cover
Contact Name
Muhammad Rizki
Contact Email
m.rizki8787@gmail.com
Phone
+6285219941987
Journal Mail Official
admin@jurnal-tmit.com
Editorial Address
Jalan Padang Bolak, No. 1B, Labuh Baru Timur, Pekanbaru-Riau
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
ISSN : 28290232     EISSN : 28290038     DOI : -
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) adalah journal blind peer-review yang bersifat open access yang memungkinkan artikel tersedia secara online tanpa berlangganan apapun. JTMIT didedikasikan untuk publikasi hasil penelitian, artikel teknis, konseptual dan laporan studi kasus dalam bidang Teknologi dan Manajemen secara umum, namun tidak terbatas secara implisit. Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) dikelola secara professional dan diterbitkan oleh Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual dalam membantu para akademisi, peneliti, dan praktisi untuk menyebarkan hasil penelitiannya
Arjuna Subject : -
Articles 640 Documents
Pengaruh Pelatihan, Pengembangan, dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Pegawai yang Dimoderasi oleh Komitmen Organisasi di Inspektorat Kabupaten Malinau I Ketut Agustina; Ahmad Juliana
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i4.1412

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran variabel moderasi komitmen organisasi pada hubungan antara kinerja pegawai dengan pelatihan, pengembangan, dan lingkungan kerja menggunakan aplikasi statistik SPSS versi 23, regresi linier berganda digunakan sebagai metode analisis dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 30 pegawai dengan menggunakan metode kuantitatif. Kuesioner tertutup dengan skala Likert digunakan untuk mengumpulkan data. Analisis karakteristik responden, uji validitas dan reliabilitas, regresi linier berganda, Moderated Regression Analysis (MRA), dan uji asumsi klasik (normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas) digunakan untuk menguji data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pelatihan, pengembangan, dan lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Telah dibuktikan bahwa komitmen organisasi memperkuat  ketiga variable tersebut, yang menunjukkan bahwa semakin tinggi komitmen pegawai maka semakin optimal pula dampak pelatihan, pengembangan, dan lingkungan kerja yang mendukung untuk meningkatkan kinerja individu. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan komitmen organisasi secara terukur akan mengoptimalkan efektivitas intervensi SDM dalam mendorong kinerja pegawai.
Analisis Bibliometrik dan Systematic Literature Review Hambatan Implementasi Blockchain  pada Logistik Negara Berkembang: Perspektif Indonesia Fiqih Cahyo Kurniawan; Yusep Sukrawan; Saskia Kanisaa Puspanikan
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1416

Abstract

Teknologi blockchain berpotensi meningkatkan transparansi, traceability, dan efisiensi sektor logistik, namun tingkat adopsinya di negara berkembang masih rendah. Literatur yang ada lebih banyak menekankan manfaat konseptual, sementara kajian sistematis mengenai hambatan implementasi, khususnya dengan perspektif Indonesia, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mengkategorisasi hambatan implementasi blockchain pada sektor logistik negara berkembang dengan fokus relevansi terhadap konteks Indonesia. Metode penelitian mengkombinasikan analisis bibliometrik dan systematic literature review (SLR) berbasis protokol PRISMA terhadap 63 artikel terbitan tahun 2020–2025. Analisis bibliometrik menggunakan VOSviewer menghasilkan empat klaster tematik utama, sedangkan SLR terhadap 10 artikel dengan sitasi tertinggi mengidentifikasi lima kategori hambatan utama, yaitu teknologi, ekonomi, organisasi, regulasi, dan infrastruktur. Hambatan teknologi dan regulasi muncul sebagai faktor paling dominan, ditandai oleh isu skalabilitas, interoperabilitas, ketidakpastian hukum, serta belum matangnya standar teknis. Dalam konteks Indonesia, hambatan tersebut diperkuat oleh ketimpangan infrastruktur digital dan tingginya biaya logistik nasional. Kontribusi penelitian ini terletak pada penyediaan pemetaan komprehensif hambatan implementasi blockchain serta rekomendasi strategis berbasis konteks negara berkembang untuk mendukung perumusan kebijakan dan percepatan transformasi digital sektor logistik Indonesia.
Analisis Potensi Bahaya kerja dengan Metode JSA Dan HiRARC Di Area Produksi Moh.Aditya Putra; Moh. Jufriyanto
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1425

Abstract

K3 menjadi aspek krusial dalam industri kimia karena proses produksinya melibatkan paparan zat kimia berbahaya, suhu tinggi, serta pengoperasian mesin bertekanan. Pada bagian produksi PT PQR, tercatat 37 kasus kecelakaan kerja selama Januari-Juni 2025, meliputi terhirup uap kimia, iritasi kulit dan mata, terpeleset, terbentur peralatan, luka bakar ringan, dan gangguan muskuloskeletal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi potensi bahaya, menilai risiko yang mungkin terjadi, serta merancang strategi pengendalian dengan mengombinasikan pendekatan Job Safety Analysis dan HIRARC. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan adanya 6 tahapan proses kerja dengan total 9 potensi bahaya dan 19 risiko. Berdasarkan penilaian risiko, terdapat risiko ekstrem pada proses penerimaan bahan baku (terhirup uap kimia) dan proses reaksi-pemanasan (paparan panas), risiko tinggi pada proses penimbangan (gas/uap kimia), pencampuran (percikan cairan reaktif dan kebisingan), serta beberapa risiko sedang dan rendah pada aktivitas lainnya. Pengendalian risiko yang direkomendasikan meliputi penerapan rekayasa teknik seperti peningkatan ventilasi, isolasi panas, dan peredaman kebisingan, yang dipadukan dengan pengendalian administratif berupa SOP kerja aman, inspeksi area secara berkala, serta pelatihan K3 bagi pekerja. Pemakaian APD, seperti respirator, kacamata pelindung, sarung tangan kimia, penutup telinga, pakaian pelindung, dan sepatu anti-selip, juga ditekankan sebagai langkah tambahan untuk meminimalkan risiko yang masih ada. Penerapan kombinasi metode HIRARC dan JSA memungkinkan analisis risiko yang lebih rinci dan efektif, sehingga keselamatan kerja di area produksi PT PQR dapat ditingkatkan..
Optimalisasi Kinerja Operasional Gudang Menggunakan Theory Of Constraints (TOC) Dan Discrete Event Simulation (DES) : (Studi Kasus: PT PLN (Persero) Up3 Madura) Ike Jihan Nabila; Rr. Rochmoeljati
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1436

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan kinerja operasional gudang PT PLN (Persero) UP3 Madura dengan mengidentifikasi dan mengurangi bottleneck pada alur proses menggunakan metode Theory of Constraints (TOC) dan Discrete Event Simulation (DES). Metode TOC digunakan untuk menemukan aktivitas yang menjadi kendala utama dalam sistem, sedangkan simulasi DES dengan perangkat lunak ProModel digunakan untuk mengevaluasi kinerja sistem serta menguji beberapa skenario perbaikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa aktivitas pemuatan material pada Stasiun Kerja 2 (Outbound) merupakan bottleneck utama dengan waktu baku 15,83 menit dan tingkat utilisasi sumber daya mencapai 90%. Model simulasi yang telah tervalidasi digunakan untuk menguji tiga skenario perbaikan. Dari hasil simulasi diperoleh bahwa Skenario 3, yaitu perbaikan tata letak gudang (re-layout) dengan pengurangan jarak antar area sebesar 25%, menghasilkan peningkatan throughput sebesar 15,4% dan penurunan waktu siklus sebesar 23,6%. Dengan demikian, integrasi metode TOC dan DES terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi aliran material dan kinerja operasional gudang secara keseluruhan.
Analisis Metode HIRARC untuk Menunjang Implementasi Budaya 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Dan Rajin) Pada Area Kerja Fabrikasi: (Studi Kasus: PT Ravana Jaya) Muhammad Ibnu Khizmi; Akhmad Wasiur Rizqi
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1437

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di area fabrikasi PT Ravana Jaya menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC), serta menyusun rekomendasi pengendalian berbasis budaya kerja 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin) yang terintegrasi dengan tingkat risiko. Penelitian dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara, dan studi literatur. Penilaian risiko mengacu pada standar AS/NZS 4360:1999 dengan mempertimbangkan parameter likelihood dan severity. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari sembilan aktivitas kerja yang diidentifikasi, terdapat tujuh aktivitas dengan tingkat risiko tinggi, yaitu proses cutting gas, drilling (magnetic bor dan punching), assembly, serta pengelasan MIG dan las stik portable. Risiko tinggi dipengaruhi tidak hanya oleh bahaya teknis mesin, listrik, dan panas, tetapi juga oleh faktor housekeeping yang kurang baik, rendahnya kepatuhan terhadap SOP dan penggunaan alat pelindung diri, serta perawatan peralatan yang belum optimal. Integrasi HIRARC dan 5R memberikan pendekatan pengendalian risiko yang lebih komprehensif, di mana HIRARC berfungsi sebagai alat prioritisasi risiko, sedangkan 5R berperan sebagai pengendalian berbasis perilaku dan lingkungan kerja. Pendekatan ini menghasilkan rekomendasi perbaikan yang aplikatif dan berpotensi menurunkan risiko kecelakaan kerja secara berkelanjutan.
Analisis Penyebab Cargo Off Spec pada Muatan Biosolar (B40) dengan Fishbone Analysis: (Studi Kasus: MT. Gunung Kemala) Dinar Islami Rachmayanti; Muhammad Imam Firdaus; Bugi Nugraha; Dety Sutralinda
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1440

Abstract

Penggunaan bahan bakar alternatif berbasis sumber daya alam terbarukan telah menjadi salah satu langkah strategis dalam mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil. Salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut adalah penggunaan Biosolar (B40) yang merupakan campuran antara 40% FAME (Fatty Acid Methyl Ester) dan 60% Solar. Namun dalam operasional pelayaran, sering dijumpai kasus cargo off spec, yaitu penyimpangan mutu muatan yang tidak lagi memenuhi standart kualitas. Masalah ini berdampak besar, baik secara finansial, hukum, maupun reputasi Perusahaan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui: 1) Apa saja faktor-faktor penyebab terjadinya cargo off spec di kapal MT. Gunung Kemala 2) Bagaimana upaya pencegahan yang harus dilakukan untuk menghindari cargo off spec di kapal MT. Gunung Kemala. Penelitian ini menggunakan metode fishbone analysis sebagai teknik analisis data untuk mencari permasalahan secara mendalam. Berdasarkan analisis faktor penyebab cargo off spec di MT. Gunung Kemala antara lain usia kapal yang sudah tua mempengaruhi kondisi tangki, sifat muatan Biosolar (B40) yang sensitif, kondisi lingkungan seperti cuaca dan perubahan suhu yang tidak stabil, serta operasi intertank yang meningkatkan risiko pencampuran sludge ke cargo. Upaya yang dapat dilakukan agar kejadian tersebut tidak terjadi kembali adalah dengan menerapkan jadwal tank inspection, pengendalian udara (oxygen exclusion), optimalisasi kinerja sistem ventilasi (optimalized venting system), pemanfaatan P/V Valves, pengambilan sampel dan pengujian, serta pelatihan awak kapal. Hasil penelitian menyatakan bahwa faktor utama penyebab cargo off spec pada muatan Biosolar (B40) akibat degradasi kondisi fisik tangki cargo yang secara langsung dipengaruhi oleh usia kapal (ageing factor), selain itu karakteristik Biosolar (B40) yang higroskopis, serta potensi degradasi selama proses intertank turut menjadi faktor pendukung terjadinya cargo off spec.
The Effect Of Digital System Implementation On Taxpayer Compliance With Digital Culture As A Moderating Variable Rika Lidyah; Wati Rosmawati; Yeni Indraningtyas; Endang; Nuraini
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1441

Abstract

In an effort to increase state revenue and administrative efficiency, many global tax authorities, including Indonesia, have invested significant resources in implementing Digital Tax Systems (e.g., e-filing, e-billing, e-invoice, and core tax systems). The implementation of these systems aims to simplify the reporting process, reduce compliance costs, and minimize human interactions that are prone to corruption, thereby ultimately improving Taxpayer Compliance. However, the effectiveness of these digital systems is not universal and is predicted to depend heavily on the user's context. This study aims to examine the role of taxpayer Digital Culture, defined as a combination of digital literacy, trust in technology, and acceptance of process automation, as a moderating variable in the relationship between Digital System Implementation and Taxpayer Compliance. Using a quantitative approach with a hierarchical regression model (Moderated Regression Analysis) or PLS-SEM, this study tests the hypothesis that the positive impact of digital system implementation on compliance will be significantly more substantial among taxpayers with a high Digital Culture and, conversely, weaker among those with a low Digital Culture. These findings are expected to provide strategic implications for the Directorate General of Taxes (DGT) in designing targeted education and outreach programs to ensure that technology implementation reaches its maximum potential in driving compliance.
Penerapan Metode Fmea Dan Fta Dalam Analisis Penyebab Produk Cacat Air Minum Pada Kemasan 240ml : (Studi Kasus: PT. Swabina Gatra) Marindra Ahmad Nurdiansyah; Said Salim Dahda
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1444

Abstract

Penelitian ini berfokus dalam menganalisis masalah yang menjadi faktor esensial serta urutan risiko yang berhubungan Dengan kecacatan produk yang terjadi dalam produksi pembuatan air minum dalam kemasan 240 ml di PT Swabina Gatra. Teknik yang diterapkan adalah kombinasi antara Analisis Mode dan Efek Kegagalan (FMEA) serta Analisis Pohon Kesalahan (FTA) untuk menemukan dan mengidentifikasi sumber mendasar dari jenis kegagalan yang telah diamati. Data untuk penelitian ini diperoleh dengan cara pengamatan langsung pada lokasi produksi serta melalui pengamatan dibagian produksi serta wawancara dengan pimpinan produksi, departemen Kontrol Kualitas. Analisis berhasil mengindikasikan bahwa cacat dengan RPN tertinggi terjadi pada jenis cacat lid cup miring, dengan nilai 216. kegagalan ini diakibatkan dari masalah mesin penutup atau segel tidak presisi dan suhu pemanas yang kurang konsisten atau berubah ubah. (FTA) digunakan untuk mengetahui penyebab mendasar dalam cacatnya produk. Rekomendasi untuk perbaikan meliputi perawatan dan pengecekan rutin pada mesin penyegelan, penyaringan air, pengisian air, serta melakukan program pelatihan dan bimbingan operator mengenai pentingnya SOP, serta perawatan rutin terhadap standar peralatan produksi. Penelitian selama kerja praktek diharapkan bisa membantu perusahaan dalam memperkecil tingkat kecacatan produk serta mengembangkan kinerja dalam langkah-langkah pengendalian kualitas.
The Urgency Of Transparency In State Officials' Spending To Reduce Corruption Rates In Indonesia Desyi Erawati; Raihan Hanasi; Rizal Bakti; Muhammad Aiman; Apriani Riyanti
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1447

Abstract

Corruption remains a structural and endemic challenge that hampers economic development, undermines democratic institutions, and erodes public trust in Indonesia. Despite various legal and institutional reforms, the level of corruption, as measured by indices such as Transparency International's Corruption Perceptions Index (CPI), has not shown significant, sustained improvement. This study argues that one critical gap in the public accountability system is the lack of adequate, specific transparency in reporting the operational and discretionary expenditures of state officials, particularly at the executive and legislative levels. The purpose of this study is to analyze the theoretical and empirical urgency of implementing a comprehensive transparency regime for official expenditures (e.g., official travel, representation costs, and the use of tactical/operational funds) to prevent and detect corrupt practices early. Drawing on the Theory of Public Accountability and international experience (e.g., Freedom of Information Acts), this study uses a normative-empirical approach to identify a negative correlation between expenditure data disclosure and corruption incidents. The central hypothesis is that spending transparency creates a deterrent effect through heightened public scrutiny, thereby significantly reducing opportunities for misappropriation and strengthening officials' ethical commitment. This finding is crucial for formulating evidence-based anti-corruption policies in Indonesia, particularly regarding revisions to the Public Information Disclosure Law (KIP) and regulations on State Officials' Wealth Reports (LHKPN).
Analisis Kualitas Layanan dan Kepuasan Wisatawan pada Pengelolaan Desa Wisata Berkelanjutan di Desa Wisata Bansari Salma Fatimatu Zahra; Sri Gunani Partiwi
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1449

Abstract

Desa Wisata Bansari di Kabupaten Temanggung merupakan destinasi wisata berbasis alam dan pertanian yang memiliki potensi untuk dikembangkan secara berkelanjutan. Namun, kinerja layanan berbasis keberlanjutan yang dirasakan wisatawan belum sepenuhnya optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan wisatawan terhadap kualitas layanan berbasis dimensi keberlanjutan serta merumuskan strategi pengembangan desa wisata berkelanjutan di Desa Wisata Bansari menggunakan metode Customer Satisfaction Index (CSI) dan Importance Performance Analysis (IPA). Data dikumpulkan dari 67 responden wisatawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai CSI sebesar 74,11% yang termasuk dalam kategori puas, namun masih memerlukan peningkatan. Analisis IPA mengidentifikasi empat atribut prioritas perbaikan pada kuadran A, yaitu pengelolaan sampah (L4), manajemen pengelolaan desa wisata (S5), partisipasi masyarakat (S3), dan promosi desa wisata (E4). Berdasarkan hasil tersebut, rekomendasi strategi pengembangan berkelanjutan meliputi peningkatan pengelolaan sampah, penguatan kapasitas SDM dan partisipasi masyarakat melalui pendekatan Community-Based Tourism (CBT), serta optimalisasi promosi digital. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan praktis bagi pengelola dan pemangku kepentingan dalam pengembangan Desa Wisata Bansari yang berkelanjutan dan berdaya saing.