cover
Contact Name
Firdaus Annas
Contact Email
firdaus@uinbukittinggi.ac.id
Phone
+6285278566869
Journal Mail Official
educative.uinbukittinggi@gmail.com
Editorial Address
Data Center Building - Kampus II Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi. Jln Gurun Aua Kubang Putih Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam Sumatera Barat Telp. 0752 33136 Fax 0752 22871
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies
ISSN : 25494120     EISSN : 25494139     DOI : https://www.doi.org/10.30983/educative
Core Subject : Education,
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies (ISSN 2549-4120 and e-ISSN 2549-4139) is a peer-reviewed academic journal published biannually by the Faculty of Tarbiyah and Teaching Training, State Islamic Institute (IAIN) of Bukittinggi. The journal is the transformation of the Analysis Journal published by School Islamic Institute (STAIN) of Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi which had been published periodically from 2007 to 2015. Jurnal Educative: Journal of Educational Studies presents research and development in the field of education, with special reference to curriculum and learning, management, technology, sociology, anthropology, psychology, language, and Islamic education. The journal invites articles that have never been published elsewhere. Please see Author Guidelines for information regarding the process of publication in the journal. The language used in this journal are Indonesian and English. The review process in this journal employs a double-blind review, which means that both the reviewer and author identities are concealed from the reviewers, and vice versa.
Articles 248 Documents
Tauhid: Dasar Perumusan Epistemologi Pendidikan Masa Depan Wedra Aprison
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 2, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.72 KB) | DOI: 10.30983/educative.v2i1.322

Abstract

Pendidikan Islam berada di tengah ideologi-ideologi dunia Barat yang bermacam-macam. Capra mengatakan bahwa ideologi Barat sudah berada di tepi kehancuran. Dalam kondisi yang demikian, diperlukan alternatif-alternatif ideologi untuk membangun pendidikan masa depan. Kajian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan filosofis. Apa sesungguhnya nilai dasar ajaran Islam, Tauhid adalah jawabannya. Tauhid adalah ideologi Pendidikan Masa depan. Tauhid harus diaktualisasikan: pusat keimanan Islam memang Tuhan, tetapi ujung aktualisasinya adalah manusia. Lalu bagaimana cara mengaktualkan nilai-nilai dasar Islam. Setidaknya ada dua cara: pertama nilia-nilai normatif Islam diaktualkan langsung menjadi perilaku. Cara kedua adalah mentrasformasikan nilai-nilai normatif itu menjadi teori ilmu sebelum diaktualisasikan ke dalam perilaku. Agaknya cara yang kedua ini lebih relevan pada saat ini, jika ingin melakukan restorasi terhadap masyarakat Islam dalam konteks masyarakat industri, suatu restorasi yang membutuhkan pendekatan yang lebih menyeluruh daripada sekedar pendekatan legal. Metode untuk transformasi nilai melalui teori ilmu untuk kemudian diaktualisasikan dalam praksis, memang membutuhkan beberapa fase formulasi: teologi-filsafat sosial-teori sosial- dan perubahan sosial Kata kunci : Tauhid, Epistemologi, dan Ideologi pendidikan
Variasi Fatis dalam Cerpen Asal Usul Pohon Salak Karya Willy Yanto Wijaya dan Implikasinya dalam Pembelajaran Uva Rahmi; Syahrul Ramadhan
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 4, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.255 KB) | DOI: 10.30983/educative.v4i1.1389

Abstract

This research is qualitative research with descriptive method. The source of the data in this study is the sentences contained in the short story “The Origin of The Salak Tree”. This study has two objectives. First, to find out and illustrate the forms of phatic variations found in the short story of the Origin of the Salak Tree by Willy Yanto Wijaya. Secondly, to find out and illustrate the implications of the use of phatic variations in learning. There are also two results of this study. First, the variation of the phatic found in the story of the Origin of the Salak Tree by Willy Yanto Wijaya, there are three, namely the phatic particle, the word phatic, and the phrase phatic. Fatic particles contained in the story of the Origin of the Salak Tree by Willy Yanto Wijaya are nun, pun, right, tablets, oooh, tho, mah, really, you know, well, eiitss, yeah, yeah, wow, tuh, yeah, ceeerrppp, nan, and anyway. The word fatis contained in the story of the Origin of the Salak Tree by Willy Yanto Wijaya has come, yes, yes, and let's. The phatic phrase contained in the story of the Origin of the Salak Tree by Willy Yanto Wijaya is happy eating. Second, the implications of phatic in learning Bahasa Indonesia Curriculum 2013 can be applied to write short stories text.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data  dalam penelitian ini adalah kalimat-kalimat yang terdapat dalam cerpen “Asal Usul Pohon Salak”. Penelitian ini memiliki dua tujuan. Pertama,  untuk mengetahui dan menggambarkan bentuk variasi fatis yang terdapat dalam cerpen Asal Usul Pohon Salak karya Willy Yanto Wijaya. Kedua, untuk mengetahui dan menggambarkan implikasi dari penggunaan variasi fatis dalam pembelajaran. Hasil penelitian ini juga ada dua. Pertama, variasi fatis yang terdapat dalam cerpen Asal-Usul Pohon Salak karya Willy Yanto Wijaya ada tiga, yaitu partikel fatis, kata fatis, dan frasa fatis. Partikel fatis yang terdapat dalam cerpen Asal-Usul Pohon Salak karya Willy Yanto Wijaya yaitu nun, pun, kan, loh, deh, oooh, tho, mah, kok, lho, nah, eiitss, yaaah, lah, wah, tuh, iihh, ceeerrppp, nan, dan toh. Kata fatis yang terdapat dalam cerpen Asal-Usul Pohon Salak karya Willy Yanto Wijaya yaitu ayo, iya, ya,  dan yuk. Frasa fatis yang terdapat dalam cerpen Asal-Usul Pohon Salak karya Willy Yanto Wijaya yaitu selamat makan. Kedua, implikasi fatis dalam pembelajaran dapat diaplikasikan pada pembelajaran Bahasa Indonesia Kurikulum 2013 yaitu menulis teks cerpen.
Working University Students in Riau Archipelago: Dual Role and Depression Nurul Retno Nurwulan; Gjergji Selamaj
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 5, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.599 KB) | DOI: 10.30983/educative.v5i2.3330

Abstract

University students working and studying at the same time for various reasons. The aim of the study is to review the impact of students’ dual role as students and workers on the depression rate of working university students in Batam, Indonesia. A comprehensive review of the literature revealed that working while studying does not necessarily affect students’ academic performance. However, depression is the most common health problem in university students. However, working students tend to have higher depression rate than non-working students. Depression in students may be the cause of the high dropout rate in Batam. It is important to administer depression-prevention intervention as early as possible, since the first- and second-year students are the most likely to get depressed Beragam alasan melatarbelakangi mahasiswa bekerja selama berkuliah. Penelitian ini mengulas dampak peran ganda sebagai mahasiswa dan pekerja kecenderungan depresi pada mahasiswa bekerja di Batam, Indonesia. Ulasan komprehensif dari literatur dan observasi langsung menunjukkan bahwa bekerja sambil berkuliah tidak mempengaruhi kinerja akademis mahasiswa. Meskipun demikian, mahasiswa bekerja cenderung memiliki tingkat depresi yang lebih tinggi daripada mahasiswa yang tidak bekerja. Depresi pada mahasiswa dapat menjadi penyebab tingginya tingkat dropout di Batam. Melakukan intervensi pencegahan depresi pada mahasiswa sedini mungkin merupakan hal yang sangat penting dikarenakan mahasiswa tingkat pertama dan kedua adalah yang paling rentan terhadap depresi.
PENERAPAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVISTIK DALAM PENDIDIKAN BAGI ANAK USIA DINI DALAM RANGKA PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN Nofri Dodi
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 1, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.54 KB) | DOI: 10.30983/educative.v1i2.161

Abstract

Abstract Education is a conscious effort made by adults to change behavior for the better and meaningful way. Changes in behavior should be taken seriously by the continuous efforts through meaningful learning. Meaningful learning will be able to make changes on the cognitive, affective and psychomotor aspect. The three domains of educational objectives will be able to be reached, with active learning model that is being done to construct their own knowledge through learning activities designed. Constructivist learning is learning which is able to change the old style of teaching a of a teacher who has always played an active role into a style of teaching where the teacher acts as a facilitator to enable students to learn on their own, learn to interact in a group, being able to responsible for achieving the results of individual learning, by providing guidance and facilitate student learning. Keywords: Quality of Learning, Constructivistic Approach, Early Childhood
Kemampuan Masiswa Camper dalam Merekonstruksi Irisan Prisma M Imamuddin; Isnaniah Isnaniah
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 3, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1862.868 KB) | DOI: 10.30983/educative.v3i2.557

Abstract

The each individual has different characteristics, which distinguish between individuals with one another. The each individual experiences a different process of self-development, even though at a glance or generally has certain similarities that are not small. Similarly, the development of intelligence overcomes problems or fighting forces (adversity quotient) in solving mathematical problems, especially geometry.  Adversity Quotient (AQ) is an intelligence of someone to cope with the problem.   It is the ability to face difficulties in life. This Adversity Quotient (AQ) is needed to acquire knowledge. This research aimed at exploring camper students in reconstructing prims slices. It belongs to a qualitative research. Subject of the research is a camper student chosen randomly. To collect the data, the researcher used students’ task sheet and interview. The results in this study indicate that the ability of the camper students in reconstructing prism slices is less accurate, especially in placing points P, Q and drawing not through point P and drawing    and    being made unbroken. In general or overall the ability of camper students in reconstructing prism slices is in accordance with the stages in drawing prism slices, even though there are certain parts that are not perfect. This can be overcome by increasing training in drawing and under the guidance of lecturers and friends who are more capable. The suggestion of researchers based on the results of this study is that this research can be used as a foothold when lecturers teach prism sliced material in class. Setiap individu memiliki karakteristik yang berbeda, yang membedakan antara individu yang satu dengan yang lainnya. Masing-masing individu mengalami proses perkembangan diri yang berbeda, meskipun secara sepintas atau secara umum memiliki kesamaan-kesamaan tertentu yang tidak sedikit. Demikian pula, perkembangan kecerdasan mengatasi masalah atau daya juang (adversity quotient) dalam menyelesaikan masalah matematika khususnya geometri. Adversity Quotient (AQ) adalah kecerdasan mengatasi masalah (daya juang), yaitu kecerdasan seseorang dalam menghadapi kesulitan yang menghadangnya. Kecerdasan mengatasi masalah (daya juang) ini merupakan salah satu kemampuan yang dibutuhkan dalam pemerolehan pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kemampuan mahasiswa camper dalam merekonstruksi irisan prisma. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek penelitian berjumlah satu orang mahasiswa camper yang diambil secara acak. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan Lembar Tugas Mahasiswa (LTM) dan wawancara. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa camper dalam merekonstruksi irisan prisma kurang akurat khususnya dalam meletakkan titik P, Q dan menggambar  tidak melalui titik P serta menggambar  dan  dibuat tidak putus-putus. Secara umum atau secara keseluruhan kemampuan mahasiswa camper dalam merekonstruksi irisan prisma sudah sesuai dengan tahapan dalam mengambar irisan prisma, walaupun ada bagian-bagian tertentu yang belum sempurna. Hal ini bisa diatasi dengan memperbanyak latihan dalam menggambar dan dibawah bimbingan dari dosen dan teman-temannya yang lebih bisa. Saran peneliti berdasarkan hasil penelitian ini adalah penelitian ini dapat dijadikan pijakan ketika dosen mengajarkan materi irisan prisma di kelas
Bad Improving Student Character: The Implementation of The QUBA Curriculum Irma Febriyani; Subiyantoro Subiyantoro
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 7, No 1 (2022): June 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.275 KB) | DOI: 10.30983/educative.v7i1.5592

Abstract

Improving the morality and character of students is an endless task. The moral degradation of students due to brawls, violence, bullying, pervade the news every day. Schools have a great responsibility in shaping the morals and character of students. Therefore, we need a curriculum that can improve student behavior. The Diniyah Putri Padang Panjang College has designed a curriculum to produce students who have with strong character. The curriculum is known as the QUBA curriculum. QUBA refers to the Qur'an, Sunnah (prophetic examples), and Qalbu (the heart or intellect). This study aims to describe the implementation of QUBA curriculum in the Diniyyah Putri Padang Panjang College, West Sumatra. This research is field research. Data analysis techniques are based on Miles and Huberman, involving data reduction, data presentation, and data verification. The author also uses data triangulation to test the validity of the research data. The results of the study explain how to plan, implement and evaluate the QUBA curriculum at the Diniyyah Puteri College. Planning is carried out by carrying out work meetings by the leadership with the head of the Ministry of Education and all education units and autonomous divisions that support the education process. The implementation of the QUBA curriculum is carried out by aligning education services between parents, teachers, students, and dormitories. In measuring the success of students, the Quba curriculum has 29 assessment indicators that include assessments of cognitive, affective, and psychomotoric aspects contained in the student's domain circle.Persoalan moral dan karakter siswa saat ini masih menjadi pekerjaan rumah yang tidak ada habisnya. Degradasi moral seperti tawuran, kekerasan, bullying, menghiasi berita setiap harinya.  Sekolah memiliki tanggungjawab yang besar dalam pembentukan moral dan karakter siswa. Oleh sebab itu diperlukan suatu kurikulum yang dapat membentuk siswa agar menjadi insan yang berkarakter. Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang merancang sebuah kurikulum guna melahirkan siswa yang berkarakter. Kurikulum itu dikenal dengan QUBA kurikulum. Artinya Qur’an Sunnah Qalbu Brain Attitude yaitu Qur’an dan Sunnah memimpin kerja hati yang akan disalurkan ke otak dan akan terlihat dari sikap. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Quba kurikulum dalam melahirkan santri yang berkarakter di Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang Sumatera Barat. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis menurut Miles dan Huberman yakni reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Penulis juga menggunakan trianggulasi data untuk menguji keabsahan data penelitian. Hasil penelitian menjelaskan bagaimana perencanaan, pelaksanaan serta evaluasi QUBA kurikulum di Perguruan Diniyyah Puteri. Perencanaan dilakukan dengan pelaksanaan rapat kerja oleh Pimpinan bersama kepala Departemen Pendidikan dan seluruh unit pendidikan beserta divisi otonom yang mendukung proses pendidikan. Pelaksanaan Quba kurikulum ini dilakukan dengan penyelarasan pendidikan antara orangtua dengan guru dan peserta didik dan asrama. Dalam mengukur keberhasilan peserta didik, Quba kurikulum memiliki 29 indikator penilaian yang memuat penilaian aspek kognitif, afektif dan psikomotor yang tertuang dalam lingakaran domain peserta didik.
TEKNIK PENGEMBANGAN DAN EVALUASI PROGRAM PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF Novrianti Novrianti
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 1, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.763 KB) | DOI: 10.30983/educative.v1i1.123

Abstract

Penelitian pengembangan menjadi suatu metode penelitian yang cukup popular dan banyak dipilih sebagai metode penelitian dalam segala bidang kajian, termasuk dalam dunia pendidikan. Penelitian pengembangan bertujuan untuk menghasilkan sebuah produk baru atau menyempurnakan produk yang sudah ada yang dapat dipertanggung jawabkan. Penelitian dan pengembangan bertujuan menghasilkan produk maka sangat jelas produk ini adalah objek yang diteliti pada proses awal penelitian sampai akhir, sedangkan jika dilakukan uji coba dalam kelas peserta didik, maka peserta didik ada lah subjek penelitian (pelaku). Jadi titik fokus penelitian kita sebenarnya ada pada objek penelitian (produk), sehingga dalam mengambil keputusan tidak mengarah kemana-mana yaitu tetap pada produk yang dikembangkan (objek penelitian). Proses evaluasi terhadap produk yang dihasilkan dalam pengembangan adalah rangkaian utama untuk melihat kelayakan suatu produk sebelum dilakukan ujicoba. Evaluasi sering dilihat sebagai proses yang sulit seolah-olah lebih sulit dari kehidupan diluar kemampuan orang pada umumnya, tapi bisa dipecahkan oleh para ahli statistic, dan umumnya tidak mungkin hanya dilakukan oleh orang-orang biasa dalam merancang pembelajaran berbasis multimedia interaktif. Dalam pengaturan pengembangan pembelajaran berbasis multimedia interaktif yang berskala besar, teknik evaluasilah yang seharusnya memberikan pengaruh yang kuat terhadap kualitas produk namun ini justru tidak terjadi. Hal ini menimbulkan satu persoalan yang semestinya menjadi perhatian bagi para peneliti pengembangan terutama mahasiswa, sehingga tetap memfokuskan proses validasi dan evaluasi dalam penelitian pengembangan.
PROBLEMS IN LEARNING READING (Case Study: Islamic Banking Students of IAIN Bukittinggi) Widya Syafitri
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 3, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1773.833 KB) | DOI: 10.30983/educative.v3i1.540

Abstract

Teaching or learning Reading in ESP context is not an easy task. It was proved, especially for the fourth semester students of Islamic banking in IAIN Bukittinggi that many problems found. The research was a descriptive qualitative. It was aimed to analyze problem in reading. The data was gotten through interview to the lecturer and questionnaire distributed to the student. The result of the research showed that reading problems in ESP context based on indicator were: The first, a few students had problems related to indicator Negative Expectations like problems in recalling information after reading. The second, some the students had problems with processing information. The third, a half students had problem about topic and genre, limited vocabulary knowledge, lack of familiarity with the subject matter, difficulty level of the text (readability), weak verbal reasoning. The last, most of the students got difficulty at lack of fluency point, use of language level, inadequate use of effective reading strategies. Keywords: Reading problems, Islamic banking students, ESP
Pendidikan Life Skills Sebagai Modal Sosial (Studi Kasus di SD Muhammadiyah Condongcatur Yogyakarta) Agus Firmansyah
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 5, No 1 (2020): June 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.982 KB) | DOI: 10.30983/educative.v5i1.3225

Abstract

The aim of this research was to describe life skills education as the social capital that must be possessed by students. This research was a qualitative field study which seekeed to describe the data collected from the field and the literature related to the discussion. The focus of this research was on Condongcatur Muhammadiyah Elementary School. The data collection technique used to obtain data was observation, interviews, and documentation. The data was analysed in stages: data reduction, data presentation and the summarization of research results. The results of this research were as follows: first, the concept of life skills education in SD Muhammadiyah Condongcatur is an integrated system of life skills education. The implementation of life skills education is part of three main components of learning activities, namely intra-curricular, extra-curricular and school programmes and activities. Second, the process of implementing life skills education, shaping social asset at Condongcatur Muhammadiyah Elementary School, through two stages, the implementation of life skills education to build cooperation in school mosques and the application of life skills education to build confidence among students.  Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendidikan kecakapan hidup (life skills) sebagai modal sosial yang harus dimiliki peserta didik di SD Muhammadiyah Condongcatur. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field reseach) yang bersifat kualitatif yang berusaha mendeskripsikan data-data yang diperoleh dari lapangan maupun literatur yang berkaitan dengan pembahasan. Fokus penelitian ini adalah SD Muhammadiyah Condongcatur. Untuk mendapatkan data digunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keseluruhan data dianalisis dengan tahapan:  mereduksi data, menyajikan data, dan menyimpulkan hasil penelitian. Penelitian ini menyimpulkan, yaitu: pertama, konsep pendidikan kecakapan hidup (life skills) di SD Muhammadiyah Condongcatur berupa konsep pendidikan kecakapan hidup dengan sistem terpadu. Pelaksanaan pendidikan life skills ada pada 3 komponen utama kegiatan pembelajaran yaitu intrakurikuler, ekstrakurikuler, dan program dan kegiatan sekolah. Kedua, proses pelaksanaan pendidikan kecakapan hidup (life skills) membentuk modal sosial di SD Muhammadiyah Condongcatur melalui 2 tahapan yaitu pelaksanaan pendidikan kecakapan hidup (life skills) membangun kerjasama di masjid sekolah dan penerapan pendidikan life skills dalam membangun kepercayaan peserta didik
Model and Construction of Islamic Education Curriculum : In Thamavitya Mulniti School Muang Yala Thailand Moh Roqib; Iis Sugiarti; Abdulghani Chehae
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 6, No 2 (2021): December 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.62 KB) | DOI: 10.30983/educative.v6i2.4909

Abstract

Historically Patani was an independent kingdom. However, it is now part of the Kingdom of Thailand. This creates dilemmas and various conflicts, including in regard to Islamic education. In this study the author will examine the model and curriculum construction of Islamic Education in the Thamavitya Mulniti School Muang Yala, Southern Thailand. This is a qualitative research using interview, observation and documentation techniques in extracting data. This study shows that, genealogically, the Thamaviya Mulniti School departs from the Islamic Boarding School (Pesantren), which is then complementary to the formal education system. The education model in Thamavitya Mulniti School uses traditional and modern education models. In formal education, the school applies a system of religious classes and academic classes which are carried out separately. Curriculum construction in the school is the application of a dualistic curriculum, namely religious and academic at the discretion of the Thai Government. The religious curriculum includes subjects of Islamic Religious Education, as well as Malay language and culture. Academic curriculum includes general subjects (science). This curriculum model has implications for the level of progressivity of Islamic education, especially if it is associated with historical and geopolitical conditions. The Patani Muslim community with regard to Islamic education experiences a dilemma, between hegemony, global demands in maintaining culture as a national identity.Menurut sejarahnya dahulu Patani merupakan kerajaan yang berdiri sendiri dan mandiri yang sekarang telah masuk ke dalam kekuasaan Kerajaan Thailand. Akibatnya timbul dilema dan konflik di berbagai bidang, termasuk dalam bidang pendidikan Islam. Pada penelitian ini penulis akan mengkaji tentang model dan konstruksi kurikulum Pendidikan Islam di Thamavitya Mulniti School Muang Yala Thailand Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi dalam penggalian datanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara genealogis Thamavitya Mulniti School merupakan sekolah yang berangkat dari pendidikan pesantren yang kini mengkomplementerkan dengan sistem pendidikan formal. Model pendidikan di Thamavitya Mulniti School Muang Yala Thailand menggunakan model pendidikan tradisional (pesantren) dan pendidikan modern (formal). Pada pelaksanaan pendidikan formal menerapkan sistem kelas yang terpisah antara kelas agama dan kelas akademik. Konstruksi kurikulum di sekolah menerapkan kurikulum dualistik yaitu agama dan akademik (sains). Kurikulum agama meliputi mata pelajaran rumpun Pendidikan Agama Islam termasuk Bahasa, dan Budaya Melayu. Kurikulum akademik meliputi mata pelajaran pengetahuan umum. Dengan adanya kebijakan penggunaan kurikulum tersebut berimplikasi terhadap progresivitas pengembangan pendidikan Islam. Terutama jika dikaitkan dengan kondisi historis dan geopolitik  menyebabkan masyarakat Muslim Patani mengalami dilema, antara hegemoni, tuntutan global dan dalam mempertahankan budaya sebagai identitas bangsa.

Page 2 of 25 | Total Record : 248