cover
Contact Name
Suparna Wijaya
Contact Email
sprnwijaya@gmail.com
Phone
+6287780663168
Journal Mail Official
jurnalku.org@gmail.com
Editorial Address
Plaza Cordoba G/03, Serpong, Tangsel
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnalku
Published by PT WIM Solusi Prima
ISSN : -     EISSN : 28089030     DOI : https://doi.org/10.54957/jurnalku.v2i4.300
Core Subject : Economy,
Jurnalku merupakan media penyebarluasan hasil penelitian di keuangan umum, termasuk, namun tidak terbatas pada topik ekonomi, bisnis, keuangan, manajemen, akuntansi, kebijakan publik, dan keuangan umum lainnya. Jurnalku terbit empat kali dalam setahun.
Articles 173 Documents
PENGELOLAAN ANGGARAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI KPPBC TMP A MARUNDA DALAM PERSPEKTIF AKUNTANSI Muhammad Aripradana Wibawa; Puji Wibowo
Jurnalku Vol 1 No 2 (2021): Juni 2021
Publisher : PT Wim Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.829 KB) | DOI: 10.54957/jurnalku.v1i2.29

Abstract

The Covid-19 pandemic has caused dynamics in the budget absorption process, sothat budget revisions are very crucial in determining the absorption rate and work unit operations. This study aims to measure the accuracy of KPPBC TMP A Marunda in preparing the budget and knowing the policies taken in the face of the Covid-19 pandemic. The analytical method used is a qualitative analysis by processing data through interviews, observations, and literature studies. Based on the results of data processing, the budget revision in the 2020 fiscal year was carried out with several themes, including budget revisions in terms of changing budget ceilings, revisions to budget shifts in terms of fixed budget ceilings, and administrative revisions by making budget savings during the Covid-19 pandemic, adding a special account for handling Covid-19 and revision of the minus ceiling. Budget revisions are carried out by paying attention to budget performance against realization and the amount of the budget ceiling. Budget revisions in the context of budget savings to deal with the Covid-19 pandemic are carried out by reducing budgets sourced from accounts that are considered not become a priority. The presentation of the special account for handling Covid-19 in the financial statements does not have a special segment, it is presented as goods expenditure in the budget realization report and presented as goods and services expense in the operational report.   Pandemi Covid-19 menyebabkan terjadinya dinamika dalam proses penyerapan anggaran, sehingga revisi anggaran menjadi hal yang sangat krusial dalam menentukan tingkat penyerapan dan operasional satuan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur ketepatan KPPBC TMP A Marunda dalam melakukan penyusunan anggaran dan mengetahui kebijakan yang diambil dalam menghadapi pandemi Covid-19. Metode analisis yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan melakukan pengolahan data melalui hasil wawancara, observasi dan studi literatur. Berdasarkan hasil pengolahan data, revisi anggaran pada tahun anggaran 2020 dilakukan dengan beberapa tema, diantaranya revisi anggaran dalam hal pagu anggaran berubah, revisi pergeseran anggaran dalam hal pagu anggaran tetap, dan revisi administrasi dengan melakukan penghematan anggaran selama masa pandemi Covid-19, melakukan penambahan akun khusus penanganan Covid-19 dan revisi pagu minus. Revisi anggaran dilakukan dengan memperhatikan kinerja anggaran terhadap realisasi dan jumlah pagu anggaran, Revisi anggaran dalam rangka penghematan anggaran untuk menghadapi pandemi Covid-19 dilakukan dengan melakukan pengurangan anggaran yang bersumber dari akun yang dianggap tidak prioritas. Penyajian terhadap akun khusus penanganan Covid-19 di laporan keuangan tidak memiliki segmen khusus, disajikan sebagai belanja barang pada laporan realisasi anggaran dan disajikan sebagai beban barang dan jasa pada laporan operasional
Pengaruh Desentralisasi Fiskal dalam Pengentasan Kemiskinan dengan Pertumbuhan Ekonomi sebagai Variabel Mediasi di Provinsi Papua Shellenia Vitara Agatha; Beta Andri Anggiano Uliansyah
Jurnalku Vol 1 No 3 (2021): September 2021
Publisher : PT Wim Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.21 KB) | DOI: 10.54957/jurnalku.v1i3.30

Abstract

Penanggulangan kemiskinan merupakan salah satu sasaran dalam pemerataan pembangunan dan keadilan. Provinsi Papua merupakan provinsi dengan tingkat kemiskinan sangat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh desentralisasi fiskal (PAD, DAU, DAK, Dana Otonomi Khusus, dan belanja modal) terhadap kemiskinan dan peran pertumbuhan ekonomi dalam memediasi pengaruh tersebut. Penelitian ini dilakukan pada kabupaten/kota di Provinsi Papua selama 5 tahun yaitu 2015-2019 untuk tingkat kemiskinan dan 2014-2018 untuk variabel lainnya. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan analisis regresi fixed effect dan analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua variabel independen berpengaruh secara simultan terhadap variabel dependen. Secara parsial, DAU dan DAK berpengaruh positif signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi; Dana Otonomi Khusus berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi; PAD dan belanja modal berpengaruh negatif signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi; DAU, DAK, dan pertumbuhan ekonomi berpengaruh negatif signifikan terhadap kemiskinan; Dana Otonomi Khusus dan belanja modal berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kemiskinan; PAD berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kemiskinan. Selain itu, hasil pengaruh tidak langsung menunjukkan bahwa DAU dan DAK berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan melalui pertumbuhan ekonomi sebagai variabel mediasi, sedangkan Dana Otonomi Khusus berpengaruh negatif dan tidak signifikan, PAD berpengaruh positif dan tidak signifikan, belanja modal berpengaruh positif dan signifikan. Kata kunci: desentralisasi fiskal, kemiskinan, pertumbuhan ekonomi.
Pengungkapan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Dan Indeks Persepsi Korupsi : A Preliminary Study Virginasari Wini Elkagiani; Puji Wibowo
Jurnalku Vol 1 No 3 (2021): September 2021
Publisher : PT Wim Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.253 KB) | DOI: 10.54957/jurnalku.v1i3.31

Abstract

The regional authority to manage its own finances often results in acts of abuse of authority that lead to corruption. There is a possibility caused by the quality of local government financial statements disclosures is not yet good. This study aims to examine the relationship between the local government financial statements disclosure level with the corruption perception index. The research population used in this study were cities that were surveyed for corruption perceptions in 2015 and 2017, which are: Medan; Padang; Pekanbaru; Bandung; Semarang; Surabaya; Pontianak; Banjarmasin; Balikpapan; Manado; and Makassar. The results of this study show that regions with a low corruption index tend to have high levels of disclosure. This happens because the public is not always be able to monitor the behavior of government officials and there is a possibility that the financial statements are modified by some unscrupulous individuals to make it get unqualified opinion. Kewenangan daerah dalam mengelola keuangannya sendiri sering kali menimbulkan tindak penyalahgunaan kekuasaan yang berujung pada korupsi. Ada kemungkinan hal tersebut disebabkan karena kualitas pengungkapan laporan keuangan daerah yang belum baik. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti hubungan tingkat pengungkapan laporan keuangan pemerintah daerah dengan indeks persepsi korupsi. Populasi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kota-kota yang menjadi survei persepsi korupsi tahun 2015 dan 2017, yaitu: Medan; Padang; Pekanbaru; Bandung; Semarang; Surabaya; Pontianak; Banjarmasin; Balikpapan; Manado; dan Makassar. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa daerah yang memiliki Indeks Persepsi Korupsi rendah cenderung memiliki tingkat pengungkapan tinggi. Hal ini terjadi karena masyarakat tidak selalu bisa mengawasi perilaku pejabat pemerintah dan ada kemungkinan laporan keuangan dimodifikasi oleh oknum agar mendapat opini wajar
Pengelolaan Piutang Murabahah Pada Periode Sebelum Dan Saat Pandemi Covid-19 : Studi Kasus Bank XYZ Maman Suhendra; Inkana Janan Afra
Jurnalku Vol 1 No 3 (2021): September 2021
Publisher : PT Wim Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.806 KB) | DOI: 10.54957/jurnalku.v1i3.32

Abstract

Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak pada beberapa sektor dalam perekonomian. Salah satu sektor perekonomian yang terdampak relatif dalam adalah sektor perbankan utamanya terkait dengan kemampuan nasabah/debitur dalam mengembalikan pinjaman kepada perbankan. Sehubungan dengan hal ini, otoritas terkait telah memberikan kebijakan untuk memitigasi dampak ini melalui pemberian restrukturisasi kredit. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengelolaan piutang murabahah sebelum pandemi, kebijakan restrukturisasi kredit saat pandemi dan pengaruh kebijakan restrukturisasi ketika pandemi tersebut pada pelaporan keuangan Bank XYZ. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara semi-struktur dan studi dokumen-dokumen terkait, didapati bahwa kebijakan restrukturisasi akibat Covid-19 ini berpengaruh terhadap penurunan rasio perputaran piutang dan ROA serta kenaikan umur rata-rata piutang dan rasio piutang non-performing.
Peran Komisaris Independen Di Indonesia : Multinationality, Tax Haven, Penghindaran Pajak Tania Alvianita Pramudya; Chyntia Lie; Amrie Firmansyah; Estralita Trisnawati
Jurnalku Vol 1 No 3 (2021): September 2021
Publisher : PT Wim Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.875 KB) | DOI: 10.54957/jurnalku.v1i3.40

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh multinationality dan tax haven terhadap penghindaran pajak. Selain itu, penelitian ini juga memasukkan komisaris independen sebagai pemoderasi daalam hubungan variabel independen dan dependen. Penelitian ini menggunakan data perusahaan sektor industri barang konsumsi tahun 2017 sampai dengan 2019 yang bersumber dari www.idx.co.id. Berdasarkan purposive sampling, sampel final penelitian ini berjumlah 64 observasi. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda untuk data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa multinationality berpengaruh positif terhadap tax avoidance, sedangkan tax haven berpengaruh negatif terhadap penghindaran pajak. Sementara itu, komite independen tidak berhasil memiliki peran dalam hubungan multinationality dan penghindaran pajak maupun hubungan tax haven terhadap penghindaran pajak. Penelitian ini mengindikasikan bahwa perlu adanya koordinasi antara Otoritas Perpajakan Indonesia dan Otoritas Pengawas Pasar Modal Indonesia terkait dengan penguatan peran komisaris independen dalam fungsi pengawasan kepada perusahaan emiten.
Determinants And Efficiency Level Of Capital Goods Imports In Indonesia : Exploring Using Gravity Models Sakti Prabowo
Jurnalku Vol 1 No 3 (2021): September 2021
Publisher : PT Wim Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.551 KB) | DOI: 10.54957/jurnalku.v1i3.45

Abstract

The study aims to investigate the significant factors and efficiency of capital goods imports in Indonesia. This study applies the stochastic frontier gravity approach (SFGA) to explore Indonesia's capital goods import values. The results suggest that there are positive impacts of some factors on the capital goods imports, including the GDP and population of the trading partners, distance, and regional cooperation such as the Free Trade Agreement (FTA). However, some factors, including the exchange rate and some global crises have significant negative impacts on the capital goods imports. The positive effects of FTA on capital goods imports may contribute to a reduction in the behind-the-border constraints. Furthermore, the trade efficiency resulting from the model may suggest that there is still a gap between potential and actual trade affected by the country-specific constraints, implying the requirement to investigate the appropriate reforms in Indonesia to reduce such constraints. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor signifikan dan tingkat efisiensi impor barang modal di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan stochastic frontier gravity (SFGA) untuk mengeksplorasi nilai impor barang modal Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan terdapat dampak positif dari beberapa faktor terhadap impor barang modal, antara lain PDB dan populasi mitra dagang, jarak, dan kerjasama regional seperti Free Trade Agreement (FTA). Namun, beberapa faktor, seperti nilai tukar dan beberapa krisis global berdampak negatif signifikan terhadap impor barang modal. Efek positif FTA pada impor barang modal dapat berkontribusi pada pengurangan hambatan di belakang perbatasan. Selain itu, efisiensi perdagangan yang dihasilkan dari model tersebut dapat menunjukkan bahwa masih ada kesenjangan antara perdagangan potensial dan aktual yang dipengaruhi oleh kendala khusus negara, yang menyiratkan kebutuhan untuk menyelidiki reformasi yang tepat di Indonesia untuk mengurangi kendala tersebut.
Bagaimana Dampak PT Citilink Indonesia Dalam Menerapkan PSAK 73 Tentang Sewa ? Intan Dara Permata; Arifah Fibri Andriani
Jurnalku Vol 1 No 3 (2021): September 2021
Publisher : PT Wim Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.918 KB) | DOI: 10.54957/jurnalku.v1i3.46

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengulas implementasi PSAK 73 tentang Sewa Pada PT Citilink Indonesia. Penelitian dilakukan pada periode bulan Februari-Mei 2021, di mana data yang tersedia adalah Laporan Keuangan Tahun 2019, sehingga data Tahun 2020 berasal dari simulai penelitian ini. Metode penelitian ini menggunakan analisis konten berdasarkan informasi data dan laporan keuangan PT Citilink Indonesia tahun 2019. Data penelitian bersumber dari website resmi perusahaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi PSAK 73 akan berdampak terhadap Laporan Posisi Keuangan perusahaan dengan meningkatnya pengakuan aset hak guna dan liabilitas sewa. Sementara itu, implementasai PSAK 73 tidak memiliki dampak yang signifikan pada laba bersih perusahaan. Beban operasional atas sewa mengalami penurunan, namun beban penyusutan dan beban keuangan mengalami kenaikan sebagai akibat dari pengakuan aset hak guna dan liabilitas jangka panjang. Penelitian ini mengindikasikan bahwa Ikatan Akuntan Indonesia perlu menjamin kemudahan dalam penerapan PSAK 73 yang berdampak kepada kebijakan akuntansi perusahaan.
Kesiapan Auditor Internal Dalam Menghadapi Era Digital: (Studi Kasus BUMN X) Tjahjo Winarto
Jurnalku Vol 1 No 4 (2021): Desember 2021
Publisher : PT Wim Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.991 KB) | DOI: 10.54957/jurnalku.v1i4.50

Abstract

Sudah banyak penelitian yang membahas mengenai belum siapnya auditor internal dalam menghadapi era digital. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman mengenai tantangan yang dihadapi unit satuan pengawasan intern (SPI) untuk menjalankan fungsi audit di era digital. Metode yang digunakan adalah kualitatif studi kasus dengan wawancara sebagai instrument untuk mengumpulkan data. Selain itu digunakan pula studi literatur sebagai triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kendala anggaran dan independensi menjadi tantangan pemenuhan. Terdapat dua solusi yang ditawarkan agar SPI siap melakukan tugas audit di era digital. Solusi jangka pendek dapat dilakukan dengan melakukan rotasi pegawai di bidang IT di bagian lain. Solusi jangka Panjang dengan melakukan pelatihan terhadap seluruh auditor dan penggunaan tenaga ahli untuk audit teknologi informasi yang rumit dan kompleks.
Paradigma Pengenalan Aplikasi Akuntansi Dalam Penyusunan Laporan Keuangan UMKM Lestari Kurniawati
Jurnalku Vol 1 No 4 (2021): Desember 2021
Publisher : PT Wim Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.436 KB) | DOI: 10.54957/jurnalku.v1i4.54

Abstract

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memberi kontribusi 60% dari Pendapatan Domestik Bruto Indonesia. Jumlah pelaku UMKM juga meliput 99,99% jumlah pelaku usaha di Indonesia. Data menunjukkan bahwa banyak pelaku usaha tidak melakukan penyusunan laporan keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran atas perilaku pelaku usaha UMKM terhadap penyusunan laporan keuangan serta respon yang muncul atas pengenalan aplikasi bantuan untuk menyusun laporan keuangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan interpretif fenomenologi. Hasi penelitian menunjukkan bahwa kedua obyek penelitian menunjukkan perilaku yang berbeda terhadap penyusunan laporan keuangan CV Vivo Karya Mandiri telah menyusun laporan keuangan karena terdapat kebutuhan demi kelaberangsungan usaha. Sedangkan Kupiku Cafe belum melakukan penyusunan laporan keuangan karena belum membutuhkan dan adanya keterbatasan sumberdaya. Namun demikian kedua obyek memberi respon yang sama atas pengenalan aplikasi bantuan untuk menyusun laporan keuangan. Pengenalan aplikasi bantuan penyusunan laporan keuangan juga berhasil mengikis persepsi bahwa sulit untuk melakukan penyusunan laporan keuangan karena kerumitan proses dan sulit untuk memahami makna, simbol dan angka dalam pencatatan akuntansi.
Penerapan PSAK 71 Pada Perusahaan Penjaminan Kredit: Telaah Teori Institusional Lestari Kurniawati
Jurnalku Vol 1 No 3 (2021): September 2021
Publisher : PT Wim Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.926 KB) | DOI: 10.54957/jurnalku.v1i3.55

Abstract

DSAK IAI menetapkan PSAK 71 efektif mulai berlaku sejak 1 Januari 2020. Namun demikian beberapa penelitian menunjukkan beberapa entitas bisnis belum menerapkan PSAK 71. Perbankan dan lembaga keuangan merupakan salah satu sektor yang paling terdampak atas penerapan PSAK 71. Perusahaan penjaminan kredit sebagai salah satu industri di sektor ini yang memiliki peran untuk memperluas akses kredit bagi UMKM. Namun demikian keterbatasan kapasitas dari perusahaan penjaminan kredit bisa menjadi penghambat penerapan PSAK 71. Penelitian ini menggunakan teori institusional untuk melakukan analisis factor yang berpengaruh terhadap keputusan penerapan PSAK 71. Hasil penelitian menunjukkan 15 perusahan yang belum menerapkan PSAK 71 terkendala oleh pengembangan model ecl untuk menentukan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai serta sistem infrastruktur. Dua komponen ini berperan sebagai artifak (material carrier) dalam kerangka teori institusional. Sementara itu keputusan yang diambil oleh 15 perusahaan untuk belum menerapkan PSAK 71 pada tahun 2020 merupakan sikap wait and see atas terbitnya aturan OJK. Keputusan ini bisa dikategorikan sebagai mimetic isomorphism. Di sisi lain, tiga perusahaan yang memutuskan untuk menerapkan PSAK 71 pada tahun 2020 dapat diidentifikasi sebagai sikap professional (normative isomorphism). Sementara sembilan perusahaan lain yang masih dalam tahap persiapan penerapan dapat dikategorikan sebagai perubahan yang bersifat coercive isomorphism. Dalam persiapan penerapan PSAK 71 ini peran komunitas telah hadir namun masih terbatas. Peran komunitas dalam menjembatani diskusi dan hubungan antar aktor pelaksana (relational system dalam material carriers) terkendala karena menunggu terbitnya aturan OJK.

Page 2 of 18 | Total Record : 173