cover
Contact Name
Firdaus Annas
Contact Email
firdaus@uinbukittinggi.ac.id
Phone
+6285278566869
Journal Mail Official
educative.uinbukittinggi@gmail.com
Editorial Address
Data Center Building - Kampus II Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi. Jln Gurun Aua Kubang Putih Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam Sumatera Barat Telp. 0752 33136 Fax 0752 22871
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies
ISSN : 25494120     EISSN : 25494139     DOI : https://www.doi.org/10.30983/educative
Core Subject : Education,
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies (ISSN 2549-4120 and e-ISSN 2549-4139) is a peer-reviewed academic journal published biannually by the Faculty of Tarbiyah and Teaching Training, State Islamic Institute (IAIN) of Bukittinggi. The journal is the transformation of the Analysis Journal published by School Islamic Institute (STAIN) of Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi which had been published periodically from 2007 to 2015. Jurnal Educative: Journal of Educational Studies presents research and development in the field of education, with special reference to curriculum and learning, management, technology, sociology, anthropology, psychology, language, and Islamic education. The journal invites articles that have never been published elsewhere. Please see Author Guidelines for information regarding the process of publication in the journal. The language used in this journal are Indonesian and English. The review process in this journal employs a double-blind review, which means that both the reviewer and author identities are concealed from the reviewers, and vice versa.
Articles 248 Documents
TEORI LAACTRACT DALAM PERSAHABATAN GENERASI MILLENIAL Qolbi Khoiri
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 3, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1997.721 KB) | DOI: 10.30983/educative.v3i1.516

Abstract

Fenomena kenakalan remaja dan hubungannya dengan perilaku menyimpang menjadikan peminat dan praktisi pendidikan terus berupaya mencari alternative solusi dari persoalan ini. Hal ini penting dilakukan mengingat gejala penyebarannya sangat mengkhawatirkan terlebih diera modernisasi yang ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi serta infiltirasi budaya barat yang masuk hingga ke wilayah private, hingga akhirnya generasi millennia membentuk kelompok-kelompok atau geng tertentu yang sesuai dengan kenyamanan anak, pembentukan kelompok ini tidak selamanya menimbulkan dampak positif bagi perkembangan seseorang, tetapi sebagian besar adanya kelompok-kelompok tertentu itu mengakibatkan dampak negatif bagi seseorang. Tulisan ini mengeksplorasi persoalan tersebut guna menemukan alternative solusi atas masalah tersebut. Paradigma wahyu yang dipakai dalam tulisan ini adalah QS. QS.49:13. Kajian ini menawarkan gagasan teori Laactract yang bermakna bahwa manusia sebagai makhluk sosial tidak bisa serta merta melepaskan diri dari fakta sosial dimana ia berada dan dengan siapa dia berhadapan secara sosial, yang diperlukan adalah mengatur emosi dan fikiran agar tetap selalu positif terhadap segala hal. Pengaturan emosi dan sikap dapat dilakukan dengan proses pendidikan yang konstruktif melalui komunikasi yang bersifat heterogen, dalam hal ini manusia berupaya merealisasikan, mencapai dan mewujudkan apa-apa yang diinginkan (impikan) dengan berpikir secara positif, pasti akan tercapai (dapatkan)”
Islamic Education In The Al-Qur'an and Sunnah (Study About the Meaning of Education and Implication for Educator) M Imamuddin; Andryadi Andryadi; Zulmuqim Zulmuqim
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 5, No 1 (2020): June 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.323 KB) | DOI: 10.30983/educative.v5i1.3055

Abstract

Al-Qur'an and Sunnah Rasul are the sources of Islamic teaching, which means that Islamic education cannot be separated from both sources. In both sources, education is known in terms of the meaning of Tarbiyah. In the Quran, the meaning of education is often found in the Surah with different meanings. The different meanings encouraged researchers to analyze or examine them to recognize the educational terms of the Quran and the implications for educators. Researchers used library research to collect data, and the results were analyzed based on deductive thinking. The analysis shows that there are 12 terms which refers to education, such as Tarbiyah, Talm, Da'wah, tazkiyah, al-Tadris, al-tafaqquh, al-taaqqul, al-tadabbur, al-tazkirah, altafakkur, al-intidzar, and al-tigerizah. The implication of the meaning of education is that educators should possess and impart good qualities to themselves and their personalities. Tarbiyah, da'wah, talm, tazkiyah, al-Tadris, al-tafaqquh, al-taaqqul, al-tadabbur, al-tazkirah, al-tafakkur, al-intidzar, and al-mauizah are the ideal qualities they should have, as stated in the Qur'an. Al-Qur'an dan Sunnah Rasul merupakan sumber ajaran Islam, maka pendidikan Islam pada hakekatnya tidak boleh lepas dari kedua sumber itu. Dalam kedua sumber tersebut pendidikan lebih dikenal dengan istilah-istilah yang pengertiannya terkait dengan Tarbiyah. Seperti di Al-quran sendiri makna pendidikan banyak ditemukan pada surat-surat al-Quran yang mempunyai makna-makna yang berbeda. Dengan banyaknya makna-makna pendidikan dalam al-quran, penulis mencoba menganalisis atau mentelaah makna dari istilah-istilah pendidikan yang ada pada al-Quran dengan tujuan untuk mengetahui istilah-istilah pendidikan yang ada pada al-Quran serta menganalisis dampaknya terhadap pendidik. Peneliti menggunakan penelitian pustaka dalam mengumpulkan data-data dan hasilnya dianalisis berdasarkan pola pikir deduktif. Hasil analsis memperlihatkan bahwa terdapat 12 istilah yang mengacu pada Pendidikan, seperti Tarbiyah, talm, dakwah, tazkiyah, al-Tadris, al-tafaqquh, al-taaqqul, al-tadabbur, al-tazkirah, altafakkur, al-intidzar, dan al-mauizah. Implikasi dari makna pendidikan tersebut adalah pendidik hendaknya memiliki dan menanamkan sifat-sifat yang baik dalam diri dan kepribadiannya. Sifat-sifat ideal yang perlu dimiliki pendidik adalah Tarbiyah, dakwah, talm, tazkiyah, al-Tadris, al-tafaqquh, al-taaqqul, al-tadabbur, al-tazkirah, altafakkur, al-intidzar, dan al-mauizah yang merupakan istilah-istilah yang tertera dalam Al-Quran
High School Teachers’ Performance in Term of Transformational Leadership and Principle Supervision Competencies Indra Jaya; Wedra Aprison
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 6, No 2 (2021): December 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.024 KB) | DOI: 10.30983/educative.v6i2.4791

Abstract

This research is ex post facto, rather than experimental. It tries to reveal the phenomenon without controlling the research variables. The type of research conducted is survey research with a quantitative approach, where data is collected from a sample of the population to represent the entire population, using a questionnaire as the main data collection tool. To determine the relationship between variables we used a correlational research plan. The level of relationship between variables is expressed in the form of a correlation coefficient. The types of data in this study are quantitative in the form of numbers or qualitative data that is numbered. The result of this research is that R Square = 0.086, which means that the transformational leadership variable and the supervision of the principal influence teacher performance in public high schools throughout the East Agam Regency of 8.6%. The t value for the transformational leadership variable is 0.371 with a significant level of 0.711 > 0.05. This shows that the t count is smaller than t table (0.100 < 1.181), meaning that there is negligible effect of the transformational leadership variable on teacher performance. The t value for the principal supervision variable is 3.003 with a significant level of 0.003 < 0 ,05. This shows that t count is greater than t table (3.003 > 1.181)Banyak kepala sekolah belum mampu mentransformasikan visi dan misi lembagnya kepada guru, belum maksimal dalam melakukan supervisi kepada guru sehingga kinerja guru terlihat biasa-biasa saja dan tidak menunjukkan pretasi. Kepemimpinan tranformatif sangat dibutuhkan oleh lembaga pendidikan dimasa datang. Penelitian ini bertujuan membuktikan apakah kepemimpinan transformatif dan kompetensi supervisi memiliki pengaruh terhadap kinerja guru di lapangan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survey dengan pendekatan kuantitatif, dimana data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Tingkat hubungan antar variabel dinyatakan dalam bentuk koefisien korelasi. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa R Square = 0,086 yang berarti variabel kepemimpinan transformasional dan supervisi kepala sekolah memberikan pengaruh terhadap kinerja guru di SMA Negeri se-Kabupaten Agam Wilayah Timur sebesar 8,6%. Nilai t hitung untuk variabel kepemimpinan transformasional adalah sebesar 0,371 dengan taraf signifikan sebesar 0,711 > 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa t hitung lebih kecil dari t tabel (0,100 < 1,181), artinya terdapat pengaruh yang tidak terlalu signifikan dari variabel kepemimpinan transformasional terhadap kinerja guru, Nilai t hitung untuk variabel supervisi kepala sekolah adalah sebesar 3,003 dengan taraf signifikan sebesar 0,003 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa t hitung lebih besar dari t tabel (3,003 > 1,181), sehingga dapat dikatakan variabel indivenden yang dikaji memberikan pengaruh terhadap variabel dependen penelitian ini.
Pandangan Islam Terhadap Manusia : Terminologi Manusia dan Konsep Fitrah serta Implikasinya dengan Pendidikan Alfurqan Alfurqan; Harmonedi Harmonedi
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 2, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1900.929 KB) | DOI: 10.30983/educative.v2i2.468

Abstract

Abstrak memuat uraian singkat mengenai masalah dan tujuan penelitian, metode yang digunakan dan hasil penelitian. Tekanan penulisan abstrak terutama pada hasil dan analisis penelitian. Abstrak ditulis dalam dua bahasa; bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, hanya saja abstrak bahasa Inggris disajikan terlebih dahulu dengan format miring atau Italic. Jumlah kata berkisar antara 150-200 kata. Pengetikan abstrak dilakukan dengan spasi 1 atau tunggal front 10 jenis huruf Garamond dengan margin yang lebih sempit dari margin kanan dan kiri teks utama. Kata kunci perlu dicantumkan untuk menggambarkan ranah masalah yang diteliti dan istilah-istilah pokok yang mendasari pelaksanaan penelitian. Kata-kata kunci dapat berupa kata tunggal atau gabungan kata. Jumlah kata-kata kunci 3-5 kata. Kata-kata kunci ini diperlukan untuk komputerisasi. pencarian judul penelitian dan abstraknya dipermudah dengan kata-kata kunci tersebut. Kata Kunci: konsep, fitrah, manusia, pendidikan
Promoting The Learning Quality of Islamic Elementery School Through Constructive - Inovative Model Hilma Pami Putri
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 4, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.787 KB) | DOI: 10.30983/educative.v4i2.1074

Abstract

Learning is interpreted as a process of obtaining behavioral changes as a result of getting knowledge and experience in doing interaction with the environment. The problem found in Islamic Elementery School 1 Pasaman (MIN 1 Pasaman) was the way the teacher tought the students and the teacher never create the innovative environment to make the students to be able to construct their ideas in learning. The teachers were still not familiar with the name and the application of constructive innovative learning models in order to create the fun learning for the students. The situation impacts to the student’s development and achievement during teaching and learning process. It leads the team to do the community service research to the application of constructive - innovative models to improve the quality of teaching and learning in MIN 1 Pasaman. The result of this community service shown that the teachers already able to comprehend the constructive -inovative learning model in teaching and learning process, and the teacher can apply various types of learning model as well as able to design a good lesson plan about constructive and innovative model in the classroom.Belajar diartikan sebagai proses perubahan perilaku sebagai hasil dari mendapatkan pengetahuan dan pengalaman dalam melakukan interaksi dengan lingkungan. Masalah yang ditemukan di Madrasah Ibtidaiyah 1 Pasaman (MIN 1 Pasaman) adalah cara guru mengajar siswa dan guru tidak pernah menciptakan lingkungan belajar yang inovatif untuk membuat siswa dapat membangun ide-ide mereka dalam belajar. Para guru masih belum tahu dengan nama dan juga cara menerapkan dengan model pembelajaran konstruktif- inovatif agar pembelajaran menyenangkan bagi siswa. Situasi ini berdampak pada perkembangan dan prestasi siswa selama proses belajar mengajar. Keadaan ini mengarahkan tim untuk melakukan penelitian pengabdian masyarakat pada penerapan model inovatif - konstruktif untuk meningkatkan kualitas pengajaran dan pembelajaran di MIN 1 Pasaman. Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa para guru sudah mampu memahami model pembelajaran konstruktif-inovatif dalam proses belajar mengajar, dan guru dapat menerapkan berbagai jenis model pembelajaran yang konstruktif serta mampu merancang rencana pembelajaran yang konstruktif dan inovatif di kelas.Kata Kunci: pembelajaran, konstruktif- innovative, model
Changes in the Mathematics Learning Process During the Covid-19 Pandemic at Junior High School in Bukittinggi Pipit Firmanti; Fauzi Yuberta
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 6, No 1 (2021): June 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.872 KB) | DOI: 10.30983/educative.v6i1.4459

Abstract

The spread of Covid-19 has affected every sector, including education. The learning process that used to take place in the classroom has now become virtualized. However, this exacerbates pupils' difficulties in learning mathematics, which they previously considered challenging even in offline learning activities. To deal with this challenge, it is vital to describe alterations in the learning process under this pandemic situation. This qualitative research was carried out through interviews and questionnaires. The participants were seven teachers and seven students from various junior high schools in Bukittinggi with varying accreditation. Structured interviews, both online and in-person, were used to collect data. The result shows that students could understand the subject better before the pandemic. During the pandemic, the percentage of students who understood the material learning decreased by 10%. However, the percentage of people who use online media as a learning resource has increased by 50%. Overall, the assessment done by teachers on the cognitive aspects of a pandemic by Minimum Completeness Criteria (MCC) remains at 75. In the future, there will be a trend toward the use of e-learning and the development of technology-based learning media in the classroom.Penyebaran wabah Pandemi Covid-19 telah berdampak pada semua sektor termasuk pendidikan. Proses pembelajaran yang awalnya berlangsung tatap muka sekarang beralih secara virtual. Padahal sebelum pembelajaran daring dimulai, siswa masih kesulitan dalam mempelajari matematika. Oleh karena itu, mendeskripsikan perubahan apa saja yang ada selama proses pembelajaran daring penting dilakukan untuk mengatasi masalah ini Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dimana sampel diambil adalah tujuh orang guru dan tujuh orang siswa SMP/MTsN dari sekolah yang memiliki akreditasi berbeda di Bukittinggi. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara terstruktur via online dan tatap muka. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh: siswa lebih mudah memahami materi pelajaran yang disampaikan oleh guru sebelum pandemi. Persentase dalam pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan guru turun sebanyak 10 % selama pandemi. Sebaliknya, persentase dalam penggunaan media online sebagai sumber belajar meningkat sebanyak 50 %. Secara keseluruhan, penilaian yang dilakukan guru cenderung pada aspek kognitif selama pandemi dengan Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) tetap 75. Dimasa yang akan datang, akan ada tren penggunaan e-learning di sekolah dan pengembangan media pembelajaran berbasis teknologi.
Pendidikan Multikultural Untuk Memperkuat Kohesifitas Persatuan dan Kesatuan Bangsa Charles Charles
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 2, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.203 KB) | DOI: 10.30983/educative.v2i1.319

Abstract

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang sangat kuat sikap respeknya terhadap perbedaan. Bangsa Indonesia dengan Bhineka Tunggal Ikanya tidak berangan-angan untuk melahirkan satu kesatuan uniformity, tapi kesatuan dalam keragaman yakni unity in diversity disiniliah pentingnya Pendidikan Multikultural sebagai suatu pendekatan yang progresif untuk melakukan transformasi pendidikan yang secara menyeluruh membongkar kekurangan, kegagalan dan praktek-praktek diskriminasi dalam pendidikan oleh sebab itu pendidikan multikultural merupakan proses penanaman cara hidup menghormati, tulus dan toleran terhadap keragaman kebudayaan yang hidup di tengah-tengah masyarakat plural. Kata Kunci : Pendidikan Multikultural, persatuan, kesatuan bangsa.
Pengembangan Bahan Ajar Menulis Makalah dan Laporan Penelitian pada Program Studi PBSI di Universitas Baturaja Muhamad Doni Sanjaya
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 4, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.521 KB) | DOI: 10.30983/educative.v4i1.1104

Abstract

This study aims to (1) describe the need for textbook in writing learning to write papers and research reports that’s become as the development of instructional material, (2) design an appropriate textbook to students’ needs analysis, (3) develop the textbook of writing papers and research reports at the two-semester, Study Program of Language and Literature Indonesian, Faculty of Teacher Training and Education, University of Baturaja, and, (4) determine the potential effects of writing papers and research reports development of textbook on learning outcomes. This study is a research and development. Subjects in this study were students of Language and Literature Indonesian, the Faculty of Teacher Training and Education, University of Baturaja amounted to 23 students. The results of the research indicated that the textbook writing papers and research reports as the result of this development have the potential effects to influence and improve student’s understanding of the materials on the course of writing in a universityPenelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan kebutuhan buku teks dalam pembelajaran menulis makalah dan laporan penelitian yang dijadikan bahan ajar pengembangan, (2) merancang buku teks yang sesuai dengan analisis kebutuhan mahasiswa, (3) mengembangkan buku teks menulis makalah dan laporan penelitian di semester 2 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Baturaja, (4) mengetahui pengaruh potensial pengembangan buku teks menulis makalah dan laporan penelitian terhadap hasil belajar. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Baturaja sebanyak 23 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku teks Menulis Makalah dan Laporan Penelitian hasil pengembangan ini mempunyai pengaruh potensial dalam meningkatkan kemampuan dan pemahaman mahasiswa terhadap materi-materi menulis di perguruan tinggi.
Does Reward Affect the Accuracy of Pupil Perception? Lalu Hamdian Affandi; Mohammad Archi Maulyda; Muhammad Erfan; Vivi Rachmatul Hidayati
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 5, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.945 KB) | DOI: 10.30983/educative.v5i2.3169

Abstract

Accuracy of perception is the ability of individuals to recognize, organize, and interpret input from the environment and it is influenced by the level of individuals’ concentration on observing an object. When we can find out the causes of individual perceptual accuracy, we can design a learning instrument to enhance this ability. The purpose of this study is to examine the effect of r`eward on the accuracy of pupils' perceptions. The study employs a comparative experimental approach, in which 20 subjects are divided into two groups: 10 subjects were promised rewards and 10 subjects were not. The accuracy of perception is measured by the length of time used by subjects when completing two different levels of tests. The more time required by subjects to complete the test, the more inaccurate perceptions of research subjects. To test hypotheses, the researcher performed the Split-Plot Anova technique on the subject's length of time completing the tests. The result shows that the p-value is 0.115, greater than 0.05 which means that there was no influence of giving rewards on the accuracy of perception.Kecermatan persepsi merupakan kemampuan individu dalam mengenali, mengorganisasikan, serta memaknai hal-hal yang berada di lingkungan sekitar dan dipengaruhi oleh tingkat konsentrasi individu dalam mengamati suatu objek. Ketika kita dapat mengetahui penyebab kecermatan persepsi yang dimiliki individu, kita dapat merancang sebuah instrumen pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan ini. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pemberian penghargaan terhadap kecermatan persepsi peserta didik. Penelitian yang menggunakan kaidah kuantitatif dengan pendekatan eksperimen komparasi ini membagi 20 subyek ke dalam dua kelompok yaitu 10 subyek yang dijanjikan reward dan 10 subyek tidak dijanjikan reward. Kecermatan persepsi subyek diukur dengan tes yang diberikan sebanyak dua kali menggunakan instrumen yang berbeda dengan memperhatikan lama waktu subyek menyelesaikan tes. Semakin banyak waktu yang dibutuhkan oleh subyek dalam menyelesaikan tes, semakin tidak cermat persepsi subyek penelitian. Data rentang waktu subyek dalam mengerjakan tes dianalisis dengan teknik Split-Plot Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikansi yang diperoleh adalah 0,115 lebih besar dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh antara pemberian penghargaan dengan kecermatan persepsi yang dimiliki subyek.
KOMPETENSI GURU SD IT ADZKIA PADANG Hendrizal Hendrizal; Sisri Wahyuni; Evi Desmariani
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 1, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.736 KB) | DOI: 10.30983/educative.v1i2.158

Abstract

Abstract Positive Professional attitude of teacher can make them perform various teachers activities vigorously, otherwise negative professional attitude of teachers tend to reduce their performance. Professional teachers have the competencies required to perform the educational and teaching task appropriately and effectively. Teachers have four basic competencies, pedagogical competence, professional competence, social competence and personal competence. The purpose of this study was to describe the teachers competency of SDIT Adzkia. This type of research is descriptive analysis, a research method that is intended to describe the phenomenon. The population used in this research is all elementary school teachers in SDIT Adzkia Padang, while the sample used is five teachers in SD IT Adzkia Padang. The sampling technique used is random sampling. Based on the results, from the four competency standards that were being observed and the results of questionnaires, the competence of IT Adzkia primary school teachers generally good. Keywords: Competence

Page 5 of 25 | Total Record : 248