cover
Contact Name
Ichsan
Contact Email
ichanida@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalpolnep@gmail.com
Editorial Address
Vokasi: Jurnal Publikasi Ilmiah Gedung Direktorat Lantai 1 Unit Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Politeknik Negeri Pontianak Jalan Ahmad Yani Pontianak 78124
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Vokasi
ISSN : 16939085     EISSN : 2621007X     DOI : https://doi.org/10.31573/vokasi.v15i2
Vokasi: Jurnal Publikasi Ilmiah menerima karya berupa artikel hasil dari penelitian, gagasan ilmiah, dan karya tulis di bidang ilmu pengetahuan, rekayasa, dan pendidikannya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 14 No 2 (2019): Vokasi" : 6 Documents clear
Identifikasi dan Penghitungan Koloni Bakteri menggunakan Ektraksi Fitur Satriyo Satriyo; Suheri Suheri; Pausta Yugianus
Vokasi Vol 14 No 2 (2019): Vokasi
Publisher : Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.015 KB)

Abstract

Testing of bacterial contamination in food and beverage products is carried out by breeding bacteria in product samples. After the bacteria multiply in the sample, the number of colonies is calculated on the sample. The processing process requires time and accuracy of the laboratory. The purpose of this study is to build an application for identification and calculation of bacterial colonies using feature extraction methods. From the results of experiments on 11 sample samples of 81,82% bacterial colonies successfully identified.
Identifikasi Arsitektur Vernacular Rumah Tinggal Suku Melayu Pontianak Ditinjau dari Sistem Physical (Fisik) dalam Teori N. J. Habraken Wahyudin Ciptadi; Erwin Rizal Hamzah
Vokasi Vol 14 No 2 (2019): Vokasi
Publisher : Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (813.21 KB)

Abstract

Arsitektur vernakular di setiap daerah memiliki kekhasan dalam konstruksi bangunannya. Sebagai contoh arsitektur vernacular rumah tinggal suku Melayu di Pontianak, Kalimantan Barat yang kaya akan nilai vernakularisme. Rumah tinggal suku Melayu Pontianak merupakan bangunan yang menggunakan bahan material konstruksi dari kayu Belian mulai dari pondasi, lantai, rangka, sampai atap. Antara satu bagian dengan bagian lain dalam rumah tinggal suku Melayu Pontianak tidak dapat dipisahkan, karena satu komponen bagian rumah tinggal menjadi komponen bagian lain dari bangunan. Keseluruhan bagian rumah tinggal menjadi kesatuan secara sistem, yang saling terkait dan berhubungan. N. J. Habraken (1978) mempertegas peryataan ini dengan menyatakan bahwa arsitektur merupakan suatu kesatuan sistem yang terdiri atas Spatial System, Physical System, dan Stylistic System. Sistem physical (fisik) meliputi aspek struktur dan konstruksi dari elemen atas (kepala), elemen tengah (badan), dan elemen bawah (kaki) di rumah tinggal suku Melayu Pontianak. Dalam Penelitian Terapan ini yang menjadi obyek penelitiannya adalah rumah tinggal Suku Melayu Pontianak yaitu terbagi atas tipe Potong Kawat, tipe Potong Godang, dan tipe Potong Limas. Dalam penelitian terapan ini bertujuan mengidentifikasi Sistem Physical (Fisik) yang terbentuk di rumah tinggal Suku Melayu Pontianak di kota Pontianak. Penelitian terapan ini menggunakan pendekatan metode rasionalistik-kualitatif dengan mengambil beberapa sampel penelitian dari populasi rumah tinggal Suku Melayu Pontianak yang masih ada dan masih bertahan sampai saat ini. Dalam penelitian ini menggunakan beberapa tahapan proses pelaksanaan yaitu: tahap pengumpulan data (observasi awal, observasi lanjutan, dan wawancara) dan tahap analisis data serta pembahasan hasil penelitian. Hasil dari penelitian terapan ini menghasilkan dokumentasi 30 gambar (blue print) rumah tinggal Suku Melayu Pontianak di 3 (tiga) zona komunalitas yang tersebar di kota Pontianak, Kalimantan Barat meliputi : Zona A (Kampung Arab, Kampung Bugis, Kampung Tanjung Hilir), Zona B (Kampung Dalam, Kampung Tambelan Sampit), dan Zona C (Kampung Kamboja, Kampung Bansir) dan 3 (tiga) model temuan identifikasi sistem physical (fisik) terbentuk di rumah tinggal didapatkan dari proses analisis sampel penelitian dengan memperhatikan variabel penelitian meliputi aspek elemen atas (kepala), elemen tengah (badan), dan elemen bawah (kaki) di rumah tinggal suku Melayu Pontianak.
Karakteristik Beton pada Berbagai Variasi Waktu Pengadukan Haryanto Haryanto; Sondang Sylvia Manurung
Vokasi Vol 14 No 2 (2019): Vokasi
Publisher : Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.718 KB)

Abstract

Tujuan jangka panjang penelitian ini adalah menentukan resiko dan kerugian yang terjadi akibat lamanya waktu pengadukan beton yang dilaksanakan di atas waktu pengadukan. Target khusus adalah: menentukan karakteristik campuran campuran Beton yang diolah dengan berbagai variasi waktu pengadukan dan kualitas campuran beton yang diolah dengan berbagai variasi waktu pengadukan. Pemakaian beton yang flexible mendorong tumbuhnya produksi beton ready mix. Untuk mencapai mutu beton yang baik, faktor komposisi campuran, proses produksi dan proses pelaksanaan di lapangan sangat penting diperhatikan. Di dalam pelaksanaan dilapangan, faktor prasarana transportasi pada beberapa lokasi tertentu tidak terlalu menunjang. Faktor kemacetan lalulintas sering memperlambat transportasi ready mix, sehingga proses pengadukan campuran beton menjadi terganggu. Waktu perjalanan yang panjang mengakibatkan waktu pengadukan menjadi lama sehingga melebihi waktu pengadukan normal. Berdasarkan uraian tersebut, maka masalah yang dapat diajukan adalah bagaimana karakteristik karakteristik campuran campuran beton yang diolah dengan berbagai variasi waktu pengadukan dan bagaimana kualitas campuran beton yang diolah dengan berbagai variasi waktu pengadukan. Penelitian dilakukan dalam skala laboratorium dengan membuat sejumlah campuran beton dengan mutu f’c 17,5 MPa dan 20 MPa kemudian dilakukan pengadukan dengan waktu 15, 30, 60, 90 dan 120 menit. Masing-masing contoh benda uji tersebut kemudian dilakukan pengujian tekan. Dari hasil pengujian tekan dari dua kelompok mutu beton tersebut dilakukan analisis karakteristik dan kualitas beton yang dihasilkan, semakin lama pengadukan semakin menurun kualitasnya. Hal tersebut berlaku untuk beton mutu fc =17,5 MPa maupun untuk beton mutu fc = 20 MPa.
Stabilitas Nano-Edible Coating Oleoresin Jahe Berbasis Kitosan Selama Penyimpanan Abdi Redha; Saniah Saniah; Dwi Isyana Ahmad
Vokasi Vol 14 No 2 (2019): Vokasi
Publisher : Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.28 KB)

Abstract

Nano-edible coatingi oleoresin jahe merah dibuat dengan menggunakan sistem pembawa nanoemulsi dari 3 macam surfaktan makanan yaitu Spans 80, Spans 20 dan Tween 80. Formulasi nanoemulsi dibuat pada berbagai kombinasi konsentrasi kitosan dan oleoresin jahe. Nanoemulsi dengan perlakuan komposisi 7500 ppm oleoresin; 1,0% kitosan merupakan sistem dengan tingkat perubahan stabilitas yang lebih baik dibandingkan nanoemulsi dari perlakuan lainnya selama penyimpanan 8 minggu.
Perbaikan Karakteristik Tepung Keladi Hitam Varietas Lokal Kalimantan Barat Melalui Fermentasi Umbinya dan Pemanfaatannya pada pembuatan Cake Susana Susana; Lamria Mangunsong; Iwan Rusiardy
Vokasi Vol 14 No 2 (2019): Vokasi
Publisher : Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.979 KB)

Abstract

Black tuber of local varieties of Kalimantan is one of a group of tubers that are rich in carbohydrates. Its use as a processed product is still limited and has constraints, including bitter taste and a little itching, low viscosity, low solubility and a less stable gel forming ability. Therefore, modification of black tuber tuber fermented is one way to overcome the limitations that exist in taro tuber so that it can be further processed into flour and used as a substitute for wheat flour. The purpose of this study is 1) to study the characteristics of black tuber of local fermented varieties including total dissolved solids, alcohol content, pH value, 2) studied the characteristics of black taro flour local varieties whose tuber fermentation included increased viscosity, gel strength, swelling power, and ease of dissolution. 3) studying the characteristics of modified local varieties of black tuber tuber modified by fermentation from the best treatment including flower and organoleptic power (color, taste, texture, pore) The stages in this study include making black taro tuber tape with variations in the concentration of yeast tape 0.125% (K1), 0, 25% (K2), 0.375% (K3), 0.5% (K4) and fermentation duration 24 hours, 48 ​​hours, and 72 hours with sample codes T1, T2 and T3. Next, the process of combing the fermented black taro tubers is carried out. The best treatment was 0.25% yeast concentration with 24-hour fermentation time and based on swelling power of 4.4296, then applied as a substitute for wheat flour in cake making with a ratio of 30: 70, 50: 50, 70: 30 (ratio Fermented tuber tuber flour: Wheat flour.
Rancang Bangun Jaringan Komunikasi PLC Menggunakan Sistem Wlan untuk Memonitor Proses Kontrol Berbasis Human Machine Interface SCADA INFO U Hasan Hasan; Irawan Suharto; Wawan Heryawan
Vokasi Vol 14 No 2 (2019): Vokasi
Publisher : Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.238 KB)

Abstract

Penelitian ini membuat Rancang Bangun Jaringan Komunikasi PLC Menggunakan Sistem WLAN Untuk Memonitor Proses Kontrol Berbasis Human Machine Interface Scada Info U skala laboratorium. Sistem yang dibuat menggunakan model multiple PLC multiple HMI, dimana akan digunakan 2 PLC sebagai controller dan 2 buah PC (HMI) sebagai monitor. Untuk plant sebagai objek proses kontrol adalah sistem traffic light 4 simpang dan pengaturan kecepatan motor 3 phasa menggunakan inverter. Sistem jaringan komunikasi yang digunakan adalah Modbus TCP/IP atau Modbus TCP. Hasil penelitian menunjukan bahwa sistem yang dirancang sudah berjalan seperti yang diharapkan. Komunikasi antara PC monitoring sebagai PLC controller tersingkron dengan baik sehingga PC dapat memonitoring plant berupa modul traffic Light dan modul inverter yang dikontrol oleh PLC. Modul jaringan yang sudah terintegrasi berbasis webserver ini dapat dijadikan permodelan untuk kasus kontrol sederhana dan modul ini akan digunakan dalam praktikum sistem kendali 2, kontrol industri lanjut. Manfaat dari modul ini diharapkan untuk menambah kompetensi keahlian mahasiswa peserta didik.

Page 1 of 1 | Total Record : 6