cover
Contact Name
Emmy Syafitri
Contact Email
esyafitri@dharmawangsa.ac.id
Phone
+6285217605627
Journal Mail Official
jai_dw@dharmawangsa.ac.id
Editorial Address
Alamat : Jl. K. L. Yos Sudarso No. 224 Medan Kontak : Tel. 061 6635682 - 6613783 Fax. 061 6615190
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Aquaculture Indonesia
ISSN : 28089626     EISSN : 28089634     DOI : https://doi.org/10.46576/jai
JAI: Jurnal AQUACULTURE Indonesia merupakan jurnal ilmiah nasional yang mempublikasikan penelitian empiris kajian ilmiah (review) dan perkembangan ilmu pengetahuan terkini di bidang akuakultur (budidaya perairan). FOKUS JAI: Jurnal AQUACULTURE Indonesia adalah produksi bidang akuakultur air tawar, payau maupun laut. Tak hanya fokus pada pertambahan kuantitas ikan melalui pembibitan, pemeliharaan, kesehatan, dan teknologi pakan, JAI: Jurnal AQUACULTURE Indonesia juga menyangkut tentang kelestarian lingkungan di mana budidaya ikan tersebut dilakukan. Adapun CAKUPAN dalam jurnal ini berkaitan dengan : Manajemen Kesehatan Ikan Nutrisi dan Pengembangan Pakan Ikan Genetika dan Pemuliaan Ikan Biologi, Fisika, dan Kimia Perairan Mikrobiologi Perairan Teknologi dan Manajemen Akuakultur Bioteknologi Akuakultur dan Pengembangan Industri Perikanan
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2025)" : 7 Documents clear
Analisis Keanekaragaman Plankton Sebagai Bioindikator Kesehatan Budidaya Rumput Laut Kappaphycus Alvarezii di Bontang, Kalimantan Timur Reynalta, Ricko; Anjasmara, Aang Setyawan; Fadila, Muhammad Imam; Rizal, Daisy Rahma; Rusdi, Rismawaty; Anugerah, Putri
Jurnal Aquaculture Indonesia Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jai.v5i1.7817

Abstract

Kota Bontang merupakan wilayah pesisir strategis di Kalimantan Timur dengan potensi budidaya rumput laut yang besar, terutama jenis Kappaphycus alvarezii. Namun, budidaya rumput laut menghadapi tantangan serius terkait kualitas lingkungan yang memengaruhi kestabilan produksi dan kesehatannya. Keadaan ini diperparah dengan perubahan iklim global yang berdampak negatif pada hasil panen. Kesehatan rumput laut sangat tergantung pada kualitas air yang optimal, agar fotosintesis dan pertumbuhan tanaman berlangsung maksimal. Plankton sebagai bioindikator dari kualitas air sangat sensitif terhadap perubahan fisika dan kimia perairan yang dapat mencerminkan kesehatan ekosistem budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi komunitas plankton melalui analisis indeks keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi sebagai metode bioindikator yang efektif dalam memantau kesehatan rumput laut. Penelitian dilakukan dengan mengambil sampel pada 3 stasiun menggunakan metode acak. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk indeks keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi plankton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelimpahan plankton didominasi Kelas Bacillariophyceae (fitoplankton), Kelas Copepoda (zooplankton), indeks keanekaragaman plankton (H’) 1,90-2,19 kategori sedang, indeks keseragaman plankton (E’) 0,97-0,98 kategori tinggi, dan indeks dominansi plankton (D’) 0,12-0,16 kategori tinggi. Kombinasi jenis kelimpahan plankton dan ketiga indeks ini dapat menjadi bioindikator efektif untuk menilai kondisi kesehatan budidaya rumput laut.
Potensi Antibakteri Ekstrak Daun Sambung Nyawa terhadap Aeromonas Hydrophila Secara In Vitro Riyadi, Farid Mukhtar; Takwin, Bagus Ansani; Sugiarto, Sugiarto
Jurnal Aquaculture Indonesia Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jai.v5i1.7195

Abstract

Sektor perikanan memainkan peran penting dalam pembangunan nasional, khususnya melalui budidaya perikanan yang kini mengalami pergeseran dari sistem tradisional ke sistem intensif. Namun, sistem intensif ini rentan terhadap serangan penyakit seperti Aeromonas hydrophila. Penggunaan antibiotik sebagai solusi menimbulkan berbagai permasalahan, seperti resistensi bakteri, tingginya biaya, dan pencemaran lingkungan, sehingga diperlukan alternatif yang lebih aman, salah satunya pemanfaatan bahan alami seperti daun sambung nyawa (Gynura procumbens) yang masih jarang dipergunakan. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas dan dosis optimal ekstrak daun sambung nyawa dalam menghambat pertumbuhan A. hydrophila. Penelitian dilaksanakan bulan Desember–Januari 2018 di Laboratorium Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Brawijaya, Malang, dengan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari lima perlakuan dosis (300–1500 ppm), dua kontrol (positif 5000 ppm dan negatif), serta tiga kali pengulangan. Hasil studi menunjukkan bahwa dosis 1500 ppm menghasilkan zona bening terbesar sebesar 13,94 mm, sedangkan dosis 300 ppm menghasilkan zona terkecil yaitu 8,75 mm. Penyusutan zona bening setelah 48 jam menunjukkan bahwa ekstrak bersifat bakteriostatik. Terdapat hubungan linier antara peningkatan dosis dan daya hambat dengan persamaan Y = 0,002x+8,43 dan nilai koefisien determinasi R² sebesar 0,5906, yang mengindikasikan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak G. procumbens berbanding lurus dengan kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri A. hydrophila.
Profil Hematologis dan Bakteri Asam Laktat pada Ikan Hoven (Leptobarbus Hoevenii) yang diberi Pakan Pektin dari Kulit Jeruk Mandarin Riefard, Nayla Ananda; Agustina, Agustina; Reynalta, Ricko
Jurnal Aquaculture Indonesia Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jai.v5i1.7196

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menentukan dosis terbaik melalui suplementasi pektin dari kulit jeruk dalam pakan terhadap parameter hematologi (kadar hemoglobin, kadar hematokrit, total eritosit, total leukosit, limfosit, monosit dan neutrofil) dan jumlah bakteri asam laktat dalam usus ikan jelawat. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan 3 ulangan dengan masing-masing perlakuan diberi dosis pektin dari kulit jeruk sebesar 0 (P0), 5 (P1), 10 (P2) dan 15 g/kg pakan (P3). Ikan jelawat dengan ukuran 9-10 cm dipelihara sebanyak 10 ekor per wadah berisi air 40 L dan diberi pakan secara at satiation dengan frekuensi pemberian sebanyak 2 kali sehari selama 30 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakan yang ditambahkan pektin dari kulit jeruk dapat meningkatkan parameter hematologi dan jumlah bakteri asam laktat dalam usus ikan jelawat. Penambahan pektin dari kulit jeruk dengan dosis 5 g/kg pakan menunjukkan hasil terbaik dengan kadar hemoglobin 8,33%, kadar hematokrit 45,07%, total eritrosit 3,05 x 106 sel/mm3, total leukosit 3,19 x 104 sel/mm3, monosit 10,32%, neutrofil 5,32% dan jumlah bakteri asam laktat 6,93 x 104 CFU/mL. Pada limfosit menunjukkan dosis pektin dari kulit jeruk 15 g/kg pakan tertinggi dengan nilai 89,27%. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan pektin dari kulit jeruk dapat meningkatkan parameter hematologi dan jumlah bakteri asam laktat dalam usus ikan jelawat namun masih dalam kisaran normal untuk ikan jelawat
Pengaruh perendaman ekstrak rimpang bangle (Zingiber cassumunar Roxb.) terhadap kelulushidupan ikan nila (Oreochromis niloticus) yang diinfeksi bakteri Aeromonas hydrophila Oktaviani, Diva; Mujtahidah, Tholibah; Nofreeana, Andri
Jurnal Aquaculture Indonesia Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jai.v5i1.7328

Abstract

Produksi ikan nila di Indonesia yang banyak diminati masyarakat luas menjadikan ikan nila mengalami peningkatan permintaan pasar. Namun, peningkatan target produksi komoditas ikan nila terdapat berbagai hambatan yang muncul seperti padat tebar tinggi, kualitas air yang buruk, dan timbulnya penyakit. Salah satu serangan penyakit yang ditemukan menyerang komoditas ikan air tawar, yaitu infeksi bakteri Aeromonas hydrophila. Penggunaan antibiotik yang diaplikasikan dalam jangka panjang dapat mengakibatkan dampak yang negatif bagi kesehatan ikan, sehingga perlu adanya alternatif bahan alami yang dapat diaplikasikan untuk pengendalian bakteri tanpa menimbulkan resistensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman ekstrak rimpang bangle (Zingiber cassumunar Roxb.) terhadap kelulushidupan ikan nila (Oreochromis niloticus) yang diinfeksi bakteri Aeromonas hydrophila. Penelitian dilakukan selama 14 hari menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan terdiri dari P1 (0 ml/L), P2 (0,25 ml/L), P3 (0,5 ml/L) dan P4 (0,75 ml/L). Parameter yang diamati meliputi kelulushidupan, gejala klinis, panjang bobot, dan kualitas air. Data kelulushidupan, panjang, dan berat dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Data kelulushidupan dilakukan uji regresi polinomial. Data gejala klinis dan kualitas air dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa perendaman ekstrak rimpang bangle berpengaruh nyata terhadap tingkat kelulushidupan ikan nila (P < 0,05), namun tidak berpengaruh terhadap panjang dan berat ikan nila. Gejala klinis yang muncul yaitu kemerahan, exopthalmia, sirip geripis, warna tubuh pucat disertai penurunan respons pakan dan perubahan tingkah laku ikan setelah infeksi bakteri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perendaman ekstrak rimpang bangle berpengaruh nyata terhadap kelulushidupan dengan nilai kelulushidupan tertinggi terdapat pada perlakuan P3 (0,5 ml/L) sebesar 77,5%.Kata kunci : Bangle; MAS; nila
Identifikasi Ektoparasit pada Kepiting Bakau (Scylla Serrata) Yang Tertangkap di Desa Kuala Langsa dan Sungai Pauh Kota Langsa Putra AS, Agus; Sari, Nurnilam; Komariyah, Siti
Jurnal Aquaculture Indonesia Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jai.v5i1.7383

Abstract

Kepiting bakau (Scylla serrata) merupakan salah satu komoditas perikanan penting di Provinsi Aceh karena habitat manggrovenya masih relatif terjaga di beberapa wilayah. Berdasarkan data BPS, sebesar 65.3% pasokan kepiting berasal dari hasil tangkapan alam, sedangkan 34.7% berasal dari budidaya. Penyakit pada kepiting bakau (Scylla serrata) umumnya timbul akibat interaksi antara inang, lingkungan dan patogen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengindetifikasi jenis ektoparasit serta menghitung tingkat prevalensi, tingkat infeksi dan dominansi ektoparasit yang ditemukan pada kepiting bakau (Scylla serrata) yang dikumpulkan di kawasan Kuala Langsa dan Sungai Pauh. Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga jenis ektoparasit dari filum arthropoda dan filum protozoa yang menginfestasi, yaitu Octalasmis sp., Zoomthamnium sp., dan Epistylis sp. Jenis yang paling dominan adalah Octalasmis sp. yang ditemukan sebanyak 726 individu, atau 65,6% dari total infestasi pada sampel
Seleksi Genetik dan Inovasi Genomik pada Ikan Nila (Oreochromis Niloticus): Kajian Sistematik Terhadap Program Pemuliaan dan Keberlanjutan Budidaya B, Vera Dewiana; Handayani, Yeni Gusti; Lubis, Amelia Sriwahyuni
Jurnal Aquaculture Indonesia Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jai.v5i1.7770

Abstract

Kemajuan teknologi genomik telah merevolusi pendekatan penelitian dan pemuliaan ikan nila (Oreochromis niloticus), yang sebelumnya berbasis fenotip menjadi lebih terarah pada informasi genetik. Penelitian ini bertujuan menelaah perkembangan, penerapan, serta efektivitas berbagai inovasi genomik dalam pemuliaan ikan nila melalui metode Systematic Literature Review (SLR) terhadap sepuluh artikel ilmiah terbitan tahun 2015–2025. Kajian ini mengidentifikasi sejumlah teknologi utama yang digunakan, termasuk Genomic Selection (GS), Genome-Wide Association Studies (GWAS), RNA Sequencing (RNA-Seq), Marker-Assisted Selection (MAS), serta teknik penyuntingan gen berbasis CRISPR/Cas9. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa penerapan seleksi genomik mampu meningkatkan akurasi nilai pemuliaan sebesar 30–34% dibandingkan metode konvensional. Pendekatan GWAS berhasil menemukan lokus penting pada kromosom 5 dan 7 yang terkait dengan laju pertumbuhan serta efisiensi pakan. Analisis RNA-Seq mengungkap lebih dari 500 gen berbeda ekspresi yang berperan dalam mekanisme adaptasi terhadap stres salinitas, sedangkan penerapan CRISPR/Cas9 terbukti efektif menghasilkan populasi jantan tanpa penggunaan hormon sintetis. Sementara itu, program pemuliaan konvensional di Kenya dan Uganda masih menunjukkan peningkatan pertumbuhan sekitar 20% per generasi, meskipun belum sepenuhnya mengintegrasikan teknologi genomik. Secara keseluruhan, penerapan teknologi genomik berpotensi besar untuk mempercepat peningkatan produktivitas ikan nila, menjaga keberlanjutan sistem budidaya, serta memperkuat pengelolaan sumber daya perairan secara efisien dan ramah lingkungan
Analisis Perbedaan Kualitas Air Berdasarkan Kandungan Pakan Komersial yang Berbeda pada Benih Ikan Lele Mutiara (Clarias Gariepinus) dalam Keberlanjutan Akuakultur Selviana, Devia; Heryanti, Ernah; Safitri, Dini
Jurnal Aquaculture Indonesia Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jai.v5i1.7084

Abstract

Budidaya ikan lele mutiara (Clarias gariepinus) berkembang pesat di Indonesia karena pertumbuhannya yang cepat, efisiensi pakan tinggi, dan ketahanan terhadap lingkungan. Meningkatnya permintaan mendorong pembudidaya untuk memilih pakan yang tidak hanya menunjang pertumbuhan tetapi juga menjaga kualitas air. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kandungan pakan komersial berbeda terhadap kualitas air budidaya benih ikan lele mutiara. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan pakan (A: kontrol; B: protein tinggi; C: protein sedang; D: protein rendah) dan lima ulangan. Parameter kualitas air yang diamati meliputi suhu, pH, oksigen terlarut (DO), total zat terlarut (TDS), dan kadar amonia (NH₃), yang diukur selama 4 minggu. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa jenis pakan komersial berpengaruh signifikan terhadap parameter pH, TDS, DO, dan amonia, namun tidak terhadap suhu. Uji lanjut Tukey HSD menunjukkan bahwa pakan berprotein tinggi paling optimal menjaga kualitas air, ditandai dengan kadar oksigen terlarut (DO) tinggi dan kadar amonia rendah. Sebaliknya, pakan berprotein rendah memicu peningkatan kadar amonia, TDS, dan pH yang berisiko bagi lingkungan budidaya.

Page 1 of 1 | Total Record : 7