cover
Contact Name
Eka Nurdianty Anwar
Contact Email
admbengkuluinstitute@gmail.com
Phone
+628562911777
Journal Mail Official
admbengkuluinstitute@gmail.com
Editorial Address
Jalan Kalimantan No 4 RT 004 RW 001 Kelurahan Kampung Kelawi, Kecamatan Sungai Serut, Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Vokasi Kesehatan
Published by Gayaku Publisher
ISSN : -     EISSN : 29636833     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Vokasi Kesehatan is published by Gayaku Publisher and distributed twice a year. Jurnal Vokasi Kesehatan is dedicated to researchers and academics intent on publishing research, scientific thinking, and other original scientific ideas. Jurnal Vokasi Kesehatan scientific periodical publication on Public Health Science and Healthcare Studies issue as a media for information dissemination of research results for lecturer, researcher, and practitioner. The article published in the Jurnal Vokasi Kesehatan is the authors original work with a broad spectrum of topics. Detailed scopes of articles accepted for submission are The Journals mission is to promote excellence in public health and a range of disciplines and specialties of allied health professions. It welcomes submissions from the international academic and health professionals community. The Journal publishes evidence based articles with solid and sound methodology, clinical application, description of best clinical practices, and discussion of relevant professional issues or perspectives. Articles can be submitted in the form of research articles, reviews, case reports, and letters to the editor or commentaries. The Journals priorities are papers in the fields of nursing, physical therapy, medical laboratory science, environmental health, and medical imaging and radiologic technologies. Relevant articles from other disciplines of allied health professions may be considered for publication.
Articles 197 Documents
PENGARUH EDUKASI KESEHATAN TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN HIPERTENSI Devani Mutia Widiastuty; Kristina Everentia Ngasu; Dewi Nur Puspita Sari
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v5i1.1482

Abstract

Hipertensi sering disebut sebagai “the silent killer” karena tidak menunjukkan gejala yang jelas pada awalnya. Kurangnya pengetahuan tentang gejala dan pengobatan yang tidak teratur, termasuk ketidakpatuhan dalam minum obat, menjadi tantangan besar dalam penatalaksanaan hipertensi dan dapat meningkatkan risiko komplikasi. Tujuan: untuk mengkaji pengaruh edukasi kesehatan terhadap kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi-experiment dengan pendekatan one group pretest-posttest. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara edukasi kesehatan terhadap pengetahuan (p-value = 0,001) dan kepatuhan minum obat (p-value = 0,001).
HUBUNGAN POLA HIDUP DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PENDERITA TB PARU DI PUSKESMAS SUKATANI Dedeh Suhriyah; Kristina Everentia Ngasu; Dewi Nur Puspita Sari
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v5i1.1483

Abstract

Tuberkulosis (TB) adalah salah satu penyakit infeksi menular kronis yang tidak mendapat perhatian serius di masyarakat dunia. Perhatian tidak serius pada perilaku perlindungan diri di masayarakat dan kurangnya perilaku hidup sehat menjadi penyebab tingginya kasus tuberkulosis. Tujuan : untuk mengetahui gambaran hubungan pola hidup dan dukungan keluarga dengan kualitas hidup penderita tb paru di Puskesmas Sukatani. Metode : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan penelitian cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 126 responden dengan teknik pengambilan sampel teknik purposive sampling. Teknik analisa data yang digunakan berupa uji kolerasi Spearman Rank. Hasil: Uji Spearman Rank menghasilkan terdapat hubungan pola hidup dengan kualitas hidup penderita TB Paru dengan p-value= 0,002 dan ada hubungan dukungan keluarga dnegan kualitas hidup penderita TB Paru dengan p-value 0,016
PENGARUH TERAPI RENDAM KAKI AIR HANGAT DENGAN GARAM TERHADAP TINGKAT NYERI SENDI PADA PENDERITA GOUT ARTHRITIS Dede Mahmuda; Kristina Everentia Ngasu; Dewi Nur Puspita Sari
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v5i1.1484

Abstract

Gout arthritis merupakan peradangan sendi akibat penumpukan kristal asam urat yang menimbulkan nyeri hebat, terutama pada lanjut usia. Peningkatan kasus dipengaruhi pola makan tinggi purin, gaya hidup tidak sehat, dan kurangnya kesadaran akan penanganan non-farmakologis. Salah satu metode non-farmakologis, murah, dan aman adalah terapi rendam kaki air hangat dengan garam yang dapat memberikan efek vasodilatasi, meningkatkan sirkulasi darah, serta membantu mengurangi nyeri. Tujuan: Mengetahui pengaruh terapi rendam kaki air hangat dengan garam terhadap tingkat nyeri sendi pada penderita gout arthritis. Desain Penelitian: Penelitian ini menggunakan kuantitatif desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Hasil: Hasil uji Wilcoxon menunjukkan p-value = 0,000 (<0,05) pada semua hari perlakuan, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi.
PENGARUH PEMBERIAN TEH BUNGA ROSELLA TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI RT 028 KELURAHAN KEBONCAU Angieta Azzahra; Nanang Prasetyo; Rina Puspita Sari
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v5i1.1488

Abstract

Hipertensi adalah penyakit kronis yang berisiko menimbulkan komplikasi serius. Salah satu alternatif non-farmakologis yaitu teh bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) yang mengandung flavonoid dan antosianin untuk menurunkan tekanan darah. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian teh bunga rosella terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi di RT 028 Kelurahan Keboncau. Metode: Penelitian kuasi eksperimen dengan rancangan nonequivalent control group pretest-posttest pada 40 responden, dibagi menjadi kelompok intervensi (n=20) dan kontrol (n=20). Intervensi berupa pemberian teh rosella 200 ml/hari selama 7 hari, sedangkan kelompok kontrol tidak mendapat perlakuan. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan adanya penurunan signifikan tekanan darah sistolik dan diastolik pada kelompok intervensi, di peroleh hasil (p = 0,000) yang artinya ada pengaruh pemberian teh bunga rosella terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Sementara pada kelompok kontrol, tidak terjadi perubahan yang signifikan.
PENGARUH PEMBERIAN TERAPI RELAKSASI AUTOGENIC TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PASIEN DIABETES MELITUS DI RUMAH SAKIT AN-NISA TANGERANG TAHUN 2025 Cinta Sukma Awaliah Marifati; Imas Sartika; Meynur Rohmah
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v5i1.1491

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis dengan prevalensi yang terus meningkat, ditandai oleh hiperglikemia akibat gangguan sekresi maupun kerja insulin. Salah satu upaya non-farmakologis yang dapat membantu menurunkan kadar glukosa darah adalah terapi relaksasi autogenic. Tujuan :Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi relaksasi autogenic terhadap kadar glukosa darah pada pasien DM di RS An-Nisa Tangerang tahun 2025. Desain penelitian :Metode penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pretest-posttest control group design. Hasil :penelitian menunjukkan adanya penurunan rata-rata kadar glukosa darah pada kelompok intervensi dari 278,76 mg/dL menjadi 272,32 mg/dL (selisih 6,44 mg/dL; p = 0,001). Sedangkan pada kelompok kontrol rata-rata penurunan lebih kecil, yaitu dari 276,74 mg/dL menjadi 274,86 mg/dL (selisih 1,88 mg/dL; p = 0,001). Hasil uji independent t-test menunjukkan terdapat perbedaan signifikan penurunan kadar glukosa darah antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol (p = 0,000).
PENGARUH EDUKASI STIMULASI PERKEMBANGAN SEKTOR MOTORIK KASAR MENGGUNAKAN VIDEO TERHADAP KEMANDIRIAN IBU DALAM MEMAKSIMALKAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR ANAK USIA 0-6 TAHUN Friyanka Aisyah Sayyidha; Ria Setia Sari; M. Martono Diel
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v5i1.1493

Abstract

Perkembangan motorik kasar pada anak usia 0–6 tahun memegang peranan penting dalam mendukung kemampuan fisik, koordinasi, dan kemandirian anak di masa pertumbuhan. Orang tua, khususnya ibu, memiliki peran strategis dalam memberikan stimulasi yang tepat untuk memaksimalkan perkembangan tersebut. Namun, kurangnya pengetahuan dan keterampilan ibu dalam melakukan stimulasi motorik kasar masih menjadi permasalahan yang umum ditemui. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh edukasi stimulasi perkembangan sektor motorik kasar menggunakan media video terhadap kemandirian ibu dalam memaksimalkan perkembangan motorik kasar anak usia 0–6 tahun. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan rancangan pretest-posttest control group design. Sampel penelitian berjumlah 42 responden dibagi dalam 2 kelompok yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi kemandirian berdasrkan denver
Hubungan Aktivitas Fisik dan Kualitas Tidur dengan Kejadian Hipertensi pada Remaja di SMAN 2 Sampang Mery Eka Yaya Fujianti; Desi Holifatus Su’aida; Dwi Intan Pakuwita AR
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v4i2.1507

Abstract

Hipertensi tidak hanya menjadi masalah kesehatan pada orang dewasa, tetapi juga mulai ditemukan pada kelompok usia remaja. Salah satu faktor yang berpotensi memengaruhi kejadian hipertensi pada remaja adalah aktivitas fisik dan kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan aktivitas fisik dan kualitas tidur dengan kejadian hipertensi pada remaja di SMAN 2 Sampang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, serta melibatkan partisipan yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner aktivitas fisik (IPAQ), kuesioner kualitas tidur (PSQI), serta pengukuran tekanan darah. Analisis data dilakukan dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya aktivitas fisik, kebiasaan tidur larut malam, serta kualitas tidur yang buruk menjadi faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan risiko hipertensi pada remaja. Selain itu, faktor lingkungan sekolah, tekanan akademik, dan pola penggunaan gawai turut memengaruhi kualitas tidur dan aktivitas fisik siswa. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran keluarga, sekolah, dan tenaga kesehatan dalam mendorong gaya hidup sehat melalui aktivitas fisik teratur dan manajemen tidur yang baik guna mencegah kejadian hipertensi sejak usia remaja.
PENGARUH EDUKASI HIPERTENSI DAN RELAKSASI GENGGAM JARI TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI RS AN-NISA KOTA TANGERANG Dani Salsabilla Harahap; Imas Sartika; Meynur Rohmah
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v5i1.1516

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang berpotensi menimbulkan komplikasi serius apabila tidak dikendalikan. Selain terapi farmakologis, intervensi non-farmakologis seperti edukasi kesehatan dan teknik relaksasi genggam jari dapat membantu menurunkan tekanan darah. Tujuan: Mengetahui pengaruh edukasi hipertensi dan relaksasi genggam jari terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Desain Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan one group pretest-posttest with control group design. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi pada hari pertama (p = 0,005) dan hari ketiga (p = <0,001), sedangkan pada hari kedua tidak ditemukan perbedaan signifikan (p = 0,180). Hal ini membuktikan bahwa edukasi hipertensi dan relaksasi genggam jari efektif menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi, terutama apabila dilakukan secara berulang. Kesimpulannya, intervensi ini dapat dijadikan alternatif non-farmakologis dalam praktik keperawatan untuk membantu mengontrol tekanan darah pasien.
Hubungan Tingkat Kesejahteraan Psikologis Dan Body Image Dengan Kesehatan Mental Di SMAN 25 Kab Tangerang Nurhasanah; Lastri Mei Winarni; Ida Farida
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v5i1.1521

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap gangguan kesehatan mental akibat perubahan fisik, emosional, dan sosial yang dialami. Gangguan Kesehatan mental seperti kecemasan, stress dan depresi kian meningkat di kalangan remaja Indonesia. Kesejahteraan psikologis dan body image menjadi dua faktor yang sangat krusial tentunya mempengaruhi kondisi mental remaja. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan tingkat kesejahteraan psikologis dan body image dengan kesehatan mental di SMAN 25 Kab. Tangerang. Metode Penelitian : bersifat kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasi dan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 195 siswa/I kelas XI yang dipilih menggunakan stratified random sampling. Analisa data pada penelitian ini menggunakan analisa bivariat yaitu chi-square untuk menunjukkan ada atau tidaknya korelasi antara variable bebas dan terikat. Hasil : hasil hubungan tingkat kesejahteraan psikologis dengan kesehatan mental didapatkan p value (0,001) dan body image dengan Kesehatan mental diapatkan p value (0,001) kesimpulannya, kesejahteraan psikologis dan body image memiliki hubungan terhadap kesehatan mental remaja. Diharapkan hasil penelitian dapat bermanfaat bagi SMAN 25 Kab. Tangerang dan peneliti selanjutnya dimana hasil penelitian dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk memperhatikan masalah terkait hubungan tingkat kesejahteraan psikologis dan body image dengan kesehatan mental pada remaja. Kata kunci: Kesejahteraan psikologis, body image, kesehatan mental, remaja ABSTRACT Background: Adolescents are an age group vulnerable to mental health disorders due to the physical, emotional, and social changes they experience. Mental health disorders such as anxiety, stress, and depression are increasing among Indonesian adolescents. Psychological well-being and body image are two crucial factors that undoubtedly influence adolescent mental health. Purpose : To determine the relationship between the level of psychological well-being and body image with mental health at SMAN 25 Tangerang Regency. Research Method : Quantitative with a descriptive correlation approach and cross-sectional design. The sample consisted of 195 students of grade XI selected using stratified random sampling. Data analysis in this study used bivariate analysis, namely Pearson chi-square, to show whether or not there is a correlation between the independent and dependent variables. Results: The relationship between psychological well-being and mental health obtained a p-value (0.00), and body image and mental health obtained a p- value (0.00). In conclusion, psychological well-being and body image are related to adolescent mental health. It is hoped that the results of this study will be useful for SMAN 25 Tangerang Regency and future researchers, where the rults of the study can be used as a consideration in addressing issues related to the relationship between psychological well-being and body image with mental health in adolescents. Keywords: Psychological well-being, body image, mental health, adolescen
Hubungan Tingkat Pengetahuan, Sikap Dan Kesejahteraan Psikologis Terhadap Pencegahan Stunting Pada Ibu Dengan Balita Di Desa Rancalabuh Nurul Ijah; Lastri Mei Winarni; Ida Faridah
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v5i1.1522

Abstract

Background: Stunting is a condition of growth disorder due to chronic malnutrition that remains a serious concern in Indonesia, including in Rancalabuh Village, where 23 out of 314 toddlers are experiencing malnutrition. This is largely caused by unhealthy eating patterns and a lack of maternal knowledge. Objective: his study aims to analyze the relationship between mothers' knowledge level, attitude, and psychological well-being towards stunting prevention efforts in toddlers in Rancalabuh Village, as well as to identify the most influential demographic factors. Methodology: This research employs a quantitative method with a descriptive correlational design and a cross-sectional approach, involving 176 mothers of toddlers in Rancalabuh Village selected using stratified random sampling. Data were collected using questionnaires and analyzed with Chi-Square tests (bivariate) and multiple linear regression (multivariate). Results: In this study, most mothers had high knowledge (90.9%), positive attitudes (94.9%), and high psychological well-being (85.5%). There was a significant relationship between knowledge (p=0.000), attitude (p=0.002), and mothers’ psychological well-being with stunting prevention, both partially and simultaneously. The mother’s occupation did not show a significant relationship with stunting prevention (p=0.019), while age and education did not. Conclusion: Mothers' knowledge level, and psychological well-being are significantly related to stunting prevention. Maternal occupation is the most influential demographic factor