Tujuan – Kemampuan berpikir kreatif menjadi salah satu kompetensi penting dalam pembelajaran matematika abad ke-21, terutama ketika siswa menghadapi masalah Higher Order Thinking Skills (HOTS) yang menuntut pengembangan dan evaluasi strategi penyelesaian. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses berpikir kreatif siswa berkemampuan kreatif tinggi, sedang, dan rendah dalam menyelesaikan masalah HOTS pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV). Metode – Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan tiga siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Pamekasan yang dipilih secara purposive untuk merepresentasikan kategori kemampuan kreatif tinggi, sedang, dan rendah. Data diperoleh melalui tes berpikir kreatif dan wawancara. Analisis difokuskan pada empat indikator proses berpikir kreatif, yaitu mensintesis ide, membangun ide, merencanakan penerapan ide, dan menerapkan ide. Temuan – Siswa berkemampuan kreatif tinggi menunjukkan proses yang lengkap dan sistematis, menghasilkan beberapa strategi penyelesaian, serta memverifikasi hasil. Siswa kategori sedang memenuhi seluruh tahapan, tetapi cenderung menggunakan strategi yang telah dipelajari dan belum mengembangkan alternatif penyelesaian secara fleksibel. Siswa kategori rendah mengalami hambatan terutama pada tahap penerapan ide dan verifikasi hasil. Kebaruan – Penelitian ini mengungkap perbedaan pola dan kelengkapan tahapan berpikir kreatif antarlevel kemampuan ketika siswa menyelesaikan masalah HOTS SPLDV, bukan hanya membandingkan skor atau produk akhir penyelesaian. Signifikansi – Temuan memberikan dasar empiris bagi guru untuk merancang scaffolding, pertanyaan pemantik, dan masalah HOTS yang disesuaikan dengan karakteristik proses berpikir kreatif siswa.