cover
Contact Name
Muhammad Rizki
Contact Email
m.rizki8787@gmail.com
Phone
+6285219941987
Journal Mail Official
admin@jurnal-tmit.com
Editorial Address
Jalan Padang Bolak, No. 1B, Labuh Baru Timur, Pekanbaru-Riau
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
ISSN : 28290232     EISSN : 28290038     DOI : -
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) adalah journal blind peer-review yang bersifat open access yang memungkinkan artikel tersedia secara online tanpa berlangganan apapun. JTMIT didedikasikan untuk publikasi hasil penelitian, artikel teknis, konseptual dan laporan studi kasus dalam bidang Teknologi dan Manajemen secara umum, namun tidak terbatas secara implisit. Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) dikelola secara professional dan diterbitkan oleh Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual dalam membantu para akademisi, peneliti, dan praktisi untuk menyebarkan hasil penelitiannya
Arjuna Subject : -
Articles 600 Documents
Penerapan Metode HIRARC Dan HAZOP Dalam Mengidentifikasi Potensi Bahaya Di Area Fabrikasi Moh. Syabib Ravi Newazali; Moh. Jufriyanto
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i4.1363

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) memiliki peran penting dalam menjamin keberlanjutan proses produksi, khususnya pada area fabrikasi yang sarat dengan bahaya mekanis dan operasional. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi bahaya di area fabrikasi PT ABC melalui kombinasi metode Hazard Identification, Risk Assessment and Risk Control (HIRARC) dan Hazard and Operability Study (HAZOP). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara, serta peninjauan dokumen kecelakaan selama Mei - Juni 2025. Hasil analisis menunjukkan bahwa lima kategori kecelakaan utama meliputi luka robek, benturan sling crane, luka bakar percikan las, terpeleset, dan tersandung. Penilaian HIRARC menemukan bahwa 80% risiko berada pada kategori sedang, sedangkan risiko tertinggi terdapat pada operasi crane dengan nilai 15. HAZOP mengidentifikasi deviasi seperti unstable load, wrong position, excess spray, dan inadequate ventilation. Integrasi kedua metode memberikan gambaran risiko yang lebih komprehensif dibandingkan pendekatan tunggal, sekaligus menegaskan bahwa kombinasi HIRARC dan HAZOP pada area fabrikasi masih jarang diterapkan dalam penelitian sebelumnya. Temuan ini memberikan dasar bagi penyusunan strategi pengendalian yang lebih tepat sasaran untuk meningkatkan efektivitas manajemen K3 di PT ABC.
Analisis Risiko Dan Analisis Keputusan Solusi Proses Material Return Pada Gudang Menggunakan Metode House of Risk (HOR) Dan Metode Analytic Network Process (ANP): (Studi Kasus : PT. ABC) Mustafa, Falah; Yanuar Pandu Negoro; Deny Andesta
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i4.1367

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko pada proses material return di gudang PT. ABC serta menentukan prioritas strategi mitigasi menggunakan pendekatan integrasi House of Risk (HOR) dan Analytic Network Process (ANP). Proses material return belum berjalan optimal karena belum adanya Standard Operating Procedure (SOP) yang baku dan minimnya koordinasi antarunit, sehingga menimbulkan permasalahan seperti keterlambatan pengembalian material, ketidakjelasan tanggung jawab, selisih antara stok fisik dan data sistem, serta potensi kehilangan material. Metode HOR digunakan untuk mengidentifikasi risk event dan risk agent serta menghitung nilai Aggregate Risk Potential (ARP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa risk agent tertinggi adalah rendahnya kedisiplinan unit dalam mengembalikan material (A3) dengan nilai ARP sebesar 168. Selanjutnya, metode ANP diterapkan untuk menentukan bobot alternatif strategi mitigasi berdasarkan empat kriteria utama: efisiensi operasional, efektivitas pengendalian, kesiapan sumber daya manusia, dan kinerja pengelolaan material. Dari lima alternatif solusi yang dievaluasi, "Menyusun dan menetapkan SOP resmi tentang mekanisme material return (alur, dokumen, tanggung jawab, dan waktu pengembalian)" memperoleh bobot tertinggi sebesar 0,049, sehingga menjadi strategi prioritas utama. Penelitian ini memberikan rekomendasi praktis bagi perusahaan dalam memperbaiki tata kelola material return, memperkuat koordinasi antarunit, dan meningkatkan efisiensi operasional gudang.
Analisis Postur Kerja Menggunakan Metode Reba Dan  Rula Untuk Mengurangi Risiko Gangguan Muskuloskeletal Pada Pekerja Bengkel Bubut: (Studi Kasus: CV. Sumber Rezeki) Adam Bagus Kurniawan; Elly Ismiyah
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i4.1370

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis risiko ergonomi pada operator mesin bubut di CV Sumber Rezeki yang menghadapi potensi gangguan muskuloskeletal (Musculoskeletal Disorders/MSDs) akibat postur kerja statis dan repetitif. Menggunakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA) dan Rapid Upper Limb Assessment (RULA), studi ini mengevaluasi postur tubuh pada aktivitas produksi utama. Hasil analisis menunjukkan tingkat bahaya yang kritis, di mana skor tertinggi tercatat mencapai 11 untuk REBA dan 9 untuk RULA, yang diklasifikasikan sebagai tingkat risiko sangat tinggi (very high risk). Kondisi ini mengindikasikan perlunya intervensi perbaikan segera untuk mencegah cedera jangka panjang. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan bukti empiris mengenai bahaya postural di lingkungan bengkel bubut serta merumuskan dasar perbaikan ergonomi untuk meminimalkan risiko fisik dan meningkatkan keselamatan kerja operator.
Desain Sistem Pendeteksi Nominal dan Keaslian Uang untuk Tunanetra Berbasis Sensor Optik–UV dengan Pendekatan Value Engineering Eko Ari Wibowo; Widyastuti; Lazuardi Fatahillah Hamdi
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i4.1321

Abstract

Penyandang tunanetra menghadapi kendala signifikan dalam mengenali nominal dan keaslian uang kertas yang berdampak pada kemandirian dan keamanan transaksi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menguji sistem otomasi pendeteksi uang berbasis sensor optik (ESP32-CAM) dan ultraviolet (UV LED) dengan pendekatan Value Engineering (VE). Metode VE digunakan untuk memastikan rancangan sistem memiliki fungsi optimal, efisien dalam penggunaan komponen, dan sesuai kebutuhan pengguna. Lima tahap utama VE meliputi tahap informasi, kreatif, evaluasi, pengembangan, dan rekomendasi yang diterapkan dalam penelitian ini. Hasil evaluasi terhadap tiga alternatif desain menunjukkan bahwa konfigurasi ESP32-CAM + DFPlayer Mini + UV LED memiliki nilai fungsi tertinggi (rata-rata 4,55). Pengujian laboratorium terhadap 700 sampel citra uang menunjukkan tingkat akurasi pengenalan nominal 90–98% dan verifikasi keaslian 90–97%. Hasil ini menegaskan bahwa metode VE efektif dalam menghasilkan sistem deteksi uang yang akurat, efisien, dan inklusif bagi penyandang tunanetra.
Transformasi Bisnis Bengkel di Era Digital dengan Pendekatan Design Thinking: (Studi Kasus : Bengkel Tradisional di Indonesia) Christiani, Irma; Matthew Abel Nugroho
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i4.1345

Abstract

Transformasi digital telah mengubah banyak sektor jasa di Indonesia, namun bengkel kendaraan tradisional masih tertinggal dalam adopsi teknologi. Penelitian ini menganalisis tantangan dan peluang digitalisasi bengkel tradisional melalui pendekatan design thinking sebagai strategi transformasi bisnis yang berorientasi pada pengguna. Dengan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap pemilik bengkel serta pengguna jasa. Analisis tematik mengidentifikasi tiga hambatan utama: rendahnya literasi digital pelaku usaha, kurangnya kepercayaan konsumen, dan minimnya sosialisasi sistem digital. Selain itu, ditemukan tiga peluang utama digitalisasi, yaitu transparansi harga, kemudahan akses layanan, dan peningkatan pengalaman pengguna. Tahap ideate menghasilkan tiga kebutuhan inti pengguna, yaitu kemudahan pemesanan, estimasi biaya yang jelas, dan notifikasi progres servis, yang kemudian diterjemahkan ke dalam prototipe awal aplikasi bengkel daring melalui pendekatan iteratif design thinking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi bengkel berpotensi tinggi apabila dirancang berdasarkan kebutuhan lokal dan pengalaman pengguna yang tepercaya. Penelitian ini berkontribusi pada penyusunan kerangka transformasi digital berbasis design thinking yang bersifat inklusif, adaptif, dan dapat digunakan sebagai rujukan dalam pengembangan inovasi layanan di sektor jasa otomotif Indonesia.
Perencanaan dan Pengendalian Produksi Pestisida Cair Menggunakan Metode EPQ Multi Item Muhammad Ersanto Nugroho; Said Salim Dahda; Yanuar Pandu Negoro
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i4.1365

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan perencanaan produksi tujuh jenis pestisida cair di PT XYZ dengan menerapkan metode Economic Production Quantity (EPQ) Multi-Item. Analisis dilakukan berdasarkan data permintaan, biaya setup, biaya penyimpanan, dan kapasitas produksi selama periode Juni 2024–Mei 2025. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa frekuensi produksi yang paling efisien dicapai pada m* = 18,74 siklus per tahun, sehingga pola produksi dapat berlangsung secara teratur tanpa melebihi kapasitas mesin. Jumlah produksi optimal setiap produk (EPQ) bervariasi sesuai tingkat permintaan, di mana produk B memiliki EPQ terbesar sebesar 33.901 liter, sedangkan produk dengan permintaan rendah menghasilkan volume produksi yang lebih kecil untuk menghindari penumpukan persediaan. Model EPQ Multi-Item juga menghasilkan biaya total yang lebih rendah dibandingkan kondisi aktual perusahaan. Total biaya optimal yang diperoleh yaitu Rp59.661.583.947, dengan penghematan sebesar Rp121.675.573 per tahun. Evaluasi kapasitas menunjukkan bahwa kegiatan produksi masih menyisakan 23 hari kerja, sehingga operasional lini produksi dinilai aman. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan EPQ Multi-Item efektif dalam menekan biaya, menyeimbangkan beban produksi antarproduk, dan meningkatkan akurasi perencanaan produksi.
Pengaruh Live Streaming Dan Online Customer Review Terhadap Live Streaming Yang Dimediasi Oleh Fomo Pada Pengguna Tiktokshop Ida Ayu Oka Martini; Ni Luh Nadia Eka Yanthi
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i4.1369

Abstract

Penelitian ini menelaah pengaruh live streaming dan online customer review terhadap perilaku pembelian impulsif pada pengguna TikTokShop dengan fear of missing out sebagai variabel mediasi. Dilaksanakan di Kota Denpasar dengan responden generasi Z yang aktif menggunakan platform tersebut, data dikumpulkan melalui kuesioner daring dan dianalisis menggunakan SEM-PLS. Hasil pengujian menunjukkan bahwa model memiliki kemampuan prediksi yang kuat, dengan nilai R² sebesar 0,602 untuk FOMO dan 0,767 untuk live streaming. Live streaming dan online customer review terbukti berpengaruh positif dan signifikan baik terhadap FOMO maupun live streaming, sementara FOMO berpengaruh kuat terhadap live streaming serta memediasi hubungan keduanya secara parsial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa live streaming dan online customer review masing-masing memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku pembelian impulsif, sekaligus meningkatkan tingkat FOMO pada pengguna. FOMO terbukti berperan kuat dalam mendorong pembelian impulsif dan memediasi hubungan antara stimulus digital tersebut dan perilaku pembelian secara parsial namun signifikan. Model penelitian mampu menjelaskan sebagian besar variasi perilaku yang diteliti dan menunjukkan relevansi prediktif yang tinggi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa model memiliki kemampuan prediksi yang kuat. Live streaming dan online customer review terbukti berpengaruh positif dan signifikan baik terhadap FOMO maupun live streaming, sementara FOMO berpengaruh kuat terhadap live streaming serta memediasi hubungan keduanya secara parsial. Temuan ini menegaskan peran penting fitur interaktif dan bukti sosial dalam memicu keputusan beli spontan, sehingga memberikan implikasi bagi pelaku pemasaran produk kecantikan untuk merancang strategi live commerce dan manajemen ulasan yang bertanggung jawab serta efektif.
Perbandingan Dedicated Storage dan Class-Based Storage untuk Perbaikan Tata Letak Gudang Seragam: (Studi Kasus: PT. KSS) Dimas Latif Rohman Putra; Deny Andesta; Efta Dhartikasari Priyana
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i4.1371

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi tata letak gudang seragam karyawan PT. KSS melalui perbandingan antara metode Dedicated Storage dan Class-Based Storage. Permasalahan yang ada pada kondisi eksisting adalah penempatan item yang tidak mempertimbangkan frekuensi perpindahan, yang mengakibatkan jarak tempuh picking menjadi panjang dan menurunkan produktivitas. Hal tersebut terbukti dari penelitian sebelumnya mengenai minimnya studi yang secara khusus membandingkan efisiensi Dedicated Storage dan Class-Based Storage pada gudang seragam perusahaan berbasis data T/S dan koordinat jarak aktual. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data koordinat rak, frekuensi permintaan, serta nilai Throughput per Storage (T/S). Nilai T/S digunakan untuk melakukan klasifikasi ABC sebagai dasar dalam penyusunan layout usulan. Hasil analisis menunjukkan bahwa total jarak tertimbang pada tata letak awal sebesar 1.840,8 unit grid dapat dikurangi menjadi 1.434,2 unit grid setelah penerapan Class-Based Storage, sehingga diperoleh peningkatan efisiensi sebesar 28,35%. Dengan demikian, metode Class-Based Storage terbukti lebih efektif dalam mengoptimalkan pergerakan material, mempercepat proses pengambilan barang, dan meningkatkan kinerja operasional gudang.
The Effect Of Capital Expenditure On Environmental Performance With Investment As A Moderating Variable Kusiyah; Eva Purnamasari; Asterina Anggraini; Parlindungan Dongoran; Yusran Zainuddin
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1383

Abstract

This study aims to examine the effect of corporate Capital Expenditure (CAPEX) on Environmental Performance , and to analyze the role of Investment ( measured as a proportion of assets or strategic expansion) as a moderating variable in this relationship. Environmental performance is a crucial non-financial indicator in the context of corporate sustainability. Theoretically, allocating CAPEX to new assets (e.g., cleaner production technologies) is expected to improve environmental performance. However, the effectiveness of this capital expenditure is thought to depend heavily on the magnitude and strategic direction of the company's total investment. This research method uses a quantitative approach with secondary data from financial reports and sustainability reports of manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the period 2018–2023. The Capital Expenditure variable is measured from the cash flow statement, Environmental Performance is measured using the PROPER score (Company Performance Rating Program in Environmental Management), and Investment is measured from total assets or sales growth rate. Data analysis was performed using Panel Data Regression through EViews 12 software, and Moderated Regression Analysis (MRA) to test the interaction hypothesis. The results of the study indicate that Capital Expenditure has a positive and significant influence on Environmental Performance. Furthermore, a key finding is that Investment is proven to significantly and positively moderate the relationship between Capital Expenditure and Environmental Performance (positive interaction variable coefficient, p < .05. This means that companies with high levels of investment tend to gain greater environmental performance benefits from each unit of environmental capital expenditure. The implications of this research highlight that CAPEX allocation for environmental purposes should be aligned with an integrated long-term investment strategy to maximize sustainability outcomes.
Penerapan Metode Six sigma dengan Fault Tree Analysis (FTA) untuk Pengendalian Kualitas Produksi Figure Toys Disney: (Studi Kasus: PT LBJ) Shahrul Zalvanda; Akhmad Wasiur Rizqi
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i4.1384

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengurangi tingkat kecacatan produk pada proses produksi figure toys Disney di PT LBJ. Selama periode pengamatan dari Juni hingga Agustus, perusahaan mencatat tingkat kecacatan rata-rata sebesar 6%, jauh di atas standar perusahaan sebesar 2%. Fault Tree Analysis (FTA) juga digunakan sebagai kerangka analisis. Pengolahan data menggunakan P-Chart menunjukkan bahwa proses belum stabil meskipun cacat berada dalam batas kendali. Perhitungan DPMO menghasilkan nilai 60.968 dengan level sigma 3,05, menunjukkan bahwa proses produksi masih berada pada tingkat kualitas rendah jika dibandingkan dengan standar industri global. Analisis fishbone dan FTA mengidentifikasi penyebab utama cacat spray kurang, yaitu ketiadaan SOP, kurangnya pengawasan, material cat yang tidak sesuai standar, alat spray rusak, tidak adanya checklist monitoring, serta kondisi lingkungan yang tidak mendukung. Rekomendasi perbaikan meliputi pembuatan SOP, pelatihan operator, peningkatan kontrol material, perawatan alat, serta pengendalian lingkungan produksi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar peningkatan pengendalian kualitas secara berkelanjutan dan menurunkan tingkat cacat produk di masa mendatang