cover
Contact Name
Zaenal Arifin
Contact Email
arifin1169@gmail.com
Phone
+6282214483006
Journal Mail Official
journalproficiency@gmail.com
Editorial Address
Blok Salasa RT 004/RW 005 Ds. Trajaya Kec. Palasah, Kab. Majalengka, Jawa Barat
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Progressive of Cognitive and Ability
Published by Edupedia Publisher
ISSN : -     EISSN : 29621631     DOI : 10.56855
Core Subject : Education,
This journal is a publication that contains research results, development of innovative and relevant research and related conceptual studies and/or developments in the field of Education. This journal has a focus and scope that includes: 1. Educational learning and services. 2. Evaluation of education in general, including educational processes and outcomes. 3. Utilization of information and communication technology in education. 4. Development and implementation of educational curricula. 5. Education policy and management.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "vol. 4 no. 4 (2025)" : 5 Documents clear
Kemampuan Berbahasa Siswa dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia Sahriani Sahriani; Nurindah Sari
Progressive of Cognitive and Ability Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jpr.v4i4.2483

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan berbahasa Indonesia siswa serta implikasinya terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 27 Takalar. Kajian mencakup keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis dalam konteks siswa yang sehari-hari lebih banyak menggunakan bahasa Makassar. Metode – Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui observasi pembelajaran, tugas berbahasa, wawancara dengan siswa dan guru, serta dokumentasi. Analisis dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan – Kemampuan siswa bervariasi pada keempat keterampilan. Menyimak dan membaca menunjukkan kemampuan yang relatif lebih baik, sedangkan berbicara dan menulis masih memerlukan penguatan. Dalam berbicara, siswa mengalami keterbatasan kosakata, keraguan, dan kesulitan menyusun tuturan akademik. Dalam menulis, kendala mencakup pengembangan gagasan, kalimat efektif, pemilihan kosakata, serta penggunaan ejaan dan tanda baca. Temuan menunjukkan bahwa kondisi tersebut berkaitan dengan perbedaan konteks penggunaan bahasa, bukan semata-mata penggunaan bahasa Makassar. Kebaruan – Penelitian ini memosisikan bahasa Makassar sebagai bagian dari repertoar linguistik dan sosial-budaya siswa, bukan sebagai hambatan dalam penguasaan bahasa Indonesia. Signifikansi – Pembelajaran Bahasa Indonesia perlu dirancang secara kontekstual, komunikatif, bertahap, dan responsif terhadap latar belakang kebahasaan siswa melalui kegiatan berbicara, membaca, dan menulis berbasis pengalaman serta budaya lokal.
Preliminary Study on the Implementation of the Predict–Observe–Explain Model Assisted by Smartphone Sensors to Improve Critical Thinking Skills on Sound Wave Material Achdan Hamdi; Muhammad Minan Chusni
Progressive of Cognitive and Ability Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jpr.v4i4.2468

Abstract

Purpose – This preliminary study aimed to identify the initial condition of students’ critical thinking skills in sound wave concepts and examine current learning practices as a basis for implementing the Predict–Observe–Explain (POE) model assisted by smartphone sensors. Method – A descriptive qualitative-quantitative approach was employed involving one physics teacher and 10 Grade XI science students at SMA Bina Negara 1 Baleendah. Data were collected through semi-structured teacher interviews, a 23-item student questionnaire, and a diagnostic pretest consisting of six contextual essay questions. The data were analysed descriptively using thematic analysis, mean scores, and percentage achievement across critical-thinking indicators. Results – The findings showed that students’ critical thinking skills were low, with an average diagnostic pretest score of 48.5 out of 100. None of the students achieved the minimum competency criterion of 70. Classroom instruction remained predominantly teacher-centred, while the POE model and smartphone sensor technology had not yet been systematically integrated into sound wave learning. Novelty – This study establishes an empirical baseline that connects students’ critical thinking difficulties in sound wave concepts with the need for POE-based learning supported by smartphone sensors. The findings provide a specific foundation for developing learning activities that combine prediction, direct sensor-based observation, and evidence-based explanation. Significance – The results provide practical evidence for designing more interactive, contextual, and data-driven physics learning. They also offer a foundation for subsequent intervention studies examining the effectiveness of POE assisted by smartphone sensors in improving students’ critical thinking skills in sound wave concepts.    
Proses Berpikir Kreatif Siswa SMP dalam Menyelesaikan Masalah HOTS pada Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Asifaul Ulum; Hairus Saleh; Hasan Basri
Progressive of Cognitive and Ability Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jpr.v4i4.2473

Abstract

Tujuan – Kemampuan berpikir kreatif menjadi salah satu kompetensi penting dalam pembelajaran matematika abad ke-21, terutama ketika siswa menghadapi masalah Higher Order Thinking Skills (HOTS) yang menuntut pengembangan dan evaluasi strategi penyelesaian. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses berpikir kreatif siswa berkemampuan kreatif tinggi, sedang, dan rendah dalam menyelesaikan masalah HOTS pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV). Metode – Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan tiga siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Pamekasan yang dipilih secara purposive untuk merepresentasikan kategori kemampuan kreatif tinggi, sedang, dan rendah. Data diperoleh melalui tes berpikir kreatif dan wawancara. Analisis difokuskan pada empat indikator proses berpikir kreatif, yaitu mensintesis ide, membangun ide, merencanakan penerapan ide, dan menerapkan ide. Temuan – Siswa berkemampuan kreatif tinggi menunjukkan proses yang lengkap dan sistematis, menghasilkan beberapa strategi penyelesaian, serta memverifikasi hasil. Siswa kategori sedang memenuhi seluruh tahapan, tetapi cenderung menggunakan strategi yang telah dipelajari dan belum mengembangkan alternatif penyelesaian secara fleksibel. Siswa kategori rendah mengalami hambatan terutama pada tahap penerapan ide dan verifikasi hasil. Kebaruan – Penelitian ini mengungkap perbedaan pola dan kelengkapan tahapan berpikir kreatif antarlevel kemampuan ketika siswa menyelesaikan masalah HOTS SPLDV, bukan hanya membandingkan skor atau produk akhir penyelesaian. Signifikansi – Temuan memberikan dasar empiris bagi guru untuk merancang scaffolding, pertanyaan pemantik, dan masalah HOTS yang disesuaikan dengan karakteristik proses berpikir kreatif siswa.
Kurikulum Berbasis Cinta sebagai Pendekatan Manajemen Pendidikan Humanis untuk Penguatan Kemampuan Kognitif Peserta Didik Shorihatul Inayah; Umi Kulsum
Progressive of Cognitive and Ability Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jpr.v4i4.2528

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai pendekatan manajemen pendidikan humanis di MIN 1 Tuban sebagai pilot project KBC Kementerian Agama RI. Penelitian dilatarbelakangi kebutuhan penguatan pengelolaan madrasah yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga membangun relasi edukatif yang berlandaskan kasih sayang, penghargaan, empati, kepedulian, dan penghormatan terhadap keberagaman. Metodologi – Penelitian menggunakan desain mixed methods dengan pendekatan explanatory sequential. Sampel dipilih secara purposive, melibatkan kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan, murid, dan orang tua di MIN 1 Tuban. Intervensi berupa implementasi prinsip KBC dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, pembinaan, dan evaluasi pendidikan. Data dikumpulkan melalui refleksi, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen mengukur dimensi manajemen humanis, kualitas relasi pendidik-murid, empati, rasa aman, partisipasi, dan kepedulian. Data kuantitatif dianalisis secara deskriptif dan inferensial, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui reduksi, kategorisasi, dan triangulasi. Temuan–Implementasi KBCmenunjukkan kecenderungan peningkatan kualitas interaksi edukatif, partisipasi warga madrasah, rasa aman, kepedulian, dan keterlibatan orang tua. Temuan kualitatif menunjukkan bahwa budaya cinta memperkuat komunikasi, keteladanan, kolaborasi, dan penyelesaian masalah secara dialogis. KBC berpotensi menjadi kerangka manajemen yang mengintegrasikan capaian akademik dengan perkembangan sosial-emosional dan karakter murid. Kebaruan– Penelitian ini menawarkan model manajemen pendidikan humanis berbasis cinta yang mengintegrasikan nilai KBC ke dalam keseluruhan siklus pengelolaan madrasah. Signifikansi:_Hasil penelitian bermanfaat bagi kepala madrasah, guru, murid, orang tua, pengawas, dan pengambil kebijakan dalam mengembangkan tata kelola madrasah yang humanis, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan murid.
Analysis of Learning Obstacles in Algebraic Operations: Multiplication and Division in Grade V Primary School Ika Fitri Apriani; Fatma Maulida; Tria Antiya
Progressive of Cognitive and Ability Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jpr.v4i4.2536

Abstract

Purpose - This study aims to identify the learning obstacles experienced by Grade V students in understanding algebraic operations, especially multiplication and division, and to provide an in-depth description of the difficulties so that teachers can anticipate obstacles that may arise during instruction. Methodology - A qualitative approach was used with data from a Grade V-A teacher and 29 students of SDN 1 Nagarawangi in the 2024/2025 academic year. Data were collected through diagnostic essay tests, interviews, and document study. Data credibility was examined through source and technique triangulation, while analysis involved data reduction, data display, and verification. Findings - Eighteen of 29 students (62%) demonstrated misconceptions or learning obstacles in multiplication and division. The identified obstacles comprised ontogenical obstacles related to students' motivation and cognitive readiness, didactical obstacles related to teaching materials that did not fully match students' characteristics and needs, and epistemological obstacles related to limited conceptual understanding and difficulty applying prior knowledge in different problem contexts. Novelty - The study maps ontogenical, didactical, and epistemological obstacles specifically within elementary-school algebraic multiplication and division by integrating evidence from diagnostic tests, interviews, and document study. Significance - The findings can support primary-school teachers in developing didactical designs that anticipate learning obstacles and align instruction with students' cognitive development and learning needs.  

Page 1 of 1 | Total Record : 5