Articles
72 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 4 No. 4 (2020)"
:
72 Documents
clear
Peningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui Pembelajaran Matematika Realistik di Sekolah Dasar
Herlina, Feni;
Taufina, Taufina
Jurnal Basicedu Vol. 4 No. 4 (2020)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i4.456
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar matematika dengan pendekatan Matematika Realistik di kelas VI SDN 18 V Koto Timur Padang Pariaman. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari II siklus. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 18 V Koto Timur dengan subjek penelitian adalah siswa kelas VI yang berjumlah 10 orang. Hasil penilaian RPP siklus I diperoleh rata-rata 77% dengan kriteria baik, siklus II 82% dengan kriteria sangat baik. Penilaian aspek guru siklus I diperoleh rata-rata 76% dengan kriteria baik dan siklus II diperoleh 81% dengan kriteria sangat baik. Hasil belajar siswa pada siklus I diperoleh rata-rata 69% dengan kriteria cukup dan siklus II 79% dengan kriteria baik. Pendekatan matematika realistik terbukti dapat meningkatkan kualitas pembelajaran matematika kelas VI SDN 18 V Koto Timur.
Pengaruh Model Pembelajaran TGT (Teams Games Tournament) Ditinjau dari Kemampuan Berpikir Kritis Pada Pembelajaran Tematik di Sekolah Dasar
Fauziyah, Nur Endah Hikmah;
Anugraheni, Indri
Jurnal Basicedu Vol. 4 No. 4 (2020)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i4.459
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemampuan berpikir kritis pada pembelajaran tematik siswa kelas V SDN Blotongan 03 Tahun Ajaran 2019/2020 sebelum dan setelah menggunakan model pembelajaran TGT (Teams Games Tournament). Populasi dan sampel penelitian yang digunakan adalah siswa kelas V SDN Blotongan 03 yang berjumlah 31 siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Pre-eksperimental dengan tipe One-group Pretest-Posttest Design. Dalam pengumpulan data, instrumen yang digunakan yaitu tes berupa uraian dan dokumentasi. Analisis data berupa data kuantitatif yaitu perhitungan rata-rata nilai pretest-posttest, Uji Normalitas, Uji Homogenitas, dan Uji One Sample T-test menggunakan teknik one samples test dengan bantuan SPSS 20. Hasil penelitian : 1) kemampuan berpikir kritis pada pembelajaran tematik siswa sebelum menggunakan model pembelajaran TGT (Teams Games Tournament) nilai rata-rata sebesar 63,27. 2) kemampuan berpikir kritis pada pembelajaran tematik siswa setelah menggunakan model pembelajaran TGT (Teams Games Tournament) nilai rata-rata sebesar 74,12. 3) hasil analisis data one sample T-test menggunakan teknik one samples test diperoleh hasil t hitung 60,208 > t tabel 1,698 dan nilai signifikansi <0,05 (0,000 < 0,05). Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh kemampuan berpikir kritis pada pembelajaran tematik siswa kelas V SDN Blotongan 03 Tahun Ajaran 2019/2020 dengan menggunakan model pembelajaran TGT (Teams Games Tournament). Â
Analisis Proses Pembelajaran dalam Jaringan (DARING) Masa Pandemi Covid- 19 Pada Guru Sekolah Dasar
Putria, Hilna;
Maula, Luthfi Hamdani;
Uswatun, Din Azwar
Jurnal Basicedu Vol. 4 No. 4 (2020)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i4.460
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pembelajaran dalam jaringan (daring), faktor-faktor pendukung serta faktor-faktor penghambat guru dalam melaksanakan pembelajaran daring di masa pandemi covid-19. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Baros Kencana CBM Kota Sukabumi yang terhitung pada bulan April hingga Juli. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian metode kualitatif deskriptif. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah guru sekolah dasar di SDN Baros Kencana CBM. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket terbuka, wawancara semi terstruktur, dokumentasi dan catatan lapangan. Hasil dari penelitian ini adalah pandemi covid-19 membawa dampak yang sangat besar terhadap proses pembelajaran, pembelajaran yang biasanya dilaksanakan secara langsung kini dialihkan menjadi pembelajaran daring. Peserta didik merasa jenuh dan bosan selama melaksanakan pembelajaran. Pembelajaran daring yang dilakukan untuk anak usia sekolah dasar dirasa kurang efektif. Ada beberapa faktor pendukung guru dalam proses pembelajaran daring yaitu ketersediannya handphone, kuota dan jaringan internet yang stabil. Selain adanya faktor yang mendukung dalam pembelajaran daring terdapat juga beberapa faktor penghambat guru dalam pembelajaran daring. Faktor penghambat tersebut diantaranya adalah belum semua peserta didik memiliki handphone dan masih banyak orang tua sibuk bekerja.Â
Penerapan Strategi Preview, Question, Read Reflect, Recide, Review (P4QR) Untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar di Sekolah Dasar
Refariza, Elva;
F, Farida;
Fitria, Yanti
Jurnal Basicedu Vol. 4 No. 4 (2020)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i4.463
Proses pembelajaran yang dilaksanakan harus mampu memotivasi siswa untuk lebih meningkatkan potensinya. Potensi keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran dilihat dari hasil belajar siswa tersebut. Permasalahan yang berkaitan dengan hasil belajar siswa berawal dari kurangnya kemampuan guru dalam memotivasi siswa. Salah satu hal yang dapat dilakukan guru dalam memotivasi siswa yaitu dengan menerapkan strategi pembelajaran. Strategi pembelajaran yang digunakan salah satunya adalah Preview, Question, Read Reflect, Recide, Review (P4QR). strategi ini merupakan sebuah metode pembelajaran yang mengingatkan siswa untuk membaca sebagai upaya memberikan pemahaman , menggali informasi, membentuk pola pikir yang ditumbuhkan oleh siswa sendiri. Sehingga, siswa mendapatkan pengalaman sendiri dalam membentuk pola pikirnya dan mampu memotivasi dirinya dalam proses pembelajaran. Dengan motivasi yang tinggi , hasil belajar siswa dapat tercapai sesuai dengan tujuan pembelajaran yang dicapai.Â
Pengembangan Multimedia Interaktif Berbasis Model Problem Based Learning (PBL) Bagi Siswa Sekolah Dasar
Rahmadani, Rahmadani;
Taufina, Taufina
Jurnal Basicedu Vol. 4 No. 4 (2020)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i4.465
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan menghasilkan CD Multimedia Interaktif berbasis model PBL yang dapat digunakan siswa kelas V SD Islam YAAK Ampang Kuranji, Kabupaten Dharmasraya sebagai media pembelajaran. Mengetahui kualitas dari CD multimedia interaktif berbasis model PBL tersebut dilakukan uji validitas, pratikalitas, dan efektifitas. Berdasarkan uji validitas penilaian yangdilakukan oleh ahli media, ahli materi dan pembelajaran, Model pengembangan yang digunakan adalah 4D terdiri atas 4 tahap utama yaitu, Define (pembatas), Design (perancangan), Develop (pengembangan) dan Disseminate (Penyebaran). Pengembangan CD Multimedia ini dimulai dengan cara analisis kebutuhan siswa, analisis standar Isi dilanjutkan dengan pengumpulan referensi media kemudian penyusunan rancangan media, dan membuat CD multimedia interaktif. Multimedia interaktif yang telah dibuat dikonsultasikan dan dinilaikan kepada para pakar yaitu ahli materi pembelajaran, ahli media, ahli bahasa, dan siswa kelas besar
Analisis Praktik Refleksi Guru Dalam Konteks Program Pendidikan Inklusif : Studi Kasus Empat Guru Kelas Inklusif Di Sekolah Dasar
Watulingas, Keren Hapkh;
Cendana, Wiputra
Jurnal Basicedu Vol. 4 No. 4 (2020)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i4.467
Praktik refleksi telah menjadi salah satu prinsip utama dalam menjalankan pendidikan inklusif yang sukses. Dengan praktik refleksi, guru dapat memeriksa sikap mereka dan membedakan praktik penilaian, pengajaran, dan pengelolaan kelas mereka, untuk mengakomodasi kebutuhan setiap siswa dan memberikan semua siswa akses dan kemajuan dalam kurikulum pendidikan umum. Penelitian ini mengidentifikasi praktik refleksi yang dilakukan oleh guru dalam rangka memenuhi peranannya dalam pendidikan inklusif dan mengetahui faktor penghalang bagi guru dalam melaksanakan praktik refleksi. Penelitian ini melibatkan empat guru kelas inklusif di sebuah sekolah dasar di Jakarta. Metodologi penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus digunakan untuk menggambarkan praktik refleksi pada setiap guru dalam konteks pendidikan inklusif. Prosedur pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan jurnal refleksi. Penelitian ini menunjukkan bahwa setiap responden telah mulai melakukan praktik refleksi dalam pembelajarannya dengan mencerminkan sikap guru reflektif yaitu berpikiran terbuka, sepenuh hati, dan bertanggungjawab. Hasilnya, guru mampu mengidentifikasi, mengakomodasi, and memotivasi siswa dengan kebutuhan khusus.Kata kunci: praktik refleksi, pendidikan inklusif, peran guru
Implementasi Model ASSURE untuk Mengembangkan Desain Pembelajaran di Sekolah Dasar
Iskandar, Rozi;
F, Farida
Jurnal Basicedu Vol. 4 No. 4 (2020)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i4.468
Pendidikan merupakan salah satu penentu dalam meningkatkan sumber daya manusia. Guru sebagai pendidik sangat berperan penting dalam hal ini. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mewujudkannya yaitu dengan mengembangakan desain pembelajaranagar terciptanya pembelajaran yang efektif dan efisien. Desain pembelajaran yang dikembangkan oleh guru dirancang dengan mengimplementasikan model ASSURE dalam pelaksanaan proses pembelejaran. Model ASSURE merupakan model pembelajaran yang dirancang untuk difokuskan agar terciptanya pembelajaran yang efektif dan efisien khususnya pada kegiatan pembelajaran yang menggunakan media dan tenologi. Selain mengembangkan desain pembelejaran dengan implementasi model ASSURE dalam proses pembelajaran, guru juga menggunakan konsep pembelajaran tematik terpadu. Dimana pembelajaran tematik terpadu ini adalah oembelajaran yang mengaitkan beberapa bidang studi kedalam sebuah tema yang saling terkait untuk memberikan pengalaman yang nyata bagi peserta didik sehingga dapat mengembangkan oengetahuan peserta didik dan meningkatkan hasil belajar bagi peserta didik. Selain itu, juga membantu guru dalam melakukan evaluasi terhadap proses pembelajran yang telah dilaksanakan.
Analisis Penerapan Model Pembelajaran Value Clarification Techniqiue (VCT) untuk Meningkatkan Nilai Moral Peserta Didik
Lifa, Milianti;
Sulistyarini, Sulistyarini;
Dewantara, Jagad Aditya
Jurnal Basicedu Vol. 4 No. 4 (2020)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i4.480
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses penerapan model pembelajaran value clarification technique (VCT) dari perencanaan, pelaksanaan, penilaian serta dampaknya dalam meningkatkan nilai moral peserta didik pada pembelajaran PPKn di kelas X IPS 4 SMA N 1 Sungai Raya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif yang di deskriptif. Sumber data pada penelitian ini adalah hasil observasi selama penerapan model pembelajaran VCT, wawancara bersama peserta didik kelas X IPS 4 dan guru PPKn serta dokumentasi berupa dokumen sekolah dan foto saat pelaksanaan penelitian. Alat pengumpulan data berupa pedoman observasi, panduan wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian berdampak positif dan menunjukan adanya perkembangan dan peningkatan nilai moral yang meliputi sikap religius dan sikap sosial peseta didik setelah menerapkan model VCT pada pembelajaran PPKn untuk kelas X IPS 4. Penilaian dilakukan pada domain afektif. Model pembelajaran VCT sangat cocok diterapkan pada mata pelajaran PPKn dalam membentuk dan meningkatkan nilai moral peserta didik.
Meta-Analysis Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis IPA Di Sekolah Dasar
Utama, Kafiga Hardiani;
Kristin, Firosalia
Jurnal Basicedu Vol. 4 No. 4 (2020)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i4.482
Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki kualitas kemampuan sains rendah, hal ini dibuktikan melalui hasil survey PISA. Berdasarkan hasil survey PISA dari tahun 2012 hingga 2018, Indonesia selalu menduduki peringkat 10 terbawah. Berkaca akan rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia, banyak dilakukan penelitian berkaitan dengan cara meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada muatan pembelajaran IPA di sekolah dasar, salah satunya melalui model pembelajaran problem based learning (PBL). Banyaknya keberhasilan model problem based learning (PBL) dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis membuat penulis ingin mengkaji kembali hasil-hasil penelitian terdahulu untuk dianalisis keberhasilannya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dan kualitatif berbantukan metode meta-analysis dengan teknik non-tes. Sesuai dengan metode yang digunakan, penelitian ini betujuan untuk menganalisis kembali pengaruh penggunaan model pembelajaran problem based learning (PBL) dalam meningkatkan kemampuan kritis peserta didik di sekolah dasar pada muatan pembelajaran IPA. Berdasarkan hasil analisis artikel jurnal yang diperoleh melalui penelusuran sejumlah jurnal nasional, secara keseluruhan berdasarkan hasil uji paired samples test model pembelajaran problem based learning (PBL) berpengaruh meningkatkan kemampuan berpikir kritis dari perolehan rata-rata awal 4999.23 menjadi 7757.85 dengan keseluruhan rata-rata presentase gain sebesar 66,18%.
Problem-Solving Method: The Effectiveness of The Pre-service Elementary Education Teacher Activeness in The Concept of Physics Content
Setiawan, Bramianto;
Rachmadtullah, Reza;
Iasha, Vina
Jurnal Basicedu Vol. 4 No. 4 (2020)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i4.484
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode problem-solving terhadap keaktifan calon guru Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimental dengan desain faktorial 2x2 dimana kelas eksperimen menggunakan metode problem-solving dan kelas kontrol menggunakan metode ceramah. Data untuk penelitian ini dikumpulkan dalam 2 cara, data diperoleh dengan lembar pengamatan kegiatan belajar dan tes kemampuan kognitif siswa. Dari data tersebut, terlihat bahwa metode problem-solving dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa, terutama dalam pembelajaran fisika. Selain itu, interaksi antara masing-masing variabel dicari menggunakan uji Analisis Varians (ANOVA). Dari hasil tes menunjukan bahwa hipotesis pertama ditolak yang menunjukkan bahwa ada perbedaan efek antara metode pembelajaran pada kemampuan kognitif siswa. Hipotesis kedua juga ditolak yang berarti bahwa ada perbedaan efek antara kategori kegiatan belajar siswa pada kemampuan kognitif siswa. Di sisi lain, hipotesis ketiga diterima yang menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara penggunaan metode pembelajaran dan kegiatan belajar siswa pada kemampuan kognitif siswa