cover
Contact Name
AOS
Contact Email
fisip@untagcirebon.ac.id
Phone
+6281221073405
Journal Mail Official
fisip@untagcirebon.ac.id
Editorial Address
Kampus 1, Jl. Perjuangan No. 17 Kota Cirebon Kode Pos: 4513
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal CENDEKIA Jaya
ISSN : -     EISSN : 26560828     DOI : https://doi.org/10.47685/cendekia-jaya
"CENDEKIA Jaya" FISIP UNTAG CIREBON merupakan jurnal media komunikasi dan publikasi ilmiah diterbitkan dua kali setahun oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas 17 Agustus 1945 Cirebon, berisikan hasil penelitian, makalah, skripsi dan karya ilmiah lainnya yang berkaitan dengan ilmu sosial dan ilmu politik.
Articles 105 Documents
PENGARUH PENGAWASAN KEPALA BADAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK (BAKESBANGPOL) KOTA CIREBON: Dewi Fitriyani;Aos Pengelola Jurnal CENDEKIA Jaya
CENDEKIA Jaya Vol. 8 No. 1 (2026): Edisi Februari
Publisher : FISIP UNTAG Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47685/cendekia-jaya.v8i1.833

Abstract

Penelitian ini berjudul Pengaruh Pengawasan Kepala Badan Terhadap Kinerja Pegawai Pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Cirebon. Observasi di lapangan menemukan keluhan pegawai mengenai pengawasan yang belum objektif dan menyeluruh, ditandai dengan masih adanya pegawai yang kurang terawasi, seperti seringnya keterlambatan saat apel hari kerja serta masih dijumpai pegawai yang meninggalkan kantor pada saat jam bekerja. Pengawasan yang lemah mengakibatkan kesulitan dalam mengidentifikasi dan menangani masalah kinerja sejak dini, sehingga masalah menjadi lebih besar seiring waktu dan mempengaruhi produktivitas organisasi. Kurangnya pengawasan oleh pimpinan menyebabkan pegawai terkesan bekerja santai tanpa beban tugas dan menunda-nunda pekerjaannya. Hipotesis yang diajukan adalah pengawasan berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Bakesbangpol Kota Cirebon yang ditentukan oleh pengawasan internal dan pengawasan eksternal. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis jalur (Path Analysis) untuk menguji pengaruh variabel. Hasil penelitian menunjukkan pengawasan memperoleh skor rata-rata 118 dengan persentase 81% dan nilai jenjang 4,06 dalam kriteria baik. Dimensi Pengawasan Internal memperoleh nilai rata-rata skor 116,1 dengan persentase 80% dan nilai jenjang 4,004. Dimensi Pengawasan Eksternal memperoleh skor 117 dengan persentase 81% dan nilai jenjang 4,035 dalam kategori baik. Pada uji hipotesis dengan uji F diperoleh hasil F = 226,417, menunjukkan bahwa Pengawasan Internal dan Pengawasan Eksternal secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Kinerja.
PENGARUH KOORDINASI KEPALA DINAS TERHADAP KEPUASAN KERJA PEGAWAI PADA DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN CIREBON: Heny Indriyati Pengelola Jurnal CENDEKIA Jaya
CENDEKIA Jaya Vol. 8 No. 1 (2026): Edisi Februari
Publisher : FISIP UNTAG Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47685/cendekia-jaya.v8i1.834

Abstract

Penelitian dengan judul "Pengaruh Koordinasi Kepala Dinas terhadap Kepuasan Kerja Pegawai pada Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon" berdasarkan hasil observasi sementara yang dilakukan oleh peneliti didapatkan permasalahan sebagai berikut: keluhan pegawai tentang pelaksanaan program-program pendidikan yang tidak terkoordinasi dengan baik antarunit, sehingga tujuan dari program tersebut mungkin tidak tercapai secara optimal; adanya keluhan ketidakjelasan dalam pembagian tanggung jawab antarunit atau antarindividu yang dapat menyebabkan tumpang tindih atau kelalaian dalam pelaksanaan tugas; serta keluhan adanya dua unit atau bagian yang bekerja secara mandiri dengan melakukan tugas-tugas yang serupa sehingga mengakibatkan pemborosan sumber daya. Berdasarkan latar belakang masalah penelitian, penulis membuat rumusan masalah dalam bentuk kalimat pertanyaan, yaitu seberapa besar pengaruh koordinasi Kepala Dinas terhadap kepuasan kerja pegawai pada Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei sebagai instrumen pengumpulan data. Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai di Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, sedangkan sampel diambil secara acak dari populasi pegawai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor jawaban responden mengenai koordinasi memperoleh nilai rata-rata 307 dan nilai jenjang sebesar 3,88, termasuk kategori baik. Berdasarkan hasil hipotesis dengan menggunakan uji F diperoleh hasil yang signifikan, karena F_hitung lebih besar dari F_tabel. Adapun uji determinasi (R²) memperoleh hasil 0,672 atau 67,2%, yang berarti koordinasi berpengaruh sebesar 67,2% terhadap kepuasan kerja pegawai pada Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon.
BEBAN PAJAK DAN KESEJAHTERAAN RAKYAT: Totok Harjanto Pengelola Jurnal CENDEKIA Jaya
CENDEKIA Jaya Vol. 8 No. 1 (2026): Edisi Februari
Publisher : FISIP UNTAG Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47685/cendekia-jaya.v8i1.835

Abstract

Dalam sejarah perkembangan suatu negara atau kerajaan pajak merupakan komponen strategis dalam menjamin kelangsungan hidup negara. Pendapatan negara yang diperoleh dari penarikan pajak oleh negara/kerajaan akan dipergunakan untuk membiayai kegiatan pemerintahan yang berupa gaji pegawai negeri, tentara nasional, polisi nasional, pembangunan infrastruktur jalan, jembatan dan kebutuhan pemerintahan lainnya. Sejak jaman kerajaan di nusantara masyarakat sudah mengenal pungutan pajak yang dilakukan para penguasa terhadap masyarakat petani dan pedagang. Pungutan tersebut dinamakan upeti yang diberikan masyarakat pada raja. Metoda pungutan tersebut oleh pemerintah kolonial Belanda dan Inggris dinamakan dengan pajak yang dipungut dari para petani, pedagang dan madyarakat umum. Pemerintah Indonesia mengadopsi model pungutan tersebut dalam bentuk Ordonasi Peninggalan Belanda. Sejak tahun 1967 terjadi perubahan peraturan tentang perpajakan yng tujuannya untuk menjamin tersediannya pendapatan dalam bentuk APBN. Sejak adanya perubahan UU perpajakan tahun 1984, nilai rasio pajak cenderung mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Rasio pajak meningkat diatas 10 persen dari GDP nasional. Peningkatan ini diperlukan agar selama peroses pembangunan ekonomi tersedia anggaran yang cukup besar untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi. Dengan menggunakan data Bank Dunia tahun 2023 menunjukkan bahwa semakin tinggi pendapatan perkapita negara semakin tinggi pula rasio pajaknya. Untuk negara berpendapatan rendah dan menengah rasio pajak sekitar 10,7 persen dari GDP. Sementara untuk negara berpendapatan tinggi rasionya mencapai 16 persen.
PENGARUH PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA MAHASISWA DI KOTA CIREBON: Sindy Lorenza; R. Misriah Ariyani S.; Yanah Pengelola Jurnal CENDEKIA Jaya
CENDEKIA Jaya Vol. 8 No. 1 (2026): Edisi Februari
Publisher : FISIP UNTAG Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47685/cendekia-jaya.v8i1.836

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan kemiskinan dan pengangguran di Indonesia akibat keterbatasan lapangan pekerjaan serta rendahnya minat berwirausaha di kalangan generasi muda. Di sisi lain, perkembangan teknologi digital dan media sosial membuka peluang bagi mahasiswa memanfaatkan platform digital sebagai sarana berwirausaha. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemanfaatan media sosial terhadap minat berwirausaha mahasiswa di Kota Cirebon. Variabel penelitian terdiri dari Pemanfaatan Media Sosial (X) sebagai variabel independen dan Minat Berwirausaha (Y) sebagai variabel dependen. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan asosiatif kausal. Pengambilan sampel menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling dengan jumlah 100 mahasiswa dari Universitas 17 Agustus 1945 Cirebon (7 orang), IAIN Syekh Nurjati Cirebon (56 orang), dan Universitas Swadaya Gunung Jati (37 orang). Data dikumpulkan melalui kuesioner Google Formulir dan dianalisis menggunakan regresi linear sederhana dengan SPSS 27. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh signifikan pemanfaatan media sosial terhadap minat berwirausaha dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 18,4% berkategori cukup berarti, sedangkan 81,6% dipengaruhi faktor lain. Hasil uji t menunjukkan t hitung (4,694) lebih besar dari t tabel (2,627), sehingga hipotesis alternatif diterima.
DIGITAL SELF-DISCLOSURE DAN TANTANGAN ETIKA BISNIS: ANALISIS OVERSHARING DALAM PERSPEKTIF SOSIAL-KEAGAMAAN: Warjo; Ahmad Luthfi Hidayat; Arief Hidayat Afendi Pengelola Jurnal CENDEKIA Jaya
CENDEKIA Jaya Vol. 8 No. 1 (2026): Edisi Februari
Publisher : FISIP UNTAG Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47685/cendekia-jaya.v8i1.837

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena digital self-disclosure dan oversharing di media sosial serta implikasinya terhadap etika bisnis dalam perspektif sosial-keagamaan. Di tengah masyarakat modern yang semakin terhubung secara digital, praktik berbagi informasi pribadi secara berlebihan (oversharing) telah berkembang menjadi tantangan nyata, tidak hanya dalam dimensi privasi dan keamanan data, tetapi juga dalam ranah etika bisnis dan nilai-nilai keislaman. Perilaku oversharing kerap didorong oleh motif pembentukan citra diri (personal branding), pencarian validasi sosial, hingga kepentingan promosi bisnis di platform digital. Namun demikian, praktik tersebut menyimpan potensi mudarat yang perlu dikaji secara kritis dari perspektif sosial maupun keagamaan. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data diperoleh dari Al-Qur'an, hadis-hadis yang dapat diterima (maqbul), literatur fiqh klasik dan kontemporer, serta artikel jurnal yang relevan dengan tema penelitian. Analisis dilakukan melalui teknik analisis isi (content analysis) disertai triangulasi sumber guna memastikan validitas dan kedalaman pemahaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digital self-disclosure yang berlebihan mengandung risiko sosial-psikologis yang signifikan, termasuk pelanggaran privasi, tekanan sosial, dan pemicu kecemburuan yang dapat merugikan relasi bisnis maupun kehidupan sosial. Dari perspektif Islam, etika bisnis yang berlandaskan nilai-nilai tauhid mengajarkan prinsip keseimbangan (wasathiyyah), menjauhi riya' (pamer), serta menghindari perilaku israf (berlebihan) dalam setiap aktivitas, termasuk di ruang digital. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan literasi digital berbasis etika Islam, peningkatan kesadaran akan batas-batas self-disclosure dalam konteks bisnis digital, serta pengembangan kajian lanjutan yang menelaah dimensi psikologis dan sosial dari praktik oversharing dalam kehidupan Muslim modern.

Page 11 of 11 | Total Record : 105