Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Transkripsi Sastra Lisan Melayu Jambi sebagai Alternatif Bahan Ajar Sastra di Perguruan Tinggi Liza Septa Wilyanti; Larlen Larlen; Sovia Wulandari
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 22, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v22i1.1889

Abstract

The aim of the study was to transcribe Jambi Malay oral literature, especially literature in the form of prose (folklore). Jambi Malay oral literature transcription is a literary documentary research. This research is included in qualitative research with descriptive method. The data used in this study is oral literature in the form of prose (folklore). The source of data in this study is data obtained from research informants. The data was obtained through direct interviews with informants. . Interviews with informants were conducted using tapping and recording techniques. Based on the results of the analysis of the stories that have been transcribed, it was found that there are four types of stories, namely legends, fairy tales, witty stories, and myths.
Gaya Kepengarangan Perempuan dalam Novel Indonesia dari Perspektif Stilistika Sovia Wulandari; Liza Septa Wilyanti; Anggi Triandana
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 22, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v22i1.1864

Abstract

This study aims to examine and classify women's writing styles in Indonesian novels from a stylistic perspective. The contribution of the results of this study is to provide a description of the authorship style of women in the novel. The method used in this study is a descriptive qualitative method with a stylistic study approach. Data analysis using content analysis. The research data are related to linguistic aspects which include diction, grammatical arrangement, and figurative language. The result of this research is that there are eight styles of female authorship in Indonesian novels. The style of authorship based on the aspect of the use of diction is classified into vulgar, regional, scientific, and popular styles. Meanwhile, the style of writing based on grammatical structure is repetition style. Furthermore, the style of writing based on figurative language is classified into satire, hyper, and fantasy styles. The eight styles of authorship show the characteristics of Indonesian women's writing styles in fiction in the form of novels.
RELASI PETANDA DAN PENANDA DALAM UNGKAPAN TRADISIONAL MASYARAKAT KERINCI DARI PERSPEKTIF SEMIOTIKA Sovia Wulandari; Hadiyanto Hadiyanto
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 19 No 2 (2019)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.413 KB) | DOI: 10.30996/parafrase.v19i2.2780

Abstract

Pemahaman mengenai makna ungkapan perlu dikaji dari perspektif semiotika sebagai ilmu tentang tanda. Makna Ungkapan dapat dipahami apabila relasi petanda dan penanda dapat dijelaskan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan relasi petanda dan penanda dalam ungkapan tradisional masyarakat kerinci dari perspektif semiotika. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil penelitian adalah terdapatnya relasi petanda dan penanda yang bersifat simbolik. Relasi simbolik terjalin berdasarkan ersamaan-persamaan sifat, perilaku, perbuatan, keadaan, dan bentuk yang terdapat pada hewan, tumbuhan, alam, dan manusia.
UNGKAPAN TRADISIONAL MASYARAKAT KERINCI SEBAGAI SENI BERTUTUR Sovia Wulandari; Mahdi Bahar
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 20 No 2 (2020)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/parafrase.v20i2.4248

Abstract

Bahasa Kerinci merupakan salah satu bahasa daerah yang ada di Indonesia yang masih hidup dan berkembang pada masyarakat Kerinci. Masyarakat Kerinci juga menggunakan bahasa sebagai kontrol sosial masyarakatnya yang tertuang dalam bentuk ungkapan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan ungkapan tradisonal masyarakat Kerinci sebagai seni bertutur. Metode yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, ungkapan tradisional sebagai seni bertutur yaitu adanya sikap kehati-hatian dalam menyampaikan maksud dan tujuan serta ketidaklangsungan makna atau arti dalam tuturan tersebut yang membuat tuturan tersebut indah. Ungkapan sebagai seni bertutur digunakan untuk melarang, menegur, menasihati, memerintah, menghukum, dan menyatakan aturan dalam masyarakat setempat. Selain itu, ungkapan tradisonal ini sebagai seni bertutur juga digunakan pada prosesi upacara adat Kenduri Seko.
UNGKAPAN TRADISIONAL MASYARAKAT KERINCI SEBAGAI SUMBER NILAI MORAL UNTUK PENDIDIKAN KARAKTER (The Traditional Expression of The Kerinci Community as A Source of Moral Values for Character Education) Sovia Wulandari; Mahdi Bahar
Kandai Vol 18, No 1 (2022): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jk.v18i1.2885

Abstract

The Kerinci language is one of the regional languages in Indonesia that still lives and develops in the Kerinci community. The Kerinci community also uses language as a social control for their people, which is expressed in the form of expressions. The purpose of this study was to describe moral values in the traditional expressions of the Kerinci community as a source of moral values for character education. The method used was descriptive qualitative. Based on the research results, the moral values contained in the traditional expressions of the Kerinci community are individual, social, and religious moral values. Examples of individual moral values are honest, open, responsible, obedient, disciplined, diligent. Examples of social moral values are loyalty, helping others, keeping promises, friendly, polite, democratic, fair, considerate, compact. Examples of religious moral values are sincerity, gratitude, optimism, do not confuse the halal and the haram, the good and the bad. These moral values can be used as a source of moral values for character education in educating young people as the next generation of this nationBahasa Kerinci merupakan salah satu bahasa daerah yang ada di Indonesia yang masih hidup dan berkembang pada masyarakat Kerinci. Masyarakat Kerinci juga menggunakan bahasa sebagai kontrol sosial masyarakatnya yang tertuang dalam bentuk ungkapan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan nilai-nilai moral dalam ungkapan tradisonal masyarakat Kerinci sebagai sumber nilai moral untuk pendidikan karakter. Metode yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, nilai moral yang terdapat dalam ungkapan tradisional masyarakat Kerinci yaitu nilai moral individual, sosial, dan religi. Contoh nilai moral individual yaitu jujur, terbuka, bertanggung jawab, patuh, disiplin, tekun. Contoh nilai moral sosial yaitu setia, menolong orang lain, menepati janji, ramah, sopan, demokratis, adil, tenggang rasa, dan kompak. Contoh nilai moral religi yaitu ikhlas, bersyukur, optimis, jangan mencampuradukkan yang halal dan haram, yang baik dan yang buruk. Nilai-nilai moral tersebut dapat dijadikan sebagai sumber nilai moral untuk pendidikan karakter dalam mendidik anak muda sebagai generasi penerus bangsa ini.
Respons Verbal Anak Usia 5—6 Tahun pada Tindak Tutur Direktif Orang Tua Sovia Wulandari
Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Madah
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31503/madah.v9i1.160

Abstract

This study aims to explain the form of speech acts and speech strategies used by parents, as well as verbal responses of children aged 5—6 years on the speech acts of their parents. The method used is qualitative descriptive. The research subjects are children aged 5—6 years in 2012 and their parents. The results of this study indicate that the form of speech acts directive used by parents is enjoin, prohibit, suggest, and ask. The children's verbal response is the children responding positively to speech acts by telling a straightforward strategy with positive politeness and negative politeness; prohibit by a strategy of telling frankly with positive politeness, negative politeness, and vague; suggests with a straightforward strategy of no nonsense and negative politeness; and asks with a strategy of telling frankly with positive politeness gestures. In contrast, the children respond negatively to speech acts by means of a straightforward, frankly vague strategy; prohibit by the strategy of telling frankly without straight forward speaking; suggests a strategy of telling frankly with negative politeness gestures; and ask with a straightforward strategy without any preamble. Based on the results of the study, it can be concluded that parent should not use the strategy to speak frankly without for the act of telling, prohibiting, and asking. Meanwhile, for acts of speech of suggestion, parents should not use the strategy to speak frankly with the politeness of negative politeness because the children respond negatively in the form of rejection.
SKEMA AKTAN DAN STRUKTUR FUNGSIONAL A.J. GREIMAS DALAM CERITA ASAL MULO JAMBI TULO DAN JAMBI KECIK Sovia Wulandari; Dimas Sanjaya; Ririn Dwi Anggraini; Khairunnisa Khairunnisa
Pena Literasi Vol 3, No 1 (2020): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.3.1.50-61

Abstract

Penelitian ini menganalisis skema aktan dan struktur fungsional dari teori A.J. Greimas dalam cerita rakyat Asal Mulo Jambi Tulo dan Jambi Kecik. Penelitian ini mendeskripsikan skema aktan dan struktur fungsional cerita rakyat Asal Mulo Jambi Tulo dan Jambi Kecik. Pendekatan yang dilakukan adalah kualitatif. Fokus analisis adalah unsur naratologis pembangun dari cerita rakyat Asal Mulo Jambi Tulo dan Jambi Kecik. Data penelitian diambil langsung ke lapangan pada tanggal 30 November 2019, di RT 10 Kelurahan Jambi Kecik, Kecamatan Muaro Sebo, Kabupaten Muarojambi. Data dianalisis dengan metode deskriptif. Adapun langkah-langkah yang dilakukan pada penelitian 1) Penelitian ke lapangan dengan metode simak dan rekam, 2) mentranskripsikan data, 3) menerjemahkan data ke bahasa Indonesia yang baik dan benar, 4) menvalidasi data, 5) menyajikan data. Hasil penelitian menunjukkan adanya skema aktan, yaitu, subjek, objek, pengirim, penerima, pembantu, dan penentang. Ditemukan pula struktur fungsional, yaitu, situasi awal, transformasi (tahap uji kecakapan, tahap utama, dan tahap kegemilangan), dan situasi akhir.
PENGGUNAAN ISTILAH OLEH MASYARAKAT KERINCI DALAM BUDAYA AGRARIS BIDANG PERSAWAHAN: UPAYA PELESTARIAN BAHASA DAERAH MELAYU KERINCI Hadiyanto Hadiyanto; Sovia Wulandari
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 1 No. 2 (2017): Desember
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.023 KB) | DOI: 10.22437/titian.v1i2.4220

Abstract

Hal yang melatarbelakangi penelitian ini adalah pentingnya untuk mendokumentasikan penggunaan istilah oleh masyarakat kerinci dalam budaya agraris bidang persawahan sebagai bentuk pelestarian bahasa daerah. Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah untuk menginventarisasi, mengklasifikasi, dan mendeskripsikan bentuk penggunaan istilah oleh masyarakat kerinci dalam budaya agraris bidang persawahan sesuai dengan kelas kata. Metode atau pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif yang mengutamakan ketajaman analisis terhadap data.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat empat jenis kelas kata yang ada dalam penggunaan istilah oleh masyarakat melayu kerinci dalam bidang persawahan. Kelas kata tersebut yaitu nomina, verba, adjektiva, dan numeralia. Kata Kunci: istilah persawahan, budaya agraris, bahasa kerinci
UNGKAPAN TRADISIONAL MASYARAKAT KERINCI: KAJIAN BENTUK DAN TELAAH MAKNA sovia wulan wulandari; hadiyanto hadiyanto
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 2 No. 02 (2018): Desember 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.324 KB) | DOI: 10.22437/titian.v2i02.5802

Abstract

Hal yang melatarbelakangi penelitian ini adalah pentingnya untuk pendokementasian dan penginventarisasian ungkapan tradisional masyarakat kerinci sebagai bentuk pelestarian bahaya melayu Kerinci. Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk dan makna ungkapan tradisional masyarakat Kerinci yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari sebagai alat pendidikan informal dan kontrol sosial. Metode atau pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif yang mengutamakan ketajaman analisis terhadap data. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bentuk ungkapan yang terdokumentasi sebanyak 125 ungkapan. Ungkapan-ungkapan tersebut ada yang berbentuk peribasa, pepatah, dan kiasan.
Kajian Semiotika Charles Sanders Pierce: Relasi Trikotomi (Ikon, Indeks dan Simbol) dalam Cerpen Anak Mercusuar Karya Mashdar Zainal Sovia Wulandari; Erik D Siregar
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 4 No. 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v4i1.9554

Abstract

Penelitian ini berjudul Kajian Semiotika Charles Sanders Pierce: Relasi Trikotomi (Ikon, Indeks dan Simbol) Dalam Cerpen Anak Mercusuar Karya Mashdar Zainal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis, menjelaskan dan mendeskripsikan unsur-unsur ikon, indeks dan simbol dalam cerpen Anak Mercusuar karya Mashdar Zainal. Bagaimana relasi antara tanda-tanda dalam cerpen tersebut, yang berupa ikon, indeks dan simbol, itulah yang ingin penulis jelaskan dan deskripsikan dalam penelitian ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pustaka dengan menerapkan metode kualitatif. Sementara untuk teknik penulisan adalah deskriptif kualitatif, yang memaparkan pembahasan berdasarkan karya sastra. Data yang digunakan berupa teks cerpen Anak Mercusuar karya Mashdar Zainal. Hasil yang didapatkan berupa 4 tanda dalam bentuk ikon, 6 tanda dalam bentuk indeks, dan 3 tanda dalam bentuk simbol. Kata Kunci: semiotika; ikon; indeks; simbol; cerpen