cover
Contact Name
Netti Ermawati
Contact Email
netty@ugm.ac.id
Phone
+6289527548628
Journal Mail Official
gamajop.psikologi@ugm.ac.id
Editorial Address
Unit Research Development and Community Research Faculty of Psychology - Universitas Gadjah Mada - Yogyakarta - Indonesia Building A 2nd Floor Jl. Sosio Humaniora No. 1, Bulaksumur Yogyakarta, 55781
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP)
ISSN : -     EISSN : 24077798     DOI : -
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) ISSN 2407-7798 is an open-access journal disseminating empirical research on current topics in the broad area of psychology (clinical, social, developmental, educational or Industrial and Organizational) with a behavioral, cognitive, positive psychology and/or neuropsychological perspectives Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) accepts articles using quantitative and or qualitative research methodology that meets the standard publication in this journal. The primary target audiences of this journal are academicians, graduate students, practitioners, and other professionals with interest in psychology
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2020)" : 8 Documents clear
Cultivating Safety in the Information Technology Era Endah Kumala Dewi; Fathul Himam; Achmad Sobirin
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.031 KB) | DOI: 10.22146/gamajop.47415

Abstract

In the information technology era, the banking industry must compete in an external environment characterized by high levels of uncertainty, complexity and change. Accidents in high-risk manufacturing organizations are generally related to safety studies. The researcher attempted to study "accidents" due to network vulnerabilities in IT-based organizations using the safety concept. This qualitative study is important because it provides analysis of IT support for organizational development. This study used multi-case study and grounded research approaches. The process of developing an information safety climate is considered an alternative solution other than technology. The study revealed that normal accident theory can be used to explain accidents in IT-based organizations. The process of developing an information security climate in banking organizations is categorized as the emergency type. The manifestation of information safety climate is attentiveness, accountability, ethical sensitivity, integrity and sustainability. Phases that need to be undergone in cultivating the safety climate are: adaptation, learning, awareness to risk, and resilience. Thus, it can be concluded that the climate of an IT-based organization is different from the climate of a non technology-based organization.
Peran Moral Disengagement dan Kepemimpinan Etis terhadap Intensi Korupsi pada Pegawai Negeri Sipil Asfira Tadwimil Hikmah; Ariana Marastuti
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.555 KB) | DOI: 10.22146/gamajop.54178

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan moral disengagement dan kepemimpinan etis terhadap intensi korupsi pada Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sebanyak 100 PNS pada beberapa dinas pemerintahan di Kota Yogyakarta menjadi partisipan dalam penelitian ini. Metode penelitian ini adalah survei menggunakan tiga skala, yaitu Moral Disengagement Scale yang telah diadaptasi oleh Maharani, Ethical Leadership Scale  yang telah diadaptasi oleh Seliamang, dan Skala Intensi Korupsi oleh Nayoan. Analisis regresi linear sederhana menunjukkan bahwa moral disengagement secara signifikan mampu memprediksi intensi korupsi pada PNS sebanyak 13% (F = 14,583; p < 0,05). Artinya, PNS yang memiliki moral disengagement yang tinggi, maka akan memiliki intensi korupsi yang tinggi, dan juga sebaliknya. Namun, kepemimpinan etis tidak mampu memprediksi intensi korupsi pada PNS (p > 0,05). Analisis tambahan menemukan bahwa tidak ada perbedaan intensi korupsi berdasarkan jenis kelamin maupun usia.
Peran Resiliensi Karier sebagai Mediator antara Perceived Supervisor Support dan Employability Generasi Milenial Hanum Adininggar; Indrayanti Indrayanti; Fathul Himam
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.996 KB) | DOI: 10.22146/gamajop.54652

Abstract

Era disrupsi menuntut milenial untuk mengembangkan kompetensi dirinya (employability) agar mampu bertahan dalam lingkungan kerja dengan tuntutan pasar yang berubah-ubah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran resiliensi karier sebagai mediator dalam hubungan perceived supervisor support terhadap employability generasi milenial yang bekerja di sektor telekomunikasi. Pengumpulan data dilakukan secara daring dengan melibatkan 218 pekerja milenial di perusahaan telekomunikasi. Employability diukur menggunakan skala CBME yang dimodifikasi dan terdiri atas 35 aitem, sedangkan perceived supervisor support diukur menggunakan skala modifikasi dari SPSS dengan aitem sebanyak 14, dan resiliensi karier diukur menggunakan skala CRQ yang dimodifikasi dan terdiri atas 19 aitem. Analisis data menggunakan teknik regresi secara bertahap. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui resiliensi karier memiliki efek mediasi sebagian (parsial) dalam hubungan antara perceived supervisor support terhadap employability. Hal tersebut berarti bahwa pengaruh langsung perceived supervisor support terhadap employability lebih kuat dibandingkan pengaruh tidak langsung melalui resiliensi karier. Keterbatasan penelitian dan implikasi praktis dari penelitian ini dibahas lebih lanjut.
Efek Moderasi Resiliensi terhadap Hubungan antara Perfeksionisme dengan Kecemasan Mengerjakan Skripsi Delila Nurbani Diah; Fitriani Yustikasari Lubis; Witriani Witriani
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.768 KB) | DOI: 10.22146/gamajop.55349

Abstract

Dalam proses menulis skripsi, adanya tuntutan dan standar yang ditetapkan dari luar dapat memicu mahasiswa menjadi perfeksionis dalam menetapkan standar pengerjaan skripsinya, serta diikuti dengan evaluasi yang berlebihan pada pencapaiannya. Hal ini menyebabkan dapat menimbulkan kecemasan dalam mengerjakan skripsi. Untuk menghadapi keadaan ini, mahasiswa membutuhkan resiliensi yang diharapkan dapat membantunya bertahan agar tetap menghasilkan performa yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efek moderasi resiliensi terhadap hubungan antara perfeksionisme dengan kecemasan mengerjakan skripsi. Penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 109 mahasiswa fakultas psikologi angkatan 2016 yang sedang mengambil mata kuliah skripsi. Perfeksionisme diukur dengan menggunakan Hewitt & Flett’s Multidimensional Perfectionism Scale, kecemasan diukur menggunakan State Anxiety Inventory, serta resiliensi diukur dengan menggunakan Inventory for College Students Resilience. Pengolahan data dilakukan dengan analisis regresi moderasi secara hierarki melalui metode uji selisih mutlak. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa self-oriented perfectionism (p = 0,051; p < 0,10) dan socially prescribed perfectionism (p = 0,000; p < 0,10) secara langsung memiliki pengaruh positif terhadap kecemasan mengerjakan skripsi. Sementara, resiliensi tidak terbukti dapat memoderasi hubungan antara perfeksionisme dengan kecemasan mengerjakan skripsi.
Regaining a Bright Future: Psychological Dynamics in Female Adolescent Victims of Sexual Harassment Ajeng Nova Dumpratiwi
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.035 KB) | DOI: 10.22146/gamajop.55605

Abstract

Rampant sexual harassments affect the victims and need to be followed up. Victims who are majority women are likely to feel aggrieved by pregnancy, receive negative stigma from society, drop out of school, and feel unable to achieve well-being in the future. This phenomenon is the basis for research conducted with the aim of knowing the psychological dynamics and aspects that affect the psychological conditions in female adolescent victims of sexual harassment. The phenomenological approach and interview method were used in this research. Three teenage girls aged 13-18 years became informants in this study. The results showed that the psychological condition of victims of sexual harassment was influenced by who the perpetrator is or the close relationship between the victim and the perpetrator. It was also influenced by support from the social environment, especially family as the closest environment. The psychological dynamics of victims of sexual harassment are influenced by four things: 1) the attitude of the environment; 2) self-understanding ability; 3) motivation to achieve self-actualization; and 4) the attitude of comparing oneself with others who are not in a better condition. From the results of this study, it was concluded that the supporting external or environmental factors and internal process in victims of sexual harassment combined really encourage the process recovery to achieve a better future.
Konsistensi Internal dan Validasi Kriteria pada Alat Ukur Kesehatan Mental Mahasiswa Universitas Hasanuddin Yulita Sirinti Pongtambing
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.566 KB) | DOI: 10.22146/gamajop.55702

Abstract

Literasi kesehatan mental dapat menjadi tolok ukur kemampuan seseorang dalam memahami dan mengatasi masalah kesehatan mental pada dirinya sendiri dan lingkungan sosialnya. Namun, asesmen literasi kesehatan mental masih belum banyak dilakukan di Indonesia, khususnya di kalangan remaja akhir sebagai kelompok berisiko mengalami gangguan kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk menguji reliabilitas dan validitas dari instrumen literasi kesehatan mental (Mental Health Literacy Scale/MHLS) pada remaja akhir. Penelitian dengan desain potong lintang ini mengambil sampel berbasis proporsi mahasiswa tingkat pertama program sarjana reguler di semua fakultas yang ada di Universitas Hasanuddin (n=374). Responden direkrut melalui flyer dan pesan teks untuk mengikuti survei daring pada Juli 2019. Instrumen MHLS yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia dan diadaptasi melalui wawancara kognitif terdiri dari 11 pertanyaan dengan skala 4, dan 14 pertanyaan dengan skala 5. Hasil pengujian menunjukkan MHLS memiliki reliabilitas yang baik (Alpha Cronbach=0,77) dan memiliki asosiasi yang positif dengan instrumen literasi kesehatan (Health Literacy Scale). Hasil analisis lanjutan menunjukkan rata-rata skor total responden setelah dikonversi ke skala 100 adalah 60,72 (SD=8,94). Secara umum, hasil adaptasi mengindikasikan bahwa MHLS adalah instrumen yang valid dan reliabel untuk mengukur tingkat literasi kesehatan mental pada mahasiswa tingkat pertama.
Peran Perceived Organizational Support terhadap Work Engagement Karyawan Jufi Lailatul Mufarrikhah; Muhammad Salis Yuniardi; Nandy Agustin Syakarofath
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.978 KB) | DOI: 10.22146/gamajop.56396

Abstract

Work engagement adalah sikap yang menggambarkan individu secara penuh terlibat dengan pekerjaannya, baik secara emosi maupun fisik dengan menunjukkan perilaku yang penuh semangat, penuh dedikasi, dan penghayatan dalam menunaikan pekerjaan. Salah satu faktor yang dapat berperan dalam meningkatkan work engagement adalah perceived organizational support, yaitu persepsi karyawan mengenai dukungan, kepedulian dan kontribusi organisasi terhadap  kesejahteraan karyawannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji peran perceived organizational support terhadap work engagement karyawan. Subjek penelitian ini sejumlah 300 karyawan di bidang jasa dan produksi yang diperoleh menggunakan teknik quota sampling. Instrumen penelitian menggunakan SPOS (Survey Perceived Organizational Support) sebanyak 13 aitem dan UWES-17 (Utrecht Work Engagement Scale-17) sebanyak 17 aitem. Analisis data menggunakan teknik regresi linier sederhana dengan hasil perceived organizational support berperan positif terhadap work engagement karyawan (Nilai F = 152,442; p = <0,005). Adapun, sumbangan efektif yang diberikan oleh perceived organizational support dapat memprediksi work engagement sebesar 33,8%. Artinya, perceived organizational support terbukti memiliki peran terhadap tinggi rendahnya work engagement karyawan.
Is the Online Friendship Scale Fit for High School Students? Avin Fadilla Helmi
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (885.073 KB) | DOI: 10.22146/gamajop.57605

Abstract

Online friendship is an inevitable phenomenon especially for young people for which Helmi et al. developed a concept and an online friendship scale with university students as their trial subject. From a  developmental perspective, university students are in the early adulthood stage. With the Internet’s asynchronous nature and the absence of non-verbal cues, the scale was applied to high school students in this present study. The purpose of this study was to test whether or not the online friendship scale has sound psychometric properties when applied to high school students. The subjects of this study were 214 high school students. The results of the structural equation model analysis met the goodness of fit criteria for construct validity, which include TL, GFT, and RMSEA indices. Its Cronbach's alpha reliability coefficient was also satisfying. A drive to create activities with friends on social media mitigates the lack of non-verbal signs resulting from online communication. This result supports the social enhancement hypothesis. Consequently, Online Friendship Scale can be implemented in adolescence and young adult.

Page 1 of 1 | Total Record : 8