Articles
240 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 6 No. 4 (2022)"
:
240 Documents
clear
The Development of Science Learning Media Using Android Applications in Solar System Subject
Apriliana, Riris;
Wulandari, Murfiah Dewi
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3109
This research uses the R&D (Research and Development). The model used in this research is ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation), but researcher only limit it to the development stage. This study aims to produce and test the feasibility of Android-based science learning media in solar system subjects, especially in the sixth-grade. Data collection techniques used are literature studies and questionnaires/questionnaires. The product feasibility test is carried out by media experts and material experts. The data analysis technique was carried out qualitatively and quantitatively. Based on the feasibility test conducted by the experts, it can be seen that the validation results by media experts obtained an average of 4.69 so it indicated the "Very Worthy" category, then the validation results by material experts obtained an average of 4.32 so it entered in the “Very Worthy†category. Based on these data, it can be concluded that the Android application-based science learning media in the solar system subject is appropriate to be used as a medium for learning science, especially the solar system subject.
Miskonsepsi Konsep Matematika Menggunakan Metode Certainty Response Index (CRI) pada Pembelajaran dalam Jaringan
Apriyanto, Dwi;
Irawati, Tri Novita;
Al’Ayubi, Sholahudin
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3110
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi miskonsepsi yang dialami oleh siswa kelas VII di SMP Negeri 8 Jember pada materi bilangan bulat dengan menggunakan metode CRI (Certainty Response Index). Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes diagnostik dalam bentuk pilihan ganda yang dilengkapi dengan skala CRI dan wawancara. Berdasarkan data penelitian ditemukan sebanyak 32% siswa mengalami miskonsepsi. Jenis-jenis miskonsepsi yang teridentifikasi adalah (1) miskonsepsi terjemahan dialami oleh S14 yaitu tidak mampu memahami permasalahan, (2) miskonsepsi tanda dialami oleh S25 yaitu tidak mampu mengkorelasikan simbol, (3) miskonsepsi hitung dialami oleh S27 yaitu melakukan kesalahan perhitungan, (4) miskonsepsi sistematis dialami oleh S27 yaitu tidak mampu mengarahkan langkah-langkah penyelesaian secara logis, (5) miskonsepsi konsep dialami oleh S11 yaitu tidak mampu menghubungkan konsep materi, (6) miskonsepsi strategi dialami oleh S26 yaitu tidak dapat menghubungkan permasalahan dengan rumus. Faktor-faktor yang menyebabkan siswa mengalami miskonsepsi yaitu guru hanya memberikan tugas dan siswa jarang berlatih soal pada saat pembelajaran dalam jaringan.
Relevansi Pedagogik Kritis dalam Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0
Angga, Angga;
Muhtar, Tatang
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3112
Pendidikan Indonesia saat ini tengah dihadapkan pada problematika yang bersifat fundamental. Baik itu menyangkut persoalan seputar pendidik, siswa, pembelajaran, dan mutu pendidikan. Terutama, persoalan pendidik sebagai pemimpin pembelajaran yang mengemban tugas semakin banyak dalam memasuki jaman Revolusi Industri 4.0 sekarang ini. Adapun tujuan penelitian ini adalah mengkaji tentang relevansi pedagogik kritis dalam pendidikan di era Revolusi Industri 4.0. Metode yang digunakan yaitu Studi Literatur dengan mengkaji berbagai sumber yang relevan dengan topik bahasan. Hasil penelitian menjelaskan bahwa pendidik diharuskan mempunyai berbagai kompetensi dalam menghadapi perkembangan teknologi dan informasi yang pesat sekarang. Selain itu, pendidik diupayakan memiliki pemahaman mengenai pembelajaran dengan menerapkan pendekatan pedagogik kritis. Pemahaman mengenai pedagogik kritis ini dimaksudkan agar pendidik dapat mendorong peserta didiknya dalam menjawab tantangan jaman di masa mendatang. Peserta didik memiliki kecakapan hidup yang diperlukan di masa depan kelak. Karena itu, pembelajaran seyogyanya memiliki makna bagi peserta didik sehingga dapat diaplikasikan dalam kehidupan mereka. Para pendidik sudah semestinya menyesuaikan prinsip-prinsip lama dan menjadikan pedagogik kritis ini sebagai pendekatan dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas, khususnya di Sekolah Dasar. Dengan demikian, maka artikel ini membahas sejauhmana dampak dari penyelenggaraan pedagogik kritis terhadap guru sekolah dasar dalam Revolusi Industri 4.0 saat ini.
Kompetensi Pedagogik Guru Pasca Pandemi Covid-19
Nurwahidah, Ima;
Muhtar, Tatang
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3113
Negara Indonesia sedang mempersiapkan diri menyongsong Indonesia Emas 2045. Segala aspek yang akan mendukung kemajuan telah dilaksanakan. Dalam bidang Pendidikan negara Indonesia telah beberapa kali mengalami penyempurnaan. Bahkan pada tahun 2022 kurikulum terbaru yaitu kurikulum merdeka telah mewarnai dunia Pendidikan. Semua yang telah digulirkan tiada lain untuk kemajuan Pendidikan di negara Indonesia. Kurikulum Merdeka merupakan rangkaian dari Program merdeka belajar yang dimaksudkan untuk menyempurnakan kurikulum sebelumnya. Selain Kurikulum Merdeka, sebelumnya pun telah digulirkan Program Guru Penggerak sebagai wadah bagi pembinaan kompetensi guru yang berdasarkan pada pemikiran Ki Hajar Dewantara. Suatu pemikiran yang ingin mengembalikan kembali marwah guru sebagai pendidik yang berpihak kepada murid di era yang semakin canggih. Mencoba tidak melupakan inti dari proses pembelajaran yang memanusiakan manusia. Melatih segala kemampuan yang seharusnya dimiliki oleh pendidik. Terlebih melatih kompetensi pedagogik yang mencoba menjawab suatu keresahan terhadap degradasi pemikiran, moral dan mental anak bangsa. Di mana seorang guru harus memiliki kemampuan dalam mendidik dengan jeli dan baik. Terlebih demi dunia Pendidikan Indonesia sedang diuji dengan segala keterbatasan. Mengakibatkan hampir 2 tahun lamanya anak-anak pada jenjang pendidikan dasar hingga lanjut mengalami suatu kemerosotan dalam hal capaian pembelajaran maupun karakter mulia. Maka dari itu artikel ini dibuat untuk mencoba mengulas mengenai kemampuan pedagogik yang harus dimiliki guru sebagai dasar pondasi Pendidikan pada jenjang berikutnya.
Studi Tekstologi pada Wacana Kritis Teun A. Van Dijk dan Robert Hodge
Susiawati, Iis;
Wildan, Angko;
Mardani, Dadan
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3114
Wacana merupakan bentuk praktik sosial yang dilakukan baik dengan verbal ataupun non-verbal, yang merupakan satuan bahasa terlengkap yang direalisasikan dalam bentuk karangan atau laporan utuh. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah mengungkap pesan dan wacana teks terhadap sebuah teks yang ada di sebuah kolom berita, dengan menggunakan analisis wacana kritis, yaitu mengungkapkan bahwa wacana mengandung suatu muatan ideologi atau kekuasaan dari pembuat teks. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data dari studi pustakaan secara deskriptif dari penelitian sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wacana yang dikembangkan Van Dijk digambarkan dengan tiga dimensi yaitu: teks, kognisi sosial dan konteks sosial. Van Dijk melihat teks terbagi dalam tiga tingkatan yaitu struktur makro, superstruktur dan struktur mikro. Dan Robert Hodge dan rekan-rekannya mengenalkan pendekatan analisisnya dengan sebutan critical linguistic. Kesimpulannya adalah model analisis Van Dijk dan Robert Hodge ini bisa menjadi alternatif jawaban untuk menguak makna di balik penulisan sebuah teks, utamanya di media massa, karena bisa jadi mengandung kepentingan terselubung dan ideologis untuk membuat khalayak menjadi bingung mengenai masalah yang disajikan dalam penulisan sebuah berita.
Pengembangan Media Boxsemart Mengenal Huruf dan Angka bagi Siswa Kelas 1 Sekolah Dasar
Adelzha, Nafiri Sharyll;
Wulandari, Murfiah Dewi
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3115
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran boxsemart mengenal huruf dan angka bagi siswa kelas 1 Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Research and Development (R&D) dengan model ADDIE. Dari hasil tahap analisis, dalam proses belajar siswa tidak dapat membedakan huruf yang memiliki bentuk hampir sama misalnya “b dan dâ€, “p dan qâ€, “m dan nâ€. Siswa juga kesulitan membedakan angka yang memiliki bentuk hampir sama misalnya “6 dan 9â€. Hal ini disebabkan karena siswa kurang hafal huruf alfabet maupun angka dan kurang menariknya media pembelajaran yang digunakan guru. Berdasarkan tahap analisis maka penulis mengembangkan produk berupa media boxsemart untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas 1 SD dalam mengenal huruf dan angka. Produk diuji oleh ahli materi dan ahli media. Hasil validasi ahli materi dengan skor 87,5% dalam kategori sangat valid dan hasil validasi oleh ahli medi diperoleh skor 90% dalam kategori sangat valid.Â
Mengembangkan Motivasi Belajar Siswa melalui Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi: Sebuah Kajian Pembelajaran dalam Perspektif Pedagogik-Filosofis
Handiyani, Mila;
Muhtar, Tatang
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3116
Kemajuan teknologi yang semakin pesat diiringi perkembangan dunia yang semakin maju menuntut insan manusia mampu beradaptasi dengan segala perubahan yang terjadi dan salah satunya mempengaruhi dunia pendidikan. Belajar tidak hanya diperoleh dalam satu waktu melainkan melalui berbagai cara dengan mengoptimalkan segala pancaindera yang dimiliki setiap manusia itu. Tujuan penelitian ini sebagai cara untuk mempersiapkan peserta didik yang dapat belajar dalam segala situasi sehingga perlu dilatih sejak dini bagaimana memanfaatkan segala keadaan menjadi bahan belajar yang dapat meningkatkan keterampilan mereka dan akan berguna di masa yang akan datang. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah studi literatur dengan menelaah berbagai sumber rujukan berupa buku dan artikel ilmiah nasional maupun internasional yang mendukung. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh hasil bahwa salah satu cara untuk menjaga konsistensi semangat belajar peserta didik dengan ragam karakteristik setiap peserta didik yang berbeda dapat dilakukan dengan menerapkan strategi pembelajaran berdiferensiasi. Beberapa hasil penelitian mengungkapkan bahwa strategi pembelajaran berdiferensiasi mampu meningkatkan semangat belajar peserta didik karena mereka disuguhi kegiatan pembelajaran yang tidak monoton dan menyesuaikan dengan kebutuhan mereka. Sehingga melalui strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa akan berdampak lebih baik terhadap keterampilan yang akan mereka miliki dan akan berguna bagi mereka di masa yang akan datang.
Urgensi Kompetensi Pedagogik Guru dalam Menghadapi Transformasi Pendidikan Abad 21
Rahayu, Restu;
Muhtar, Tatang
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3117
Meningkatkan eksistensi dan mutu sumber daya manusia berkualitas, kompetitif dalam menyongsong pembangunan pendidikan yang lebih baik di abad ke-21 merupakan peran penting dari pendidikan. Menanggapi perkembangan dan tuntutan zaman, guru harus dapat mengembangkan pemikiran kreatif dan inovatif dalam pembelajaran, memahami perkembangan psikologis siswa, mengembangkan kemampuannya, berkomunikasi dengan siswa dan berwawasan luas. Selain itu, guru harus dapat mengembangkan pemahaman, sikap profesional, dan kompetensi lainnya untuk memecahkan berbagai problematika pendidikan. Tujuan dari penelitian ini untuk menguraikan pentingnya kompetensi pedagogik guru di abad ke-21. Dalam penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa peningkatan kapasitas pendidikan guru membutuhkan kesadaran dan pemahaman akan pentingnya semua aspek pedagogi. Guru perlu menjadi guru yang profesional sekaligus sebagai sumber belajar, namun guru profesional adalah dinamisator, fasilitator, dan katalisator yang mewujudkan siswa menjadi kreatif. Guru banyak sekali mengahadapi berbagai tantangan kehidupan abad ke-21. Oleh karena itu, guru perlu meningkatkan keterampilan dan kompetensi pedagogiknya serta dituntut menguasai dan terbuka akan kemajuan teknologi demi menciptakan sumber daya manusia unggul yang mampu bersaing dalam dinamika kehidupan global saat ini.
Penggunaan Metode SAS (Struktural Analitik Sintetik) dalam Pembelajaran Keterampilan Membaca Siswa Sekolah Dasar
Nursuci, Ayu Krisma;
Kaltsum, Honest Ummi
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3118
Tujuan dalam penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan tahap penggunaan metode SAS dalam pembelajaran keterampilan membaca; dan (2) mendeskripsikan keterampilan siswa dalam membaca menggunakan metode SAS. Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini terdiri dari tiga teknik yaitu observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian menjelaskan bahwa metode SAS dalam keterampilan membaca permulaan dapat mendukung kemampuan membaca permulaan pada siswa kelas II di SDN Karangjati 02. Keberhasilan proses penggunaan metode SAS oleh guru dilakukan secara bertahap dengan rutin dan dengan cara menerapkan pembelajaran membaca permulaan tanpa buku. Adapun langkah-langkah penerapan metode SAS dalam penelitian ini terdiri dari menyiapkan media pembelajaran membaca permulaan, menampilkan gambar cerita, membaca berdasarkan gambar, membaca gambar menggunakan kartu kalimat, proses structural (S), proses analitik (A), proses sintetik (S). Dalam proses penerapan metode SAS ini, seluruh siswa berkesempatan dibimbing satu persatu oleh guru secara bergilir untuk membaca gambar kartu kalimat. Dari proses bergilir tersebut didapatkan bahwa siswa masih sering tertukar dalam membedakan suku kata, kata, dan kalimat.
Pengaruh Strategi PBL dan Motivasi Belajar terhadap Hasil Belajar Bahasa Inggris
Gunawan, Wawan;
Mastoah, Imas;
Septantiningtyas, Niken;
Wiyarno, Yoso;
Atiqoh, Atiqoh
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3122
Tujuan penelitian ini adalah agar dapat meningkatkan kualitas atau mutu pendidikan di Indonesia. Guru dapat meningkatkan aktivitas anak didiknya melalui pembelajaran yang berbasis masalah dan penemuan. Untuk ini maka perlu adanya strategi pembelajaran yang sesuai. strategi pembelajaran yang mengacu pada suatu cara untuk mempertanyakan, mencari pengetahuan, informasi, mempelajari suatu gejala dan memecahkan suatu masalah. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan rancangan faktorial 2x2. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini ada 2 macam instrument yaitu (1) Tes motivasi belajar, dan (2) Tes Hasil Belajar. Dalam penelitian ini, analisis statistik yang dipergunakan dalam menganalisis data penelitian yaitu digunakan teknik analisis varians dua jalur (ANAVA). Hasil analisis dalam penelitian ini sebagai berikut: (1) Ada pengaruh strategi PBL dan metode konvensional terhadap hasil belajar Bahasa Inggris siswa kelas VI, (2) Ada pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar Bahasa Inggris siswa kelas VI, (3) Ada interaksi strategi PBL dan metode konvensional serta motivasi belajar terhadap hasil belajar Bahasa Inggris siswa kelas VI. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diperoleh kesimpulan bahwa dengan menggunakan strategi PBL dan motivasi belajar dapat meningkatkan hasil belajar bahasa Inggris siswa. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa strategi PBL dapat dijadikan salah satu cara untuk meningkatkan hasil belajar Bahasa Inggris siswa.