cover
Contact Name
Ersila Devy Rinjani
Contact Email
ersiladevy28@gmail.com
Phone
+6281373501695
Journal Mail Official
ersiladevy28@gmail.com
Editorial Address
Jalan Menoreh Tengah X/22 Sampangan Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman
ISSN : 20872305     EISSN : 26152282     DOI : 10.31942/mgs
Core Subject : Education,
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman — ISSN (print) 2087-2305. diterbitkan oleh Pusat Kajian dan Pengembangan Ilmu-ilmu Keislaman (PKPI2) Fakultas Agama Islam Universitas Wahid Hasyim Semarang sebagai media pengembangan kajian tentang ilmu-ilmu pendidikan dasar (Madrasah Ibtidaiyah dan Sekolah Dasar) dan Keislaman.
Articles 122 Documents
STRATEGI PENERAPAN KURIKULUM DAN PROBLEMATIKANYA DI MADRASAH IBTIDAIYAH Roudlotul Jannah
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.65 KB) | DOI: 10.31942/mgs.v11i2.3942

Abstract

Abstrak Masa ke masa pendidikan di Indonesia mengalami perkembangan. Hal tersebut dapat ditinjau dari kurikulumnya yang selalu berubah demi perbaikan. Pengembangan kurikulum antara lain mengacu pada dampak era globalisasi dan pesatnya perkembangan teknologi informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penerapan kurikulum dan problematikanya di MI Tarbiyatul Athfal Bojonegoro. Kajian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa MI Tarbiyatul Athfal menerapkan Kurikulum 2013 secara bertahap sejak tahun ajaran 2017/2018. Penerapan didukung dengan langkah-langkah strategis seperti keikutsertaan guru dalam pelatihan, pengayaan literatur, dan pengadaan sarana dan prasarana. Sejumlah problem yang ditemukan selama penerapan Kurikulum 2013 yakni pengalokasian waktu yang belum maksimal dalam menyampaikan materi disebabkan pembelajaran yang bersistem tematik yakni menggabungkan beberapa mata pelajaran menjadi satu tema. Penilaian pun dirasakan membutuhkan kejelian guru karena penyampaian materi dilakukan secara terintegrasi dari beberapa mata pelajaran namun pada penilaian guru harus memilah kembali pencapaian siswa per mata pelajaran. Kata kunci: penerapan kurikulum, problematika, strategi Abstract Time by time, education in Indonesia has developed. This can be seen by curriculum changing for improvement. Curriculum development refers to impact of globalization era and rapid development of information and technology. This study aims to identify the implementation of curriculum and its problems at MI Tarbiyatul Athfal Bojonegoro. This study uses a qualitative descriptive approach. Data obtained through interviews and documentation. The results show that MI Tarbiyatul Athfal has implemented 2013 Curriculum since 2017/2018. Implementation is supported by strategic steps such as teacher participation in training, literature enrichment, and provision of facilities and infrastructure. A number of problems were found during the implementation of 2013 Curriculum, such as inadequate allocation of time in delivering material due to thematic learning system, which combines several subjects into one theme. The assessment is also require carefulness by the teacher because the delivery of material is carried out in an integrated manner from several subjects, but in the assessment the teacher must sort out the achievement of students by subject. Keywords: curriculum implementation, problematics, strategy
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPS DENGAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME BERDASARKAN LINGKUNGAN SEKITAR DI SD HONGGOSOCO 4 KUDUS Muhammad Misbahul Munir
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman Vol 7, No 1 (2016): MAGISTRA
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.149 KB) | DOI: 10.31942/mgs.v7i1.1987

Abstract

Pembelajaran yang baik adalah pembelajaran yang mampu membawa siswa berhubungan langsung dengan lingkungannya. Tujuan penelitian untuk mendapatkan perangkat pembelajaran IPS SD berbasis lingkungan sekitar dengan pendekatan konstruktivisme yang valid, efektif dan praktis. Pengembangan Perangkat pembelajaran dilakukan dengan model Thiagarajan dengan fase-fase: 1) define, 2) desain, 3) develop. Penelitian ini dilakukan di SDN Honggosoco 04. Penelitian ini menghasilkan perangkat yang efektif, valid, dan praktis: 1) Silabus (rata-rata 3,5), 2) RPP (rata-rata 3,62), 3) Bahan Ajar (rata-rata 3,8), 4) LKPD (rata-rata 3,92), 5) Tes (rata-rata 4.0). Skor keefektifan dari uji N-Gain 0,44 (kategori sedang), ketuntasan klasikal diatas 80% dan keaktifan siswa 86% (kategori tinggi). Responden guru 91% dan siswa 92% dengan kategori sangat baik. Saran 1). Pendekatan konstruktivisme dapat dijadikan alternatif dalam mengajarkan IPS 2). Bahan ajar hendaknya berorientasi terhadap keadaan nyata di sekitar siswa, 3). Pilihlah gambar bahan ajar yang sesuai dengan keadaan lingkungan sekitar, 4) Pilihlah bahasa yang mudah dipahami.Kata kunci: pengembangan, perangkat pembelajaran, pendekatan konstruktivismeAbstractA good learning is learning which able to bring students in direct contact with the environment. The aim of this research is to get learning media of social science for elementary school (SD) based on around environment with valid constructivism approach,effective and practical. The development of learning media is conducted with Thiagarajan with phases: 1) defining, 2) designing, 3) developing. This research conducted in SDN Honggosoco 04. The study produced learning media that effective, valid and practical: 1) Syllabus (average 3.5), 2) RPP (average 3.62), 3) Subjects (average -rata 3.8), 4) LKPD (average 3.92), 5) Tests (average 4.0). The effectiveness score of N-Gain test 0.44 (medium category), classical completeness above 80% and student activeness 86% (high category). Teacher respondents 91% and students 92% with very good category. Recommendation 1). Constructivism approach can be an alternative in teaching social science 2). Teaching materials should be oriented to the real condition around student, 3). Choose picture of teaching materials which appropriate to the around environment, 4) Choose the language that easy to understand.Keywords: development, learning media, constructivism approach
Pengembangan Buku Kesetaraan Gender Dalam Pendidikan Untuk Guru Sekolah Dasar Rogibah Rogibah; Nunung Nurjanah
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman Vol 10, No 2 (2019): MAGISTRA
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.421 KB) | DOI: 10.31942/mgs.v10i2.3107

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku tentang gender untuk guru Sekolah Dasar. Melalui pengembangan buku tentang gender ini, diharapkan pengetahuan gender pada guru Sekolah Dasar semakin meningkat, sehingga siswa memperoleh pengalaman belajar yang berkeadilan gender. Metode penelitian yang digunakan yakni penelitian Reaseach & development (R&D), dengan tahapan analisis kebutuhan akan buku tentang gender untuk guru sekolah dasar; validasi buku tentang gender untuk guru Sekolah Dasar oleh ahli; respon subyek penelitian atas buku gender yang dikembangkan; dan menguji efektifitas buku gender yang dikembangkan untuk guru Sekolah Dasar. Hasil penelitian diketahui bahwa buku tentang gender efektif meningkatkan pengetahuan gender pada guru sekolah dasar.
PENGEMBANGAN MEDIA TAJWID INTERAKTIF BERBASIS APLIKASI ANDROID PADA MATA PELAJARAN BTQ DI SEKOLAH DASAR Tri Widiastuti; Ma'as Shobirin; Ummu Jauharin Farda
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman Vol 13, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.184 KB) | DOI: 10.31942/mgs.v13i1.6566

Abstract

The purpose of this study was to determine the extent to which the need for android-based learning media in BTQ subjects, particularly fourth grade Tajwid material, exists at SDIT Bunayya Semarang, as well as the validity of the android-based learning media known as Interactive Tajwid. This study employs the R&D development method, as well as quantitative and qualitative approaches. This research development model is based on the work of Borg and Gall in Sugiyono.  In this study, data was gathered through interviews, questionnaires on learning media development needs, and validation sheets for material experts and media experts. The Smart App Creator is used to create this android-based learning media. This application was chosen for its ease of use and ability to combine with other media support applications. The findings of this study indicate that: (1) there is a critical need for the development of android application-based recitation media, and (2) interactive Tajweed applications fall into the very valid category. This is demonstrated by the fact that the results of the analysis of the needs of students and teachers on the development of learning media based on an android recitation application are 100 percent. Material experts' validation results received a score of 98 percent with an average of 4.9. Based on this assessment, the Interactive Tajweed application is classified as Very Valid, and the validation results from media experts obtained a score of 95.6 percent with an average of 4.78, indicating that the Interactive Tajweed application is classified as Very Valid.Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana kebutuhan media pembelajaran berbasis android pada mata pelajaran BTQ khususnya materi Tajwid kelas IV SDIT Bunayya Semarang serta untuk mengetahui validitas dari media pembelajaran berbasis android yang diberi nama Tajwid Interaktif. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan R&D (Research & development) dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Model pengembangan penelitian ini menggunakan pengembangan Borg and Gall dalam Sugiyono. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara, angket kebutuhan pengembangan media pembelajaran serta lembar validasi ahli materi dan ahli media. Pengembangan media pembelajaran berbasis android ini menggunakan Smart App Creator. Pemilihan aplikasi ini didasarkan atas penggunaannya yang mudah dan bisa menggabungkan aplikasi pendukung media yang lain. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Kebutuhan akan pengembanagn media tajwid berbasis aplikasi android sangat dibutuhkan, (2) Aplikasi Tajwid Interaktif termasuk dalam kategori sangat valid. Hal ini ditunjukkan pada hasil analisis kebutuhan siswa dan guru terhadap pengembangan media pembelajaran tajwid berbasis aplikasi android adalah 100%. Hasil validasi dari ahli materi memperoleh nilai skor 98% dengan rata-rata 4,9. Berdasarkan dari penilaian tersebut maka aplikasi Tajwid Interaktif termasuk dalam kategori Sangat Valid sedangkan hasil validasi dari ahli media memperoleh skor 95,6% dengan rata-rata 4,78 maka dapat disimpulkan bahwa aplikasi Tajwid Interaktif termasuk dalam kategori Sangat Valid.
‘MANIAK’ MEDIA SOSIAL DAN GAME PADA ANAK USIA DASAR (Studi pada Siswa Madrasah Ibtidaiyah Yogyakarta) Ahmad Shofiyuddin Ichsan
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman Vol 10, No 1 (2019): MAGISTRA
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.336 KB) | DOI: 10.31942/mgs.v10i1.2638

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek penggunaan media sosial (WhatsApp, Instagram, dan Facebook) dan game di kalangan anak-anak Madrasah Ibtidaiyah di Yogyakarta, peran orangtua dan pemerintah dalam memberikan pemahaman penggunaan media sosial dan game, dan analisa penanggulangan media sosial dan game dalam perspektif interdisipliner. Objek dalam penelitian ini adalah dua Madrasah Ibtidaiyah di Yogyakarta, yakni di MI Ma’arif Sananul Ula Piyungan Bantul, dan MI Negeri 1 Bantul. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa ada empat hal positif dan negatif yang didapatkan dari penggunaan media sosial di kalangan anak usia Sekolah Dasar. Sedangkan dalam pendekatan interdisipliner, terdapat tiga pendekatan, di antaranya: 1). Pendekatan Normatif (agama), 2). Pendekatan Psikologi Media, dan 3). Pendekatan Ekologi Media.
PERAN GURU KELAS DALAM PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DARING DI MI NU 61 SALAFIYAH KENDAL Ersila Devy Rinjani
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman Vol 12, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (791.455 KB) | DOI: 10.31942/mgs.v12i2.5435

Abstract

Pembelajaran daring merupakan pembelajaran yang dianggap sebagai solusi masalah pendidikan yang terdampak pandemic covid-19. Setiap pendidik menjadi ujung tombak dalam keberhasilan proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru kelas dalam pelaksanaan pembelajaran daring siswa kelas V MI NU 61 Salafiyah Kendal serta untuk mendeskripsikan factor-faktor pendukung dan penghambat serta solusi dalam pelaksanaan pembelajaran daring selama pandemi covid-19. Penelian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Metode pengecekan data menggunakan triangulasi data. Metode analisis data dengan reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukan pelaksanaan pembelajaran daring diterapkan dengan menggunakan media sosial yang memanfaatkan gadget, serta aplikasi-aplikasi tertentu. Guru dalam pelaksanaan pembelajaran berperan sebagai sumber belajar, fasilitator, pengelola, demonstrator, pembimbing, mediator, dan evaluator. Pembelajaran daring di kelas V MI NU 61 Salafiyah menggunakan media WA grup. Pelaksanaanya disesuaikan dan tidak memberatkan untuk para siswa. Faktor pendukung keberhasilan pembelajaran daring yaitu aplikasi e-moderating yang digunakan adalah whatsapp grup. Namun, pembelajaran daring dipandang kurang efisien, karena dapat menimbulkan kebosanan. Faktor penghambat pembelajaran daring yaitu di daerah sekitar MI NU 61 Salafiyah memiliki keterbatasan jaringan internet yang kurang stabil, para guru yang kurang menguasai IT, tugas-tugas yang menumpuk membuat siswa mengerjakannya dengan sembarangan, sereta kurangnya pengawasan dari guru dan orangtua. Solusi pembelajaran daring di MI NU 61 Salafiyah yaitu diperlukannya pelatihan lanjutan untuk para guru agar dapat meningkatkan penguasaan IT, pembelajaran luring sesekali perlu dilakukan, memberikan himbauan kepada orangtua/wali untuk ikut mengawasi putra-putri mereka dalam belajar.Kata kunci: peran guru kelas, pembelajaran daring
PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN MULTIPLE INTELLIGENCES UNTUK SISWA SD/MI DI BANTUL LULUK,ENDANG,MOHAMMAD MAULUAH,SULISTYOWATI, AGUNG ROKHIMAWAN
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman Vol 6, No 2 (2015): MAGISTRA
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (809.07 KB) | DOI: 10.31942/mgs.v6i2.1778

Abstract

AbstrakPembelajaran matematika merupakan salah satu pembelajaran yang menjadi momok bagi siswa. Dalam perkembangannya, pembelajaran matematika terus menerus mengalami perkembangan yang pesat. Mulai dari teori belajar, pengembangan strategi, metode maupun produksi alat peraga semakin beragam. Tetapi hal ini belum selaras dengan implementasi pada tataran realita terutama untuk siswa Sekolah Dasar maupun Madrasah Ibtidaiyah. Masih banyak permasalahan yang terjadi pada pembelajaran matematika madrasah maupun pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui desain pembelajaran matematika dengan pendekatan multiple intelligences untuk siswa SD/MI di Bantul dan mengetahui respon siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran tersebut. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa desain pembelajaran matematika dengan pendekatan multiple intelligences untuk siswa SD/MI di Bantul dapat meningkatkan respon siswa terhadap pembelajaran matematika, yakni lebih dari 85% yaitu 35 dari 40 peserta sangat menyukai pelaksanaan pembelajaran matematika berbasis multiple intelligences dengan peraga, permainan dan aktivitas serta adventure.Kata kunci: Kecerdasan, majemuk, matematikaAbstractLearning mathematics is one that is a scourge of learning for students. In the process, the learning of mathematics continue to experience rapid growth. Ranging from learning theory, strategy development, and production methods increasingly diverse props. But it is not yet aligned with the implementation at the level of reality, especially for students from elementary schools and Islamic Elementary School. There are still many problems that occur in the madrasah and learning of mathematics in students. This study aims to determine the design of mathematics learning with multiple intelligences approach for students SD/MI in Bantul and knowing the students' response to the implementation of the learning. Based on the results of this research is that the design of mathematics learning with the approach of multiple intelligences for students SD/MI in Bantul can improve students' response to the learning of mathematics, ie more than 85%, ie 35 out of 40 participants really liked the implementation of the mathematics-based multiple intelligences with props, games and activity and adventure.Keywords: intelligence, multiple, mathematics
TRIPUSAT PENDIDIKAN SEBAGAI LEMBAGA PENGEMBANGAN TEORI PEMBELAJARAN BAGI ANAK Ni Made Sri Agustini
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman Vol 9, No 2 (2018): MAGISTRA
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.513 KB) | DOI: 10.31942/mgs.v9i2.2543

Abstract

AbstrakTripusat pendidikan adalah tiga pusat pendidikan yang terdiri dari lingkungan pendidikankeluarga, sekolah dan masyarakat yang secara bertahap dan terpadu mengemban suatutanggung jawab dalam pengembangan teori pembelajaran pada anak. Lingkungan keluargayang merupakan lingkungan pertama dan dianggap sebagai peletak dasar pendidikan anakyang sekaligus awal dari pendidikan yang akan ditempuh selanjutnya serta sangat berperandalam pembentukan kepribadian. Pendidikan di sekolah mempunyai dasar, tujuan, isi, metodedan syarat-syarat lain yang disusun secara sistematis dalam bentuk kurikulum dan dianggapsebagai peletak dasar pengetahuan ilmiah. Pada pendidikan di masyarakat, seorang anak akanmerealisasikan sejumlah teori pendidikan dan pengajaran yang pernah diajarkan dalamlembaga pendidikan sebelumnya. Anak akan mengaktualisasikan dan melibatkan diri dalamlingkungan masyarakat. Penerapan tripusat pendidikan sangat mempengaruhi pengembanganteori pembelajaran pada anak yang dilaksanakan secara terpadu dapat menjadikan anakmemiliki kepribadian yang utuh dan bertanggung jawab. Anak akan memilikiprofesionalisme yang merupakan modal utama untuk terjun ke masyarakat. Oleh karena itu,tripusat pendidikan merupakan suatu rangkaian sistem yang terpadu dalam melaksanakanproses pendidikan yang dapat mengantar peserta didik untuk mencapai kedewasaannya yangdapat berguna bagi nusa dan bangsa.Kata Kunci: Tripusat Pendidikan, Lembaga Pengembangan Teori Pembelajaran, Anak.AbstractThree-centered education is three center education which consist of family educationenvirontment, school and society which gradually and integrated carrying out a responsiblein improvement of learning theory for children. Family is the first environment andconsidered as basic of children educaation at once the early education which can they takenext and having role in personality formation. Education in school has basic, goal, content,method and other requirements which are set systematically in curriculum and considered asbasic of scientific knowledge. Education in society, a child will realize some education theoryand their learning that they get from their previous education. Children will actualized andinvolving themselves in society environtment. The implementation of three-centerededucation is very influencial the improvement of learning theory on choldren whichconducted integratedly can make the children will have profesionalism as main capital totake part on society. Therefore, three-centered education is an integrated series system inconducting education process which can take the learners reach their maturity and usefullfor their nation.Keywords: three-centered education, institution of learning theory improvement, children
KONSISTENSI ANTARA PENDEKATAN SAINTIFIK DENGAN KONTEN PADA BUKU BAHASA ARAB MI KURIKULUM 2013 Muhammad Zaairul Haq
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman Vol 12, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.653 KB) | DOI: 10.31942/mgs.v12i1.4290

Abstract

Abstrak Pengembangan dan perubahan apapun terkait pembelajaran merupakan hal wajar dalam sistem pendidikan. Indonesia sendiri telah mengalami hal itu, hingga pada beberapa tahun belakangan berupaya menerapkan pendekatan terbaru pula yaitu pendekatan saintifik dalam proses belajar. Namun demikian proses yang ada ini tidak luput dari kritik, dan kritik menjadi hal yang wjaar pula yang sudah semestinya ada. Diantara kritik yang mengemuka dan banyak digunakan sebagai hipotesis yaitu terkait adanya inkonsistensi dalam penerapan pendekatan saintifik dengan konten pada buku ajar. Penelitian ini kemudian secara khusus mencoba untuk menjawab secara ilmiah hipotesis tersebut dengan mengupas tingkat konsistensi pendekatan saintifik dengan konten pada buku ajar bahasa Arab kelas 6 MI Kurikulum 13. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif-kualitatif dengan melihat berbagai fakta yang ada pada setiap bagian konten buku ajar bahasa Arab kelas 6 MI kurikulum 13. Hasil dari penelitian menunjukkan adanya konsistensi terhadap penggunakan pendekatan saintifik, hanya saja bersifat monoton dan cenderung sama pada setiap tema pada masing-masing bab. Hasil penelitian menyarankan kepada pihak terkait agar menyusun buku ajar yang memiliki konten lebih variatif agar peserta didik dapat melakukan ekspolrasi terhadap berbagai hal secara lebih luas dan tidak menjemukan. Kata kunci: Konsistensi, pendekatan saintifik, pembelajaran, bahasa Arab Abstract The development and transformation of the learning process is a natural thing in the education system. Indonesia has experienced this, until in recent years it has attempted to apply the newest approach as well, that is a scientific approach in the learning process. However, this existing process is not free from criticism, and criticism becomes a natural thing that should be there. Among the emerging criticisms and widely used as hypotheses are related to the inconsistencies in the application of the scientific approach to the content in textbooks. This research then specifically tries to scientifically answer that hypothesis by examining the level of consistency of the scientific approach with the content in Arabic textbooks for class 6 MI Curriculum 13. The research method used is descriptive-qualitative by looking at the various facts that exist in each section of the Arabic textbook content for grade 6 MI curriculum 13. The results of the study showed consistency in using the scientific approach, it's just that the content of the assignment is monotonous and tends to be the same for each theme in each chapter. The results of the study suggest to the relevant parties to arrange textbooks that have a more varied content so that students can explore various things more broadly and not being tedious. Keywords: Consistency, scientific approach, learning, Arabic
MEMBANGUN KREATIVITAS ANAK DARI SEGI KOGNISI DAN AGAMA Dzatil Husni
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman Vol 4, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.598 KB) | DOI: 10.31942/mgs.v4i1.949

Abstract

Abstrak Anak memiliki kecenderungan bakat dan minat tertentu, namun hendaknya orang tua tetap mengarahkan anak ke jalan yang benar menurut agama, karena dunia hanya tempat singgah sementara, ada kampung akhiratyang lebih abadi untuk ditinggali, kendatipun demikian manusia tidak bolehmelupakan nasibnya di dunia (QS. al-Qashash [28]: 77). Maka kewajiban orang tua menyiapkan anak untuk memiliki bekal menjadi manusia yang bermutu sesuai dengan kualifikasi mutu yang diminta dunia dan akhirat. Karena jika manusia ingin bahagia dunia akhirat hendak-lah ia menguasai ilmu mengenai keduanya. kreativitas bukanlah sesuatu yang  given, melainkan harus diupayakan untuk memilikinya, ada proses belajar yang harus dilewati, ada pengetahuan yang harus dikuasai sebagai basicdari kreativitas itu, juga kreativitas membutuhkankemauan/ desire. Kreativitas timbul sebagai usaha memahami dan men gatasi kesenjangan/ kesulitan hidup. Kreativitas berfungsi ketika manusia bertingkah laku berevolusi, menyesuaikan diri terhadap perubahan alam. Berarti dibutuhkan  will dalam mem-bangun kreativitas. Bisa dipahami juga bahwa kreativitas hanya bisa dimiliki oleh mereka yang mempunyai curiosity. Curiosityitu yang menjadi pendorong untuk bisa melakukan sesuatu demi mengatasi kondisi tertentu. Kata Kunci:membangun, kreativitas anak, kognisi, agama

Page 8 of 13 | Total Record : 122