cover
Contact Name
Muhammad Rizki
Contact Email
m.rizki8787@gmail.com
Phone
+6285219941987
Journal Mail Official
admin@jurnal-tmit.com
Editorial Address
Jalan Padang Bolak, No. 1B, Labuh Baru Timur, Pekanbaru-Riau
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
ISSN : 28290232     EISSN : 28290038     DOI : -
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) adalah journal blind peer-review yang bersifat open access yang memungkinkan artikel tersedia secara online tanpa berlangganan apapun. JTMIT didedikasikan untuk publikasi hasil penelitian, artikel teknis, konseptual dan laporan studi kasus dalam bidang Teknologi dan Manajemen secara umum, namun tidak terbatas secara implisit. Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) dikelola secara professional dan diterbitkan oleh Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual dalam membantu para akademisi, peneliti, dan praktisi untuk menyebarkan hasil penelitiannya
Arjuna Subject : -
Articles 484 Documents
Analisis Perbandingan Metode Dedicated Storage Dan Class-Based Storage Dalam Penataan Tata Letak Gudang 5 Dengan Pendekatan Key Performance Indicator (KPI) Hikmal Ihsandra; Said Salim
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i4.1340

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dan membandingkan tingkat efisiensi antara metode Dedicated Storage dan Class-Based Storage dalam pengaturan tata letak Gudang 5 PT XYZ menggunakan pendekatan Key Performance Indicator (KPI). Permasalahan utama yang dihadapi gudang adalah rendahnya efisiensi ruang penyimpanan, lamanya waktu pengambilan barang, serta produktivitas operator yang belum optimal. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif melalui pengukuran empat indikator utama, yaitu efektivitas penggunaan alat material handling, waktu pengambilan barang, tingkat produktivitas operator, dan pemanfaatan ruang penyimpanan. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan metode Class-Based Storage memberikan peningkatan performa yang signifikan dibandingkan sistem Dedicated Storage. Pemanfaatan alat meningkat dari 69% menjadi 81%, waktu pengambilan barang berkurang dari 3,6 menit menjadi 2,9 menit per item, produktivitas operator naik dari 12,8 menjadi 15,4 item per jam, dan efisiensi penggunaan ruang meningkat dari 80% menjadi 86%. Secara keseluruhan, nilai kinerja gudang meningkat dari 79% menjadi 93%, atau terjadi peningkatan efisiensi sebesar 14%. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa Class-Based Storage lebih unggul dalam mengoptimalkan ruang, waktu, dan tenaga kerja, sekaligus mendukung penerapan sistem digitalisasi inventori yang terukur dan berkelanjutan Data primer pada penelitian ini meliputi observasi waktu picking, jarak tempuh operator, dan utilisasi alat material handling, sedangkan data sekunder berasal dari log material return Gudang 5 periode Januari–Mei 2025. Perhitungan indikator dilakukan menggunakan formula throughput (Tj), space requirement (Sj), serta empat komponen KPI (alat, waktu, produktivitas, dan ruang). Implementasi metode Class-Based Storage menghasilkan peningkatan efisiensi total gudang dari 79% menjadi 93%.
Analisis Kecacatan Tiang Teras Menggunakan Metode Fault Tree Analysis Dan Failure Mode And Effect Analysis: (Studi Kasus: UD Pulo Beton Jombang) Marisa Tri Indra Nayu Aini Kurnila; Rr. Rochmoeljati
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i4.1352

Abstract

Kualitas produk merupakan faktor penting dalam menjaga daya saing perusahaan, terutama pada industri manufaktur beton seperti UD Pulo Beton Jombang yang memproduksi berbagai komponen bangunan. Permasalahan utama yang dihadapi perusahaan ini adalah tingginya tingkat kecacatan produk pada tiang teras, dengan jenis cacat meliputi pecah, retak, tidak siku, dan keropos. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akar penyebab cacat dan memberikan rekomendasi perbaikan menggunakan metode Fault Tree Analysis (FTA) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Data yang digunakan merupakan data historis produksi periode Maret 2024–Februari 2025. Hasil analisis menunjukkan bahwa cacat dominan adalah tidak siku dengan jumlah 674 unit atau 40,87% dari total kecacatan 1649 unit. Nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi sebesar 306 juga terdapat pada cacat tidak siku, yang dipengaruhi oleh kurangnya ketelitian karyawan, kerusakan cetakan, dan kualitas material yang rendah. Rekomendasi perbaikan mencakup pelatihan prosedur pencampuran dan pemasangan penguat, penerapan SOP pencampuran, inspeksi rutin bahan baku, serta perawatan cetakan dan mesin secara berkala. Implementasi rekomendasi ini diharapkan mampu menekan tingkat kecacatan dan meningkatkan kualitas produk tiang teras UD Pulo Beton.
Analisis Risiko Keselamatan Kerja pada Proses Perbaikan Kapal dengan Metode Hazard Identification Risk Assessment and Determining Control (HIRADC): (Studi Kasus : PT. Karya Pacific Tehnik Shipyard) Jaya, Riyan; Pawitra, Theresia Amelia; Widada, Dharma
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i4.949

Abstract

PT. Karya Pacific Tehnik Shipyard adalah perusahaan yang bergerak di bidang perbaikan dan perawatan kapal. Beberapa aktivitas perbaikan kapal memiliki potensi bahaya tinggi, terutama pada proses replating, sandblasting, dan painting. Diketahui bahwa kecelakaan kerja yang pernah atau berpotensi terjadi mencakup risiko terkena percikan api, sinar las, terhirup asap las, jatuh dari ketinggian, gangguan pernapasan akibat paparan debu abrasif dan iritasi kulit. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bahaya, menilai tingkat risiko, dan menentukan pengendalian yang tepat dengan menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC), serta melakukan analisis akar masalah dengan diagram fishbone dan mengevaluasi kelayakan pengendalian menggunakan pendekatan Benefit-Cost Ratio. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan dan wawancara dengan pihak HSE serta supervisor. Hasil penelitian menunjukkan persentase risiko ekstrem sebesar 2,70%, risiko tinggi 27,03%, risiko sedang 59,46%, dan risiko rendah 10,81%. Pengendalian awal seperti penggunaan APD dan izin kerja panas sudah di terapkan, namun belum optimal. Oleh karena itu, direkomendasikan pengendalian tambahan berupa penambahan APAR, APAB dan Hydrant, pengendalian tanggap darurat kebakaran, edukasi, sosialisasi dan budaya keselamatan kerja, pengendalian operasional alat potong, pendampingan dan peningkatan kapasitas tenaga kerja, serta evaluasi K3. Nilai BCR > 1 pada penambahan APAR, APAB dan Hydrant menunjukkan bahwa pengendalian tersebut layak diterapkan untuk menurunkan risiko dan meningkatkan keselamatan kerja.
Optimalisasi Penggunaan Safety Equipment Saat Tank Cleaning Guna Mengurangi Resiko Kecelakaan Kerja Di MT. Arahan Putra Hidayat, Guntur Bintang Samudra; Suwondo, I'ie; Dahri, Muh; Lestari, Elise Dwi
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i4.1342

Abstract

Kegiatan tank cleaning pada kapal tanker memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan kerja, seperti paparan bahan kimia berbahaya dan cedera fisik. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi akar penyebab kecelakaan kerja dan merumuskan strategi optimalisasi penggunaan safety equipment di MT. Arahan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan Fishbone Analysis yang berfokus pada critical incident tanggal 10 Maret 2024. Data diperoleh melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam dengan tiga informan kunci. Temuan penelitian mengidentifikasi empat faktor penyebab utama (Manusia, Metode, Material, Lingkungan), dengan faktor manusia—spesifiknya rendahnya safety awareness—sebagai faktor dominan. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis berupa rekomendasi strategi pengawasan berjenjang dan penerapan sanksi tegas untuk meningkatkan budaya keselamatan (safety culture) di atas kapal.
Optimization of Warehouse Performance through Class-Based Storage based FSN Analysis for Travel Efficiency and Cost Reduction Abdul Lathif; Said Salim Dahda; Deny Andesta
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i4.1347

Abstract

This study aims to optimize operational efficiency at PT XYZ's raw material warehouse by mitigating high material handling costs (MHC) and inefficient forklift travel caused by random storage and LIFO stacking constraints. The research proposes a warehouse layout redesign applying a Class-Based Storage (CBS) strategy zoned via FSN (Fast, Slow, Non-moving) analysis. The methodological approach involves material flow analysis of 31 SKUs, priority classification based on Turnover Ratio (TOR), and simulation of rectilinear distances and travel times using a standard speed of 1.4 m/s. Through comparative evaluation, the study found that the strategic relocation of 14 Fast-category items to zones closest to the Inbound/Outbound point successfully reduced monthly travel distance from 11,261.3 m to 9,557.3 m. This directly impacted operational time, reducing it by 0.34 hours, and lowered total MHC by 15.13%, equivalent to a monthly saving of IDR 1,610,231. The results conclude that FSN-activity-based zoning not only quantitatively reduces logistical costs but also qualitatively minimises aisle congestion and non-value-added backtracking movements, thereby enhancing overall warehouse productivity.
Analisis Risiko Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Menggunakan Metode HIRARC Dan HAZOP Di Area Fabrikasi Khisbul Maulana Akbar; M. Jufriyanto
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i4.1349

Abstract

K3 merupakan elemen krusial dalam menjaga kelancaran proses produksi, khususnya pada industri fabrikasi yang memiliki potensi bahaya tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis risiko kecelakaan kerja di area fabrikasi PT XYZ menggunakan metode (HIRARC) serta (HAZOP). Pendekatan penelitian bersifat deskriptif melalui observasi lapangan, wawancara, serta analisis data kecelakaan periode Juni–Agustus 2025. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa bahaya dominan berasal dari proses pengelasan, marking, pemotongan, serta blasting dan pengecatan. Analisis HIRARC memperlihatkan empat jenis kecelakaan yang semuanya tergolong dalam kategori risiko tinggi, dengan skor risk 18–27. Analisis HAZOP mengungkap adanya deviasi seperti more sparks, more smoke, less ventilation, more friction, no PPE, hingga more chemical mist yang berpotensi menimbulkan luka bakar, gangguan pernapasan, iritasi mata, dan cedera mekanis. Rekomendasi pengendalian meliputi peningkatan penggunaan APD, perbaikan ventilasi, optimasi machine guarding, serta penguatan SOP dan pengawasan K3. Secara keseluruhan, penelitian menegaskan bahwa kombinasi metode HIRARC dan HAZOP memberikan gambaran yang lebih rinci dan sistematis terhadap penyebab kecelakaan kerja, sehingga dapat menjadi dasar peningkatan efektivitas manajemen K3 di PT XYZ.
Analisis Risiko Kegagalan Komponen Elektrikal Pada Mesin Overhead Crane Dengan Metode FMEA dan FTA Vito Prisma, Jatilaksana; Said Salim Dahda; Yanuar Pandu, Negoro
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i4.1353

Abstract

PT. XYZ memiliki tiga unit Overhead Crane: C Overhead Crane, CL Overhead Crane, dan S Overhead Crane. Dari ketiganya, C Overhead Crane paling sering mengalami kegagalan yang menghambat proses produksi. Mesin Overhead Crane sangat penting untuk mengangkat dan memindahkan material, sehingga gangguan dapat mengakibatkan biaya tinggi dan risiko keselamatan. Studi ini menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk mengidentifikasi mode kegagalan serta menghitung Risk Priority Number (RPN) berdasarkan tingkat keparahan, frekuensi, dan deteksi. Fishbone Diagram digunakan untuk mengidentifikasi faktor penyebab dari aspek manusia, mesin, material, dan lingkungan. Komponen dengan nilai RPN tertinggi dianalisis lebih lanjut dengan Fault Tree Analysis (FTA) untuk menemukan akar penyebab kegagalan. Selain itu,. Hasil penelitian menyoroti komponen Pendant OHC, Contactor, dan Limit Switch sebagai prioritas perbaikan. Usulan meliputi penggantian komponen secara terjadwal, perbaikan instalasi kabel, dan perawatan preventive guna meningkatkan keandalan mesin dan efisiensi produksi. Implementasi usulan ini diharapkan mampu menurunkan downtime secara signifikan serta meningkatkan produktivitas PT. XYZ secara berkelanjutan.
Penerapan Metode HIRARC Dan HAZOP Dalam Mengidentifikasi Potensi Bahaya Di Area Fabrikasi Moh. Syabib Ravi Newazali; Moh. Jufriyanto
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i4.1363

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) memiliki peran penting dalam menjamin keberlanjutan proses produksi, khususnya pada area fabrikasi yang sarat dengan bahaya mekanis dan operasional. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi bahaya di area fabrikasi PT ABC melalui kombinasi metode Hazard Identification, Risk Assessment and Risk Control (HIRARC) dan Hazard and Operability Study (HAZOP). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara, serta peninjauan dokumen kecelakaan selama Mei - Juni 2025. Hasil analisis menunjukkan bahwa lima kategori kecelakaan utama meliputi luka robek, benturan sling crane, luka bakar percikan las, terpeleset, dan tersandung. Penilaian HIRARC menemukan bahwa 80% risiko berada pada kategori sedang, sedangkan risiko tertinggi terdapat pada operasi crane dengan nilai 15. HAZOP mengidentifikasi deviasi seperti unstable load, wrong position, excess spray, dan inadequate ventilation. Integrasi kedua metode memberikan gambaran risiko yang lebih komprehensif dibandingkan pendekatan tunggal, sekaligus menegaskan bahwa kombinasi HIRARC dan HAZOP pada area fabrikasi masih jarang diterapkan dalam penelitian sebelumnya. Temuan ini memberikan dasar bagi penyusunan strategi pengendalian yang lebih tepat sasaran untuk meningkatkan efektivitas manajemen K3 di PT ABC.
Analisis Risiko Dan Analisis Keputusan Solusi Proses Material Return Pada Gudang Menggunakan Metode House of Risk (HOR) Dan Metode Analytic Network Process (ANP): (Studi Kasus : PT. ABC) Mustafa, Falah; Yanuar Pandu Negoro; Deny Andesta
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i4.1367

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko pada proses material return di gudang PT. ABC serta menentukan prioritas strategi mitigasi menggunakan pendekatan integrasi House of Risk (HOR) dan Analytic Network Process (ANP). Proses material return belum berjalan optimal karena belum adanya Standard Operating Procedure (SOP) yang baku dan minimnya koordinasi antarunit, sehingga menimbulkan permasalahan seperti keterlambatan pengembalian material, ketidakjelasan tanggung jawab, selisih antara stok fisik dan data sistem, serta potensi kehilangan material. Metode HOR digunakan untuk mengidentifikasi risk event dan risk agent serta menghitung nilai Aggregate Risk Potential (ARP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa risk agent tertinggi adalah rendahnya kedisiplinan unit dalam mengembalikan material (A3) dengan nilai ARP sebesar 168. Selanjutnya, metode ANP diterapkan untuk menentukan bobot alternatif strategi mitigasi berdasarkan empat kriteria utama: efisiensi operasional, efektivitas pengendalian, kesiapan sumber daya manusia, dan kinerja pengelolaan material. Dari lima alternatif solusi yang dievaluasi, "Menyusun dan menetapkan SOP resmi tentang mekanisme material return (alur, dokumen, tanggung jawab, dan waktu pengembalian)" memperoleh bobot tertinggi sebesar 0,049, sehingga menjadi strategi prioritas utama. Penelitian ini memberikan rekomendasi praktis bagi perusahaan dalam memperbaiki tata kelola material return, memperkuat koordinasi antarunit, dan meningkatkan efisiensi operasional gudang.
Analisis Postur Kerja Menggunakan Metode Reba Dan  Rula Untuk Mengurangi Risiko Gangguan Muskuloskeletal Pada Pekerja Bengkel Bubut: (Studi Kasus: CV. Sumber Rezeki) Adam Bagus Kurniawan; Elly Ismiyah
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i4.1370

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis risiko ergonomi pada operator mesin bubut di CV Sumber Rezeki yang menghadapi potensi gangguan muskuloskeletal (Musculoskeletal Disorders/MSDs) akibat postur kerja statis dan repetitif. Menggunakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA) dan Rapid Upper Limb Assessment (RULA), studi ini mengevaluasi postur tubuh pada aktivitas produksi utama. Hasil analisis menunjukkan tingkat bahaya yang kritis, di mana skor tertinggi tercatat mencapai 11 untuk REBA dan 9 untuk RULA, yang diklasifikasikan sebagai tingkat risiko sangat tinggi (very high risk). Kondisi ini mengindikasikan perlunya intervensi perbaikan segera untuk mencegah cedera jangka panjang. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan bukti empiris mengenai bahaya postural di lingkungan bengkel bubut serta merumuskan dasar perbaikan ergonomi untuk meminimalkan risiko fisik dan meningkatkan keselamatan kerja operator.