cover
Contact Name
Muhammad Rizki
Contact Email
m.rizki8787@gmail.com
Phone
+6285219941987
Journal Mail Official
admin@jurnal-tmit.com
Editorial Address
Jalan Padang Bolak, No. 1B, Labuh Baru Timur, Pekanbaru-Riau
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
ISSN : 28290232     EISSN : 28290038     DOI : -
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) adalah journal blind peer-review yang bersifat open access yang memungkinkan artikel tersedia secara online tanpa berlangganan apapun. JTMIT didedikasikan untuk publikasi hasil penelitian, artikel teknis, konseptual dan laporan studi kasus dalam bidang Teknologi dan Manajemen secara umum, namun tidak terbatas secara implisit. Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) dikelola secara professional dan diterbitkan oleh Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual dalam membantu para akademisi, peneliti, dan praktisi untuk menyebarkan hasil penelitiannya
Arjuna Subject : -
Articles 600 Documents
Pengaruh Influencer Marketing, Online Customer Review, dan Brand Image Terhadap Keputusan Pembelian Produk Scarlett Whitening di Shopee Amelia, Ananda Mety; Hariasih, Misti; Indayani, Lilik
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i4.1306

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Influencer Marketing, Online Customer Review, dan Brand Image terhadap keputusan pembelian produk Scarlett Whitening di Shopee. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan survei terhadap 150 responden di Jawa Timur yang telah membeli produk Scarlett Whitening. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring menggunakan skala Likert, kemudian dianalisis dengan SmartPLS 3.0 untuk menguji validitas, reliabilitas, serta hubungan struktural antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel independen berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Model penelitian memiliki nilai R² sebesar 0,788, yang berarti 78,8% variasi keputusan pembelian dapat dijelaskan oleh Influencer Marketing, Online Customer Review, dan Brand Image. Di antara ketiganya, Influencer Marketing memberikan pengaruh terbesar, diikuti oleh Online Customer Review, sedangkan Brand Image memiliki pengaruh paling rendah namun tetap signifikan. Penelitian ini menegaskan bahwa strategi pemasaran digital yang memadukan peran influencer, kredibilitas ulasan pelanggan, dan pengelolaan citra merek mampu meningkatkan keputusan pembelian konsumen pada platform e-commerce. Hasil penelitian memberikan implikasi penting bagi pelaku industri kecantikan dalam merumuskan strategi pemasaran yang lebih efektif dan relevan dengan perilaku konsumen online.
Implementasi Business Process Reengineering Pada UMKM Melalui Perancangan Alat Pengering Cerdas Menggunakan Metode Pahl–Beitz Riza Radyanto, Mohammad; Firman Ardiansyah Ekoanindiyo; Antoni Yohanes; Antono Adhi; Enty Nur Hayati
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i4.1338

Abstract

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pengolahan hasil pertanian umumnya masih bergantung pada proses pengeringan konvensional matahari yang menyebabkan waktu produksi panjang, kualitas produk tidak seragam, serta tingginya risiko kontaminasi. Berbagai penelitian sebelumnya telah mengembangkan teknologi pengering berbasis IoT maupun desain pengering berenergi efisien. Namun, belum ada penelitian yang secara komprehensif mengintegrasikan pendekatan Business Process Reengineering (BPR) dengan metode perancangan sistematis Pahl–Beitz untuk menghasilkan teknologi pengering cerdas yang sekaligus mentransformasi proses bisnis UMKM. Gap ini menunjukkan perlunya pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada inovasi teknis, tetapi juga pada perbaikan proses produksi secara menyeluruh.Penelitian ini bertujuan menerapkan BPR untuk memetakan dan merekayasa ulang proses pengeringan UMKM, kemudian merancang prototipe alat pengering cerdas berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan metode Pahl–Beitz. Tahapan penelitian meliputi identifikasi kebutuhan pengguna, desain konseptual, desain perwujudan, desain detail, pengembangan sistem IoT, dan pengujian prototipe.Hasil menunjukkan penurunan waktu pengeringan dari 48–72 jam menjadi 7,5 jam, kadar air akhir 11,8%, dan efisiensi termal 62%. Secara bisnis, produktivitas meningkat 54%, biaya operasional turun 40%, dan produk afkir menurun dari 15% menjadi 3%.Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi BPR dan Pahl–Beitz efektif mendorong peningkatan kinerja teknis sekaligus transformasi proses bisnis UMKM secara signifikan.
Analisis Losses atau Penguapan Pada Pengisian Gas Argon Dengan Metode FTA & FMEA: (Studi Kasus: PT Asuka Solusi Gasindo) Zainunnushhi, Bey Robbi Hawad; Akhmad Wasiur Rizqi
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i4.1339

Abstract

                Perusahaan gas industri merupakan perusahaan yang memiliki risiko tinggi terhadap terjadinya losses (Penguapan Gas) yang dapat menyebabkan kerugian pada Perusahaan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi losses (Penguapan Gas) yang terjadi pada proses pengisian Gas Argon di PT Asuka Solusi Gasindo. Metode yang digunakan adalah Fault Tree Analysis (FTA) untuk mengidentifikasi penyebab potensial kegagalan suatu sistem dengan model grafis berupa diagram pohon kesalahan, metode ini menetapkan top event atau menentukan kejadian kegagalan utama yang kemudian yang ingin di analisis, dengan metode Fault Tree Analysis (FTA) bertujuan untuk membantu mencegah kegagalan dengan memahami akar permasalahan serta memungkinkan langkah-langkah pencegahan yang efektif untuk mencegah kegagalan sistem di masa depan. Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) suatu metode analisis sistematis untuk mengidentifikasi, menilai, mencegah potensi kegagalan dalam desain atau proses, yang bertujuan untuk mendeteksi dan menghindari potensi cacat atau kegagalan sebelum terjadi, sehingga dapat meningkatkan kualitas, keandalan, dan keselamatan atau produk suatu layanan. Hasil dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mencegah terjadinya losses (Penguapan Gas) pada suatu proses pengisian Gas Argon di PT. Asuka Solusi Gasindo, hal tersebut juga harus di dukung dengan adanya pengecekan secara rutin kondisi tangki Gas Argon, perubahan jadwal pengisian Gas Argon.
Analisis Perbandingan Metode Dedicated Storage Dan Class-Based Storage Dalam Penataan Tata Letak Gudang 5 Dengan Pendekatan Key Performance Indicator (KPI) Hikmal Ihsandra; Said Salim
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i4.1340

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dan membandingkan tingkat efisiensi antara metode Dedicated Storage dan Class-Based Storage dalam pengaturan tata letak Gudang 5 PT XYZ menggunakan pendekatan Key Performance Indicator (KPI). Permasalahan utama yang dihadapi gudang adalah rendahnya efisiensi ruang penyimpanan, lamanya waktu pengambilan barang, serta produktivitas operator yang belum optimal. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif melalui pengukuran empat indikator utama, yaitu efektivitas penggunaan alat material handling, waktu pengambilan barang, tingkat produktivitas operator, dan pemanfaatan ruang penyimpanan. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan metode Class-Based Storage memberikan peningkatan performa yang signifikan dibandingkan sistem Dedicated Storage. Pemanfaatan alat meningkat dari 69% menjadi 81%, waktu pengambilan barang berkurang dari 3,6 menit menjadi 2,9 menit per item, produktivitas operator naik dari 12,8 menjadi 15,4 item per jam, dan efisiensi penggunaan ruang meningkat dari 80% menjadi 86%. Secara keseluruhan, nilai kinerja gudang meningkat dari 79% menjadi 93%, atau terjadi peningkatan efisiensi sebesar 14%. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa Class-Based Storage lebih unggul dalam mengoptimalkan ruang, waktu, dan tenaga kerja, sekaligus mendukung penerapan sistem digitalisasi inventori yang terukur dan berkelanjutan Data primer pada penelitian ini meliputi observasi waktu picking, jarak tempuh operator, dan utilisasi alat material handling, sedangkan data sekunder berasal dari log material return Gudang 5 periode Januari–Mei 2025. Perhitungan indikator dilakukan menggunakan formula throughput (Tj), space requirement (Sj), serta empat komponen KPI (alat, waktu, produktivitas, dan ruang). Implementasi metode Class-Based Storage menghasilkan peningkatan efisiensi total gudang dari 79% menjadi 93%.
Analisis Kecacatan Tiang Teras Menggunakan Metode Fault Tree Analysis Dan Failure Mode And Effect Analysis: (Studi Kasus: UD Pulo Beton Jombang) Marisa Tri Indra Nayu Aini Kurnila; Rr. Rochmoeljati
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i4.1352

Abstract

Kualitas produk merupakan faktor penting dalam menjaga daya saing perusahaan, terutama pada industri manufaktur beton seperti UD Pulo Beton Jombang yang memproduksi berbagai komponen bangunan. Permasalahan utama yang dihadapi perusahaan ini adalah tingginya tingkat kecacatan produk pada tiang teras, dengan jenis cacat meliputi pecah, retak, tidak siku, dan keropos. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akar penyebab cacat dan memberikan rekomendasi perbaikan menggunakan metode Fault Tree Analysis (FTA) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Data yang digunakan merupakan data historis produksi periode Maret 2024–Februari 2025. Hasil analisis menunjukkan bahwa cacat dominan adalah tidak siku dengan jumlah 674 unit atau 40,87% dari total kecacatan 1649 unit. Nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi sebesar 306 juga terdapat pada cacat tidak siku, yang dipengaruhi oleh kurangnya ketelitian karyawan, kerusakan cetakan, dan kualitas material yang rendah. Rekomendasi perbaikan mencakup pelatihan prosedur pencampuran dan pemasangan penguat, penerapan SOP pencampuran, inspeksi rutin bahan baku, serta perawatan cetakan dan mesin secara berkala. Implementasi rekomendasi ini diharapkan mampu menekan tingkat kecacatan dan meningkatkan kualitas produk tiang teras UD Pulo Beton.
Analisis Risiko Keselamatan Kerja pada Proses Perbaikan Kapal dengan Metode Hazard Identification Risk Assessment and Determining Control (HIRADC): (Studi Kasus : PT. Karya Pacific Tehnik Shipyard) Jaya, Riyan; Pawitra, Theresia Amelia; Widada, Dharma
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i4.949

Abstract

PT. Karya Pacific Tehnik Shipyard adalah perusahaan yang bergerak di bidang perbaikan dan perawatan kapal. Beberapa aktivitas perbaikan kapal memiliki potensi bahaya tinggi, terutama pada proses replating, sandblasting, dan painting. Diketahui bahwa kecelakaan kerja yang pernah atau berpotensi terjadi mencakup risiko terkena percikan api, sinar las, terhirup asap las, jatuh dari ketinggian, gangguan pernapasan akibat paparan debu abrasif dan iritasi kulit. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bahaya, menilai tingkat risiko, dan menentukan pengendalian yang tepat dengan menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC), serta melakukan analisis akar masalah dengan diagram fishbone dan mengevaluasi kelayakan pengendalian menggunakan pendekatan Benefit-Cost Ratio. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan dan wawancara dengan pihak HSE serta supervisor. Hasil penelitian menunjukkan persentase risiko ekstrem sebesar 2,70%, risiko tinggi 27,03%, risiko sedang 59,46%, dan risiko rendah 10,81%. Pengendalian awal seperti penggunaan APD dan izin kerja panas sudah di terapkan, namun belum optimal. Oleh karena itu, direkomendasikan pengendalian tambahan berupa penambahan APAR, APAB dan Hydrant, pengendalian tanggap darurat kebakaran, edukasi, sosialisasi dan budaya keselamatan kerja, pengendalian operasional alat potong, pendampingan dan peningkatan kapasitas tenaga kerja, serta evaluasi K3. Nilai BCR > 1 pada penambahan APAR, APAB dan Hydrant menunjukkan bahwa pengendalian tersebut layak diterapkan untuk menurunkan risiko dan meningkatkan keselamatan kerja.
Optimalisasi Penggunaan Safety Equipment Saat Tank Cleaning Guna Mengurangi Resiko Kecelakaan Kerja Di MT. Arahan Putra Hidayat, Guntur Bintang Samudra; Suwondo, I'ie; Dahri, Muh; Lestari, Elise Dwi
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i4.1342

Abstract

Kegiatan tank cleaning pada kapal tanker memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan kerja, seperti paparan bahan kimia berbahaya dan cedera fisik. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi akar penyebab kecelakaan kerja dan merumuskan strategi optimalisasi penggunaan safety equipment di MT. Arahan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan Fishbone Analysis yang berfokus pada critical incident tanggal 10 Maret 2024. Data diperoleh melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam dengan tiga informan kunci. Temuan penelitian mengidentifikasi empat faktor penyebab utama (Manusia, Metode, Material, Lingkungan), dengan faktor manusia—spesifiknya rendahnya safety awareness—sebagai faktor dominan. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis berupa rekomendasi strategi pengawasan berjenjang dan penerapan sanksi tegas untuk meningkatkan budaya keselamatan (safety culture) di atas kapal.
Optimization of Warehouse Performance through Class-Based Storage based FSN Analysis for Travel Efficiency and Cost Reduction Abdul Lathif; Said Salim Dahda; Deny Andesta
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i4.1347

Abstract

This study aims to optimize operational efficiency at PT XYZ's raw material warehouse by mitigating high material handling costs (MHC) and inefficient forklift travel caused by random storage and LIFO stacking constraints. The research proposes a warehouse layout redesign applying a Class-Based Storage (CBS) strategy zoned via FSN (Fast, Slow, Non-moving) analysis. The methodological approach involves material flow analysis of 31 SKUs, priority classification based on Turnover Ratio (TOR), and simulation of rectilinear distances and travel times using a standard speed of 1.4 m/s. Through comparative evaluation, the study found that the strategic relocation of 14 Fast-category items to zones closest to the Inbound/Outbound point successfully reduced monthly travel distance from 11,261.3 m to 9,557.3 m. This directly impacted operational time, reducing it by 0.34 hours, and lowered total MHC by 15.13%, equivalent to a monthly saving of IDR 1,610,231. The results conclude that FSN-activity-based zoning not only quantitatively reduces logistical costs but also qualitatively minimises aisle congestion and non-value-added backtracking movements, thereby enhancing overall warehouse productivity.
Analisis Risiko Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Menggunakan Metode HIRARC Dan HAZOP Di Area Fabrikasi Khisbul Maulana Akbar; M. Jufriyanto
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i4.1349

Abstract

K3 merupakan elemen krusial dalam menjaga kelancaran proses produksi, khususnya pada industri fabrikasi yang memiliki potensi bahaya tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis risiko kecelakaan kerja di area fabrikasi PT XYZ menggunakan metode (HIRARC) serta (HAZOP). Pendekatan penelitian bersifat deskriptif melalui observasi lapangan, wawancara, serta analisis data kecelakaan periode Juni–Agustus 2025. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa bahaya dominan berasal dari proses pengelasan, marking, pemotongan, serta blasting dan pengecatan. Analisis HIRARC memperlihatkan empat jenis kecelakaan yang semuanya tergolong dalam kategori risiko tinggi, dengan skor risk 18–27. Analisis HAZOP mengungkap adanya deviasi seperti more sparks, more smoke, less ventilation, more friction, no PPE, hingga more chemical mist yang berpotensi menimbulkan luka bakar, gangguan pernapasan, iritasi mata, dan cedera mekanis. Rekomendasi pengendalian meliputi peningkatan penggunaan APD, perbaikan ventilasi, optimasi machine guarding, serta penguatan SOP dan pengawasan K3. Secara keseluruhan, penelitian menegaskan bahwa kombinasi metode HIRARC dan HAZOP memberikan gambaran yang lebih rinci dan sistematis terhadap penyebab kecelakaan kerja, sehingga dapat menjadi dasar peningkatan efektivitas manajemen K3 di PT XYZ.
Analisis Risiko Kegagalan Komponen Elektrikal Pada Mesin Overhead Crane Dengan Metode FMEA dan FTA Vito Prisma, Jatilaksana; Said Salim Dahda; Yanuar Pandu, Negoro
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i4.1353

Abstract

PT. XYZ memiliki tiga unit Overhead Crane: C Overhead Crane, CL Overhead Crane, dan S Overhead Crane. Dari ketiganya, C Overhead Crane paling sering mengalami kegagalan yang menghambat proses produksi. Mesin Overhead Crane sangat penting untuk mengangkat dan memindahkan material, sehingga gangguan dapat mengakibatkan biaya tinggi dan risiko keselamatan. Studi ini menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk mengidentifikasi mode kegagalan serta menghitung Risk Priority Number (RPN) berdasarkan tingkat keparahan, frekuensi, dan deteksi. Fishbone Diagram digunakan untuk mengidentifikasi faktor penyebab dari aspek manusia, mesin, material, dan lingkungan. Komponen dengan nilai RPN tertinggi dianalisis lebih lanjut dengan Fault Tree Analysis (FTA) untuk menemukan akar penyebab kegagalan. Selain itu,. Hasil penelitian menyoroti komponen Pendant OHC, Contactor, dan Limit Switch sebagai prioritas perbaikan. Usulan meliputi penggantian komponen secara terjadwal, perbaikan instalasi kabel, dan perawatan preventive guna meningkatkan keandalan mesin dan efisiensi produksi. Implementasi usulan ini diharapkan mampu menurunkan downtime secara signifikan serta meningkatkan produktivitas PT. XYZ secara berkelanjutan.