cover
Contact Name
Emmy Syafitri
Contact Email
esyafitri@dharmawangsa.ac.id
Phone
+6285217605627
Journal Mail Official
jai_dw@dharmawangsa.ac.id
Editorial Address
Alamat : Jl. K. L. Yos Sudarso No. 224 Medan Kontak : Tel. 061 6635682 - 6613783 Fax. 061 6615190
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Aquaculture Indonesia
ISSN : 28089626     EISSN : 28089634     DOI : https://doi.org/10.46576/jai
JAI: Jurnal AQUACULTURE Indonesia merupakan jurnal ilmiah nasional yang mempublikasikan penelitian empiris kajian ilmiah (review) dan perkembangan ilmu pengetahuan terkini di bidang akuakultur (budidaya perairan). FOKUS JAI: Jurnal AQUACULTURE Indonesia adalah produksi bidang akuakultur air tawar, payau maupun laut. Tak hanya fokus pada pertambahan kuantitas ikan melalui pembibitan, pemeliharaan, kesehatan, dan teknologi pakan, JAI: Jurnal AQUACULTURE Indonesia juga menyangkut tentang kelestarian lingkungan di mana budidaya ikan tersebut dilakukan. Adapun CAKUPAN dalam jurnal ini berkaitan dengan : Manajemen Kesehatan Ikan Nutrisi dan Pengembangan Pakan Ikan Genetika dan Pemuliaan Ikan Biologi, Fisika, dan Kimia Perairan Mikrobiologi Perairan Teknologi dan Manajemen Akuakultur Bioteknologi Akuakultur dan Pengembangan Industri Perikanan
Articles 82 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK TEMULAWAK (Curcuma xanthorhiza Roxb) PADA PAKAN BUATAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN MAS (Cyprinus carpio) Chatrine Grace Halawa; Bambang Hendra Siswoyo; Emmy Syafitri
Jurnal Aquaculture Indonesia Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jai.v3i1.3261

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Program Studi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa penelitian dilakukan dari tanggal 24 Februari 2023 sampai 29 Maret 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan ekstrak temulawak (Curcuma xanthorhiza Robx) terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan mas (Cyprinus carpio). Dari hasil ANAVA menunujukan bahwa pengaruh penambahan ekstrak temulawak pada pakan buatan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan benih ikan mas berbeda nyata. Pertumbuhan terbaik dari setiap perlakuan adalah perlakuan A (ekstrak temulawak 6 gr/kg pakan) dengan pertumbuhan berat mutlak 0,7 gram, pertumbuhan panjang mutlak 1,7 cm. Perlakuan B (ekstrak temulawak 7 gr/kg pakan) pertumbuhan berat mutlak 0,6 gram, pertumbuhan panjang mutlak 1,6 cm. Perlakuan C (ekstrak temulawak 8 gr/kg pakan) pertumbuhan berat mutlak 0,5 gram, pertumbuhan panjang mutlak 1,4 cm. Kelulusan hidup sebesar 100% di perlakuan A (ekstrak temulawak 6 gr/kg pakan), perlakuan B (ekstrak temulawak 7 gr/kg pakan), dan perlakuan C (ekstrak temulawak 8 gr/kg pakan) 92,5%. Kualitas air yang tergolong baik pada benih ikan mas pengukuran suhu rata-rata 260C – 280C. Kisaran pH antara 6,5-8,5.
POTENSI TEPUNG Lumbricus sp DAN TEPUNG Tubifex sp TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN MAS KOKI (Carassius auratus) Muamar Qodhi Anshori Manurung; Uswatul Hasan; Helentina Mariance Manullang
Jurnal Aquaculture Indonesia Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jai.v2i2.2106

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan 25 Maret sampai dengan 24 April 2022, bertempat di Labolatorium Basah Universitas Dharmawangsa Medan. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui  pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan mas koki (Carassius auratus) yang diberikan pakan tepung cacing tanah (Lumbricus rubellus) dan tepung cacing sutra (Tubifex sp). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan metode uji T dengan 2 perlakuan. Perlakuan yang di jadikan penelitian yaitu: Bak 1: diisi ikan mas koki 150 ekor yang di berikan pakan tepung cacing tanah (Lumbricus sp.) yang memiliki protein 76%. Bak 2: diisi ikan mas koki 150 ekor yang diberi pakan tepung cacing sutra (Tubifex sp.) Hasil penelitian ini adalah pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan mas koki yang diberi pakan tepung cacing tanah (Lumbricus sp.) yang dilaksanakan selama 30 hari yang terbaik terdapat pada tepung cacing tanah (Lumbricus sp.) adalah 90% dan untuk pakan tepung cacing sutra (Tubifex sp.) adalah 86%
Pengaruh Pemberian Dosis Kapur Dolomt yang Berbeda Terhadap Kualitas Air Ikan Lele Sangkuriang (Clarias Gariepinus) Sakti, Bima; Afriani, Dwi Tika; Batubara, Pebry Aisyah Putri; Manullang, Hellentina Marriance
Jurnal Aquaculture Indonesia Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jai.v3i2.4822

Abstract

penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kapur dolomit terhadap kualitas air dan kandungan logam berat pada air budidaya penelitian. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 1 Maret 2024 di Laboratorium Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa Medan. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil analisis sidik ragam Sgr (Laju Pertumbuhan Ikan Lele) menggunakan aplikasi SPSS Versi 22 melihat pengaruh kapur dolomit, menunjukkan F Hitung < F Tabel ( SGR 3,87<4,07), (Panjang 4,00<4,07), (SR 0,833<4,07), ( FCR 0,778<4,07) pada taraf uji 5% yaitu tidak berpengaruh nyata terhadap SGR, Panjang, Sr dan FCR. Sedangkan pada kualitas air, kapur dolomit memberikan pengaruh terhadap peningkatan Ph air dari air sebelum penelitian dan sesudah penelitian hal ini menunjukkan kandungan sidolomit nya mempengaruhi kualtitas air, pada uji kandungan logam berat menyatakan perlakuan yang paling optimal memberikan kapur dolomit ialah pada perlakuan p2 (10 gr/40 ltr air) terdapat beberapa jenis yang paling banyak dan mengurangi kandungan logam yang toksik ialah kandungan besi (Fe): 0,09 mg, Mangan (Mn) : 0,33 mg, Alumunium (AI) : <0,00019* mg dan Timbal (Pb) : <0,003* mg
PENGARUH MEDIA YANG BERBEDA DENGAN MENGGUNAKAN LIMBAH RUMAH TANGGA, AMPAS KELAPA DAN AMPAS TAHU TERHADAP PERTUMBUHAN MAGGOT (Hermetia illucens) Fidarnius Hulu; Dwi Tika Afriani; Uswatul Hasan
Jurnal Aquaculture Indonesia Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jai.v2i1.2063

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada 21 Februari – 17 Maret 2022, di Labolatorium Basah Universitas Dharmawangsa Medan. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh media yang berbeda dengan menggunakan limbah rumah tangga, ampas kelapa dan ampas tahu terhadap pertumbuhan maggot (Hermetia illucens), mengetahui media yang terbaik terhadap pertumbuhan maggot (Hermetia illucens), mengetahui nilai konsumsi pakan tertinggi oleh maggot (Hermetia ilucens) serta mengetahui Waste Reduction Index (WRI) pada media maggot (Hermetia ilucens). Metode yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 Perlakuan dan 3 ulangan. P1 : Limbah rumah tangga, P2 : Ampas kelapa, P3 : Ampas Tahu dan P4 : Kombinasi (Limbah rumah tangga 30% + ampas kelapa 30% + ampas tahu 40%). Dari Hasil penelitian perlakuan tertinggi baik itu biomassa, panjang dan lebar terdapat pada perlakuan D (kombinasi) yaitu Biomassa mutlak 2.083,33 gram, panjang 0,83 cm dan lebar 0,107 cm. Hasil Analisis Variansi menunjukkan pemberian media yang berbeda berpengaruh sangat nyata (highly significant**)  (P> 0.01) terhadap pertumbuhan berat biomassa mutlak maggot (Hermetia illucens). Sedangkan Hasil Analisis Variansi panjang dan lebar maggot  (Hermetia illucens)  menunjukkan tidak berpengaruh nyata (non significant) pada pemberian media yang berbeda (P<0.05)
PENGARUH KOMBINASI MADU DAN VITAMIN C DALAM PAKAN KOMERSIAL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELULUSHIDUPAN BENIH IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Pebry Aisyah Putri Batubara; Krisman Umbu Henggu; Emmy Syafitri
Jurnal Aquaculture Indonesia Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jai.v3i1.3899

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi madu dan vitamin C dalam pakan komersial terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 8 Mei sampai dengan 3 juni 2023 bertempat di Laboratorium Basah Fakulatas Perikanan Program Studi Akuakultur Universitas Dharmawangasa. Ikan nila ukuran 3–5 cm dipelihara pada ember berukuran 20 L dengan padat penebaran 15 individu ember selama 56 hari. Pakan yang diberikan adalah pellet yang di campur madu dan Vitamin C dengan dosis: A Kontrol pakan ikan komersial, B Vit C 200 mg + madu 200 ml/kg, C Vit C 200 mg + madu 400 ml/kg dan D Vit C 200 mg + madu 600 ml/kg. Frekuensi pemberian pakan tiga kali sehari yaitu pagi, siang dan sore hari. Penelitian ini disusun menggunakan Rancang Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian madu dan vitamin C berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan benih ikan nila. rerata pertumbuhan berat dan panjang tertinggi terdapat pada perlakuan D yaitu Vit C 200 mg + madu 600 ml/kg sebesar 8,06 gr dan kelulushidupan benih ikan nila pada perlakuan D menunjukkan hasil 100%.
PENGARUH PEMBERIAN BOSTER GROTOP DENGAN DOSIS BERBEDA DALAM PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN GURAMI (Osphronemus gouramy Lac.) Sadarman Kristian Gea; Bambang Hendra Siswoyo; Uswatul Hasan
Jurnal Aquaculture Indonesia Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jai.v3i1.3446

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian boster grotop dengan dosis berbeda dalam pakan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan gurami (Osphronemus gouramy Lac.). Penelitian ini dilakukan selama 28 hari pemeliharaan untuk mengetahui pertambahan panjang, peningkatan berat, feed convertion ratio (FCR) kelangsungan hidup dan kualitas air. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 11 Februari sampai dengan 13 Maret 2023. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 Perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang dilakukan adalah dengan pemberian boster grotop dengan dosis berbeda dalam pakan dengan empat taraf yaitu (A) tanpa pemberian boster grotop (kontrol), (B) boster grotop 40g/kg pakan, (C) boster grotop 45g/kg pakan dan (D) boster grotop 50g/kg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian boster grotop dengan dosis berbeda dalam pakan berpengaruh sangat nyata (Fh > Ft 0,01)  terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan gurami. Perlakuan D dengan dosis boster grotop 50g/kg pakan merupakan perlakuan terbaik untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan gurami yang menghasilkan pertumbuhan berat mutlak (1,32 g), pertumbuhan panjang mutlak (1,21 cm), feed convertion ratio (1.1), dan kelangsungan hidup (96,67%). Kualitas air selama penelitian diperoleh nilai Suhu antara 25-28 ̊C, pH sekitar 7,66 - 8,99, dan kandungan DO berkisar antara 6,00 – 7,21 ppm.
PENGARUH KONSENTRASI FERMENTASI KULIT PISANG KEPOK, DEDAK DAN AZOLLA PINNATA TERHADAP PRODUKTIVITAS PAKAN CACING SUTRA (Tubifex sp) DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK SCRS (SEMI CLOSED RESCULATING SYSTEM) BERTINGKAT Aman Jaya Zalukhu; Uswatul Hasan; Dwi Tika Afriani
Jurnal Aquaculture Indonesia Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jai.v2i2.2111

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian konsentrasi fermentasi kulit pisang kepok, dedak dan Azolla pinnata terhadap pertumbuhan biomassa Cacing Sutra (Tubifex sp). Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 15 Desember 2021 sampai 28 Januari 2022 di Laboratorium Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa. Metoda yang digunakan adalah metoda eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap non faktorial yang terdiri dari 3 Perlakuan dan 3 ulangan. Hasil Penelitian menunjukkan pertumbuhan Biomassa Cacing Sutra (Tubifex sp) yang tertinggi terdapat pada perlakuan A dengan rata-rata biomassa mutlak yaitu 108.03 gram, dan yang terendah terdapat pada perlakuan C dengan rata-rata biomassa mutlak yaitu 57,2 gram. Hasil analisis variansi menunjukkan pemberian fermentasi kulit pisang kepok, dedak dan azolla pinnata berpengaruh nyata (significant) (P> 0.05) terhadap biomassa mutlak cacing sutra (Tubifex sp). Populasi tertinggi terdapat pada perlakuan A rata-rata 30.738,03 individu, sedangkan terendah perlakuan perlakuan C rata-rata 15.664,9 individu. Hasil analisis variansi menunjukkan pemberian fermentasi kulit pisang kepok, dedak dan Azolla pinnata ada pengaruh nyata (significant) (P> 0.05) terhadap populasi cacing sutra. Pengukuran kualitas air pH air berkisar antara 6,5-7 dan suhu air berkisar antara 26,6-27,50C
PENGARUH PEMBERIAN PAKAN ALAMI CACING TANAH, MAGGOT, JENTIK NYAMUK DAN DAPHNIA TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH IKAN MAS KOI (Cyprinus rubrofuscus) Rian Pratama; Uswatul Hasan; Helentina Mariance Manullang
Jurnal Aquaculture Indonesia Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jai.v2i1.2070

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan alami (cacing tanah, maggot, jentik nyamuk dan daphnia) terhadap pertumbuhan dan kelulusan hidup benih ikan mas koi (Cyprinus rubrofucus). Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 14 Maret 2022 sampai selesai 14 April 2022 bertempat di UPT BBI Melati II Serdang Berdagai. Hasil penelitian diperoleh tingkat pertumbuhan panjang terbaik pada perlakuan A (cacing tanah) dengan nilai rata-rata 1,19 cm. Untuk Pertumbuhan berat terbaik diperoleh pada perlakuan B (maggot) dengan nilai rata-rata 0,85 g. Kelulusan hidup perlakuan A (cacing tanah), B (maggot) dan C (jentik nyamuk) memperoleh nilai 100% dan pada perlakuan D (daphnia) 87%. Selanjutnya untuk FCR terbaik diperoleh pada perlakuan D (daphnia) dengan nilai 1,5 diikuti perlakuan A (cacing tanah) dengan nilai 1,6, perlakuan C (jentik nyamuk) dengan nilai 1,61 dan perlakuan B (maggot) dengan nilai 1,66. Kualitas air selama pengukuran diperoleh pH 6,5-8,1, DO berkisar 5-7,9 dan suhu berkisar 24,5°C-29°C
Optimalisasi Dosis EM4 untuk Meningkatkan Efisiensi Pakan dan Laju Pertumbuhan Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) Hutabarat, Andreas; Afriani, Dwi Tika; Manullang, Hellentina Mariance
Jurnal Aquaculture Indonesia Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jai.v3i2.4821

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis EM4 terhadap efisiensi pakan dan laju pertumbuhan ikan Nila: Ikan Nila merupakan ikan yang banyak dibudidayakan karena mudah dipelihara, serta laju pertumbuhan dan perkembangbiakannya cepat. Kualitas pakan yang dikonsumsi mempengaruhi pertumbuhan ikan. Probiotik dapat mengoptimalkan pertumbuhan ikan. Salah satu contoh probiotik adalah EM4. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian EM4 pada pakan ikan terhadap pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian ini dilakukan di laboratorium basah Universitas Dharmawangsa Medan. Metode percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan yaitu konsentrasi EM4 15 ml/kg pakan (P1), 20 ml/kg pakan (P2), 25 ml/kg pakan (P3) dan kontrol atau tanpa penambahan EM4 (PC). Pertumbuhan ikan yang diukur adalah rata-rata berat dan panjang total ikan setiap 7 hari. Untuk mengetahui pengaruh pemberian EM4 pada pakan ikan terhadap pertumbuhan ikan Nila (Oreochromis niloticus) digunakan analisis ANAVA đan Uji Duncan. Berdasarkan pengamatan dan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemberian EM4 pada pakan ikan terthadap berat dan panjang total ikan Nila. Konsentrasi EM4 yang optimal untuk pertumbuhan ikan nila adalah 25 ml/kg pakan. Uji ANAVA memberikan hasil signifikan. Berdasarkan uji Duncan, perlakuan yang paling baik adalah P3
PENGARUH PEMBERIAN DEBOK PISANG DAN EKSTRAK KACANG PANJANG DENGAN DOSIS YANG BERBEDA SERTA KOMBINASINYA TERHADAP KEPADATAN DAN INDEKS KEANEKARAGAMAN KULTUR INFUSORIA Reza Eka Wardana; Emmy Syafitri; Helentina Mariance Manullang
Jurnal Aquaculture Indonesia Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jai.v2i1.2048

Abstract

Penelitian Ini dilaksakan pada bulan Februari – Maret 2022, bertempat di Laboratorium Basah Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh, dosis dan indeks keanekaragaman dalam pemberian debok pisang dan ekstrak kacang panjang dengan dosis yang berbeda terhadap kepadatan kultur infusoria. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. perlakuannya yaitu : P1= Kontrol (tanpa perlakuan), P2 = Debok pisang 110 gr, P3 = Ekstrak kacang panjang 110 ml/l, P4 = Kombiansi antara debok pisang dan ekstrak kacang panjang 55 gr - 55 ml. Berdasarkan hasil penelitian kepadatan sel tertinggi infusoria yaitu P3 sebanyak (357,66x104 sel/ml), sedangkan untuk kepadatan yang terendah yaitu di P1 sebanyak 16,33x104 sel/ml). Dan untuk laju pertumbuhan harian yang tertinggi yaitu pada perlakuan P3 sebanyak 3,76 sel/ml/hari, dan yang terendah terdapat di P1 sebanyak sebanyak 2,08 sel/ml/hari. Pada penelitian ini, terdapat 2 jenis infusoria yaitu Paramecium sp dan Volvox sp. Kesimpulannya yaitu pengaruh pemberian debok pisang dan ekstrak kacang panjang dengan dosis yang berbeda menunjukan bahwa FHit > FTabel yaitu: 54,936 > 7,59 pada taraf 1% yang berarti berpengaruh sangat nyata (higly-significant) terhadap populasi serta kepadatan infusoria