cover
Contact Name
Chrest Tupamahu
Contact Email
jurnalarrabona@gmail.com
Phone
+6282213152374
Journal Mail Official
jurnalarrabona@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kompleks Ruko Sentra Eropa Bloc C 46-49, Perumahan Kota Wisata Ciangsana Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
Location
Kab. bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Arrabona
ISSN : 26225433     EISSN : 2962391X     DOI : https://doi.org/10.57058/juar
Jurnal Arrabona merupakan wadah publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M), Sekolah Tinggi Teologi Arrabona Bogor. Jurnal Arrabona menerima artikel dari semua dosen, mahasiswa, dan alumni di lingkungan Sekolah Tinggi Teologi, maupun institusi lain yang memiliki bidang kajian yang sama. Artikel yang dikirim haruslah belum pernah atau tidak sedang dalam proses dimuat dalam jurnal lainnya. Artikel yang masuk harus sesuai dengan petunjuk penulisan atau format yang telah ditetapkan. Editor akan menolak artikel yang tidak memenuhi persyaratan tanpa proses lebih lanjut. Artikel yang telah memenuhi persyaratan akan dinilai kelayakannya oleh reviewer melalui proses blind-review. Focus dan Scope Jurnal Arrabona, yaitu: Biblika, Dogmatika, Misiologi, Apologetika, Historika, dan Praktika. Jurnal Arrabona terbit dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari dan Agustus, serta menyediakan akses terbuka langsung ke isinya (content).
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2022): Februari" : 7 Documents clear
AGAMA DAN WORLDVIEW Marianus Tuaty Waang
Jurnal Arrabona Vol. 4 No. 2 (2022): Februari
Publisher : Departemen Literatur dan Media, Sekolah Tinggi Teologi Arrabona Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.57 KB) | DOI: 10.57058/juar.v4i2.56

Abstract

Kehidupan manusia tidak dapat dilepaskan dari apa yang diyakininya, apakah dia seorang atheis atau seorang beragama. Dalam agama-agama kuno baik di wilayah Ancient Near East, (khususnya wilayah Asyur, Babel dan Mesir) dan Hindui (di Asia), terlihat jelas bahwa agama memiliki peran terhadap cara pandang manusia atas dirinya dan atas alam semesta.
PERANAN DOA JEMAAT BERDASARKAN KISAH PARA RASUL 4:29-31 BAGI PENGUTUSAN Herlina Indiani Fialay
Jurnal Arrabona Vol. 4 No. 2 (2022): Februari
Publisher : Departemen Literatur dan Media, Sekolah Tinggi Teologi Arrabona Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.888 KB) | DOI: 10.57058/juar.v4i2.57

Abstract

Artikel ini dibuat dengan tujuan untuk menemukan Peranan Doa Jemaat Berdasarkan Kisah Para Rasul 4:29-31. Tema-tema yang ditemukan adalah bahwa: Doa jemaat dinaikan oleh orang yang telah diselamatkan bagi orang yang belum menerima keselamatan; Doa Jemaat menjadi wadah relasi dengan Tuhan untuk melatih kepekaan baik bagi jemaat yang berdoa maupun misionaris di ladang; Doa Jemaat memberi keberanian kepada hamba-hamba-Nya untuk memberitakan Injil.; Doa jemaat meminta agar Tuhan membuka pintu di wilayah-wilayah yang masih tertutup terhadap Injil melalui demonstrasi kuasa-Nya; Doa jemaat mengerjakan mujizat bukan hanya di ladang misi, tetapi bagi gereja atau jemaat yang berdoa; Doa jemaat mengerjakan pertumbuhan rohani bagi gereja/jemaat yang berdoa; Doa jemaat mengobarkan keberanian jemaat untuk memberitakan Injil kepada semua orang dalam jangkauannya; Doa jemaat menjaga kemurnian pengajaran gereja dari pengaruh dosa dan kuasa kegelapan; Doa Jemaat membangun gereja yang misioner yang siap mengutus lebih banyak lagi misionaris ke ladang misi.
PERAN MENTOR ROHANI DALAM MENEGUHKAN PANGGILAN MISI Eko Pujo Santoso
Jurnal Arrabona Vol. 4 No. 2 (2022): Februari
Publisher : Departemen Literatur dan Media, Sekolah Tinggi Teologi Arrabona Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.837 KB) | DOI: 10.57058/juar.v4i2.58

Abstract

Artikel ini menguraikan tentang peranan seorang mentor atau pemimpin rohani dalam meneguhkan panggilan misi bagi sang menti atau anak rohani yang menyadari akan panggilannya hany akan tetapi dihantai oleh kecemasan bahwasannya hal tersebut berasal dari Tuhan atau hanya perasaan emosional semata.
Pelayanan Holistik Terhadap Anak Remaja Korban Penyalahgunaan Napza: Peran Orang Tua Aprilyanto Silitonga
Jurnal Arrabona Vol. 4 No. 2 (2022): Februari
Publisher : Departemen Literatur dan Media, Sekolah Tinggi Teologi Arrabona Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.77 KB) | DOI: 10.57058/juar.v4i2.60

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengerti tentang pelayanan holistik terhadap anak remaja yang menjadi korban penyalahgunaan NAPZA. Dan menjelaskan sejauh mana pelayanan holistik terhadap anak remaja korban penyalahgunaan NAPZA dilakukan sebagai peran orang tua sebagai jalan keluar yang baik. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pada prinsipnya dalam pelayanan holistik terhadap korban NAPZA, adalah suatu hal yang cukup sulit, karena dibutuhkan kesabaran dalam segala hal. Pelayanan holistik bertujuan untuk memulihkan kembali suatu keadaan kepada yang semula. Berdasarkan hasil penelitian, beberapa bentuk cara yang yang ditemukan sebagai implikasi pelayanan holistik: secara medis pembersihan tubuh seseorang dari zat adiktif tertentu dengan pertolongan medis dalam upaya menghilangkan efek zat adiktif dalam tubuh penderita disebut detoksifikasi;secara psikologis, konseling, Wawancara/dialog dapat dilakukan dengan metode konseling, maupun modifikasi/terapi perilaku, pelaksanaan kegiatan bimbingan mental psikologi ini merupakan tugas profesional dengan tanggung jawab professional. Korban penyalahgunaan NAPZA yang telah rnendapat pembinan-pembinaan, akan merasa puas secara psikologis setelah mereka mengerti dengan apa yang mereka dapatkan dalam hidup ini, sehingga mereka dapat menikmati dan menjalani hidup ini; secara Rohani, dapat dilakukan berdoa bersama, membaca Alkitab, renungan bersama. Perilaku seorang korban NAPZA yang merefleksikan iman Kristennya dapat dilihat dari tutur kata, sopan santun dan tindakan korban sendiri dalam sikap hidup sehari-hari;secara sosiologis, dapat dilakukan konseling pribadi, dinamika kelompok, permainan kelompok, pemantauan dan pencatatan proses interaksi sosial klien dengan teman-teman dan pembimbingannya dalam kegiatan sendiri, perubahan tingkah laku. Karena itu manusia sebagai mahluk sosial perlu penyesuaian diri terhadap lingkungan dimana ia berada.
Pemahaman Tentang Esensi Orang Percaya Menurut Surat Kolose Dalam Upaya Peneguhan Iman Jemaat Elvin Paende
Jurnal Arrabona Vol. 4 No. 2 (2022): Februari
Publisher : Departemen Literatur dan Media, Sekolah Tinggi Teologi Arrabona Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.163 KB) | DOI: 10.57058/juar.v4i2.61

Abstract

Pemahaman esensi diri sebagai orang percaya merupakan dasar yang penting bagi struktur kepercayaan atau keyakinannya. Bahkan memahami esesnsi diri sebagai orang percaya penting untuk pola tingkah laku setiap hari. Bagaimanapun juga pemahaman yang benar tentang diri sendirilah yang menentukan apa yang dilakukan seseorang bukan sebaliknya (Band. Roma 7: 24-25; Lukas 5: 8). Seseorang menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan juruselamatnya ia memiliki hidup yang kekal. Ketika itu ia diperdamaikan dengan Allah sehingga menjadi kudus, tak bercacat, dan tak bercela. Ia dipenuhi dalam Kristus lalu meninggalkan tubuh yang berdosa dan dihidupkan bersama Yesus Kristus. Di dalam Kristus diciptakan menjadi manusia baru. Tetapi pada kenyataannya ada banyak orang Kristen yang tidak memahami tentang esensi orang percaya. Karena itu banyak orang percaya tidak bertumbuh secara rohani dan tidak menemukan arti keberadaannya sebagai orang Kristen serta menjalani kehidupan Kristen tidak sebagaimana mestinya. Hal ini dikarenakan mereka belum mengerti dan memahami esensi dan identitas dirinya di dalam Yesus Kristus. Karena itu pemahaman tentang esensi orang percaya menurut surat Kolose dalam upaya meneguhan iman orang percaya sangat penting. Penulisan ini menggunakan metode bibliologis dan metode deskriptif, yang ditindaklanjuti dengan penelitian literatur. Dikatakan bibliologis, karena penelitian ini berupaya membentuk pemahaman, pengertian, wawasan theologis berdasarkan atau bersumber dari teks alkitab. Penelitian yang dilakukan memakai studi kata dan pendekatan kitab. Dikatakan Metode deskriptif karena berusaha untuk menjelaskan permasalahan yang tetap relevan dan memusatkan diri pada pemecahan masalah yang ada pada masa kini.
PRINSIP PENANAMAN GEREJA: BELAJAR DARI PAULUS MENURUT ROMA 15:14-21 Susanto Sulianus
Jurnal Arrabona Vol. 4 No. 2 (2022): Februari
Publisher : Departemen Literatur dan Media, Sekolah Tinggi Teologi Arrabona Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.478 KB) | DOI: 10.57058/juar.v4i2.62

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat landasan teologis penanaman gereja menurut Paulus (Roma 15:14-21). Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode literatur, dengan teknik pengumpulan data melalui buku-buku, artikel terkini dan berbagai sumber lainnya yang dapat menopang dan memperkaya penelitian. Hasil penelitian, menemukan bahwa dasar penanaman gereja adalah kasih karunia, pelayan Kristus yang setia, pelayanan pemberitaan Injil; sasaran: Yahudi dan non Yahudi atau orang-orang yang belum mendengar dan belum percaya Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat; proses penanaman gereja: memberitakan Injil yang sepenuhnya Injil Kristus, melakukannya secara terhormat; target: yang belum pernah menerima dan melihat, yang tidak pernah mendengar dan mengerti.
PENTINGNYA PENDIDIKAN TEOLOGI BERDASARKAN EZRA 7:10 DAN IMPLIKASINYA BAGI PELAYANAN HAMBA TUHAN Ariance Fallo
Jurnal Arrabona Vol. 4 No. 2 (2022): Februari
Publisher : Departemen Literatur dan Media, Sekolah Tinggi Teologi Arrabona Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.345 KB) | DOI: 10.57058/juar.v4i2.63

Abstract

Artikel ini merupakan uraian mengenai pentingnya Pendidikan Teologi bagi seorang yang terpanggil menjadi hamba Tuhan. Ditulis dalam bentuk eksegesis dari kitab Ezra 7:10. Pendidikan teologi sangat penting bagi hamba Tuhan, yakni bagaimana seorang hamba Tuhan memiliki komitmen untuk meneliti, melakukan dan mengajarkan kebenaran Firman Tuhan. Penelitian dan pengajaran Firman Tuhan dapat diterima melalui studi teologi secara formal, maupun non formal. Eksegesis kitab Ezra 7:10 menjadi sebuah cara untuk menemukan dasar atau pijakan pengembangan pentingnya pemahaman teologi dimiliki oleh seorang hamba Tuhan yang notabene berperan sebagai pengajar, atau pendeta dan misionaris. Karena itu, artikel ini direkomendasikan untuk semua hamba Tuhan dalam peran apa pun untuk dapat memiliki dasar teologi yang sehat berdasarkan kebenaran Firman Tuhan.

Page 1 of 1 | Total Record : 7