cover
Contact Name
Mahrus
Contact Email
sengkomahrus@gmail.com
Phone
+6282333363879
Journal Mail Official
sengkomahrus@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ketintang Madya VII/2 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
WASTU: Jurnal Wacana Sains & Teknologi
ISSN : 18584756     EISSN : 28085574     DOI : -
WASTU: Jurnal Wacana Sains & Teknologi, merupakan tempat untuk publikasikan hasil karya ilmiah dan hasil riset mengenai bidang arsitektur dan lingkungan binaan, teknologi, sains serta bidang ilmu lain yang sangat erat kaitannya seperti perencanaan kota dan daerah, desain interior, perancangan lansekap, dan Ilmu Teknik Lainnya. denga berISSN: 1858-4756 (Cetak) dan 2808-5574 (Online) Terbit dua kali setahun (April dan Oktober) yang diterbitkan oleh Fakultas Teknik, Universitas Merdeka Surabaya.
Articles 47 Documents
RUMAH SAKIT KHUSUS DISABILITAS nurhidayatus; Amy Novianingtyas; Tisa Angelia
WASTU: Jurnal Wacana Sains & Teknologi Vol. 7 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Merdeka Surabaya.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55173/wastu.v7i1.72

Abstract

Penyandang disabilitas merupakan bagian dari masyarakat yang berhak mendapatkan layanan kesehatan yang setara serta mempertimbangkan kebutuhan mereka secara utuh. Namun, kebanyakan fasilitas kesehatan di Indonesia belum sepenuhnya memperhatikan aspek aksesibilitas serta kenyamanan bagi individu dengan disabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah Rumah Sakit Khusus Disabilitas di Kota Blitar dengan menerapkan pendekatan Healing Architecture, yaitu suatu konsep arsitektur yang berfokus pada pemulihan fisik, psikologis, dan emosional melalui lingkungan yang dirancang secara khusus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif-deskriptif, yang terdiri dari beberapa tahap seperti observasi lapangan, studi literatur, dan analisis lokasi. Hasil dari perancangan ini menunjukkan bahwa prinsip Healing Architecture dapat diterapkan dengan membuat desain massa bangunan yang memperhatikan aksesibilitas, pencahayaan alami, ventilasi silang, serta pemilihan warna dan material alami yang mampu memberikan efek menenangkan, sekaligus menyediakan ruang hijau yang berperan sebagai elemen terapi. Desain ini tidak hanya memenuhi standar untuk bangunan rumah sakit yang inklusif, tetapi juga mendukung proses pemulihan pasien disabilitas dari berbagai aspek. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi pedoman dalam pengembangan arsitektur fasilitas kesehatan yang inklusif di Indonesia.
Apresiasi Arsitektur Museum dan Makam Bung Karno, Kota Blitar nurhidayatus; sani syauqi; Clara Sarti W
WASTU: Jurnal Wacana Sains & Teknologi Vol. 7 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Merdeka Surabaya.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55173/wastu.v7i1.73

Abstract

Museum dan Makam Bung Karno di Blitar bukan hanya menjadi tempat peristirahatan terakhir proklamator Indonesia, tetapi juga merupakan karya arsitektur yang memiliki makna historis, budaya, dan simbolis. Tulisan ini bertujuan untuk mengapresiasi nilai-nilai arsitektural yang terkandung dalam bangunan tersebut melalui pendekatan deskriptif-kualitatif. Dengan mengamati elemen desain, tata ruang, pemilihan material, serta konteks sosial-budaya, artikel ini mencoba memahami bagaimana arsitektur mampu menjadi medium penghormatan sekaligus edukasi bagi masyarakat. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa kompleks bangunan ini tidak hanya menghadirkan nuansa monumental dan sakral, tetapi juga merepresentasikan identitas nasional dalam bahasa visual yang kuat. Arsitektur di sini tidak sekadar fisik, melainkan juga membangun kedekatan emosional antara generasi penerus dan nilai perjuangan yang diwariskan Bung Karno kepada pengunjung.
Strategi Adaptasi Elemen Arsitektur Tradisional Jawa untuk Efisiensi Energi Hunian Tropis Modern: Sebuah Systematic Literature Review Zai Dzar Al Farisa; Clara Sarti Widiwati; Dendi Sigit Wahyudi
WASTU: Jurnal Wacana Sains & Teknologi Vol. 7 No. 2 (2026): April
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Merdeka Surabaya.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55173/h3t5j273

Abstract

Lonjakan konsumsi energi untuk pendinginan di kota-kota besar Pulau Jawa menuntut strategi desain pasif yang efektif guna menekan ketergantungan pada pendingin udara mekanis. Penelitian ini bertujuan menyintesis elemen kunci arsitektur tradisional Jawa menjadi model desain terukur yang aplikatif bagi hunian tropis modern. Metode penelitian menggunakan tinjauan literatur sistematis (Systematic Literature Review) berbasis protokol PRISMA dan pemetaan bukti. Data disintesis secara kualitatif dan kuantitatif untuk merumuskan parameter teknis elemen vernakular paling berpengaruh. Hasil mengidentifikasi bahwa integrasi atap berongga, ventilasi atap, dan orientasi bangunan tepat meningkatkan kecepatan udara dalam ruang sebesar 0,5 m/s serta menurunkan suhu hingga 5°C secara alami. Sistem sambungan kayu tradisional berpotensi untuk konstruksi modular tahan gempa, sementara konsep natah diadaptasi menjadi void vertikal di lahan perkotaan padat. Studi ini memberikan kerangka teknis komprehensif dalam mencapai efisiensi energi. Implikasinya adalah perlunya pengakuan kinerja termal sebagai nilai resmi dalam kebijakan konservasi warisan budaya demi pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Dari Kota Mandiri Ke Kawasan Komuter: Evaluasi Kemandirian Fungsional Township Di Urban Fringe (Studi Kasus Citra Indah City, Jonggol) Tisa Angelia; Amy Novianingtyas Novianingtyas; Hanif Wicaksono Novianingtyas
WASTU: Jurnal Wacana Sains & Teknologi Vol. 7 No. 2 (2026): April
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Merdeka Surabaya.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55173/v3bmhf54

Abstract

Kota mandiri Citra Indah City Jonggol merupakan obyek penerapan penilaian yang dilakukan secara kritis dengan menggunakan metodologi deskriptif-evaluatif kualitatif. Evaluasi membandingkan kondisi di lapangan dengan kerangka teoritis lingkungan, keseimbangan perumahan dan pekerjaan, pengembangan polisentris dan standar radius layanan yang tertuang dalam SNI 03-1733-2004. Analisa menunjukkan dominasi fungsi perumahan , kelangkaan prospek kerja internal, tersedianya fasilitas dasar di kawasan yang sudah cukup lengkap, serta pola ruang yang masih terpusat dan terfragmentasi oleh sistem klaster dengan gerbang membuat kawasan ini belum sepenuhnya mandiri. Hal ini yang menambah beban ketergantungan terhadap wilayah metropolitan Jakarta. Sehingga pernyataan kota mandiri yang pada umumnya didasari oleh kebebasan berbasis fasilitas, bukan otonomi struktural murni belum tercapai.
Analisis Struktur Pengaman Pantai Menggunakan Sistem Revetment Dan Tetrapod Di Kabupaten Sampang IKomang Kerthajaya; Amy Novianingtyas
WASTU: Jurnal Wacana Sains & Teknologi Vol. 7 No. 2 (2026): April
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Merdeka Surabaya.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55173/c09s6y14

Abstract

Kawasan pesisir Kabupaten Sampang, Provinsi Jawa Timur, mengalami permasalahan abrasi yang berdampak terhadap kerusakan garis pantai, infrastruktur kawasan, serta permukiman masyarakat nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem struktur dan konstruksi bangunan pengaman pantai menggunakan revetment dan tetrapod sebagai elemen utama perlindungan kawasan pesisir. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui observasi lapangan, analisis dokumen supervisi konstruksi, pengujian tanah, serta evaluasi teknis struktur pengaman pantai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan revetment batu dan tetrapod beton mampu mereduksi energi gelombang laut secara efektif serta meningkatkan stabilitas garis pantai. Sistem konstruksi pesisir yang diterapkan mempertimbangkan kondisi geologi, elevasi muka air laut, karakteristik tanah pantai, serta sistem drainase kawasan. Supervisi konstruksi memiliki peran penting dalam menjaga mutu pelaksanaan pekerjaan, pengendalian material, dan kesesuaian metode pelaksanaan terhadap spesifikasi teknis. Selain itu, sistem drainase menggunakan U-Ditch memberikan kontribusi terhadap pengurangan genangan pada kawasan permukiman pesisir. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi pengembangan konstruksi bangunan pantai yang adaptif, berkelanjutan, dan sesuai dengan karakter kawasan pesisir Indonesia.
Transformasi Fungsi Bangunan Kolonial menjadi Ruang Komersial Kafe : Studi Kasus Ekata Cafe Nuke Puspawardani; Ikamto Budiman; Sani Sauqi
WASTU: Jurnal Wacana Sains & Teknologi Vol. 7 No. 2 (2026): April
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Merdeka Surabaya.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55173/fz2ann16

Abstract

Bangunan kolonial merupakan saksi sejarah pemerintahan Belanda pada era Kolonial. Pada saat itu pusat pemerintahan Belanda terletak di salah satu kota lama, yakni Surabaya, sehingga tidaklah heran jika di kota Surabaya masih banyak bangunan kolonial yang keberadaannya masih dilestarikan dan bahkan dijadikan obyek pariwisata atau yang sering disebut dengan wisata bangunan heritage. Bangunan heritage saat ini juga mulai banyak dialihfungsikan sebagai tempat berkumpul berupa restaurant atau cafe yang designnya disesuaikan kembali dengan bangunan eksisting dan lingkungan di sekitarnya. Penyesuaian alih fungsi ini disebut dengan adaptive reuse. Penelitian ini mengkaji tentang penerapan adaptive reuse pada desain interior kafe dengan studi kasus yakni Ekata Cafe yang ada di Jalan Bawean, Surabaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus di Ekata Cafe Surabaya. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, dokumentasi visual, dan analisis denah bangunan sebelum dan sesudah transformasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perubahan signifikan pada zonasi ruang, pola sirkulasi, serta fungsi ruang, terutama pergeseran dari ruang privat menjadi ruang publik. Elemen struktur utama seperti dinding dan bukaan cenderung dipertahankan, sementara intervensi modern dilakukan pada interior dan utilitas bangunan. Transformasi ini menunjukkan adanya upaya adaptasi terhadap kebutuhan komersial tanpa sepenuhnya menghilangkan karakter arsitektur kolonial. Penelitian ini diharapkan akan bisa memberikan kontribusi dalam pemahaman strategi adaptive reuse pada bangunan heritage.
Evolusi Green Building Dan Integrasi Local Wisdom Pada Arsitektur Indonesia: Pendekatan Bibliometric Analysis Dan Systematic Literature Review Zai Dzar Al Farisa; Tisa Angelia; Nuke Puspawardani
WASTU: Jurnal Wacana Sains & Teknologi Vol. 7 No. 2 (2026): April
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Merdeka Surabaya.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55173/8bvnng14

Abstract

Perkembangan green building di Indonesia menunjukkan pergeseran dari pendekatan berbasis standar global menuju pendekatan yang lebih kontekstual melalui integrasi local wisdom dan arsitektur vernakular. Penelitian ini bertujuan memetakan perkembangan kajian green building dan local wisdom dalam arsitektur Indonesia, mengidentifikasi tema dominan, serta menemukan research gap dan arah pengembangan arsitektur berkelanjutan berbasis budaya lokal. Penelitian menggunakan pendekatan Bibliometric-Systematic Literature Review dengan memanfaatkan data artikel ilmiah periode 2000–2025 dari basis data Scopus. Analisis dilakukan melalui performance analysis, keyword co-occurrence, dan co-citation analysis menggunakan perangkat lunak VOSviewer dan Bibliometrix, kemudian dilanjutkan dengan sintesis literatur secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan empat tema utama dalam penelitian green building dan local wisdom di Indonesia, yaitu keberlanjutan dan identitas budaya, desain pasif dan efisiensi energi tropis, material lokal rendah karbon, serta partisipasi sosial dan gotong royong. Arsitektur vernakular Indonesia terbukti memiliki potensi besar sebagai model arsitektur berkelanjutan melalui penggunaan ventilasi alami, strategi adaptasi iklim, material lokal, dan pengelolaan sumber daya berbasis komunitas. Namun, penelitian juga menemukan adanya ketidaksesuaian antara sistem penilaian green building global dengan konteks lokal Indonesia, terutama dalam aspek budaya, sosial, dan kenyamanan adaptif. Selain itu, penelitian masih terkonsentrasi pada wilayah tertentu dan didominasi pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian ini menegaskan bahwa local wisdom dapat menjadi pendekatan green building yang lebih relevan bagi negara tropis berkembang. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan kerangka evaluasi arsitektur berkelanjutan yang lebih sensitif terhadap konteks budaya dan lingkungan Indonesia.