cover
Contact Name
Rengki Afria
Contact Email
jurnal.kalistra@unja.ac.id
Phone
+6282268070067
Journal Mail Official
jurnal.kalistra@unja.ac.id
Editorial Address
Kampus Universitas Jambi Pinang Masak, Jln, Jambi - Ma. Bulian, KM.15 Mendalo Indah, Jambi Luar Kota, Muaro Jambi, Jambi
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Kajian Linguistik dan Sastra
Published by Universitas Jambi
ISSN : 29638380     EISSN : 29637988     DOI : -
Kalistra: Kajian Linguistik dan Sastra merupakan jurnal ilmiah kebahasaan dan kesastraan yang diterbitkan oleh Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi. Kalistra terbit tiga kali setahun setiap Mei, September, dan Januari. Jurnal Kalistra menerbitkan hasil penelitian ilmiah dalam kajian bahasa dan sastra yang meliputi linguistik teoretis, linguistik terapan, linguistik interdisipliner, tradisi lisan, filologi, semiotika, sastra murni, sastra terapan, sastra interdisipliner, serta sastra dan politik identitas. Setiap artikel yang dimuat di Kalistra akan melalui proses penilaian oleh peer reviewer.
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2023): Mei 2023" : 13 Documents clear
Analisis Framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki pada Pemberitaan Konflik Indonesia-West Papua di Portal Detik.com dan Asia Pacific Report.nz Fariza Anggelina; Ernanda Ernanda; Anggi Triandana
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 2 No. 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v2i2.23182

Abstract

This study aims to determine the framing pattern of news on the Indonesia-West Papua conflict by Detik.com and Asia Pacific Report.nz through the Zhongdang Pan and Gerald M. Kosicki framing analysis model.  This research was conducted using a descriptive qualitative approach.  Where the data in this study are words, phrases, and sentences originating from news discourse on the December 2022 Indonesia-West Papua conflict with two sub-topics regarding the commemoration of West Papua's independence day on December 1 and the re-investigation of the 2014 Paniai case.  The results of this study are based on Pan and Kosicki's four structural framing analysis tools related to reporting on the Indonesia-West Papua conflict for the December 2021 period in the online media Detik.com and Asia Pacific Report.nz.  In the syntactic structure, Detik.com was found to only take statements from figures related to the Indonesian government without taking statements from West Papua.  While Asia Pacific Report.nz, although taking statements from various groups, statements from Indonesian figures were chosen according to the news topics that Asia Pacific Report.nz wanted to raise.  In the script structure, the two media were found to have omitted several elements from the 5W+1H elements.  In the thematic structure, in writing their own statements, the two media also included quotes from sources to strengthen their statements.  In the rhetorical structure, Detik.com only uses photos and video clips that are placed after the headlines in the news.  Meanwhile, Asia Pacific Report.nz uses a lot of words, idioms, pictures and video footage in its news.  From the research results, it was concluded that the headlines and leads from Detik.com and Asia Pacific Report.nz have been able to describe the entire contents of the news.  Both Detik.com and Asia Pacific Report.nz have their own tendencies.  Detik.com is implicitly in favor of Indonesia while the Asia Pacific Report is expressly in favor of West Papua.  Furthermore, the two media were found not to fulfill the element of completeness of the news.  Then, the two media were found to be sufficiently good at describing the news.  Finally, in using words and images Asia Pacific Report.nz is sharper than Detik.com.  Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pembingkaian berita konflik Indonesia-West Papua yang dilakukan Detik.com dan Asia Pacific Report.nz melalui model analisis framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Dimana data dalam penelitian ini adalah kata, frasa, dan kalimat yang berasal dari wacana berita konflik Indonesia-West Papua periode Desember 2022 dengan dua sub-topik mengenai peringatan hari kemerdekaan West Papua 1 Desember dan penyelidikan kembali kasus Paniai 2014 lalu. Hasil penelitian ini berdasarkan empat perangkat struktural analisis framing Pan dan Kosicki terkait pemberitaan konflik Indonesia-west Papua periode bulan Desember 2021 di media online Detik.com dan Asia Pacific Report.nz. Pada struktur sintaksis, Detik.com ditemukan hanya mengambil pernyataan dari tokoh-tokoh terkait pemerintahan Indonesia tanpa mengambil pernyataan dari pihak west Papua. Sementara Asia Pacific Report.nz walaupun mengambil pernyataan dari berbagai golongan, pernyataan dari tokoh-tokoh Indonesia dipilih sesuai dengan topik berita yang ingin diangkat Asia Pacific Report.nz. Pada struktur skrip, kedua media tersebut ditemukan telah menghilangkan beberapa unsur dari unsur 5W+1H. Pada struktur tematik, dalam penulisan pernyataan sendiri kedua media juga mencantumkan kutipan pernyataan narasumber untuk memperkuat pernyataannya. Pada struktur retoris, Detik.com hanya menggunakan foto dan cuplikan video yang diletakkan setelah headline dalam beritanya. Sementara Asia Pacific Report.nz banyak menggunakan kata, idiom, gambar dan cuplikan video dalam beritanya. Dari hasil penelitian, disimpulkan bahwa headline dan lead dari Detik.com dan Asia Pacific Report.nz sudah dapat menggambarkan keseluruhan isi beritanya. Baik itu Detik.com maupun Asia Pacific Report.nz memiliki kecenderungan masing-masing. Detik.com secara tersirat lebih berpihak pada Indonesia sementara Asia Pacific Report secara tersurat berpihak pada West Papua. Selanjutnya, kedua media ditemukan tidak memenuhi unsur kelengkapan berita. Kemudian, kedua media ditemukan cukup dapat mendeskripsikan dengan baik beritanya. Terakhir, dalam menggunakan kata dan gambar Asia Pacific Report.nz lebih tajam dibandingkan dengan Detik.com.
Nominalisasi pada Film Dokumenter The Bird Dancer Karya Elemental Production: Kajian Analisis Wacana Kritis Theo Van Leeuwen Putri Wahyu Illahi; Ernanda Ernanda; Anggi Triandana
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 2 No. 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v2i2.23183

Abstract

This study aims to describe the process of nominalization in the film The Bird Dancer. The data used in this research is the dialog text of the documentary film The Bird Dancer by Elemental Production obtained from the transcription results. The method used is descriptive qualitative. By using Theo Van Leeuwen's Critical Discourse Analysis approach. The results of the study found that Elemental uses a nominalization process to eliminate social actors in the dialogue text of The Bird Dancer film with the form of nominalization changing 6 data namely: suffering, improvement, treatment, treatment, care, and feelings. From the omission of social actors in the film, the audience who watches cannot know which actor is responsible for the events in the text. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses nominalisasi dalam film The Bird Dancer. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teks dialog film dokumenter The Bird Dancer karya Elemental Production yang diperoleh dari hasil transkripsi. Metode yang digunakan adalah deksriptif kualitatif. Dengan menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis Theo Van Leeuwen. Hasil penelitian ditemukan bahwa Elemental menggunakan proses nominalisasi dalam menghilangkan aktor sosial di teks dialog film The Bird Dancer dengan bentuk nominalisasi beruba 6 data yakni: penderitaan, perbaikan, penghinaan, pengobatan, perawatan dan perasaan. Dari penghilangan aktor sosial dalam film, khalayak yang menonton tidak dapat mengetahui siapa aktor yang bertanggung jawab terhadap peristiwa-peristiwa dalam teks pembicaraan.
Analisis Relasi Makna Sinonim dan Antonim Bahasa Kerinci Dialek Tebing Tinggi Kecamatan Danau Kerinci Mimi Fatria; Ernanda Ernanda; Rengki Afria
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 2 No. 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v2i2.23184

Abstract

This study aims to describe the form of meaning relations of synonyms and antonyms in the Kerinci dialect of Tebing Tinggi, Danau Kerinci District. The method used is descriptive method with a qualitative approach. The methods of collecting data in this study are: observation, interviews, fishing techniques, recording techniques and note-taking techniques. Based on the research results found. Based on the analysis of data that has been found by researchers in the village of Tebing Tinggi, Lake Kerinci District, a total of 177 data were found. There are 110 synonym data. The data consists of 85 synonym data with the same meaning and 25 synonym data with almost the same meaning. In the antonym meaning relation, there are 67 antonym data. The data is divided into 38 data belonging to absolute antonyms, 14 data including polar antonyms, 8 data including relationship antonyms, 1 data including hierarchical antonyms and 6 data including compound antonyms.  Abstract Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk relasi makna sinonim dan antonim dalam bahasa Kerinci dialek Tebing Tinggi Kecamatan Danau Kerinci. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan bentuk pendekatan kualitatif. Metode dalam pengumpulan data pada penelitian ini yakni:  observasi, wawancara, teknik pancing, teknik rekam dan teknik catat. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan . Berdasarkan analisis data yang telah ditemukan oleh peneliti pada desa Tebing Tinggi Kecamatan Danau Kerinci di temukan 177 data secara keseluruhan. Data sinonim berjumlah 110. Data tersebut terdiri dari 85 data sinonim yang sama maknanya dan 25 data sinonim yang maknanya hampir sama. Pada relasi makna antonim terdapat 67 data antonim. Data tersebut terbagi menjadi 38 data yang tergolong pada antonim mutlak, 14 data termasuk antonim kutub, 8 data termasuk antonim hubungan, 1 data termasuk antonim hierarkial dan 6 data termasuk antonim majemuk.
Struktur Struktur dan fungsi Mantra Pengobatan Di Kenagarian, Simpang Tonang, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman. Reka Saputri; Warni Warni; Sovia Wulandari
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 2 No. 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v2i2.23185

Abstract

Abstrak This study aims to describe the structure and function of healing spells in Kenagarian Simpang Tonang, Dua Koto District, Pasaman Regency. The method used in this research is descriptive qualitative. Based on the results of the analysis, it can be concluded from this study that there are 10 spells consisting of the barah talingo mantra, bagokon mantra, dicakok ulok spell, mancit boltok mantra, baroon spell, tumbur bibison spell, tarpangan mantra, mancit ngingi mantra, pondialon spell and mosok spell. has (1) structure: rhyme (alliteration, assonance, perfect rhyme, imperfect rhyme, initial rhyme, final rhyme, horizontal rhyme and vertical rhyme), soft and flat rhythm, diction used in the form of reading the Koran, stanzas and arrays consisting of 1 stanza with a total of 5 to 10 lines. (2) the function of the mantra as a means of treating disease, a means to pray and bring good. Abstract Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur dan fungsi mantra pengobatan di Kenagarian Simpang Tonang Kecamatan Dua Koto Kabupaten Pasaman. Metode yang digunakan dalam penelitian ialah deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan dari penelitian ini adalah bahwa 10 mantra yang terdiri dari mantra barah talingo, mantra bagokon, mantra dicakok ulok, mantra mancit boltok, mantra baroon, mantra tumbur bibison, mantra tarpangan, mantra mancit ngingi, mantra pondialon dan mantra mosok memiliki (1) struktur : rima (aliterasi, asonansi,rima sempurna,rima tak sempurna, rima awal, rima akhir, rima horizontal dan rima vertikal),irama lembut dan datar,diksi yang digunakan berupa bacaan al quran,bait dan larik terdiri dari 1 bait dengan jumlah 5 sampai 10 larik. (2) fungsi mantra sebagai alat pengobatan penyakit, sarana untuk berdoa dan mendatangkan kebaikan.
Makna Leksikal dan Makna Kultural pada Ornamen-Ornamen dan Peninggalan-Peninggalan Sejarah di Rumah Tuo Rantau Panjang:Kajian Etnolinguistik: Intan Rizkia; Ernanda Ernanda; Julisah Izar
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 2 No. 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v2i2.23262

Abstract

This study aims to determine the lexical and cultural meanings of ornaments and historical relics at the Rumah Tuo Rantau Panjang in Merangin Regency, Jambi Province. The research method is descriptive with a qualitative approach. The data in this study are in the form of terms on ornaments and historical relics at the Rumah Tuo Rantau Panjang, which were obtained from two informants. The techniques used in collecting data are observation, documentation, interviews, and recording. Then the data obtained will be analyzed using several data analysis techniques, namely transcription, data codification, data classification, data description, and finally drawing conclusions. The results of this study are the description and documentation of the lexical and cultural meanings of the ornaments and historical relics at Rumah Tuo Rantau Panjang  Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna leksikal dan makna kultural pada ornamen-ornamen dan peninggalan-peninggalan sejarah di Rumah Tuo Rantau Panjang yang berada di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. Metode penelitian bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dalam penelitian ini yaitu berupa istilah kata pada ornamen dan peninggalan-peninggalan sejarah di Rumah Tuo Rantau Panjang, yang diperoleh dari dua informan. Adapun teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data yaitu, observasi, dokumentasi, wawancara, dan rekam. Kemudian data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan beberapa teknik analisis data yaitu, transkripsi, kodifikasi data, klasifikasi data, deskripsi data, dan terakhir menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini yaitu deskripsi dan dokumentasi makna leksikal dan makna kultural pada ornamen-ornamen dan peninggalan-peninggalan sejarah di Rumah Tuo Rantau Panjang.
Analisis Wacana Kritis Theo van Leeuwen dalam Pemberitaan Mengenai Isu Rasisme Terhadap Boyband Korea BTS (Beyond The Scene) pada Media Pemberitaan Daring Kompas, Kumparan dan Republika Olivia Virginia; Ernanda Ernanda; Anggi Triandana
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 2 No. 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v2i2.23271

Abstract

This study aims to describe the forms of exclusion from the issue of racism in reporting on the Korean boyband BTS (Beyond The Scene) in Kompas, Kumparan, and Republika Indonesian online news media using Theo van Leeuwen's Critical Discourse Analysis approach. This research uses a qualitative approach with descriptive methods. The data sources in this study were obtained directly from several news stories in Kompas, Kumparan, and Republika Indonesian online news media. The results of this study indicate that there are 10 exclusion data in the passivation form, and there are no forms of nominalization and substitution of clauses. Through an exclusion analysis of the three online news media, a common view was found on the issue of racism experienced by BTS. The three media do not support the acts of racism experienced by BTS, this is shown by how the three media report on individuals or social groups outside of BTS, by framing and marginalizing, even though these social actors are not shown.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk eksklusi terhadap isu rasisme pemberitaan boyband Korea BTS (Beyond The Scene) pada media pemberitaan daring Indonesia Kompas, Kumparan, dan Republika menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis milik Theo van Leeuwen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data yang ada di dalam penelitian ini penulis peroleh langsung dari beberapa berita dalam media-media pemberitaan daring Indonesia Kompas, Kumparan, dan Republika. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat sebanyak 10 data eksklusi dalam bentuk pasivasi, serta tidak ada bentuk nominalisasi dan bentuk penggantian anak kalimat. Melalui analisis eksklusi terhadap ketiga media pemberitaan daring tersebut, ditemukanlah pandangan yang sama terhadap isu rasisme yang dialami oleh BTS. Ketiga media tersebut tidak mendukung tindakan rasisme yang dialami oleh BTS, hal tersebut ditunjukkan melalui bagaimana ketiga media tersebut dalam memberitakan individu atau kelompok sosial di luar BTS, dengan cara memberikan framing dan melakukan pemarginalan, meski aktor sosial tersebut tidak ditampilkan.
Retorika dalam Pidato Anies Baswedan di Youtube Tahun 2017-2022 Yuliza Putri; Ernanda Ernanda; Yoga Mestika Putra
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 2 No. 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v2i2.23273

Abstract

This study aims to describe the forms of pathos and logos in Anies Baswedan's speech using Aristotle's rhetoric. This research use desciptive qualitative approach. The data in this study are words, phrases or sentences contained in Anies Baswedan's 2017-2022 speeches sourced from Youtube. The data that has been transcribed is then codified, classified, and interpreted to answer the research problem formulation. The results of the study show that there are 81 uses of pathos rhetoric which aim to appeal to the audience's emotions so that feelings of emotion, joy, pride, hope, and enthusiasm arise. The linguistic features found from the form of pathos are parallel sentences (35 data), cohesive sentences (7 data), correlative conjunctions (8 data), contrasting sentences (7 data), figurative language (7 data) metaphors (15 data), connotative sentences (1 data), and denotation sentences (1 data). In the logos form, 30 data were found which aim to convey information about time information, place information, distance information, achievements, work programs that have been implemented, and aim to increase knowledge. From the results of data analysis, this study concluded that Anies Baswedan had high rhetorical abilities. Through the language he uses, Anies Baswedan can influence other people to gain public trust so that he can carry out programs that are his vision and mission in serving as governor of DKI Jakarta for the 2017-2022 period.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk pathos dan logos dalam pidato Anies Baswedan dengan menggunakan retorika Aristoteles. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah kata, frasa, atau kalimat yang terdapat dalam pidato Anies Baswedan tahun 2017-2022 yang bersumber dari Youtube. Data yang telah ditranskripsi kemudian dikodifikasi, diklasifikasi, dan diinterpretasi untuk menjawab rumusan masalah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 81 penggunaan retorika bentuk pathos yang bertujuan untuk menarik emosi audiens sehingga timbul rasa haru, senang, bangga, berharap, dan semangat. Fitur linguistik yang ditemukan dari bentuk pathos yaitu kalimat paralel (35 data), kalimat kohesi (7 data), konjungsi korelatif (8 data), kalimat kontras (7 data), bahasa figuratif (7 data) metafora (15 data), Kalimat konotasi (1 data), dan kalimat denotasi (1 data). Bentuk logos ditemukan 30 data yang bertujuan untuk menyampaikan informasi tentang keterangan waktu, keterangan tempat, keterangan jarak, prestasi, program kerja yang sudah terlaksana, dan bertujuan untuk menambah pengetahuan. Dari hasil analisis data, penelitian ini menyimpulkan bahwa Anies Baswedan memiliki kemampuan retorika yang tinggi. Melalui bahasa yang digunakannya, Anies Baswedan dapat mempengaruhi orang lain untuk memperoleh kepercayaan publik sehingga dapat menjalankan program-program yang menjadi visi misinya dalam menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022
Pergeseran Bahasa Jawa dalam Ranah Sosial Masyarakat Studi Kasus di Desa Petajen, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batang Hari Baldi Arezky; Irma Suryani; Julisah Izar
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 2 No. 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v2i2.23322

Abstract

This study raised the issue of the shift in the Javanese language that occurred in the social realm of the people in Petajen Village, Bajubang District, Batang Hari Regency. This study aims to look at the process of language shift from generation to generation as well as the factors that influence the occurrence of this shift process.The method in this study uses a qualitative approach with a descriptive type of research. The data in this research are in the form of fragments of conversation or spoken utterances from various events within the social realm of the Javanese ethical community in Petajen Village, Bajubang District, Batang Hari Regency. The data sources come from the first and second generations of Javanese ethnic families who live in Petajen Village. Data collection techniques used are observation, interviews, recording and note-taking techniques. The validation used is data trigulation technique.The results of this study obtained data in the form of fragments of oral conversations regarding how the language shift process in Petajen Village, Kec. Kab. Batangahari it happened. As an example of the data in the following quote "the matter of manngkene ki limangtahunan is around eight nine, iyo eight nine". The data quote indicates that the Javanese language of the Javanese ethnicity has been mixed with Indonesian and Jambi Malay. The findings of the conversation fragments enter three language shift processes, namely subordinate bilingual (B1-B2) the use of the first language is more dominant than the second language, equivalent bilingual (B1=B2) use of the first and second language equally well and subordinate bilingual (B2-B1) the use of the second language has predominated. The conclusions of this study indicate that there is a language shift in the second generation of Javanese ethnicity in Petajen Village, Bajubang District, Batang Hari Regency through a process of subordinate bilingual (B1-B2), equivalent bilingual (B1=B2) and subordinate bilingual processes (B2-B1). The factors that caused the shift in language were migration, school and education, and social factors. The study in this study shows that there has been a shift language Java to language Indonesia and language Melayu Jambi in the second generation of the Javanese Ethnic community in Petajen Village, Bajubang District, Batang Hari Regency.   Abstrak Penelitian ini mengangkat persoalan mengenai pergeseran bahasa jawa yang terjadi pada ranah sosial masyarakat di Desa Petajen, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batang Hari. Penelitian ini bertujuan melihat proses terjadinya pergeseran bahasa dari generasi ke generasi serta faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya proses pergeseran tersebut. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekaran kualitatif dengan.jenis penelitian.deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa penggalan percakapan.atau ujaran.lisan.dari berbagai.peristiwa didalam ranah sosial masyarakat etis jawa yang ada di Desa Petajen, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batang Hari. Sumber data berasal dari generasi pertama dan kedua pada keluarga etnis Jawa yang menetap di Desa Petajen. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, teknik rekam dan catat. Validasi yang digunakan adalah teknik trigulasi data. Hasil penelitian ini diperoleh data berupa penggalan percakapan lisan mengenai bagaimana proses pergeseran bahasa di desa petajen, kec. Bajubang, kab. Batangahari itu terjadi. Sebagai contoh data pada kutipan berikut “soale mangkene ki limangtahunan lah sekitar tahun delapan sembilan, iyo lapan sembilan”. Kutipan data tersebut menandakan bahwa bahasa jawa pada etnis jawa sudah tercampur dengan bahasa indonesia dan melayu jambi. Penggalan percakapan hasil temuan masuk kedalam tiga proses pergesan bahasa yaitu bilingual bawahan (B1-B2) penggunaan bahasa pertama lebih mendominasi dari pada bahasa kedua, bilingual setara (B1=B2) penggunaan bahasa pertama dan kedua sama baiknya dan bilingual bawahan (B2-B1) penggunaan bahasa kedua sudah lebih mendominasi. Penelitian ini menunjukan terjadinya pergeseran bahasa pada generasi kedua etnis Jawa di Desa Petajen, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batang Hari melalui proses yaitu bilingual bawahan (B1-B2), bilingual setara (B1=B2) dan proses bilingual bawahan (B2-B1). Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pergeseran bahasa tersebut adalah faktor migrasi, faktor sekolah dan pendidikan serta faktor sosial. Kajian dalam penelitian ini menunjukan terjadinya pergeseran.bahasa.Jawa ke.bahasa Indonesia dan bahasa Melayu Jambi pada generasi kedua masyarakat Etnis Jawa di Desa Petajen, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batang hari.
Ambivalensi dan Hibriditas dalam Novel La Muli Karya Nunuk Y. Kusmiana (Kajian Pascakolonial) Muhammad Iqbal Fahlefi; Yundi Fitrah; Dwi Rahariyoso
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 2 No. 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v2i2.23678

Abstract

Indonesia as a country that was once colonized by the west or the east, and now it is not separated from the former colonization. Traces of colonization it also experienced resistance, both resistance from the outside colonial or neo-colonial discourse. This research aims to find out how traces of colonialism by looking at the forms of ambivalence and hybridity in the novel “La Muli” by Nunuk Y. Kusmiana. This novel talks about life transmigrants in Jayapura in the 1980s, amid the presence of the government and as well as diverse socio-societal interactions. Descriptive method Qualitative is used to present data according to postcolonial theory deconstructive and interpretive paradigms. Data is collected by reading and record, then the data is analyzed through semiotic glasses after the previous reduced, which is then carried out semantic validity techniques and triangulation data. The results of the study contain forms of ambivalence and hybridity consisting of in 7 parts; clothing, bathing and well activities, land, professions, artifacts history, people and government relations, and socio-cultural identity and position. The discussion of the data shows that there are forms of ambivalence and hybridity is a symptom of the neo-colonialism discourse that was intensified by the parties’ center. Abstrak Indonesia sebagai negara yang pernah dijajah oleh barat ataupun timur, dan kini tidaklah lepas bekas penjajahan itu secara keseluruhan. Jejak penjajahan itu juga mengalami perlawanan, baik perlawanan dari kolonial luar ataupun wacana neo-kolonialisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahaui bagaimana jejak kolonialisme dengan melihat bentuk ambivalensi dan hibriditas pada novel “La Muli” karya Nunuk Y. Kusmiana. Novel ini menceritakan tentang kehidupan transmigran di Jayapura pada tahun 1980-an, di tengah kehadiran pemerintah dan juga interaksi kelindan sosio-masyarakat yang beragam. Metode deskriptif kualitatif digunakan untuk memaparkan data sesuai teori pascakolonial dengan paradigma dekonstruktif dan interpretatif. Data dikumpulkan dengan membaca dan mencatat, lalu data di analisis melalui kacamata semiotik setelah sebelumnya direduksi, yang kemudian dilakukan teknik validitas semantik dan triangulasi data. Hasil penelitian memuat bentuk ambivalensi dan hibriditas yang terdiri ke dalam 7 bagian; pakaian, kegiatan mandi dan sumur, lahan, profesi, artefak sejarah, relasi rakyat dan pemerintah, serta identitas dan posisi sosio-kultural. Pembahasan data menunjukkan bahwa bentuk ambivalensi dan hibriditas merupakan gejala dari wacana neo-kolonialisme yang digencarkan oleh pihak pusat.
Register pada Jual Beli Thrift Shop di Instagram dan Tiktok: Kajian Sosiolinguistik Wahyu Fitria Lestari; Ernanda Ernanda; Anggi Triandana
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 2 No. 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Prodi Sastra Indonesia, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/kalistra.v2i2.23697

Abstract

This study aims to describe the form of registration for buying and selling thrift shops on Instagram and TikTok using Halliday's theory. The main data sources in this study are 10 thrift shop accounts on Instagram during the 2021-2022 period and 1 TikTok account that is broadcasting live with a duration of ± 1 hour. The research data was obtained from screenshots of uploads on Instagram containing captions and comments. In addition, data is obtained through the transcription of recordings of live buying and selling activities or live broadcasts on TikTok. The conclusions from this study indicate that the dominant use of registers in buying and selling thrift shops on Instagram and Tiktok is found to be open envelope registers. Furthermore, it was found data on the use of registers that underwent word formation processes in the form of clipping or shortening of words, acronyms, abbreviations, code mixing, greetings, compounding or combining words, inflections, and derivations. And the process of forming abbreviations or abbreviations and compounding or combining words is the data most used by users as sellers or buyers.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk register pada jual beli thrift shop di instagram dan tiktok menggunakan teori Halliday. Sumber data utama dalam penelitian ini adalah 10 akun thrift shop di Instagram selama periode tahun 2021-2022 dan 1 akun tiktok yang sedang melakukan siaran langsung dengan durasi ±1jam. Data penelitian diperoleh dari hasil tangkap layar unggahan di instagram berisi caption dan komentar. Selain itu data didapatkan melalui hasil transkripsi rekaman aktivitas jual beli secara live atau siaran langsung di tiktok. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan register pada jual beli thrift shop di instagram dan tiktok yang dominan ditemukan adalah register selingkung terbuka. Selanjutnya ditemukan data penggunaan register yang mengalami proses pembentukan kata berupa clipping atau pemendekatan kata, akronim, abbrevation atau singkatan, campur kode, sapaan, compounding atau penggabungan kata, infleksi, dan derivasi. Dan proses pembentukan kata abbrevation atau singkatan dan compounding atau penggabungan kata merupakan data yang paling banyak digunakan oleh pengguna sebagai penjual ataupun pembeli.

Page 1 of 2 | Total Record : 13