Jurnalku
Jurnalku merupakan media penyebarluasan hasil penelitian di keuangan umum, termasuk, namun tidak terbatas pada topik ekonomi, bisnis, keuangan, manajemen, akuntansi, kebijakan publik, dan keuangan umum lainnya. Jurnalku terbit empat kali dalam setahun.
Articles
173 Documents
Rancangan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (ISO 37001:2016) Berbasis Manajemen Risiko
Hermawan Hermawan;
Aries Heru Prasetyo
Jurnalku Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : PT Wim Solusi Prima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (265.428 KB)
|
DOI: 10.54957/jurnalku.v2i1.120
Micro Madani Institute (MMI) is an affiliated company of PT. Permodalan Nasional Madani (Persero) which was formed to build and develop an education and training center in the field of microfinance in order to obtain reliable, professional and integrity human resources as well as to provide procurement, management, and development of quality human resources in the microfinance sector to support human resource needs of PT Permodalan Nasional Madani (Persero) as the parent company. The purpose of this paper is to find out the risk profile that has been identified in building the Anti-Bribery Management System (SMAP) ISO 37001:2016, to find out what SMAP strategic design instruments have not been implemented, and how the SMAP process is based on risk management at PT. MMI during 2021. PT. MMI has adopted SMAP ISO 37001:2016 in April 2021 to increase consumer confidence and make employees more integrity in their work, as a company standard in the procurement of goods and services as well as good corporate governance standards. So far, PT. MMI has not found any bribery cases, but so far the company has not had a strategic plan to strengthen the implementation of the risk management-based SMAP (ISO 37001:2016). Implementation of risk management-based SMAP is considered necessary because the implementation of SMAP alone cannot fully guarantee that an organization is free from acts of bribery. Micro Madani Institute (MMI) merupakan perusahaan afiliasi PT. Permodalan Nasional Madani (Persero) yang dibentuk untuk membangun dan mengembangkan pusat pendidikan dan pelatihan di bidang microfinance guna mendapatkan sumber daya manusia yang handal, profesional dan berintegritas serta menyediakan jasa layanan pengadaan, pengelolaan, dan pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas di bidang microfinance guna mendukung kebutuhan sumber daya manusia PT. Permodalan Nasional Madani (Persero) sebagai perusahaan induknya. Tujuan tulisan ini adalah mengetahui profil risiko yang berhasil diidentifikasi dalam membangun Sistem Manajemen Anti Suap (SMAP) ISO 37001:2016, mengetahui apa saja instrumen rancangan strategis SMAP yang belum diimplementasikan, dan bagaimana proses SMAP berbasis manajemen risiko di PT. MMI selama tahun 2021. PT. MMI. telah mengadopsi SMAP ISO 37001:2016 pada April 2021 untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan menjadikan karyawan semakin berintegritas dalam setiap pekerjaannya, sebagai standar perusahaan dalam pengadaaan barang dan jasa serta standar tata kelola perusahaan (good corporate governance). Sejauh ini, PT. MMI belum menemukan kasus penyuapan, namun sejauh itu pula perusahaan belum memiliki rancangan strategis untuk memperkuat implementasi SMAP (ISO 37001:2016) berbasis manajemen risiko yang baru diadposinya. Pelaksanaan SMAP berbasis manajemen risiko dianggap perlu karena penerapan SMAP saja tidak dapat sepenuhnya menjamin suatu organisasi terbebas dari tindak penyuapan.
Riset Kuantitatif Dan Kualitatif Penghindaran Pajak: Metode Apa Yang Tepat Untuk Indonesia
Ferry Irawan
Jurnalku Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : PT Wim Solusi Prima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (251.955 KB)
|
DOI: 10.54957/jurnalku.v2i1.128
Research on tax avoidance has been widely carried out in the last few decades, including in Indonesia. Quantitative research based on secondary data is quite a lot done to determine the determinants of tax avoidance. Meanwhile, only few qualitative research has been done, and generally looks at the possibility of tax avoidance based on the weaknesses that exist in the tax provisions. This study aims to see the right research to be applied in Indonesia. By using a qualitative method with a literature study approach, the author obtains several important findings. First, each research method has advantages and disadvantages. Second, the availability of data for quantitative research with secondary data is very limited. Finally, quantitative and qualitative research are complementary to be applied, especially by the tax authorities. Riset penghindaran pajak telah banyak dilakukan dalam beberapa dekade terakhir termasuk di Indonesia. Penelitian kuantitatif berbasis data sekunder cukup banyak dilakukan untuk mengetahui determinan penghindaran pajak. Sementara itu, penelitian kualitatif tidak terlalu banyak dilakukan, dan pada umumnya melihat kemungkinan penghindaran pajak berdasarkan kelemahan yang ada pada ketentuan perpajakan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat riset yang tepat untuk diaplikasikan di Indonesia. Dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur, penulis mendapatkan beberapa temuan penting. Pertama, setiap metode riset memiliki kelebihan dan kelemahan. Kedua, ketersediaan data untuk riset kuantatitif dengan data sekunder sangat terbatas. Terakhir, riset-riset kuantitatif dan kualitatif bersifat komplementer untuk dapat diaplikasikan khususnya oleh otoritas pajak.
Analisis Pengaruh Good Corporate Governance, Intellectual Capital, Dan Arus Kas Operasi Terhadap Financial Distress
Samses Mondayri;
Rd. Tatan Jaka Tresnajaya
Jurnalku Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : PT Wim Solusi Prima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (578.322 KB)
|
DOI: 10.54957/jurnalku.v2i1.132
Bankruptcy is a phenomenon that will adversely affect the continuity of a company. Before filing for bankruptcy, a company usually will enter a phase called financial distress, which is an early warning and signal of a company before it goes bankrupt. This research aims to examine the effect of Good Corporate Governance and managerial skills on managing the company that includes the management of Intellectual capital and operating cash flow, on financial distress which is measured by modified Altman Z-Score. This research is quantitative research using panel data. The analysis on this study was conducted on 31 companies listed in Indonesia Stock Exchange under infrastructure sector during the period of 2016-2019 and chosen using purposive sampling method which ended up with 124 observations. This research finds that Good Corporate Governance that was measured by institutional ownership, independent commissioner, and Gender diversity and Intellectual capital that was measured by VAIC do not affect financial distress. Meanwhile, operating cash flow negatively affects financial distress. Kebangkrutan merupakan fenomena yang berpotensi memengaruhi kelangsungan sebuah perusahaan. Sebelum sebuah perusahaan memasuki kebangkrutan, perusahaan akan terlebih dahulu memasuki fase financial distress yang merupakan gejala awal dan sinyal dari perusahaan yang akan mengalami kebangkrutan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Good Corporate Governance dan kemampuan manajemen dalam mengelola perusahaan yang meliputi pengelolaan atas Intellectual capital dan arus kas operasi, terhadap financial distress yang diukur dengan Altman Z-score modifikasian. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data panel. Analisis dalam penelitian ini dilakukan terhadap 31 perusahaan sektor infrastruktur yang terdaftar di BEI pada tahun 2016-2019 dan dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling sehingga diperoleh 124 observasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa GCG yang diproksikan dengan kepemilikan institusi, komisaris independen, dan Gender diversity serta Intellectual capital yang diproksikan dengan VAIC tidak berpengaruh signifikan terhadap financial distress. Di sisi lain, arus kas operasi memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap financial distress.
Paradigma Cashless Society Dan E-Commerce Di Indonesia, Keberhasilan Pemulihan Ekonomi Atau Euforia?
Risky Ainur Hardianti;
Intan Permatasari;
Ratih Nur Wahyuni
Jurnalku Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : PT Wim Solusi Prima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (301.049 KB)
|
DOI: 10.54957/jurnalku.v2i1.134
The increasing value of e-commerce transactions in Indonesia has an important role in economic recovery during Covid-19 pandemic and shows that Indonesia has a very large base of consumers. This study aims to discuss cashless payments and highlight the importance of the huge e-commerce base in Indonesia that can significantly encourage the development of cashless society. The research method used in this paper is a qualitative approach with scoping review. The results show that although the growth of e-commerce transactions is increasing, most consumers still use cash on delivery payments. In addition, the development towards a cashless society has also triggered consumptive behavior in the community, such as impulsive buying and unplanned buying. The conclusion of this paper is that the use of e-payments in e-commerce in Indonesia turns out to be partly motivated by the mere needs of pleasure and euphoria of the digital economy. Although the development of e-commerce can lead to consumerism, if used properly this can support the cashless society movement in Indonesia. Peningkatan nilai transaksi e-commerce di Indonesia berperan penting dalam pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19 dan menunjukkan bahwa Indonesia memiliki basis konsumen yang sangat besar. Penelitian ini bertujuan untuk membahas fenomena penggunaan cashless payment oleh masyarakat Indonesia dan menyoroti apakah basis e-commerce di Indonesia secara signifikan dapat mendorong perkembangan cashless society. Penelitian dilakukan secara kualitatif dengan scoping review. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar konsumen masih memilih menggunakan metode pembayaran cash on delivery (COD) meskipun pertumbuhan transaksi e-commerce meningkat. Selain itu, perkembangan menuju cashless society juga memicu terjadinya perilaku konsumtif di masyarakat seperti impulsive buying dan unplanned buying. Simpulan dari penulisan ini adalah penggunaan e-payment pada transaksi e-commerce di Indonesia ternyata sebagian memiliki motivasi pencapaian kesenangan dan euforia ekonomi digital semata. Meskipun perkembangan e-commerce dapat menimbulkan budaya konsumerisme, tetapi jika hal ini dimanfaatkan dengan tepat maka dapat mendukung perwujudan cashless society di Indonesia.
Dewan Direksi, Cash Holding, Nilai Perusahaan: Peran Moderasi Dari Leverage
Richard Emanuel;
Jenifer Antonius;
Reinardus Prasetyo Apriyanto;
Amrie Firmansyah;
Estralita Trisnawati
Jurnalku Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : PT Wim Solusi Prima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (356.745 KB)
|
DOI: 10.54957/jurnalku.v2i1.143
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bukti empiris pengaruh cash holding dan ukuran dewan direksi terhadap nilai perusahaan. Selain itu, penelitian ini juga memasukkan leverage dalam hubungan tersebut. Penelitian ini menggunakan data perusahaan sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2015 sampai dengan 2020. Data penelitian diperoleh dari www.idx.co.id, www.financial.yahoo.com, dan website resmi perusahaan. Berdasarkan purposive sampling, sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 108 observasi. Pengujian data penelitian dilakukan menggunakan analisis regresi berganda dengan data panel. Hasil penelitian membuktikan bahwa cash holding berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, sedangkan ukuran dewan direksi berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan. Selanjutnya, leverage memperlemah pengaruh positif cash holding terhadap nilai perusahaan dan memperkuat pengaruh negatif ukuran dewan direksi terhadap nilai perusahaan. Penelitian ini mengindikasikan bahwa Otoritas Jasa Keuangan perlu mengatur kembali penerapan tata kelola perusahaan khususnya terkait dengan persyaratan dewan direksi dan kepemilikan utang pada perusahaan terbuka di Indonesia.
Penerapan PSAK 2 Pada Perusahaan Subsektor Advertising, Printing, And Media Yang Terdaftar Di BEI Tahun 2019
Sundayo Hadiprasetya;
Agung Dinarjito
Jurnalku Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : PT Wim Solusi Prima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (273.503 KB)
|
DOI: 10.54957/jurnalku.v2i1.148
The Statement of cash flow is a company's financial statement that describes the cash inflows and outflows for an accounting year. Statement of cash flows are very important for stakeholders in making decisions. Therefore, the statement of cash flows must be presented and disclosed in accordance with PSAK 2. This study is a descriptive qualitative study with a content analysis approach. The samples used in this study were 5 companies included in the advertising, printing, and media sub-sector, namely PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), PT Link Net Tbk (LINK), PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV). The results of the research on the 2019 cash flow report found that the company had presented a cash flow statement in accordance with PSAK 2, but the company had not fully disclosed in accordance with PSAK 2. Laporan arus kas merupakan laporan keuangan perusahaan yang menggambarkan arus kas masuk dan arus kas keluar selama satu tahun akuntansi. Laporan arus kas sangat penting bagi stakeholders dalam mengambil keputusan. Oleh karena itu, laporan arus kas harus disajikan dan diungkapkan sesuai PSAK 2. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan content analysis. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 5 perusahaan yang termasuk dalam subsektor advertising, printing, and media, yaitu PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), PT Link Net Tbk (LINK), PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV). Hasil penelitian terhadap laporan arus kas tahun 2019 didapatkan bahwa perusahan telah menyajikan laporan arus kas sesuai dengan PSAK 2, namun perusahaan belum sepenuhnya melakukan pengungkapan sesuai dengan PSAK 2.
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Earning Response Coefficient Pada Perusahaan Sektor Keuangan Yang Terdaftar Pada BEI Sebelum Dan Selama Pandemik Covid-19
Ikhsan Hadi Santoso;
Triasputra Daniswara;
Aries Heru Prasetyo
Jurnalku Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : PT Wim Solusi Prima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (451.622 KB)
|
DOI: 10.54957/jurnalku.v2i2.152
This study analyzes the effect of leverage, systematic risk (Beta), company size, company growth, and profitability, on the Earning Response Coefficient (ERC). ERC is an indicator of the quality of financial statements which is calculated based on the market response to accounting profit. This research was conducted on financial sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange in the period before Covid-19 and during the Covid-19 period. For the period before Covid-19 the research was carried out in the third quarter of 2018 to the fourth quarter of 2020 while the research during the Covid-19 period was carried out in the first quarter of 2020 to the second quarter of 2021. Samples were taken using purposive sampling that met the selection criteria. The results showed that the ROA variable had a significant effect on ERC in the period before Covid-19, but none of the variables had a significant impact during Covid-19. Penelitian ini menganalisis pengaruh leverage, risiko sistematik (Beta), ukuran perusahaan, pertumbuhan perusahaan, dan profitabilitas, pada Earning Response Coefficient (ERC). ERC merupakan salah satu indikator kualitas laporan keuangan yang dihitung berdasarkan respon pasar terhadap laba akuntansi. Penelitian ini dilakukan pada perusahaan sektor keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode sebelum Covid-19 dan selama periode Covid-19. Untuk periode sebelum Covid-19 penelitian dilakukan pada kuartal ketiga tahun 2018 sampai dengan kuartal keempat 2020 sedangkan penelitian selama periode Covid-19 dilakukan pada kuartal pertama tahun 2020 sampai dengan kuartal kedua tahun 2021. Sampel diambil dengan menggunakan purposive sampling yang memenuhi kriteria pemilihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel ROA berpengaruh signifikan terhadap ERC pada periode sebelum Covid-19 namun tidak ada satu variabel pun yang berdampak signifikan pada periode selama Covid-19.
Analisis Penerapan PSAK 73 Pada PT XYZ
Garyn Arianova Sugiarto;
Agung Dinarjito
Jurnalku Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : PT Wim Solusi Prima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (422.509 KB)
|
DOI: 10.54957/jurnalku.v2i2.153
Lease accounting is an interesting topic to research. This is because the change from PSAK 30 to PSAK 73 has a significant impact on the preparation of financial statements. This research is descriptive qualitative research which is analyzed using a content analysis approach. This study aims to determine whether PT. XZY has fully implemented PSAK 73 which includes its recognition, measurement, presentation, and disclosure. The results of the study indicate that PT. XYZ has fully complied with PSAK 73 on the recognition, measurement, and presentation of lease transactions. However, for disclosure, the company has not provided complete information in accordance with PSAK 73. Akuntansi sewa menjadi salah satu topik yang menarik untuk diteliti. Hal ini dikarenakan perubahan PSAK 30 menjadi PSAK 73 memberikan dampak yang signifikan dalam penyusunan laporan keuangan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang dianalisis menggunakan pendekatan analisis isi (content analysis). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah PT. XZY telah menerapkan PSAK 73 sepenuhnya yang meliputi pengakuan, pengukuran, penyajian dan pengungkapannya. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa PT. XYZ telah mengikuti PSAK 73 sepenuhnya pada pengakuan, pengukuran, dan penyajian transaksi sewa. Namun, untuk pengungkapan, perusahaan belum memberikan informasi yang lengkap sesuai dengan PSAK 73.
Dampak Pandemi Terhadap Pelaporan Realisasi Anggaran Pada Sekretariat Utama Kementerian Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif
Trisha Aisyah Kusumajati;
Puji Wibowo
Jurnalku Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : PT Wim Solusi Prima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (194.537 KB)
|
DOI: 10.54957/jurnalku.v2i1.157
The main secretariat of the Ministry of Tourism and Creative Economy as part of the government of the republic of Indonesia must be able to apply all applicable government standards or regulations. Since the beginning of 2020, the pandemic of Covid-19 has hit and forced the central government to issue policies related to budget treatment and expenditure realization for all ministries and institutions in Indonesia. Responding to the policy, the main secretariat of the Ministry of Tourism and Creative Economy began the best possible adjustments. In this study, the authors conducted interviews as primary data and examined the unaudited financial statements belonging to the main secretariat of the Ministry of Tourism and Creative Economy in 2020 as secondary data. With these two data, it can be seen what and how adjustments have been made during a period of 1 year. The main secretariat of the Ministry of Tourism and Creative Economy seems to have implemented the policy very well, all aspects that have become the author's assessment have been properly implemented by the main secretariat of the Ministry of Tourism and Creative Economy, including one of the important points, namely the refocusing of activities and budget reallocation, which also looks very significant and on target. Sekretariat Utama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagai bagian dari Pemerintah Republik Indonesia harus mampu menerapkan semua standar atau peraturan pemerintah yang berlaku. Sejak awal tahun 2020, pandemi Covid-19 melanda dan memaksa pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan terkait penanganan anggaran dan realisasi belanja untuk seluruh kementerian dan lembaga di Indonesia. Menyikapi kebijakan tersebut, Sekretariat Utama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mulai melakukan penyesuaian sebaik mungkin. Dalam penelitian ini, penulis melakukan wawancara sebagai data primer dan meneliti laporan keuangan unaudited milik sekretariat utama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tahun 2020 sebagai data sekunder. Dengan kedua data tersebut dapat diketahui apa dan bagaimana penyesuaian yang telah dilakukan selama kurun waktu 1 tahun. Sekretariat utama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tampaknya telah menerapkan kebijakan dengan sangat baik, semua aspek yang menjadi penilaian penulis telah dilaksanakan dengan baik oleh sekretariat utama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, termasuk salah satu yang penting. poin yaitu refocusing kegiatan dan realokasi anggaran yang juga terlihat sangat signifikan dan tepat sasaran.
Reaksi Pasar Dan Kinerja Keuangan Atas Aksi Korporasi Berupa Konsolidasi Perusahaan Perbankan Syariah Di Indonesia
Reza Ardian Putra Dewantara;
Amrie Firmansyah
Jurnalku Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : PT Wim Solusi Prima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (245.891 KB)
|
DOI: 10.54957/jurnalku.v2i1.160
The announcement of corporate action is information that can impact the market and the performance of a company. Consolidation by several companies to merge into one new company can be used as a signal for investors as an event that affects investors in making investment decisions in the capital market. This study aims to review market reactions and financial performance on corporate actions in the consolidation of Islamic banking companies in Indonesia. The method used in this study is quantitative with a descriptive statistical approach. The data used in this study is data on the financial statements of 3 Islamic banks before consolidation (fourth quarter of 2020) and after consolidation (2021). This study's market reaction measures are abnormal returns and sales volume activity, while financial performance is measured by ratio analysis. The period in measuring market reaction is 11 days, 5 days before the event, 1 day during the event and 5 days after the event. The results show significant differences in abnormal returns and sales volume activities. In addition, this study also finds an increase in the company's financial performance after consolidation. Pengumuman aksi korporasi merupakan sebuah informasi yang dapat berdampak pada pasar dan kinerja sebuah perusahaan. Konsolidasi yang dilakukan beberapa perusahaan untuk bergabung menjadi satu perusahaan baru dapat digunakan sebagai sinyal bagi investor sebagai sebuah peristiwa yang mempengaruhi investor dalam pengambilan keputusan investasi di pasar modal. Penelitian ini bertujuan untuk mengulas reaksi pasar dan kinerja keuangan atas aksi korporasi berupa konsolidasi perusahaan perbankan syariah di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan statistik deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data laporan keuangan 3 bank syariah sebelum dilakukan konsolidasi (kuartal IV 2020) dan setelah konsolidasi (2021). Ukuran reaksi pasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah adalah pengembalian abnormal dan aktivitas volume penjualan, sedangkan kinerja keuangan diukur dengan analisis rasio. Periode dalam mengukur reaksi pasar adalah 11 hari dimana 5 hari sebelum kejadian, 1 hari saat kejadian dan 5 hari setelah kejadian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan pada tingkat pengembalian abnormal dan aktivitas volume penjualan. Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa terjadi peningkatan kinerja keuangan perusahaan setelah dilakukan konsolidasi.