cover
Contact Name
Kholil Syu'aib
Contact Email
kholil_syuaib@uinjambi.ac.id
Phone
+628127682779
Journal Mail Official
alrisalah@uinjambi.ac.id
Editorial Address
Faculty of Sharia Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi Jl. Raya Jambi - Muara Bulian KM. 15 Simpang Sungai Duren 36361. Telepon: (0741) 582632, 583377
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Legal Protection for the Partnership Agreement Parties
Core Subject : Economy, Social,
Al-Risalah Forum Kajian Hukum dan Sosial Kemasyarakatan particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of sharia and law areas. It publishes articles and research papers concerning Islamic law, Islamic legal thought, Islamic jurisprudence, Islamic economic laws, criminal law, civil law, international law, constitutional law, administrative law, economic law, medical law, customary law, environmental law and so on.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 12 No 01 (2012): June 2012" : 10 Documents clear
Aplikasi Hermeneutik Dalam Bahtsul Masa'il dan Majelis Tarjih Amhar Rasyid
Al-Risalah Vol 12 No 01 (2012): June 2012
Publisher : Faculty of Sharia, Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.226 KB) | DOI: 10.30631/alrisalah.v12i01.426

Abstract

Artikel ini membahas pelaksanaan studi hermeneutika dan secara khusus mengkritik dua metode istimbath al-ahkam (produksi hukum) yang digunakan oleh dua organisasi Islam besar di Indonesia, yakni Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU). Dua metode produksi hukum yang diterapkan, yaitu Majlis Tarjih Muhammadiyah dan Bahtsul Masail NU, kini terlihat tidak relevan. Hal ini karena kedua metode ini akan menjebak orang muslim dalam ahli hukum hukum masa lalu dengan mengabaikan konteks kontemporer. Oleh karena itu, diharapkan melalui metode hermeneutika para ahli fiqh mampu menangkap nilai-nilai kebenaran yang tersembunyi di balik teks karena teks itu sendiri adalah manifestasi dari bahasa. Dan bahasa ketika berbicara, hal yang diucapkan pada dasarnya bukan tentang dirinya sendiri tapi ini adalah tentang subjek.
Nikah Beda Agama Dalam Pandangan Liberalis dan Peraturan Perkawinan di Indonesia Baharuddin Ahamad
Al-Risalah Vol 12 No 01 (2012): June 2012
Publisher : Faculty of Sharia, Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.269 KB) | DOI: 10.30631/alrisalah.v12i01.427

Abstract

Tulisan ini membahas intelektual muslim liberal melihat pada pernikahan agama lain, dengan alasan bahwa muslim liberal penilaian pada legalitas pernikahan agama antar bertentangan dengan pernyataan dari hukum negara yang ada pada pernikahan seperti UU RI No 1 Tahun 1974, PP RI Nomor 9 Tahun 1975, dan Kompilasi Hukum Islam. Selanjutnya, dengan menggunakan penalaran hukum Islam, tulisan ini menekankan bahwa kerugian (mudharat) pernikahan antar-agama lebih berat dari pada keuntungan (maslahah) dan karena itu pendapat intelektual muslim liberal kurang relevan dengan konsep Islam.
Aspek Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak Dalam Perspektif Islam Asbabul Fadli
Al-Risalah Vol 12 No 01 (2012): June 2012
Publisher : Faculty of Sharia, Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.174 KB) | DOI: 10.30631/alrisalah.v12i01.428

Abstract

Saat ini, ide membawa undang-undang perlindungan anak menjadi sangat penting. Hal ini disebabkan banyak tindakan yang mengakibatkan kerugian, bahaya, atau ancaman bahaya kepada anak. Dalam kasus ini, rentan terhadap pelecehan seksual, sementara UU No. 23 tahun 2002 yang secara khusus menyatakan hak-hak dan kesejahteraan anak anak. Hal ini juga disebutkan hak untuk perlindungan dari kekerasan dan hak untuk mengekspresikan pandangan mereka. Upaya untuk alamat kekerasan terhadap anak ini jelas tidak agenda baru. Jauh sebelum agenda ini telah ditangani reaktif. Tapi sayangnya, strategi yang telah scripted terpecah-pecah dan tidak terintegrasi. Akibatnya, kekerasan terus terjadi. Berbagai faktor seperti nilainilai disorientasi, keluarga pendidikan, pengembangan media dan isu-isu ekonomi yang dianggap sebagai alasan mengapa pelecehan anak terus muncul. Melalui lensa hukum Islam, harus diterapkan untuk berbagai upaya dalam bentuk pendidikan, perawatan dan perlindungan untuk pengembangan optimal di masa depan. Salah satunya adalah pendidikan seks.
Penyelesaian Sangketa Hadhanah di Mahkamah Tinggi Syariah Malaka Tengah Dalam Perspektif Pembaharuan Hukum Islam Nur Afiqah binti Rahma
Al-Risalah Vol 12 No 01 (2012): June 2012
Publisher : Faculty of Sharia, Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.522 KB) | DOI: 10.30631/alrisalah.v12i01.431

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk untuk mengetahui dasar hukum yang dipakai, prosedur penyelesaiannya, dan penetapan putusan kasus hadhanah yang dilakukan oleh hakim di Mahkamah Syariah Negeri Melaka, Malaysia. Berdasarkan data yang ada, dipahami bahwa secara umum Mahkamah Syariah Negeri Melaka menggunakan undang-undang yang bersumberkan pada hukum syara’. Tetapi, undang-undang ini telah dibukukan atau dibentuk menjadi satu undang-undang. Adapun mengenai pelaksanaan hukuman denda dan penjara. Hukuman ini memang tidak dinyatakan secara jelas dalam Islam. Oleh karenanya, hukuman ini dipandang sebagai salah satu bentuk pembaharuan dalam hukum Islam, di mana tujuannya adalah untuk menjaga kemaslahatan, khususnya memelihara keturunan.
Aspek Pemidanaan Dalam Hukum Perkawinan (Analisis Terhadap Perkawinan Yang Tidak Dicatatkan di Indonesia Khaeron Sirin
Al-Risalah Vol 12 No 01 (2012): June 2012
Publisher : Faculty of Sharia, Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.767 KB) | DOI: 10.30631/alrisalah.v12i01.432

Abstract

Artikel ini mencoba untuk mengkritik gagasan hukuman terhadap perkawinan tidak terdaftar seperti pernikahan diam-diam, kawin kontrak, dan poligami tanpa izin resmi dari pengadilan yang telah muncul sejak awal 2010 dan telah menyebabkan polemik di kalangan masyarakat. Banyak orang mendukung ide ini, sementara orang lain menolaknya. Mereka yang mendukung gagasan melihat bahwa hukuman terhadap perkawinan terdaftar akan membatasi pernikahan kasar, melindungi hak-hak perempuan dan anak-anak, dan membawa tentang budaya hukum dan ketertiban di kalangan masyarakat dalam hal pernikahan. Sebaliknya, mereka yang menolak gagasan berpendapat bahwa pernikahan tidak terdaftar dianggap agama hukum dan berlaku terutama dalam Islam ketika itu dilakukan sesuai dengan persyaratan dan prinsip-prinsip pernikahan.
Sumpah Mubahalah (Studi Tentang Pandangan Majelis Fatwa Kebangsaan Malaysia Dalam Perspektif Hukum Islam) Muhammad Firdaus Bin Ibrahim
Al-Risalah Vol 12 No 01 (2012): June 2012
Publisher : Faculty of Sharia, Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.057 KB) | DOI: 10.30631/alrisalah.v12i01.433

Abstract

Sumpah adalah salah satu alat bukti di Pengadilan Agama ketika buktibukti lain tidak mampu menyelesaikan kasus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis masalah mubahalah sumpah yang menjadi masalah utama dalam kasus Anwar Ibrahim dengan membandingkan pandangan dari perspektif Islam serta dalam pandangan Dewan Fatwa Kebangsaan Malaysia. Dengan menggunakan metode kualitatif, ditemukan bahwa sumpah mubahalah dapat digunakan sebagai alat bukti. Namun, meskipun Islam tidak menetapkan pasti di mana sumpah tersebut harus dilakukan, harus merupakan nama Allah atau salah satu dari sifat-Nya, sangat diperlukan bahwa hal itu harus dilakukan di dalam pengadilan dan bukan di luar pengadilan.
Penyekit AIDS Sebagai Alasan Perceraian Melalui Fasakh Menurut Enakmen Undang-Undang Keluarga Islam Negeri Johor Malaysia Sumayyah Binti Muhammad Salleh
Al-Risalah Vol 12 No 01 (2012): June 2012
Publisher : Faculty of Sharia, Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.558 KB) | DOI: 10.30631/alrisalah.v12i01.434

Abstract

Perceraian adalah jalan terakhir dari pernikahan yang tidak harmonis. Namun demikian, perceraian tidak bisa dilakukan tanpa sebab yang jelas. Islam membolehkan perceraian tetapi tidak disarankan bahkan dibenci oleh Allah, terutama perceraian tanpa sebab yang jelas. Sehubungan dengan itu, tulisan ini mencoba untuk mengamati apakah HIV / AIDS dapat dijadikan sebagai alasan untuk fasakh atau talak, khususnya bila dikaitkan dengan enakmen undang-undang keluarga Islam di Negeri Johor. Melalui penelitian yang dilakukan maka ditemukan jawaban bahwa HIV dapat dijadikan sebagai alasan untuk fasakh atau talak, karena penyakit tersebut merupakan penyakit menular yang sangat berbahaya bagi pasangan dan keturunan mereka, seperti halnya kusta, vitiligo dan sebagainya.
Peranan Mahkamah Syariah Dalam Melindugi Hak-Hak Umat Islam (Kajian Terhadap Kewarganegaraan Mahkamah Syariah di Indonesia dan Malaysia) Afriadi Bin Sanusi
Al-Risalah Vol 12 No 01 (2012): June 2012
Publisher : Faculty of Sharia, Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.614 KB) | DOI: 10.30631/alrisalah.v12i01.435

Abstract

Tulisan ini membandingkan peran sosial pengadilan syariah di Indonesia dan Malaysia. Ia menjawab perhatian khusus mengenai sejauh mana peran pengadilan syariah pada kedua negara tersebut untuk melindungi hak-hak keagamaan umat Islam tentang konsumsi makanan halal. Melalui analisis komparatif, dapat dipahami bahwa kewenangan berada di tangan pengadilan agama Indonesia dan Malaysia masih perpanjangan otoritas pemerintah dan tidak sepenuhnya melaksanakan ketentuan al-Qur’an dan Hadis. Selain itu, ada perbedaan antara keduanya, di mana pengadilan agama di Malaysia tidak memiliki wewenang dalam hal perbankan syariah dan asuransi syariah, sementara Pengadilan Agama Indonesia yang bertanggung jawab atas urusan tersebut. Namun demikian, kedua pengadilan agama telah berusaha untuk menjamin perlindungan hak-hak umat Islam, sehingga mereka selalu mendapatkan keadilan sesuai dengan keyakinan agama mereka.
Perceraian Menggunakan Sms, Email, dan Faksimili di Mahkamah Syariah Daerah Pontian Johor Malaysia Raehana Binti Burhanuddin
Al-Risalah Vol 12 No 01 (2012): June 2012
Publisher : Faculty of Sharia, Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.438 KB) | DOI: 10.30631/alrisalah.v12i01.436

Abstract

Allah telah menciptakan manusia dalam bentuk pasangan, ada laki-laki dan perempuan. Dengan penciptaan keduanya, maka pernikahan dianggap sebagai salah satu cara untuk membenarkan hubungan mereka sehingga tidak menyebabkan kerusakan pada umat manusia. Namun, pernikahan itu tidak terus-menerus bertahan lama. Perceraian sering timbul karena perbedaan antara kedua pasangan ini. Sehubungan dengan hal ini, Islam telah mengatur cara perceraian secara baik sehingga tidak menimbulkan implikasi negatif setelah perceraian. Tetapi, dengan pesatnya perkembangan teknologi, masalah perceraian bertambah lebih rumit, terutama dalam teknologi informasi tersebut, seperti SMS, email dan faksimili yang digunakan untuk melakukan perceraian. Melalui pendekatan kualitatif, dapat ditemukan jawabannya bahwa dalam Islam perceraian dengan cara SMS, faksimili, email hanya bisa diterima jika suami menegaskan talak di pengadilan. Jika tidak, talak tersebut diragukan dan tidak dapat dilaksanakan.
Implementasi Kompilasi Hukum Islam Dalam Hitungan Talak Tehadap Cerai Khulu' Yuliatin Yuliatin
Al-Risalah Vol 12 No 01 (2012): June 2012
Publisher : Faculty of Sharia, Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.64 KB) | DOI: 10.30631/alrisalah.v12i01.437

Abstract

Pembentukan keluarga sakinah dan mawaddah dan merupakan impian setiap suami dan istri. Namun, hubungan yang harmonis dalam keluarga tidak selalu dapat dicapai. Jika hal itu terjadi, perceraian merupakan solusi terakhir untuk mengatasinya. Sehubungan dengan hal ini, tujuan dari penulisan ini adalah untuk menganalisis isu perceraian di khulu'. Cendekiawan Muslim sendiri memiliki pandangan yang berbeda tentang khulu, apakah ia termasuk datang dalam bidang talak atau fasakh. Dalam prakteknya, di Indonesia, masalah ini telah diatur dalam Kompilasi Hukum Islam di bidang talak. Oleh karena itu, jika khulu‟ terjadi maka kedudukan khulu‟ adalah sama dengan talak, yaitu talak ba‟in sughra.

Page 1 of 1 | Total Record : 10