cover
Contact Name
Yunardi Kristian Zega
Contact Email
yunardichristian@gmail.com
Phone
+6281213076611
Journal Mail Official
yunardikzega@sttrealbatam.ac.id
Editorial Address
Jl. Ahmad Yani, Komplek House of Glory Belakang Ruko Eden Park, Taman Baloi, Batam Kota, Batam City, 29432 Kec. Batam Kota, Kotamadaya Batam, Kepulauan Riau.
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education
ISSN : -     EISSN : 27742512     DOI : -
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education is a forum for publication of research results related to the study of Christian Religious Education, both by lecturers and students within the scope of the Batam Real Theological College as well as the Theological College and other universities throughout Indonesia, even those outside the country. REAL DIDACHE has an ISSN. 2774-2512 (online). Managed and published by Batam Real Theological College, Riau Islands. Publish manuscripts twice a year, in March and September.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1: Maret 2024" : 5 Documents clear
Kontroversi Istri Tunduk Kepada Suami dalam 1 Petrus 3:1-7 dan Evaluasinya dalam Pernikahan Suku Batak Toba Manurung, Sihar Daniel
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education Vol 4, No 1: Maret 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/rdj.v4i1.505

Abstract

The letter of 1 Peter 3:1-7 is a controversial text with the assumption that the author has demeaned the position of women, moreover the patriarchal culture at that time did not treat women with respect. Patriarchal culture has also been deeply rooted in the Toba Batak tribe, where the majority adheres to Christianity. This study aims to explore advice regarding a harmonious household according to 1 Peter 3:1-7 and evaluate it in the Toba Batak culture. This study uses qualitative research with a descriptive approach. Although some experts argue that the advice in this text demeans women, this article finds that the harmony family according to Apostle Peter's advice emphasizes the joint submission of husband and wife to the Word of God, and the equality of husband and wife’s rights and obligations. This study evaluates the culture of the Toba Batak tribe through in-depth interviews and observations and finds that there are several Batak Toba cultures that are not in line with the advice in Petrus 3:1-7 regarding a harmonious household. Keywords: Submission; Marriage; Toba BatakAbstrak Surat 1 Petrus 3:1-7 merupakan teks yang kontroversial dengan anggapan bahwa penulis surat ini telah merendahkan posisi wanita, terlebih budaya patriarkat pada masa itu tidak memperlakukan wanita dengan hormat. Budaya patriarkat juga telah mengakar kuat di suku Batak Toba yang mayoritas menganut agama Kristen. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi nasihat mengenai rumah tangga harmonis menurut 1 Petrus 3:1-7 dan mengevaluasinya dalam budaya suku Batak Toba. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Walaupun beberapa ahli berpendapat nasihat dalam teks ini merendahkan kaum wanita, artikel ini menemukan bahwa nasihat Rasul Petrus menekankan penundukan suami dan istri secara bersama-sama terhadap Firman Tuhan, yang disertai dengan kesetaraan hak dan kewajiban suami dan istri merupakan kunci keharmonisan keluarga sesuai nasihat Rasul Petrus. Penelitian ini melakukan evaluasi terhadap budaya suku Batak Toba melalui wawancara mendalam dan observasi dan menemukan terdapat beberapa budaya-budaya suku Batak Toba yang tidak senada dengan nasihat di dalam Petrus 3:1-7 mengenai rumah tangga harmonis.Kata Kunci: Penundukan; Pernikahan; Batak Toba 
Penerapan Konsep Pendidikan Israel Kuno terhadap PAK Bagi Gen Z Gultom, Mangarimbun; Vieri, Gabriel Cristian; Zai, Etaprida; Ditakristi, Agiana Her Visnhu; Tafonao, Talizaro
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education Vol 4, No 1: Maret 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/rdj.v4i1.512

Abstract

Facing the current industrial era 4.0, requires Christian Religious Education to enrich its teaching forms in an applied manner for students. The applied education needed by PAK today will be very rich if we learn from how the Israelites educate their descendants based on the laws taught by God. So the purpose of this research is to explore the educational aspects of the Israelites and how they maintain the heritage of ancient Israeli education that continues to be relevant to be applied to generation Z without reducing values and truths. By using descriptive qualitative research methods, namely observing various primary literature in the hope of obtaining sufficiently in-depth explanations from previous research, historical experts and education experts, the data obtained will be recorded and analyzed. The results of the study are divided into two: one is the existence of a strong relationship between educators and parents in achieving the vision of education, secondly, parents are able to dispel the negative influences caused by technological developments by taking responsibility for introducing children to who their God is and all His statutes consistently and repeatedly, so that generation Z is able to distinguish the values they should adopt or leave behind. This proves that they still maintain the pattern of ancient Israel's upbringing which prioritizes relationships with God and maintains holiness before God as a chosen nation. Keywords: Gen; Ancient Israel; EducationAbstrak Menghadapai era industri 4.0 saat ini, menuntut Pendidikan Agama Kristen untuk memperkaya bentuk pengajarannya secara terapan bagi peserta didik. Pendidikan terapan yang di butuhkan oleh PAK zaman ini akan sangat kaya jika belajar dari bagaimana cara bangsa israel mendidik keturunannya berdasarkan hukum-hukum yang di ajarkan Tuhan. Maka tujuan penelitian ini adalah menyelami aspek-aspek pendidikan bangsa Israel serta bagaimana mereka mempertahankan peninggalan pendidikan Israel kuno yang terus relevan untuk diaplikasikan terhadap generasi Z tanpa mengurangi nilai-nilai dan kebenaran. Dengan menggunakan metode penelitiann kualitatif deskriptif yaitu melakukan observasi tehadap berbagai literatur primer dengan harapan dapat memperoleh penjelasan yang cukup mendalam dari penelitian sebelumnya, para ahli sejarah dan ahli pendidikan, data yang diperoleh akan akan di catat dan dianalisis. Hasil penelitian terbagi menjadi dua: satu adanya relasi yang kuat antara pendidik dan orang tua dalam mencapai visi pendidikan, kedua orang tua mampu menghalau pengaruh negatif yang diakibatkan oleh perkembangan teknologi dengan bertangung jawab memperkenalkan kepada anak siapa Allah-nya dan seluruh ketetapan-ketetapan-Nya secara konsisten dan berulang-ulang, sehingga generasi Z mampu membedakan nilai-nilai yang patut mereka adopsi atau tinggalkan. Hal ini membuktikan bahwa mereka masih memelihara pola didikan Israel kuno yang mengutamakan hubungan dengan Tuhan serta menjaga kekudusan dihadapan Tuhan-Nya sebagai bangsa pilihan.Kata Kunci: Gen Z; Israel Kuno; Pendidikan 
Peran Dosen dalam Mengembangkan Metode Mengajar untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Mahasiswa di Sekolah Tinggi Teologi Ochotan, Yolanda Nandasari; Kumowal, M.Th., Royke Lantupa
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education Vol 4, No 1: Maret 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/rdj.v4i1.454

Abstract

Many teaching methods are applied in the world of education with the hope that these methods can provide maximum results that affect students' learning motivation. However, in reality, some teaching methods are less favored by students. Many students tend to get bored with monotonous teaching and learning styles. This is also one of the challenges in the world of education in Indonesia, which is the ineffectiveness of the learning process. Lecturers often use monotonous and unvaried methods, resulting in a lack of motivation for students to develop their thinking skills. Seeing the imbalance between lecturers' teaching methods and students' motivation in learning, it is necessary to make changes in terms of teaching methods or student motivation. What is the role of lecturers in developing their teaching methods to improve students' learning motivation? The result of this study is that lecturers play an important role in developing teaching methods to improve students' learning motivation, such as the role of a coach, counselor, leader, facilitator, manager, motivator, administrator, modernizer, scientist, and builder.Keywords: Teaching Methods, Learning Motivation, Education, Theological CollegeAbstrakBanyak metode-metode mengajar yang diterapkan dalam dunia pendidikan dengan harapan metode tersebut dapat memberikan hasil yang maksimal di mana berpengaruh terhadap motivasi belajar mahasiswa. Tetapi pada kenyataannya, sekarang ini sebagian dari metode mengajar dosen kurang diminati kalangan mahasiswa. Banyak mahasiswa cenderung bosan dengan gaya mengajar dan belajar yang monoton. Hal ini juga menjadi salah satu tantangan dalam dunia pendidikan di Indonesia yaitu kurang efektifnya proses pembelajaran. Dosen sering kali menggunakan metode yang monoton dan tidak bervariasi, sehingga menyebabkan kurangnya motivasi pada peserta didik dalam mengembangkan kemampuan berpikir Melihat ada ketidakseimbangan antara metode pengajaran dosen dan motivasi dalam mengajar dari mahasiswa itu sendiri maka diperlukan suatu perubahan ditinjau dari metode ataupun motivasi mahasiswa tersebut tentang bagaimanakah peran dosen dalam mengembangankan metode mengajarnya? Dan bagaimanakah peran dosen dalam meningkatkan motivasi belajar mahasiswanya? Hasil dari penelitian ini adalah dosen berperan penting dalam mengembangkan metode mengajar untuk meningkatkan motivasi belajar mahasiswa, yaitu Peran sebagai pelatih,, konselor, pemimpin, fasilitator, manajer, motivator, administrator, modernisator, ilmuwan, dan sebagai pembangun.Kata Kunci: Metode Mengajar, Motivasi Belajar, Pendidikan, Sekolah Tinggi Teologi
Melindungi Anak di Era Digital: Peran Orang Tua Kristen dalam Mengelola Penggunaan Gadget dengan Bijak Hia, Elvi Putri Jelita; Sono, Marhendra Betzy Erlian; Gaol, Mery Cristina Lumban; Hombing, Evraim Anggreini Br; Hutabarat, Rahel Triastuti; Zega, Yunardi Kristian
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education Vol 4, No 1: Maret 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/rdj.v4i1.521

Abstract

The development of technology has both positive and negative impacts on humanity. One prominent technological advancement is the existence of gadgets, serving as efficient communication media. The use of gadgets, especially by teenagers, often leads to negative impacts due to misuse. The role of parents is crucial in preventing the negative effects of gadgets on teenagers as they are the primary source of education for children. This research aims to elucidate the role of parents in preventing the negative effects of gadgets on teenagers, focusing on the teaching of Christian Religious Education (PAK) within the family. The research method employed is descriptive qualitative research with literature review. The findings of this research suggest that parents should accompany teenagers in gadget usage through several steps: firstly, paying attention to teenagers' activities while using gadgets; secondly, establishing agreements or designated schedules for gadget usage; thirdly, making agreements regarding the features or programs allowed during gadget play; fourthly, allocating time for children to share about their daily activities; and fifthly, avoiding excessive gadget usage when around children. Through the implementation of these steps, parents can effectively guide teenagers in using gadgets positively and create a healthy technological family environment.Keywords: Digital Era; Gadget Generation; Christian Education; The Role Of ParentsAbtrakPerkembangan teknologi memberikan dampak positif dan negatif pada manusia. Salah satu kemajuan teknologi yang mencolok adalah keberadaan gadget, sebagai media komunikasi yang efisien. Penggunaan gadget, terutama oleh remaja, sering menimbulkan dampak negatif akibat penyalahgunaan. Peran orang tua menjadi krusial dalam mencegah dampak negatif gadget terhadap remaja sebagai sumber pendidikan pertama bagi anak-anak. Penelitian ini bertujuan mengungkapkan peran orang tua dalam pencegahan efek negatif gadget pada remaja, dengan fokus pada pengajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam keluarga. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan kepustakaan. Hasil dari penelitian ini adalah orang tua harus dapat mendampingi remaja dalam penggunaan gadget dengan beberapa langkah, yaitu: pertama, memperhatikan aktivitas remaja saat menggunakan gadget; kedua, menetapkan kesepakatan atau jadwal waktu yang ditentukan untuk penggunaan gadget; ketiga, membuat kesepakatan mengenai fitur atau program yang diperbolehkan digunakan saat bermain gadget; keempat, memberikan waktu bagi anak untuk bercerita tentang aktivitas harian mereka; dan kelima, menghindari penggunaan gadget secara berlebihan ketika berada di dekat anak. Melalui implementasi langkah-langkah tersebut, orang tua dapat memainkan peran yang efektif dalam membimbing remaja menggunakan gadget secara positif dan menciptakan lingkungan keluarga yang sehat secara teknologi.Kata Kunci: era digital; generasi gadget; pendidikan agama kristen; peran orang tua
Kepercayaan Musa Dari Perspektif Filsafat Armada Riyanto Witarso, Hokgiarto; Riyanto, FX. Eko Armada; Adon, Mathias Jebaru
REAL DIDACHE: Journal of Christian Education Vol 4, No 1: Maret 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/rdj.v4i1.506

Abstract

Belief is the result of a deep and complex relationship that cannot be summed up in simple words because it involves a spiritual journey. One example is faith, a personal relationship between humans and God. In the context of the Old Testament, the prophets, including Moses, were sent by God to guide His people. Despite numerous studies on Moses, research on his belief in God seems to have not fully delved into Moses' spiritual journey. Therefore, this study aims to explore the attitudes of the prophets' belief in God and the influence of Moses' belief on his fulfillment of duties. The research method employs literature review with a qualitative approach. The findings indicate that the presence of prophets in the Old Testament confirms God's involvement in human life and serves as an example for humans to strengthen their spiritual relationship with God. Moses, despite all his struggles, remained steadfast in his belief in God, even though he was not permitted to enter the promised land. This reflects a deep-seated faithfulness and loyalty, even in the face of trials and failures. Keywords: Bible; Covenant; Faith; RelationshipAbstrak Kepercayaan merupakan hasil dari hubungan yang dalam dan kompleks, tidak dapat disimpulkan dengan kata-kata sederhana karena melibatkan perjalanan spiritual. Salah satu contohnya adalah iman, hubungan pribadi antara manusia dan Tuhan. Dalam konteks Perjanjian Lama, para nabi, termasuk Nabi Musa, diutus oleh Tuhan untuk membimbing umat-Nya. Meskipun banyak kajian tentang Nabi Musa, penelitian tentang kepercayaannya kepada Tuhan tampaknya masih belum menyentuh sosok Musa dalam perjalanan spritualnya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi sikap kepercayaan para nabi kepada Tuhan dan pengaruh kepercayaan Nabi Musa terhadap pelaksanaan tugasnya. Metode penelitian menggunakan studi literatur dengan pendekatan kualitatif. Hasilnya menunjukkan bahwa keberadaan para nabi dalam Perjanjian Lama menegaskan keterlibatan Tuhan dalam kehidupan manusia dan menjadi contoh bagi manusia untuk memperkuat hubungan spiritual dengan Tuhan. Nabi Musa, dengan segala perjuangannya, tetap kokoh dalam kepercayaannya kepada Tuhan, meskipun tidak diizinkan memasuki tanah yang dijanjikan. Ini mencerminkan keteguhan iman dan kesetiaan yang dalam, bahkan dalam menghadapi cobaan dan kegagalan.Kata Kunci: Alkitab; Iman; Perjanjian; Relasi

Page 1 of 1 | Total Record : 5