cover
Contact Name
Emmy Syafitri
Contact Email
esyafitri@dharmawangsa.ac.id
Phone
+6285217605627
Journal Mail Official
jai_dw@dharmawangsa.ac.id
Editorial Address
Alamat : Jl. K. L. Yos Sudarso No. 224 Medan Kontak : Tel. 061 6635682 - 6613783 Fax. 061 6615190
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Aquaculture Indonesia
ISSN : 28089626     EISSN : 28089634     DOI : https://doi.org/10.46576/jai
JAI: Jurnal AQUACULTURE Indonesia merupakan jurnal ilmiah nasional yang mempublikasikan penelitian empiris kajian ilmiah (review) dan perkembangan ilmu pengetahuan terkini di bidang akuakultur (budidaya perairan). FOKUS JAI: Jurnal AQUACULTURE Indonesia adalah produksi bidang akuakultur air tawar, payau maupun laut. Tak hanya fokus pada pertambahan kuantitas ikan melalui pembibitan, pemeliharaan, kesehatan, dan teknologi pakan, JAI: Jurnal AQUACULTURE Indonesia juga menyangkut tentang kelestarian lingkungan di mana budidaya ikan tersebut dilakukan. Adapun CAKUPAN dalam jurnal ini berkaitan dengan : Manajemen Kesehatan Ikan Nutrisi dan Pengembangan Pakan Ikan Genetika dan Pemuliaan Ikan Biologi, Fisika, dan Kimia Perairan Mikrobiologi Perairan Teknologi dan Manajemen Akuakultur Bioteknologi Akuakultur dan Pengembangan Industri Perikanan
Articles 95 Documents
Manajemen Pakan pada Pembesaran Udang Vaname (Litopenaues vannamei) di CV Rejo Royal Vannamei Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur Wahyu Puji Astiyani; Achmad Sofian; Ikbal Juliana; Muhammad Akbarurrasyid; Indra Kristiana; Dinno Sudinno
Jurnal Aquaculture Indonesia Vol 5, No 2 (2026)
Publisher : Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jai.v5i2.8497

Abstract

Udang vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan komoditas akuakultur bernilai ekonomi tinggi dengan potensi pengembangan yang kompetitif. Pakan menjadi komponen utama dalam kegiatan budidaya karena menyumbang sekitar 60–70% dari total biaya produksi, sehingga pengelolaan pakan yang efektif sangat diperlukan untuk meningkatkan efisiensi usaha. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penerapan manajemen pakan pada fase pembesaran udang vaname di CV Rejo Royal Vannamei, Banyuwangi, Jawa Timur. Metode penelitian menggunakan observasi langsung terhadap praktik pemberian pakan yang meliputi jenis dan bentuk pakan, ukuran pakan, kandungan nutrisi, dosis pemberian, frekuensi pemberian pakan, teknik pengkayaan pakan, sistem penyimpanan, serta evaluasi efisiensi pakan melalui parameter Feed Conversion Ratio (FCR) dan Efisiensi Pemberian Pakan (EPP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Average Body Weight (ABW) berkisar 12,22–12,95 g/ekor dengan Average Daily Growth (ADG) sebesar 0,12–0,31 g/hari. Ukuran udang berkisar 77–81 ekor/kg dengan biomassa 3.384–9.217 kg dan populasi akhir 264.014–440.399 ekor. Tingkat kelangsungan hidup (Survival Rate) berada pada kisaran 83,46–85,86%, sedangkan nilai FCR berkisar 1,22–1,39 dengan EPP sebesar 71,92–81,30%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan manajemen pakan yang tepat mampu meningkatkan efisiensi pemanfaatan pakan, mendukung pertumbuhan optimal, serta mempertahankan tingkat kelangsungan hidup udang selama periode pemeliharaan
Struktur Komunitas Dan Indeks Fisiologis Ikan Sebagai Indikator Kondisi Ekosistem Perairan Pasir Pengaraian Riau Agus Putra AS; Indra Suharman; Afrah Junita; Saiful Mahdi
Jurnal Aquaculture Indonesia Vol 5, No 2 (2026)
Publisher : Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jai.v5i2.8616

Abstract

Perairan umum Pasir Pengaraian Riau merupakan habitat penting bagi ikan air tawar serta berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas dan kondisi fisiologis ikan di perairan Pasir Pengaraian. Struktur komunitas dianalisis menggunakan kelimpahan relatif, indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’), indeks keseragaman (E), dan indeks dominansi (C), sedangkan kondisi fqisiologis dievaluasi melalui Viscerosomatic Index (VSI) dan Hepatosomatic Index (HSI). Identifikasi ikan dilakukan berdasarkan karakteristik morfologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 961 individu yang terdiri atas 30 spesies dari 11 famili, dengan famili Cyprinidae sebagai kelompok dominan, khususnya genus Labiobarbus dan Barbonymus. Nilai indeks keanekaragaman (H’) sebesar 2,75 menunjukkan keanekaragaman sedang, indeks keseragaman (E) sebesar 0,81 menunjukkan komunitas yang relatif stabil, dan indeks dominansi (C) sebesar 0,09 menunjukkan tingkat dominansi yang rendah. Nilai VSI berkisar antara 0,93–12,38, sedangkan HSI berkisar antara 0,01–4,76. Selain itu, nilai faktor kondisi (FK) ikan berkisar antara 0,07– 4,65, yang menunjukkan variasi kondisi tubuh dan status energi antarspesies. Secara umum, perairan Pasir Pengaraian masih mampu mendukung komunitas ikan yang beragam dan relatif stabil. Integrasi analisis komunitas dan fisiologis memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi ekosistem serta mendukung pengelolaan sumber daya perikanan air tawar secara berkelanjutan
Identifikasi Komunitas Plankton Pada Tambak Ikan Bandeng pada Desa Wangen, Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur Yora Utami Putri Pertiwi; Bhiaztika Ristyanadi; Fahima Puput Nurjanah; Adellia Lusianti; Miffaifatul Laili
Jurnal Aquaculture Indonesia Vol 5, No 2 (2026)
Publisher : Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jai.v5i2.8583

Abstract

Wilayah Kabupaten Lamongan dikenal memiliki kapasitas yang cukup besar dalam pengembangan sektor perikanan, mencakup aktivitas budidaya serta pemanfaatan perairan umum. Area budidaya tersebar pada berbagai tipe lahan, meliputi tambak seluas 1.745,40 ha, sawah tambak 23.454,73 ha, serta kolam dengan luas 341,66 ha.Tujuann Penelitian ini adalah untuk mengetahui kelimpahan fitoplankton dan zooplankton yang ada pada tambak ikan bandeng pada Desa Wangen, Ke. Glagah, Kab. Lamongan. Metode yang digunakan adalah kombinasi sampling lapangan dan analisis laboratorium. Teknik analisa data menghitung Indeks Keanekaragaman, Indek Kelimpahan, Indek Keseragaman, dan Indek Dominansi. Untuk software dalammengolah data, yang digunakan adalah perhitungan dengan Excel. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa komunitas fitoplankton pada periode pagi didominasi oleh Chlorella sp. dengan distribusi kelimpahan tertinggi tercatat pada stasiun 3 sebesar 777 individu/L. Nilai tersebut kemudian diikuti oleh stasiun 1 sebesar 629,85 individu/L, sementara stasiun 2 menunjukkan nilai terendah, yaitu 533,65 individu/L. Pada periode sore, terjadi pergeseran pola kelimpahan di mana stasiun 1 mencatat nilai tertinggi sebesar 2.624 individu/L, diikuti stasiun 3 sebesar 715 individu/L, sedangkan stasiun 2 tetap menunjukkan nilai paling rendah sebesar 21 individu/L. Selain Chlorella sp., keberadaan fitoplankton lain seperti Golenkinia sp. juga terdeteksi dalam hasil identifikasi.Sementara itu, komposisi zooplankton didominasi oleh Ostracoda sp. yang menunjukkan kelimpahan relatif lebih tinggi dibandingkan takson lainnya. Pada pengamatan pagi, nilai maksimum ditemukan di stasiun 1 sebesar 5,2 individu/L, sedangkan pada sore hari sebesar 3,9 individu/L. Menariknya, keberadaan organisme ini tidak terdeteksi pada stasiun 2 baik pada pengamatan pagi maupun sore. Secara umum, dinamika nilai indeks keanekaragaman, keseragaman, serta dominansi plankton yang diamati berdasarkan variasi waktu mengindikasikan bahwa parameter biologis tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pendekatan dalam mengevaluasi kondisi kualitas perairan tambak. Kesimpulan pada penelitian ini adalah fitoplankton di dominasi jenis Chlorella sp. dan untuk jenis zooplankton di dominasi jenis Ostracoda sp.
Dinamika Populasi Ikan Layang (Decapterus macrosoma, Bleeker 1851) di Perairan Teluk Tomini Gorontalo Winia Ekaristi Gulo; Arfiani Rizki Paramata; Citra Panigoro
Jurnal Aquaculture Indonesia Vol 5, No 2 (2026)
Publisher : Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jai.v5i2.8609

Abstract

Ikan layang (Decapterus macrosoma) merupakan ikan pelagis kecil yang memiliki nilai ekonomis penting dan banyak ditangkap di perairan Teluk Tomini, khususnya wilayah Gorontalo. Kajian tentang kelompok umur dan parameter mortalitas diperlukan karena tingginya aktivitas penangkapan dapat mempengaruhi kondisi stok sumberdaya ikan. Riset ini bertujuan menganalisis dinamika populasi ikan layang (Decapterus macrosoma) di perairan Teluk Tomini Gorontalo berdasarkan kelompok umur dan parameter mortalitas. Pengambilan data dilaksanakan pada Februari-Maret 2026 dengan jumlah sampel 800 ekor ikan melalui pengukuran panjang dan berat. Analisis menggunakan distribusi frekuensi panjang metode Bhattacharya dan length converted catch curve dengan FiSAT II. Hasil riset ini menunjukkan adanya dua kelompok umur yang didominasi ikan fase muda. Nilai mortalitas penangkapan yang tinggi dibandingkan nilai mortalitas alami menunjukkan tingginya tekanan penangkapan terhadap sumber daya ikan layang. Selain itu, nilai laju eksploitasi mengindikasikan bahwa pemanfaatan ikan layang telah berada pada kondisi overfishing. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan penangkapan yang berkelanjutan untuk menjaga kelestarian stok ikan di perairan Teluk Tomini
Paparan Subletal Mikroplastik Polistirena (PS) Menurunkan Kelangsungan Hidup, Pertumbuhan, dan Efisiensi Pemanfaatan Pakan pada Udang Vaname (Litopenaeus vannamei). Bhakti Negara; Bagus Dwi Hari Setyono; Wastu Ayu Diamahesa
Jurnal Aquaculture Indonesia Vol 5, No 2 (2026)
Publisher : Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jai.v5i2.8628

Abstract

Mikroplastik polistirena (PS) semakin banyak dilaporkan terdapat dalam sistem akuakultur dan berpotensi menurunkan kinerja produksi organisme budidaya. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh paparan subletal mikroplastik PS terhadap kelangsungan hidup, pertumbuhan, dan efisiensi pemanfaatan pakan udang vaname (Litopenaeus vannamei). Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan, yaitu 0 mg/L (P1/kontrol), 1 mg/L (P2), 10 mg/L (P3), dan 20 mg/L (P4), masing-masing tiga ulangan. Udang stadia PL-10 dipelihara selama 45 hari dalam 20 L media pemeliharaan. Variabel yang diamati meliputi kelangsungan hidup (SR), rasio konversi pakan (FCR), efisiensi pemanfaatan pakan (EPP), pertambahan bobot mutlak, pertambahan panjang mutlak, laju pertumbuhan bobot spesifik, dan laju pertumbuhan panjang spesifik. Data dianalisis menggunakan ANOVA satu arah yang dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan pada taraf 5%. Paparan PS berpengaruh signifikan terhadap seluruh variabel kinerja utama. Nilai SR menurun dari 71.67±2.89% pada kontrol menjadi 38.33±2.89% pada dosis 20 mg/L (F3,8=40.905; p<0.001). Nilai FCR meningkat dari 1.54±0.07 menjadi 2.94±0.38 (F3,8=17.348; p=0.001), sedangkan EPP menurun dari 52.27±3.12% menjadi 23.13±3.61% (F3,8=40.371; p<0.001). Pertambahan bobot mutlak, pertambahan panjang mutlak, laju pertumbuhan bobot spesifik, dan laju pertumbuhan panjang spesifik juga menurun signifikan seiring peningkatan dosis. Kualitas air tetap berada dalam kisaran layak sepanjang percobaan, sehingga penurunan performa lebih rasional dikaitkan dengan paparan PS daripada dengan penurunan kualitas media pemeliharaan. Temuan ini menunjukkan bahwa kontaminasi mikroplastik PS merupakan faktor risiko yang relevan terhadap produktivitas budidaya udang vaname

Page 10 of 10 | Total Record : 95