Berita Kedokteran Masyarakat
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM Public Health and Community Medicine) is a peer-reviewed and open access journal that deals with the fields of public health and public medicine. The topics of the article will be grouped according to the main message of the author. This focus covers areas and scope related to aspects of: - Epidemiology - Infectious diseases control - Clinical Epidemiology - Environmental Health - Occupational Health - Healthy City - Public Health and Primary Health Care - School of Health Promotion - Healthy lifestyles - Health promotion - Health and Social Behavior - Tobacco and smoking - Adolescent Health - Public Health Nutrition - Maternal and Child Health - Reproductive Health - Population Health - Health of Vulnerable People - Social Determinants of Health - Water, Sanitation and Hygiene - Human Resource Management
Articles
1,528 Documents
PENGARUH PENGETAHUAN, KETERSEDIAAN, PENGAWASAN DAN SANKSI TERHADAP PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PEKERJA MEBEL DI PT. BORNEO MELINTANG BUANA EKSPORT, KABUPATEN SLEMAN
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 33, No 3 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22146/bkm.24499
ABSTRACKBackground: Workers have an obligation to use personal protective equipment at working area. The personal protective equipment has been determined based on risk but many workers of PT. Borneo Melintang Buana Eksport do not use the required protective equipment. This study aims to determine the effect of knowledge, availability, supervision and sanctions toward the use of personal protective equipment.Method: This research using quantitative method with cross sectional study design and 68 people as the subject. The instruments of this study are questionnaires and observation sheets. The independent variables were knowledge, availability, supervision and sanction while the dependent variable was the use of personal protective equipment. The statistical test used were chi-square and fisher exact with alpha 5%.Results: The results showed that there was a statistically significant effect between controlling the use of personal protective equipment (p value < 0.05) and no statistically significant effect between knowledge, availability and sanction on the use of personal protective equipment (p value > 0.05).Conclusions: There is a statistically significant effect between supervision toward personal protective equipment usage. Supervision needs to be maintained and improved by involving the workers as the supervisors.Keywords: Knowledge, Availability, Supervision, Sanction, Use of Personal Protective Equipment
Kelas Edukasi Menyusui Sebagai Penunjang Keberhasilan Memberikan ASI Eksklusif
Shelly Puspa Anggraini;
Retna Siwi Padmawati;
Madarina Julia
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 33, No 6 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (331.233 KB)
|
DOI: 10.22146/bkm.24547
Breastfeeding education classes as a support for exclusive breastfeeding successPurposeThe purpose of this paper was to examine the difference of maternal participation in breastfeeding education class AIMI (Indonesian Breastfeeding Association) and the success of exclusive breastfeeding.MethodA cross-sectional study was conducted involving 186 mothers. We used in-depth interviews of mothers who had attended AIMI Yogyakarta's breastfeeding education class.ResultsAs many as 88.6% of respondents gave exclusive breastfeeding. Of those who attended only one class, 88.9% gave exclusive breastfeeding, while 88.6% in the group who attended the two educational classes gave exclusive breastfeeding. There was no difference between mothers who attended one class or two classes of education on exclusive breastfeeding success.ConclusionThis study contributes to the knowledge that there is no difference between mothers attending one class or two classes of education on exclusive breastfeeding success.
Pengetahuan tentang manajemen program pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado
Novi Inriyanny Suwendro;
Mubasysyir Hasanbasri;
Rossi Sanusi
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 33, No 3 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (524.122 KB)
|
DOI: 10.22146/bkm.24977
TujuanTujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi pengetahuan manajemen dan hubungannya dengan karakteristik individu, kuliah tatap muka dan pengalaman belajar lapangan.MetodePenelitian observasional menggunakan rancangan cross sectional study. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester akhir FKM Unsrat. Alat ukur menggunakan kuesioner. Variabel bebas adalah karakteristik individu dan proses pembelajaran, variabel terikat adalah pengetahuan mahasiswa tentang manajemen. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat dengan chi-square dan multivariat dengan regresi logistik.Hasil- Mahasiswa yang memiliki pengetahuan baik tentang manajemen sebanyak 48,54%. Determinan di tingkat individu yang signifikan terhadap pengetahuan manajemen mahasiswa adalah kepuasaan mahasiswa terhadap perkuliahan (OR: 2,1), pekerjaan orang tua (OR: 2,9) serta jabatan yang diinginkan (OR: 0,5). - Kuliah tatap muka dan pengalaman belajar lapangan tidak berhubungan dengan pengetahuan manajemen.Implikasi praktisPerbaikan dalam pengelolaan kunjungan ke Dinas Kesehatan akan dapat mendorong penguasaan fungsi manajemen mahasiswa.KeaslianMahasiswa memperlihatkan variasi pengetahuan tentang bentuk praktik manajemen. Pengetahuan fungsi manajemen memiliki hubungan positif dengan kepuasan dalam proses perkuliahan, status pekerjaan orang tua dan memiliki hubungan negatif dengan keinginan bekerja di Dinas Kesehatan. Mahasiswa yang berkeinginan bekerja di Dinas Kesehatan justru memiliki pengetahuan yang lebih buruk daripada yang tidak ingin bekerja di Dinas Kesehatan. Kuliah tatap muka dan pengalaman belajar lapangan tidak memiliki hubungan dengan pengetahuan manajemen mahasiswa.
Clean water supply and diarrhea incidence in Kupang
Hubi Maria Padji;
Sudarmadji Sudarmadji
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 33, No 10 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (112.733 KB)
|
DOI: 10.22146/bkm.25005
Rainfall, humidity, wind speed, availability of clean water and diarrheal cases in dry area of Kupang, IndonesiaPurpose: This study aimed to determine the relation of climate factors and the availability of clean water with the diarrhea occurrence in Kupang City from the years of 2011-2015.Methods: This study used an ecological study design with Pearson correlation with Spearman correlation tests and used secondary data consisting of diarrhea cases, water discharge, and climate data of Kupang City from 2011-2015.Results: The results of statistical analysis showed that variables that correlate with diarrhea occurrence in Kupang City were rainfall (p = 0.0001; r = -0.48), humidity lag1-3 (p = 0.000; r = -0, 5), wind speed lag2-3 (p = 0.000; r = 0,5 and clean water supply (p = 0.0002; r = - 0.47) while the air temperature variable had no correlation with diarrhea occurrence in Kupang city in 2011 -2015 (p value > 0.05).Conclusion: Based on the research results, it was concluded that the variables of rainfall, humidity lag1-3, wind speed lag2-3 and availability of clean water were correlated with the incidence of diarrhea in Kupang City from the years of 2011-2015.
ANALISIS RISIKO KESEHATAN AKIBAT PAJANAN TIMBAL (Pb) DALAM BIOTA LAUT PADA MASYARAKAT SEKITAR TELUK KENDARI
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 33, No 10 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (31.645 KB)
|
DOI: 10.22146/bkm.25084
ABSTRAKLatar Belakang: Keadaan Teluk Kendari telah mengandung logam berat timbal (Pb) pada air dan sedimen yang cukup tinggi sehingga dapat terakumulasi dalam biota laut berupa ikan dan kerang. Masyarakat di sekitar perairan Teluk Kendari sering mengkonsumsi ikan dan kerang yang berasal dari Teluk Kendari. Mereka sangat berisiko untuk terpapar logam timbal dari ikan dan kerang yang dikonsumsi.Tujuan: Untuk mengetahui tingkat risiko gangguan kesehatan akibat pajanan logam timbal pada ikan dan kerang yang dikonsumsi oleh masyarakat sekitar Teluk Kendari. Metode: Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik menggunakan desain cross sectional dengan penggabungan pendekatan Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL) dan Epidemiologi Kesehatan Lingkungan (EKL). Populasi dalam penelitian ini yaitu masyarakat yang bermukim di sekitar pesisir Teluk Kendari dengan pengambilan sampel yang memenuhi kriteria secara proporsional sampling sehingga diperoleh jumlah sampel sebanyak 110 responden. Biota laut dalam penelitain ini adalah ikan dan kerang yang berasal dari Teluk Kendari dengan jumlah sampel ikan sebanyak 30 sampel dari 3 jenis ikan yang paling banyak dikonsumsi dan sampel kerang diambil dari 6 tambak di Teluk Kendari. Pengukuran kadar timbal ikan dan kerang dilakukan dengan metode Atomic Absorption Spectrometry (AAS).Hasil: Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi timbal dalam ikan berkisar antara 0,0027-0,0095 mg/l. Rata-rata intake ikan 0,0051 mg/kg/hari sedangkan untuk kerang 0,016 mg/kg/hari dan rata-rata besar risiko yang mengkonsumsi ikan adalah 1,29 sedangkan untuk kerang adalah 4,03. Variabel yang memiliki hubungan yang bermakna dengan tingkat risiko konsumsi ikan dan kerang adalah variabel konsentrasi timbal dalam ikan, laju asupan kerang, frekuensi pajanan ikan dan kerang, durasi pajanan ikan dan kerang dan jumlah asupan (intake) ikan dan kerang sedangkan yang tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan tingkat risiko konsumsi ikan dan kerang adalah variabel konsentrasi timbal dalam kerang, laju asupan ikan dan berat badan.Kesimpulan: Masyarakat sekitar Teluk Kendari mempunyai risiko akan gangguan kesehatan (RQ>1) akibat pajanan timbal sehingga perlu dikendalikan.Kata Kunci : Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan, Timbal (Pb), Ikan, Kerang, Teluk Kendari
Interaksi interpersonal dan stres kerja dosen di STIKES X Bengkulu
Rina Aprianti;
Agus Surono
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 33, No 10 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (495.149 KB)
|
DOI: 10.22146/bkm.25088
Interpersonal interaction and lecturer work stress in private universityPurposeThis paper discussed how and why the weakness of interpersonal interaction can lead to lecturer work stress.MethodThis analytic survey research was conducted with a cross-sectional approach involving 36 permanent lecturers of a private university. The independent variables were the working period and interpersonal interaction, the dependent variable was the work stress.ResultsThis paper found 50% of lecturers still lack interpersonal interaction. The problem was in communication among lecturers and university leaders, and awareness to build interpersonal interaction in the work environment. Lecturers with good interpersonal interactions have lower stress levels. Social support is very useful to strengthen the psychological aspects of lecturers in their activities.ConclusionThis paper concluded the relationship between interpersonal interaction with work stress. University need to regularly facilitate joint agenda for all staff to encourage close interpersonal interaction.
Efektivitas peer education terhadap perilaku menjaga kebersihan pribadi pada santri di pondok pesantren
Laily Rokhmawati;
Gandes Retno Rahayu
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 33, No 11 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (317.016 KB)
|
DOI: 10.22146/bkm.25115
Tujuan: Mengetahui efektivitas peer education terhadap perilaku menjaga kebersihan pribadi pada santri di Pondok Pesantren Al-Iman Putri Babadan Kabupaten Ponorogo.Metode: Pretest dan posttest pada 84 santri Madrasah Tsanawiyah kelas I Al-Iman. Data dianalisis dengan menggunakan paired t-test.Hasil: Ada perbedaan tingkat pengetahuan, sikap dan tindakan dengan intervensi berupa peer education tentang menjaga kebersihan pribadi antara kelompok intervensi dan kontrol. Kelompok intervensi yang diberikan peer education mengalami peningkatan lebih tinggi daripada kelompok kontrol yang tidak diberikan peer education.Implikasi Praktis: Manajemen pondok pesantren dapat menggunakan metode peer education sebagai upaya preventif untuk mempromosikan perilaku hidup bersih dan sehatKeaslian: Studi ini menyatakan bahwa peer education efektif untuk mempromosikan perilaku hidup bersih dan sehat kepada santri di pesantren.
Mengapa Masyarakat Atas tidak Memilih Puskesmas? Studi Kasus di Sleman
Said Muntahaza;
Upiek Sumanti;
Mubasysyir Hasanbasri
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 23, No 1 (2007)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (140.288 KB)
|
DOI: 10.22146/bkm.25339
Tiga alasan paling penting mengapa layanan swasta dipilih dibandingkan puskesmas adalah karena ada „kelas“ layanan yang sesuai dengan status sosial, layanan oleh dokter, dan citra layanan yang bagus. Program perbaikan mutu puskesmas tampaknya belum bisa membuat orang kaya datang. Masyarakat kaya masih mendapat kepuasan dari layanan swasta daripada puskesmas. Puskesmas belum bisa menjadi bagian dari tempat petugas kesehatan bekerja yang lebih kompetitif dibandingkan dengan lembaga swasta. Ketika tenaga kesehatan merasa lebih suka membuka praktik swasta, maka puskesmas hanya sekadar memperbaiki mutu.Jika puskesmas dapat memberikan pelayanan yang kompetitif dengan pelayanan lain, ia akan dikunjungi pasien kaya. Puskesmas yang ingin bergairah perlu mengembangkan diri seperti lembaga swasta yang melayani masyarakat menengah ke atas. Sisi customer penting bagi mereka. Puskesmas yang hanya memiliki visi perbaikan mutu tanpa menghitung alasan pemilihan layanan swasta tidak cukup sebagai sebuah strategi. Pemerintah tidak boleh ragu mengambil keputusan puskesmas sebagai lembaga mandiri. Puskesmas yang akhirnya melayani penduduk miskin saja hanya membuat petugas kesehatan lebih suka membangun sistem swasta di luar jam kerja pemerintah mereka.Puskesmas yang memperbaiki mutu selama ini mungkin perlu berorientasi pada sistem pengelolaan tenaga kesehatan berbasis kinerja. Perbaikan internal organisasi puskesmas ini difasilitasi oleh peraturan dan posisi pemerintah daerah dalam memahami bagaimana pengelolaan puskesmas dan kebutuhan masyarakat secara efisien dan efektif berdasarkan misi pemerintah mereka.
Evaluasi kesesuaian hasil manual assessment chart tool dan niosh lifting equation dalam mengidentifikasi keluhan muskuloskeletal dari aktifitas angkat beban manual pada pekerja di industri
Payzar Wahyudi;
Widodo Hariyono
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 33, No 8 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (353.362 KB)
|
DOI: 10.22146/bkm.25440
The agreement of manual assessment chart tool and NIOSH lifting equation in the identification of musculoskeletal complaints of industrial workersPurposeThis research aimed to compare the assessment results of two methods in assessing the risk of manual lifting activity and evaluating the conformity of the results in some industries.MethodsA cross-sectional study was conducted involving direct observation by image and video taking of 30 workers who performed manual lifting activities in three industrial sites. The data obtained were used to fill out the MAC tool sheets and NLE. ResultsThe results showed that the complaints in the back became the most common complaints felt by workers (56.7%). From the results of the assessment of manual lifting activity, we found 70% risk workers with MAC tool method and 76.7% with the NLE method. The suitability of the results of these two methods with the Kappa test was 0.83 which indicated the existence of a strong result match. ConclusionBoth MAC tools and NLEs had a strongly measured benchmark against the risk assessment of manual lifting activities, so that in their use they can replace each other.
Pengaruh ketersediaan layanan informasi pola konsumsi dan komplikasi gigi dan mulut terhadap perilaku pengelolaan penyakit pada penderita diabetes mellitus di Kota Yogyakarta
Normalita Sulistyanawati;
Retna Siwi Padmawati
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 33, No 8 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (338.76 KB)
|
DOI: 10.22146/bkm.25550
Latar Belakang: Diabetes merupakan penyakit yang kompleks dan mahal yang dapat mempengaruhi hampir setiap organ dalam tubuh dan mengakibatkan konsekuensi yang tinggi. Data Riskesdas menunjukkan bahwa prevalensi diabetes yang terdiagnosis dokter tertinggi terdapat di DI Yogyakarta sebanyak 2,6%. Survei Dinkes Kota Yogyakarta tahun 2015, di Kota Yogyakarta terdapat 2638 orang penderita baru yang mengidap penyakit diabetes mellitus. Pada upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, Pemerintah wajib memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk memperoleh akses terhadap informasi kesehatan.Metode Penelitian: Penelitian deskriptif analitik dengan rancangan penelitian cross sectional, menggunakan metode penelitian kuantitatif. Populasi adalah seluruh pasien diabetes mellitus yang tercatat di Yogyakarta. Sample penelitian sebanyak 336 orang pada empat puskesmas Kota Yogyakarta yaitu, Puskesmas Tegalrejo, Kotagede I, Mantrijeron, dan Wirobrajan.Hasil: Penelitan ini menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh antara ketersediaan layanan informasi pola konsumsi dengan perilaku pengelolaan pada penderita diabetes mellitus ditunjukkan dengan p>0.25 (p=0.763). Sedangkan informasi pola konsumsi (p=0,003), informasi komplikasi gigi mulut (p=0,149), dan dukungan keluarga (p=0.148) memiliki pengaruh terhadap perilaku pengelolaan pada penderita diabetes mellitus ditunjukkan dengan nilai p<0.25.Kesimpulan: Pelayanan Puskesmas terhadap pasien penderita diabetes di kota Yogyakarta secara umum sudah baik akan tetapi masih kurangnya informasi dan kepedulian terhadap kesehatan gigi dan mulut pada penderita diabetes. Perlu adanya kepedulian oleh Puskesmas terhadap kesehatan gigi dan mulut pada penderita diabetes mellitus. Selain itu perlu inovasi pada penyampaian informasi pada pasien, terutama pasien lama.