cover
Contact Name
Elisabeth Tatia Pramajati
Contact Email
elisabethtatia.p@gmail.com
Phone
+62274487711
Journal Mail Official
jai@uajy.ac.id
Editorial Address
Jln. Babarsari No. 5, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, DIY 55281
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Atma Inovasia
ISSN : 27759385     EISSN : 27759113     DOI : https://doi.org/10.24002/jai
Jurnal Atma Inovasia (JAI) diharapakan dapat menjadi sarana desiminasi pengabdian dari seluruh civitasakademika berbagai disiplin ilmu tentang berbagai macam inovasi dan solusi-solusi dalam berbagai persoalan dalam masyarakat. JAI diharapkan dapat mengispirasi dan bermanfaat bagi masyarakat secara luas. JAI fokus pada beberapa topik sebagai berikut: Pembelajaran layanan, masyarakat Pengembangan dan pemberdayaan masyarakat Pelatihan, Pemasaran, Teknologi Tepat Guna, Desain Wilayah perbatasan, wilayah kurang maju Layanan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan Pemberdayaan masyarakat, akses sosial Topik lain terkait pengabdian pada masyarakat
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 828 Documents
Pemanfaatan Limbah dan Pelestarian Ikan di Desa Gading, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta Praharsiwi, Caecilia Santi
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v2i2.4491

Abstract

Abstract — Gading Village is a village located in Playen District, Gunungkidul, Yogyakarta Special Region. This village has various kinds of potential. Potential for culture, tourism, culinary, agriculture, and even livestock. There is a lot of potential that can be further developed in this village. The culinary and tourism of this village are very unique and attract tourists to visit. Therefore, the village community must pay attention to environmental conditions in taking part in protecting and preserving the natural resources owned by the village. All waste products sourced from livestock can still be developed into processed products, namely in the form of fertilizers. Later this fertilizer can be used again to preserve forests and plantations owned by the village. In addition to preserving plants, the local government has planned to conserve fish in Sendang Mole. Therefore, we offer solutions that can make it easier for residents and local governments to conserve fish. The solution is by making automatic fish feed. Of course this will be very useful and become a solution in preserving the natural resources owned by Gading Village.Keywords — Gading Village, Waste Management, Gunungkidul, Automatic Fish Feed, Conservation. Abstrak — Desa Gading merupakan Desa yang terletak di Kecamatan Playen, Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta. Desa ini memiliki berbagai macam potensi yang dimiliki. Potensi budaya, parawisata, kuliner, pertanian, bahkan pertenakan. Banyak sekali potensi yang dapat dikembangkan lebih lanjut pada desa ini. Kuliner dan parawisata yang dimiliki desa ini sangat unik-unik dan menarik wisatawan untuk berkunjung. Oleh karena itu masyarakat desa harus memerhatikan kondisi lingkungan dalam ikut andil menjaga dan melestarikan sumber daya alam yang dimiliki oleh desa. Seluruh hasil limbah yang bersumber dari ternak masih dapat dikembangkan lagi menjadi produk olahan yaitu berupa pupuk. Yang nantinya pupuk ini dapat digunakan kembali untuk menjaga kelestarian hutan dan perkebunan yang dimiliki oleh desa. Selain melestarikan tanaman, pemerintah setempat sudah merencanakan untuk melesatrikan ikan pada Sendang Mole. Oleh sebab itu, tim menawarkan solusi yang dapat memudahkan para warga dan pemerintah setempat dalam melestarikan ikan. Solusi tersebut adalah dengan pembuatan pakan ikan otomatis. Tentunya hal ini akan sangat bermanfaat dan menjadi hal solutif dalam pelestarian sumber daya alam yang dimiliki oleh Desa Gading. Kata Kunci— Desa Gading, Pengolahan Limbah, Gunungkidul, Pakan Ikan Otomatis, Pelestarian.
Pengolahan Limbah Jagung sebagai Bahan Bakar Alternatif Praharsiwi, Caecilia Santi
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v2i2.4492

Abstract

Abstract — Banaran Village is a village located in Playen District, Gunungkidul Regency, Special Region of Yogyakarta. There are a lot of potential from various sectors in Banaran Village, such as the agricultural, tourism and social-culture sector. The agriculturan sector has abundant natural products like corn or maize, while in the tourism sector there is a magnificent  forest called Wanagama Forest  that are home to a variety of flora and fauna. The social-culture sector in this village has 2 cultures that have been carried out from generation to generation, called Gejog Lesung and Tradisi Bersih-Bersih. In terms of potential sector, the authors see that corn has more potential because it can be used as an alternative energy such as bioethanol. The authors use descriptive qualitative methods for preparation of this program by describing the existing data and facts. This program can be use by the people of Banaran Village and inspire them by having new ideas, innovation and knowledge to develop and making bioethanol from corn waste. This program is expected to help people of Banaran Village to become more advanced by developing and running this program, also by using this program the authors hope that it can help Banaran Village by creating new jobs, increasing economic income and encouraging Banaran Village to become known for the program.Keywords — Banaran Village, Wanagama Forest, Corn Waste, Bioethanol Abstrak— Desa Banaran adalah sebuah desa terletak di Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Desa Banaran memiliki banyak potensi dari berbagai sektor, seperti sektor pertanian, pariwisata dan sosial budaya. Sektor pertanian Desa Banaran memiliki hasil alam berupa tanaman jagung yang melimpah, sedangkan  pada sektor pariwisata Desa Banaran mempunyai hutan indah yang menjadi banyak tempat tinggal aneka ragam flora fauna, yaitu Hutan Wanagama. Sektor budaya Desa Banaran memiliki 2 kebudayaan yang telah dilakukan secara turun temurun yaitu Gejog Lesung dan Tradisi Bersih – Bersih. Namun pada segi potensi budaya, penulis melihat adanya potensi lebih dari tanaman jagung karena bisa dimaanfaatkan untuk menjadi bahan bakar alternatif dari bioetanol ini. Penulis menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk penyusunan program kerja ini dengan memaparkan data – data dan fakta yang ada.  Program kerja ini dapat dimaanfaatkan oleh masyarakat Desa Banaran itu sendiri dengan mendapatkan banyak ide, inovasi dan edukasi untuk mengembangkan bio-etanol yang berasal dari limbah tanaman jagung. Program ini diharapkan dapat membantu Desa Banaran menjadi desa yang lebih maju dengan menjalankan dan mengembangkan program ini, serta dengan memanfaatkan program ini semoga dapat membantu masyarakat Desa Banaran dengan membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan ekonomi dan mendorong Desa Banaran menjadi terkenal akan program itu.Kata Kunci—.Desa Banaran, Hutan Wanagama, Limbah Jagung, Bioetanol
Cocoa Village Tourism Desa Bunder, Pathuk, Gunung Kidul, Yogyakarta Praharsiwi, Caecilia Santi
Jurnal Atma Inovasia Vol. 1 No. 5 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v1i5.4494

Abstract

Abstract —  Patuk District is an area in Gunungkidul Regency which has one of the villages, namely Bunder Village. Bunder Village has potential that can be developed both physically and non-physically. Bunder Village also has seven hamlets, consisting of Bunder, Ngepung, Widoro Wetan, Widoro Kulon, Gambiran and Plosokerep hamlets. Bunder Village has the potential of a large cocoa pod producing village and and various beauty of nature that can be developed and packaged into a cocoa tourism village. This community service program regarding the potential of this village aims to increase the awareness of villagers to protect, maintain and develop the potential of their village and aims to develop the existing cocoa plantation in the village into a new tourism village in Gunung Kidul. The method used by the group is literature review by collecting all secondary data on the Internet. The result we got was the development of Cacao Village Tourism which is a combination of several potentials such as cocoa gardens and home industry with the hope of improving the economy of the Bunder Village community and elevating the name of Bunder Village as a Cocoa Tourism Village in Yogyakarta. Keywords — potentials, Cocoa, Developed, Bunder Village. Abstrak— Kecamatan Patuk merupakan wilayah di Kabupaten Gunungkidul yang memiliki salah satu desa yaitu Desa Bunder. Desa Bunder memiliki potensi yang dapat dikembangkan baik dari segi fisik dan non fisik. Desa Bunder juga memiliki 7 wilayah dusun, yang terdiri atas Dusun Bunder, Ngepung, Widoro Wetan, Widoro Kulon, Gambiran dan Plosokerep.  Desa Bunder memiliki potensi desa penghasil buah kakao yang besar dan berbagai keindahan alam yang dapat dikembangkan dan dikemas menjadi desa wisata kakao. Program pengabdian masyarakat mengenai potensi desa ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran warga desa untuk menjaga, memelihara serta mengembangkan potensi desa mereka serta bertujuan untuk mengembangan perkebukan kakao yang ada di desa tersebut menjadi sebuah desa wisata baru yang ada di gunung kidul. Metode yang dilakukan kelompok yaitu kajian pustaka dengan mengumpulkan seluruh  data sekunder yang ada di Internet. Hasil yang kami peroleh ialah pengembangan Cacao Village Tourism yang merupakan gabungan dari beberapa potensi seperti kebun kakao dan home industry dengan harapan unutk meningkatkan ekonomi masyarakat Desa Bunder dan mengangkat nama Desa Bunder sebagai Desa Wisata kakao di Yogyakarta. Kata Kunci— Potensi, Kokoa,  Program, Desa Bunder
Pengolahan sabun berbahan dasar susu kambing sebagai potensi usaha di Desa Logandeng Praharsiwi, Caecilia Santi
Jurnal Atma Inovasia Vol. 1 No. 5 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v1i5.4495

Abstract

Abstract — Logandeng Village is located in Playen District, Gunung Kidul, Yogyakarta. This village is well known because every person or tourists who want to travel to Gunung Kidul Beach will pass it. Logandeng Village has several village products that have been developed, including processed food and handicraft products. This village, which is mostly farmland, is not making use of the yields of this potential. Therefore, this study aims to develop village potential that focuses on livestock products, namely processed goat milk which is used as natural soap as its basic ingredient.Keywords — Goat Milk, Natural Soap, Logandeng Village, Yogyakarta Abstrak — Desa Logandeng terletak di Kecamatan Playen, Gunung Kidul, Yogyakarta. Desa ini cukup dikenal karena setiap orang atau wisatawan yang hendak berpergian ke Pantai Gunung Kidul akan melewatinya. Desa Logandeng memiliki beberapa produk desa yang sudah dikembangkan, antara lain hasil olahan berupa makanan dan olahan kerajinan tangan. Desa ini yang sebagian besar merupakan lahan peternakan justru kurang memanfaatkan hasil dari potensi tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan potensi desa yang berfokus pada hasil peternakan yaitu olahan susu kambing yang dijadikan sabun alami sebagai bahan dasarnya.Kata Kunci — Susu kambing, Sabun Alami, Desa Logandeng, Yogyakarta
Peranan KKN sebagai Perwujudan Penerapan Pengetahuan Tentang Pengolahan Jagung kepada Masyarakat Desa Bleberan, Kabupaten Gunungkidul Prasetyo Jati, Didit Gunawan
Jurnal Atma Inovasia Vol. 1 No. 5 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v1i5.4496

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) is an educational activity in higher education as a form of academic activity related to community service programs. One of the villages is the location for organizing KKN , namely Bleberan Village, Playen District, Gunungkidul, D.I. Yogyakarta. The result of food crops with the largest commodity in this village is corn. This can be seen as a big enough potential for the people of Bleberan Village. One of the products that is very likely to be produced from the corn plant is food products. Easy-to-cultivate corn plants also allow rural communities to carry out the processing process independently. Therefore, the role of KKN as a manifestation of the application of knowledge about corn processing is important for the people of Bleberan Village. It is intended that the villagers can further develop and maximize the processing of corn and economical commercial value that can help build the economy in the Bleberan Village. The method used in this journal is qualitative research. The method of collecting data sources used is using secondary data collection methods collected via the internet, documentation of the conversations of the author's team through online means such as Whatsapp groups and Microsoft Teams, as well as references from other sources.
Pengembangan Potensi Desa Tancep dan Pengenalan Batik Khas Tancep, Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta Kristiyani, Ika Murti
Jurnal Atma Inovasia Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v3i2.4506

Abstract

Sumber daya alam merupakan suatu hal yang menjadi kelebihan di Desa Tancep. Pewarna alami untuk batik tersedia dalam jumlah banyak di daerah Desa Tancep. Selain itu, tanaman bambu juga meramaikan suasana di daerah Desa Tancep. Pewarna alami batik sudah dikelola dengan baik, sedangkan untuk tanaman bambu tersebut masih belum dikelola dengan baik. Batik Tancep sendiri merupakan karya yang sungguh berpotensi, namun masih belum dikenal baik oleh masyarakat luar, sehingga penulis ingin mengembangkan potensi kelola tanaman bambu dan memperkenalkan lebih luas Batik Tancep kepada masyarakat luar. Harapannya dengan memperkenalkan Batik Tancep dan meningkatkan nilai jual dari tanaman bambu dapat perlahan meningkatkan ekonomi dari Desa Tancep.
Pembangunan UKM dan Pemberdayaan Pupuk Kompos sebagai Potensi Desa Ngunut, Kecamatan Playen Sundoro, Bekty Tandaningtyas
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 5 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v2i5.4507

Abstract

Abstrak—Indonesia merupakan negara agraris tropis terbesar di dunia dan alasan Indonesia disebut sebagai negara agraris adalah, karena sebagian besar penduduknya bekerja pada bidang pertanian atau bercocok tanam. Bidang pertanian memegang peranan penting dari keseluruhan perekonomian nasional, Indonesia. Tidak terkecuali masyarakat Desa Ngunut yang mayoritasnya bekerja sebagai petani/perkebunan, dapat disimpulkan bahwa potensi terbesar desa Ngunut terletak dibidang atau sektor ini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian serta mensejahterakan kehidupan masyarakat Desa Ngunut sendiri. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah pembangunan ukm pupuk kompos dengan melibatkan e-commerce sebagai tempat untuk penjualan produk pupuk. Apalagi di masa pandemi dan di tengah perkembangan arus digital yang semakin canggih masyarakat Desa Ngunut juga dapat membuat penjualan e-commerce. Menjual hasil pupuk organik melalui e-commerce yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia membuat kegiatan penjualan masyarakat semakin efektif dan efisien. Selain itu dengan menjual pupuk secara online di e-commerce dapat memperluas jangkauan konsumen.
Penyuluhan Penggunaan Teknik Hidroponik Wick System dengan Media Botol Plastik Bekas sebagai Media Cocok Tanam di Desa Ngawu, Playen, Gunung Kidul Sundoro, Bekty Tandaningtyas
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v2i3.4508

Abstract

Abstrak— Potensi Desa pada Desa Ngawu “Hidroponik dengan Wick System” bertujuan untuk membantu penduduk untuk bercocok tanam dengan cara yang lebih sederhana tetapi lebih menguntungkan. Hidroponik Wick System tidak memerlukan waktu yang cukup lama, air yang selalu berganti, serta lahan yang luas, melainkan lebih cepat dapat dijual dengan kualitas hasil tanaman yang lebih baik serta lebih mahal dibandingkan dengan bercocok tanam dengan cara yang tradisional. Penyuluhan yang diadakan bertema “Langkah Menanam Sayuran dengan Hidroponik Wick System” dengan tujuan membantu serta memberikan edukasi mengenai langkah menanam sayuran yang sering dikonsumsi dan dapat dijual kembali dengan Hidroponik Wick System. Alat dan bahan yang menjadi eksperimen untuk penyuluhan berasal dari barang yang mudah ditemukan dan dapat disubstitusikan dengan barang lain, sehingga biaya yang dibutuhkan dapat lebih murah.
Pengolahan Potensi Tanaman Jagung dan Peningkatan Produksi Pertanian Melalui Metode Hidroponik di Desa Jurangjero Kristiyani, Ika Murti
Jurnal Atma Inovasia Vol. 1 No. 5 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v1i5.4509

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada pengolahan hasil potensi desa dan peningkatan produksi pertanian melalui metode hidroponik. Mata pencaharian utama warga Desa Jurangjero sebagian besar adalah pertanian atau perkebunan. Penelitian ini dilakukan untuk membantu warga desa yang memiliki potensi hasil pertanian atau perkebunan. Warga desa bisa mengubah cara mereka membudidayakan tanaman agar lebih efektif, terutama dalam penggunaan lahan serta perawatannya. Keterbatasan akan pengetahuan dan teknologi yang menunjang keberlangsungan sistem pertanian adalah faktor yang membuat warga desa masih menerapkan sistem pertanian yang terbilang sederhana. Tujuan penelitian ini untuk memberikan pemberdayaan dan pengetahuan kepada warga desa dan masyarakat secara umum untuk lebih mengetahui cara memanfaatkan potensi desa yang ada dan menerapkan sistem pertanian yang lebih efektif. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dimana peneliti lebih cenderung menekankan pada analisis secara deskriptif dari data yang diperoleh. Hasil yang diharapkan dari penelitian ini berupa pengolahan potensi desa yaitu tanaman jagung menjadi produk susu jagung, dan pemanfaatan metode hidroponik untuk menunjang cara dalam budidaya tanaman pertanian atau perkebunan. Program ini menjadi inovasi yang dapat diterapkan untuk membantu pengembangkan sistem pertanian dan peningkatan hasil panen warga.
Pelatihan Pengolahan Singkong menjadi Olahan Keripik dan Donat di Desa Playen Sundoro, Bekty Tandaningtyas
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v2i2.4510

Abstract

Abstrak—Program kerja potensi desa dan program kerja buku saku “Pelatihan Pengolahan Singkong Menjadi Olahan Keripik dan Donat di Desa Playen” mempunyai tujuan supaya masyarakat Desa Playen, Gunungkidul, Yogyakarta dapat meningkatkan nilai jual dari tanaman singkong yang merupakan salah satu hasil panen terbesar di Desa Playen dengan cara mengolahnya menjadi olahan pangan yaitu keripik dan donat. Penulis menggukan metode pendekatan kualitatif dalam penyusunan program kerja ini dimana sebuah landasan teori digunakan dengan tujuan topik dari penelitian dapat selaras dengan fakta dan keadaan yang ada di lapangan. Program kerja ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Playen dan dapat menjadi salah satu media yang memberikan inovasi dan wawasan tentang bagaimana cara pemanfaatan tanaman singkong sehingga dapat meningkatkan nilai jual dari tamanan singkong tersebut. Diharapkan program kerja ini dapat dijalankan oleh masyarakat Desa Playen dan terus dikembangkan supaya tercipta inovasi-inovasi olahan pangan baru sehingga dapat menjadikan industri pangan yang ada pada Desa Playen menjadi lebih besar dan terkenal.