam diri anak dan faktor eksternal yang bersumber dari lingkungan.
EKSPLORASI KEPEKAAN DEWASA AWAL TERHADAP EKSPRESI WAJAH ANAK Hartosujono Hartosujono
JURNAL PSIKOLOGI INSIGHT Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Psikologi Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/insight.v1i1.8441

Abstract

This study aims to determine the extent of psychological student's sensitivity to the facial expression of children. Facial expression is the symbol of emotion, when the child has a problem, their face showed the expression of their emotion. Whether the adults can guess what emotions of the children? A number of children are asked to view a number of images that can arouse their facial expression of their emotions to the images. Emotions that arose from the images were smiled, fear, sadness, anger, and disgust. Emotions of children arouse in 1 to 3 seconds, which is then photographed. The photos are selected based on the facial expression that best suits the emotions. The subject of this research was 222 students of Faculty of Psychology, with ranged 20-23 years old. The 60 male and 162 female students were asked to guess the emotions of one male child pictures and one female child which displays the five emotions in the face. The guesses of the students on the emotions of female child faces tend to be wrong on the expression of disgust that they guessed as sad. While in the male model photo, they failed to guess precisely the expression of the fear that they guessed as disgust.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kepekaan mahasiswa Psikologi terhadap ekspresi wajah anak. Ekspresi wajah seringkali menjadi fokus emosi, saat anak mengalami masalah, sangat tergambar sekali pada ekspresi wajahnya. Namun apakah interpretasi para orang dewasa tersebut sesuai dengan yang ditampilkan anak-anak tersebut. Sejumlah anak diminta melihat sejumlah gambar, agar memperlihatkan ekspresinya secara alami. Emosi yang timbul dari sejumlah gambar tersebut, adalah senyum, takut, sedih, marah, dan jijik. Emosi para anak timbul berkisar 1-3 detik, yang kemudian difoto. Foto-foto tersebut diseleksi, manakah foto ekspresi wajah paling sesuai dengan emosi yang timbul. Subjek penelitian ini adalah 222 mahasiswa Fakultas Psikologi, dengan kisaran usia 20-23 tahun. Terdapat 60 laki-laki dan 162 perempuan, mereka diminta menebak emosi 2 gambar pada anak beda jenis kelamin yang menampilkan dalam bentuk 5 emosi di wajah. Tebakan dari para mahasiswa pada emosi wajah perempuan cenderung tidak tepat pada ekspresi jijik yang cenderung ditebak sebagai sedih. Sedangkan pada foto model laki-laki cenderung tepat menebak ekspresi emosi takut yang cenderung ditebak sebagai jijik.
PENGARUH PERSONAL VALUE TERHADAP PRASANGKA SEKSUAL Rini Maulida; Tina Hayati Dahlan; Ifa Hanifah Misbach
JURNAL PSIKOLOGI INSIGHT Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Psikologi Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/insight.v1i1.8452

Abstract

This study aims to determine the influence of personal value to sexual prejudice of students in Bandung. This research used quantitative method with 400 participants selected using convenience techniques sampling. The instruments used were Portrait Values Questionnaire (PVQ-40) (Schwartz, 2003) and Homosexuality Attitude Scale (HAS) (Kite and Deaux, 1986). Multiple regression was used to analyze influence of personal value to sexual prejudice. The results showed that variations of sexual prejudice was influenced by personal value of 15 percent. In addition, it was found that there were differences the level of sexual prejudice between female and male students. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh personal value terhadap prasangka seksual pada mahasiswa di Kota Bandung. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan subjek penelitian sebanyak 400 responden yang dipilih dengan  menggunakan teknikconvenience sampling. Instrumen yang digunakan adalah Portrait Values Questionnaire (PVQ-40)dan Homosexuality Attitude Scale (HAS). Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik korelasimultiple regression. Hasil penelitian  menunjukkan variasi prasangka seksual dipengaruhi olehpersonal value sebesar 15 persen, sedangkan 85 persennya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Selain itu, ditemukan bahwa terdapat perbedaan tingkat prasangka seksual antara mahasiswa perempuan dan laki-laki.
PERUNDUNGAN MAYA (CYBER BULLYING) PADA REMAJA AWAL Sartana Sartana; Nelia Afriyeni
JURNAL PSIKOLOGI INSIGHT Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Psikologi Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/insight.v1i1.8442

Abstract

The purpose of this study to determine the incidence and impact of cyberbullying in early adolescence. The participants were 157 male and 196 female that range 12-15 year. The results of this study indicated that 78 percent of participants saw cyberbullying, 21 percent of them were cyberbullyer, and 49 percent of them were the victim. Cyberbullying was done through written, sound, or image. The mostly media they used were Facebook, SMS, and Instagram. The kind of cyberbullying experienced by victims were mockery, slander, threats, and make them as a talking object. The puspose of cyber-bullyers were as a joking, revenge, and because they can hide their identity anonymous. Cyber-Bullying make the victims felt angry, embarrassed, unable to concentration to learn, and fear. The cyberbullying victims confessed that they felt more serious psychological impact than traditional bullying.AbstrakTujuan penelitian ini untuk mengetahui kejadian dan dampak perundungan maya pada remaja awal. Partisipan penelitian adalah 157 remaja laki-laki dan 196 remaja perempuan, dengan rentang usia 12-15 tahun. Hasil deskriptif penelitian ini menunjukkan bahwa 78% responden pernah melihat perundungan maya, 21% responden pernah menjadi pelaku, dan 49 % responden pernah menjadi korban. Perundungan banyak dilakukan melalui media tulisan, suara, atau gambar. Adapun media online yang paling banyak digunakan adalah Facebook, SMS, dan Instagram. Bentuk perundungan maya yang dialami korban adalah ejekan, fitnah, ancaman, dan menjadi objek gosip. Pelaku melakaukan perundungan bertujuan untuk bercanda, balas dendam, dan karena dapat menyembunyikan identitas. Perundungan maya menyebabkan korban merasa marah, malu, tidak bisa konsentrasi belajar, dan takut. Korban perundungan maya mengaku bahwa dampak mental yang dialami lebih serius dibanding dengan perundungan di dunia nyata.
HUBUNGAN ANTARA KEPERCAYAAN EPISTEMOLOGIS DENGAN BELAJAR BERDASAR REGULASI DIRI M. Nur Ghufron; Rini Risnawita Suminta
JURNAL PSIKOLOGI INSIGHT Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Psikologi Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/insight.v1i1.8443

Abstract

The aim of the study was to determine the relationship between epistemological beliefs and self-regulated learning. The respondent of this study were 105 students of elementary Islamic teaching program in Islamic State College in Kudus, that completed questionnaires to measure they epistemological beliefs and self-regulated learning. The results of the study showed that there was a negative significant relationship between epistemological beliefs and selfregulated learning.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepercayaan epistemologis dengan belajar berdasar regulasi diri. Responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Jurusan Tarbiyah, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus yang berjumlah 105 mahasiswa. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner dalam bentuk skala. Data dianalisis dengan korelasi yang menghasilkan bahwa kepercayaan epistemologis berhubungan secara negatif dengan belajar berdasar regulasi diri.
EKSPLORASI DIMENSI PRAKTIK RELIGIUS REMAJA MUSLIM INDONESIA Helli Ihsan; Sitti Chotidjah; Herlina ,
JURNAL PSIKOLOGI INSIGHT Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Psikologi Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/insight.v1i1.8444

Abstract

The concept of Christian-Western religious practice maybe different to the Islamic religious practice of Moslems. Therefore, explores the dimensions of Daily Religious Practices of Moslems (Praktik Religius Harian Muslim) (Herlina et al., 2015) consisting of 10 items that proven able to predict juvenile delinquency is important to do. This measure was assumed to be unidimensional because is just intended to measure dimensions of religious practice. Principal Component Analysis is used to find dimensions or factors of this measure. The participants were 643 students of two public high schools, one private high school, one private Islamic High School, and one Islamic boarding high school. There were two practical dimensions that found in this PRHM scale, Obligatory Practice and Sunnah Practice. These results give different concept from Western religious theory which emphasizes public and private practices. Although Moslems practices can be private and public but the practices of Indonesian Moslems teenagers were patterned to two of this dimensions.AbstrakKonsep religiusitas Barat yang berbasis Kristen mungkin saja akan berbeda dengan religiusitas Indonesia yang berdasarkan Islam. Untuk itu mengekplorasi dimensi dalam alat ukur Praktik Religius Harian Muslim (PRHM) (Herlina dkk., 2015) yang terdiri dari 10 item dan yang terbukti mampu memprediksi kenakalan remaja ini penting untuk dilakukan. Metode Principal Component Analysis digunakan untuk menemukan dimensi atau faktor yang ada dalam alat ukur ini. Partisipan yang terlibat berjumlah 643 siswa dari dua SMA Negeri, satu SMA swasta umum, satu SMA Islam, dan satu SMA Islamboarding school atau pesantren. Ada dua dimensi praktik yang ditemukan dalam alat ukur PRHM ini yaitu Ibadah Wajib dan Ibadah Sunnah. Meskipun praktik muslim bisa bersifat privat dan publik tapi praktik remaja muslim Indonesia lebih berpola kepada Ibadah Wajib dan Ibadah Sunnah.
PENGARUH TIPE KEPRIBADIAN DAN HARAPAN TERHADAP PENYESUAIAN DIRI ANAK DIDIK PEMASYARAKATAN Alwin Muhammad Reza
JURNAL PSIKOLOGI INSIGHT Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Psikologi Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/insight.v1i1.8445

Abstract

The purposes of this research were to know whether hope mediates the effect of personality traits on adjustment. The participant were 85 young inmates in Juvenile Hall IIA Tangerang. Big Five Inventory (BFI), Adult’s Dispositional Hope Scale (ADHS) and Adjustment Scale were the instruments to measure the variables. Correlation and Regression Analysis were used to analyze the purpose of the research. The results showed that 1) hope failed to mediate association of personality and adjustment 2) aggreableness had influence to adjustment 3) openness had the highest contribution to hope 4) hope was positively related to adjustment. This study give a suggests for prison staff to give career counseling for inmates. The recommendation for next studies is using hope as a moderator variable.AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk menguji peran harapan dalam memediasi pengaruh tipe kepribadian the big five terhadap penyesuaian diri. Anak Didik Pemasyarakatan (Andikpas) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Sampel dalam penelitian ini adalah 85 orang Andikpas di Lapas Anak Kelas IIA Tangerang. Data diperoleh melalui instrumen Big Five Inventory (BFI) yang mengukur tipe kepribadian, Adult’s Dispositional Hope Scale(ADHS) yang mengukur tingkat harapan, dan instrumen penyesuaian diri. Teknik analisis Pearson-product moment dipilih untuk mengetahui korelasi antar variabel, serta analisis regresi untuk menguji peran variabel mediator. Hasil dari penelitian ini menunjukkan 1) harapan tidak memediasi pengaruh tipe kepribadian terhadap penyesuaian diri 2) tipe kepribadian yang memiliki kontribusi terbesar bagi penyesuaian diri adalah aggreableness 3) tipe kepribadian yang paling berpengaruh bagi harapan adalah openness 4) terdapat hubungan yang signifikan antara harapan dan penyesuaian diri. Temuan ini memberikan rekomendasi bagi pihak Lapas untuk memberikan orientasi lingkungan dan konseling karir bagi Andikpas, dan bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk menguji harapan sebagai variabel moderator.

Page 1 of 1 | Total Record : 8